Pages

25/01/11

MY PRINCESS EPISODE 5

MY PRINCESS EPISODE 5



Seol di bawa ke rumah barunya, istana modern yang dibangun oleh Presiden Park secara sembunyi-sembunyi hanya untuknya. Istana yang indah dan megah, cocok untuk seorang putri modern, dan kupu-kupu pun mendarat dengan lembut di bahunya, ia seperti Cinderella. Mereka menganggapnya sebagai pertanda baik
Presiden Park memberitahu Seol untuk tinggal di istana dan dalam seminggu akan diadakan konferensi press untuk mengumumkam keberadaannya.



Seol mengklarifikasi bahwa ia masih bingung dengan semua hal tentang putri ini, ia hanya datang karena ia tidak tahan ayahnya di jelek-jelekan dan Presiden Park adalah satu-satunya orang yang bisa memperbaiki rumor tersebut.


Berita telah tersebar, Ibu dibawa untuk menemui Seol. Seol bergegas untuk memeluknya. Karena bingung bagaimana harus bersikap didepan anak perempuannya yang sudah menjadi putri, Ibu memanggilnya Yang Mulia dan tergagap pada awalnya sampai Presiden Park mengijinkannya untuk memeluk dan memperlakukannya seperti biasa.
Presiden Park menjelaskan secara detail tentang apa yang terjadi. Ibu mengatakan bahwa ia tahu Seol adalah anak yang istimewa. Ia sedikit melebih-lebihkan kemampuan skolastik Seol (sangat menyebalkan kalo ibu memuji dengan tidak tulus). Seol senang ibu memujinya dan berpikir seolah-olah semuanya benar.
Seol ingin pulang ke rumah untuk mengambil barang-barangnya, Presiden Park bertanya apakah ia akan kembali. Karena satu-satunya orang yang punya kekuatan untuk menahan serangan terhadap ayahnya adalah dirinya sendiri tapi sebagai putri. Pengingat yang kuat agar ia mau kembali ke istana.


Ketika Hae Young datang ke kantornya di Kementerian Luar Negeri, ternyata ia menerima surat peringatan karena telah melanggar peraturan dan dipindah tugaskan ke bagian siaga. Selain itu media ingin mewawancarainya untuk mendapatkan berita tentang kisah cinta seorang chaebol dan seorang putri.

Yoon Ju datang untuk memberitahu Dan tentang keadaan yang terjadi, para pengawal telah ditugaskan untuk menjaga keselamatannya.  Ia tidak menerimanya, Dan mengatakan bahwa mereka hanya ditugaskan sementara, ia lebih suka bila tidak dijaga, karena sangat tidak mengenakkan bila menerima sesuatu tapi kemudian diambil kembali.
Tapi Yoon Ju tidak tersinggung dan hanya tersenyum. Ia memberi Dan kartunamanya. Mungkin ia melihat Dan sedikit seperti dirinya.
Di kamarnya, Dan mengeluarkan kantung bersulam dan memandangnya dengan penuh perasaan. Rencana licik dimulai.....

Presiden Park menawari Yoon Ju untuk memilih hadiah karena telah membantunya selama ini, yang akan dibelinya sebelum semua aset diserahkan ke monarki. Ia berpikir akan memberikan museumnya kepada Yoon Ju, tapi ia mengatakan bahwa itu tidak perlu. Yoon Ju hanya ingin diberi tanggungjawab untuk mengurus Yayasan Kerajaan, berkata bahwa ia akan menjalankannya sesuai keinginan Presiden Park. Tujuan Yoon Ju melakukan hal tersebut untuk mencegah Hae Young berurusan dengan sang putri.
Presiden Park menyukai ide tersebut dan berterimakasih, tapi ayah Yoon Ju curiga dan menanyainya secara pribadi kenapa ia melakukan hal tersebut. Ia ingin Yoon Ju membatalkannya, tapi ia tidak mau.
Para staff istana memperkenalkan diri dan menunjukkan kepada Seol kediamannya yang mewah. (istilah untuk posisi mereka adalah sanggung atau court lady atau dayang)

Seol adalah gadis cantik yang menyukai hal-hal cantik, ia kagum melihat butik mini yang berada di kamarnya. Seol mencoba sebuah gaun pesta dan memadukannya dengan sepatu yang gemerlap. Ia berjalan berkeliling dan mendesah,”mereka tidak cocok.”

Yoon Ju merekomendasikan Jung woo menjadi direktur dari Yayasan Kerajaan, sepertinya ia tidak sadar bahwa tindakannya menyakiti perasaan orang lain. Jung Woo tidak ingin bekerja dengannya lagi dan memberitahu Yoon Ju bahwa ia baik-baik saja dengan keadaannya yang sekarang. Tidak terpengaruh perkataan Jung Woo, ia mendesak untuk mempertimbangkan posisi tersebut.

Kakek mulai melakukan proses pemindahan asetnya, dimulai dari Hae young dan mengirimkan satu team yang bertugas menyita semua barang di apartemennya. Hae Young berkata bahwa ia membeli semua barang di apartemennya, tapi karena kartu kreditnya adalah tanggungan Presiden Park maka semua barang tetap disita. Para petugas berjalan berkeliling ruangan sambil menempelkan kertas merah bahkan sampai cangkir dan sepatunya pun disita. Daripada melakukan itu, bukankan lebih mudah untuk menandai barang yang tidak disita?
Pemimpin penyitaan juga tidak menyukai proses ini seperti halnya Hae young, dan dengan sedih bertanya,” Apakah anda tidak pergi? Apakah saya harus memaksa?” Hah. (Aku menyukai pergantian si miskin menjadi kaya dan sebaliknya, karena Hae Young agak sombong dengan kekayaannya).

Hae Young pergi dengan membawa sebuah koper, ia agak terganggu tapi tidak begitu kesal karena mempunyai banyak tempat yang dapat ia tuju. Sampai Yoon Ju memberikan daftar aset yang tidak dapat ditempatinya seperti semua apartemennya yang lain, rumah peristirahatan termasuk resort yang dihadiahkan untuknya ketika ia berumur delapan tahun.

Hae Young pergi ke departement store untuk membeli barang yang pokok. Ketika ia sedang memilih pakaian dalam, ia melihat rombongan Seol. Ia sedang berbelanja hadiah untuk ibu dan kakaknya yang tidak tahu terimakasih. Hae Young malu dengan keadaannya yang tidak punya tempat tinggal. Maka ia bersembunyi di belakang mannequin.

Semuanya terlambat, Seol terlanjur melihatnya. Lebih buruknya lagi ia terlihat bersembunyi. Ia mencoba berpura-pura dan tidak menyadari tangannya memegang daerah yang dipertanyakan pada sebuah mannequin lingerie serta masih memegang sepasang pakaian dalam. Geli, Seol berkata bahwa ia dan mannequin tersebut terlihat cocok bersama-sama. Setelah mengatakan itu Seol pergi meninggalkan Hae Young yang lebih dipermalukan lagi karena semua kartu kreditnya ditolak.

Dengan menggerutu Hae Young bergegas menyusul Seol dan memaksa masuk ke dalam lift. Ia ingin meminta bantuan, tapi suasana di lift sangat aneh dan keduanya hanya saling melirik. Seol tidak mengajaknya berbicara sehingga Hae Young tidak dapat meminta bantuan. Ketika Seol pergi, ia tertinggal di belakang, frustasi.

Hae Young mendapat telpon untuk bertemu dengan Presiden Korea. Hae Young bertanya kenapa Presiden setuju dengan restorasi monarki. Walaupun orang-orang menyukai ide ini, Hae Young tidak dapat mengerti kenapa gadis yang belum dewasa seperti Seol berubah menjadi putri dan menyebut kakeknya tidak bertanggungjawab karena telah menimbulkan kekacauan ini. Ia menambahkan bahwa untuk semua kepentingan restorasi ini pasti sulit untuk mengaturnya. Anehnya, Presiden setuju dengan pendapatnya tapi ia tidak dapat membatalkan pemilihan. Ia bertanya bagaimana pendapat Hae Young untuk mengatasi semua ini.

Setelah itu Presiden bertemu dengan ketua oposisi saat mereka sama-sama sedang mendonorkan darahnya.
Setelah sesi foto selesai, mereka mengobrol tentang sang putri. Presiden menuduh ketua oposisi yang menyebarkan skandal tentang ayah Seol dan memperingatkannya untuk tidak main-main dengan sang putri karena orang-orang akan segera memberikan keputusan tentang restorasi.

Mendengar ada tamu di Istana, Seol segera keluar kamar, tentu saja berhenti sebentar untuk berdandan. Tamu yang datang adalah Jung Woo. Seol sangat tersentuh ketika Jung Woo berkata bahwa ia merindukannya. Seol menghentikannya, dan berkata bahwa ia tidak dapat mengendalikan hal itu. Jung Woo menyarankan bahwa hidupnya akan penuh dengan hal yang tidak dapat ia kendalikan, jadi yang terbaik adalah datang padanya daripada pergi berteriak ke hutan bambu. “Raja bertelinga Keledai!” (sebuah cerita rakyat Korea; seorang pria dipercayai sebuah rahasia, semakin lama ia tidak kuat menanggungnya dan meneriakkan rahasia tersebut di hutan bambu).

Dengan enggan ia menerima telpon dari Hae Young, mencoba membuat menjadi singkat dengan mengatakan hal yang samar tapi menyakitkan hati seperti,”Kita tidak boleh melakukan ini lagi” dan” Aku ingin melupakanmu.”IoI dalam aktingnya, membuat orang lain beranggapan bahwa ia berbicara dengan mantan pacarnya.
Seol tidak ingin ia tahu dimana Seol berada, jadi Hae Young mengancamnya akan “menyebabkan suatu kecelakaan” jika ia tidak mengatakan dimana ia berada. Tanpa berpikir, Seol berkata,” Kecelakaan apalagi yang dapat kau sebabkan?”, yang membuat alis Jung Woo terangkat, karena “menyebabkan kecelakaan” eufemisme dari hamil. Hae Young menjawab bahwa banyak kemungkinan yang dapat dipilih, seperti pernikahan.
Seol kaget,” pernikahan?!” dan menutup telponnya. Ia memohon diri untuk menelpon secara pribadi, Hae Young berpura-pura akan melakukan konferensi press untuk mengumumkan rencana pernikahan mereka. Ia berkata semakin besar skandal yang terjadi semakin menguntungkan baginya. Ini jelas-jelas kebohongan, karena saat ini Hae Young berada dalam sebuah toko. Dengan panik , Seol memegang tangan Jung woo dan menceritakan semuanya. Meminta bantuan untuk mengatasi ancaman Hae Young.

Mereka harus menemukan Hae Young, maka mereka menyelinap keluar dan berusaha untuk tidak terlihat. Pada saat terakhir, koki kerajaan Gun melihat Putri masuk secara sembunyi-sembunyi ke dalam mobil Jung Woo, dimana Jung Woo menutup kepala Seol untuk menutupi wajahnya. Tidak begitu pandai tapi sangat perhatian, Gun melihat keadaan dan menyimpulkan Apakah Putri sedang diculik?

Ia berusaha mengejar mereka dengan skuter, ketika berada di samping mobil Jung Woo, ia membunyikan klakson untuk menarik perhatian. Gun berteriak  supaya Seol keluar dari mobil. (tidak begitu pintar kan, bukankah keluar dari mobil yang sedang berjalan hanya membuatnya patah tulang?). Seol dan Jung Woo melambai menyuruhnya pergi, tapi karena mereka tidak memperhatikan jalan, mereka tidak tahu kalau didepan ada zona konstruksi. Tapi semua terlambat. Saatnya pergi ke rumah sakit!
Seol mengerang dengan berlebihan, berkeras untuk diperiksa walaupun Dokter mengatakan bahwa ia baik-baik saja. Tentu saja ia mempunyai alasan – kecelakaan ini akan membuat Hae Young segera datang sehingga ia tidak dapat mengadakan konferensi press.

Hae Young benar-benar datang. Jung Woo dan Hae Young saling menatap dengan keangkuhan masing-masing. Tahu bahwa kecelakaan terjadi dengan mobil Jung Woo, Hae Young melihat Seol dengan pandangan apa-aku-bilang dan menceramahi Seol untuk tidak naik mobil Jung Woo lagi. Hae Young memegang tangan Seol untuk memeriksa keadaannya karena ia menyangka Seol hanya  pura-pura. Yang hanya mendapat pandangan tajam dari Seol dan Jung Woo. Seol menangis kesakitan dan mencengkeram bahunya. Hae Young tidak sadar kalau ia benar-benar terluka. Jung Woo bersandar, berbicara lembut untuk menenangkan Seol (sedikit berlebihan untuk membuat Hae Young kesal).

Hae Young dan Jung Woo pergi ke bagian resepsionis untuk mengurus dokumen Seol, tapi ketika Hae Young mencoba untuk menandatangani dokumen, penanya macet. Jung Woo mengambil alih dan mendorong Hae young untuk membalas. Ia mengambil pena Jung Woo dan berkata:”Aku yang akan menandatanganinya, karena ia mendapat kecelakaan karena akan menemuiku.”(lol)

Jung Woo merebut penanya kembali, Hae Young melakukan hal sama. Hal ini terjadi selama beberapa lama. Dua orang ini benar-benar ga mau ngalah. Jung Woo selalu menantang otoritas Hae Young bila menyangkut Seol. Tapi ia tidak punya alasan untuk itu. Hae Young mengatakan bahwa ia yang bertanggungjawab sebagai tunangannya.

Hae Young berkata bahwa ia mempunyai urusan dengan Seol hari ini, tapi bila Jung Woo mau menyingkir, maka ia akan mengakhiri sandiwara tentang tunangan ini. Hae Young menandatangani formulir. Di kamar pasien, Seol (dengan bahunya yang normal) meminta bantuan kepada Gun dengan “puppy dog eyes” nya , “Tolong lakukan untuk Noona”. Gun yang lugu bukan tandingan Seol yang lebih pro dan ia menyanggupinya.

Permintaan Seol adalah membantunya untuk menutupi keberadaan Seol di rumah sakit dengan menggantikannya di Istana. Gun bergelung dalam bedcover dengan gugup, sedangkan salah satu pelayan wanita membicarakan Jung woo dengan antusias, memuji betapa gantengnya profesornya itu.

Di rumah sakit, Hae Young menjaga Seol malam itu. Seol berkeras ingin menginap di rumah sakit, alasannya sih ia ingin mengawasi Hae Young. Hae Young memandang Seol dengan khawatir ketika ia mulai mengigau, wajahnya menahan sakit, sambil menangis ia menyebut ayahnya:”ayah...”. Hae Young melihatnya dengan simpati....sampai ia menambahkan,”Aku lapar.” HA.
Ketika ia bangun, Seol kembali berpura-pura menjadi pasien yang sedang sakit, mengeluh tentang bahunya yang sakit dan meminta tolong Hae Young untuk membantunya minum karena lengannya tidak dapat digerakkan. Hae Young menebak bahwa ia hanya pura-pura karena ia tampak begitu ceria. Seol hanya menjawab bahwa ia boleh percaya apa yang  ia suka.
Ia menemani Seol ke kamar kecil, ketika akan kembali ke kamar mereka melihat seorang Ibu dan anak yang sedang menangis telah ditolak oleh rumah sakit karena semua kamar penuh. Ibu tersebut panik, Seol menawarkan kamarnya dan menyakinkan mereka ia baik-baik saja untuk keluar rumah sakit malam itu.

Tapi ia tidak sepenuhnya berpura-pura, karena pusing Seol jatuh ke tanah. Hae Young ingin kembali kedalam rumah sakit. Tapi Seol bergumam bahwa tidak ada kamar yang tersedia dan tidak membiarkan ia memasukkannya lagi ke rumah sakit.

Tidak mempunyai tempat tujuan, Hae Young yang khawatir membawa Seol ke apartemennya. Ia merawat Seol yang sedang demam sepanjang malam. Ia mengganti baju Seol dengan jubah, meletakkannya di ranjang dan dalam proses tersebut, ia melihat memar-memar di tubuh Seol.
Sadar bahwa Seol tidak pura-pura terluka, ia merasa sedikit bersalah karena telah meragukannya dan menghabiskan jam-jam berikutnya disamping tempat tidurnya merawat Seol. Hae Young akhirnya menghela napas lega ketika demamnya turun.

Paginya Seol terbangun dan melihat Hae Young sedang membuatkan bubur untuknya. Ia makan dengan pelan, dengan canggung menopang lengannya. Hae Young mengambil sendok dan mulai menyuapinya, mengabaikan protesnya. Saat itu ia tersadar bahwa ia hanya mengenakan jubah mandi, sebelum Seol protes, Hae Young menjelaskan bahwa ia tidak melihat apapun (dan tidak bisa menahan omelan” lagipula tidak ada yang bisa dilihat”). Kebaikan Hae Young membuat Seol merasa tidak enak dan menuduh bahwa ia menginginkan sesuatu darinya. Ia tidak salah, Hae Young mulai memintanya untuk mempercayai dirinya. Hati-hati, ia bertanya,”Percaya pada apa?”

Hae Young menjawab,”Permintaan maafku, Kamu tidak perlu menerimanya, tapi aku berharap kau mau mempercayainya.” Ia berkata bahwa tak seharusnya ia membiarkan ayah Seol dijelek-jelekkan seperti itu, yang berarti ia mengakui bahwa ia turut terlibat dalam skandal ayah Seol. Namun Seol tidak menyadari arti kata-kata Hae Young, tidak untuk waktu yang lama sih. Ketika mengganti pakaiannya Seol melihat tumpukan koran di kamar, semuanya dengan berita di halaman depan tentang pengembalian monarki.

Ia membolak-balik koran tersebut dan menemukan amplop di bagian bawah, yang berisi dokumen tentang ayahnya, Lee Han. Termasuk berkas-berkas berita tentang ayahnya dan laporan kriminalitas yang mungkin dilakukannya (pencurian, peniruan benda seni). Ia mengenali beberapa detail seperti dalam berita yang ia dengar di restoran, dimana ia kehilangan kesabaran. Ia terus membaca, Seol mulai menyadari kata-kata yang familiar.....karena apa yang ia baca cocok dengan berita yang ada di televisi.
Seol terkejut, ia mulai menata potongan potongan ingatannya menjadi satu dan mengerti apa yang Hae Young maksud dengan permintaan maafnya. Marah, ia menyerang Hae Young dengan dokumen tersebut, dan ingin tahu apa yang telah terjadi.

Tahu bahwa rahasianya terungkap, Hae Young mendesah dan bertanya jika Seol berpikir bahwa ia dalang dari pemberitaan tentang ayahnya. Ia tidak menyangkal tuduhan bahwa ia mendapat keuntungan yang paling besar dari berita itu dan melangkah lebih jauh dengan memberitahunya dengan jelas bahwa ia mendapat lebih banyak dari pemberitaan itu. Hae Young mengancam bahwa Seol tidak akan pernah menjadi putri selama ia melanjutkan rencananya, Seol harus menyerah. Seol menyangka itu semuanya kebohongan untuk membuatnya menyerah untuk menjadi seorang putri. Itu adalah pertanyaan yang bagus, Hae Young diam beberapa saat dan berpikir lagi sebelum menyuruh Seol mendengarkan perkataannya:
Hae young:” Ketika kamu terluka, perhatianku benar-benar nyata, begitu pula dengan permintaan maafku. Tapi lebih dari itu yang paling tulus adalah menginginkanmu menyerah menjadi seorang putri. Apakah kamu mengerti apa yang aku katakan?”

Tanpa kata ia berbalik, keluar dari apartemen. Hae Young mengejar, tapi saat itu kakeknya tiba, mendengar bahwa Seol menghabiskan malamnya disini. Ia memberitahu Seol, Presiden ingin bertemu dengannya. Dengan tatapan tajam ke arah Hae Young, Seol masuk ke dalam mobil.
Seol bertemu dengan Presiden Korea. Presiden memberi saran bahwa perhatian kepadanya akan meningkat pada hari-hari berikutnya dan dukungan rakyat akan membawa tanggungjawab di pihaknya.
Setelah itu Presiden Park memberitahunya ini saatnya ia harus memutuskan kemana ia akan pergi. Seol membuat keputusan dan tiba di istana.

Ia berjalan di koridor dalam diam, mood yang buruk dan tidur dengan perasaan yang berat. Ketika ia melihat ke atas, ia melihat Hae young duduk di sebelahnya, tersenyum dengan lembut kepadanya. Ia mengelus rambutnya dan menyentuh dahinya untuk mengecek demam. Dengan itu ia tertidur.
Ini hanya imaginasi Seol, ia sadar bahwa ia menciptakannya. ( Satu, Hae young mengenakan baju yang sama seperti saat ia merawat demamnya, dan yang lain adalah reaksi Seol berikutnya).

Paginya, Seol terbangun dan melihat Hae Young menunggu di kaki tempat tidurnya. Ia tidakmemperdulikannya, karena masih berasumsi itu adalah imaginasinya dan tidak bereaksi. Sampai Hae Young  membuka mulutnya dan memperkenalkan dirinya. Seol terkejut.

Source: (thanks and credits to)
www.dramabeans.com
www.youtube.com

0 comments:

Posting Komentar