Pages

17/01/11

Sinopsis: My Princess Episode 3

MY PRINCESS EPISODE 3

                                                                                                               Hae young mencoba untuk mencari alasan kenapa ada sepatu wanita di rumahnya, Yoon Ju melihatnya dengan wajah skeptis, segera mengerti apa yang terjadi. Kemudian Seol keluar dari kamar tamu menuju ke kamar mandi.
                                                                                                                                                             Seol keluar dari kamar mandi dan merasa lega sampai ia melihat keduanya masih berdiri di depan pintu. Hae Young meminta Yoon Ju untuk tidak salah paham, tapi Yoon Ju menjawab dengan tenang bahwa ia tidak tahu Hae Young mempunyai “sisi” seperti itu dan menyebutnya sangat manis. (menyebut manis untuk menyembunyikan gadis ketika ia datang, pikiran yang aneh). Yoon Ju pun segera pergi

    Seol:” Dia sangat tenang.”
    Hae Young:”benarkah ia setenang itu?”

                                                                                                               Di luar Yoon ju terlihat sangat terganggu. Ia pergi ke tempat Jung Woo.Ia telah menolak dengan kasar perhatiannya, menikam dari belakang secara professional kemudian mencari ketenangan dalam pelukannya. (Arrgh, bener-bener tokoh antagonis yah). Tapi karena Jung Woo pria yang baik, ia memeluknya dengan hangat.

                                                                                                    Paginya, Yoon Ju mendapat telpon bahwa  Presiden Park akan mengadakan press conference, ia segera menyuruh Hae young untuk menghentikan kakeknya membuat kesalahan yang besar. Mereka terlambat, saat itu Presiden Park tengah mengadakan press conference menyatakan bahwa ia mendukung restorasi monarki, pada saat hari pemungutan suara ia akan mendonasikan seluruh kekayaannya untuk masyarakat.

                                                                                                              Hae Young mencoba menghubungi Seol, yang sedang berada di kafetaria universitas. Sebelum mereka pergi, kerumunan wartawan datang dan melemparkan berbagai pertanyaan. Perhatian mereka tertuju pada Hae young (pengen tahu komentarnya tentang pengumuman kakeknya), tapi ia menutupi wajah Seol dengan jas untuk menyembunyikan identitasnya. Seol bingung, tapi Hae Young memperingatkan bahwa banyak wartawan di sekitar mereka, takut keadaan bertambah rumit.

                                                                                                               Hae Young memapahnya keluar, mereka berlari dari kerumunan wartawan, dimana banyak orang yang ingin tahu termasuk kedua temannya Sun-ah dan Jung Woo. Hae Young mendorong Seol masuk kedalam mobil sebelum didekati wartawan dan tersenyum mencoba menipu wartawan dengan gurauan dan kata-kata yang halus. Ia hampir lolos ketika seorang wartawan yang sombong dan percaya diri (Wartawan Yoo) bertanya apakah gadis tadi adalah putri korea yang menyebabkan kehebohan. Untuk menghentikannya, Hae Young mengumumkan bahwa gadis tersebut adalah pacarnya. Melukiskan bahwa ia gadis yang manis, mahasiswa biasa. Ia meminta mereka mundur karena telah membuat pacarnya takut.

                                                                                                               Hae Young, tergesa-gesa mengemudikan mobil ke hotelnya dan membawa Seol ke dalam....paling tidak mencoba membawa Seol ke dalam hotel. Seol berkeras, sebagai kompetitor bisnis ia dilarang masuk. Ia membandingkan penginapannya yang sederhana dengan hotel yang mewah.
Akhirnya Hae Young berhasil menyuruh Seol masuk ke dalam hotel. Para staff mencegah para reporter masuk ke dalam hotel. Hae young membawa Seol menuju kamar suite, Seol memandangnya dengan curiga. Dengan refleks ia memukul wajah Hae Young, kemudian meminta maaf karena telah bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu.
Seol:”Kau terluka?”
Hae Young:”Aku berdarah”
Seol:”Maaf, aku hanya membela diri.”
Hae Young:”Kau pikir kau robot Taekwondo, seenaknya saja memukul orang ketika merasa tak berdaya ?”
Seol:”Ketika bertemu orang jahat secara refleks tinjuku melayang.” Sambil mengangkat tinju lagi.
Lucunya Hae Young menghindar ketika Seol mengangkat tinju, tersadar bahwa Seol hanya bercanda, ia mencoba mencari alasan.
Seol:”Aku tak tahu kau punya sisi yang manis, tetapi sebagai laki-laki kenapa kau takut menghadapi tinju wanita?”
Hae Young:”Aku tidak takut, hanya refleks saja.”

                                                                                                               Hae Young menjelaskan ketika fotonya telah diambil oleh wartawan, kehidupan pribadinya juga diekspos, rasanya sangat mengerikan. Sejak umur 11 th ia telah menjalani hidup seperti ini. Ketika Seol bertanya tentang keluarganya yang lain, Ia menjawab bahwa ia sudah 20 th tidak bertemu dengan ayahnya. Ternyata ayahnya belum meninggal, hanya pergi entah kemana.
Seol memahami perasaannya, karena ia juga tidak punya ayah. Melihat reaksi Seol, Hae Young bercerita bahwa saat ia berumur 11 tahun, ia menjadi pewaris dari Daehan Group. Sejak saat itu ia mulai diikuti oleh reporter, penculik professional maupun orang-orang oportunis yang mengharapkan sesuatu darinya. Setelah banyak hal yang dialaminya sebagai pewaris Daehan Group, tiba-tiba kakek mengumumkan bahwa ia tidak akan mendapat warisan 1 sen pun. Apakah ini lumrah kalau ia marah?
Seol mengelus kepalanya dengan simpati, sejak umur 11 th, ketika Ibu memberi kakak saus yang lebih banyak itu membuatnya merasa tidak adil. Sifatnya yang ceria membuat Hae Young tersenyum. Mereka menyalakan TV , berita yang terbaru adalah tentang pacar Hae Young. Pernyataan Hae Young di kampus dibesar-besarkan dengan menyebut Seol sebagai tunangan Hae Young.
Seol menyuruh Hae Young  untuk menghapus semua foto dan video yang beredar di internet dengan pengaruh kakek. Walaupun Hae Young mengakuinya sebagai putri, ia meminta Seol untuk tidak mengganggu harta warisannya. Kenyataannya Seol tidak percaya bahwa ia seorang putri, karena ayahnya akan segera kembali. Aww sedihnya.........
                                                                                                               Presiden Park mengerti bahwa Hae young melakukan semua itu untuk melindungi sang putri, tapi ia kecewa karena apa yang dilakukannya diluar perkiraannya.
Dengan sopan Yoon Ju mencoba untuk memberi saran bahwa kakek terlalu terburu-buru membuat pengumuman mendukung restorasi monarki. Tapi kakek menjawab bahwa ia lega karena mimpinya telah terkabul. Mereka menemukan sang putri dan persiapan telah selesai.
Ketika ia hanya berdua dengan ayahnya, Yoon Ju melepaskan semua kesakit hatian dan ketidaksukaan terhadap semua masalah putri ini. Selama hidupnya ia tertekan karena dedikasi ayahnya terhadap Presiden Park, yang selalu jadi yang utama. Ia bertahan terhadap semua itu, berharap bahwa hari itu akan datang, hari dimana semua pengorbanannya terbayar, tapi ternyata hari itu tidak akan datang.
Ayahnya mempertimbangkan bahwa ia orang penting yang dapat mendekatkan Hae Young dengan kakeknya, tapi Yoon Ju tidak bisa hidup seperti ayahnya. Ia kemudian menemui wartawan Yoo untuk alasan yang tidak diketahui, karena kita tahu bahwa wartawan Yoo orang yang jahat, apa yang dilakukannya membuatnya jadi perempuan jahat dalam drama ini.

                                                                                                               Yoon Ju pergi ke suite Hae Young dan canggung ketika melihat Seol keluar dari kamar.
Awalnya Yoon Ju kesal dengan Hae Young, mempercayai apa yang ia lihat. Ia masih berpikir bahwa nama Seol adalah Eun Byul (dari perkenalan di museum). Ia meminta Hae Young berbicara  berdua. Ia marah kepada Hae Young, walaupun mereka tidak berpacaran, mereka berdua tahu bahwa mereka akan menikah, ia merasa harga dirinya terluka.


Untuk membuat segalanya menjadi jelas, Hae Young membuat perkenalan resmi, Yoon Ju adalah orang yang akan dinikahinya dan Seol adalah putri yang selama ini dicari kakeknya. Amarah Yoon Ju memudar, ia menawarkan bantuan untuk Seol.
Seol terus menyangkal bahwa ia adalah seorang putri, Hae young meng interpretasikan bahwa ia menginginkan lebih. Ia menawarkan untuk memberi apapun yang ia minta asalkan ia mau sekolah ke luar negeri. Ia mengatakan bahwa 3 tahun cukup untuk menyelesaikan semua masalah, menawarkan untuk mengirimnya ke mana pun ia ingin pergi dan menjaga keluarganya ketika ia pergi.
Seol tercengang (mungkin juga merasa terhina oleh kesombongan Hae Young). Akhirnya ia menerima penawarannya asalkan ia mau memberikan semua kekayaannya. Hae Young  memperingatkan untuk tidak membuat lelucon, karena ia sangat tidak menyenangkan ketika marah. Ia mendapat telpon dan menginstruksikannya untuk membawa Seol ke suatu tempat. Seol ingin pulang, tapi Hae Young mengajaknya untuk menemui ayahnya.

                                                                                                               Ia membawa Seol dengan helikopter untuk menghindari wartawan. Bagi Seol ini adalah kendaraan yang mewah. Ia ingat ketika masih kecil, ia juga melihat helikopter di langit. Saat itu ia sedang bersama ayahnya yang bekerja di perusahaan konstruksi. Ingatannya akan ayah yang menyayanginya membuatnya menangis.
Sepertinya perjalanan ini tidak berakhir bahagia untuknya. Pandangan Hae Young sangat sedih, ia mengamati kegugupan Seol dengan pandangan yang menyesal.

                                                                                                               Kedatangan mereka disambut oleh Presiden Park dan Sekretaris Oh. Wajahnya menunjukkan kebingungan ketika ia di ajak menuju sebuah makam, dan Presiden Park memanggil almarhum dengan sebutan “ Yang Mulia...”
Karena tidak tega melihat Seol yang terluka, Hae Young memalingkan mukanya setiap kali Seol menatapnya, mencoba untuk mengerti apa yang terjadi. Dalam penyangkalannya ia berteriak bahwa ayahnya belum meninggal , dimana ayahnya. Hae Young menasehatinya untuk mendengar kebenaran yang selama ini juga ditunggunya., Tapi ia tidak mau tahu, berpikir bahwa kebenarannya adalah ayah telah membuangnya. Presiden Park menjelaskan bahwa ia bertanggung jawab terhadap kematian ayahnya dan menceritakan yang sebenarnya terjadi.

                                                                                                               Ternyata ayah Seol telah mengetahui identitasnya, tetapi ia rela melepaskan status pangeran dan terkejut karena ia telah terlacak. Ia berkata bahwa “nasib buruk” antara Presiden Park dan kakeknya (raja Joseon terakhir) hanyalah masa lalu, ia ingin menguburnya.
Presiden Park belum ingin melakukannya, maka ayah Seol menyelinap pergi di malam hari sambil membawa Seol. Presiden Park mengikutinya, ayah Seol menyembunyikannya di pinggir jalan  berjanji akan segera kembali dan berbalik kembali untuk menghadapi pengejarnya. Tapi ia tertabrak mobil yang dinaiki Presiden Park, yang sedang mengejarnya. Ayah Seol meninggal seketika. Oh, sangat menyedihkan.

                                                                                                               Setelah mendengar cerita Presiden Park, Seol berlutut didepan makam, kehilangan energi. Dia berbalik pergi, Presiden Park mencegahnya dan mendesak Seol untuk memberikan penghormatan resmi untuk ayahnya. Ia menambahkan bahwa Seol tidak harus memaafkannya. Seol setuju bahwa ia mungkin tidak – dia tidak akan pernah melakukan sesuatu yang membuat Presiden Park bahagia, termasuk memberi hormat ke makam ayahnya.

                                                                                                                                                                       Hae Young menemukan Seol duduk di halte bus. Dengan pahit, Seol bersumpah akan memusuhi keluarga Hae Young. Dengan tenang, Hae Young merespon bahwa hal itu hanya akan membuat Seol terluka dan membuat sedih ayahnya.
Ia menawarkan jalan untuk membalas dendam kepada kakeknya: Hancurkan Monarki. Tapi Seol tahu, Hae Young mengatakan hal itu bukan untuk membantunya, tetapi untuk melindungi warisannya. Hae Young menyebutnya win-win solution untuk mereka berdua. Seol setuju dengan rencananya, dengan satu syarat: ia ingin foto ayahnya. Hae Young memperoleh foto tersebut dari sekretaris Oh.

                                                                                                               Di sekolah, berita tentang Seol yang bertunangan dengan seorang chaebol telah menyebar. Kedua teman kerja Seol ingin mendengar cerita detailnya, apalagi ia merencanakan untuk meninggalkan kuliah. Yoon Ju menemuinya untuk memberikan berkas-berkas sekolahnya di luar negeri. Sekarang ia mengetahui Seol tidak pacaran dengan Hae Young, ia bersikap ramah tetapi tetap sombong, memberitahu Seol untuk tidak bertemu dengan Hae Young lagi. Ia akan mengurus semuanya, lagi pula Hae young akan menikah dengannya.
Dengan tajam, Seol mengatakan bahwa Yoon Ju mempunyai banyak pria yang akan dinikahi, karena semua orang tahu bahwa ia juga mempunyai hubungan dengan Jung Woo. Yoon Ju mengabaikannya, berkata bahwa ia selalu  terlibat rumor seperti itu (tentu saja karena ia sangat populer). Seol menjawab bahwa sisi baiknya, Hae young tidak percaya terhadap semua rumor itu, Yoon Ju terlihat sedikit khawatir.

                                                                                                               Seol hanyut dalam pikirannya ketika Jung Woo datang mendekati. Wajahnya berbinar ketika Jung Woo memanggilnya. Ia mencoba meyakinkan Jung Woo, gosip yang menyebutkan bahwa ia akan menikah dengan seorang diplomat itu tidak benar, ia telah menyukai orang lain. Jung Woo sadar bahwa orang yang disukai Seol adalah dirinya. Ia berkata bahwa ia pasti adalah seorang putri. Seol menjawab:”Bagaimana kau tahu?”. Ia tersadar bahwa ia membuka rahasia. Jung Woo menambahkan ia hanya menduga. Seol meminta Jung Woo untuk merahasiakan identitasnya.

                                                                                                               Ia mengantarkan Seol pulang ke rumah, dimana Hae Young muncul di belakang mereka. Walaupun keduanya tidak pura-pura menjadi kekasih saat ini, keduanya sama-sama bersikap seperti pria sejati terhadap masing-masing pihak. Kebiasaan lama memang susah hilang yah.Contohnya: Hae Young bertanya dengan tajam kenapa seorang profesor mengantarkan mahasiswinya pulang di siang hari bolong, dimana Jung Woo menjawab apakah ia hanya boleh memberi tumpangan di tengah malam.


Hae Young bertanya:” Apa yang kau ketahui tentang diriku?”. Jung Woo menjawab bahwa ia seorang chaebol, pewaris Daehan Group, tersiar kabar bahwa ia akan kehilangan warisannya dan Seol bukanlah tunangannya.. Plus, Seol menyukai orang lain, secara implisit menunjuk dirinya.
Hae Young  memandang Seol dengan rasa tidak puas dan melihat wartawan sedang berbicara dengan kakaknya Dan. Hae young menarik Seol dengan cepat ke dalam mobilnya yang menyuruh Jung woo untuk segera pergi juga. Wartawan tersebut sedang bertanya kepada Dan informasi tentang pertunangan Seol. Dan berkata bahwa ia bukan keluarga Seol.
Sampai di rumah ibunya, Seol melihat sekelilingnya dan menegaskan bahwa tidak ada yang mencurigakan. Hae young mengambil kesempatan untuk memperingatkan Seol bahaya mengendarai mobil bersama pria seperti profesornya. Ia menegaskan bahwa ia melakukan itu bukan karena peduli, cemburu atau apapun. (Hae Young ni orangnya terbuka yah).


Ibu Seol datang dan berkata bahwa hal yang sama juga berlaku untuknya. Ia ingin tahu tentang pria asing yang bersama Seol. Seol bertanya apakah ia melihat berita akhir-akhir ini. Hae Young berharap, ibu Seol tahu siapa dirinya dan akan berubah sikap terhadapnya. Tapi ibu mengingatkan bahwa ia selalu mematikan TV setelah drama selesai. Hae Young kecewa.


Seol berbohong bahwa ia tidak mengenal Hae Young. Ibu tidak menggubrisnya dan menduga mereka sedang berkencan. Hae Young memandang Seol dengan jengkel, ibu meneruskan interogasinya. Ibu tahu hal yang sebenarnya setengah, mengisi sisanya dengan imaginasinya sendiri. ( Sifat ibu ini mirip dengan Seol, percaya diri dan suka berimaginasi sendiri, lucu kalo liat scene ibunya). Ibu menyangka Hae Young jatuh cinta pada Seol ketika ia menginap di penginapannya.
Ibu:”Apakah kau jatuh cinta pada Seol ketika menginap di penginapan ini?”
Hae Young:”Apa? Karena harga sewa di penginapan ini terlalu mahal, jadi jika aku membeli rumah ini,maka akan menghasilkan lebih banyak uang”
Ibu:”Apakah kamu tidak mengetahui harga pasaran? Harga sewa penginapan kami sangat murah hanya 50 ribu won semalamnya.”
Hae Young:”50 ribu won? Aku harus membayar 150 ribu won semalam dan harus dibayar di muka. Harus membayar air panas 10 ribu, sarapan 30 ribu dan makanan lengkap 50 ribu won.”
Ibu:”Aigooo...,putriku ingin dekat denganmu mungkin ia membuat lelucon.”
Seol:”Tentang itu...ceritanya panjang.”

                                                                                                               Hae Young berusaha menjawab pertanyaan Ibu dengan jujur (tapi samar-samar), tapi ibu membuat kesimpulan yang salah, mengatakan beberapa hal yang membuat Seol meringis (seperti bagaimana Hae Young berusaha keras bekerja untuk Daehan, dimana Hae Young berkata bahwa kondisi perusahaan tidaklah buruk). Ibu juga menanyakan hal-hal yang mengganggu tentang keluarganya, status keuangan dan asetnya, seperti layaknya ibu-ibu Korea lainnya. Berpikir bahwa ia melakukannya dengan halus, padahal putrinya meringis karena malu.

                                                                                                               Ia mendorong kedua sejoli itu kedalam kamar Seol dan bersantai sampai makan malam tiba, dimana Hae Young segera mengeluarkan album fotonya. Seol berusaha merebut album tersebut, berpikir Hae Young akan mengejeknya, tapi berakhir dengan mendarat di atasnya, disaat yang sama ibu kembali masuk kedalam kamar. Semua bingung, Seol dan Hae young melompat berdiri mencoba bersikap tenang, tapi gagal. Untuk menutupi rasa malunya, Seol berteriak pada mereka berdua.

                                                                                                               Hae Young mengambil album foto Seol untuk menambahkan foto ayah Seol yang telah dijanjikannya. Sekarang ia telah memenuhi syarat Seol. Seol bertanya kapan ia harus pergi. Ia menjawab lebih cepat lebih baik.
Pada hari-hari berikutnya, Seol mempersiapkan keberangkatannya. Ia tidak memberitahukan siapapun tentang kepergiannya. Lebih mudah untuk pergi tanpa menjawab pertanyaan-pertanyaan. Maka ia menulis surat untuk ibunya, menjelaskan bahwa ia akan pergi ke Mesir selama tiga tahun, karena ia telah menang lotere.


Pada hari keberangkatan, Hae Young menemukan Seol sedang menunggu pesawat. Ia menulis daftar barang-barang yang akan  dibeli untuk ibu dan kakaknya. Hae Young menawarkan diri untuk mengurus daftar tersebut dan mengantarkan Seol menuju pintu boarding.


Ia masih merasa ragu akan kepergiannya, tapi Hae Young memberinya tiket, memberikan dukungan untuk terus berjalan ,ia memberikat tiket boardingnya ke penjaga gerbang.
Mereka terkejut ketika penjaga gerbang yang memeriksa tiketnya menyuruhnya untuk minggir karena ia telah dilarang meninggalkan Korea.



Source:(Thanks and  credits)
www.dramabeans.com
www.jacinda1st.com




Silahkan Follow twitter @wahyuliz


Share/Bookmark

0 comments:

Posting Komentar