Pages

22/03/11

49 DAYS EPISODE 2





Ji Hyun bangun dalam tubuh Yi kyung, ia menangis karena bahagia dapat hidup lagi, walaupun memakai tubuh orang lain. Ia melihat muka Yi Kyung yang penuh luka, baju yang sudah sobek dan rambut yang kusut. Ia berpikir apakah Yi Kyung seorang gangster? Heh
Ia pergi ke kamar mandi yang sangat kotor untuk mandi. Tidak ada botol shampoo maupun conditioner. Ia  mengeluh. Kemudian ia melihat-lihat ke sekelilingnya. Ia menggerutu karena ia harus pergi keluar dan terlihat seperti gelandangan. 

Sang Scheduler tiba-tiba muncul dihadapannya. Ia tidak ketakutan, ia malah menyapanya dengan ramah, “Hey, itu kau, Scheduler!” Sang Scheduler kaget, karena seharusnya ia menakutkan, sedangkan Ji Hyun sama sekali tidak takut padanya.
Ia segera memberitahunya bahwa ia Shin Ji Hyun, yang membuatnya menjadi marah. Sang Scheduler memperingatkannya bahwa ia telah memberitahunya tentang 3 aturan dan sekarang ia telah melanggar salah satunya. Ji Hyun sadar kesalahannya dan berjanji tidak mengulanginya.


Flashback.
Scheduler memberitahu Ji Hyun ada 3 aturan yang harus ia patuhi:
1. Dalam keadaan apapun ia tidak bisa memberitahu orang lain bahwa ia adalah Shin Ji Hyun. Konsekuensinya iaakan segera dikirim ke surga.
2. Ia hanya dapat menggunakan tubuh Yi Kyung ketika ia tidur. Jadi mulai jam 10 pagi sampai tengah malam. Ia tidak boleh terlambat sedetik pun. Konsekuensinya adalah jika ia terlambat, setiap menitnya akan dipotong sebagai satu hari dari 49 hari yang ia miliki.
3. Ia harus mencari uang untuk kebutuhannya sendiri


Sang Scheduler juga mengingatkan Ji Hyun untuk tidak menyakiti atau melukai tubuh Yi Kyung ketika ia meminjamnya.
Ji Hyun berjanji ia akan melaksanakan semua peraturan itu dan berjanji akan memperoleh tiga air mata murni. Ia berencana menemui 5-6 orang yang kelihatannya benar-benar mencintai dirinya, jadi  ada rencana cadangan dimana satu air mata sama dengan tambahan satu tahun umurnya. Sang Scheduler mengejeknya pola pikirnya yang seperti orang yang terkena delusi.

Back to present.
Sang Scheduler memberinya sebuah gadget dengan suara yang mengerikan yang menghitung waktunya yang tersisa. Juga ada tombol darurat (bentuknya tengkorak) untuk memanggilnya, hanya untuk keadaan paling darurat.Heh. Tombol itu pasti akan disalahgunakan mengingat sifat Ji Hyun yang seenaknya.

Ia juga memberinya modal awal 49 dollar (49.000 won = Rp. 436.000,-) yang nantinya harus dikembalikannya. Ia pun segera naik ke sepeda motornya, ketika akan pergi, Ji Hyun bertanya kenapa ia naik sepeda motor, padahal ia bisa teleport. Pertanyaan bagus. Ia menjawab bahwa ini adalah satu cara ia menikmati pekerjaannya sebagai seorang Scheduler.

Ji Hyun mencoba meminta tumpangan, tapi dengan seringaian senang, ia mengingatkan bahwa seorang Scheduler tidak bisa turut campur dalam kehidupan manusia.

Ji Hyun memutuskan untuk naik taxi ke rumah sakit dan melihat dari luar kamar perawatannya saat Min Ho dan kedua orangtuanya duduk di samping tempat tidurnya. Ia mengingat kembali ketika mereka bertemu kembali seminggu setelah kejadian di gunung.
Ia meminta maaf karena membuatnya harus melewati hal ini, ia teringat kalungnya. Ia melihat Min Ho sekali lagi, ia terlihat sedih tapi tidak menangis. Ji Hyun mengasumsikan bahwa ia telah menangis semalaman, sehingga air matanya kering.
Ia kemudian membeli shampoo dan lipgloss. Kalau Scheduler tahu ia menghabiskan uangnya untuk hal-hal ga berguna kayak gini, ia pasti sangat kesal.
Ia pergi ke apartemen teman-temannya, dimana Eun Jung  terlalu sedih sehingga ia tidak mau bangkit dari tempat tidurnya dan Seo Woo mencoba menyemangati Eun Jung. Ji Hyun mencoba mendengarkan pembicaraan mereka, tapi ia tidak dapat mendengar apa pun dan bertanya-tanya apakah mereka sedang bersama Kang.

Kang sedang sendirian, ia merenung sambil menggenggam sebuah perhiasan kecil. Mengingat kembali masa-masa SMA mereka ketika mereka pertama kali bertemu, sebagai seorang murid pindahan, ia selalu dipermainkan dan Ji Hyun sebagai murid lama yang menguasai kota karena ayahnya, secara tidak sadar menyelamatkannya dari sebuah perkelahian. 


Kang tersadar dari lamunannya, ia memutuskan untuk kembali bekerja. Kelihatannya ia punya sebuah restoran (bukannya ia arsitek?).
Ji Hyun datang mencari temannya, ia tersenyum ketika melihat Kang, tapi kemudian ingat kalau ia meminjam tubuh Yi Kyung dan Kang tidak mengenalnya. Ia merasa lapar dan memesan menu favoritnya. Ketika akan membayar, uangnya kurang.


Pelayan mempermalukannya, Ji Hyun berkeras bahwa ia tidak sadar telah menghabiskan semua uangnya dan saat itu ia sangat lapar. Kang melihat semua kejadian ini dan menyuruh Ji Hyun pergi.
Di luar, ia berkata pada dirinya sendiri kalau ia akan mengembalikan uang Kang kalau ia hidup kembali dan duduk di halte bus.....dan ingat kalau ia sudah tidak punya uang.
Ia melihat lowongan pekerjaan di koran, sadar bahwa tidak satu pun yang memenuhi kualifikasinya dan berakhir dengan pergi ke restoran Kang untuk meminta pekerjaan. Ia menolaknya, karena ia tidak butuh pegawai baru dan ia tidak memberikan kesan pertama yang bagus untuknya. Ji Hyun memohon pekerjaan untuk beberapa waktu saja, mungkin 48 hari.....tidak, untuk seminggu saja.


Kang memperhatikannya, wajah yang penuh luka dan baju yang kotor dan melihat kebiasaannya ketika gugup sama dengan kebiasaan Ji Hyun. Kang memberinya sejumlah uang, berkata ia memberikan untuknya karena tidak ada lowongan di tempat ini.
Ji Hyun memandangnya dengan marah, ia berkata bahwa ayahnya memberitahunya bahwa ia tidak boleh menerima sedekah dari orang lain. Ia pergi, tersinggung dan terluka
Kang menyuruh seorang pelayan untuk mengejarnya (harga dirinya terlalu tinggi untuk mengejar Ji Hyun sendiri) untuk memberinya kesempatan. Kang menawarinya pekerjaan dari jam 11 pagi sampai tengah malam dengan gaji 4000 won (Rp. 34.600,-) perjamnya. Ia melompat dengan gembira dan berterimakasih padanya. Dengan malu-malu ia meminjam uang untuk naik bus


Ji Hyun tiba di apartemen Yi Kyung, bertanya-tanya kenapa ia merasa sangat capek. Mungkin karena ia menggunakan tubuhyang seharusnya sedang beristirahat sekarang.Saat ia akan menyembunyikan shampoo ia menemukan sekotak penuh barang-barang yang cantik, milik Yi Kyung sebelum terjadi kecelakaan.
Matanya bersinar melihat barang-barang yang bagus dan memasukkan barangnya ke sana. Masih ada sedikit waktu, ia membaringkan badannya dan tertidur.Jiwa Ji Hyun keluar dari badan Yi Kyung. Setelah keluar dari tubuh Yi Kyung, ia tidak merasa capek lagi. Ia mencoba untuk pergi keluar, tapi karena kondisinya setengah hantu, ia tidak dapat membuka pintu.


Tebak apa yang akan ia lakukan? Tentu saja ia menekan tombol darurat. Sang Scheduler sedang party di sebuah klub malam, ketika gadgetnya bergetar, getarannya menyakiti Scheduler sampai ia mengangkatnya. Jadi ia tidak dapat mangkir dari tugas Heh.


Scheduler datang menemuinya, bertanya-tanya keadaan darurat apa yang dialaminya., yang dijawabnyadengan gembira,”Dapatkah kamu membukakan pintu?”. Wajahnya terlihat kesal
Scheduler bertanya dengan bibir gemetar karena kesal bahwa ia memanggilnya hanya untuk membukakan pintu?


Ji Hyun memang sedikit kekanak-kanakan, ia menjawab baginya hal itu darurat, karena ia tidak dapat membukanya. Kenapa tidak? Ia bertanya-tanya bukankah tubuhnya seperti hantu, yang menembus apapun
Scheduler menjelaskan seperti kepada anak berumur 5 tahun bahwa ia belum mati, itu sebabnya ia tidak dapat menembus benda. Tapi Ji Hyun ingat, waktu di rumah sakit, Min Ho berjalan menembus tubuhnya. Scheduler memberitahunya karena mereka menganggapnya telah mati. Persepsi yang berbeda?
Yi Kyung menggeliat dan Ji Hyun memintanya untuk membawanya keluar dari apartemen  itu. Karena ia tidak mau menghabiskan waktunya dengan orang yang masih asing. Scheduler mengingatkannya kembali bahwa ia tidak dapat turut campur dalam kehidupan manusia. Jadi selama 49 hari ia harus hidup bersama Yi Kyung. Dan poops, ia pergi.


Ji Hyun meringkuk di pojokan dan melihat Yi Kyung melakukan kegiatan rutinnya yang membosankan, makan ramen instan sebelum pergi kerja. Mereka berdiri di halte bus berseberangan jalan satu sama lain, mencerminkan kesendirian mereka.
Ji Hyun pergi ke Rumah Sakit dimana Min Ho memandang tubuhnya yang terbaring diam. Min Ho bertanya apa yang harus ia lakukan, Ji Hyun berbisik padanya untuk menangis saja, jangan menahannya.


Penggemar rahasia Yi Kyung datang ke toko untuk membeli rokok seperti biasa. Ia mengambil kesempatan untuk bertanya apakah ia baik-baik saja, bila merasa pusing sebaiknya pergi ke dokter. Yi Kyung sadar bahwa pria itu adalah orang yang menyelamatkannya hari itu. Dengan datar ia bertanya berapa biaya rumah sakitnya kemarin?
Pria itu bertanya apakah ia tidak mengenalinya, karena ia datang setiap hari dan selalu membeli barang yang sama. Tentu saja Yi Kyung tidak mengenalnya, karena ia tidak pernah memperhatikan sekelilingnya selama beberapa tahun terakhir. Yi Kyung berkeras akan membayar kembali biaya rumah sakitnya dan meminta pria itu untuk tidak turut campur. Ia memberikan sejumlah uang padanya, pria itu setuju, ia berjanji akan membawa kuitansi biaya rumah sakit jika ia datang lagi.


Hari berikutnya Ji Hyun terbangun dalam tubuh Yi Kyung. Ia membersihkan dirinya, memakai pakaian cantik yang ditemukannya, kemudian pergi ke restoran Kang dengan penampilan yang rapi. Restoran Kang bernama Heaven.
Mereka kaget dengan penampilannya yang baru, lebih kaget lagi ternyata Ji Hyun adalah pelayan terburuk didunia. Kang hanya memandangnya dengan mulut terbuka dan mata terbelalak.
Di rumah sakit, Ibu mengalami gangguan syaraf, Ayah berteriak pada Min Ho menyuruhnya pulang dan membersihkan diri, ayahlah yang akan menjaga Ji Hyun malam itu.
Eun Jung dan Seo Woo datang untuk merawat ibu. Eun Jung masuk kekamar Ji Hyun dan menangis melihat foto lama mereka dan baju pengantin Ji Hyun. Sayangnya Ji Hyun tidak ada disitu.


Ji Hyun mulai terkantuk-kantuk di tempat kerja, ketika Min Ho datang meminta minuman ia langsung terbangun. Ia melayaninya dengan super perhatian. Kang heran dengan sikap Ji Hyun.


Ji Hyun juga telah melewati batas, tapi ini Min Ho, mungkin Ji Hyun tidak dapat menahan perasaannya.. Kang menyuruhnya pulang, tapi ia menunggu Min Ho diluar, sampai Min Ho dibawa keluar dari restoran dan diantar ke mobilnya..
Ia segera datang membantu Kang membawa Min Ho, ekspresi di wajah Kang seperti berkata, hei, apa yang kau lakukan? Kang memberitahunya bahwa Min Ho adalah tunangan temannya, ketika ia ingin berkata akan memecatnya, Ji Hyun tiba-tiba berkata bahwa hari sudah terlalu malam jadi ia harus segera pulang.



Min Ho pulang ke rumah dan merasa sedih. Tapi kesedihannya ini cenderung seperti merasa bersalah. Apakah ia sudah melakukan sesuatu?
Kang pergi ke rumah sakit, ia bergumam memarahi Ji Hyun kenapa ia hanya berbaring disana, padahal biasanya ia selalu menikmati hidupnya. Ini benar-benar kesedihan yang nyata, dimana orang akan berteriak, menangis kemudian tertawa. Ia meninggalkan sebuah mawar pink di sebuah vas dan melangkah keluar.


Ji Hyun tiba di rumah sakit, ia memperhatikan Kang sebentar dan menangis melihat ayahnya tertidur di samping tempat tidurnya. Ia duduk disamping ayahnya, berusaha mengucapkan kalimat-kalimat yang menghibur saat ia meletakkan tangannya  ke tubuh ayahnya, melewati suatu penghalang yang tidak kelihatan.


Hari berikutnya di Heaven, Ji Hyun menumpahkan air yang mengenai seorang pelanggan, Kang datang dan membersihkan baju pelanggannya serta menyeretnya pergi. Kang menunjukkan hal-hal yang dasar seperti menuangkan air dan mengatur meja. Ji Hyun kagum karena Kang dapat melakukannya dengan baik.
Kang berkata seharusnya ia juga pintar melakukannya, karena dalam resume Yi Kyung, menyebutkan bahwa ia pernah bekerja di hotel Seoul, yang secara teknis membuatnya jauh lebih pintar dari mereka semua.Whoops.....
Ji Hyun tergagap, ia berkata bahwa ia mengalami kecelakaan dan terkena amnesia, dimana kamu lupa bagaimana cara melakukan beberapa hal. Kang tidak percaya kata-katanya, tapi Ji Hyun berkeras bahwa ia dapat mencarinya di internet, menambahkan dengan pelan bahwa hal ini banyak terjadi di drama-drama. Heh....


Kang menyuruhnya untuk membuktikannya dari catatan kepegawaiannya di hotel dalam waktu satu jam. Ji Hyun segera pergi, setelah meminta upahnya kemarin untuk membayar taksi dan meminta dokumen ke HRD. Salah satu pegawai disana mengenalinya. Tapi Ji Hyun terburu-buru sehingga tidak memperhatikan pegawai itu.
Ia melihat data di cafe bawah, bertanya-tanya apa yang terjadi dengan Yi Kyung, padahal ia pernah bekerja di hotel yang bagus. Ia berbalik pergi, ketika ia melihat Min Ho sedang berjalan menuju lift.
Ji Hyun tersenyum dan mengikutinya, tapi ia terlambat mencapai lift tepat waktu. Ji Hyun melihat lift itu naik dan bertanya –tanya apa yang sedang Min ho lakukan disini, saat lift melewati restoran. Ia tidak terlalu memikirkannya, sampai ia berbalik dan melihat Eun Jung disampingnya.


Ji Hyun kaget, kemudian melihat bahwa Min Ho keluar dari lift di lantai 18....yang hanya berupa kamar-kamar. Ia mengikuti Eun Jung ka dalam lift dan memencet tombol 20 dan menunggu......Eunjung memencet 18.
Takut tapi ia tidak mampu pergi, ia mengikuti Eun Jung dan memperhatikan dari seberang koridor saat eun Jung menekan bel........dan Min Ho keluar dan menarik Eun Jung ke dalam.
Ji Hyun kaget, ia tersandung di lorong. Ia melihat pintu kamar itu,  semua hal itu memicunya mengingat sesuatu.


Hari ketika ia kecelakaan, ketika ia keluar dari toko dengan mengenakan baju pengiring pengantin untuk diperlihatkan pada Eun Jung, ia telah melihat keduanya, disebuah perempatan, dalam mobil Min Ho. Min Ho mencium tangan Eun jung dengan penuh cinta, tidak tahu Ji Hyun melihat semuanya.
Itulah sebabnya ia mengalami kecelakaan hari itu, karena ia lelah dan memikirkan apa yang ia lihat ketika sebuah sepeda motor nenyerobot didepannya.


Melihat perselingkuhan Min Ho membuatnya terjatuh ke lantai.


Source: (thanks and credits)
www.dramabeans.com
www.jacinda1st.com



0 comments:

Posting Komentar