Pages

02/04/11

49 DAYS EPISODE 5


Ji Hyun mengalahkan Eun Jung dalam perlombaan menuju rumah Ji Hyun. Ia memperkenalkan diri sebagai teman lama Ji Hyun kepada Ibu. Karena ia sangat mengeanl ibunya, ia tahu bagaimana cara menjelaskan siapa dirinya. Ibu curiga karena Ji Hyun tidak pernah bercerita dengannya, Ji Hyun (dalam tubuh Yi Kyung) berkata mereka adalah teman dari klub online. Ji Hyun pernah meminjam video tentang trik sulap, karena sekarang ia membutuhkannya, ia ingin mengambilnya. Ia mengingatkan Ibu bahwa Ji Hyun menampilkan trik sulap saat ulang tahun perkawinan orangtuanya tahun lalu. Saat itu mereka berlatih bersama. Ibu masih curiga, tapi Ji Hyun dengan mata sedihnya berkata itu karena ia hanya teman dari internet.
Ji Hyun mendapat ijin untuk masuk ke kamarnya, dengan tergesa-gesa ia mengambil capnya dari kantung kangguru. Tak sengaja ia juga menarik keluar sebuah kalung dari kantung itu. Ia mengambil sebuah CD sulap dan sebuah kamera digital sambil berbisik pada Tuhan bahwa ia hanya meminjamnya bukan mencurinya.
Saat akan keluar, ia melihat ibunya yang kelelahan. Ia pun mendekatinya dan menyuruhnya makan. Ia menambahkan bahwa Ji Hyun sangat mengagumi ibunya dan ingin menjadi ibu seperti dirinya.Hal ini membangkitkan semangat Ibu, karena selama ini ia mengira bahwa Ji Hyun “anak papa”, jadi ia sangat senang mendengar bahwa Ji Hyun juga sangat menyayanginya.
Dengan tidak sabar, Ibu bertanya apakah Ji Hyun bercerita lagi tentangnya, tapi sebelum ia bisa menjawab, Eun Jung membunyikan bel pintu pagar. Sadar waktunya hanya sedikit, Ji Hyun segera keluar dan bersembunyi di belakang pohon.
 

Sebuah flashback menceritakan pada kita bagaimana cara Ji Hyun memperoleh ide ini. Scheduler menyuruh Ji Hyun untuk memakai kepalanya, karena IQnya meningkat setelah ia berbentuk hantu. Ji Hyun menebak kalau Scheduler memberinya petunjuk untuk tujuan tertentu. Dengan tergagap, Scheduler membantahnya. Mungkin ia melanggar peraturan untuknya, tapi ia juga tidak ingin ketahuan. Ji Hyun memikirkan cara untuk mengambil capnya. Ia mendapat sebuah ide, ketika ia dalam tubuh Yi Kyung, tidak ada seorang pun yang menyangka kalau ia Ji Hyun. Heh, kenapa ia baru tahu sekarang? End flashback
 

Karena senang telah menggagalkan rencana Min Ho, Ji Hyun pun pergi dengan gembira.
Eun Jung datang dengan alasan HP nya ketinggalan di kamar Ji Hyun. Ia mencari cap Ji Hyun di kantong kangguru, tetapi tidak menemukannya. Ia bertanya-tanya apa Ibu Ji Hyun yang menemukannya. Dengan santai ia bertanya pada ibu tentang boneka kangguru itu. Tapi ibu Ji Hyun dan pembantunya malah curiga dengan perubahan perilaku Eun Jung. Sangat mengherankan karena mereka tinggal selama beberapa tahun bersama dan Eun Jung lupa kalau Ibu bukan orang yang gampang percaya.
Ibu mendesah, seharusnya tadi ia menjamu teman Ji Hyun yang bermata sedih. Itu membuat Eun Jung curiga, teman yang tidak dikenalnya?
 

Ia melaporkan semuanya kepada Min Ho. Eun Jung menceritakan kecurigaannya tentang seorang teman Ji Hyun yang tidak dikenalnya. Tapi Min Ho mengabaikan semua kecurigaannya, menegaskan bahwa teman Ji Hyun itu tidak mempunyai motif untuk turut campur. Tidak ada yang tahu rencana mereka, jadi tidak ada yang punya motif untuk mengambil cap itu.. Ia menambahkan bahwa setiap orang punya satu rahasia terdalam. Eun Jung memandang Min Ho dengan tajam, ingin tahu apa rahasianya.
Waktu mereka sudah mepet, mereka harus segera menangani proyek tanah Haemido. Min Ho memastikan Eun Jung bahwa ia akan menanganinya. Ia memastikan bahwa ia akan memperoleh jalan dengan sedikit bertukar pikiran.
 

Di restoran, Kang diganggu oleh pikiran tentang Yi Kyung dan pertemuan mereka di rumah sakit. Kang memberitahu manager Oh tentang pertemuan itu dan menyimpulkan bahwa Yi Kyung menderita suatu penyakit yang parah. Kang mendesah, seharusnya ia tidak menerima Yi Kyung bekerja disini hari itu dan bertanya –tanya kenapa manager Oh tidak menghentikannya.
Sebaliknya, manager Oh malah geli melihat Kang yang frustasi. Ia bertanya apakah Kang sangat mencemaskan Yi Kyung.
Kang langsung membantah, ia tidak cemas tapi terganggu. Manager Oh menambahkan, “Mencoba menyembunyikan sesuatu bukan berarti hal itu tersembunyi.” Kang terus protes, ia mengeluh bahwa Yi Kyung tukang pembuat masalah seperti Ji Hyun.
 

Ji Hyun datang ke restoran dan mencari tempat untuk menyembunyikan capnya. Ia merasa tidak aman menyembunyikan cap di apartemen Yi Kyung. Ia bersembunyi supaya tidak terlihat oleh manager Oh yang membuatnya berjalan menuju tempat tinggal Kang. Ia dan manager Oh mendengar Kang mandi sambil bernyanyi. Nyanyiannya sangat jelek.
 

Ji Hyun sadar Kang menyanyi dengan riang dan salah paham bahwa ia tidak peduli dengan temannya yang sedang ada dirumah sakit. Ia mengeluh karena nyanyiannya yang jelek telah menghancurkan lagu yang ia sukai.
 

Ketika Kang turun kebawah, ia kaget melihat Ji Hyun datang dan berpartisipasi dalam hari bersih-bersih. Meskipun Ji Hyun ingin meneruskan pekerjaannya, Kang malah menyuruhnya pulang, karena ia sedang sakit. Ji Hyun berkeras tidak mau pulang, tapi Kang menarik tangannya dan menyeretnya keluar.
Perbuatannya itu menarik perhatian istri manager Oh yang kemudian berkata, “Ia lebih dingin dari Kim Jo Won.” Manager Oh mendramatisasi kejadian itu. Ia mendesah, “Drama sekarang menghancurkan para wanita.”
Ji Hyun heran dengan kekhawatiran Kang tentang kesehatannya dan menyindir bahwa ia pasti menyesal karena telah memberinya waktu yang sulit dan memberitahunya bahwa ia hanya punya sedikit waktu untuk bersamanya. Kang menyimpulkan bahwa itu tentang kematian Ji Hyun. Ia bertanya, “Itu tidak benar bukan?” Ji Hyun hanya berkata, “Sekarang tinggal 42 hari” Ia memberitahunya bahwa itu penyakit langka. “Yang dapat kukatakan dengan pasti, kita masih bisa bersama selama 42 hari, setelah itu kau tidak akan melihatku lagi.” Ji Hyun menjanjikan hal itu, berpikir bahwa ia akan senang mendengarnya.
Untuk menutupi rasa sakit, kecewa, Kang menggerutu dan memanggilnya sangat jahat dan menggerutu lagi apakah ia bisa bersih-bersih atau tidak.
 

Ji Hyun tidak dapat dibodohi dengan sikapnya itu dan berpikir pada dirinya sendiri bahwa Kang sangat pengertian dan lembut pada Yi Kyung: “Ia tega hanya kepadaku.” Tanpa sengaja ia memukul tepat di kepalanya. Itu yang diinginkan Kang, karena masalahnya ada di hatinya.
Kang tersadar bahwa dirinya memandanginya sepanjang hari ketika Ji Hyun bersih-bersih. Mencoba untuk mengabaikannya, ia pun ikut membantu. Ia melakukannya diam-diam, berharap dengan mengabaikannya, perasaannya menjadi tidak nyata. Perilakunya tidak lolos dari perhatian manager Oh dan istrinya yang terlihat sangat geli.
Kang ragu-ragu beberapa saat ketika manager Oh memberitahunya bahwa pianonya perlu di stel ulang yang mengindikasikan bahwa piano itu berhubungan dengan suatu kenangan.
 

Min Ho merenung bagaimana cara menyelesaikan masalah proyek Haemildo dan teringat kembali dengan pertemuannya dengan dokter kemarin yang berkata bahwa gelombang otak Ji Hyun sangat lemah. Dokter memberitahunya ini masalah waktu sampai malaikat maut menjemputnya.
 

Min Ho terlihat cukup kecewa, tapi itu karena sedih dengan  kesehatan Ji Hyun ataukah perasaan bersalah.
Ia mendengar ayah Ji Hyun berdebat dengan dokter dan tiba-tiba ia memegang kepalanya, terlihat sangat kesakitan. Ia menyuruh dokternya pergi.
 

Min Ho mengajak ayah keluar untuk makan malam dan akhirnya mengaku bahwa ia belum menyelesaikan kontrak Haemildo sebelum Ji Hyun kecelakaan. Ayah tertegun dan marah, dan dengan suara yang gemetar, ia memberitahu ayah bahwa Ji Hyun salah  memberinya lipstick bukan cap stempel resminya. Bila ingin menjual tanahnya tanpa stempelnya, mereka harus menyatakan bahwa dirinya tidak kompeten.
Wah taktik Min Ho terlihat jelas. Min Ho berbicara dengan ragu-ragu dan penuh rasa sakit, dengan ketulusan yang palsu ia seperti tunangan yang ditinggalkan. Min Ho berkata: “Aku tidak bisa melakukannya ayah.”
Min Ho memberitahu ayah untuk membuat keputusan dan berkata dengan lelah, “Aku hanya ingin ada disamping Ji Hyun.” Ia pun memberikan surat pengunduran dirinya.
 

Manager Oh menghadiahi istrinya makan malam dengan pasta dan cahaya lilin yang menerangi malam itu, menjelaskan bahwa sebenarnya ia sangat suka kepiting, tapi karena kesehatannya ia hanya memakannya ketika hari bersih-bersih.
 

Ia mengatur supaya yang lebih muda makan di meja yang terpisah, dimana Ji Hyun memilih-milih makanannya, yang tentu saja diperhatikan oleh Kang. Ia juga memperhatikan bagaimana ia menyingkirkan bay leaf yang mengingatkannya pada Ji Hyun.
 

Suasana hati Ji Hyun sedang murung yang sangat kontras dengan pasangan manager Oh dan istrinya. Kebahagiaan mereka mengingatkannya pada kisah cintanya. Ia mendesah bahwa ia iri dengan mereka dan ia juga ingin bahagia seperti mereka.
Ia melihat Kang sedang memandangnya dan Kang segera melihat ke arah lain dan mengganti topik pembicaraan. Ji Hyun tahu ia hanya ingin menghiburnya dan menggodanya karena hal itu untuk meringankan suasana. Kemudian Kang memberikan gaji  Ji Hyun yang diterimanya dengan rasa terimakasih.
 

Tapi perasaan melankolis kembali muncul saat Ji Hyun berjalan pulang berpikir bahwa tidak ada yang menangis untuknya kecuali dirinya sendiri, berharap mempunyai seseorang untuk bersandar dan menangis.
 

Tiba-tiba ia mendengar seruan dari Scheduler yang duduk di ayunan di sebuah taman bermain, ia memakai pakaian sekolah yang dibordir dengan nama “Scheduler”. Ia menceritakan sebuah pesan teks sambil mengetik sebuah pesan, ia menyebutnya seperti anak kecil dan bodoh.
Ji Hyun membalasnya dengan mengkritik cara Scheduler menghinanya dan Scheduler memandangnya dengan mata yang besar dan tanpa dosa, berkata, “ Noona, aku hanya menyapamu.”
 

Ji Hyun bergabung dengannya duduk di ayunan dan memberitahunya dengan bangga bahwa ia telah menemukan capnya dan ingatannya lebih baik sekarang. Kita tahu bahwa Scheduler selalu terganggu dengan Jihyun yang selalu marah-marah, tapi ini tidak menghentikannya mengeluh bahwa ia ketinggalan sebuah konser yang menunggunya.
Karena ingin mengeluarkan perasaannya, Ji Hyun memberitahu Scheduler bahwa hari ini adalah hari pernikahannya. Tapi bukannya menikah, ia malah dijebak oleh orang yang akan menikahinya dan melarikan diri dengan gembira. Sangat lucu bukan? Scheduler berkata bahwa hidup adalah lelucon.
 

Ji hyun mengingatkan Scheduler bahwa ia memberitahunya bahwa ia adalah kasus ketiganya dalam tantangan 49 hari dan bertanya apa yang terjadi pada orang yang lain. Ia sangat ingin tahu apa mereka sukses mengumpulkan tiga airmata, tapi Scheduler mengingatkan dengan tegas bahwa hal itu diklasifikasikan dengan info.
Ji Hyun cemberut, Scheduler memberitahunya bahwa mencaritahu apa yang terjadi pada jiwa lain tidak akan merubah keadaannya, jadi lebih baik ia mencari cara untuk mengumpulkan airmatanya.
 
 
Sedikit lucu ketika malamnya Ji Hyun bercerita kepada Yi Kyung yang sama sekali tidak bisa mendengar perkataannya.
 

Scheduler menelpon Ji Hyun untuk keluar dari apartemennya. Ia lebih suka menelpon daripada masuk ke apartemen Yi Kyung. Alasannya ia tidak menyukai kamar itu, ia tidak tahu sebabnya, tetapi ia merasa tidak nyaman disana.
Ia membawa Ji Hyun ke sebuah departement store yang tutup pada malam hari dan menyuruhnya untuk mengambil apapun yang ia suka. Ia menambahkan,” Berbelanja adalah hal yang terbaik untuk menghibur seorang wanita.”
Dengan kekuatan magisnya, ia memakaikan Ji Hyun berbagai macam setelan hanya dengan lambaian tangannya. Ji Hyun merasa pakaian yang dipilihkannya terlalu pendek dan terbuka, ia menginginkan Scheduler untuk mencopotnya. Scheduler walaupun bukan manusia, ia adalah seorang pria dan ia bertanya , “Benarkah?”
 

Ji Hyun mengancam akan membunuhnya, tapi Scheduler mengingatkan kalau ia sudah meninggal. Ia mendorongnya,” Apakah kamu tidak percaya diri dengan posturmu? Aku mengira kau sudah membiarkan dirimu pergi.”
Ji Hyun berkata bahwa ia jahat padanya di hari yang sedih baginya, yang dibantahnya bahwa tidak menikahi Min Ho adalah hal terbaik yang terjadi pada dirinya. Ji Hyun merasa perkataan Scheduler benar, maka ia berbelanja dengan entusiame yang berbeda. Ia bahkan memotong rambutnya, membuktikan bahwa kebahagiaannya kembali.
Scheduler berkomentar pada penampilan sebelum dan sesudahnya perubahannya dan Ji Hyun berkata bahwa moodnya yang bagus muncul karena ia menyadari bahwa ia masih punya dua orang disisinya, Scheduler dan Kang. Scheduler meyakinkannya bahwa ia tidak ada berada dipihaknya.
Ia merenung, selama ini ia mengira bahwa Min Ho adalah orang terbaik di dunia, tapi ternyata ia orang yang menakutkan. Sekarang ia tahu bahwa Han Kang lah yang mempunyai hati yang baik.
 

Seo woo dan Eun Jung sedang sarapan, Seo Woo mendesah, apa yang akan terjadi jika Ji Hyun tidak mengalami kecelakaan. Ia mulai menyesal kenapa Ji Hyun ingin memamerkan baju itu pada Min Ho dan Eun Jung. Merasa tidak nyaman dengan topik itu, Eun Jung menyuruh Seo Woo untuk merelakannya.
Seo Woo heran dengan sikap Eun Jung yang aneh. Ia menangis, “Apakah teman Ji Hyun hanya kau saja? Aku juga!”. Eun Jung mengabaikannya dan pergi.
 

Ji Hyun (dalam bentuk hantunya) sedang menghabiskan waktunya di toko kecil Yi Kyung, menunggu gilirannya untuk mempergunakan tubuhnya. Ia melihat Yi Kyung terkantuk-kantuk, ia menyadari bahwa aktivitas siangnya telah berdampak pada tubuh Yi Kyung.
 

Jam kerja Yi Kyung telah selesai, mereka pun keluar untuk pulang, tiba-tiba mereka bertemu dengan Dr. Noh. Ia tersenyum manis seperti biasa dan menawarkan Yi Kyung untuk mentraktirnya sarapan, tapi Yi Kyung mengabaikannya. Ji Hyun menyimpulkan bahwa ia pacar Yi Kyung. Tapi Dr. Noh berkata bahwa ia 100% bertanggungjawab atas kematian orang itu. Itu sebabnya ia berhenti bekerja dan hidup diam-diam di lingkungan ini, dimana ia hidup seperti orang mati selama 2 tahun.
Ia akhirnya keluar dari keterpurukannya dan melihat Yi Kyung bekerja di toko kecil itu 6 bulan yang lalu. “Ini sudah 5 tahun untukmu. Seharusnya kau tidak hidup seperti ini selama itu.” Ia menyuruh Yi Kyung melepaskan perasaannya yang terpendam dan berkata bahwa ia akan membantunya sebagai seorang psikolog.
Yi Kyung berbalik dan berkata, “Aku benci orang yang kau ingat. Aku juga benci kata-kata itu. Aku tidak membutuhkannya.”
Dr. Noh menekankan bahwa ia harus melepaskan emosinya dan menawarkan diri untuk jadi temannya. Tawaran itu membuat Yi Kyung semakin marah. Ia menolaknya dengan datar.
 

Di rumah, Ji Hyun melihat Yi Kyung dengan penuh simpati, bertanya-tanya siapa orang yang dicintai Yi Kyung yang meninggal. Ia sadar bahwa orang tuanya juga bisa seperti itu. Ji Hyun pun menangis.
 

Saat ia berada di tubuh Yi Kyung, ia melihat foto keluarganya yang ada di dalam kamera yang dipinjamnya dan berjanji akan mengembalikan pada orangtuanya suatu saat nanti. Ia mulai memeriksa daftar teman yang dimilikinya dan mengira-ira siapa yang bakal menangis.
Sayangnya ia tidak mempunyai nomor telepon teman-temannya, jadi ia meminta ijin pada Kang untuk mempergunakan komputernya. Kang pun mengijinkannya.
Ia menemukan daftar nomor telepon online dan menduga ia dapat menelpon satu orang setiap harinya. Tapi masalahnya adalah jam kerjanya dari jam 11 pagi sampai jam 11 malam. Kapan ia bisa bertemu dengan mereka?
 

Min Ho pura-pura ditelpon seseorang sehingga ayah Ji Hyun akan mendengar perdebatan dan permohonannya tentang proyek Haemildo. Itu caranya menekan ayah Ji Hyun untuk mengumumkan ketidak kompetenan Ji Hyun, karena tanpa tanah Ji Hyun, mereka tidak bisa memenangkan proyek Haemildo ini.
Ayah Ji Hyun mengembalikan surat pengunduran dirinya dan meminta Min Ho untuk mencari jalan lain. Lagi-lagi Min Ho bersandiwara, ia berkeras bahwa ia ingin  keluar dari pekerjaannya dan merawat Ji Hyun, sedangkan ayah bisa menjaga perusahaan.
Ayah termakan sandiwara Min Ho, ia berteriak pada Min Ho untuk jadi laki-laki sejati, bukan menjadi pengecut di samping ranjang tunangannya. Taktik Min Ho sukses. Ia pun meng sms Eun Jung, memastikan semua berjalan lancar.
Min Ho bertemu dengan Direktur Jung yang menyebutnya impresif dari penanganannya yang agresif. Direktur Jung dan ayah Ji Hyun akan menalangi anggaran untuk proyek Haemildo, dengan beberapa ketentuan tambahan, jika mereka tidak dapat mengembalikan jumlah yang ditentukan dalam jangka waktu tertentu, mereka harus melepaskan sahamnya. Tapi jika mereka menemukan cap resmi Ji Hyun maka mereka akan memprosesnya sesuai ketentuan di kontrak yang asli.
 

Kang melihat Ji Hyun datang ke kantornya. Ia bertanya apa yang diinginkannya kali ini. Ji Hyun punya satu hal yang harus dinegosiasikan dengannya dan mengingatkannya bahwa ia pernah mengejeknya bahwa ini bukan kerja part time. Jadi bisakah ia merubah pekerjaannya menjadi kerja part time?
Ia telah mengadakan riset dan mau menurunkan upah perjamnya sebanyak satu dollar, dan menekankan bahwa bayaran awalnya dibawah upah minimum. Ia berkata bahwa ia tidak punya banyak waktu lagi untuk hidup di tubuh ini, dan punya banyak hal yang harus diurusnya. Kang menyimpulkan bahwa ia memakai komputernya untuk mencari tahu upah minimum. Kang menyebutnya tak tahu malu dan bertanya apakah ia berpikir kalau Kang akan menyetujuinya.
Ji Hyun merenungkan hal itu dan memutuskan bahwa Kang tidak mungkin menyetujuinya. Ia mendesah bahwa ia harus mencari pekerjaan lain. Kang yang tidak ingin Ji Hyun berhenti, segera menyetujui permintaannya bahkan menaikkan upahnya menjadi upah minimum.
 

Min Ho datang untuk membicarakan bisnis dengan Kang, tepat waktu Ji Hyun tertawa saat ia mengakui kalau ia bercanda juga. Kang pun ikut tertawa.
 

Min Ho terganggu dengan perubahan sikap Ji Hyun yang semula ceria berubah menjadi melotot begitu melihat dirinya. Ia memanggil Ji Hyun dan menyuruhnya untuk menjaga sikapnya, jika ia tidak ingin Min Ho salah paham dengan perasaannya (bahwa ia tertarik pada Min Ho), ia harus menjaga sopan santunnya. Ia mengutip bagaimana sikapnya padanya, caranya mengabaikannya dan bagaimana tegasnya ia berubah dari ramah menjadi tidak ramah.
Ia meminta permintaan maaf, Ji Hyun menjadi kesal, tetapi ia teringat dengan peringatan Scheduler untuk tidak memecahkan kalungnya, ia pun meminta maaf.
Min Ho menyimpulkan bahwa sikapnya berubah ketika ia tahu bahwa Min Ho sudah bertunangan dan bertanya bagaimana ia tahu kalau ia punya tunangan. Ji Hyun bertanya apakah ia masih punya tunangan. Min Ho menjawab, “Aku punya, tapi....”
Ji Hyun memotong perkataannya dan memberitahunya bahwa ia hanya seorang karyawan yang tidak tertarik pada kehidupan pribadinya. Kang mendengar perdebatan ini. Sudah dua kali ia melihat kecanggungan di antara mereka. Kang masuk ketika Ji Hyun melangkah pergi.
 

Kang dan Min Ho pindah ke ruang bawah, dimana Min Ho bertanya apa yang terjadi antara Kang dan Yi kyung. Kang menjawab bahwa ia hanyalah seorang karyawan. Min Ho menyuruhnya untuk memecatnya karena ia terlalu suka menghina.
Pada defleksi Kang, Min Ho memanggilnya hanya untuk memberi Yi Kyung perhatian khusus. Kang ganti bertanya, ia berkata bahwa Min Ho biasanya begitu menawan dan terbuka dengan para wanita, tapi tidak pada Yi Kyung.
Kang berkata bahwa jika mereka mengesampingkan masalah Ji Hyun, perilaku Min Ho mengindikasikan bahwa ia tertarik pada Yi Kyung. Ia mengenali tanda-tandanya bahwa ia punya perasaan pada Yi Kyung, tapi tidak bisa mengungkapkannya dan sikapnya jadi sebaliknya, jadi jahat padanya, “Ini hal yang kekanak-kanakan, laki-laki brengsek yang tidak dewasa.”
Min Ho menjadi marah mendengar kata-kata Kang dan memutuskan untuk pergi. Pikiran bahwa ia tertarik pada Yi Kyung tidak pernah terlintas di kepalanya, tapi ketika ia keluar, ia bertanya-tanya apakah semua itu benar.
 

Ia mencegat Ji Hyun (dalam tubuh Yi Kyung) dan bertanya kenapa ia menatapnya dengan tatapan mencemooh. Ji Hyun (dalam tubuh Yi Kyung) menjawab dengan cukup pedas jika ia menafsirkan pandangannya sebagai cibiran karena pada tingkat tertentu ia pantas mendapatkannya.
Min Ho jadi terpancing, ia pun maju dan meraih lengannya. Ia menatap Ji Hyun dan bergumam, “Tindakanmu cukup lucu.” Ternyata ada seseorang yang melihat mereka




Source: (thanks and credits to)
www.dramabeans.com
www.mysoju.com

0 comments:

Posting Komentar