Pages

12/04/11

49 DAYS EPISODE 7


Min Ho menawari pekerjaan kepada Ji Hyun sebagai pengurus rumahnya. Ji Hyun bertanya berapa ia akan membayarnya. Min Ho heran, bukankah ia membencinya, tetapi Ji Hyun berkata bahwa ia membutuhkan uang, jadi ia tidak peduli padanya. Min Ho menyuruhnya datang jam 11 ke apartemennya dan memberikan alamatnya. Sebelum pergi, ia berkata padanya: “Kita akan llihat, Song Yi Kyung, berapa  lama lagi kau akan melotot padaku. Pandangan yang merendahkan. Sebelumnya tidak ada yang melihatku seperti itu.”
Ji Hyun hanya berpikir bahwa Min Ho hanya ingin menarik perhatiannya, karena hanya Yi Kyunglah yang membuatnya tertantang. Ji Hyun merasa senang bisa bekerja di rumah Min Ho ,karena ia bisa memata-matainya.

Kang memberitahu manager Oh bahwa ia telah menyuruh Yi Kyung pergi dan ia tidak menyesal, paling tidak ia tidak merasakan apa-apa. Manager Oh tidak mempercayainya, tapi ia punya hal lain yang ia tekankan pada Kang. Ia telah merekomendasikannya sebagai arsitek untuk cafe atau galeri, karena Kang telah keluar dari proyek Haemido.
Ji Hyun mencoba menghubungi salah satu temannya dengan nama palsu, tapi ternyata temannya itu sedang sibuk, jadi ia tidak bisa menemuinya. Ia berkata bahwa hal itu tidak terlalu penting dan jika ia punya waktu ia akan menjenguk Ji Hyun. Ji Hyun merasa sebal dan menggerutu kapan ia akan menjenguknya apakah setelah ia meninggal?

Ji Hyun merasa lapar, ia pun membeli semangkuk bubur sapi. Ia mendesah melihat porsinya yang kecil, tapi selera makannya yang besar tidak bisa diterima oleh perut Yi Kyung. Ia teringat pesan dokter bahwa ia tidak boleh memakan mie dan khawatir karena Yi Kyung hanya makan ramen instan setiap hari.

Hari itu ia pulang ke rumah lebih cepat, agar tubuh Yi Kyung dapat beristirahat. Yi Kyung terbangun lebih awal dari biasanya. Ia pergi ke toko terdekat untuk menggunakan telepon. Ia meminta maaf pada Bossnya karena sakit kemarin. Sayangnya, bossnya memberinya berita yang buruk.
Kang bertemu dengan seorang klien, tapi ia sebal dengan tingkah lakunya yang tidak sopan dan menolak pekerjaan itu. Saat ia keluar dari toko itu, ia melihat Yi Kyung sedang buru-buru pergi ke sebuah toko, sesaat ia ingin mengikutinya, tapi kemudian mengurungkan niatnya.
Pertemuan yang hampir terjadi itu membuatnya susah tidur malam itu. Ia memikirkan kembali bagaimana ia memecat Yi Kyung dan bagaimana ia pergi tanpa mengambil pesangonnya.

Yi Kyung pulang ke apartemennya dengan wajah sedih dan tidur sepanjang malam karena ia telah kehilangan pekerjaannya. Ji Hyun melihatnya dengan cemas. Ketika pagi tiba, Ji Hyun menjadi panik karena Yi Kyung terbangun dan artinya Ji Hyun tidak dapat mengambil alih tubuhnya dan bertemu Min Ho untuk pekerjaan barunya.

Scheduler muncul dan memberitahunya bahwa ini semua adalah kesalahan Ji Hyun karena membuat Yi Kyung sakit dan dipecat. Ia diijinkan menggunakan tubuh Yi Kyung  asalkan ia tidak menyakitinya untuk berbaur dalam kehidupan manusia, bukan sebaliknya.
Dengan jadwal Yi Kyung yang sekarang berubah, Ji Hyun sekarang tidak bisa memprediksi kapan Yi Kyung akan tidur. Scheduler memperingatkannya untuk selalu dekat dengan Yi Kyung atau ia kehilangan kesempatan.

Min Ho menunggunya di rumah, tapi Yi Kyung tidak datang. Min Ho menjadi marah karena telah menunggu. Ia terlambat datang kekantor. Ketika Eun Jung menawarinya untuk makan siang bersama, ia hanya menolaknya dengan dingin. Eun Jung merasa terluka, tapi Min Ho mengingatkannya bahwa mereka harus berpura-pura tidak akrab di kantor, walaupun tidak ada orang didekat mereka.

Flashback.
Eun Jung sedang berjalan dimalam hari sambil menelpon ibunya. Tiba-tiba 2 orang preman menyerangnya dan memaksanya masuk kedalam mobil mereka. Min Ho yang baru pulang dari perjalanan hikingnya, melihat Eun Jung berteriak, dan mencoba melawan mereka. Ia melarikan diri dari mobil tsb. Min Ho menolongnya dan menjaga keselamatannya dari dua orang penculik itu. Min Ho mengantarkannya pulang, mereka pun bertukar nomor telpon.
Min Ho melihatnya larut dalam nostalgia dan memastikan bahwa proyek ini akan disetujui dalam beberapa hari lagi, artinya mereka dapat berkencan secara terang-terangan segera. Ia memintanya untuk mengerti sampai mereka melewati halangan terberat mereka.
Dr. Jo memperingatkan ayah Ji Hyun untuk segera melakukan operasi. Tapi ayah berkeras bahwa ia tidak dapat melakukannya sekarang karena Ji Hyun masih koma dan istrinya masih terpukul. Ayah masih berharap akan datang keajaiban dimana Ji Hyun akan bangun sebelum penyakitnya bertambah parah. Tapi Dr. Jo memberitahunya: “Putrimu sudah tidak punya harapan.” Dr, Jo menyuruh ayah untuk memberitahukan penyakitnya pada istrinya, tapi ayah membantahnya, ia tidak ingin menyerah dengan keadaan putrinya.

Min Ho menyelesaikan berkas-berkas tentang proyek Haemido. Ia pergi ke tempat Kang untuk memintanya mengambil kembali proyek itu. Kang sangat kreatif dan eksentrik dalam membuat design. Ia adalah orang yang tepat untuk mendesign resort itu. Kang menolaknya tapi Min Ho berkeras.
Perubahan sikap Min Ho diperhatikan oleh Manager Oh. Ia dan Kang heran dengan mood Min Ho yang memburuk. Mereka menduga mungkin karena keadaan Ji Hyun.
Min Ho datang ke restoran Kang untuk membahas masalah proyek Haemido, selain itu ia ingin mengecek apakah Yi Kyung pernah datang kesana lagi. Saat ia pergi, ia menggerutu kepada dirinya sendiri: “Kang Min Ho. Kenapa kamu kesini untuk memastikannya?”

Karena jadwal Yi Kyung yang berubah, Ji Hyun dapat mengambil alih tubuh Yi Kyung walaupun ia tidak tertidur nyenyak, tapi ada kemungkinan Yi Kyung akan terbangun ketika Ji Hyun masih berada ditubuhnya, yang akan menjadi bencana karena Yi Kyung  akan terbangun ketika Ji Hyun sedang melakukan sesuatu dan ia akan ketakutan. Ini sangat relevan karena Ji Hyun akhirnya melihat kalau Yi Kyung akhirnya tertidur dan ia tidak sabar untuk masuk kedalam tubuhnya dan keluar melakukan sesuatu.
Tapi ia merasa akan berbahaya jika ia melakukan itu, jadi Ji Hyun mengurungkan niatnya untuk keluar rumah.
Ji Hyun tetap dirumah dan bertanya-tanya kenapa Yi Kyung menyia-nyiakan hidupnya seperti ini. Ia mengingat kata-kata Dr. Noh dan bertanya-tanya apa yang terjadi 5 tahun yang lalu.
Ia segera mencari album foto di kamar Yi Kyung. Tiba-tiba ia merosot ke lantai, ia kehilangan pegangan pada tubuh Yi Kyung, rohnya keluar dari tubuh Yi Kyung. Yi Kyung terbangun pelan-pelan dan melihat ia ada dilantai dan berpakaian lengkap.

Yi Kyung memikirkan kembali hal-hal aneh yang terjadi pada dirinya, rambutnya yang telah dicuci, pergelangan kakinya yang terkilir, sakit perutnya. Ia merasa ada kehidupan lain dalam dirinya. Ji Hyun hanya melihatnya dengan ngeri saat Yi Kyung merogoh kedalam kotaknya dan menemukan shampoo.
Yi Kyung menjadi bingung. Akhirnya ia hanya tertawa pahit, kemudian berkata, “Aku muak dengan semua ini.” Untuk melengkapi penderitaannya. Ia mengambil seutas tali dan membuat simpul, ia mencari tempat untuk menggantungkannya.

Ji Hyun memanggil Scheduler dan memohon padanya untuk cepat datang dan menghentikannya, karena Yi Kyung ingin bunuh diri. Tapi ia kaget ketika Scheduler hanya menjawab, “Lagi?” Ia menyuruhnya, “Tinggalkan ia sendiri. Apakah ia akan bunuh diri atau tidak, semua keputusannya. Kita tidak boleh mencampurinya.”

Ketika ia akan meletakkan kepalanya pada simpul tali, seseorang mengetuk pintu, ia adalah Dr. Noh. Awalnya ia mengabaikannya, tapi Dr. Noh berkeras dan Yi Kyung membukakan pintu.
Dr. Noh sangat khawatir dengan Yi Kyung, karena ia tidak menemukannya di toko kecil itu dan merasa lega setelah melihatnya masih hidup. Ia datang kesini untuk mengembalikan bunga mawar kering padanya. Melihat mawar kering itu, kemarahan Yi Kyung mereda dan ia mengambilnya, juga kartunama Dr. Noh yang diberikannya. Jika Yi Kyung ingin mengeluarkan uneg-unegnya, ia bisa menelponnya.
Ketika Yi Kyung kembali mauk ke kamar, Ji Hyun menahan napasnya, menunggu apakah ia akan meneruskan niat bunuh dirinya. Syukurlah ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Dengan penuh air mata, Ji Hyun berterimakasih karena ia ingin hidup.

Ji Hyun tidak tahu kenapa Yi Kyung begitu menderita, tapi ia bertanya:
Ji Hyun: “Kamu tidak tahu betapa berharganya mempunyai tubuh. Bisa menyentuh dan merasa hangat. Kamu mempunyai suara yang bisa didengar orang lain dan kamu punya orang-orang yang mau mendengarkanmu. Kamu bisa melihat seseorang dan tertawa bersama. Unni, tolong kuatkanlah hatimu. Kamu harus kuat jadi aku bisa hidup juga, tidak, agar aku bisa melakukan sesuatu supaya hidup.”
Tapi waktu Ji Hyun semakin terbatas karena selama 4 hari, Ji Hyun terjebak dalam kamar, karena Yi Kyung tinggal dirumah. Tidak melakukan apapun kecuali memakan ramen instan.

Karena waktunya menipis, Ji Hyun memohon kepada Scheduler untuk melakukan sesuatu. Tapi ia tidak bisa melakukan apapun karena ia tidak bisa mempengaruhi keinginan seseorang.
Disisi lain, ia kesal karena terus direcoki dan juga ingin tahu tentang Yi Kyung, Ia menelpon pencabut nyawa yang lebih senior dan bertanya apakah ia boleh memakai taktik nomor 3, jika keadaannya seperti in.
Dan taktik itu adalah........

Scheduler berpakaian hippie dan berbicara dengan gaya yang aneh dan suara falsetto.
Ia mencari coffee shop yang buka sampai tengah malam, kemudian berpura-pura berkata bahwa tempat itu mempunyai energi yang buruk. Ia menyarankan pada managernya untuk memperkerjakan seorang pegawai malam, menggunakan kekuatannya sebagai scheduler untuk berpura-pura sebagai peramal. Ia tahu bahwa bulan lalu anjing pria itu mati dan selanjutnya mungkin......

Setelah itu, ia bergetar seakan-akan roh meninggalkan tubuhnya dan ia berbicara dengan normal. Manager cafe percaya padanya. Scheduler memberikan beberapa tips. Jika ia memperkerjakan seorang wanita yang umurnya dibawah 30 tahun, kurus dan jarang tersenyum, ia akan berumur panjang.

Untuk memastikan Yi Kyung memperoleh pesan itu, ia diikuti oleh brosur brosur lowongan pekerjaan yang hanya muncul didekatnya. Ia tidak mempedulikannya. Akhirnya ia mengambil brosur berukuran besar yang menyebutkan kualifikasi pekerjaan itu: “ Pukul 1 pagi sampai 8 pagi. Perempuan. Berumur 28 dan 29. Tinggi 170 cm. Berat dibawah 51 kg.’ Brosur itu bahkan menyebutkan bahwa suasana cafe itu kekeluargaan dan  kemampuan bekerja tanpa diperhatikan bos.
Ia membawa brosur itu ke cafe, tapi ketika ia menunjukkannya, tidak ada seorang pun yang dapat melihatnya. Karena ia sesuai dengan lowongan itu, manager segera menerimanya.

Ji Hyun berjanji pada Scheduler bahwa ia akan lebih berhati-hati dalam menggunakan tubuh Yi Kyung kali ini. Ia memohon satu permintaan, ia ingin tahu lebih jauh tentang kehidupan Yi Kyung. Scheduler berkata bahwa seorang wanita selalu menanggapi kebaikan dengan meminta lebih dan lebih. Ji Hyun merasa sedih dengan kesendirian Yi Kyung dan ingin mencari keluarganya jika ia masih punya.
Scheduler berkata bahwa hal itu di luar kuasanya, ia telah mengingatkan Ji Hyun peraturannya beberapa kali, lagi pula ia tidak tertarik dengan kehidupan pribadi Yi Kyung.

Waktu Ji Hyun tinggal 31 hari, akhirnya ia bisa menggunakan tubuh Yi Kyung lagi dan muncul didepan apartemen Min ho untuk mendapatkan pekerjaannya. Min Ho sudah lama menyerah bahwa ia akan datang dan menyambutnya dengan dingin, tapi ia tidak menginginkan ia pergi. Dengan menggunakan alasan karena ia dipecat karenanya, Min Ho menyuruhnya masuk kedalam.
Min Ho ingin melihat KTP dan nomor telponnya, yang tidak dibawanya. Saat ia pergi, ia meminta Ji Hyun untuk menunggunya pulang, tanpa mempedulikan kekasarannya, ia memintanya menunggu selama 12 jam hanya dengan kata-kata “Akan kucoba pulang jam 11 malam.”

Ji Hyun tidak suka kalau ia ia harus terjebak didalam sepanjang hari, tapi ia setuju dan mulai bekerja. Ia mencari informasi yang dibutuhkannya diantara barang-barang Min Ho.

Seo Woo mengepaskan hari liburnya dengan hari libur Eun Jung supaya mereka bisa menengok Ji Hyun bersama. Tapi Eun Jung sudah punya rencana. Seo Woo menduga bahwa ia punya pacar baru. Karena penasaran, ia meminta detailnya dan dengan penuh semangat, mengajaknya untuk berbagi cerita dengan Ji Hyun,mungkin  hal itu akan membuatnya bangun.
Rasa bersalah Eun Jung muncul lagi. Eun Jung memberitahu Seo Woountuk berhenti berbicara tentang Ji Hyun lagi. Ia menambahkan bahwa hidup mereka tidak melulu tentang Ji Hyun. “Apakah kamu tidak akan melihat film lain lagi, makan makanan enak, berkencan dan menikah karena merasa sedih dengan keadaan Ji Hyun.”
Seo Woo berkata bahwa waktu yang terberat setelah kecelakaan itu telah terlewati. Eun Jung memberitahunya, tinggal masalah waktu dimana orang-orang akan kembali kehidupan masing-masing dan ia telah mengalaminya.

Ji Hyun mengintip file-file milik Min Ho tapi ia tidak menemukan file bisnis yang dicarinya. Ia malah menemukan album foto yang berisi foto  Eun Jung dan Min Ho yang tanggalnya 2006. Jadi mereka sudah berkencan sebelum Ji Hyun mengenal Min Ho. Ji Hyun meninggalkan apartemen Min Ho setelah memeriksa bahwa passwordnya belum diganti.

Di restoran, manager Oh menyeret Kang keluar, berkeras bahwa ia sudah terlalu lama mengurung dirinya dan menyuruhnya melakukan olahraga untuk meregangkan ototnya. Ji Hyun menemukannya dalam posisi yang aneh, ia menyapanya dengan ceria seperti biasa.

Kang sedikit bingung dengan sikap Ji Hyun yang ceria, dengan kasar ia bertanya, “Kenapa kau ada disini?” Ji Hyun memanggilnya Han Kang sshi dan omongannya terlalu akrab baginya, tapi ia menunjukkan bahwa Kang bukan lagi bossnya. Ia datang untuk makan.
Ketika Ji Hyun menikmati makanannya dan mengobrol dengan istri manager Oh, Kang terus menatapnya, berpura-pura tidak mendengarkan pembicaraan mereka berdua. Ia mendengar bahwa Ji Hyun sudah mendapat pekerjaan baru yang gajinya lebih besar, tapi ia mengaku kalau ia lebih nyaman bekerja disini.

Kang menyuruh manager Oh untuk tidak mengambil bayaran atas makanan yang dimakan Ji Hyun. Saat Ji Hyun keluar, ia berkata bahwa ia membayar makanannya karena ia bukan pengemis. Ia juga memberitahu Kang bahwa ia tidak tertarik dengan temannya yang sudah bertunangan.
Ia mengejek perhatian Kang yang berlebihan, tapi kemudian Kang mengejutkannya dengan bertanya bagaimana dengan kesehatannya dan mengejeknya kalau ia benar-benar nyaman dengan pekerjaannya yang baru. Kemarahan Ji Hyun mereda ketika ia melihat perhatian Kang, ia pun mengucapkan selamat tinggal dan berjanji pada istri manager Oh untuk  datang lagi memakan pastanya. Ji Hyun pun pergi.
Son Jung, pelayan yang selalu ingin tahu menduga kalau Ji Hyun bekerja sebagai hostes di bar, dimana lagi ia akan bekerja dengan bayaran tinggi dan punya waktu luang di siang hari. Wanita Korea yang baik-baik tidak bekerja di bar.

Karena khawatir, Kang mengejar Ji Hyun, tapi tidak menemukannya. Sebenarnya Ji Hyun berdiri di pojokan dibelakang semak-semak, tapi Kang tidak melihatnya, ia menggerutu dan marah.

Ji Hyun melihatnya berlari menuju taman dengan penuh kekhawatiran dan berpikir pada dirinya sendiri, “Kang, aku tahu kau mengkhawatirkan Song Yi Kyung, bukan aku, tapi terima kasih. Aku lega punya seseorang sepertimu.” Saat Kang terus mencarinya, ia meneruskan, “Jangan lakukan itu, itu membuatku ingin pergi ketempatmu, ketika orang yang kau khawatirkan bukan aku.” Ia menahan tangisnya dan pergi.
Di tempat kerjanya, Min Ho sadar Yi Kyung sedang menunggunya di rumah, ia mempertimbangkan untuk pulang cepat. Ketika Eun Jung menelponnya untuk makan malam yang dilupakannya, ia membuat alasan kalau ia tidak bisa pergi karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikannya.

 Eun Jung berinisiatif untuk pergi ke rumah Min Ho dan menyiapkan makan malam untuknya. Tapi di pintu masuk ia bertemu dengan Yi Kyung.


Credits to: www.dramabeans.com









0 comments:

Posting Komentar