Pages

23/02/11

THE PAINTER OF THE WIND 5

EKSPRESI MENGGODA FESTIVAL DANO 


Yoon Bok dan Hong Do berlari seperti orang gila dan pelukis yang dikirim oleh Byeok Soo untuk mensabotase lukisan Yoon Bok mengikuti mereka.
Malam itu, Yoon Bok dan Hong Do berhenti disebuah sungai kecil, Yoon Bok memberitahu Hong do agar tidak mengintipnya saat ia berganti pakaian. Hong Do berjanji tidak melakukannya, tapi ia tetap mengintip juga – ia terlihatsangat kaget dengan penampilan Yoon Bok saat ia memakai baju wanita. Yoon Bok berteriak padanya dan Hong Do memberitahunya dengan bentuk tubuhnya, ia dapat  dengan mudah diduga sebagai perempuan. Yoon Bok merasa bingung. Ia menyanggah, mengatakan bila hong Do seorang wanita, tidak ada yang mau menjadi suaminya.
Sketsa lukisannya telah selesai, tapi ia masih harus fokus untuk melukis wanita yang berada di ayunan. Ia memberitahu Hong Do ia tahu tempat yang bagus untuk menyelesaikan lukisannya.


Di Dohwaseo, siswa-siswa yang lain sedang menyelesaikan lukisannya dan lukisan Hyo wonlah yang paling bagus, mendapat banyak pujian dari guru-gurunya. Salah seorang temannya mengatakan bila Yoon Bok tidak muncul maka Hyo Wonlah yang akan lulus ujian.


Hong Do bertemu dengan teman lamanya, Dok Bu. Ia adalah orang yang mengenal ayah kandung Yoon Bok, mungkin dulu ia murid atau pembantu Seo Jing ayah Yoon Bok. Ia memberitahu Hong Do bahwa putri Seo Jing masih hidup, namanya Seo Yoon, tapi ia tidak tahu dimana ia berada sekarang. Ia memberitahu Hong Do bahwa ia masih takut, kemungkinan orang yang membunuh Seo Jing masih ingat padanya. Hong do menenangkannya dan ia berkata akan mengurus semuanya.


Grup jahat yang sekarang kita namai ‘the evil quartet’, berkumpul untuk merayakan hari ulang tahun Yi Pan di rumah gisaeng. Mereka menganalisis lukisan yang telah disiapkan oleh kepala gisaeng – Kucing Dengan Bulu seperti Emas yang Bersinar yang dilukis oleh Kim Hong Do – dan mencoba untuk menebak siapa pelukisnya. Ketika giliran Jo Nyeon yang menganalisis, ia melakukannya dengan cermat. Ia menebak pelukisnya adalah Kim Hong Do
Karakter Jo Nyeon disini, walaupun ia jahat, tetapi ia sangat manusiawi. Ia cerdas, kaya , tapi karena status sosialnya yang rendah, ia sering dipandang rendah oleh kaum bangsawan yang menjadi temannya. Ia tahu hal ini dengan baik. Ia hanya orang luar. Ini sedikit menyedihkan.


Yoon Bok bertemu Jeong Hyang di rumah gisaeng di saat yang sama dengan pesta ulang tahun Yi Pan. Jeong Hyang memainkan gayageumnya sebentar. Yoon Bok kemudian mengeluarkan sketsanya dan meminta pertolongan dari Jeong Hyang.
 “ Tolong masuk kedalam lukisanku. Perlihatkan padaku semuanya. Semua yang tersembunyi dibalik pakaianmu. Hatimu, jiwamu, keteguhanmu dan....yang tersembunyi dibalik semua itu, musikmu.”
Jeong Hyang memenuhinya. Ia berdiri, meniup lilin satu persatu sehingga ruangan jadi gelap. Ia pun melepaskan pakaiannya hingga ia hanya memakai baju dalam saja (seperti kemben dengan rok panjang).


Yoon Bok memperhatikannya, mengobservasinya, ia menyentuh tubuh Jeong Hyang dengan jarinya, yang bergerak sesuai kontur tubuh Jeong Hyang. Kemudian ia melukisnya di ayunan.
Pada adegan ini ada tendensi lesbiannya. Mungkin hanya pendapatku saja sih, Shin Yoon Bok adalah seorang wanita yang kehilangan gendernya, kemudian melihat Jeong Hyang yang persis seperti yang ia inginkan untuk ....sisi kewanitaannya. Bagi Jeong Hyang, Shin Yoon Bok adalah pria yang menarik, ia berbeda dari pria-pria yang lain. Shim Yoon Bok menghormatinya dan tidak menganggapnya hanya sebagai hiasan seperti pria yang lain.


Sayangnya ada seseorang yang meninggalkan pintu yang sedikit terbuka. Jo Nyeon  melirik saat ia lewat. Tertegun atas apa yang ia lihat, ia membuka pintu sedikit lebar dan mengintip ke dalam. Ia melihat jeong Hyang dengan penuh nafsu.
Jeong Hyang merasa ada yang memperhatikannya. Ia menengok ke belakang dan melihat Jo Nyeon yang sedang mengintip. Ia tidak terkejut, ia menutup pintu dengan pelan. Mungkin karena ia gisaeng jadi ia biasa melihat pria yang tidak sopan.
Kepala gisaeng melihat Jo Nyeon yang sedang mengintip Jeong Hyang, ia mengambil kesempatan ini untuk menawarkan Jeong Hyang kepada Jo Nyeon, jika ia menginginkannya. Jo Nyeon berpura-pura tidak peduli


Jeong Hyang melihat Yoon Bok yang sedang melukis dan bertanya,” Apakah aku telah ada dalam lukisanmu?”
Yoon Bok mengangguk
Jeong Hyang:’ Jadi, jika kamu lulus ujian, dapatkah aku tinggal dalam hatimu?’
Yoon Bok:” Dalam.....hatiku?
Ia ragu-ragu sejenak kemudian membantu Jeong Hyang mengenakan Jeogorinya (pakaian paling luar)
Yoon Bok:” Apakah seorang pria dapat menolakmu? Dan....pria yang seperti apa yang dapat membawamu dengan mudah?”


Jeongjo sedang merenung sendirian di kamarnya, ia mengeluarkan sebuah kotak yang berisi busur.
Flashback:
Jeongjo kecil sedang berlatih panah dengan ayahnya, Pangeran Sado. Kemudian adegan berubah. Jeongjo kecil berlutut memohon kepada kakeknya untuk menyelamatkan ayahnya. Ratu Jeong Sun melihatnya tapi tidak berbuat apa-apa, terlihat sedikit merasa bersalah. Adegan berubah lagi, Kita melihat jeongjo mengenakan pakaian berkabungnya pada upacara pemakaman ayahnya. Ia masuk ke kamar ayahnya dan mengambil busur miliknya. Busur yang sama yang sedang dilihat Jeongjo sekarang. Ia berkata untuk ayahnya:”Tunggulah sedikit lagi.”


Yoon Bok pergi dari rumah gisaeng, merasa senang dan puas. Ia teringat bagaimana rasanya berayun bersama Jeong Hyang. Kebahagiaannya hanya sebentar, pelukis yang disuruh untuk mensabotasenya, memukulnya dari belakang, mencuri lukisannya dan memasukkannya ke dalam sumur.


Young Bok bekerja di Danchongso, secara tidak sengaja ia menjatuhkan mangkuk yang berisi bubuk pewarna. Heo Ok, cucu Heo Shim melihatnya. Ia mulai mendekatinya, ia memberitahunya bahwa ia mempunyai kunci gudang penyimpanan, sehingga mereka dapat mengganti mangkuk beserta isinya tanpa ada yang tahu. Young Bok bertanya apa yang dapat ia lakukan untuknya, karena ia mengetahui rahasianya. Heo Ok mendekatinya dan menciumnya. Young Bok mendorongnya, tapi Heo ok tidak tahu malu dan mendorong Young Bok keluar dari tempat penyimpanan.


Hong do mengunjungi sebuah gubuk yang telah ditinggalkan. Gubuk iti adalah rumah ayah yoon Bok. Ia duduk didalamnya. Ia teringat Yoon Bok kecil.
Flashback.
Yoon kecil sedang bercanda dengan Hong Do. Mereka terlihat sangat akrab.
Hong Do mengingat semuanya dengan sedih. Ia bertanya-tanya,” Dimana kau berada, Yoon?”


Yoon Bok terbangun di dalam sumur, terlihat bingung dan kakinya terkilir. Ia kemudian tersadar, lukisannya tidak ada. Ia panik dan berteriak meminta pertolongan. Ia bahkan melemparkan barang-barangnya keluar, berharap seseorang melihatnya.
Dua orang penjaga mendengar teriakannya, tetapi mereka menyangka itu hantu.


Pelukis yang mensabotasenya pergi menemui Byeok Soo dan memberikan lukisan Yoon Bok. Byeok Soo merobeknya dan membakarnaya.

Hong Do mencari Yoon Bok, ia khawatir karena Yoon Bok belum kembali ke Dohwaseo. Ia bertanya pada Jeong Hyang, tetapi Jeong Hyang juga tidak tahu keberadaannya. Hong Do pun mencarinya di dekat rumah gisaeng itu dan memanggil namanya.
Hong Do berjalan melewati sumur, tetapi ia tidak mendengar suara Yoon Bok yang memanggil namanya. Ia terus mencari dengan cermat dan kembali ke arah sumur. Ia menemukan dua penjaga yang sedang ketakutan. Ketika berbicara dengan kedua penjaga itu, mereka bertiga mendengar suara Yoon Bok yang menangis meminta tolong. Hong Do segera berjalan menuju sumur, ia menemukan Yoon Bok disana.


Ia turun kedalam sumur dan menyuruh Yoon Bok untuk naik kepunggungnya, Yoon bok melakukannya dengan enggan.
Keduanya keluar dari sumur dengan sedikit kesulitan. Ketika mereka telah diluar, Yoon Bok memberitahu Hong Do kalau lukisannya hilang dan mereka tidak punya alasan untuk kembali ke Dohwaseo. Hong Do menyuruhnya untuk mengingat-ingat gambaran dalam lukisannya. Apapun itu....suara, bau, rasa. Ia mengingat satu hal kemudian ingat semuanya.


Hong Do menggendongnya dibelakang punggungnya, kembali ke Dohwaseo, Yoon Bok mengingat-ingat lukisannya. Mereka masuk dan meminta waktu tambahan. Saat itu pagi hari dan ujian berakhir siang hari.


Yoon Bok menggelar kertasnya dan segera bekerja. Ia segera melukis dan semua sketsanya serasa keluar dari kertas gambarnya
Semua orang mengerumuninya, kaget melihatnya melukis wanita yang telanjang. Byeok Soo memegang kerah leher Yoon Bok dan menyeretnya pergi, memberitahunya ia tidak punya hak untuk melukis seperti itu. Yoon Bok protes bahwa ia hanya melukis, sesuatu yang hidup, orang-orang yang bernapas persis sepewrti orang-orang tersebut.


Yoon bok segera meneruskan lukisannya. Semua orang menahan napas ketika ia melukis puting susu yang merah.
Waktunya tinggal sedikit, tapi Yoon Bok merasa bahwa ia harus menambahkan sesuatu. Ia menggambar dua orang pria, jadi pada terakhir ia menggambar dua pria yang sedang mengintip yang menggambarkan Yoon Bok dan Hong Do. Ia telah menyelesaikan lukisannya. Lukisan Shin Yoon Bok yang terkenal, “ Pemandangan Hari Dano”



Semua Juri melihat lukisan-lukisan. Byeok soo mengkritik lukisan Yoon Bok, berkata bahwa lukisannya penuh dosa, dan terlalu banyak warna. Hong Do datang, dan tidak bisa menahan dirinya, ia bertanya apakah salah menggunakan banyak warna dalam lukisan? Byeok soo menambahkan bahwa lukisan itu membuat jantung orang yang melihatnya berdebar dan itu adalah salah. Hong Do berteriak padanya karena kebodohannya. Keduanya bertengkar dan berteriak dengan keras. Juri yang lain menyuruh Hong Do pergi karena ia bukan seorang juri. Saat ia pergi, ia berteriak,” Dohwaseo sudah berubah menjadi tempat yang bobrok.”


Para Juri telah mengambil keputusan – Hyo Won telah terpilih menjadi Pelukis resmi. Semua orang memberinya selamat, tapi perayaan itu diganggu oleh pengumuman bahwa Yoon Bok juga lulus ujian karena alasan khusus. Yoon Bok menangis gembira. Semua orang ingin tahu siapa yang meluluskannya. Juri ke 12 telah menyetujui lukisannya. Juri kedua belas tersebut adalah raja Jeongjo sendiri.




Source: (thanks and credits)
www.dramabeans.com
www.dramatomy.com
www.mysoju.com

0 comments:

Posting Komentar