Pages

10/03/11

GONG (JADE PALACE LOCKHEART) EPISODE 1

Serial ini ceritanya mirip BBF tapi versi kerajaan, lucu banget. Nggak terlalu serius kayak cerita-cerita historis China pada umumnya. Kalo di Korea seperti fusion sageuk mungkin ya.
Ada seorang gadis yang sangat terobsesi dengan sejarah, khususnya sejarah tentang Kaisar Yong Zhen. Gadis itu bernama Luo Qing Chuan. Ia tinggal berdua dengan ibunya yang menjalankan sebuah toko barang antik. Qing Chuan telah ditunangkan dengan seorang pria baik yang membantu ibunya menjaga toko. Tapi Qing Chuan tidak bahagia dengan pertunangannya. Suatu hari saat hari pertunangan , ia lari mengejar sebuah lukisan seorang wanita yang diterbangkan oleh angin menuju sebuah hutan, dimana ia terlempar ke jaman dinasti Qing (tahun ke 47 pemerintahan raja Kang Xi). Disana ia terlibat dalam politik istana dan terperangkap diantara dua pangeran, Pangeran ke 4 yang ditakdirkan menjadi kaisar dan pangeran ke 8 yang mempunyai nasib yang tragis.

Serial ini dimulai dengan kedatangan kaisar dan seorang wanita muda yang mengikutinya dari belakang dengan sebilah pedang. Kaisar bertanya pada gadis itu, Shia Niang, jika ia berniat untuk membunuhnya dan Shia Niang menjawab bahwa ia harus membunuh kaisar. Kaisar kemudian bertanya tentang janji mereka dan mereka mulai bertempur. Kaisar berhasil melucuti senjata Shia Niang dan memberitahunya bahwa ia bisa hidup jika ia mendukungnya, tapi ia akan mati bila ia tetap berkeras memusuhinya – walaupun ia adalah wanita yang dicintainya. Tiba-tiba seseorang berteriak tidak.....dan kita melihat bahwa semua hanyalah setting film.
Qing Chuan datang dan mulai memarahi aktor yang memerankan kaisar Yong Zhen, berkata bahwa kaisar tidak sedingin seperti yang ia perankan. Sutradara pun berteriak padanya karena mengganggu syuting. Asisten sutradara datang dan memberitahu sekelompok turis untuk pergi. Qing Chuan berkata bahwa mereka tidak bisa menggambarkan kaisar seperti itu karena tidak sesuai dengan sejarah. Asisten sutradara memberitahunya untuk menjadi kaya dan menjadi boss kemudian ia bisa mengeluh dan meminta perubahan. Ia kemudian digiring keluar oleh sisa rombongan turis yang sedang berkunjung ke istana.

Saat ia meninggalkan istana dan mengeluh bahwa tidak akan ada yang menonton drama yang sangat jelek, kabut tiba-tiba datang dan seseorang berkata “Kamu harus segera kembali”. Qing Chuan menoleh dan melihat seorang wanita dengan pakaian kerajaan dan berkata bahwa uang masuk istana sangat mahal jadi ia tidak bisa pergi sebelum menyelesaikan tournya. Qing Chuan kemudian berpikir wanita tersebut salah satu dari aktris drama dan mengambil kameranya untuk memfotonya. Wanita tersebut yang masih membelakanginya berkata lagi “ Kamu harus kembali” kemudian menyebut nama Qing Chuan. Qing Chuan kaget, ia ingin tahu kenapa wanita bisa tahu namanya. Ia mendekati wanita itu. Saat ia berbalik, Qing Chuan kaget karena mereka mempunyai wajah yang sama. Wanita itu memberitahunya lagi untuk kembali dan kita melihat perpaduan antara dua dunia atau dimensi mungkin.

Sebuah buku terjatuh ke lantai dan Qing Chuan bangun, ternyata semua hanya mimpi! Ia memeluk bonekanya dan senang karena semua hanya mimpi. Ibunya datang, ia kecewa karena putrinya masih bermalas-malasan di tempat tidur pada hari yang sangat penting. Ibu memberitahu Qing Chuan untuk segera mempersiapkan diri. Qing Chuan bertanya pada ibunya apakah ibu benar-benar ingin ia bertunangan dengan Fei Fan. Ibu membenarkannya dan berbalik melihatnya, ia bertanya apakah Qing Chuan berencana untuk membatalkannya. Ibu mengingatkannya, setelah ayahnya meninggal, Fei Fan satu-satunya orang yang membantu mereka menjalankan toko. Selama bertahun-tahun orang lain mencoba mencuri Fei Fan dari mereka, tapi Fei Fan tetap memilih di toko mereka karena ia mencintai Qing Chuan. Qing Chuan tahu mereka berhutang budi pada Fei Fan, tapi seseorang menikah bila ia mencintai pasangannya. Ibunya berkata, apa bagusnya perasaan, bila kita akan menikah dengan seseorang maka kita membutuhkan pria yang baik, dapat diandalkan, pintar. Ibunya menyuruh Qing Chuan untuk bergegas bangun dan berpakaian. Qing Chuan berkata bahwa ia harus menyelesaikan bukunya dulu. Ibu mengambil buku tersebut dan bertanya ia akan membacanya berapa kali. Ibu akan membakar buku tersebut jika Qing Chuan tidak segera bangun.
Qing Chuan melakukan kegiatan rutinnya di toilet tanpa semangat. Ia memakai make up, baju merahnya yang cantik dan menata rambutnya. Ibu sangat senang melihat betapa cantik putrinya, tapi Qing Chuan terlihat tidak peduli. Ia lebih memperhatikan MP3nya. Ibu segera memegang tangannya dan mereka bergegas supaya tidak terlambat ke acara pertunangan.

Ketika mereka tiba di toko, Fei Fan menyambut mereka. Ibu meminta maaf karena datang terlambat, Fei Fan memberitahu mereka Jangan merasa bersalah karena sebagian tamu belum tiba. Qing Chuan membuka earpiecenya dan bertanya apakah ia benar-benar ingin menikahinya, Fei Fan membenarkan. Qing Chuan memberitahu bahwa ia punya banyak kekurangan, Fei Fan berkata bahwa kekurangannya tidak menjadi masalah karena ia suka semua hal tentang dirinya. Qing Chuan memakai earpiecenya lagi dan mengabaikan perkataan ibunya betapa beruntungnya ia mempunyai calon suami seperti Fei Fan.

Ibu Fei Fan datang dan Qing Chuan diseret untuk bertemu dengan calon mertuanya. Qing Chuan memberi salam kemudian perhatiannya kembali tertuju ke MP3nya, walaupun Ibu Fei Fan mengajaknya mengobrol untuk mengenalnya lebih dekat dan memintanya untuk mengantarnya berkeliling toko. Qing Chuan berkata bahwa ia juga tidak begitu mengenal toko ini, tapi ibu Qing Chuan berkeras  kemudian ia pergi dengan Fei Fan. 

Mereka berkeliling toko, Ibu Fei Fan segera mendaftar semua sifat buruk Qing Chuan (ia kasar, tidak punya rasa hormat pada yang lebih tua dan wajahnya biasa-biasa saja – ia cantik tapi tidak menarik). Qing Chuan lebih memperhatikan musiknya daripada mendengarkan omelan calon mertuanya. Ketika ia dimarahi karena hal itu, Qing Chuan malah menawari Ibu Fei Fan untuk mendengarkan MP3nya. Calon mertuanya berkata, jika ia menikahi putranya ia harus merubah sifat buruknya. Qing Chuan terus mendengarkan MP3nya dan tidak mendengarkan perkataan calon mertuanya. Hal itu membuat Ibu Fei Fan semakin marah.

Qing Chuan melihat sebuah potret di dinding dan terus memperhatikannya. Saat ini Fei Fan mulai membuka acara pembukaan toko, sedangkan Qing Chuan masih memperhatikan potret itu. Fei Fan berkata bahwa ada satu pengumuman penting, ia memegang tangan Qing Chuan dan membawanya ke depan, mengumumkan pertunangan mereka. Qing Chuan tidak memperhatikan semua ini, dengan kesal ibunya mencopot earpiece dari telinganya.

Ketika Fei Fan akan memakaikan cincin ke jari manis Qing Chuan, tiba-tiba sebuah potret jatuh dari dinding dan diterbangkan angin. Qing Chuan segera mengejarnya, Fei Fan dan Ibu Qing Chuan ikut mengejar, tapi pelayan yang terjatuh dan tirai menghalangi langkah mereka. Qing Chuan terus berlari mengejar potret, ia tidak menyadari arah larinya maupun langit yang tiba-tiba gelap dan angin yang semakin kencang. Akhirnya potret itu berhenti diterbangkan angin dan menempel disebuah pohon.


Ketika Qing Chuan mengambilnya, langit gelap, petir menyambar dan Qing Chuan tersedot ke tanah, hanya potret yang tertinggal.


Scene berubah ke masa lalu dimana sekelompok gadis yang berbaju cerah menari di atas panggung. Ketika tariannya selesai, seorang wanita maju dan berkata akan mengumumkan pemenangnya bila tidak ada gadis lain yang protes atau mencoba keberuntungannya.Tidak ada yang mengatakan apapun, pemenangnya pun diumumkan yaitu Su Yan . 


Ketika semua mulai merayakan kemenangan Su Yan, Qing Chuan terjatuh dari langit, mengagetkan semua orang. Qing Chuan melihat ke sekelilingnya dan bertanya-tanya dimana ia berada. MC segera menghampiri Qing Chuan dan berkata, seorang gadis terjatuh dari surga dan ia bertanya pada Qing Chuan bakat apa yang ia punya. Qing Chuan menarik kakinya dan sebuah lagu terdengar dari Mp3nya. Semua orang berpikir bahwa Qing Chuan sedang bernyanyi, padahal mereka melihat kalau bibir Qing Chuan tidak bergerak. Qing Chuan dengan bingung melihat ke sekelilingnya bertanya-tanya dimana ia berada dan kenapa orang-orang memakai pakaian adat. Tidak ada kru film – jadi apa yang terjadi? Qing Chuan berpikir, mungkin terdampar ke masa lampau. 


Berpikir bahwa ia harus kembali ke abad 21 dan merawat ibunya, ia memegang sebuah tirai dan memanjat naik kembali ketempat ia jatuh. Semua orang berpikir bahwa ia sedang menari dan akhirnya ia memenangkan kontes itu membuat Su Yan merasa terganggu. Wanita itu berkata bahwa Qing Chuan sangat senang menjadi pemenang sampai-sampai ia melupakan tahun. Ia memberitahu semua orang agar memberitahu Qing Chuan tahun berapa ini. Semua berteriak bahwa tahun ini adalah tahun ke 47 pemerintahan Kaisar Kang Xi. Qing Chuan mengulanginya, kaget kemudian pingsan.


Malam pun tiba, seorang pria sedang memancing sendirian. Su Yan datang dan pria itu bertanya apakah ia kalah.. Su Yan bertanya bagaimana ia tahu dan pria itu menjawab, jika ia menang maka tidak akan punya waktu untuk datang menemuinya. Su Yan bercerita, ia hampir menang, tetapi tiba-tiba datang seorang gadis entah darimana. Pria itu segera menyuruhnya diam dan memberitahunya bahwa itu bukan hal yang penting. Ini semua adalah kesalahannya, karena berpikir dengan semua kemampuan Su Yan ia akan berhasil mengalahkan gadis yang lain (sangat menyakitkan, kalau aku mungkin tak tonjok dia). Ia menyuruh Su Yan untuk segera istirahat, tapi ia tidak mau pergi. Su Yan mendekatinya, dan menyebut namanya, pangeran ke 4 ( 4 A Ge). Ia berkata , jika ia memenangkan kompetisi itu, ia akan pergi ke istana dan membahayakan dirinya, apakah itu akan membuatnya sedih? 4 A Ge (nama aslinya Yinzhen) meminta Su Yan untuk menanyakan hal itu, Ia merasa senang karena ia tahu Su Yan akan memperoleh nasib yang lebih baik. Su Yan tidak mau itu, tapi Yinzhen menyuruhnya pergi sebelum ia sempat menyelesaikan perkataannya. Ia memberitahu, karena malam ini ia tidak berhasil menangkap ikan, ia tidak akan menyerah dan percaya suatu hari ia akan berhasil menangkap satu (metafora yang bagus untuk apapun yang mereka rencanakan). Yinzhen menyuruh Su Yan untuk melakukan tugasnya dengan baik karena kesempatan mereka masih banyak.


Sebuah tandu sedang berjalan ke suatu tempat. Qing Chuan yang telah berganti pakaian terbangun, ia bertanya-tanya apa yang terjadi. Ia mengintip keluar dan berkata ia pasti bermimpi. Ia mencubit pipinya dan menjerit kesakitan, jadi ini kenyataan. MC membuka tirai tandu dan bertanya apakah ada yang salah? Qing Chuan bertanya kemana mereka akan pergi, tapi wanita itu menolak memberitahunya, hanya berkata kalau itu tempat yang bagus dan Qing Chuan akan tahu kalau mereka sudah sampai disana. 


Qing Chuan sangat takut, karena ia mengira akan dijual ke pelacuran dan berusaha keluar dari tandu dengan berbagai cara, tapi wanita yang menjaganya tidak membiarkan ia pergi.


Akhirnya mereka tiba, Qing Chuan kagum melihat semua hal yang antik dan mewah yang ada di ruangan itu. 


Seseorang mengumumkan bahwa Tai Zi (putra mahkota) datang, wanita yang membawanya segera memegang tangan Qing Chuan dan menyuruhnya berlutut dan memberi salam pada Tai Zi. Seorang laki-laki muda masuk. Qing Chuan ingat dalam buku sejarahnya pria itu adalah Pangeran ke 2 Yinreng. Ia sangat terkejut karena Yinreng sangat tampan, jadi dalam buku sejarah ia tidak dilukis dengan pencahayaan yang baik. Yinreng bertanya jika ia adalah pemenang kontes. MC mengiyakan, walaupun Qing Chuan tidak terlalu cantik, tapi ia mempunyai suara yang bagus. 


Yinreng menyuruh MC pergi, Qing Chuan memegang tangan MC, karena ia juga ingin pergi. MC memberitahu bahwa kontes kecantikan itu diadakan untuk menemukan wanita yang layak untuk “dijaga” oleh putra mahkota. Qing Chuan kaget, ia tidak mau disana. MC pergi dan mengurung Qing Chuan bersama Yinreng.


Qing Chuan berbalik untuk menghadapinya dan berkata bahwa MC salah dan ia akan pergi, Tapi ia tidak dapat membuka pintu dan Yinreng terus mendekati. Qing Chuan protes ketika Yinreng menyentuhnya dan akan menciumnya. Yinreng memberitahu Qing Chuan jika perlawanannya malah membuatnya semakin menyukainya. Qing Chuan berpikir cepat, mendorongnya dan menyuruhnya menunggu sebentar. Ia bertanya trik apa yang sedang dilakukannya. Qing Chuan memberitahunya bahwa ia adalah seorang dewi, tapi Yinreng tidak percaya. Qing Chuan berpikir, mengingat-ingat apa yang terjadi dalam sejarah dan berkata ia meramalkan bahwa akan ada bencana banjir pada sungai kuning jadi Yinreng sebaiknya pergi dan menyelamatkan rakyatnya. Yinreng berkata bahwa sebelum ia mencoba menyelamatkan rakyatnya, sebaiknya ia menyelamatkan dirinya sendiri. Ia kemudian menggendong Qing Chuan dan meletakkannya di ranjang, Qing Chuan melawan dengan berbagai cara.


Tiba-tiba seorang kasim datang dan memberitahu kalau Kaisar ingin bertemu dengan Yinreng. Yinreng merasa terganggu dan ketakutan atas apa yang mungkin ayahnya inginkan. Qing Chuan berusaha untuk berpikir apa yang terjadi pada tahun ke 47 pemerintahan Kaisar Kang Xi. Qing Chuan kemudian berkata bahwa ia mempunyai cara untuk membantu Yinreng asalkan ia mau melepaskannya. Yinreng keberatan tapi akhirnya ia mendengarkannya.


Kaisar melempar sebuah gulungan laporan pada putranya dan bertanya apakah ia telah membacanya. Yinreng menjawab bahwa ia tidak mempunyai waktu untuk membacanya dan Kaisar kembali bertanya apakah putranya tahu bahwa terjadi bencana di sungai kuning, banyak orang yang meninggal. Yinreng segera menjawab bahwa ia akan segera  menyelidikinya dan Kang Xi memarahi putranya, saat ia selesai melakukannya akan lebih banyak orang yang menjadi korban.. Kang Xi bertanya apa yang ia lakukan selama ini jika ia tidak membaca laporan dan tidak tahu apa yang seang terjadi. Yinreng mulai menangis,ini menghentikan Kaisar meneruskan pertanyaannya. Kaisar bertanya kenapa ia menangis padahal ia belum selesai dimarahi. Yinreng meminta waktu 3 hari setelah itu ia akan menerima hukuman ayahnya. Kang Xi ingin tahu alasannya . Yinreng memberitahu bahwa hari ini adalah peringatan ke 32 kematian ibunya. Beberapa hari ini ia berdoa dan masih kurang 3 hari untuk menyelesaikan ritualnya. Trik yang pandai, karena Kaisar mencintai Permaisuri. Hal ini melembutkan hati Kang Xi. Yinreng meminta diri, tapi Kang Xi menyuruhnya menunggu sebentar. Ia meminta Yinreng untuk membakar 3 dupa untuk ibu Yinreng dan memberitahunya kalau ia baik-baik saja.


Qing Chuan menunggu di kamar, ia bertanya-tanya apakah rencananya bekerja. Ia kemudian memutuskan untuk memanfaatkan kepergian Yinreng untuk melarikan diri. Ia memanjat jendela, tapi ia malah bertemu dengan Yinreng.. Ia bertanya apa yang sedang ia lakukan. Qing Chuan menjawab ia butuh udara segar. Yinreng berjanji untuk mengajaknya jalan-jalan menghirup udara segar. Qing Chuan menjawab ia tidak memerlukan udara segar lagi dan masuk kembali ke kamar. Ketika Yinreng masuk ke dalam kamar, Qing Chuan bertanya apakah rencananya berhasil? Yinreng membenarkan dan ramalannya tentang bencana di sungai kunung juga terjadi. Ia kemudian memberitahunya bahwa Kang Xi akan membunuhnya, karena ia ingat untuk menangis untuk ibunya, ia terselamatkan. Qing Chuan berkata pada dirinya sendiri, tentu saja ia benar, Kang Xi tidak akan membuat Yinreng yang tidak berguna menjadi penerusnya, kecuali karena cintanya pada ibu Yinreng. Yinreng tidak menangkap perkataan Qing Chuan, ia bertanya apa maksud perkataannya, tapi Qing Chuan hanya menjawab bukan hal penting.


Qing Chuan kemudian bertanya apakah ia tidak akan memberikan sesuatu padanya karena ia telah membantunya. Yinreng berjanji akan memberikan apapun yang diinginkannya karena baginya ia adalah dewi penyelamatnya. Qing Chuan memintanya untuk membiarkannya pergi, Yinreng menyetujuinya asalkan ia memberitahu dimana ia bisa bertemu dengannya. Qing Chuan sadar ia tidak mempunyai tempat yang dituju dan memutuskan tetap tinggal bersama Yinreng untuk memanfaatkan kekuasaannya untuk mencari tempat dimana ia terlempar ke masa lalu. Ia meminta kertas dan tinta. Qing Chuan segera menggambar tempat yang dimaksud. Ia bertanya-tanya apakah ia bisa kembali pulang.


Yinzheng bertemu dengan kepala kasim untuk bertanya bagaimana kesehatan Kaisar. Kasim itu menjawab sangat jarang Yinzheng peduli dengan keadaan Kaisar dan memberitahu kesehatan baginda lebih baik beberapa hari ini. Yinzheng bertanya apakah ada hal yang membuat ayahnya bahagia. Kasim memberitahu bahwa putra mahkota telah banyak membantu Kaisar dan bahkan dipuji kemampuan memerintahnya (semua berkat sang dewi tentu saja). Yinzheng yang tidak merasa senang berkomentar bahwa putra mahkota melakukan hal yang baik. Kasim menenangkannya supaya tidak khawatir karena kemampuan putra mahkota tidak sepadan dengan Yinzheng. Yinzheng menjawab itu bukan hal yang penting karena putra mahkota lahir dari istri pertama dan ia hanya lahir dari istri kedua. Seberapa keras ia bekerja, ia tidak akan lebih dari saudara kaisar. Yinzheng memperingatkan kasim untuk tidak melawan Yinreng secara terbuka. Kasim tidak merencanakan hal itu karena seseorang tidak tahu apa yang terjadi di masa depan. Ia memberitahu Yinzheng bahwa pasir tidak dapat menyembunyikan mutiara dan ia percaya suatu saat Kaisar melihat kemampuannya. Yinzheng berterimakasih atas kesetiaannya.


Di kediaman Yinreng, istrinya sesedang melihat-lihat hadiah dari Kaisar. Yinreng benar-benar tidak percaya atas semua keberuntungannya. Istrinya sadar itu semua berkat sang dewi. Fujin (sebutan untuk istri pangeran) berkata bahwa jalan Yinreng menjadi kaisar jadi lebih mudah dengan bantuan dewi. Salah satu pengawal Yinreng datang, ia melaporkan bahwa ia tidak dapat menemukan tempat yang ingin dicari sang dewi. Yinreng kecewa, karena Qing Chuan berjanji untuk tinggal bersamanya karena ia berjanji untuk menemukan tempat itu. Fujin mendekati suaminya dan menyarankan agar ia menikahi Qing Chuan dan menjadikannya istri kedua. Di China saat itu seorang wanita diharuskan mengabdi pada 3 pria, suaminya, anaknya dan ayahnya. Jika Qing Chuan jadi istrinya maka ia akan tinggal selamanya bersamanya. Yinreng bertanya apakah istrinya akan cemburu, ia menjawab bahwa ibunya mengajarinya untuk bersabar, lagipula seorang kaisar akan memiliki banyak istri dan selir, jika ia cemburuan ia bisa mati karenanya. Alasan yang masuk akal.


Saat itu Qing Chuan muncul dan bertanya pada Yinreng apakah ia sudah menemukan tempat yang dicarinya. Fujin mendekatinya dan memberitahu mereka mempunyai berita bagus. Tai Zi ingin menikahi Qing Chuan. Qing Chuan kaget. Fujin bertanya apakah ia tidak bahagia. Qing Chuan menjawab tentu saja ia bahagia, ide bodoh siapa itu? Fujin menunjuk  suaminya sedangkan Yinreng menunjuk istrinya. Bener-bener ga kompak ni. Qing Chuan berkata bahwa ia tidak ingin menjadi istri kedua, jika Tai Zi ingin menikahinya maka ia harus menceraikan Fujin terlebih dahulu. Ia pun pergi meninggalkan Fujin yang gemetar. Yinreng berkata pada istrinya bahwa ia harus membuat dewi selalu bersamanya. Emang saat dinasti Qing sudah ada perceraian?lol. Yinreng meminta maaf dan pergi mengejar Qing Chuan, sambil memanggilnya “istri baruku”. Heh.


Di kamarnya, Qing Chuan melihat foto ia dan ibunya di MP3 nya dan bertanya-tanya apakah ia bisa pulang. Seorang pelayan datang, Qing Chuan bertanya kegaduhan apa diluar sana? Pelayan itu menjawab pesta pernikahan sedang disiapkan untuknya. Hal itu mengagetkan Qing Chuan yang tidak mengira Yinreng menanggapi serius usulannya. Ia berkata bahwa itu tidak mungkin karena ia hanya mau menjadi istri pertama. Pelayan itu memberitahunya bahwa Fujin telah ditetapkan sebagai istri kedua, jadi Qing Chuan bisa menjadi istri pertama. Pelayan itu pergi, Qing Chuan yang ketakutam berpikir mencari jalan keluar karena ia tahu Yinreng tidak bernasib baik dari buku sejarah. Satu-satunya cara adalah melarikan diri. Ia mengumpulkan barang-barang yang bisa dibawanya (barang-barang antik, ga mau rugi dia) dan pergi dari istana.


Saat ia mengendap-endap, ia segera bersembunyi ketika serombongan penari lewat. Qing Chuan mengenali Su Yan dari kontes kecantikan. Ketika Su Yan berjalan secara tidak sengaja ia menjatuhkan sebuah bungkusan, ia segera menendangnya ke semak-semak dan berharap tidak ada yang melihatnya. Ketika Qing Chuan mnyelidiki bungkusan itu, ia mencium bau mesiu. 


Ketika ia akan menyelidiki lebih lanjut, tiba-tiba Fujin dan rombongannya datang, ia segera bersembunyi. Tapi Fujin melihatnya, Fujin kemudian memperkenalkannya kepada teman-temannya dan mendorong Qing Chuan ke kolam didekatnya. Semua tertawa dan meninggalkan Qing Chuan yang tidak bisa berenang.


Qing Chuan berteriak meminta tolong dan seorang pria yang sedang lewat segera menyelamatkannya. Ketika mereka duduk ditepi kolam, pria itu membaui dirinya dan merasa tidak senang, ia ingin tahu bagaimana Qing Chuan bisa jatuh di halaman yang begitu luas. Seorang pelayan lewat dan menyapa mereka, 8 A Ge (pangeran ke 8, Ba A Ge) dan Tai Zi Fujin (istri Tai Zi). Mendengar bahwa pria yang menyelamatkannya adalah 8 A Ge (nama aslinya Yinshi) Qing Chuan ingat dalam sejarah ia yang berebut kekuasaan dengan Kaisar Yong Zhen. Ia kaget melihat betapa muda dirinya, ia memegang lengan Yinshi dan melihat lebih dekat. Yinshi segera melepaskan pegangan Qing Chuan sambil berkata kalau ia tahu ia istri baru kakaknya, ia tidak akan menyelamatkannya. Qing Chuan bertanya kenapa ia akan melakukan itu. Ia menjawab karena wanita yang materialistis dan tidak pantas hidup. Qing Chuan ingin tahu kenapa ia menyebutnya materialistis. Yinshi bertanya kenapa ia mendekati kakaknya, kenapa Tai Zi berpikir bahwa ia seorang dewi dan kenapa ia ingin menjadi istri pertama. Qing Chuan hanya diam. Yinshi menyimpulkan bahwa itu persetujuan, ia pun pergi. Qing Chuan tiba-tiba memegang lengan Yinshi dan menamparnya. Yinshi kaget. Bukankah di masa itu kalau menampar pangeran ia bisa dihukum mati, wah berani juga dia.



Source: (thanks and credits)
www.asianaddictsannonymous.blogspot.com
www.viki.com

1 comments:

shan2 mengatakan...

waaaaah, baru aja kepikiran bwt bikin sinopsisnya, ternyata udah keduluan, hehe :D
kalo gitu kubikin link kesini aja yak

Posting Komentar