Pages

06/04/11

49 DAYS EPISODE 6


Min Ho memegang tangan Ji Hyun, kemarahan dan rasa ingin tahunya sudah menguasai dirinya. Ia tidak ingin Ji Hyun melihatnya dengan pandangan melotot lagi. Ji Hyun berusaha untuk tidak melotot padanya.
Baik Eun Jung maupun Kang berjalan menuju arah mereka dan melihat semuanya, mereka juga merasakan ketegangan diantara mereka. Min Ho menolak untuk melepaskan tangan Ji Hyun sampai Eun Jung datang. Ji Hyun meminta maaf dan berjalan pergi, tersadar bahwa ia seharusnya mendengarkan peringatan  Scheduler supaya berhati-hati dan tidak bersikap seperti Ji Hyun di hadapan teman-temannya.

Setelah makan malam, Kang memberitahu Min Ho bahwa ia tidak mau ikut dalam proyek Haemildo lagi Ia berkata bahwa ia tidak berminat lagi Kang memberikan sketsa yang dibuatnya untuk referensi Min Ho.Min Ho tidak mau menerima keputusan Kang dan berkata bahwa Kang yang harus mengerjakannya.


Kang membawa Ji Hyun ke lantai bawah. Ia menceramahinya tentang pelayanan terhadap pelanggan, karena ia lulusan sekolah perhotelan, seharusnya ia tahu itu. Hari ini ia sudah membuat pelanggan kecewa dan memberitahunya sekali lagi bahwa Min Ho adalah tunangan temannya. Ji Hyun merasa bahwa Kang selalu baik pada Min Ho tetapi tidak padanya (saat ia masih jadi Ji Hyun).
Eun Jung sangat penasaran dengan penyelesaian proyek Haemildo. Ia bertanya pada Min Ho keteka ia mengantarnya pulang karena ia pura-pura sakit. Min Ho sedikit kesal padanya, karena rumahnya hanya 5 menit dari restoran Kang, ia takut jika mereka curiga dengan hubungam mereka.
Min Ho memberitahunya tentang rencana menyatakan Ji Hyun tidak kompeten lagi dan memintanya untuk bersabar, karena rencana ini membutuhkan waktu. Eun Jung mengeluh bahwa ia sudah bersabar selama 2 tahun dan menyelinap di hotel dan sejenisnya selama itu dan seharusnya, pernikahan Min Ho dengan Ji Hyun mengakhiri segalanya.


Min Ho merayunya, ia berkata, dimanapun mereka bertemu tidak masalah, yang penting mereka merasa nyaman satu sama lain dan suatu saat nanti mereka akan hidup bersama selamanya.
Eun Jung merasa yakin, tetapi ketika ia mencoba meraih tangan Min Ho, ia berpaling tanpa sadar. Kasihan sekali ia melakukan semuanya demi cinta, tapi Min Ho malah bersikap dingin padanya.


Di saat yang sama, Ji Hyun menghapus semua foto Min Ho yang ada di kamera digitalnya, ketika ia melihat foto sahabat wanitanya, ia tidak mampu menghapusnya. Ia menangis dan bertanya pada dirinya sendiri, sejak kapan Eun Jung berhenti menjadi temannya.
Ji Hyun melihat air matanya, ia teringat kalau ia harus mengumpulkan air mata. Sebuah ide muncul dikepalanya. Ia memanggil Scheduler dan bertanya apakah HP yang diberikan padanya bisa digunakan untuk menelpon orang yang hidup. Scheduler heran dengan kepolosan Ji Hyun. Ia bertanya apakah Ji Hyun belum menggunakan HP itu untuk menelpon oranglain sampai sekarang. Ji Hyun hanya menjawab bahwa ia mengira HP itu hanya bisa digunakan untuk menelpon Scheduler.


Ji Hyun menelpon teman-teman yang ada dalam daftarnya dalam perjalanannya pulang. Pemilik rumah melihatnya ketika berjalan menuju apartemennya, ia memanggilnya, karena Ji Hyun merasa tidak kenal ia berlari, segera masuk ke kamar dan tidur, jiwanya pun keluar. Yi Kyung terbangun karena pemilik rumah mengetuk pintu apartemennya untuk meminta uang sewa.
Yi Kyung mulai merasa curiga ketika pemilik rumah memberitahunya ia melihatnya di siang hari kemudian mengingatkannya bahwa ia kemarin juga kesini untuk meminta uang sewa. Yi Kyung melihat ke kaca, melihat rambutnya bertanya-tanya apa yang akan terjadi.


Ji Hyun melihatnya dengan ketakutan dan segera menekan tombol daruratnya. Ia mendapat video call dari Scheduler : “Aku disini untuk memberitahumu dari pusat informasi 49 hari. Situasinya tidak darurat saat ini, jadi berhentilah menekan tombol darurat.” Sebenarnya Yi Kyung curiga ada yang aneh pada dirinya, tapi saat ini ia tidak ingin memikirkannya. Ji Hyun menjadi lega.
Hari berikutnya, ia datang untuk bekerja dan meminta Kang untuk menandatangani buku catatannya jadi ia bisa menghitung gaji part timenya dengan benar. Kang setuju dan tersenyum. Ji Hyun berterimakasih dengan riang dan memanggilnya “ssa-jang-nim” atau boss.


Kang menyuruhnya untuk berhenti memanggilnya boss. Ji Hyun bertanya bagaimana ia harus memanggilnya, apa “Han-Kang-ssi? Atau Han Kang? Bagaimana dengan itu? Ataukah aku memanggilmu Han Kang? Mereka melakukannya di Amerika, Jenny, John, Kang. Hei Kang!”
Kang terlihat tidak begitu senang dengan panggilan itu, jadi Ji Hyun menurunkan tangannya dengan malu-malu. Tapi Kang tersenyum ketika Ji Hyun pergi.
Ibu memikirkan perkataan Ji Hyun bahwa ia ingin menjadi seorang ibu seperti dirinya. Ibu memutuskan untuk membuat sup tulang sapi kesukaan Ji Hyun dan ayahnya untuk dibawa ke rumah sakit.


Di saat yang sama, istri manager Oh muncul sambil membawa sepanci penuh sup tulang sapi untuk semua staff restoran. Ji Hyun memakan bagiannya sampai tetes terakhir, ketika Kang melihat selera makannya yang besar, ia memberikan nasinya pada Ji Hyun.


Diluar, seorang anak kecil memecahkan gelas dan menangis, Ji Hyun pun keluar untuk membereskan pecahan gelas itu. Anak itu menjadi marah, Ji Hyun pun mencoba menghiburnya dengan memperlihatkan sebuah trik sulap dengan menggunakan tissue, yang membuat anak itu tertawa dan menghapus air matanya.


Kang melihatnya, ia terpaku. Ia teringat ketika ia masih SMA, ia ikut klub sulap (tentu saja semua karena Ji Hyun), Ji Hyun memperlihatkan trik yang sama berulang-ulang kali.
Kang melihat Ji Hyun tersenyum pada anak kecil itu, ia mulai merasa senyum Ji Hyun (dalam tubuh Yi Kyung) mirip dengan senyum Ji Hyun (yang sebenarnya). Ia bertanya bagaimana ia tahu trik sulap. Ji Hyun menjawab bahwa ia pernah diajari oleh seorang temannya dan masuk ke dalam restoran.
Kang duduk dengan manager Oh. Ia merasa Yi Kyung mirip dengan Ji Hyun, mulai dari kebiasaan makannya, kebiasaannya ketika gugup, pilihan katanya dan sekarang trik sulap juga. Kang menambahkan,”dan perasaannya kepadanya juga sama.


Ji Hyun pergi menemui teman lamanya di sebuah galeri, ia akan mengumpulkan air mata. Ia memperkenalkan dirinya sebagai teman Ji Hyun dan ingin membuat video tentang kesan-kesan temannya terhadap Ji Hyun. Ia ingin memperdengarkannya kepada Ji Hyun supaya ia mempunyai semangat hidup lagi.
Ji Hyun bertanya apakah ia mempunyai kenangan yang paling menyedihkan dengan Ji Hyun. Teman lamanya itu memenuhi permintaannya, ia bercerita  tapi ia sama sekali tidak menangis. Alasannya karena Ji Hyun belum meninggal. Ia malah menanyakan bagaimana pertunangan  Ji Hyun dengan Min Ho, apakah mereka telah bubar?
Ketika pergi, Ji Hyun menggerutu, menyebut teman lamanya gadis yang mengerikan karena ia dapat menangis ketika membaca komik, tapi mengingat kenangan sedih ia malah tidak menangis, apakah ia harus mati dulu, baru mau menangis.


Kang pergi kerumah sakit untuk menjenguk Ji Hyun, ia membawa bunga mawar kesukaan Ji Hyun. Ia melihat jari kaki Ji Hyun menyembul keluar, ia pun menyelimutinya lagi. Kang berkata dengan keras bahwa Ji Hyun ada disini, tapi kenapa ia melihatnya di tempat lain dan melihat orang lain mirip dengannya. Kang tersenyum dan memberitahunya  bahwa ia pasti akan berkata kalau ia sudah gila. Ia berkata  hal itu sekali lagi, mencoba meyakinkan dirinya sendiri.
Ji Hyun pergi ke tempat Seo Woo. Ia mencoba bertanya tentang seorang teman yang paling dipikirkannya, pertanyaannya itu membuat Seo Woo sedikit takut (salah paham, dikiranya Ji Hyun memendam perasaan padanya). Ji Hyun membeli pastry favoritnya dan kembali ketempat kerjanya.


Kang melihatnya ketika ia dalam perjalanan kembali dari rumah sakit. Kang mencoba untuk mengabaikannya. Ia menyetir melewati Ji Hyun yang sedang melambaikan tangan kepadanya. Ji Hyun berlari mengejarnya dan bertanya mengapa ia melewatinya dan Kang hanya menyuruh Ji Hyun pergi dengan gerutuannya, berpura-pura tadi tidak melihatnya.


Ia datang ke lantai bawah sambil membawa pastry untuknya (roti favoritnya). Ia meresponnya dengan gerutuan. Kang berteriak padanya menyuruhnya untuk keluar dan berhenti mengganggunya, yang membuat Ji Hyun hampir menangis.
Eun Jung menelpon Min Ho, tapi ia berkata bahwa ia sedang sibuk. Seorang sopir datang, ia suruhan Ibu Ji Hyun. Eun Jung bertanya dimana Min Ho sekarang, sopir itu berkata bahwa Min Ho sedang di rumah. Eun Jung kecewa dengan sikap Min Ho.
Ia mengajak Seo Woo makan malam di restoran Kang, mereka bertemu dengan Ji Hyun. Manager Oh menyuruhnya pulang karena ia kelihatan tidak sehat. Eun Jung bertanya pada pelayan yang lain apakah Yi Kyung seorang karyawan yang baik, karena ia diperlakukan sangat baik. Pelayan itu berkata itu karena Kang menyukainya, jadi ia bisa datang maupun pergi sesukanya.


Ji Hyun pulang, ia merasa sangat kelelahan dan menelpon Scheduler memintanya datang untuk mengambil uang yang dipinjamnya, 49 dollar. Scheduler terlihat kaget karena ia dapat membayar hutangnya begitu cepat, tapi saat ini ia sedang menulis lagu dan merasa terinspirasi, jadi ia meminta Ji Hyun untuk datang menemuinya, karena ialah yang meminjam.
Ji Hyun mengingatkannya bahwa ia tidak bisa menyentuh uang ketika berada diluar tubuh Yi Kyung, tapi Scheduler memberinya peraturan baru untuknya: Jika untuk dirinya ia bisa menyentuh uang itu.


Ia datang di sebuah klub dimana Scheduler sedang menyanyikan lagu ciptaannya, Scarecrow. Ji Hyun mendengarkannya dan bertepuk tangan dengan gembira setelahnya.
Ji Hyun memainkan tuts piano  dan berkata dulu ia ingin menjadi seorang penyanyi, Scheduler tertawa terbahak-bahak. Dengan wajah cemberut, ia menyanyikan sebuah bait dari lagu yang dinyanyikan oleh Scheduler, yang membuatnya tertegun. Ia kaget, Scheduler bertanya kenapa ia tidak mengejar mimpinya. Ji Hyun berkata bahwa ayahnya tidak menyetujuinya, ia ingin Ji Hyun segera menikah.


Ji Hyun bercerita pada Scheduler bahwa ia tadi pergi mengumpulkan air mata, ia merasa menyedihkan. Scheduler memberitahunya bahwa manusia itu sangat rumit. Ia menambahkan, “Tapi kamu 100 kali lebih beruntung daripada seorang Scheduler.....karena kamu punya harapan untuk bisa hidup kembali.” Ji Hyun bertanya bagaimana ia bisa menjadi seorang Scheduler? Ia menjawab bahwa ia melakukannya dengan sukarela. Ji Hyun menanyakan sebabnya.
Scheduler: “Aku tidak tahu apa ini, tapi aku merasa bahwa aku meninggal dengan meninggalkan sesuatu yang penting yang belum kulakukan. Itu sebabnya aku mengajukan diri. Jika aku menyelesaikn waktu tugasku selama 5 tahun tanpa gangguan, aku bisa melakukan hal itu. Itu alasannya mengapa aku hidup sebagai seorang Scheduler.” Ji Hyun bertanya hal apa yang harus dilakukannya. Scheduler: “Jika aku tahu, mengapa aku jadi Scheduler?” Ji Hyun sadar bahwa pertanyaannya sangat bodoh dan menambahkan bahwa ia cukup kasar, seperti anak kecil.
Disaat yang sama, Yi Kyung tidak dapat masuk kerja, ia sakit karena sesuatu yang dimakan Ji Hyun. Kyung Bin bertanya pada pemilik toko, kemana Yi Kyung, bossnya menjawab bahwa Yi Kyung tidak datang maupun menelpon malam itu.


Ji Hyun menunggunya di luar, bertanya-tanya kenapa ia belum pulang dari kerja dan menelpon Scheduler bahwa ini sangat darurat. Mereka masuk kedalam apartemen dan menemukan Yi Kyung merintih kesakitan. Scheduler memberitahunya untuk pergi ke rumah sakit dan memasukkan Ji Hyun kedalam tubuh Yi Kyung. Ji Hyun bertanya pakah Scheduler tidak menemaninya, ia menjawab bahwa ia ada pekerjaan pagi ini.
Di rumah sakit, Ji Hyun menyebutkan semua makanan yang dimakannya kemarin. Dokter yang menanganinya terlihat kaget dan bertanya apakah ia muntah.
Kang sedang ada di  restoran, ia bertanya-tanya kenapa Ji Hyun belum muncul juga. Ia merasa mungkin kemarin ia terlalu kasar padanya.
Min Ho memperlihatkan kepada ayah rencana keuangan cadangan dari proyek Haemildo. Di saat yang sama, ayah mulai muntah. Mungkin keracunan makanan.


Ji Hyun sadar bahwa ia sudah terlambat untuk kerja dan pergi ke apotek untuk membeli obat dan segera berlari menuju halte bus. Min Ho yang sedang keluar dari rumah sakit melihatnya ketika ia sedang menyeberang jalan. Ia ingin menolong Ji Hyun, tapi menghentikan niatnya.


Min Ho melihatnya terhuyung-huyung menuju halte dan mengambil obatnya. Min Ho memutuskan untuk menawarkannya tumpangan. Ji Hyun melihatnya dengan sinis, menolak tawarannya. Min Ho memberitahunya bahwa ia juga akan pergi ke tempat Kang dan bertanya kenapa ia menolak tawarannya.
Ji Hyun: “Karena aku membencimu.” Min Ho bertanya kenapa ia membencinya dan ji Hyun hanya menjawab bahwa seseorang bisa membenci tanpa alasan, ia hanya tidak menyukainya. Ia merenung bahwa Min Ho tidak akan pernah mengerti karena ia membutuhkan suatu alasan untuk semua hal, untuk menyukai atau tidak menyukai seseorang.



Ia tidak bisa membiarkan Ji Hyun kesakitan di halte bus, ia pun menyeret Ji Hyun masuk kedalam mobilnya. Di dalam mobil, Ji Hyun melihat foto Min Ho dengan dirinya dan tanpa bertpikir ia berkata, “Dia terlihat bodoh.” Ia segera mengoreksinya dan berkata bahwa ia terlihat mudah percaya dan gampang ditipu.


Kang menunggu Ji Hyun di luar restoran, ketika ia melihat Ji Hyun keluar dari mobil Min Ho, ia jadi marah.
Min Ho masuk ke kantor Kang di lantai bawah, Kang sudah sangat marah dan ia bertanya kenapa Yi Kyung keluar dari mobilnya. Dimana mereka bertemu? Mengapa ia memberinya tumpangan? Apa yang dia lakukan, ketika Ji Hyun sedang terbaring di rumah sakit. Apakah ia sudah menyerah terhadap Ji Hyun?
Min Ho hanya membanhtah semua perkataannya, dan bertanya kenapa mereka membicarakan Ji Hyun (Min Ho mengira kalau Kang tidak menyukai Ji Hyun) padahal maksudnya pasti perasaannya terhadap Yi Kyung. Kang membantahnya, Min ho pun juga melakukan hal yang sama, berteriak bahwa ia tidak tertarik kepada Yi Kyung. 


Min Ho pergi dan Kang memanggil Ji Hyun ke bawah dan memecatnya untuk yang terakhir kali. Kang memberitahu Ji Hyun bahwa Min Ho adalah tunangan temannya dan ia mempunyai tugas untuk melindunginya. Ji Hyun sadar, apa yang Kang lakukan semuanya hanya untuknya.


Ia melemparkan sebuah amplop berisi uang, Ji Hyun berkata bahwa ia tidak akan mengambilnya. Dengan mata berkaca-kaca, ia berterima kasih padanya dan berkata ia  akan menganggap semua perhatian yang diberikannya kepada temannya adalah untuknya. Ji Hyun mengucapkan selamat tinggal dengan tenang pada semua staff restoran dan pergi.


Di luar, Min Ho mendengar bahwa Yi Kung dipecat dan menunggunya sampai ia keluar. Min Ho bertanya apa yang akan dia lakukan sekarang, ia menawarinya sebuah pekerjaan sebagai pembantunya. Ji Hyun melihat bahwa ini kesempatannya untuk memata-matai kehidupan pribadi Min Ho. Ji Hyun bertanya berapa ia akan membayarnya dan menerima pekerjaan itu.



Source: (thanks and credits to)
www.dramabeans.com

1 comments:

dewi terserah mengatakan...

lanjutin episode selanjutya y...
semangat!!!!!!

Posting Komentar