Pages

22/04/11

49 DAYS EPISODE 10


Yi Kyung memainkan piano, Kang yang baru datang mendengarkannya. Ia teringat bahwa Ji Hyun pernah memainkannya waktu SMA. Ia merasa yakin bahwa Yi Kyung adalah Ji Hyun. Ia berjalan mendekatinya dan bertanya, “Siapa kamu? Apakah kamu…Ji Hyun?” Mulut Ji Hyun terbuka, ia tidak bisa menyembunyikan kekagetannya. Ia terdiam, tidak mampu berkata satu pun juga.
Keragu-raguannya membuat Kang semakin yakin pada instingnya. Ji Hyun mulai protes, menyebutnya gila. Kang memberitahunya bahwa, di Jinan ia biasa memainkan lagu itu, ia menambahkan bahwa kebiasaannya, posturnya dan ekspresinya mirip Ji Hyun. Ia mulai panik, ia berkata bahwa ia berasal dari Chuncheon, ia tidak pernah ke Jinan. Kang berkata bahwa ia tahu, tapi ia merasa Yi Kyung seperti Ji Hyun. Ji Hyun memegang kalungnya dan berkeras bahwa ia tidak tahu apa yang dikatakannya.
Manager Oh masuk dan melihat Kang berteriak pada Ji Hyun. Ia melerai mereka sebelum semuanya diluar kontrol. Ia memberitahu  Ji Hyun bahwa piano itu adalah satu-satunya peninggalan ibunya, tidak ada seorangpun yang berani menyentuhnya. Melihatnya memainkan piano itu mungkin membuatnya menjadi sensitif dan bertindak seperti itu.

Mereka berdiri berdampingan dengan sebuah dinding memisahkan mereka. Mereka berpikir tentang dirinya sendiri.
Ji Hyun: “Han Kang, bagaimana kau bisa tahu?”
Kang: “Ini benar-benar tidak masuk akal.”
Ji Hyun: “Jika Kang terus curiga, apa yang harus aku lakukan?”
Kang: “Aku pasti terlihat seperti orang gila.”
Kang berjalan memutari dinding dan melihat Ji Hyun berdiri disana. Ji Hyun berkata bahwa ia pasti mengingatkannya pada temannya. Kang membenarkannya bahwa ia memang mirip, tapi jika ia memikirkannya lagi, ia tidak begitu mirip. Ji Hyun pamit, Kang menghentikannya, ia meminta nomor telponnya dan berpura-pura tenang.
Kang menyembunyikan rasa malunya dengan menggerutu bahwa ia  seharusnya tidak membuat orang lain khawatir seperti itu dan bertanya apa yang terjadi kemarin, sampai ia begitu panik. Ji Hyun berkata bahwa ia hanya merasa tidak enak badan jadi ia ingin beristirahat. Kang berkata bahwa ia kemarin datang ke rumahnya, tapi ia tidak ada. Ji Hyun tersadar bahwa Kang yang mengetuk pintu semalam.
Ji Hyun yang tidak begitu pintar, menyimpulkan bahwa Kang sangat khawatir tentang Yi Kyung dan melihat kemiripannya dengan Ji Hyun membuatnya marah....karena ia tidak menyukai Ji Hyun. Ia merasa tidak ada yang mencintainya selain ayah dan ibunya.
Ji Hyun pergi ke tempat Seo Woo. Seo Woo menawarinya untuk makan roti dan menyuruhnya duduk. Ia bertanya bagaimana termosnya sampai ke tangan Yi Kyung, apakah Eun Jung menyukai saudara laki-lakinya. Ji Hyun memberitahunya bahwa ia tidak punya saudara laki-laki, ia menambahkan bahwa sebaiknya Seo Woo bertanya sendiri pada Eun Jung karena ia tidak bisa memberitahunya. Ji Hyun berpikir bahwa Seo Woo juga sudah melupakannya.
Min Ho dan Eun Jung pergi berkencan, Eun Jung memberitahunya bahwa ia akan berhenti bekerja besok. Ada gosip yang beredar di kantor bahwa ada hantu yang mencegah Ayah Ji Hyun untuk menandatangani wasiatnya kemarin dan ia tidak ingin diingatkan tentang Ji Hyun lagi.

Disaat yang sama, ayah pingsan. Ji Hyun datang ke rumah sakit, ia berencana untuk berpura-pura menjadi teman Ji Hyun. Ia melihat ayah terbaring disamping tubuhnya yang dipenuhi alat dan menangis, ia mengira bahwa ayah kelelahan karena mengkhawatirkannya.


Ia keluar menuju lobby, air mata membasahi pipinya. Min Ho datang dan melihatnya. Ia menghentikannya dengan memegang tangannya dan bertanya kenapa ia ada disini. Ji Hyun berpikir bahwa Min Ho datang ke rumah sakit untuk menyuruh ayahnya menandatangani wasiatnya.
Ji Hyun hanya berkata, “Lepaskan tanganmu!” dan berjalan pergi. Ketika Min Ho tiba di kamar Ji Hyun, ia melihat ayah berusaha menyembunyikan kondisinya pada ibu, ia memutuskan untuk turut campur. Ia memberitahu ibu yang sebenarnya bahwa ayah menderita tumor otak, berkeras bahwa ayah harus melakukan operasi. Ji Hyun yang mengikutinya melihat ibunya menangis tapi ia tidak bisa mendengar apa yang dikatakan Min Ho.
Seo Woo bertanya pada Eun Jung tentang pacar rahasianya, Eun Jung menjadi marah karena Seo Woo telah menanyai Yi Kyung tentangnya. Seo Woo mengaku kalau ia mengikutinya keluar malam itu dan berpikir bahwa pacarnya mirip dengan Min Ho. Eun Jung membantahnya. Seo Woo percaya bahwa ia tidak mungkin bersama Min Ho.


Ji Hyun tidak sabar menunggu kepulangan Yi Kyung dari tempat kerjanya dan memanggil Scheduler untuk meminta pertolongan. Scheduler masih marah karena kejadian kemarin dan berteriak padanya untuk berhenti memanggilnya. Ia menampakkan dirinya untuk memarahinya lebih banyak lagi.
Ia menunjukkan betapa marahnya ia, karena masa kerjanya yang lima tahun diperpanjang seminggu karena membantunya. Ji Hyun meminta maaf. Ia berkata bahwa ia tidak pernah melakukan kesalahan apapun selama ini.
Scheduler memberitahu Ji Hyun, jika ia benar-benar meminta maaf, maka ia harus berhenti memanggilnya karena melihatnya saja sudah membuatnya terganggu. Ji Hyun bertanya apakah ia bisa mencari tahu kapan Yi Kyung akan kembali. Scheduler tidak percaya Ji Hyun masih berani meminta tolong, ia segera menjawab tidak sebelum menghilang.


Yi Kyung sedang tertidur di kantor Dr. Noh. Dr Noh sedang melihat ke layar monitor untuk memeriksa jika ia mempunyai kelainan tidur atau hal lain yang bisa menjelaskan hal-hal yang tidak bisa ia ingat.
Saat ia tertidur dengan tenang, terdapat kenangan Yi Soo dan Yi Kyung yang sedang berciuman. Mereka terlihat penuh cinta saat mereka piknik dan membicarakan rumah impian mereka. Rumah itu terdapat pada buku yang ditandai oleh Yi Kyung.

Kang mendengarkan musik yang dimainkan Ji Hyun dengan piano. Ia mengingat semua kemiripan yang ia rasakan antara Ji Hyun dan Yi Kyung. Ia bertanya apakah Yi Kyung sudah datang untuk bekerja, ia merasa marah karena Yi Kyung membuatnya khawatir kemarin, bahkan sekarang ia belum datang. Seorang pelayan mengingatkannya bahwa Yi Kyung hanya seorang tenaga kerja lepas. Tapi rasa khawatir melingkupinya ketika Yi Kyung tidak mengangkat telponnya.


Kang pun pergi ke rumahnya, kali ini ia berlari ke arah Yi Kyung (tanpa roh Ji Hyun). Kang melihatnya dan berdiri di jalan, tapi Yi Kyung hanya melihatnya dan berjalan melewatinya, tidak menyapanya.
Ia memanggil, “Song!” dan bertanya kenapa ia pura-pura tidak mengenalnya. Yi Kyung berkata, “Siapa kamu?” dan berjalan ke dalam rumahnya. Kang kaget. Ia hanya melihatnya dan bertanya-tanya, “Apa ini. Apakah ia kembar?”
Kang duduk didalam mobilnya, bertanya-tanya dalam hati. Mungkin selama ini Yi Kyung mempunyai kembaran, tapi ia ingat bahwa Yi Kyung pernah berkata bahwa ia tidak punya saudara. Tiba-tiba, Ji Hyun (dalam tubuh Yi Kyung) berlari keluar dan memanggil taksi sebelum ia sempat keluar dan bertanya padanya.
Di saat yang sama, ayah pergi untuk menandatangani wasiatnya.
Min Ho bertemu dengan seseorang untuk menghentikan perjanjian yang ia buat dengan alasan bahwa ia tidak jadi menjual sesuatu dengan harga sepertiganya, jika ia bisa memiliki keseluruhannya. Teman bisnisnya ingin melaksanakan semua rencana awal mereka, tapi Min Ho mengetahui banyak rahasia temannya untuk membuatnya setuju.


Ibu menelpon Eun Jung dan Seo Woo untuk datang ke rumah untuk meminta pertolongan pada mereka berdua untuk meyakinkan ayah agar mau dioperasi. Ia memberitahu mereka tentang penyakit ayah. Eun Jung menghubungkan keduanya, wasiat dan pengetahuan Min Ho tentang hal ini.
Seo Woo mengajaknya pergi ke rumah sakit, tapi Eun Jung berkata bahwa ia ada janji. Ia menelpon Min Ho dan memintanya untuk bertemu dengannya. Min Ho berkata bahwa ia akan pulang ke rumah untuk mengambil dokumen yang tertinggal. Eun Jung berkata bahwa ia akan menemuinya disana.


Ji Hyun pergi ke rumah Min Ho, ia berusaha memecahkan kode lemari besinya. Ia berada di kamarnya ketika Min Ho datang. Ji Hyun berpikir cepat, ia segera mengambil pakaian kotor dan keluar, berpura-pura terkejut. Ia berkata bahwa ia datang untuk mengembalikan kunci, tapi ia merasa bersalah karena dulu ia meninggalkan pakaian kotor, jadi ia berpikir untuk mencucikan bajunya sebelum ia pergi.
Min Ho berkata bahwa itu tidak masuk akal, tiba-tiba Eun Jung datang. Min Ho panik dan menyuruh Ji Hyun bersembunyi di kamarnya dan tidak boleh menampakkan diri.


Ji Hyun setuju dan Min Ho pergi menemui Eun Jung. Eun Jung marah padanya karena tidak memberitahu bahwa ia sudah tahu penyakit ayah Ji Hyun. Ayah sudah menandatangani wasiatnya. Ia ingin Min Ho mengumumkan kebangkrutan perusahaan ayah karena ia sudah tidak tahan lagi. Ji Hyun mendengar semuanya, ia hampir pingsan dan menangis.
Min Ho mencoba menenangkan Eun Jung karena ia tahu Ji Hyun bisa mendengar semuanya. Ia mengerti apa yang dilakukan Min Ho adalah untuk kebaikannya, tapi ia memintanya untuk meneruskan rencana mereka semula. Ia memberitahu Min Ho, sejak keadaan Ji Hyun jadi seperti itu, setiap hari selama ia menunggu terasa seperti di neraka.


Min Ho berbohong bahwa ia telah mengatur semuanya dan kembali ke kamarnya dengan alasan bahwa ia harus berganti pakaian. Ji Hyun tidak mengatakan apapun kecuali menatapnya dengan pandangan benci. Saat ia berbalik, Min Ho membuka lemari besinya dan mengambil file bisnisnya kemudian pergi. Ia berbisik pada Ji Hyun bahwa ia akan menjelaskan segalanya nanti. Ia duduk di lantai dan menangis ketika Min Ho telah pergi.
Ji Hyun berjalan menuju Heaven. Telponnya terus berbunyi dengan suara Scheduler yang merasa terganggu karena ia tidak mengangkat telponnya, memberitahu berapa banyak jumlah telpon masuk dan dari siapa.
Min Ho terus mencoba menelpon Ji Hyun, akhirnya ia menelpon Kang dan bertanya apakah Yi Kyung berada di tempat kerja. Kang berbohong kalau ia tidak tahu alamat Yi Kyung. Keduanya lalu bertanya-tanya kenapa Yi Kyung tidak mengangkat telponnya. Kang pergi mencarinya dan menemukannya sedang duduk, terlihat memikirkan sesuatu.


Kang menyuruhnya untuk makan dan berkata bahwa ia tahu bahwa ia sedang ada masalah jadi jangan berpura-pura lagi didepannya. Kang bertanya apakah ada masalah dengan ayahnya, Ji Hyun segera memegang kalungnya dan berkata tidak. Kang bertanya lagi, apakah kakaknya sakit, Ji Hyun segera menjawab bahwa ia tidak punya kakak.. Kang menjadi bingung. Ji Hyun segera pamit karena ia ada janji dan segera pergi.


Eun Jung pulang ke rumah dan Seo Woo menanyainya. Ini membuat Eun Jung marah. Seo Woo berkata bahwa ia telah berubah. Apakah ini karena pacarnya. Eun Jung berkata bahwa ia muak dan capek dihubung-hubungkan dengan Ji Hyun terus. Ia berkata bahwa ia membenci Ji Hyun dan bertanya pada Seo Woo apakah ia selalu menyukai Ji Hyun. Seo Woo menjawab bahwa ia selalu menyukainya.
Min Ho menyuruh  sekretarisnya untuk mencari alamat Yi Kyung dengan melacak nomor telponnya.


Ji Hyun bertemu dengan Scheduler yang sedang bersantai. Ia bertanya tentang hal-hal yang menyangkut dengan pengumpulan airmata. Ia bertanya-tanya kenapa harus air mata. Tidak bisakah orang hanya benar-benar mencintainya saja, tapi tidak usah menangis?
Scheduler menjelaskan bahwa air mata manusia adalah ekspresi langsung dari emosi mereka, walaupun jenisnya bervariasi. Ketika orang merasa paling bahagia, paling sedih, mereka akan menangis. Ia menambahkan untuk berhenti menyalahkan orang lain, karena ia belum tentu akan meneteskan air mata murni untuk orang lain.


Ia membela diri bahwa ia bisa, tapi Scheduler berkata bahwa itu sebabnya ia tidak menyukai manusia.
Ji Hyun: “Beri tahu aku yang sebenarnya. Apakah ada yang benar-benar mencintaiku?”
Scheduler: “Bagaimana aku bisa tahu? Itu bukan bidangku. Hati manusia selalu berubah....itu keahlian mereka. Selamanya? Tidak ada hal seperti itu. Cinta kemudian benci. Panas kemudian dingin. Marah kemudian bersyukur. Penuh kebencian kemudian penuh pengertian.”

Kang berjalan bolak-balik didalam kantornya. Manager Oh melihatnya dan memberitahunya untuk pergi dan mencari Yi Kyung untuk mencari tahu salah satu dari: 1) Ia ingin tahu apakah Yi Kyung berbohong; 2) Ia terus melihat Ji Hyun dalam diri Yi Kyung; 3) Ia khawatir terhadap Yi Kyung karena sesuatu telah terjadi padanya.
Kang: “Aku ingin tahu ketiga-tiganya.”
Ia melakukan nasehat manager Oh untuk mencari tahu sendiri.


Ia menunggu di luar rumah Yi Kyung dan melihat Ji Hyun pulang sebelum tengah malam. Ia masuk dan Kang menunggu di luar, bertanya-tanya apa yang harus ia lakukan. Sebelum ia membuat keputusan, Yi Kyung keluar dan berjalan melewatinya tanpa berkata apapun.


Penasaran, ia mengikuti Yi Kyung berjalan menuju tempat kerjanya. Ia bertanya-tanya apakah ia akan bertemu seseorang pada tengah malam begini, kemudian ia sadar bahwa Yi Kyung mempunyai 2 pekerjaan. Kang masuk ke dalam kafe dan pergi ke counter.


Tapi Yi Kyung tidak mengenalinya dan hanya bertanya kopi jenis apa yang diinginkannya. Kang tercengang dan memesan sesuatu kemudian menatapnya. Ia memeriksa nametagnya: Song Yi Kyung. Ia bertanya, “Song Yi Kyung sshi?”
Yi Kyung akhirnya ingat padanya, orang yang menghentikannya kemarin, dan bertanya, “Apakah kamu mengenalku?” Kang merasa marah dan bingung. Ia bergegas keluar tanpa berkata apapun.
Ia langsung pergi ke rumah manager Oh. Ia membangunkan pasangan tersebut dengan masalahnya. Mereka bertiga berpikir, penjelasan yang paling logis dari semua ini.
Manager Oh ingat bahwa Kang pernah mengatakan bahwa Yi Kyung berkeras bahwa ia butuh pekerjaan untuk 48 hari saja. Ia teringat seseorang telah memberitahunya bahwa 49 hari adalah waktu bagi roh pengembara untuk menyelesaikan sesuatu atau menemukan sesuatu untuk bertahan hidup. Kang menolak pendapat manager Oh, ia ingin penjelasan yang lebih masuk akal.


Yi Kyung pulang ke rumah pagi harinya. Ji Hyun duduk di sebelahnya, dengan suara yang gemetar, ia berterimakasih untuk semuanya dan berkata bahwa ia minta maaf, ia akan pergi.
Ji Hyun: “Aku telah menunggu dan berusaha, tapi aku kira tak ada seorangpun yang benar-benar mencintaiku. Aku pasti telah hidup dengan buruk.”


Ia meminta maaf karena tidak bisa mewujudkan janjinya untuk menemukan Yi Soo dan mempersiapkan hari terakhirnya. Ia bangun dalam tubuh Yi kYung dan membersihkan rumah. Itu adalah caranya berterimakasih. Ia pergi dan meninggalkan surat, berterimakasih padanya dan memintanya untuk tidak takut dan ia tidak akan kembali.
Ia juga menulis surat untuk ayahnya, menjelaskan bahwa ia adalah Ji Hyun dan mendengarkan semua yang dikatakan Yi Kyung. Scheduler muncul dibelakangnya dan ia telah menduga bahwa Ji Hyun akan menyerah dan meninggalkan 49 harinya untuk menyelamatkan ayah.
Ia segera berpakaian dan pergi ke Heaven. Ia berhenti di sebuah toko untuk membelikan hadiah bagi semua orang. Sesampai di Heaven, ia pergi ke lantai bawah, dimana Kang tertidur di mejanya. Ia berteriak, “Ini pagi yang indah, Han Kang!” Ia bangun dan kaget.


Ia meneruskan, dengan gembira berbicara dengannya seperti teman lama, “Kenapa kau terkejut? Apakah kamu mendengar bahsa Banmal untuk pertama kalinya?”


Ia menjelaskan dengan genit bahwa Song Yi Kyung secara teknis setahun lebih tua darinya. “Di negeri ini, jika aku kakakmu aku bisa menggunakan bahasa Banmal.” Ia memintanya untuk mendengarkannya sebentar.
Ji Hyun: “Seseorang telah berkata padaku bahwa cinta adalah membiarkan seseorang salahpaham padamu, karena itu akan mengurangi rasa sakit. Jika kamu mencintai seseorang, aku pikir juga seperti itu. Kamu lebih baik tidak memberi alasan. Kamu lebih baik tidak membiarkan orang itu terluka, walaupun kamu harus menerima kesalahpahaman. Berapa besar sakitnya untuk melakukan itu...aku tahu sekarang. Menyembunyikan hatimu....lebih sulit daripada mengetahui hatimu.”


Tapi Kang tidak mendengarkan dengan baik (mengerti apa yang ia maksudkan). Ji Hyun menyerahkan surat pengunduran dirinya. Ia memberitahunya bahwa ia akan pergi. Kang menyimpulkan hal yang buruk karena telpon Min Ho kemarin.
Dia menuduhnya akan kembali bekerja untuk Min Ho, atau lebih buruk lagi, untuk tinggal bersamanya. Ia bersikeras bahwa itu tidak akan terjadi, tetapi ia mulai berteriak: “Jika kau menyukai Kang Min Ho dari awal, mengapa kau tidak katakan saja, jangan membuat orang bingung”
Ia bertanya kenapa ia terlalu protektif terhadap tunangan Ji Hyun, jika ia bukan teman dekat Ji Hyun. Tapi Kang berkata bahwa ini tentang Yi Kyung. Kata-katanya menyakiti hati Ji Hyun yang menyimpulkan bahwa Kang hanya marah karena kehilangan Yi Kyung kepada Min Ho.
Ia bertanya orang seperti apa dia, apakah ia orang yang hanya mengejar uang. Ia menyimpulkan bahwa Yi Kyung hanya mempermainkannya.
Kang: “Dimana kamu semalam? Siapa wanita yang kutemui semalam?”
Ji Hyun: “Apakah kamu  ingin tahu tentang Song Yi Kyung? Ia adalah yatim piatu. Ia tidak punya seorangpun untuk bersandar ataupun berbicara. Dan tidak ada yang mencintainya.”
Ia pun mengucapkan selamat tinggal padanya. Kang berteriak agar ia tidak kembali lagi, dan jangan mencoba untuk kembali. Ji Hyun menangis dan berpikir dalam hati:
Ji Hyun: “Bisakah kamu mendoakan agar aku selamat sampai tujuan? Ini terakhir kalinya kita ketemu. Seharusnya kamu melepasku sambil tersenyum”


Ji Hyun pergi ke rumah sakit untuk mencari orangtuanya. Ia menemukan mereka di rumah. Ia berjalan masuk dan mendengar mereka berbicara. Ibu memohon kepada ayah untuk di operasi. Ayah berkata bahwa ia tidak bisa, tidak jika putrinya terbaring dengan keadaan seperti itu. Ia memberitahu ibu ia ingin ada disaat ia harus melepasnya pergi dengan damai atau menjadi orang yang pertama memegang tangannya ketika ia tersadar kembali. Ia tidak ingin menjalani operasi ketika putrinya koma.


Disaat yang sama, Kang pergi keluar, dimana manager Oh sedang mengganti pot semua tanaman. Ia menemukan segel yang disembunyikan Ji Hyun. Ia membaca namanya: “Shin Ji Hyun”. Kang kaget.


Ji Hyun meninggalkan rumah orangtuanya, tidak mampu meneruskan rencananya ketika ayah begitu keras kepala. Ia berdiri di jalan, melihat orang-orang lewat, dan memohon pada surga: “Seseorang, tolong selamatkan aku. Aku harus hidup. Aku ingin hidup.”


Kemudian surga menjawab, sebuah tetes air muncul di kalungnya. Ia melihat ke bawah. Ia melihat air murni pertamanya.


Credits: www.dramabeans.com

0 comments:

Posting Komentar