Pages

18/04/11

49 DAYS EPISODE 9


Kang pergi ke apartemen Min Ho dan bertanya pada Ji Hyun
Kang: “Aku ingin bertanya padamu satu hal. Song, apa yang kau lakukan disini. Jika kau berada disini karena Kang Min Ho, katakanlah terus terang kepadaku, jika tidak, sebaiknya kau pergi dari sini.”
Kang menyeret Ji Hyun keluar, Ji Hyun mengaduh karena tangannya yang terbakar sakit. Kang melepaskan tangannya. Ia kata, “ Sampai aku mati, aku tidak akan membiarkanmu disini.” Ia kaget sendiri mendengar perkataannya dan meralatnya, “Maksudku, aku tidak akan membiarkanmu berada di tempat tunangan temanku. Ia bertanya lagi apakah Ji Hyun masih ingin berada disini. Ji Hyun bingung, karena ia harus melakukan sesuatu di tempat Min Ho, tapi ia juga tersentuh dengan perhatian Kang, akhirnya ia menggeleng. Kang menjadi lega, ia memberikan pekerjaan Ji Hyun kembali dan membawanya ke Heaven.
 

Kang mengumumkan kepada para pegawainya bahwa Ji Hyun bekerja lagi di Heaven. Ia memberitahu manager Oh supaya Ji Hyun tidak usah mencuci piring dulu. Son Jung menghina Ji Hyun dengan cara apalagi ia merayu Kang supaya mempekerjakannya.
 

Ji Hyun sedang melap meja, Kang melihatnya dari atas. Ia berkata pada manager Oh sekarang ia lega, ia tidak tahu kenapa ia jadi begini, ia merasa Yi Kyung seperti Ji Hyun. Ji Hyun melihat ke atas dan melambaikan tangan dengan gembira, Kang membalasnya, ia heran kenapa Ji Hyun selalu menganggapnya sebagai teman.
Min Ho pulang ke rumah, ia membunyikan bel pintu berharap Ji Hyun akan membukakan pintu untuknya. Tapi tidak ada respon. Ia pun membuka pintu dan menemukan pakaian kotor di lantai. Ia menjadi panik, mencari Ji Hyun di semua ruangan tetapi tidak menemukannya.
Ia merasa marah. Tiba-tiba Eun Jung menelponnya dan bertanya kenapa ayah Ji Hyun datang ke kantor, ia khawatir kalau ayah sudah tahu perbuatan mereka. Min Ho merasa terganggu dan berkata pada Eun Jung bahwa ia harus melakukan hal yang penting. Eun Jung heran, ia berpikir, “Apa yang lebih penting dari ini?”
 

Min Ho segera pergi ke Heaven untuk bertanya pada Kang apakah ia tahu alamat Yi Kyung. Kang memberitahunya bahwa tadi ia meng sms nya. Min Ho membaca sms Kang dan marah padanya. Kang berkata bahwa ia merasa bertanggungjawab karena ialah yang memperkenalkan Yi Kyung padanya, Min Ho masih tunangan Ji Hyun.
Min Ho berkata bahwa ia bukan tunangan Ji Hyun lagi, “aku pria yang realistis. Aku tidak berpikir akan melanjutkan hubungan dengan orang yang tidak bisa hidup denganku di masa depan”
Kang merasa heran dengan keputusan Min Ho untuk meninggalkan Ji Hyun. Min Ho bertanya apakah ia harus menunggu satu tahun atau sepuluh tahun untuk menjadi pria yang baik? Kang bertanya kenapa ia bisa memutuskan hubungan dengan begitu cepat. Min Ho berkata bahwa ia bisa melakukannya. Seorang pelayan memberitahu mereka bahwa teman-temannya telah menunggunya.
 

Seo Woo dan Eun Jung sudah menyediakan kue ulang tahun. Eun Jung heran kenapa Min Ho sudah berada disini. Mereka menyanyikan lagu ulangtahun untuk Kang, Ji Hyun juga ikut menyanyikannya dari jauh. Seo Woo bertanya apakah Kang sudah makan sup rumput laut. Kang menjawab bahwa ia sudah memakannya, seseorang memasak untuknya. Seo Woo merasa curiga.
 Ji Hyun mengembalikan termos (tempat sup tulang sapi) yang dipinjamnya pada Eun Jung. Seo Woo heran karena itu adalah termosnya, bagaimana bisa ada ditangan Ji Hyun. Ji Hyun menyuruhnya bertanya  pada Eun Jung. Eun Jung jadi bingung harus menjawab apa. Ia berkata bahwa itu hanya sebuah termos, kenapa mereka harus membahasnya, tapi Ji Hyun mulai bercerita, Eun Jung menghentikannya dan mengajaknya berbicara di luar.
 

Di luar, Ji Hyun berpura-pura tidak tahu dan bertanya kenapa Eun Jung pergi ke tempat Min Ho kemarin menjadi suatu rahasia.
Ia menebak rahasianya dan berkata dengan sok tahu, “Aku tahu! Kau disana bukan karena disuruh Ibu Ji Hyun kan? Jadi, ia bukan hanya tunangan temanmu. Aku mengerti sekarang, kenapa kau ingin aku tetap diam.” Eun Jung membantahnya, tapi Ji Hyun hanya berkata, “Ok, aku tidak akan memberitahu orang lain kalau Kang Min Ho adalah pacarmu.”
 

Kang datang untuk mengecek keduanya saat Ji Hyun (dalam tubuh Yi Kyung) membuat tanda bahwa ia akan menutup mulutnya. Melihatnya, Kang teringat bahwa Ji Hyun juga melakukan itu.
Masalah termos itu, membuat Seo Woo penasaran. Di rumah, ia terus meminta Eun Jung untuk bercerita padanya. Ia menduga bahwa ini berhubungan dengan pacar rahasia Eun Jung, tapi ia salah mengira kalau pacar Eun Jung adalah saudara Ji Hyun, jadi termos itu bisa ada disana.
 

Min Ho meng sms Eun Jung, menyuruhnya datang ke taman dekat rumahnya. Eun Jung heran mengapa Min Ho ingin bertemu dengannya di tempat terbuka, apakah ia tidak takut kalau orang lain tahu. Ia juga memberitahu Min Ho bahwa Yi Kyung sudah tahu tentang hubungan mereka. Min Ho tidak peduli kalau Yi Kyung yang tahu, asalkan bukan Kang atau Seo Woo. Tapi Eun Jung ingin keduanya tahu, supaya mereka bisa berhubungan seperti pasangan kekasih yang lain.
Min Ho menduga bahwa karena kecemburuannya, Eun Jung menyuruh Kang datang ke apartemennya dan menemukan Yi Kyung disana. Eun Jung membenarkannya, ia tidak tahan jika Yi Kyung ada disekitarnya. Min Ho meminta maaf karena mempekerjakan Yi Kyung dan bersumpah bahwa ia tidak punya perasaan padanya.
Eun Jung malah curiga mendengarnya. Seo Woo mengendap-endap di belakang semak, ia melihat keduanya, tapi tidak dapat mendengar pembicaraan mereka berdua.
 

Malamnya, Ji Hyun bercerita pada Yi Kyung bahwa ia sangat bersyukur karena Kang membawanya pergi dari tempat Min Ho. Ia merasa sangat stress disana. Hari ini ia sangat gembira, karena besok ia ada janji dengan ketiga temannya, ia yakin dapat memperoleh air mata murni.
Ia sangat berterimakasih karena mempunyai Yi Kyung untuk bercerita ,walaupun ia tidak mendengarnya. Ia berjanji padanya, walaupun Scheduler tidak mau membantunya mencari Yi Soo, ia akan mencarikan untuknya.
 

Ayah Ji Hyun menyembunyikan penyakitnya pada istrinya. Tapi ia bercerita padanya bahwa ia akan menulis surat wasiat dan akan menyerahkan perusahaan pada Min Ho. Istrinya tidak setuju, karena Min Ho belum resmi menjadi menantu mereka. Tapi ayah sudah membuat keputusan.
Paginya, Min Ho menjenguk ayah di rumah sakit dan menyuruhnya untuk operasi. Ayah heran kenapa ia tahu penyakitnya. Min Ho menjelaskan bahwa ia bertanya pada dokter.
Ayah memberitahunya bahwa ia takut kalau ia meninggal, sedangkan Ji Hyun belum bangun karena resiko kegagalannya 70 %. Min Ho meyakinkan bahwa itu tidak terjadi karena resiko keberhasilannya 30 %. Paling tidak ada kesempatan untuk selamat. Bila ayah mendiamkan saja, lambat laun ia akan meninggal juga. Perkataan Min Ho itu membuatnya yakin bahwa Min Ho adalah anak yang baik, yang semakin menguatkan niatnya untuk meninggalkan semua kepada Min Ho.
 

Saat dalam perjalanan untuk bertemu dengan teman-temannya, Ji Hyun melihat Kang  yang sedang berjalan, ia segera memanggilnya, “Han Kang!”, sebelum teringat bahwa ia bossnya lagi. Kang, tertegun mendengarnya, karena cara memanggil Yi Kyung, mirip dengan Ji Hyun . Ia bertanya dimana SMA nya. Ji Hyun heran kenapa ia menyelidiki latar belakangnya. Kang juga bertanya kenapa ia memasak sup rumput laut dengan remis. Ji Hyun menjawab bahwa di rumah Min Ho hanya ada remis, jadi ia memasaknya dengan itu.
Ji Hyun berkata kenapa ia banyak bertanya. Kang menjawab bahwa ia mengingatkannya pada seorang teman. Ji hyun bertanya apakah ia dekat dengannya, ia menjawab bahwa mereka tidak dekat, tapi ia berhutang banyak padanya. Ji Hyun merasa bingung mendengar perkataan Kang, ia berhutang apa padanya?
 

Eun Jung memperoleh petunjuk pertamanya tentang rencana Ayah Ji Hyun, ketika seorang pengacara memberikan dokumen padanya. Ia membaca draf wasiat itu dan melaporkannya pada Min Ho bahwa ayah Ji Hyun ingin meninggalkan perusahaan padanya.
Min Ho dapat menebak apa yang memicu ayah untuk membuat keputusan ini, tapi ia berpura-pura tidak tahu ketika Eun Jung bertanya apakah Min Ho tahu penyebabnya, hanya berkata bahwa waktu yang akan menjawab (seperti lagu euy).
 

Ji Hyun bertemu dengan teman-temannya disebuah kafe. Teman-temannya terlihat sedih dan depresi, ia jadi tambah semangat. Mereka menjelaskan bahwa mereka belum pergi ke rumah sakit, karena mereka diberitahu bahwa orang tua Ji Hyun tidak mengijinkan ada yang menengoknya. Mereka berpikir bahwa keadaan Ji Hyun lebih parah dari perkiraan mereka.
 

Mereka mulai menangis, Ji Hyun berpikir bahwa hanya butuh satu dorongan yang akan membuat mereka semakin bercucuran air mata. Ji Hyun lalu memberitahu mereka bahwa kata-kata penuh cinta, mungkin akan membangkitkan semangat Ji Hyun untuk hidup. Ia meminta teman-temannya untuk mengucapkan beberapa kata untuk Ji Hyun, ia pun merekamnya dengan kameranya. Teman-temannya mulai terisak, ia melihat ke kalungmya, tapi kosong. Ia teringat kata-kata Scheduler bahwa tidak semua air mata itu murni. Ia jadi bertanya-tanya apa motif dari tangisan temannya.
Salah satu temannya berpikir tentang thesisnya dan penyakitnya (allopecia = kebotakan), yang satunya berkata bahwa Ji Hyun selalu memamerkan Min Ho, tapi sekarang uang dan Min Ho sudah tidak berguna baginya, dan yang terakhir ia menangis karena operasi lipatan matanya salah, jadi ia harus mengulangnya lagi dan ia melihat betapa bodohnya itu.
Ia bertanya bagaimana Ji Hyun menurut mereka. Semua temannya setuju kalau Ji Hyun adalah teman yang baik, terlalu baik malah, kadang menjengkelkan. Salah satunya temannya menginterpretasikannya sebagai keangkuhan dan yang lain menyebutnya polos. Tapi mereka tetap mengakui bahwa Ji Hyun adalah teman yang baik.
Ji Hyun keluar dari kafe dan merasa terguncang. Ia tiba di tempat kerjanya dengan semangat yang rendah, mencoret nama mereka dari daftarnya.
 

Kang bertanya dengan khawatir apa yang terjadi, tapi sebelum mereka sempat berbicara tentang itu, Seo Woo berlari dan memberitahu mereka bahwa Ayah Ji Hyun berencana untuk mensahkan wasiatnya hari ini, yaitu akan meninggalkan perusahaannya pada Min Ho. Ji Hyun tidak bisa membiarkannya terjadi, ia menangis, “Tidak!” dan segera pergi untuk menggagalkannya.
 

Dengan panik ia pergi menemui Scheduler, yang bertanya-tanya jika keluarga Shin mempunyai gen untuk mempercayai orang yang salah. Ji Hyun ingin menghentikannya, tapi ia tidak bisa melakukannya dalam tubuh Yi Kyung, tapi ia juga tidak bisa melakukan apapun dalam bentuk rohnya. Ia memohon pada Scheduler untuk menghentikan penandatanganan wasiat itu. Scheduler mengingatkannya bahwa itu berarti mencampuri urusan manusia, jika ia melanggarnya, ia bisa mendapat hukuman.
Kita tahu bahwa Scheduler paling tidak tahan dengan air mata Ji Hyun. Ia pun mencari  informasi dengan HPnya yang menyinggung tentang tombol kesempatan. Akhirnya ia memperoleh kesepakatan: untuk mengganti kemampuan untuk satu kali menyentuh satu barang (dalam bentuk rohnya), ia harus merelakan satu hari dari 49 hari waktunya. Ji Hyun setuju dengan kesepakatan itu juga tentang peringatan Scheduler bahwa ia sendiri yang akan menanggung segala akibatnya. Ia tidak akan menolong.
Ketika ia berbicara dengan Scheduler, ia tidak menyadari kalau istri manager Oh dan Son Jung melihatnya dari seberang jalan. Ia seperti berbicara sendiri, karena Scheduler tidak bisa dilihat manusia biasa. Mereka melaporkannya pada Kang, bagaimana Yi Kyung menjadi gila, berbicara sendiri dan pulang ke rumahnya.
 

Ji Hyun segera melaksanakan rencananya, ia memasukkan sebuah koran ke dalam amplop yang ia alamatkan ke kantor ayahnya dan mengirimnya via kurir. Setelah semuanya selesai, ia keluar dari tubuh Yi Kyung dan segera pergi. 
 

Ketika pengantar pesannya tiba di kantor ayah, ia mengikutinya masuk kedalam. Eun Jung menerima amplop itu dan memberikannya pada ayah Ji Hyun, sebelum ia mencap wasiatnya.
Ayah membuka amplop itu dan menemukan sebuah koran, ia mengira itu hanya lelucon, sampai ia melihat sebuah berita tentang seorang wanita di Amerika yang bangun dari komanya setelah 20 tahun. Saat ayah membacanya, Ji Hyun memohon padanya bahwa ia tidak akan membuatnya menunggu begitu lama dan memintanya untuk tidak menanda tanganinya.
 

Tapi ayah meneruskan niatnya. Ji Hyun melihatnya dengan ngeri. Ia bergegas maju dan menggunakan satu-satunya kesempatannya. Ia mendorong segel resmi ayahnya sampai jatuh ke lantai, saat ia akan menyentuhnya. Ji Hyun mencoba membuat ayahnya menghubungkan petunjuk-petunjuk yang ada untuk tidak melakukan ini. Ayah memahaminya tapi ia tetap meneruskan prosesnya.
Ji Hyun menangis, memintanya berhenti, ketika kekuatan yang tidak terlihat memukul sesuatu jatuh ke lantai. Ternyata fotonya.
Scheduler datang dengan menggerutu seperti biasa, tapi Ji Hyun mengerti ia melakukan ini untuknya, Ji Hyun merasa sangat berterimakasih. Ayah heran kenapa foto itu bisa jatuh. Ia melihat foto Ji Hyun dan bertanya, “Apakah kamu sedih karena aku memperlakukanmu seperti orang yang sudah mati?” Ayah memutuskan untuk tidak menandatangani wasiatnya hari ini.
 

Ji Hyun berterima kasih pada Scheduler, tapi ia tidak mendengarkannya. Scheduler melihat ke sekelilingnya dengan cemas. Ia bertanya-tanya , “Apakah mereka tidak memperhatikannya?” Sebuah sepeda motor datang menderum. Seorang nenek-nenek dengan jaket kulit menantangnya. Scheduler tergagap, “Ssssenior?”. Ia tahu bahwa ia akan mendapat hukuman.
 

Nenek itu memegang kerahnya dan memarahinya. Ia menceramahinya tentang melanggar peraturan mereka untuk tidak turut campur dalam urusan manusia. Scheduler segera menyuruh Ji Hyun pergi, ia protes pada nenek itu untuk tidak melakukan ini didepan Ji Hyun.
Seniornya bertanya apakah ia menyukai Ji Hyun yang segera dibantahnya. Scheduler membela diri bahwa ia tidak menghindar  untuk tidak turut campur. Ia tidak pernah bertemu orang yang  seaneh Ji Hyun, membujuk nenek itu untuk lebih longgar.
 

Ia menghukumnya dengan memperpanjang waktunya menjadi Scheduler selama seminggu. Scheduler menolaknya, karena ia telah menhitung waktunya dan semuanya tinggal 30 hari lagi. Tidak ada perkecualian. Nenek itu meninggalkan Scheduler yang merajuk dan marah. Ia menendang dan meninju dengan tangannya.
Setelah mengkhawatirkan sepanjang hari tentang kenapa Yi Kyung begitu panik, Kang pergi mencarinya. Ia tiba di tempat Yi Kyung tepat saat Ji Hyun bergegas pulang.
Tapi ia terlambat karena Yi Kyung terbangun lebih cepat dan melihat pintu depannya terbuka. Kejadian aneh ini membuatnya takut. Ia menggambil kartunama Dr Noh.
 

Yi Kyung berjalan melewati Kang yang sedang bertanya di toko sebelah. Kang tidak melihatnya karena ia sibuk menanyakan arah. Ketika ia tiba rumah Yi Kyung, ia menemukan bahwa rumah itu kosong, ia bertanya-tanya kemana Yi Kyung pergi. Yi Kyung bertemu dengan Dr. Noh di kafe tempatnya bekerja. Ia mengaku kalau ia takut menjadi gila dan membeberkan semua kejadian aneh yang terjadi padanya, tumitnya terluka tanpa alasan, Pemilik rumahnya melihatnya di siang hari, ketika ia biasanya tidur, Ia muntah makanan yang tidak pernah dimakannya.
 

Dr. Noh memberitahunya mungkin ia berjalan sambil tidur, yang menjelaskan kenapa ia tidak ingat apa yang dilakukannya. Ia menyarankan agar ia pergi ke rumah sakit besok untuk melakukan tes.
Kang merenung malam itu sambil memegang sebuah gelang. Mungkin ia mempunyai kenangan dengan Ji Hyun dengan gelang itu.
Paginya, ia mengunjungi Ji Hyun sambil membawa bunga kesukaannya. Tapi ayah melihatnya dengan curiga, karena baginya Kang hanya teman lama yang tidak begitu dekat, yang dengan tidak bertanggungjawab berhenti mendesign untuk proyek mereka di tengah jalan. Ayah tidak suka pada Kang dan menyuruhnya untuk tidak menjenguk Ji Hyun lagi.
 

Ji Hyun tiba di restoran. Ternyata hari itu restoran tutup. Ia melihat sebuah piano dan ingin bermain sejenak. Kang mendengarnya bermain piano saat melangkah masuk.
 

Ia segera mengenali bahwa Ji Hyun suka memainkan itu dan berpikir kembali  saat ia pertama kali mendengarnya, yaitu ketika ia tertidur di auditorium dan Ji Hyun mulai memainkan piano, tidak sadar bahwa ada yang mendengarkannya.
 

Ia menatap Yi Kyung yang duduk di belakang piano, ada bayangan Ji Hyun disana. Ia tidak dapat menahan perasaannya lagi dan mendekatinya dengan curiga. Ia bertanya, “Siapa kamu? Apakah kamu Ji Hyun?”


Credits: www.dramabeans.com

0 comments:

Posting Komentar