Pages

25/01/11

MY PRINCESS EPISODE 6

MY PRINCESS EPISODE 6







Seol tertidur setelah membayangkan Hae Young datang dan membelai rambutnya. Paginya ia terbangun dan melihat Hae Young duduk di kaki tempat tidur, ia berpikir bahwa itu hanya imaginasinya.
Hae Young menyeringai melihat Seol yang tidak bereaksi dan memperkenalkan diri sebagai guru bahasanya yang baru. Seol terbelalak, menyadari bahwa ini bukan hanya khayalannya saja, ia duduk dan bersembunyi dibalik selimut.




Hae young bertanya-tanya apakah hanya reaksi ini yang ia dapat dan bertanya kenapa Seol tidak berteriak sekuat-kuatnya. Ia duduk disamping tempat tidur dan bersandar- apakah Seol terbiasa disambut oleh orang-orang aneh di pagi hari atau dia terpesona melihat ketampanannya? Ha. Orang ini selalu berhasil memuji diri sendiri dengan wajah santai.
Hae Young berkata bahwa ia melihatnya seperti putri tidur menyambut pangerannya dan ia tidak usah bertanya-tanya bagaimana ia ada disini. Seol:”Berikan alasannya. Ancaman, penculikan, teror.....” Hae Young:” Terus kenapa kamu tidak berteriak? Uh, apakah karena kamu cantik?”
Hae Young menelpon dan mengatakan pada dayang Seol bahwa mereka telah selesai berbicara, mereka dapat mempersiapkan Seol. Seol kaget, ia tidak berada disini dengan sembunyi-sembunyi. Tidak perlu sembunyi-sembunyi karena dia sekarang yang bertanggungjawab terhadap Seol.

Ternyata Hae Young berada di istana karena perintah dari Presiden Korea, sebagai seorang diplomat, ia bertanggungjawab atas pendidikan Seol supaya ia menjadi putri yang baik. Ia memperkenalkan  diri secara resmi dihadapan Presiden Korea dan kakek dan menambahkan bahwa ia juga akan tinggal di Istana. Spontan, Seol beteriak keras: “Tidaaaak.....”
Ia menggunakan skandal mereka sebagai alasan Hae Young tidak dapat tinggal di istana. Tapi Hae Young berkata ini jalan yang terbaik untuk membersihkan skandal-skandal mereka, mengumumkan bahwa ia adalah penasehatnya dan pernyataannya yang menyebutkan bahwa mereka bertunangan adalah cara untuk melindunginya dari pengawasan publik. Seol menggerutu ia memang pandai menjawab segala hal.
Jelas ini adalah manuver Hae Young dan Presiden untuk mensabotase monarki, tapi kakek tidak dapat berdebat dengan Presiden. Seol mencoba menyela, tapi kesulitan karena tidak dapat mengatakan apa yang dikhawatirkannya:” Ia terlalu tampan. Aku takut tidak berkonsentrasi dalam belajar. Alasan itu tidak terlalu kuat, jadi Seol menerima Hae Young sebagai tutornya.

Kemudian Kakek bertanya rencana licik apa yang telah disiapkan Hae Young dan keduanya bertengkar lagi tentang masalah ayahnya. Hae Young berbohong bahwa ia melakukan apa yang kakek inginkan karena ia tidak ingin berakhir seperti ayahnya, tapi kakek dapat melihat maksud Hae Young yang sebenarnya dibalik kebohongannya.

Seol mengejar Hae Young di sekitar istana, bertanya apa yang akan diajarkan kepadanya. Hae Young menjawab bahwa ia satu-satunya orang yang dapat mengajarnya menjadi bangsawan karena ia dibesarkan dengan cara itu. Seol mengejeknya. Di Korea keluarga chaebol hidup seperti kaum bangsawan.

Hae Young datang pagi-pagi, membangunkan Seol untuk pelajaran hari pertama. Ia menyapanya dengan melemparkan jam weker ke dalam selimut dan menyuruhnya bangun. Seol protes karena Hae Young menggunakan bahasa banmal kepadanya. Walaupun dari awal mereka menggunakan bahasa campuran jondae-banmal tapi Seol menegaskan bahwa sekarang statusnya lebih tinggi dari Hae Young, maka ia harus menggunakan bahasa jondae kepadanya. (bahasa banmal adalah bahasa sehari-hari yang digunakan oleh orang yang umurnya sama dan akrab, bahasa jondae adalah bahasa resmi atau bahasa halus yang digunakan untuk orang yang lebih tua atau yang statusnya lebih tinggi).
Hae Young sadar Seol benar, tapi ia tersenyum nakal,” Tapi....kita sedang sendirian.” Seol tidak mendebatnya. Satu-satunya hal yang membuat Hae Young mau berbahasa jondae adalah saat-saat formal (ketika ada orang lain di sekitar mereka). Jadi ketika mereka hanya berdua, ia menang.

Hae young menunjukkan semua sertifikat mengajarnya. Seol hanya tertawa, tapi dayang-dayangnya memuji kepintaran Hae Young. Seol mencoba melarikan diri. Hae Young menahannya karena ia ingin mengajar Seol menjadi seorang putri sejati. Seol mengerjakan testnya yang pertama dan gagal pada setiap pertanyaan. Hae Young kagum,” Jadi ini adalah kegagalan yang terburuk. Selama ini aku hanya mendengarnya.” Hahaha...

Seol meminta kembali hasil testnya. Malu karena nilainya nol, tapi Hae Young menolak karena ia harus membuat laporan tentang perkembangannya langsung kepada Presiden. Seol mengejar Hae Young, mencoba mencuri hasil test itu lagi.

Di depan dayang-dayangnya, Hae Young meminta Seol untuk membiarkannya sendirian ketika mereka sedang tidak belajar. Seol menyeretnya ke kamar dan memperingatkan kedua dayangnya jangan masuk untuk alasan apapun, tidak peduli suara apa yang terdengar. Heh...

Seol melompat mencoba mengambil hasil test dari tangan Hae Young tapi ia terus mengangkat tangannya tinggi-tinggi tertawa melihat Seol menghabiskan energinya untuk mencoba merebut hasil test tersebut.
Ketika Hae Young menolak memberikan hasil test itu, Seol melompat ke tempat tidurnya dan tidak akan pergi sampai Hae Young memberikannya kembali. Hae Young berpikir bahwa itu bukan taktik yang bagus. Ia meminta Seol untuk tidak menyesal dan dengan tersenyum membaringkan tubuhnya di sebelah kanan Seol.
Awalnya Seol berteriak, kemudian berguling menghadapinya dengan tekad. Bukan reaksi yang di harapkan Hae Young tentu saja. Seol mencoba menendang Hae Young pergi dan bertahan, tetapi karena ia lebih ringan, ia berguling dan hampir jatuh dari tempat tidur.
Seol hampir jatuh dengan kepala duluan, Hae Young melompat untuk menangkapnya dan jatuh tepat diatasnya. Heh.  Mereka bertahan pada posisi tersebut sampai keduanya merasa gugup. Keduanya lantas bangun dari tempat tidur. Merasa canggung.

Hae Young menawarkan untuk mengembalikan hasil test tersebut asalkan besok Seol dapat bangun tepat waktu untuk memulai pelajaran. Bertekad untuk bangun pagi, ia memasang banyak alarm. Tapi ia tidak bisa tidur karena jantungnya berdebar. Ia pergi ke dapur untuk mengambil air minum dan Gunnie menyambutnya dengan gembira, mengagetkan Seol sampai-sampai Seol menyemburkan air ke wajah Gunnie.
Ia membuatkan Seol susu dengan madu dan cinta, berkata kepadanya untuk datang ke dapur bila ia memerlukan sesuatu atau ingin menemuinya. Aduh manisnya....

Pagi berikutnya, Hae Young kecewa dengan keterlambatan Seol dan mengagetkan dayang-dayangnya dengan masuk ke dalam kamar dengan tiba-tiba. Ia mencoba membangunkannya, tapi Seol hanya bergumam:”Professor?” masih linglung karena mengantuk dan memonyongkan bibirnya kepada Jung woo dalam mimpi yang membuat kemarahan Hae Young melewati batas.

Ia mengangkat Seol ke bahunya dengan selimut dan sebagainya dan berjalan ke halaman utama. Menggantungkannya di atas air mancur. Seol berteriak bahwa ia sudah bangun. Hae Young tidak peduli, dengan sombong ia berkata:” Oh, harusnya anda mengatakannya sejak awal!” sambil melemparkan Seol kedalam air mancur dan melangkah pergi. Keh.
Yang paling lucu adalah reaksi dari staffnya, bereaksi seperti putri tertembak atau terkena sesuatu. Salah satu dari mereka berteriak:” Selamatkan Putri!”
Seol membersihkan diri dan pergi ke perpustakaan untuk bertanya apakah Hae Young telah mengirim hasil ujiannya kepada Presiden. Ia memberikan hasil ujian tersebut dan meminta Seol untuk lebih serius dalam pelajaran mulai sekarang dan menambahkan jogging ke dalam jadwal hariannya. Seol memandangnya dengan hati-hati bertanya apakah ia sudah menyerah dalam usahanya menggulingkan monarki. Apakah ia benar-benar akan membuatnya menjadi putri? Hae Young bertanya dengan kalimat retoris apakah Seol percaya ia sudah menyerah?
Mereka dipanggil untuk mengadakan pertemuan dengan Sekretaris Oh, yang memberikan daftar anggota press utama yang akan datang dalam konferensi press mendatang. Seol melihat daftar itu dengan bersemangat, menantikan kesmpatan untuk berbicara tentang ayahnya dan membersihkan namanya. Sekretaris Oh mengatakan bahwa masalah ayahnya tidak akan dibahas dalam konferensi press tersebut. Seol menatapnya dengan bingung. Hae Young mendesah bahwa ini adalah cara kakek melakukan sesuatu. Hae Young pun melangkah pergi.

Yoon Ju mengundurkan diri dari museum, ia mempersiapkan diri bekerja untuk monarki. Salah satu dayang Seol (yang lebih tua) datang untuk bertemu Yoon Ju. Ia melaporkan keadaan Seol secara diam-diam. Wanita itu kelihatannya adalah pegawai Yoon Ju, yang berhutang budi karena Yoon Ju membayar biaya operasi anaknya.
Yoon Ju menyuruhnya untuk tidak menemuinya lagi dan berpura-pura tidak mengenalinya bila mereka bertemu di istana. Ia memperoleh berita yang mengejutkannya: Hae Young telah tinggal di istana tanpa sepengetahuannya.
Hae Young bertemu dengan pemimpin oposisi dan menyesalkan tindakannya yang telah membocorkan rumor tentang ayah Seol ketika ia berkeras ingin menahannya. Pemimpin oposisi juga memperingatkan Hae young untuk berhati-hati dengan tindakannya sendiri.
Yoon Ju meng-sms Jung Woo bahwa ia siap untuk tinggal di istana dan ia sangat senang bila Jung Woo mau datang dengannya. Tunggu, mereka akan semua akan tinggal disana. Pasti jadi repot ni.

Seol ingin pergi ke suatu tempat, dan muncul di kantor Jung Woo. Ia tersenyum ketika bertemu dengannya. Aku suka karena Jung Woo juga menyukai Seol, menyadari perasaan Seol kepadanya. Ini adalah cinta segitiga yang menarik, mungkin tanpa campur tangan Hae young keduanya dapat bersama-sama.

Seol berkonsultasi dengan Jung Woo, hutan bambunya, apa yang harus ia lakukan dalam konferensi press terutama tentang Hae Young, Ia ragu dimana kesetiaan Hae Young berada dan apa yang sebenarnya ia inginkan. Jung Woo memberitahunya bahwa jawabannya ada pada dirinya. Ia harus mengikuti pelajaran dengan baik, memanfaatkan keberadaan Hae Young di sampingnya  untuk mencari tahu apa motif Hae Young sebenarnya Lagipula Hae Young pandai mengatasi wartawan, jadi sebaiknya ia juga ikut menjawab dalam konferensi press. Kembali ke Istana, Seol memberitahu Hae Young bahwa ia baru saja bertemu dengan Jung Woo, Hae young menghentikannya,” Jangan berbicara tentangnya di hadapanku!” Dasar....

Sementara itu, Hae Young kembali ke apartemennya. Ia telah mendapatkan kembali apartemen dan semua barangnya sebagai ganti masuknya ia ke istana. Yoon Ju datang sambil membawa anggur untuk memberitahunya bahwa ia juga akan masuk istana dan mengetahui bahwa Hae Young meminta ditugaskan di sana karena ingin tetap dekat dengan Seol.

Yoon Ju mendapat telpon dari Jung Woo (saat itu yang mengangkat Hae Young). Yoon Ju segera pergi menemuinya. Jung Woo menerima tawaran pekerjaan di yayasan kerajaan, berkata ini adalah kesempatan yang langka untuk melakukan penelitian. Ia juga mengatakan bahwa ia melakukan itu bukan karena dirinya.
Yoon Ju heran kenapa ia harus mengatakan hal itu padahal ia menerima pekerjaan yang ia tawarkan, bertanya-tanya bagaimana ia menghadapi dirinya besok. Ia tertawa pahit, tidak ada yang bisa dibandingkan dengan sakit hati yang ia sebabkan selama sepuluh tahun ini. Ia menyebutnya egois, karena tidak pernah memikirkan perasaannya selama sepuluh tahun belakangan.

Jung Woo berkata bahwa ia akan baik-baik saja bila bertemu Yoon Ju di kantor, karena ia tidak berarti apa-apa lagi baginya. Ia pergi, kata-katanya menusuk, saat Yoon Ju duduk sendiri. Mereka saling mengkhianati perasaan masing-masing, saat Yoon Ju menangis, Jung Woo merenung melihat foto-foto mereka. Hae Young termenung di apartemennya, tahu bahwa Yoon Ju pergi untuk menemui Jung Woo. Ini sangat lucu karena Hae Young selalu ditinggalkan oleh wanita yang terjerat oleh Jung Woo.

Seol terjaga sepanjang malam, mencoba mempersiapkan segala sesuatu untuk menghadapi konferensi press, tapi hanya berakhir mencoret-coret buku catatannya, berpikir tentang  Hae Young, menggambar hati disekeliling nama Jung Woo kemudian menulis surat untuk ibu mengatakan bahwa ia rindu rumah dan masakan ibu.

Ibu dan bahkan kakaknya Dan datang keesokan harinya. Seol berlari memeluk mereka. Ibu melihat Hae Young dan menariknya kesamping, masih memanggilnya”Park Suh-Bang,” artinya menantu Park. Ibu tersadar, tapi Hae Young dengan manis meminta maaf karena telah membohonginya selama ini dan berkata bahwa nama panggilannya Park Suh-Bang, jadi Ibu bisa tetap memanggilnya dengan nama itu. Aw...
Ibu meminta Hae Young untuk menjaga Seol, Hae Young terlihat ragu-ragu karena rasa bersalahnya, oleh karena itu Ibu mengambil dompetnya dan mengeluarkan semua uangnya (kelihatannya sebesar 30-40 dollar) dan memberikannya kepada Hae Young, memintanya untuk merawat Seol. Aduh Ibu engkau sangat manis dan kuno.
Yoon Ju the destroyer melangkah masuk dan memperkenalkan dirinya kepada ibu. Ia menelpon keluarga Seol untuk menyampaikan sesuatu. Yaitu menghapus Seol dari kartu keluarga mereka. Ibu menatap kaget, Hae Young mendesah.

Seol tahu dari Dan, ia hanya meringis melihat Seol mengeluh, memberitahunya untuk melakukan semuanya dengan baik, bila ia melakukan kesalahan maka orang-orang akan menunjuk keluarga mereka, berkata bahwa Seol telah dibesarkan dengan buruk. ia menambahkan bahwa ia telah bekerja keras untuk mendapatkan semuanya sedangkan Seol mendapatkan segalanya dengan mudah. Selalu ada orang seperti ini didunia. Orang yang merasa dirinya sendiri yang paling menderita.

Yoon Ju memperlihatkan dokumen yang akan menempatkan Seol dalam daftar keluarga kerajaan, karena itu ia harus keluar dari kartu keluarga mereka. Seol menangis dan memegang tangan Ibu. Sambil menangis ibu bertanya apa yang akan terjadi dengan asuransi yang telah terlanjur dimiliki untuk kedua putrinya apabila terjadi sesuatu padanya. Ia menangis karena memikirkan akan meninggalkan Seol disini sendiri, dengan perasaan bahwa ia mengirimkan putrinya ke suatu tempat tanpa apapun.

Ibu menandatangani daftar tersebut dan pergi, sekali lagi meminta Hae Young untuk menjaga Seol. Hae Young memberitahunya supaya tidak usah khawatir. Ketika ia melihat Ibu pergi, ia berbisik meminta maaf. Seol menangis di kamarnya seperti anak kecil, terus memanggil ibu...ibu... berulang-ulang. Hae Young mendengarkannya di lorong tetapi tidak mampu masuk dan menghiburnya.

Hae Young datang pagi harinya, terlihat jelas bahwa Seol menangis sepanjang malam. Hae Young menyesal karena ikut membantunya berbohong kepada ibu dan merasa bersalah, dan berkata bahwa ini waktunya untuk belajar. Seol terlihat kalah dan hampir menyerah, tapi ia kemudian bangkit untuk menerima pelajaran.
Mereka mempersiapkan segala sesuatu untuk konferensi press dan mencoba di depan kamera. Seol telah berlatih mengucapkan pidato pembukaannya ratusan kali. Hae Young mengkritik,” Apakah kamu mencoba untuk merayu kamera?” Ha
Untuk mengetahui lebih banyak tentang ayahnya, Hae Young memberi kabar yang membuatnya dilema. Ada catatan bahwa ayah angkatnya mencoba menjual artefak kerajaan dan mengganti dengan yang palsu. Pada dasarnya salah satu dari ayahnya, entah ayah biologis maupun ayah angkatnya adalah seorang penipu. Ini adalah pilihannya untuk menentukan mana yang akan ia selidiki
Mereka diminta untuk pergi ke butik untuk mengepas pakaian Seol yang akan digunakan untuk konferensi press. Yoon Ju menunggu disana. Ia mempergunakan kesempatan untuk mengawal Seol turun kebawah. Ketika mereka sendirian, ia mulai menunjukkan cakarnya.

Ia berkata pada Seol untuk menikmati semuanya selagi bisa (kehidupan yang enak). Seol dengan polos bertanya apa maksudnya. Yoon Ju berkata dengan bahasa banmal (dengan aksen gadis jahat) apakah ia akan keluar sendiri atau diseret keluar dari sana, ia tidak akan tinggal di istana  dalam waktu yang lama.

Source: (thanks and credits)
www.dramabeans.com
www.youtube.com
www.jacinda1st.com

0 comments:

Posting Komentar