Pages

18/03/11

GONG (JADE PALACE LOCKHEART) EPISODE 3




Jin Momo membawa Qing Chuan kekamarnya dan menjelaskan tugas-tugasnya (tugasnya hanya satu, memikirkan cara agar Kaisar ingat pada Selir Xi). Setibanya di bagian tempat tinggal pelayan, mereka melihat pelayan-pelayan yang lain sedang mempermainkan seorang  pelayan. Mereka mengatakan kata-kata yang keji bahkan melempar makanan ke arahnya.
Qing Chuan segera berlari, mencoba menyelamatkannya. Ia diberitahu bahwa pelayan itu menyinggung perasaan Pangeran ke 8 dengan mencoba menggodanya, sehingga pelayan yang lain berusaha menyuruhnya keluar sebelum Pangeran ke 8 mengirim ke Biro Ketenagakerjaan. Pelayan yang lain ingin tahu siapa dia. Jin Momo menjelaskan bahwa Qing Chuan adalah pelayan baru yang diambil oleh Selir Xi. Pelayan yang lain mengeluh karena tempat tinggal pelayan sudah terlalu penuh.

Qing Chuan masih memperhatikan pelayan yang diganggu tadi, pelayan yang lain memarahinya karena semua perhatiannya, mereka melakukan semua ini untuk tujuan yang baik. Jin Momo kemudian memarahi Qing Chuan karena tidak memperhatikan penjelasannya tentang peraturan istana. Keselamatan pribadi lebih penting daripada orang lain. Momo menyuruh pelayan itu pergi. Pelayan yang lain segera pergi dan Qing Chuan tersadar betapa jahatnya tempat yang disebut istana ini. Seorang pelayan memberinya sapu dan menyuruhnya untuk segera bekerja, tapi Jin Momo berkata, Qing Chuan pelayan yang spesial dan tidak perlu ikut bekerja dengan pelayan yang lain. Momo membawa Qing Chuan kekamarnya (ia mendapat kamar sendiri, oleh karena itu pelayan yang lain membencinya) dan memperingatkannya untuk memikirkan rencana yang bagus. Momo berkata jika Qing Chuan membutuhkan bantuan, ia tinggal memberitahunya dan ia akan menyuruh pelayan lain membantunya.

Malam itu, dua pelayan mengeluh karena mereka harus melayani Qing Chuan yang tidak diketahui latar belakangnya dan hanya pelayan seperti mereka. Mereka bergossip tentang Qing Chuan yang hanya berbaring melamun dan tidak bekerja. Saat itu Qing Chuan datang dan termenung, mencoba mencari cara untuk menarik perhatian Kaisar. Para pelayan mulai melontarkan sindiran sinis kepadanya, bahkan salah satu mengarahkan sapunya sehingga Qing Chuan terpeleset dan menabrak dinding. Sebuah ide muncul dikepala Qing Chuan, ia mendekati pelayan itu yang ketakutan ia akan membalas perbuatannya. Tapi Qing Chuan hanya mengucapkan terima kasih karena telah membuatnya terpeleset. Ia meminta kedua pelayan untuk mencarikannya tukang kayu.

Hari berikutnya, para pelayan berkumpul didepan kamar Qing Chuan mencoba mencari tahu apa yang sedang ia kerjakan. Ketika pintu dibuka, serbuk gergaji dan serutan kayu beterbangan keluar, pelayan yang lain  mundur. Dua pelayan membawa keluar tumpukan serutan, seorang pelayan menghentikannya dan bertanya apa yang sedang dibuat Qing Chuan. Pelayan tersebut menjawab sesuatu yang tidak pernah ia lihat maupun dengar sebelumnya. Ini membuat mereka semakin penasaran, mereka berkumpul sekali lagi didepan pintu dan mencoba mengintip kedalam untuk melihat barang aneh apa yang sedang dibuat. Momo keluar dengan tubuh yang dipenuhi serbuk gergaji dan serutan.

Hari ulang tahun Kaisar tiba, semua selir bertanya-tanya kenapa Kaisar terlambat. Consort De berkata bahwa negara dalam keadaan damai, pasti muncul suatu hal yang menyebabkan Kaisar mengurus hal itu. Seorang wanita yang lebih muda memuji Consort De untuk kesabaran dan pengertiannya, tidak heran ia mengurus semua istana menggantikan permaisuri yang telah tiada (yang meninggal karena melahirkan putra mahkota). De berkata karena ia lebih tua dan berpengalaman sehingga ia mendapat tugas tersebut. Selir yang lain muda dan cantik jadi pantas mendapatkan perhatian Kaisar. Pangeran-pangeran yang tinggal di istana datang, Yinzhen bertanya pada ibunya (Consort De) apakah ayahnya telah datang. Consort De menyuruh pelayan pribadinya, Fei Cui untuk mencaritahu sebab keterlambatan Kaisar.

Kenapa Kaisar terlambat? Kang Xi sedang mengurus masalah negara. Para pejabat menyampaikan petisi, karena sejak Yinreng dipenjara, Kaisar harus memilih putra mahkota yang baru untuk menjaga ketentraman dan kedamaian kerajaan. Kang Xi meminta pendapat mereka, siapa yang pantas menjadi putra mahkota? Semuanya hanya diam. Karena semua tidak tahu, mereka harus mengesampingkan masalah ini dan menutup pertemuan. Seorang pejabat maju dan meminta Kaisar untuk memikirkan hal ini dengan serius. Kang Xi menghentikannya dan berkata itu yang sedang ia lakukan, ia tidak ingin terburu-buru membuat keputusan. Seperti saat memilih Yinreng sebagai putra mahkota dan lihat bagaimana kacau  akhirnya. Kaisar berkata ia akan mempertimbangkan dengan hati-hati semua pilihan yang ada, sebelum memilih salah satu putranya. Pejabat itu kembali mendesak Kang Xi untuk segera membuat keputusan untuk menjaga kedamaian. Mereka tidak mau kesalahan masa lau (perebutan kekuasaan) terulang kembali dan mengganggu kedamaian negeri. Kang Xi berkata bahwa ia masih sehat, putranya tidak akan berani memperebutkan kekuasaannya. Ia meminta pertemuan ini ditutup dan melangkah pergi.

Fei Cui kembali dan memberitahu Consort De bahwa Kaisar dalam perjalanan. Sesaat kemudian Kaisar tiba untuk merayakan ulang tahunnya. Semua orang masuk kedalam dan pesta pun dimulai, Ketika penari mulai menari, Consort De memohon pada Kaisar untuk memaafkan Yinreng, permasalahan hak waris akan terselesaikan lagipula Yinreng adalah putra dari almarhum Permaisuri. Karena tidak mau mendengar hal itu lagi, Kang Xi akan memenjarakan De bila ia meneruskan permohonannya. De duduk. 
Pesta pun diteruskan, seorang wanita dengan sepatu roda datang dan menjadi perhatian setiap orang. Ia menari dan memperoleh perhatian Kaisar. Jadi inilah yang dilakukan Qing Chuan. Wanita itu membuka cadarnya dan ia adalah Selir Xi! Tentu saja malam itu Kaisar menginap ditempatnya.

Pagi harinya, setelah Kaisar pergi, Xi terbangun dan bertanya apakah ada orang di dekatnya. Seorang kasim (Shun’Zi) datang dan menawarkan untuk membantunya membasuh muka. Xi kaget.

Flashback
Ketika Xi masih gadis dan Shun’Zi adalah cinta pertamanya. Ia gagal dalam ujian kerajaan dan mengeluh karena ketidakadilan yang terjadi. Xi memberinya uang dan memberitahunya bahwa ia akan menjadi selir Kaisar untuk membantu keluarganya dan untuk membantunya supaya dapat mengejar karirnya (dengan memberinya uang). Shun’Zi berkata bahwa yang di inginkannya bukan uang tetapi dirinya. Xi memberitahu untuk menjadi pejabat pemerintahan dan menikah dengan wanita yang baik serta mempunyai banyak anak untuk membuktikan ia tidak salah menilainya. Xi kemudian lari.

Xi tidak senang melihat cinta pertamanya bekerja di istana. Shun’Zi memberitahunya supaya ia tidak bersedih untuknya, karena keinginan terbesarnya hanyalah dekat dengan Xi. Xi mengejeknya dan berkata ia tidak sedih, atau bersimpati. Ia hanyalah pelayan. Ia bahkan tidak lebih baik dari rakyat jelata, apalagi jika dibandingkan dengan kaisar. Ia memberinya kata-kata yang dingin dan menyuruhnya pergi. Xi bangkit dan berkata padanya untuk menghindar bila bertemu dengannya, karena ia tidak ingin melihatnya. Shun’Zi hanya diam dan menangis sambil merangkak pergi. Setelah Shun’Zi pergi, Xi menangis, mengingat kata-katanya yang dingin. Seorang pelayan masuk dan bertanya kenapa ia menangis. Xi berkata bahwa ia tidak menangis, ia sedang menikmati menjadi wanita kesayangan Kaisar. Ia menyuruh pelayan itu untuk menyiapkan pakaiannya, karena ia akan memamerkan diri supaya penghuni istana tahu kalau saat ini ia lah kesayangan Kaisar.

Yinzhen dan Kasim Li melihat Xi lewat, Yinzhen berkomentar tentang popularitas Xi. Setelah ia melakukan tarian spesial di hari ulang tahun Kang Xi, ia menjadi orang yang dipilih tidur dengan Kaisar. Orang-orang di istana menghujaninya dengan hadiah (untuk memperoleh rasa suka Xi dan Kaisar). Yinzhen berkata bahwa ia satu-satunya orang yang tidak mengirimkan hadiah. Li bertanya apakah ia akan mengikuti arus. Yinzhen tidak mau karena Xi tidak punya putra atau anak, jadi tidak ada seorangpun yang akan melindunginya. Karena Ibu Yinzhen masih hidup dan sehat, Xi tidak akan mau membantunya. Li berkata bahwa ibu Yinzhen juga disukai Kaisar. Yinzhen mendesah, sayangnya, ibunya hanya mencintai adik bungsunya Yinti (Pangeran ke 14), Li adalah satu-satunya orang yang dapat ia percaya. Li menjawab bahwa ia sangat senang bisa membantu Yinzhen, tapi ia belum bisa mendapatkan kembali kepercayaan Kaisar akibat insiden Shun’Zi, makanya Li punya waktu untuk mengobrol dengannya.
Yinzhen kemudian bertanya tentang Su Yan. Li berkata saat ini ia belum bisa bertemu dengannya, tapi nanti ia akan menemuinya dan memberitahunya semua kebiasaan dan hal yang disukai Kaisar. Dengan jalan ini ia dapat mempersiapkan diri untuk menjadi pelayan favorit Kaisar. Saat ia melayaninya, Kaisar tidak akan curiga bahwa ia mata-mata. Yinzhen tersenyum, senang mendengar kabar ini, memuji Li telah bekerja dengan baik.


Di istana selir Xi, Xi berterimakasih pada Qing Chuan dan berkata ia akan mengabulkan satu permintaaannya. Qing Chuan berpikir bahwa seorang selir mungkin mempunyai kekuasaan lebih besar daripada putra mahkota, ia melukis sebuah tempat dan meminta Xi untuk menemukan tempat itu. Hal ini membuat Xi kaget, karena ia tidak menginginkan uang. Xi berkata asalkan Qing Chuan membantu dan menyenangkannya, ia akan memberikan apapun yang di inginkannya. Ia kemudian bertanya, sepatu spesial yang diberikan kepadanya itu sebenarnya apa? Qing Chuan menjawab bahwa itu adalah sepatu roda.. Xi berkata bahwa kaisar telah bosan dengan sepatu itu, apakah Qing Chuan punya ide lain? 


Qing Chuan memberitahunya bahwa Xi seharusnya tidak selalu mencari ide baru terus-menerus, tapi ia seharusnya berusaha menjadi bagian dari keseharian Kaisar. (jika ia jadi kebiasaan, maka Kaisar akan selalu kembali). Xi menyukai ide ini dan bertanya bagaimana ia melakukannya. Qing Chuan tidak dapat mengingat Xi dalam sejarah, jadi ia mengatakan apapun yang melintas dalam pikirannya. Ia memberitahu Xi  bahwa ia harus tahu makanan dan tempat favorit Kaisar jadi Xi pergi ke tempat itu sambil membawa makanan, setelah itu dilakukan, mereka akan membahasnya lagi. Xi ingat bahwa Kaisar sangat menyukai taman kerajaan, ia mengajak Momo pergi kesana, berharap dapat bertemu dengan Kaisar. Ini berarti ia melupakan lukisan dan permohonan Qing Chuan.


Su Yan sedang berada di taman istana. Ia mempersiapkan sepiring buah untuk Kaisar dan bingung apa yang akan ia lakukan di depan Kaisar. Ia berlatih memberi salam, tapi dihentikan oleh Xi. Xi melihat piring buah dan kecantikan Su Yan. Ia bertanya pada Su Yan apakah ia begitu ingin bertemu dengan Kaisar. Su Yan meminta maaf dan Xi memberitahunya jika ia ingin bertemu dengan Kaisar, Su Yan harus ikut ke istana Xi. Si Yan mengikuti Xi dengan membawa piring itu. 


Xi mendandaninya dan memujinya lebih cantik darinya. Ia bercerita tentang Selir Yi yang dulu jadi favorit Kaisar, ketika ia datang, Kaisar sangat menyukai nyanyian Xi dan Yi dilupakan. Xi tidak akan membiarkan Su Yan punya kesempatan untuk melakukan hal yang sama kepadanya. Su Yan di ikat dan disumbat mulutnya, kemudian diseret ke dalam lemari. Xi membiarkan pintunya sedikit terbuka, supaya Su Yan dapat melihat. Ketika Kaisar datang, Xi mengatakan bahwa ia telah mempersiapkan buah. Ia menyuruh pelayannya pergi ketika ia menyuapi Kaisar.


Setelah Kaisar pergi, Xi bertanya pada Su Yan apakah ia senang. Ia memberitahu Su Yan, sebaiknya ia tidak mencoba hal itu lagi, jika ia melakukannya Xi tidak akan melepaskannya. Xi mengambil kuas dan menggambar dua tanda X besar di pipi Su Yan, menyuruhnya berlari 10 kali mengelilingi istana Xi. Momo disuruh untuk menjaganya.Tapi ketika Pangeran ke 8, 9 dan 10 datang, Momo pergi karena tidak mau berurusan dengan si pembuat masalah. Su Yan secara tidak sengaja menabrak mereka, dan ketiga bersaudara itu segera mengganggunya dan mengancam akan membawanya ke Biro Ketenagakerjaan.


Su Yan meminta maaf, tapi Yinsi tidak peduli. Qing Chuan melihatnya dan ingin membantunya, tapi ia tidak ingin berhubungan dengan Yinsi. Akhirnya Qing Chuan tidak tahan dan mendatangi mereka.

Qing Chuan menegur ketiga pangeran karena menganggu seorang wanita. Yinsi mengenali Qing Chuan dan mengakui kecerdasan Qing Chuan, setelah tidak jadi menjadi istri Yinreng, ia bekerja di istana sebagai pelayan. Yintang dan Yin’e bertanya apakah ia wanita tidak tahu diri kemarin. Mereka kemudian menuduh Qing Chuan mencoba menarik perhatian mereka. Jika ia benar-benar melakukannya, ia telah membuat kesalahan karena jika ia mengecewakan mereka bertiga, mereka akan membuat hidup Qing Chuan seperti di neraka. Qing Chuan mengabaikan mereka dan menarik tangan Su Yan, mengajaknya pergi, tapi ketiga pangeran tidak mau membiarkan mereka pergi. Yintang bertanya apakah Qing Chuan mengetahui peraturan istana, mereka adalah pangeran sedangkan mereka berdua hanyalah pelayan, bagaimana ia begitu berani?| Yintang dan Yin’e akan membawa keduanya ke Biro Ketenagakerjaan, tapi Qing Chuan tidak mau. Ia tidak peduli mereka pangeran, mereka hanya beruntung. Jika mereka lahir dengan situasi yang sama dengan dirinya, apakah mereka akan berkelakuan lebih baik? Perkataannya mengagetkan  mereka.

Qing Chuan kemudian berpaling pada Yinsi, memberitahunya untuk berhenti menuduh orang materialistis. Tidak semua orang peduli uangnya maupun statusnya. Qing Chuan memandang dua bersaudara dan berkata seharusnya mereka pergi ke Biro Urusan Istana untuk menyelesaikan masalah ini. Tidak, seharusnya mereka menghadap kaisar, sebagai pangeran mereka tidak punya hak memutuskan sesuatu sendiri. Yinsi tersenyum dan menepuk bahu Qing Chuan, ia bertanya apa yang terjadi jika ia melawan mereka. Qing Chuan menjawab, siapa yang peduli. Yinsi kaget. Qing Chuan menambahkan bahwa ia tidak mau melihat mereka mengganggu wanita yang tidak dapat membela diri. Yinsi memberitahu Qing Chuan bahwa mereka akan membuat hidupnya lebih buruk daripada kalau ia dikirim ke Biro Ketenagakerjaan. Ia memperingatkan bahwa nantinya Qing Chuan akan sadar bahwa  pilihan yang ia buat hari ini sangatlah bodoh. Yinsi memanggil kedua saudaranya, mereka pun pergi. (trio yang kekanak-kanakan)

Setelah mereka pergi, Su Yan meminta maaf karena Qing Chuan telah melawan para pangeran untuk kepentingannya. Qing Chuan tidak begitu peduli dengan masalah itu. Su Yan berterima kasih dan pergi. Qing Chuan mengikutinya dan menemukannya sedang membersihkan wajahnya. Qing Chuan mengenali Su Yan. Qing Chuan memberitahunya bahwa ia tahu bahwa Su Yanlah yang menyebabkan kebakaran di rumah Yinreng. Su Yan menjawab bahwa ia hanya membalas dendam karena keluarganya mati akibat perbuatan Yinreng (bohong!). Qing Chuan mengingatkan bahwa ada orang yang tak bersalah ikut mati. Su Yan berkata oleh karena itu ia bekerja di istana, untuk menebus kesalahannya (bohong lagi). 
Qing Chuan menyebutnya orang yang menyedihkan. Su Yan tidak peduli karena ia sudah sering berhadapan dengan kematian, tapi sekarang Qing Chuan sudah menyingung perasaan ketiga pangeran, apa yang akan ia lakukan? Dua pelayan menguping pembicaraan mereka. Qing Chuan melingkarkan tangannya ke bahu Su Yan dan memberitahunya bahwa ia tidak peduli apa yang akan terjadi padanya. Lagipula jika hal ini terdengar oleh Kaisar, Qing Chuan percaya Kaisar tidak akan membela ketiganya, karena mereka telah berbuat salah. Qing Chuan berkata bahwa mereka seharusnya berteman. Su Yan berterima kasih sekali lagi dan pergi.
Dua orang pelayan yang menguping senang mendengar Qing Chuan telah menyinggung perasaan Yinsi. Sekarang kita tahu siapa yang akan membantu Yinsi menyiksa Qing Chuan.

Malam itu Su Yan bertemu dengan Yinzhen di taman. Sebelum ia sempat mengatakan sesuatu, Yinzhen memberitahunya bahwa ia sudah tahu semuanya. Ia telah menyinggung perasaan Xi dan Yinsi. Su Yan bertanya apa yang harus ia lakukan? Yinzhen menyuruhnya tidak melakukan apapun sampai ia memberi perintah. 
Ketika ia akan pergi, Su Yan menghentikannya, memohon padanya untuk menolong Qing Chuan yang terlibat masalah karena menolong dirinya. Yinzhen menasehatinya supaya ia tidak emosional dan jika ia membantu Qing Chuan maka hubungan mereka akan diketahui orang. Hal itu berdampak buruk pada rencana mereka. Lebih aman tidak melakukan apapun di istana. Kasihan Su Yan, ia benar-benar ingin menolong Qing Chuan.

Di saat yang sama dua orang pelayan membawa Qing Chuan menuju bangunan yang tidak digunakan dan menyuruh Qing Chuan untuk membersihkannya. Mereka berbohong bahwa ini perintah Selir Xi. Xin Lian mengurung Qing Chuan dalam bangunan tersebut. Pembalasan Yinsi sudah dimulai rupanya.


Paginya, Kasim Li menyuruh beberapa pelayan untuk membersihkan istana mendiang permaisuri, karena hari ulang tahunnya sudah dekat. Ternyata Qing Chuan dikurung dalam kamar tempat mendiang permaisuri wafat. Para pelayan itu mendengar teriakan Qing Chuan. Mereka menolongnya. Li memarahinya karena berada di tempat terlarang, dan memberitahu pelayan yang lain untuk menghukumnya 50 pukulan. Qing Chuan memohon, ia tidak bersalah, tetapi tidak ada yang mendengarnya.


Yinzhen mengunjungi ibunya, karena ia rindu padanya. Consort De memujinya sebagai anak yang berbakti. Yinzhen bertanya kenapa ia masih menyulam. De menjawab bahwa Kaisar menyukai sulamannya. Yinzhen heran kenapa ia tidak ingin memiliki Kaisar untuk dirinya sendiri, jika ibunya sangat mencintai Kaisar? Didalam istana ini ada 3000 selir, De merasa sangat egois kalau ia memonopoli Kaisar.


 Fei Cui datang dan memberitahu kalau obatnya akan rusak kalau dipanaskan lagi. Yinzhen ingin tahu obat apa. De memberitahunya kalau Kaisar sedang batuk, karena Kaisar jarang mengunjunginya, ia tidak sempat memberikan obat itu. Yinzhen memaksa ibunya untuk mengantarkan obat itu.


Kaisar senang dengan obat buatan De karena rasanya lebih enak. De menyuruhnya untuk banyak beristirahat. Tapi Kaisar sedang sibuk, karena putra mahkota sedang dipenjara, tidak ada yang membantunya. Yinzhen berkata bahwa Kaisar memiliki banyak putra. Ia dan saudara-saudaranya bersedia membantu Kaisar. De menegurnya karena telah melewati batas (dalam peraturan istana yang boleh membantu kaisar dalam pemerintahan hanya putra mahkota).


Kaisar membela Yinzhen. Ia meminta pendapatnya bagaimana mengatasi pejabat yang korup? Yinzhen menjawab bahwa pejabat yang lebih rendah harus mengawasi pejabat yang lebih tinggi. Jika mereka terbukti korup, maka mereka akan digantikan oleh pejabat yang lebih rendah. Tak akan ada yang berani korup lagi untuk menyelamatkan diri mereka sendiri. Kaisar puas dengan jawaban itu dan memuji Yinzhen bahwa ia akan banyak membantu dinasti ini di masa yang akan datang. Yinzhen tersenyum bahagia, tetapi Consort De terlihat tidak begitu senang.
Kasihan Yinzhen, mempunyai ibu yang tidak mau menolongnya, malah ingin menolong Yinreng yang bukan anak kandungnya. Sebenarnya Yinzhen baik hati, tapi strategi politiknya yang dingin dan kejam menghapus semua kebaikannya.



Source: (thanks and credits)
www.asianaddictsannonymous.blogspot.com
www.viki.com

0 comments:

Posting Komentar