Pages

30/04/11

49 DAYS EPISODE 11


Ji Hyun ingin hidup, Ia berdoa pada Tuhan, “Tuhan, tolonglah. Aku ingin hidup.” Ia merasa tidak punya harapan karena mengira tidak seorangpun yang mencintainya, kecuali kedua orang tuanya. Tiba-tiba sebuah air mata murni muncul di kalungnya. Ji Hyun sangat senang dan bertanya-tanya siapa yang menangis untuknya.
Flasback.
Manager Oh menemukan segel resmi Ji Hyun, Kang melihatnya dan memastikan bahwa segel itu milik Ji Hyun. Kang bingung bagaimana segel itu disembunyikan disana karena Ji Hyun tidak pernah masuk ke ruang pribadinya. Tiba-tiba ia teringat persamaan Yi Kyung dan Ji Hyun serta perasaannya selama ini. Sekarang ia yakin bahwa Yi Kyung adalah Ji Hyun, walaupun ia tidak tahu bagaimana itu terjadi. Ia merasa senang karena Ji Hyun selama ini berada disisinya. Ia pun segera pergi ke rumah sakit dan berkata pada Ji Hyun yang tengah terbaring, “Jadi itu kau.” Air mata menetes dipipinya.
Saat air matanya jatuh, kalung Ji Hyun berpendar dan sinyal pada mesin pendukung kehidupan Ji Hyun menguat sejenak.
Kang memegang tangan Ji Hyun dan berbisik, “Aku sangat senang bertemu denganmu Shin Ji Hyun, Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi aku senang bertemu denganmu.”
Ia mendengar dari perawat, seorang wanita muda baru saja pergi dari sini. Kang menduga Yi Kyunglah yang datang. Ia segera pergi ke rumah Ji Hyun, dari pembantunya, Kang tahu bahwa Yi Kyung baru saja dari sana.
 

Ji Hyun berjalan dengan gembira, berterimakasih kepada Tuhan untuk orang misterius yang mencintainya. Scheduler muncul dan bernyanyi lagu ucapaan selamat dilengkapi dengan pom-pom, topi ulangtahun dan celana pendek anak-anak.
 

Ji Hyun memeluknya. Scheduler meronta-ronta dan berkata, “Apa yang kau lakukan. Kau bukan tipeku!.....Mungkin.” Ia menambahkan bahwa ia tidak boleh jatuh cinta karena hukumannya berat. Ia memarahi Ji Hyun karena hanya menelponnya untuk mengucapkan selamat tinggal. Ji Hyun berkata bahwa saat itu pikirannya sedang kacau, ia tidak bisa bertemu dengannya. Ia bertanya pada Scheduler siapa yang menangis untuknya. Scheduler tidak mau menjawab, ia mengingatkan Ji Hyun tentang penundaan waktu 1 minggunya.
Ji Hyun menduga bahwa orang itu Seo Woo. Scheduler mendesah, seseorang akan percaya apa yang ingin dipercayainya. Ia berkata bahwa Ji Hyun harus berterimakasih pada orang yang mencintainya dengan tulus.
 

Ji Hyun pergi ke toko roti Seo Woo, ia berterimakasih padanya. Seo Woo heran, Ji Hyun menambahkan ia berterimakasih karena Seo Woo pernah memberinya roti. Sepotong roti bisa menyelamatkan seseorang yang kelaparan. Temannya yang dirumah sakit beruntung mempunyai teman seperti Seo Woo sedangkan dirinya tidak punya teman. Seo Woo berkata bahwa ia beruntung mempunyai teman seperti Ji Hyun. Ji Hyun semakin yakin bahwa air mata itu berasal dari Seo Woo.
 

Ketika Eun Jung datang ke toko itu, ia dan Ji Hyun menegang, melihat satu sama lain. Eun Jung berpikir bahwa Yi Kyung sangat bijaksana karena menyimpan rahasia hubungannya dengan Min Ho, sedangkan Ji Hyun berpikir bahwa Eun Jung sedang berencana membuat bangkrut ayahnya.
Ketika Seo Woo pergi, Ji Hyun berkata dengan kasar, “Astaga! Putri bosmu adalah tunangan Kang Min Ho. Kau keterlaluan Shin Eun Jung-sshi. Eun Jung tidak sempat membuat alasan, ia merasa terganggu dengan cara Ji Hyun yang memandangnya dengan tajam saat ia melangkah pergi.
Min Ho merasa terganggu saat kerja, ia  khawatir Yi Kyung mendengar teriakan Eun Jung kemarin tentang rencana jahat mereka. Ia merasa tidak tenang jika tidak segera menyelesaikan masalah ini, tapi ia tidak tahu Yi Kyung ada dimana. Ia menanyakana pada sekretarisnya, apakah ia berhasil melacak nomor telpon Yi Kyung. Sekretarisnya menjawab bahwa nomor itu tidak terdaftar.
 

Kang menerobos masuk, ia kelepasan bicara bertanya pada Min Ho apakah Ji Hyun ada disini, kemudian mengkoreksinya apakah ia tahu dimana Yi Kyung. Min Ho bertanya apakah terjadi sesuatu padanya, kenapa Kang menyebut Yi Kyung dan Ji Hyun. Kang berkata bahwa ia akan menjelaskannya nanti dan segera pergi. Eun Jung mendengar pembicaraan mereka, ia menjadi curiga.
 

Kang merasa frustasi, ia pun pergi ke apartemen Yi Kyung, tapi masih kosong. Ia bertanya-tanya apa yang ia maksudkan ketika ia berkata ia akan pergi ke tempat yang jauh. Ia mencoba mengira-ira, karena sekarang ia tahu kebenarannya.
Ji Hyun tiba  di apartemennya, saat Kang telah pergi. Kang memanggilnya, “Shin Ji Hyun!” Ji Hyun kaget dan bingung bagaimana harus bereaksi, ia berpura-pura tidak tahu apa yang ia maksudkan, ia bertanya-tanya pada dirinya sendiri kenapa Kang tahu ia adalah Ji Hyun. Ia merasa semuanya semakin berbahaya, kalungnya mulai membakar, memberi peringatan. Ji Hyun ketakutan, ia membantah bahwa Kang salah, ia adalah Song Yi Kyung dan mencoba melarikan diri.
 

Kang yakin kalau ia benar, ia akhirnya mengerti bahwa Ji Hyun tidak bisa membiarkan identitasnya diketahui orang lain. Kang tidak sakit hati ketika Ji Hyun berkata bahwa ini bukan urusannya dan menyuruhnya pergi dengan kasar. Ji Hyun kaget ketika Kang mundur dan berkata bahwa ia telah membuat kesalahan.
Ji Hyun berlari ke apartemennya dengan panik, sedangkan Kang menunggu di luar apartemennya sepanjang malam, memikirkan semuanya lagi.
 

Ketika telah tiba di rumah dengan selamat, ia bersiap untuk keluar dari tubuh Yi Kyung, tapi kemudian sadar bahwa proyek bersih-bersihnya dapat menimbulkan masalah. Karena ia akan meminjam tubuh Yi Kyung lagi, ia tidak boleh membiarkan Yi Kyung tahu keberadaannya. Ia segera sibuk memberantaki kamar Yi Kyung, menyebarkan debu, tanpa sengaja ia menyenggol kotak yang berisi kartu-kartu yang disimpan Yi Kyung selama bertahun-tahun.
Ji Hyun membaca kartu-kartu itu, semuanya berasal dari Song Yi Soo. Satu ketika SMP, yang lain ketika berumur 20 tahun dan dihiasi dengan gambar hati. Ji Hyun menyimpulkan bahwa Yi Soo bukan adik Yi Kyung karena ia ingat kalau Yi Kyung adalah yatim piatu.
Ji Hyun juga sadar bahwa Yi Soo adalah orang yang telah meninggal dalam hidup Yi Kyung. Ia berjanji untuk mencari tahu tentang dirinya.
Ji Hyun keluar dari tubuh Yi Kyung, ia lupa untuk mengotori kembali kamar mandi. Ketika Yi Kyung melihatnya, kamar mandi yang bersih itu sangat mengganggunya, ia segera pergi ke tempat Dr. Noh lagi untuk mendiskusikan hal ini.
 

Kang masih menunggu di luar, ia melihat Yi Kyung yang berjalan pergi. Ia bertanya-tanya apa yang menyebabkan Ji Hyun menyembunyikan identitasnya dan apa peranan Yi Kyung dalam hal ini.
 

Malam itu, Ji Hyun mengunjungi orangtuanya di rumah sakit, ia memohon pada ayah supaya jangan keras kepala lagi. Ia terkejut ketika ibunya mengalah dan berkata bahwa ayah tidak usah operasi jika ia ia tidak mau , tapi ia tidak mau Min Ho menggantikannya sebagai kepala rumah tangga. Ia akan mengurus semuanya sendiri, jadi ayah bisa meninggal tanpa beban di bahunya.
Ayah heran kenapa ia tidak mempercayai Min Ho. Ibu berkata bahwa ini bukan masalah kepercayaan, ini karena ia tidak memerlukannya. Ia berkata bahwa ia selalu hidup nyaman selama beberapa tahun ini, ia berterimakasih pada ayah, oleh karena itu sekaranglah saatnya ia menjaga keluarganya.
Paginya, Ji Hyun menyambut Yi Kyung yang baru pulang dari kerja. Kang telah menghabiskan seluruh malamnya menunggu di luar dan melihat Yi Kyung yang lelah masuk ke dalam, beberapa menit kemudian Yi Kyung yang bersemangat dan berpakaian cantik keluar dengan gembira. Ia menggabungkan semua yang dilihatnya dan menyimpulkan bahwa Ji Hyun meminjam tubuh Yi Kyung.
 

Kang melihat Ji Hyun sedang melihat lowongan pekerjaan di koran. Ia bertanya pada Ji Hyun, katanya ia pergi jauh, kenapa ia masih disini, jika ia menganggur lebih baik ia pergi ke Heaven bersamanya. Ia menceritakan bahwa kemarin ia terlau banyak minum dan bermimpi bahwa Yi Kyung berkata kalau ia adalah Ji Hyun dan meminta pertolongan padanya.
 

Kang bukan orang yang pintar berbohong. Untungnya, Ji Hyun bukan orang yang cepat tanggap, ia menerima saja alasan Kang bahwa ia berjalan sambil tidur. Kang berkata kalau manager Oh memarahinya kemarin dan memintanya untuk mempekerjakannya lagi setelah ia mengartikan mimpinya bahwa ia membutuhkan Yi Kyung. Ia menawarkan untuk menaikkan gajinya 50% dan statusnya masih pegawai lepas. Ji Hyun menerimanya dengan senang.
 

Kang memperkenalkan Yi Kyung kembali pada seluruh staff dan semuanya tersenyum mengerti untuk menerimanya kembali. Kecuali Su Jin yang tersinggung karena hadiah perpisahan Yi Kyung adalah kaktus, ini penghinaan bagi kepribadiannya. Yi Kyung menjelaskan, sebenarnya ia memberikan kaktus karena Su Jin terlihat “berduri di luar tapi penuh air mata didalam”, ini adalah karakternyayang sebenarnya. Su Jin merasa akhirnya ada yang memahami dirinya.
Kang bertanya pada manager Oh tentang semua yang menyangkut teori “49 hari untuk menyelesaikan sesuatu”. Dan menjaga semuanya hanya hipotesis saja, karena Ji Hyun tidak bisa membuka keadaannya. Ia menjaga rahasianya.
 

Ji Hyun mendapat telpon dari Min Ho. Ia kemudian minta ijin pada Kang bahwa ia harus pergi. Kang bertanya apakah ia akan kembali, kemudian menambahkan bahwa ia harus kembali, jika tidak ia harus menelponnya.
Ji Hyun bertemu dengan Min Ho. Min Ho bertanya kenapa sulit sekali menghubunginya. Kenapa ia mematikan telponnya. Ji Hyun tidak mau menjelaskannya.
Ji Hyun mengembalikan kunci apartemennya, tapi bukan berarti ia tidak akan bertemu dengannya lagi walaupun ia tahu Min Ho mengkhianati tunangannya  dengan berpacaran dengan Eun Jung juga merencanakan untuk membuat bangkrut perusahaan calon mertuanya. Min Ho mengakui bahwa ia punya hubungan dengan Eun Jung dan menyebut dirinya orang jahat.
 

Ji Hyun  menyela perkataannya, ia berkata bahwa ia tidak peduli dengan hubungannya dengan Eun Jung yang diinterpretasikan Min Ho bahwa Ji Hyun ingin berkencan dengannya juga.
Telpon Min Ho berbunyi, Min Ho menahan Ji Hyun dan menerima telpon dari manager pabrik di Jinan. Ji Hyun mengenali namanya, karena ia berbisnis dengan ayahnya dari awal. Ia bingung dengan petunjuk yang diperolehnya saat ia mendengarkan MinHo marah. Min Ho berencana untuk bertemu orang itu besok.
Min Ho membuat rencana untuk membuat perjalanan bisnis satu malam ke Jinan, dimana ia akan berbicara dengan manager Seo dan mempunyai beberapa pertemuan bisnis. Ia menolak ajakan Eun Jung untuk pergi bersama, yang membuatnya kecewa. 
 

Kang dengan manis berjalan keluar restoran sambil menunggu Ji Hyun, tapi ketika Ji Hyun kembali, ia berpaling dan pura-pura tidak peduli. Manager Oh melihatnya sambil tersenyum.
Eun Jung pergi ke Heaven. Ia bertanya pada Kang apakah ia berkencan dengan Yi Kyung, Kang membantahnya. Ia datang untuk bertanya apa rencananya besok. Besok Kang berencana untuk pergi ke Jinan untuk mempersiapkan hari peringatan kematian ibunya.
Eun Jung mempergunakan kesempatan ini untuk menyarankan agar mereka pergi ke Jinan bersama, tentu saja ia akan mengajak Seo Woo. Ini  bisa jadi alasan bila ia bertemu Min Ho disana.
 

Ketika ia akan keluar, Eun Jung berhenti untuk berbicara dengan Ji Hyun dan mencoba menerangkan hubungannya dengan Min Ho, berkata bahwa mereka juga kesulitan dengan keadaan itu. Ji Hyun menerima penjelasan Eun Jung dan berjanji untuk menyimpan rahasia mereka. Ini membuat Eun Jung lega.
Hubungan antara Eun Jung dan Seo Woo masih tegang. Eun Jung berusaha mengajak Seo Woo pergi ke Jinan , tapi Seo Woo menolaknya. Eun Jung memberitahunya bahwa Kang juga akan ikut, Seo Woo pun akhirnya setuju.
 

Yi Kyung bertemu dengan Dr. Noh untuk terapi hipnosisnya yang pertama. Ia mengikuti semua perintah Dr. Noh untuk membuka pintu yang dilihatnya dalam pikirannya. Ia tenang sampai ia melihat flashback ketika ia akan bunuh diri, tapi kali ini ia melihat roh Ji Hyun memohon padanya untuk tidak melakukan itu.
Dr. Noh membangunkannya ketika ia melihatnya menggapai-gapai dalam keadaan tidak sadarnya dan bertanya apa yang mengganggunya. Yi Kyung juga tidak mengerti dan bertanya padanya apa yang ia lihat.
 

Paginya, Ji Hyun meminjam tubuh Yi Kyung dan siap untuk pergi ke Jinan bersama Min Ho. Scheduler datang, ia tidak setuju dengan rencananya menggunakan tubuh Yi Kyung untuk pergi bersama Min Ho dalam  perjalanan satu malam. Ji Hyun berkata bahwa itu tidak akan menjadi perjalanan satu malam karena ia akan pulang dengan bus saat tengah malam. Scheduler berkata bahwa semua pria akan membuatnya wanita yang dikencani mau diajak menginap.
Ji Hyun berkata bahwa Scheduler terlalu protektif terhadap Yi Kyung ketika Ji Hyun berada ditubuhnya. Scheduler tidak bisa menjawab, tapi ia berkeras bahwa itu rencana yang berbahaya. Ia lebih baik mencari air mata murninya.
Ji Hyun berkata bahwa air mata  murni bukanlah hal yang mudah didapat baginya. Ia tersentuh ketika ada yang mencintainya, tapi tidak ada yang ia bisa lakukan sekarang untuk mengubah cinta seseorang. Yang harus dilakukannya adalah menyelamatkan ayahnya. Ia harus mematahkan kepercayaan ayahnya pada Min Ho, agar ia mau dioperasi dan mengejar satu-satunya pilihan agar ia tetap hidup.
Scheduler putus asa dan memberitahunya jika ia pergi ia tidak akan menanggung resikonya. Ji Hyun berkata bahwa ia tidak takut lagi pada kematiannya, tapi ia takut ayahnya meninggal karena dirinya. Scheduler menjawab bahwa hidup dan mati seseorang tidak tergantung usaha seseorang, semuanya takdir. Lebih baik meninggalkan semuanya pada takdir Tuhan.
 

Kedatangan Ji Hyun mengejutkan Min Ho. Ji Hyun berkata bahwa ia akan ikut bersamanya ke Jinan. Min Ho merasa senang yang membuat moodnya bagus selama perjalanannya ke Jinan.
Selama di perjalanan, Ji Hyun bertanya pada Min Ho, tunangannya itu seperti apa. Ia menjawab bahwa ia bukan wanita yang menarik, ia orang yang simpel dan polos. Ji Hyun berkata bahwa Min Ho juga bukan orang yang menarik, karena orang yang gampang dibaca tidak menarik. Tapi ia tidak bisa melihat satu hal; mengapa ia membuat keluarga Shin bangkrut, apakah ia mempunyai dendam pada mereka.
Min Ho menjawab bahwa ia tidak punya dendam pada mereka. Ji Hyun adalah gadis yang baik dan orangtuanya juga orang-orang yang baik, mereka hanya tidak beruntung saja seperti dirinya.
Seo Woo dan Eun Jung juga pergi ke Jinan bersama, sedangkan Kang pergi ke tempat yang ingin ditujunya. Ia ingin mencari seorang pendeta yang tahu tentang teori 49 hari.
 

Setelah menemukan pria itu, Kang mencecarnya dengan banyak pertanyaan tentang kehidupan setelah mati. Ia ingin tahu apakah roh yang sedang menjalani waktu 49 harinya dilarang mengungkap identitasnya. Apa yang harus dilakukan roh itu untuk dapat hidup kembali?
Min Ho menurunkan Ji Hyun di kota sebelum menuju tempat pertemuannya dengan manager pabrik Seo. Ia bembuat rencana untuk makan malam dengannya. Ji Hyun mencoba untuk memanggil taksi untuk mengikuti mobilnya, tapi ia gagal. Akhirnya ia menghabiskan waktunya dngan jalan-jalan di lingkungan lamanya.
 

Pertemuan dengan manager Seo menjadi sedikit panas karena Min Ho membahas tentang masalah pembangkrutan perusahaan. Min Ho yang merubah rencananya membuat pihak lain menjadi curiga sehingga banyak ketidakpercayaan yang muncul di kedua belah pihak.
 

Min Ho menyebut manager Seo hanya menggertak untuk menghancurkan rencana mereka dengan memperingatkan Presiden Direktur Shin. Perkataannya membuat manager Seo terdiam. Min Ho memperingatkan mereka untuk tidak melakukan apapun sampai ia memerintahkannya untuk beraksi.
 

Seo Woo dan Eun Jung sudah sampai di Jinan dan melihat sekeliling mereka dengan mata yang rindu pada lingkungan lama mereka. Seo Woo penuh dengan kenangan yang indah, sedangkan Eun Jung kelihatannya tidak.
Ji Hyun berjalan-jalan di lapangan sekolah lamanya. Kang melihatnya. Kang terlihat lebih bersimpati padanya. Ia berpikir betapa kesepiannya Ji Hyun selama ini, harus menyembunyikan identitasnya dari semua orang yang dikenalnya.
 

Flashback.
Di sebuah pertemuan klub, Kang hanya berdiri saja, sedangkan yang lain sedang sibuk memilih kartu untuk berpasangan dalam rangka mencari dana. Ji Hyun terpilih sebagai partnernya. Ji Hyun merasa tidak beruntung dan bertanya apakah ada yang mau berganti pasangan dengannya. Kang merasa terhina, ia mengetuk kepala Ji Hyun dan mengingatkannya kalau ia juga tidak mau berpasangan dengannya.
 

Ji Hyun kaget ketika berbalik dan melihat Kang. Ia mencoba mencari alasan yang tepat. Ia berkata bahwa sekolah ini terkenal sedangkan sekolahnya tidak. Kang berkata apakah ia tidak mendengar pertanyaannya.
Ji Hyun berkata bahwa ia datang kesini bersama Min Ho. Kang berpikir bahwa hal ini masuk akal,mungkin Ji Hyun masih punya perasaan pada Min Ho. Ji Hyun segera menjelaskan bahwa ia tidak tertarik pada pria yang sudah bertunangan, ia tidak punya hubungan dengan Min Ho. Kang mengerti dan berkata bahwa bisa saja ia menyukai pria yang sudah bertunangan karena kita tidak bisa mengontrol perasaan kita. Ia menambahkan bahwa mengakui perasaan lebih menyakitkan daripada mengabaikannya.
Min Ho mengajak Ji Hyun bertemu jam 7 malam untuk makan malam. Ia belum tahu kalau Kang, Seo Woo dan Eun Jung ada disini. Ketika Eun Jung meng sms nya memintanya menelpon, ia mendesah dan merasa terganggu. Ia meng sms Eun jung kalau ia akan minum-minum dengan rekan bisnisnya.
 

Eun Jung tidak percaya, ia menelpon hotel tempat Min Ho  menginap untuk mencari tahu nomor kamar Min Ho. Ia kemudian memberitahu Seo Woo bahwa ia tidak akan datang pada acara makan malam mereka dengan Kang, jadi Seo Woo bisa makan malam berduaan dengan Kang.
Disaat yang sama, Eun Jung mendapat sms dari Ji Hyun memberitahunya dimana tempat ia dan Min Ho akan bertemu untuk makan malam.
 

Kang menawarkan pada Ji Hyun untuk berkeliling kota sampai tiba waktu makan malam. Ia terus melirik pada Ji Hyun, segera melihat ke arah lain jika Jihyun memergokinya.
Tentu saja Ji Hyun belum sadar kalau Kang menyukainya dan hanya bertanya-tanya kenapa Kang terus menatapnya.
 

Di tempat yang ditentukan, Kang menurunkan Ji Hyun, bahkan ia berharap agar Ji Hyun senang kencan dengan Min Ho. Ji Hyun bertemu dengan Min Ho yang menunggunya di dekat tempat itu. Ia merasa senang karena akan kencan dengan Ji Hyun.
Ia tidak tahu bahwa Eun Jung dalam perjalanan menuju tempat mereka, sedangkan Ji Hyun bersiap menghadapi konfrontasi.
 

Tiba-tiba ia merasa pusing. Ia kehilangan pegangan pada tubuh Yi Kyung dan rohnya mulai keluar dari tubuh Yi Kyung. Saat Yi Kyung terjatuh ke tanah, roh Ji Hyun terlempar keluar. Ia melihat dengan ngeri saat ia sadar kekacauan yang dibuatnya.
 

Min Ho memanggil nama Yi Kyung dengan cemas dan Yi Kyung mulai sadar. Ia menatap Min Ho dan bertanya, “Siapa kau?”



Credits: www.dramabeans.com

0 comments:

Posting Komentar