Pages

01/04/11

GONG (JADE PALACE LOCKHEART) EPISODE 6

 
Setelah bertemu dengan Yinzhen, Su Yan menangis. Ia kembali kekamarnya dengan sedih. Qing Chuan heran, melihat Su Yan yang berwajah suram. Ia bertanya apa yang terjadi. Su Yan bertanya pada Qing Chuan apakah ia pernah menyukai seseorang, karena ia mendengar kalau Yinsi ingin menikahinya. Qing Chuan menyuruh Su Yan untuk tidak mendengarkan gosip itu, ia hanya pelayan sedangkan Yinsi pangeran, status mereka tidak sama.
Su Yan: “Bagaimana jika orang yang kau sukai tidak membalas perasaanmu? Apa yang akan kau lakukan?”
Qing Chuan: “Jika aku menyukai seseorang dan orang itu tidak menyukaiku, kenapa aku harus terus menyukainya? Kenapa aku membuang waktu dan emosiku untuk seseorang yang tidak menyukaiku?”
Su Yan: “Tapi Aku…..Aku tidak bisa kembali lagi. Tidak ada jalan untuk kembali.”
 

Qing Chuan bertanya apakah ada orang yang mengkhianatinya. Su Yan berharap kalau orang itu mengkhianatinya, paling tidak dulu ia pernah menyukainya. Qing Chuan lalu mengajak Su yan pergi ke taman yang penuh batu. Ia meminta Su Yan untuk berjalan di atas jalan penuh batu tanpa sepatu, jika kakimu sakit makanya sakit hatimu akan berkurang. Su Yan pun mencobanya.
 

Long Ke Duo datang menemui Yinzhen yang sedang bekerja. Long Ke Duo bertanya bahwa dua hari lagi ia akan menikah, kenapa ia masih terus bekerja. Yinzhen menjawab bahwa jika ia tidak bekerja keras dan tidak menunjukkan kemampuannya sekarang, tidak ada yang mau membantunya. Long Ke Duo memujinya, ia menambahkan jika ia mencintai dan berbuat baik pada Jin Zhi, maka ia akan membantunya untuk mencapai apa yang diinginkannya. Yinzhen pun berjanji.
 

Paginya Yinzhen berkeliling istana, ia ingin melihat seluruh istana sebelum ia pergi. Tiba-tiba ia bertemu dengan Qing Chuan, Yinzhen bertanya siapa namanya, karena selama ini ia tidak sempat menanyakannya. Qing Chuan menjawab bahwa namanya pelayan Qing Chuan. Yinzhen pun pergi, baru beberapa langkah, ia menoleh dan memanggil Qing Chuan. Qing Chuan pun menoleh dan Yinzhen berkata bahwa hari ini ia kelihatan cantik. Qing Chuan hanya bisa tersenyum. Ia berkata dalam hati bahwa Yinzhen akan segera menikah, jadi ia tidak boleh memikirkannya.
 

Di kamar pelayan, Jin Momo sedang membagikan kain dan perhiasan bagi para pelayan. Hadiah itu diberikan karena Yinzhen akan menikah. Jin Momo memberi Su Yan sebuah gelang, tapi Su Yan tidak mau menerimanya, ia masih sakit hati. Pelayan yang lain memperebutkan gelang itu, tapi akhirnya Jin Momolah yang mengambilnya. 
 

Qing Chuan masuk ke dalam kamar, ia heran kenapa mereka berkerumun. Xin Lian memberitahu bahwa ini adalah hadiah dari Yinzhen karena ia akan menikah. Qing Chuan diberi sehelai kain. Xin Lian terus mengejeknya, karena dia berani berharap untuk mendapatkan Yinzhen.
 

Yinzhen dan Jin Zhi pun akhirnya menikah. Jin Zhi bertanya pada Yinzhen apakah ia bahagia. Yinzhen menjawab bahwa tentu saja ia bahagia, hari ini adalah hari yang paling membahagiakan dalam hidupnya. Jin Zhi meminta Yinzheng berjanji satu hal padanya Yinzhen hanya akan mencintai dirinya saja dan selalu memperlakukannya dengan baik selama hidupnya. Ia menambahkan jika Yinzhen tidak mencintainya berarti ia merencanakan sesuatu karena ia telah berusaha keras untuk menikahinya. Dan bila itu yang terjadi, ia harus tetap berpura-pura untuk mencintainya, karena ia hanya peduli dengan orangnya, bukan hatinya. Yinzhen tampak tidak senang, ia berkata pada Jin Zhi kalau ia masih punya pekerjaan yang harus dikerjakannya, ia pun meninggalkan Jin Zhi sendirian di malam pengantin mereka. Jin Zhi sangat marah.
 

Paginya, Yinzhen dan Jin Zhi bertemu dengan Kaisar dan Consort De di istana Yong He Consort De memuji mereka sangat serasi. Kaisar menasehati Yinzhen bahwa sekarang ia punya tanggungjawab, ia kemudian menyuruh Yinzhen membawa istrinya berjalan-jalan di taman istana
 
 
Setelah Yinzhen pergi, Kaisar memujinya kalau ia sangat pintar, semua pekerjaannya bisa diselesaikan dengan baik. Kaisar berpikir ingin menjadikan Yinzhen putra mahkota, tapi Consort De memohon supaya Kaisar tidak melakukannya karena ia tidak ingin anaknya berkecimpung dalam politik istana, ia ingin Yinzhen hidup dengan damai. Kaisar menenangkannya bahwa semuanya belum pasti. Kaisar bertanya tentang kabar Yinthi, Consort De berkata bahwa ia akan kembali setelah perang selesai. Kaisar memuji bahwa Yinthi anak yang berbakat.
 

Yinsi, Yinthang dan Yin’e sedang berjalan-jalan ditaman, tidak sengaja beberapa pelayan menabraknya. Yinsi ingin marah, tapi ia ingat ia harus mengubah cara bicaranya. Ia berbicara dengan lemah lembut, menyuruh pelayan-pelayan itu pergi. Yinthang dan Yin’e tertawa terbahak-bahak, mereka tidak biasa mendengar cara bicara Yinsi yang baru, Yinsi terlihat malu dan kesal.
 

 Mereka melihat Yinzhen dan Jin Zhi sedang berjalan-jalan menikmati suasana. Mereka mendekatinya dan memberi salam. Yinsi memuji kecantikan Jin Zhi, Jin Zhi terlihat senang. Mereka mengobrol sambil menikmati bunga-bunga di taman.
 

Qing Chuan melihat mereka, ia terlihat sedih, ia berpikir bahwa  Jin Zhi sangat cantik. Tiba- tiba Jin Momo datang dan bertanya kenapa ia hanya melamun disini dan menyuruhnya bekerja. Sambil berjalan, Qing Chuan berpikir bahwa perbedaan status mereka sangat jauh, jadi ia tidak boleh berpikiran yang aneh-aneh.
 

Qing Chuan bertemu dengan Selir Xi, Selir Xi memegang tangannya dan meminta maaf karena telah menghukumnya. Ia harus melakukan sesuai peraturan istana, karena Qing Chuan melakukan kesalahan, maka ia harus dihukum.
 

Selir Xi bertanya pada Qing Chuan apakah ia punya ide agar Kaisar datang lagi ke istana Ciu Xiu. Qing Chuan bertanya kenangan indah apa yang pernah dibuatnya dengan Kaisar. Selir Xi berpikir, Kemudian berkata bahwa Kaisar suka mendengar nyanyiannya.
Qing Chuan: “Jika anda dapat membuat Kaisar teringat kenangan tersebut, mungkin Kaisar akan menyukai anda lagi.”
Selir Xi senang dengan ide Qing Chuan, ia akan bernyanyi di tempat Kaisar biasa lewat. Karena semua bajunya pernah dilihat oleh Kaisar, maka Selir Xi ingin membuat pakaian di luar istana.
 

Qing Chuan pergi ke bagian pembuatan baju, ia ingin mengambil baju milik selir Xi. Ternyata ia bertemu Xiao Chun disana, ia yang membuat baju untuk Selir Xi. Qing Chuan mengajaknya keluar untuk bercakap-cakap.
Qing Chuan menceritakan pada Xiao Chun kenapa ia menghilang hari itu. Pada hari itu ia sangat khawatir dan berpikir bahwa Qing Chuan marah padanya.
 
 
Xiao Chun bertanya apakah Qing Chuan menderita disini. Qing Chuan hanya diam, ia bertanya apakah ia boleh meminjam bahunya sebentar.
Tak sengaja,Yinthang dan Yin’e melihat mereka berdua. Mereka lalu memberitahu Yinsi. Yinsi terlihat sangat marah dan cemburu. Ia pun segera pergi dari tempat itu
Setelah meminjam bahu Xiao Chun sebentar, Qing Chuan pun berkata bahwa sekarang ia baik-baik saja dan bisa menjalani hidupnya sesusah apapun. Ia bertanya apakah Xiao Chun lapar, ia masih punya kue pemberian Selir Xi. Ia menyuruh Xiao Chun menunggu sebentar.
 

Tiba-tiba ada sekelompok pengawal yang datang dan memukuli Xiao Chun. Ketika akan menemui Xiao Chun, ia mendengar sekelompok pelayan membicarakan seorang penjahit yang sedang dipukuli. 
 
 
Qing Chuan segera menuju tempat Xiao Chun dan menyelamatkannya. Ia bertanya kepada pengawal tersebut siapa yang menyuruhnya, tidak ada yang berani menjawab. Qing Chuan bertanya apakah ini perbuatan Yinsi. Ia menyuruh mereka untuk tidak memukuli Xiao Chun lagi, jika tidak ia yang akan memukuli mereka. Qing Chuan ni kepedean banget, satu lawan banyak gitu lho. Herannya lagi, kenapa semua pengawal takut padanya.
 

Qing Chuan pergi ke tempat Yinsi, ia bertanya kenapa Yinsi menyuruh orang untuk memukulinya. Yinsi terlihat sangat marah, ia berkata semua karena Qing Chuan, kenapa ia memeluk Xiao Chun didepan orang banyak, itu membuatnya kehilangan muka. Qing Chuan menjelaskan bahwa itu hanya pelukan antar teman, ia meminta Yinsi untuk tidak melakukan hal yang sia-sia lagi. Yinsi berkata bahwa ia akan memukulnya setiap kali bertemu dengan Xiao Chun
Qing Chuan: “Baik, lakukan saja. Pukul aku dulu sebelum memukulnya. Bunuh aku dulu sebelum kau membunuhnya.”
Qing Chuan pun pergi dengan marah.
 

Selir Xi memakai baju buatan Xiao Chun. Ia segera menuju tempat Kaisar biasa lewat dan bernyanyi. Kaisar pun berhenti dan melihatnya sambil tersenyum. Selir Xi menghentikan nyanyiannya dan memberi salam pada Kaisar. Kaisar memujinya, tiba-tiba kancing baju Selir Xi copot, sehingga memperlihatkan baju dalamnya, selir Xi berusaha menutupinya. Kaisar memarahinya, kemudian segera pergi meninggalkannya.
 

Selir Xi murka, ia mengumpulkan semua pelayannya dan berpikir siapa yang mungkin berbuat ini padanya. Ia menuduh Xiao Chun yang melakukannya, Qing Chuan berusaha menenangkan Selir Xi. Selir Xi tetap ingin menghukum Xiao Chun. Qing Chuan berpikir ini pasti perbuatan Yinsi, maka ia mencari cara untuk menyelamatkan Xiao Chun.
 

Di suatu tempat, Xiao Chun akan dihukum, ia harus menerima pukulan dari tongkat kayu. Qing Chuan datang, ia mencoba menyogok pengawal yang melaksanakan hukuman itu. Pengawal itu menolaknya, tapi Qing Chuan berkeras bahwa ia harus menerimanya, ia hanya akan menambahkan sesuatu dan pengawal itu boleh memukul Xiao Chun. Qing Chuan meletakkan sebuah bantal di pantat Xiao Chun, pengawal pun memukulnya. Xiao Chun berpura-pura berteriak kesakitan.
Seorang pengawal yang lain datang, ia mengira bahwa mereka menipu. Qing Chuan membantahnya, tiba-tiba bantalnya terjatuh, Qing Chuan dan Xiao Chun berlari sambil dikejar sekelompok pengawal.
 

Jin Zhi, Yinzhen, Yinsi, Yinthang dan Yin’e sedang berjalan-jalan sambil mengobrol. Mereka bertanya apakah Jin Zhi, apakah ia datang untuk mengawasi Yinzhen. Jin Zhi berkata bahwa jika Yinzhen berpaling, berarti yang salah adalah dirinya sendiri, karena tidak bisa mengawasi suaminya. Mereka pun tertawa. Jin Zhi menambahkan jika ada yang berani merebut suaminya maka, hari-hari mereka akan berakhir. Yinzhen terlihat tidak senang.
 

Tiba-tiba Qing Chuan, Xiao Chun dan pengawal yang mengejar mereka datang. Yinzhen menghentikan mereka. Mereka langsung berlutut. Yinsi menyuruh Yinzhen supaya tidak ikut campur karena ia yang menyuruh pengawal untuk menghukum mereka. Yinzhen tetap  ikut campur. Yinsi bertanya kenapa ia menolongnya, apakah ia juga menyukai Qing Chuan? Jin Zhi mendekati Qing Chuan dan berkata bahwa ia cukup cantik, jadi tidak salah kalau dua pangeran memperebutkannya. Yinsi meminta Yinzhen supaya tidak ikut campur atau ia akan kasar padanya. Mereka pun bertengkar, saudara-saudaranya melerainya. Yinsi pun pergi dengan marah.
 

Jin Zhi membawa Qing Chuan masuk ke dalam untuk membersihkan mukanya. Di dalam Jin Zhi bertanya bagaimana ia mengenal Yinzhen, Qing Chuan menjawab bahwa ia bekerja di istana, tentu saja ia tahu Yinzhen tapi mereka tidak pernah berbicara (Qing Chuan bohong supaya Jin Zhi tidak cemburu).
Jin Zhi: “Aku baru saja berpikir untuk menjadikanmu saudara untuk melayaninya. Jika kalian berdua saling mencintai, aku akan mengijinkan kalian menikah.”
Qing Chuan: “Nyonya ke 4, saya hanya seorang pelayan, saya tidak berani berpikiran seperti itu. Jangan bercanda .”
Jin Zhi:”Mempunyai keinginan yang tidak wajar sangat berbahaya di istana. Bagus kalau kamu tahu statusmu. Jika kamu tidak dapat menemukan pria yang baik ketika kamu meninggalkan istana pada umur 25 tahun, datanglah padaku. Aku akan menjodohkanmu dengan seorang pelayan yang hebat.”
Qing Chuan: “Terimakasih sudah memikirkan saya.”
Qing Chuan berpikir dalam hati bahwa ia hanya cocok dengan seorang pelayan. Perbedaannya dengan Jin Zhi sangatlah jauh.
 

Yinzhen dan Jin Zhi meneruskan untuk melihat-melihat istana. Yinzhen bertanya apa yang ia bicarakan dengan Qing Chuan. Jin Zhi menjawab bahwa tadi ia mengetes Qing Chuan, apa ia mau jadi selir Yinzhen. Jin Zhi bertanya apakah Yinzhen mau menjadikan Qing Chuan selirnya. Yinzhen menjawab bahwa punya istri  Jin Zhi saja sudah membuatnya repot, jika punya satu lagi ia pasti bunuh diri. Jin Zhi berkata bahwa Qing Chuan menolak tawarannya, ia menduga Qing Chuan menyukai Yinsi. Yinzhen kesal mendengar Jin Zhi terus membahas hal itu, ia menyuruhnya pulang lebih dulu. Mungkin dalam pikirannya, Yinzhen menyesal menikahi Jin Zhi, karena begitu cerewet dan cemburuan.
 

Di istana Yong He, Consort De sedang membagikan hadiah kepada semua pelayan. Qing Chuan bertanya pada Jin Momo, ada acara apa, kenapa Consort De membagikan hadiah? Jin Momo menjawab bahwa Consort De adalah orang yang baik, setiap selesai ritual doa, ia selalu membagikan buah dan manisan untuk semua pelayan di istana dalam, supaya mereka juga mendapat berkah. Qing Chuan melihat Consort De batuk. Ia bertanya pada Jin Momo apakah Consort De sedang sakit. Jin Momo membenarkan, ia punya gangguan di tenggorokannya, setiap musim semi dan panas ia sering batuk. Qing Chuan berpikir bahwa gejalanya mirip penyakit asma yang dideritanya ketika masih kecil.
 

Malamnya, Fei Cui menyuruh Consort De mencoba sesuatu. Rasanya manis, Consort De bertanya apa yang dimakannya. Fei Cui menjawab bahwa itu madu hutan, seorang pelayan mengantarkan untuknya, katanya bagus untuk tenggorokan. Tabib telah mencobanya dan ini aman. Consort De bertanya siapa yang mengirimnya. Fei Cui menjawab, gadis yang berpakaian merah, Qing Chuan. Consort De menyuruhnya masuk, tapi Fei Cui berkata bahwa Qing Chuan telah pergi. Consort De heran Qing Chuan tidak mau mengambil hadiah. Fei Cui berkata bahwa Qing Chuan ingin berterima kasih karena Consort De begitu baik pada mereka.
 

Qing Chuan berjalan di lorong istana, ia akan kembali ke kamarnya. Ia bertemu dengan Yinzhen. Yinzhen bertanya bagaimana kesehatan ibunya, Qing Chuan menjawab bahwa ia tidak tahu, ia hanya mengantarkan obat. Qing Chuan bertanya apakah ia bahagia karena telah menikah. Yinzhen membenarkan.
Qing Chuan: “Saya merasa sedih ketika melihat anda sedih.”
Yinzhen: “Apakah kau tahu apa kebahagiaan itu?”
Qing Chuan: “perasaan senang pada suatu saat.”
Yinzhen: “Menurutku bukan itu jawabannya. Menurutku kebahagiaan itu seperti menjelang fajar. Melihat jalan yang terang  yang menunggumu.”
 

Qing Chuan berpikir bahwa ia adalah Kaisar Yong Zheng, tentu saja ia akan melangkah di jalan yang terang. Qing Chuan berkata pasti ia dapat mewujudkannya.
Yinzhen: “Aku juga berpikir begitu. Walaupun tidak ada cahaya yang menyinarinya, aku masih bisa membuat suatu langkah besar pada jalanku itu. Qing Chuan berbicara denganmu membuatku senang. Jika suatu hari aku merasa sedih, maukah kau menemaniku?”


Credits: thanks for the video
www.viki.com

0 comments:

Posting Komentar