Pages

29/03/11

GONG (JADE PALACE LOCKHEART) EPISODE 5



Consort De berjalan-jalan ditaman bersama Fei Cui. Ia masih mengkhawatirkan kesehatan Kaisar. Consort De melihat bunga peony yang indah. Ia ingin memetiknya, ternyata ada seseorang yang juga ingin memetik bunga itu. Orang itu adalah selir Xi. Selir Xi memberi salam pada Consort De, ia berkata bahwa kaisar jarang pergi ke tempatnya, jika bunga itu dipetiknya maka, tidak ada yang mengaguminya. Consort De hanya tersenyum, kemudian ia memetik bunga itu dan meletakkanny di hiasan rambut selir Xi. Ia berkata bahwa selir Xi masih muda dan cantik, pantas saja kalau Kaisar menyukainya dan ia mendoakan agar ia tetap muda dan cantik. Consort De pun pulang ke istana Yong He.
 

Beberapa selir yang lain bergunjing dibelakangnya. Mereka menyebut Selir Xi sombong, hanya karena Kaisar menyukainya sedikit, ia tak hormat lagi pada Consort De. Mereka menganggap kesenangan Selir Xi hanya sementara, karena ia tidak punya putra, sedangkan Consort De punya dua putra. Mendengar gunjingan ini , Selir Xi berpikir, ia tidak punya putra, jadi ia harus bergantung pada salah satu putra raja yang suatu saat nanti akan menjadi Kaisar.
 

Kaisar pergi ke istana Ciu Xiu. Ia dan Selir Xi sedang menikmati aromaterapi. Selir Xi berkata bahwa Kaisar selalu bekerja keras, jadi susah tidur, jika menikmati aromaterapi ini dapat menghilangkan ketegangan. Dengan hati-hati, Selir Xi bertanya siapakah diantara putranya akan dijadikan putra mahkota. Kaisar menjawab bahwa wanita di istana dilarang ikut campur dalam urusan negara. Selir Xi berusaha merayu Kaisar, tapi tetap saja Kaisar tidak mau memberitahunya. Ia malah disuruh untuk membaca buku sejarah tentang Lady Gou Yi istri Kaisar Wu dari dinasti Han yang ikut campur dalam pemilihan putra mahkota yang menyebabkan kekisruhan politik.
 

Consort De sedang berdoa kepada bulan, ia mendoakan kekaisaran Qing dan kesehatan Kaisar. Fei Cui bertanya kenapa Consort De membiarkan Selir Xi melecehkannya. Tiba-tiba Kaisar datang dan menanyakan hal yang sama. Consort De menjawab bahwa Selir Xi masih muda jadi kadang-kadang kata-katanya agak kasar. Kaisar memuji Consort De, ia berkata bahwa Consort De lah satu-satunya wanita yang ada dalam hatinya, tidak seperti istri-istri yag lain. Kaisar pun bermalam di istana Yong He.
 

Selir Xi mendengarkan laporan dari Jin Momo bahwa Kaisar bermalam di istana Yong He. Selir Xi heran kenapa Kaisar kesana, ia mengira Kaisar kecewa dengan kata-katanya. Ia bercerita bahwa Kaisar menyuruhnya membaca buku sejarah tentang Lady Gou Yi. Selir Xi memanggil Qing Chuan, ia bertanya apakah Qing Chuan tahu tentang Lady Gou Yi. Qing Chuan menjawab bahwa Lady Gou Yi adalah istri dari Kaisar Wu, tangannya selalu terkepal. Ia membuka telapak tangannya hanya dihadapan Kaisar. Putranya diangkat menjadi Putra Mahkota, tapi ia kemudian dihukum mati.
Selir Xi berpikir, past ibukan ini yang dimaksud Kaisar. Ia menyuruh Qing Chuan membaca buku sejarah itu dan menceritakan isinya padanya.
 

Di tempat istirahat para pelayan, Qing Chuan sedang membaca buku. Ia mengeluh, sebenarnya ia tahu maksud kaisar agar selir Xi tidak ikut campur dalam masalah politik. Ia harus menghafalkan buku itu, tapi ia mengantuk dan akhirnya tertidur. Xin Lian mengganti buku itu dengan buku yang lain. 
 
 
Jin Momo datang dan menyuruh Qing Chuan untuk membacakan buku itu dihadapan selir Xi. Pelayan yang lain pun tertawa.
 

Qing Chuan akan membacakan buku itu, tiba-tiba ia kaget melihat isinya. Jin Momo bertanya apa ada huruf yang tidak bisa dibaca, ia pun melihat buku itu. Ia juga kaget. Selir Xi bertanya apa yang terjadi. Jin Momo pun memperlihatkan buku itu, Selir Xi shock. Karena kesalahannya Qing Chuan dihukum untuk menyapu seluruh istana, jika pekerjaannya tidak selesai, maka ia tidak dapat makan malam.
 

Setelah selesai menyapu, ia datang ke tempat Yinsi. Saat itu Yinsi sedang latihan beladiri, ia hanya bertelanjang dada. Yinsi bertanya apakah ia memutuskan untuk menjadi istrinya? Qing Chuan membantah. Ia bertanya kenapa Yinsi begitu kekanak-kanakan, mengganti buku sejarahnya dengan Jin Pin Mei (buku porno). Ia pernah melihat yang lebih buruk, jadi ia tidak takut. Yinsi menjawab bahwa ia tidak ingin mencelakainya lagi, ia hanya ingin menjadikan Qing Chuan istrinya. Yinsi penasaran, apa yang Qing Chuan lihat yang katanya lebih buruk dari Jin Pin Mei. Qing Chuan tidak dapat menjawab. Yinsi menebak bahwa Qing Chuan pernah mengintip pria yang sedang mandi. Heh.....
 

Qing Chuan membantah. Yinsi berkata sekarang ia setengah telanjang, kenapa Qing Chuan terus memandanginya. Qing Chuan menjadi kesal dan pergi. Yinsi hanya tertawa melihatnya.
 

Di istana Ciu Xiu, para pelayan sedang bersih-bersih. Ketika Qing Chuan datang, Xin Lian dan pelayan yang lain mendekatinya. Mereka menyuruhnya duduk dan minum teh. Mereka berkata bahwa mereka kagum pada Qing Chuan karena tahan terhadap siksaan Yinsi. Dulu mereka tidak memperlakukannya dengan baik, tapi saat ini mereka ingin berteman dengannya. Qing Chuan benar-benar tidak belajar dari pengalaman. Kalau mereka baik, pasti mau nyelakain dia lagi.lol
 

Xin Lian berkata bahwa besok ia libur, jadi ia ingin menghasilkan banyak uang dengan membantu Consort De membersihkan istana Ci Ning. Qing Chuan bertanya apakah ia boleh ikut. Xin Lian menjawab bahwa ia boleh ikut, asalkan ia tidak berpakaian seperti ini, tapi memakai baju merah. Qing Chuan tidak punya baju merah, tapi mereka telah menyediakannya. Mencurigakan kan....
 

Di istana Ci Ning, para pelayan sedang membersihkannya. Semua berpakaian putih. Qing Chuan datang dengan memakai baju merah. Fei Cui memarahinya, Xin Lian dan teman-temannya mengompori Consort De agar menghukum Qing Chuan. Dasar Qing Chuan pinter ngeles, ia beralasan bahwa ia tidak bermaksud tidak menghormati mendiang Ibu Suri. Tapi istana ini jarang dibersihkan. Jika Roh Ibu Suri masih disini, maka ia akan senang melihat seseorang berpakaian bagus. Consort De membenarkan, semasa hidupnya Ibu Suri suka berpakaian mencolok. Consort De terbatuk-batuk, karena banyak debu, Fei Cui mengajaknya duduk diluar.
 

Xin Lian mengajak pelayan yang lain berhenti walaupun pekerjaan belum selesai. Asalkan dari luar kelihatan bersih, maka tidak akan apa-apa. Mereka melapor pada Consort De bahwa pekerjaan mereka telah selesai. Tiba-tiba Qing Chuan keluar, mengajak mereka membersihkannya lagi. Xin Lian mengadukan pada Consort De bahwa Qing Chuan memiliki sifat yang jelek, di malam hari suka membaca Jin Pin Mei, dll. Qing Chuan berpikiran kenapa mereka tahu tentang Jin Pin Mei, jadi bukan Yinsi yang melakukannya, tapi mereka.
Qing Chuan mengkonfrontir mereka didepan Consort De, mereka pun bertengkar. Consort De menyuruh mereka semua pergi. Qing Chuan tetap tinggal. Fei Cui bertanya kenapa ia tidak pergi, Qing Chuan menjawab bahwa ia tidak suka bekerja setengah-setengah. Consort De tersenyum.
 

Consort De pergi ke istana Qian Qing, ia melapor pada Kaisar bahwa istana Ci Ning telah dibersihkan. Kaisar memuji Consort De. Ia merasa berhutang budi pada Ibu Suri, setelah ia meninggal, ia tidak berani mendekati istana Ci Ning. Lebih baik tidak pergi kesana, setidaknya Kaisar bisa berpura-pura bahwa Ibu Suri masih hidup.
Kaisar menghela napas, ia teringat tugasnya untuk memilih putra mahkota. Consort De minta maaf, karena sebagai wanita, ia tak mengerti politik sehingga tidak bisa membantu suaminya. Kaisar berkata, sebenarnya ia tahu putra mana yang berbakat, tapi ia belum merasa tua. Setiap teringat masalah ini, ia seperti diingatkan akan kematiannya, itu membuatnya takut.
 

Kasim Li memberitahu Kaisar bahwa Long Ke Duo ingin bertemu dengannya. Kaisar bertanya pada Long Ke Duo apakah ia sudah membuat pilihan siapa yang kira-kira pantas menjadi putra mahkota. Long Ke Duo menjawab bahwa ia sedang mengamati. Kaisar mengira kalau ia akan mencalonkan Pangeran ke 1, karena mereka masih keluarga. Long Ke Duo membantah,ia berpikir kalau pangeran ke 1 terlalu liar dan tidak berbakat dalam  pemerintahan.. Menurutnya putra Kaisar yang menonjol adalah Pangeran ke 4,8,13 dan 14 (Yinzhen, Yinsi, Yinxiang dan Yinthi). Sebagai ayah, Kaisar pasti tahu siapa yang paling cocok. Kang Xi berjanji akan mengamati mereka. Kasim Li mendengarkan pembicaraan mereka dengan cermat.
 

Long Ke Duo di undang minum arak oleh Yinzhen. Long Ke Duo heran, jarang-jarang Yinzhen melakukan ini. Yinzhen berkata bahwa sejak kecil ia diasuh oleh Consort Tong Jia, sedangkan Long Ke Duo adalah adiknya, jadi mereka adalah keluarga. Yinzhen bertanya apakah Kaisar memberinya tugas untuk memilih putra mahkota. Long Ke Duo membenarkan. Yinzhen berusaha merayunya untuk mengatakan siapa kira-kira calon yang kuat. Long Ke Duo menolaknya, ia hanya punya satu kepala untuk dipertaruhkan. Tiba-tiba seorang pelayan melapor pada Long Ke Duo bahwa nona dari keluarga Fei Yang Gu ingin bunuh diri di puncak bukit. Long Ke Duo pun pergi.
 

Yinzhen bertanya kenapa nona itu penting bagi pamannya, apakah ia ingin menikahinya. Pelayan itu berkata bahwa nona itu adalah putri tidak resmi dari Long Ke Duo, karena ia tidak berani membesarkannya, maka ia menyerahkannya pada bawahannya. Yinzhen heran kenapa ia tahu banyak, padahal ia hanya seorang pelayan. Pelayan itu akhirnya mengaku bahwa sebenarnya ia adalah nona dari keluarga Fei Yang Gu namanya Yin Zhi. Hari ini hari ulangtahunnya, ia telah mengundang ayahnya makan di bukit, tapi ia tidak datang, jadi ia memutuskan untuk menghukumnya, ia juga berkata bahwa ayahnya sangat menyayanginya. Yin Zhi pun pergi. Yinzhen berpikir, ternyata Long Ke Duo juga punya kelemahan. Ia melihat jadwal opera yang tertinggal di meja.
 

Yin Zhi pergi ke pertunjukkan opera, tapi gedung itu kosong. Yin Zhi heran, tiba-tiba Yinzhen datang dengan memakai kostum opera. Yin Zhi kaget, ia heran kenapa seorang pangeran berada disini. Yinzhen berbohong kalau ia suka opera, Ia meminta Yin Zhi untuk bermain opera dengannya. Yin Zhi setuju, mereka pun memainkan opera. Yinzhen berusaha memikat Yin Zhi, tapi Yin Zhi malah menangis. 
 
 
Ia bercerita bahwa ibu dan ayahnya bertemu disini, mereka jatuh cinta. Tapi karena kedudukan keluarga ayahnya yang tinggi, keluarganya menolak pernikahan mereka. Sampai meninggal, ibunya tidak dapat masuk kedalam keluarga ayahnya. Yin Zhi juga berkata setiap hari ia datang kesini untuk menemukan cintanya, tetapi ia takut nasibnya sama dengan nasib ibunya. Yinzhen berusaha merayunya. Ia berkata bahwa ia menyukai Yin Zhi dan ingin hidup bersamanya.
 

Yin Zhi pergi ke puncak bukit, Long Ke Duo mengejarnya. Yin Zhi berkata jika ayahnya tidak mengabulkan permintaannya, ia akan bunuh diri. Long Ke Duo berjanji mengabulkannya. Yin Zhi berkata bahwa ia ingin menikah dengan Yinzhen, untuknya pasti mudah karena statusnya sebagai putri dari keluarga bangsawan manchuria tingkat 8 ditambah lagi bantuan dari ayahnya.
 

Ayahnya menasehatinya bahwa keluarga kerajaan adalah orang-orang yang paling tidak setia, mereka selalu mempunyai istri lebih dari satu. Yin Zhi mengancam lagi. Long Ke Duo bertanya apakah ia sudah berpikir masak-masak, ini adalah hal terpenting dalam hidupnya. Ia mencontohkan dirinya dan ibu Yin Zhi, walaupun mereka saling jatuh cinta, ia tidak pernah bisa memberikan status padanya.
 

Yin Zhi berkata bahwa ibunya tidak pernah menyesal, status dan kekayaan bukan yang terpenting baginya. Yang paling penting adalah hidup dengan orang yang dicintainya. Akhirnya Long Ke Duo menyetujuinya, ia akan mencari cara untuk mewujudkan keinginan Yin Zhi. Yin Zhi merasa senang, ia menambahkan jika hati Yinzheng berubah, itu bukan karena kesalahannya, tapi karena Yin Zhi yang tidak mampu menjaga suami. Yin Zhi ini manja sekali, pantes aja gampang dibohongi.
 

Kaisar sedang membaca essay yang dibuat oleh Yinzhen, ia memujinya. Kaisar juga telah menyetujui pernikahannya, ia akan diberi rumah dibagian barat istana dan diberi titel Pangeran Yong. Kaisar menyuruhnya untuk lebih giat bekerja dan pergi ke istana Qian Qing untuk membantunya menyelesaikan pekerjaannya. Yinzhen pun meminta diri.
 

Long Ke Duo memuji Yinzhen berbakat. Kaisar berkata bahwa kemampuan seseorang tidak dapat dilihat sekali atau dua kali. Sebagai Kaisar, bakat dan kemampuan itu tidak begitu penting, yang terpenting adalah perhatian kepada rakyatnya. Tapi Kaisar benar-benar kagum pada essay Yinzhen.
 

Di Paviliun Liang bei, Qing Chuan sedang memikirkan Yinzhen, tiba-tiba Yinzhen datang dan bertanya apakah ia dipermainkan lagi. Qing Chuan menjawab tidak, ia berpikir bahwa ia tidak akan pernah bertemu Yinzhen lagi disini. Yinzhen memberitahunya bahwa saat itu suasana hatinya sedan buruk. Ia pun memainkan suatu lagu. Qing Chuan memuji permainan Yinzhen.
 
 
Yinzhen menyuruh Qing Chuan untuk memainkan qin ini, ia akan mengajarinya. Xin Lian melihat kejadian ini, ia kaget.
 

Ketika Qing Chuan lewat, para pelayan sedang menggosipkannya, ia menolak Yinsi karena sekarang ia sedang mengejar Yinzheng, sayang sekali beberapa hari lagi Yinzheng akan menikah. Qing Chuan kaget. Tiba-tiba Su Yan berlari keluar sambil mengis, ketika Qing Chuan akan mengejarnya pelayan-pelayan yang lain mencegahnya, mereka mengejek Qing Chuan. Qing Chuan tidak mendengarkan mereka. Ia berpikir kenapa setelah mendengar kalau Yinzhen akan menikah, hatinya terasa sakit.
 

Yinsi datang menyelamatkannya. Ia mengumumkan kepada para pelayan kalau Qing Chuan adalah kekasihnya, jika mereka mengganggu Qing Chuan, berarti mereka juga mengganggunya. Ia pun menyuruh mereka pergi. Qing Chuan kesal, siapa yang mau jadi kekasihnya. 
 

 



Yinsi berkata bahwa karena Qing Chuan tidak mau menjadi selirnya, maka ia akan memohon kepada Kaisar untuk memberinya ijin supaya dapat menikahi Qing Chuan sebagai istri resminya.
Qing Chuan: “Aku tidak menyukaimu dan aku tidak mau menikah denganmu. Walaupun Kaisar yang memaksaku untuk jadi istrimu, hatiku tidak akan pernah jadi milikmu.”
 

Qing Chuan pergi kekamarnya dan membanting pintu dihadapan Yinsi.
 

Yinsi, Yintang dan Yin’e pergi ke rumah bordil. Yinsi bertanya kenapa mereka mengajaknya kesini. Yin’e berkata bahwa ia ingin belajar untuk mendapatkan hati wanita, maka disinilah tempat yang tepat. Yinsi terlihat bingungdan risih melihat suasana rumah bordil yang hingar bingar. Yintang bertanya apa Yinsi belum pernah kesini sebelumnya. Yinsi menjawab bahwa ia belum pernah datang.
 

Yinsi mengeluarkan uangnya dan menyuruh para wanita untuk masuk kekamarnya, sedangkan para pria disuruh menjawab pertanyaannya, jika jawaban mereka bagus, maka akan diberi uang. Mereka berebutan menjawab pertanyaan Yinsi. Pertanyaan pertama: “Bagaimana caranya membuat seorang gadis mau bersamamu dengan tulus?”
 

Mereka menjawab: “Baiklah padanya,belikan baju yang bagus, berikan hadiah yang banyak, bicaralah dengannya secara lemah lembut.” Yinsi pun mencoba berbicara pelan dan lemah lembut (jadi malah kelihatan aneh). Jika trik ini berhasil ia akan memberi mereka uang, bila tidak ia akan memenggal kepala mereka.
 

Yinzhen bertemu dengan Su Yan di taman. Su Yan bertanya benarkah ia akan menikah, apakah gadis itu lebih baik darinya? Yinzhen membenarkan bahwa ia akan menikah, ia menikahi gadis itu karena dia dapat melancarkan jalannya menuju tahta.
Su Yan: “Bagaimana jika aku yang dapat melancarkan jalanmu?”
Yinzhen: “Aku akan memperlakukanmu dengan lebih baik. Dibandingkan dengan dirinya, aku lebih nyaman bersamamu.”
Su Yan: “ Benarkah?”
 

Sebelum pergi Yinzheng memperingatkannya untuk tidak ceroboh mengirim surat lagi, karena banyak mata-mata di istana, ia juga berharap suatu saat nanti, orang yang berdiri didekatnya adalah Su Yan.
Su Yan menangis. Rayuan gombalnya kemana-mana.




Source: thanks for the video
www.viki.com

0 comments:

Posting Komentar