Pages

25/03/11

49 DAYS EPISODE 3


Ji Hyun memergoki tunangannya berselingkuh dengan teman baiknya, yang membuatnya sangat terpukul. Seorang pelayan memperhatikannya dan menanyakan bagaimana keadaannya, tapi ia menjadi curiga karena seorang wanita yang aneh terduduk di lorong. Suara pelayan yang kerasa terdengar oleh pasangan yang sedang berselingkuh.
 

Min Ho keluar untuk bertanya pada pelayan ada masalah apa. Ia menjadi curiga saat pelayan itu bercerita bahwa ada  seorang wanita yang terduduk didepan kamarnya. Untung saja Ji Hyun sudah masuk dalam lift untuk menghindari Min Ho, bukan karena ia akan ketahuan sebagai dirinya sendiri, tapi pertemuan Min Ho – Yi Kyung pasti sangat canggung.
Min Ho mengacuhkan kejadian ini, tapi menggambil hiasan berbentuk bola yang jatuh dari sepatu Ji Hyun di lantai depan kamarnya.
 

Min Ho ingin mencari cap resmi Ji Hyun (di Korea ini seperti nomor keamanan sosial, yang memberikan kekuatan hukum pada sesuatu, kalau di Indonesia seperti cap jempol atau tandatangan + materai). Min Ho menjelaskan bahwa ayah Ji Hyun sedang tidak memikirkan masalah tanah Ji hyun. Eun Jung terkejut ketika Min Ho memintanya untuk mencari cap itu, dalam situasi seperti ini.
 

Eun Jung menangis, ia merasakan hatinya akan hancur, tapi Min Ho menjawab bahwa itu tidak akan terjadi.
Ia menenangkan  Eun Jung bahwa mereka tidak bertanggungjawab atas keadaan Ji Hyun. Tapi Eun Jung terus menangis, “Hal ini mungkin terjadi karena kita!”
Flashback.
Di siang hari saat akan terjadi kecelakaan, Eun Jung bertemu dengan Min Ho di mobilnya. Mereka berdua mengakui bahwa mereka takut (mungkin mereka melakukan sesuatu yang lebih jahat daripada berselingkuh, dengan resiko yang lebih berat.). Eun Jung bahkan menyarankan agar mereka putus daripada melakukan hal itu: “Aku tidak bisa melakukan lebih jauh lagi.” Saat itu Ji Hyun menelpon Eun Jung, beberapa saat kemudian ia memergoki mereka di perempatan. Eun Jung merasa bersalah, berpikir bahwa mungkin Ji Hyun mengikuti mereka hari itu, karena tempat kecelakaannya dekat.
Min Ho bertanya, “Jika kita mengakhirinya sekarang,laki-laki seperti apa aku jadinya?” Laki-laki jahat mungkin lol.
Min Ho berkata ia akan meneruskan rencana mereka baik Eun Jung ikut maupun tidak.
Eun Jung menggelengkan kepala, berkata bahwa ia tidak bisa melakukannya. Min Ho memberitahunya untuk mengingat “Kenapa kita memulainya? Kenapa semua berubah menjadi begini? Jika kita melarikan diri sekarang, apakah kita akan bahagia? Jika kita berhenti, apakah dapat menggembalikan Ji Hyun lagi?”
 

Ji Hyun melarikan diri dari hotel itu, ia segera memencet tombol daruratnya, marah karena pemandu spiritualnya tidak memberitahunya sebab kecelakaan itu. Scheduler mencari-cari jawaban yang tepat: “Ini rahasia alam.” Ha....
Ji Hyun menatapnya dengan menangis dan marah, walaupun Scheduler menyadari sifat manipulatif dari air mata wanita, tapi ia tidak kebal dengan kekuatannya, ia pun mendesah. Scheduler berkeras bahwa ia tidak peduli dengan kisah cinta segitiganya dan menolak membocorkan lebih banyak tentang perselingkuhan temannya dengan Min Ho.
Ia melangkah pergi, ia merasa kasihan pada Ji Hyun. Ia mengingatkan Ji Hyun untuk memikirkan saat ini dan 46 hari waktunya.
 

Hal itu mengingatkan Ji Hyun alasan kenapa ia datang ke hotel itu. Untuk memperoleh resume kerja Yi Kyung. Ia kembali ke restoran dimana semua orang menduga bahwa ia berbohong dan memalsukan dokumennya.
Kang terkejut ketika ia kembali dan membawakan surat kepegawaian dari hotel. Dengan menggerutu ia mengingatkan Ji Hyun bahwa ia memberinya waktu satu jam, kenapa ia datang terlambat?
Dengan gagap, ia bercerita bahwa ia melihat temannya sedang bersama tunangannya di hotel. Kang mulai menunjukkan hatinya yang lembut. Ia menyuruh Ji Hyun pulang dan datang lagi keesokan harinya, tapi Ji Hyun pingsan karena kelelahan.
 

Kang membawanya ke dalam restoran dan dibaringkan di kamarnya (ternyata rumah Kang berada di dalam restoran itu.).
Kang menatap Ji Hyun yang sedang tertidur, bertanya-tanya kenapa ia tertarik pada Min Ho padahal ia sudah punya tunangan. Saat ia menatapnya, air mata Ji Hyun menetes di pipinya. Kang menyuruh seorang bibi untuk menyiapkan sup untuk Ji Hyun dengan menambahkan banyak nasi, siapa tahu Ji Hyun lapar.
Ketika Ji Hyun  terbangun di kamar Kang, ia sedikit kaget dengan perhatian Kang dan lega bahwa ia tidak dipecat. Tiba-tiba sebuah ide muncul dikepalanya. Ia segera pergi dari restoran itu, ia bahkan lupa mengambil tasnya.
 

 Pegawai yang lain heran dan melihat ke arah tasnya, berpikir bahwa Ji Hyun mempunyai kebiasaan yang mencurigakan. Kang sedang melihat sebuah peluit bertali, ia teringat peluit Ji Hyun yang dimilikinya pada hari pertama kali mereka bertemu.
Ji Hyun pulang ke aparteman Yi Kyung. Ia ingin keluar dari tubuh Yi Kyung, walaupun hari masih siang dan waktunya masih banyak. Tapi ia punya rencana yang lebih mudah dilakukan dalam wujud hantunya. Ia teringat untuk membiarkan pintu terbuka agar nanti ia bisa keluar.
 

Ji Hyun pergi ke kantor ayahnya saat jam kerja selesai. Ia menunggu Eun Jung meninggalkan gedung. Eun Jung mengesampingkan perasaannya untuk mengikuti kata-kata Min Ho. Ia mencari cap di meja kerja Ji Hyun, ternyata capnya tidak ada. Eun Jung meninggalkan kantor, ia diikuti oleh Ji Hyun yang sangat marah dan bingung. Walaupun Eun Jung tidak dapat mendengarkannya, Ji Hyun bertanya padanya bagaimana perselingkuhan ini dimulai? Ia mencoba memahaminya.
 

Ji Hyun kaget, ketika Eun Jung pergi kerumahnya, dimana ia langsung menuju ke kamarnya. Ketika ia mulai mencari cap itu, Ibu Ji Hyun datang dan bertanya kenapa ia berada disini. Ibu masih susah untuk menerima kecelakaan Ji Hyun dan merasa sakit hati karena keberadaan Eun Jung di kamar Ji Hyun, karena ini mengindikasikan bahwa semua orang telah menganggap Ji Hyun telah meninggal.
Eun Jung tidak dapat menjawab pertanyaan Ibu dengan baik, jadi ia pergi dari rumah itu. Ji Hyun (masih di luar karena terjebak pintu gerbang) mendengar Eun Jung menelpon seseorang dan menyebutnya oppa. Ji Hyun yang tidak terlalu cerdas, tidak dapat menghubungkan satu hal dengan hal lain, ia menyangka Eun Jung menelpon kakaknya yang berada di luar kota. Padahal yang di telpon pasti Min Ho.
Di rumah sakit, ayah bertanya pada Min Ho tentang kontrak untuk tanah Ji Hyun. Min Ho berkata bahwa ia sedang mengurusnya. Ini menjelaskan kenapa ia sangat menginginkan cap Ji Hyun.
 

Ji Hyun melihat Min Ho tiba di apartemennya dan mengikutinya masuk ke dalam. Ia berbicara dengan keras tentang perselingkuhannya, mencoba untuk memahaminya. Sangat jelas bahwa Min Ho mencintainya, karena ia memberitahunya semua passwordnya dan ia ingin melihat Ji Hyun dalam waktu luangnya.
 

Ketika ia melangkah masuk, Ji Hyun tertegun melihat Eun Jung menunggu Min Ho di dalam apartemennya. Ternyata mereka tidak hanya melakukan pertemuan rahasia di hotel, hubungan mereka cukup dekat sehingga Min Ho memberitahu password pintu kamarnya.
Ji Hyun marah, ia duduk didekat mereka. Ia mendengar percakapan mereka tentang cap segelnya yang diperlukan Min Ho untuk suatu hal. Ji Hyun sebenarnya telah memberikan capnya pada Min Ho sebelum kecelakaan, itu yang ia kira, ternyata ia malah memberikan lipsticknya bukan segelnya, karena bentuk keduanya mirip.
Min Ho berkata: “ Jika Ji Hyun masih mempunyai tanah, rencana kita akan gagal. Aku sudah berusaha dengan keras untuk memasukkan tanah itu.”
Ji Hyun mungkin tidak dapat mengerti detailnya, tapi ini jelas  bahwa dua orang itu mencoba menghancurkan segi finansial ayahnya.
 

Ji Hyun meninggalkan apartemen Min Ho, Ia hancur dalam kekecewaan. Ia teringat tugas yang diberikan Scheduler padanya untuk mengumpulkan tiga airmata murni. Kelihatannya tugas itu tidak mudah.
Malam itu, ia masuk kedalam tubuh Yi Kyung untuk mengunci pintu, setelah itu ia keluar lagi. Ia masih shock, terduduk di lantai, tidak ingin melakukan apapun.
 

Yi Kyung mengambil sebuah amplop berisi uang, saat ia pergi kerja, untuk membayar kembali hutangnya pada penolongnya yang baik. Pria itu memberikan apa yang ia inginkan, kuitansi rumah sakit. Dan Yi Kyung memberikan uangnya. Pria itu bertanya apakah ia curiga siapa dirinya, atau kenapa ia berada ditempat ia akan bunuh diri? Tapi Yi kyung tidak tertarik. Pria itu mencoba menarik perhatiannya dengan berkata,” Bagaimana jika aku tahu kenapa kau pergi kesana?” Tapi Yi Kyung mengacuhkannya. Pria itu pun menyerah dan berkata bahwa ia akan datang lagi besok.
Yi Kyung merasa ada sesuatu yang berbeda pada dirinya. Ia menyisir rambut dengan tangannya, dan sadar rasanya berbeda hari ini. Merasa bersih mungkin.
 

Ketika Yi Kyung pulang kerja pagi harinya, Ji Hyun masih duduk disana. Ia tidak ingin mengambil jatah waktunya hari ini dan membiarkan Yi Kyung menghabiskan harinya yang membosankan seperti biasa.
Ada perbandingan yang bagus. Dua orang wanita duduk berhadapan satu  sama lain sepanjang hari, tanpa kehidupan dan terbebani masalah masing-masing. Ji Hyun bertanya-tanya apakah Yi Kyung mengalami pengkhianatan yang sama dengan dirinya sehingga ia hidup begitu menyedihkan.
 

Malam berubah menjadi siang. Waktu Ji Hyun tinggal 44 hari lagi. Ji Hyun mendorong  gadget yang diberikan oleh Scheduler, tapi benda itu kembali padanya seperti ada magnetnya. Ia melemparnya dan ketahuan oleh Scheduler yang datang mengeceknya. Ji Hyun menyuruhnya pergi, berkata bahwa ia tidak dapat meneruskan hidupnya.
Terlalu berlebihan memang. Scheduler tersenyum dan bertanya padanya apakah ia harus membuka jalan menuju surga sekarang? Apakah ini berarti ia menyerah untuk mengumpulkan tiga air mata murni?
Ji Hyun segera berdiri, seperti ada api yang membakarnya saat duduk. Scheduler memperingatkan bahwa ia memberinya waktu 49 hari bukan untuk membuatnya kesal. Ji Hyun berjanji tidak akan mengulanginya.
 

Ini berarti ia harus pergi ketempat Kang dan menjelaskan absennya kemarin. Untung saja, sikap Kang menjadi lebih santai padanya. Ia bahkan bertanya apakah ia sudah makan (dengan cara menggerutu tentu saja). Ji Hyun berterimakasih atas kebaikannya dan segera pergi kerja.
Kang dan manager restorannya segera melihat peningkatan kerjanya. Mereka memandangnya dengan heran. Ia menata dengan rapi bahkan bisa menuangkan air dengan sempurna.
Seo Woo datang pada sore harinya. Ji Hyun senang melihat temannya yang tidak mengkhianatinya. Tapi senyumnya hilang ketika ia memata-matai Eun Jung bersamanya.
 

Saat membuang sampah, ia bertemu dengan Min Ho yang juga datang untuk bertemu dengan teman-temannya. Ia mengacuhkannya, tapi Min Ho ingat padanya dan berterimakasih pada Ji Hyun  karena telah membantunya saat ia mabuk.
Ji Hyun melotot padanya, ketika ia bertanya apakah Ji Hyun mengingatnya. Ji Hyun menjawab: “Apakah aku harus mengingatmu?” Ia pergi sambil menangis, meninggalkan Min Ho yang kebingungan dengan perubahan sikapnya.
Ternyata mereka sedang mendiskusikan keadaan Ji Hyun di rumah sakit, sedangkan Ji Hyun berusaha memahami pembicaraan mereka. Teman-teman wanitanya berniat untuk merawatnya karena orangtuanya jatuh miskin. Min Ho berkata bahwa sangat sulit untuk mengurus perusahaan ayah Ji Hyun, sedangkan Kang berpendapat bahwa keadaan perusahaan pasti tidaklah buruk karena ayah sudah bekerja keras, ia pasti tidak akan membiarkan perusahaan itu bangkrut.
 

Hati Ji Hyun terguncang mendengar ibunya jadi miskin, tidak sanggup makan dan tidur. Ia menjatuhkan satu pitcher air putih. Kang melihatnya gemetar dan melarangnya mengambil pecahan kaca dan menyuruhnya beristirahat. Diluar, Ji Hyun menangis sendirian, “Maafkan aku, Bu.”
Ketika menangis, gadgetnya berbunyi. Ternyata Scheduler yang memperingatkan bahwa ia punya waktu satu jam untuk pulang. Ji Hyun lupa kalau jam kerjanya sampai tengah malam dan memberanikan diri untuk meminta pada bosnya untuk pulang cepat. Kedua pria itu sedang di ruang bawah, membicarakan bisnis di kantor Kang. Kang telah dipekerjakan untuk mendisain gedung yang akan dibangun di atas tanah Ji Hyun, yang proyeknya ditangani oleh Min Ho. Ji Hyun masuk kedalam dan bertanya pada Kang apakah ia boleh merubah jam kerjanya?
 

Ia menjelaskan bahwa ia hanya bisa bekerja sampai jam 11 malam. Di rumahnya ada seseorang yang yang menunggunya dan tidak dapat bergerak sebelum ia datang. Kang menggerutu, ia mengganti jadwal Ji Hyun. Ini hal yang tidak biasa ia lakukan.. Min Ho bertanya kenapa ia begitu toleran pada Ji Hyun, biasanya ia sangat ketat pada urusan bisnis.
 

Mereka lupa kalau Ji Hyun masih berada disana, berdiri di pojok sambil mendengarkan pembicaraan mereka. Min Ho berkata: “Jadi tipe wanitamu seperti dia?” Kang protes, sedangkan Min Ho terus menggodanya bahwa ia tidak bisa mengatasi gadis tipe begitu.
Kang mengatakan bahwa Min Ho melakukan hal yang baik, karena dapat mempertahankan rasa humornya walaupun sedang menghadapi tragedi. Itu mengingatkan Min Ho bahwa seharusnya ia tidak melakukan itu. Dengan wajah palsu, ia berkata: “Aku berusaha. Itu yang mungkin diinginkan Ji Hyun. Ia pasti tidak menginginkanku menghabiskan waktuku disana dan bersedih.”
 

Ji Hyun mencemooh, protes bahwa itu tidak benar, itu bukan yang diinginkannya. Ia telah melihat Min Ho dengan pandangan baru. Ia bertanya dalam hati: “Oppa, jadi kau adalah pria macam ini?” Ji Hyun memutuskan untuk menyembunyikan capnya supaya tidak ditemukan Min Ho.
 

Ji Hyun menelpon Scheduler, memohon agar diberikan kekuatan agar bisa memindahkan barang, hanya sampai ia memindahkan capnya. Merasa terganggu, Sang Scheduler berkata bahwa Ji Hyun membutuhkan alat perekam suara untuk mengingatkannya: “BEEP! Sang Scheduler tidak mencampuri urusan manusia!”
Ji Hyun protes, ia berpikir bahwa Min Ho dan Eun Jung merencanakan sesuatu terhadap perusahaan ayahnya. Ia bahkan meminta Scheduler untuk mengambilkan capnya. Heh
 

Scheduler menolaknya, ia pergi meninggalkan Ji Hyun yang cemberut di belakangnya. Melihatnya cemberut, dengan santai, Scheduler berkata jika ia mengulang kata-katanya, maka pintu akan terbuka (seperti dalam aladin, open sesame).  Mungkin jika ia memintanya lagi, Scheduler pasti membantunya.
Tapi IQ Ji Hyun yang payah, membuatnya tidak bisa memahami kata-katanya. Ia malah menggerutu bahwa Scheduler sama sekali tidak membantunya.
 

Ji Hyun mempunyai satu permintaan lagi pada Bosnya, membuka percakapan dengan kata-kata bahwa ia benar-benar bangkrut, jadi ia tidak bisa memecatnya karena permintaannya ini. Ia juga sudah membayar uang yang dipinjamnya untuk membayar taksi. Ia minta ijin untuk pergi selama 3 jam untuk melakukan sesuatu, hanya tiga jam ketika tidak ada tamu.
Ji Hyun sudah tahu kelemahan Kang, ia merayunya untuk mendapat persetujuan. Bahkan Kang hampir terpesona dengan caranya merayu.
 

Ji Hyun pergi kerumahnya, ia datang tepat saat pengurus rumahnya pergi dan mmasukkan passwordnya agar ia bisa masuk.
 

Ia mengendap-endap ke atas, ke kamarnya, meringis melihat fotonya dengan Min Ho. Ia merebahkan dirinya sebentar dan beristirahat di tempat tidurnya, sebelum turun dan mencari capnya. Ia lupa dimana ia menaruh capnya, Tiba-tiba Min Ho datang. Ia ingin mencari cap itu sendiri.
 

Ia telah diperingatkan Eun Jung, jadi ia beralasan pada ibu bahwa ia ingin mengambil barang-barang favorit Ji Hyun untuk dibawa ke rumah sakit. Ibu merasa senang dan mengijinkannya untuk mengambil beberapa barang dari kamar Ji Hyun.
 

Ji Hyun tahu waktunya terbatas, ia mencoba mencari dengan cepat sebelum Min Ho masuk kamarnya. Ia mematung saat pintu dibuka dan Min Ho masuk kedalam......


Source: (thanks and credits)
www.dramabeans.com
www.jacinda1st.com

0 comments:

Posting Komentar