Pages

10/04/11

GONG (JADE PALACE LOCKHEART) EPISODE 7


Selir Xi merasa tidak enak badan, ia terlalu banyak makan, jadi tabib menyuruhnya untuk berjalan- jalan supaya metabolisme tubuhnya berjalan dengan cepat. Selir Xi pun merasa capek, ia menyalahkan juru masak istana yang membuatkannya makanan yang enak-enak, ia ingin menghukum mereka. Qing Chuan menenangkan Selir Xi, ia mempunyai cara yang lebih ampuh daripada menghukum juru masak. Qing Chuan memijat telapak kaki selir Xi dan mengatakan bahwa  bahwa di telapak kaki banyak ujung-ujung syaraf yang berhubungan dengan organ ditubuh. Selir Xi merasa perutnya sudah lebih baik. Ia mendapat ide, bagaimana kalau ia memijat Kaisar.
 

Kaisar terlihat sangat lelah, Kasim Li berkata bahwa ia mempunyai cara agar Kaisar merasa relaks. Kaisar tidak mau kalau disuruh untuk minum berbagai sup, karena membuat badannya menjadi tidak enak.Kasim Li berkata bahwa ini bukan sup. Kaisar pun dipijat oleh beberapa pelayan, ia merasa sangat nyaman. Kasim Li memberitahunya bahwa Selir Xi yang mengajari para pelayan istana. Kaisar berkata bahwa ia sudah lama tidak pergi ketempat Selir Xi.
 

Selir Xi sedang berpura-pura mengajari para pelayan tentang syaraf-syaraf di tubuh ketika Kaisar datang menemuinya. Kaisar bertanya  mengapa ia tetarik dengan hal ini. Selir Xi menjawab bahwa Kaisar sangat lelah mengatur negara, jadi ia mencari cara untuk mengurangi lelah Kaisar. Ia menyuruh pelayan yang melakukannya karena takut kalau Kaisar marah padanya (terakhir kali bertemu, Kaisar marah pada Selir Xi). Kaisar meminta Selir Xi untuk memijatnya. Ia sudah memaafkan kesalahannya, karena ia merasa Selir Xi tidak mungkin membentuk kelompok atau merencanakan sesuatu padanya karena ia tidak punya putra.
 

Qing Chuan sedang berjalan di taman, ia merasa pusing dan badannya tidak enak, mungkin ia terkena flu. Ia merasa ada yang mengikutinya dan menengok kebelakang. Ternyata ada sekelompok kasim yang sedang mengikutinya. Ia mencoba untuk melarikan diri, tapi mereka terus mengikutinya (mengikuti dalam jarak dekat, pantes aja ketahuan). Qing Chuan menjadi kesal. Tiba-tiba ia berbalik dan bertanya kenapa mereka mengikutinya. Salah seorang kasim menjawab bahwa Yinsi yang menyuruh mereka untuk mengawasi Qing Chuan supaya ia tidak selingkuh. Qing Chuan kaget mendengarnya, karena ia merasa tidak pernah selingkuh. Lagipula ia tidak punya hubungan dengan Yinsi. Ia menyuruh kasim-kasim itu untuk berhenti mengikutinya dan segera berlari menghindar dan tentu saja ia dikejar segerombolan kasim itu. Qing Chuan pun bersembunyi, akhirnya ia lolos dari mereka.
 

Qing Chuan berpikir kalau Yinsi terus mengganggunya, ia bisa kesusahan. Tiba-tiba seorang kasim menyentuh pundaknya, ia kaget, ternyata orang itu Xiao Chun. Xiao Chun bertanya kenapa kasim-kasim itu mengikutinya, Qing Chuan memintanya untuk tidak membahas hal itu. Qing Chuan heran mengapa ia ada disini dengan memakai seragam kasim. Ia berkata bahwa ia telah berpikir tentangnya
Xiao Chun: “Istana tempat yang mengerikan untuk hidup, jika kau tetap disini kau akan mendapat kesulitan. Jadi aku memutuskan untuk membawamu pergi dari sini.”
Qing Chuan berkata bahwa istana itu tidak seperti pasar dimana kamu bisa datang dan pergi sesukamu. Xiao Chun menenangkannya karena ia sudah membuat rencana. Ia sudah menyuap beberapa kasim yang bertugas membawa air ke istana, jadi Qing Chuan akan dimasukkan dalam gentong dan dibawa keluar istana. Xiao Chun menambahkan bahwa ia akan melindungi Qing Chuan sampai ia mati. Mereka pun melihat kasim yang membawa gentong-gentong besar datang.
 

Qing Chuan mengikuti Xiao Chun pergi kearah gentong air, ia berpikir kalau ia pergi bersama Xiao Chun, ia pasti terbebas dari Yinsi. Ketika ia akan masuk ke dalam gentong, ia teringat dengan Yinzhen, jika ia pergi, ia tidak akan pernah bertemu dengannya lagi. Qing Chuan pun mengurungkan niatnya dan meminta maaf pada Xiao Chun, ia tidak dapat pergi karena suatu hal. Ia berlari kembali ke istana, tiba-tiba ia merasa pusing, ia berhenti kemudian jatuh pingsan, Xiao Chun datang menolongnya.
 

Su Yan merawat Qing Chuan yang masih pingsan. Qing Chuan tersadar, ia bertanya dimana Xiao Chun. Su Yan menjawab bahwa Xiao Chun sudah pergi.
Su Yan memberitahu Qing Chuan bahwa Xiao Chun adalah pria yang baik, ia berani menempuh bahaya hanya untuknya dan ketika ia pingsan, ia membawanya ke istananya, bukan membawanya keluar. Qing Chuan menjawab bahwa ia hanya menganggap Xiao Chun sebagai teman.
Qing Chuan: “Su Yan, kau harus tahu, kadang-kadang kau menyukai seseorang tanpa ada alasan Apapun yang orang lain lakukan padamu, tidak akan mengubahnya.”
 

Qing Chuan merasa tidak enak badan dan membaringkan tubuhnya ke tempat tidur. Su Yan memeriksanya dan menjadi panik ketika demam Qing Chuan tinggi.
 
 
Ia pun segera pergi mencari tabib istana, tapi tabib-tabib itu sedang sibuk menyiapkan obat untuk Selir Xi dan membuat laporan. Karena yang sakit hanya seorang pelayan, mereka menolaknya. Su Yan berlutut dan memohon agar mereka segera menolong Qing Chuan. Tabib-tabib itu menyuruh Su Yan untuk mengompres Qing Chuan dengan air es, mereka akan memeriksanya besok siang. Su Yan memohon, kalau besok siang, mungkin Qing Chuan tidak mampu bertahan, tapi mereka tetap menolaknya. Su Yan menjadi marah dan memaki mereka.
 

Yinsi berkunjung ke istana Chu Xiu, ia ingin meminta sesuatu kepada Selir Xi. Tiba-tiba Su Yan datang dan memohon pada Selir Xi agar ia menolong Qing Chuan karena ia sedang sakit keras. Yinsi yang mendengarnya kaget. Su Yan bercerita bahwa tabib tidak mau menolong Qing Chuan. Yinsi menjadi marah dan bersumpah akan mengubur tabib-tabib itu bersama Qing Chuan apabila ia meninggal. Selir Xi melihat bahwa Yinsi suka pada Qing Chuan, ia pun punya ide cemerlang.
 

Selir Xi membawa Qing Chuan kekamarnya dan mencarikan tabib yang terbaik. Paginya, Qing Chuan terbangun, ia heran kenapa ia berada di kamar Selir Xi dan melihat Yinsi disampingnya. Selir Xi memberitahunya bahwa semalaman Yinsi panik dan tidak ada seorang pun yang dapat menyuruhnya untuk istirahat. Qing Chuan berterimakasih. Dengan malu-malu Yinsi berkata bahwa ia akan melakukan apapun asalkan Qing Chuan baik-baik saja. Ketika Yinsi akan pergi, Selir Xi mencegahnya dan memintanya menemani Qing Chuan sedangkan ia akan menyiapkan sarapan. Yinsi dan Qing Chuan ditinggal berdua didalam kamar. 
 

Yinsi memarahi Qing Chuan karena tidak dapat menjaga dirinya. Qing Chuan hanya menjawab bahwa ia masih sakit, kenapa Yinsi malah memarahinya.
Yinsi: “Aku memarahimu karena aku khawatir terhadap keadaanmu. Dari kecil, aku tidak pernah perhatian pada seseorang. Qing Chuan, mulai saat ini kamu tidak boleh sakit, tidak boleh mendapat masalah dan tidak boleh membuatku khawatir!”
Qing Chuan berkata dalam hati, walaupun ia membenci Yinsi, ia bukanlah pria yang buruk, andaikan tidak ada Yinzhen, mungkin ia.......Tapi Qing Chuan ingat, dalam buku sejarah nasib Yinsi jelek, jadi ia tidak boleh punya perasaan padanya. Melihat Qing Chuan termenung, Yinsi bertanya apa yang sedang dipikirkannya. Qing Chuan menjawab bahwa ia tidak memikirkan apapun. Yinsi menyuruhnya untuk tidak memikirkan orang lain. Qing Chuan berkata bahwa ia telah mengontrol hidupnya, apakah ia sekarang mengontrol pikirannya juga. Yinsi menyahut dengan tegas bahwa ia menginginkannya, ia ingin mengontrol semua hal dalam hidupnya. Qing Chuan tertawa.
Qing Chuan: “Caramu tertawa sangat manis, seperti anak kecil. Anak kecil,anak kecil, anak kecil.”
Yinsi: “Jangan berkata seperti itu.”
Qing Chuan: “Anak kecil, anak kecil.”
Yinsi: “Jika kamu mengatakan sekali lagi, aku tidak akan membiarkanmu.”
Qing Chuan: “Anak kecil.”
Yinsi: “Jangan mengatakannya lagi. Siapa yang anak kecil.”
Yinsi menutup mulut Qing Chuan dengan tangannya. Qing Chuan protes dan terus meledeknya dengan sebutan anak kecil. Mereka terus bercanda.
 

Selir Xi dan Jin Momo mengintip mereka. Jin Momo berkata kalau mereka berdua sudah keterlaluan. Selir Xi bertanya dimana anting mutiara hadiah Kaisar untuk ulangtahunnya kemarin, ia ingin memberikannya pada Qing Chuan. Jin Momo heran, tapi ia kemudian paham maksud Selir Xi.
Jin Momo: “Nyonya tidak punya putra dan ibu kandung pangeran ke 8 dikurung. Jika kita dapat membuatnya berada dipihak kita, maka ini menjadi solusi yang menguntungkan. Asal usul Qing Chuan yang tidak jelas bisa kita gunakan sebagai senjata. Semakin besar rasa cinta pangeran ke 8 kepada Qing Chuan, semakin dekat ia pada kita. Bila pangeran ke 8 menjadi Kaisar, maka kehidupan Nyonya akan terjamin.”
Selir Xi membenarkan. Su Yan lewat sambil membawa obat, Selir Xi menyuruhnya untuk memberitahu pelayan yang lain bahwa Qing Chuan sakit dan ia tidak boleh mengerjakan apapun.
 

Di ruang belajar istana, Yinsi sedang melamun. Yinthang dan Yin’e datang, mereka menggodanya. Yinsi berkata bahwa ia punya sesuatu yang harus diurusnya, jadi ia akan pergi. Yinthang dan Yin’e menggodanya kalau ia sedang sakit cinta, Yinsi menjadi malu dan ingin menendang mereka. Mereka berdua memberitahunya kalau guru mereka tidak datang dan Kaisar menyuruh mereka untuk berlatih kaligrafi dan Yinsi tidak menulis apapun kecuali selembar kertas yang penuh tulisan nama Qing Chuan yang merupakan bukti kalau ia sedang jatuh cinta. Yin’e berkata bahwa ini akan menjadi masalah karena latar belakang dan status Qing Chuan ia tidak pantas untuk Yinsi, Kaisar pasti akan melarang mereka. Yinsi berkata bahwa bila itu terjadi, ia akan melepaskan status pangerannya.
 

Tiba-tiba Selir Xi datang, ia mengkritik Yinsi yang terlalu emosional. Selir Xi berbohong pada mereka bahwa Qing Chuan sebenarnya adalah keluarganya, karena ia rindu pada keluarganya ia membawa Qing Chuan masuk ke istana. Qing Chuan disuruhnya berpura-pura jadi pelayan supaya ia tidak terpilih menjadi selir dan hidup menderita seperti dirinya. Jadi Qing Chuan mempunyai status yang pantas untuk menjadi istri Yinsi.
 

Selir Xi ingin berbicara berdua dengan Yinsi, mereka pun mencari tempat yang sepi. Selir Xi memberikan buku daftar riwayat pelayan. Yinsi heran kenapa nama Qing Chuan tidak ada disana. Selir Xi memberitahunya bahwa ia membawa masuk Qing Chuan secara diam-diam. Selir Xi bertanya apakah Yinsi ingin Qing Chuan tetap hidup atau tidak. Yinsi tidak mengerti maksudnya, Selir Xi berkata bila latar belakang Qing Chuan ketahuan Kaisar, maka ia akan dihukum mati, jika Yinsi mau jadi sandarannya, maka ia akan menyuruh keluarganya untuk mencari bangsawan untuk mengadopsi Qing Chuan menjadi putrinya, jadi status mereka jadi sepadan.
 

Yinsi berkata, bila ia menyetujuinya pun tidak akan menguntungkan selir Xi. Jika Kaisar meninggal, statusnya hanya keluarga kerajaan, menurut peraturan Da Qing, jika Selir Xi bukan ibu kandungnya, ia tidak dapat hidup di rumahnya dan mendapat perawatan darinya. Selir Xi berkata bila Yinsi setuju, ia ingin menjadikannya Kaisar. Tapi Yinsi menolak karena ia tidak berambisi menjadi Kaisar.
 

Selir Xi berkata jika ia menjadi Kaisar, maka kesalahan Qing Chuan bisa dihapuskan, karena suatu saat, pasti masa lalu Qing Chuan akan ketahuan. Ia menyuruh Yinsi untuk memikirkannya lagi. Ketika Selir Xi akan pergi, Yinsi mencegahnya dan berjanji akan menjadi sandarannya.
 

Kaisar berada di istana Ciu Xiu, Selir Xi sedang memijatnya. Kaisar memberitahunya bahwa  ia akan pergi ke Namwan untuk berburu sambil menguji kekuatan putra-putranya. Ia mengajak Selir Xi untuk menemaninya. Selir Xi menyetujuinya dan berpikir bahwa ini saat yang tepat untuk menunjukkan kekuatan Yinsi di hadapan Kaisar.
 

Yinzhen berkunjung ke istana Yong He bersama Jin Zhi. Ia bertanya kenapa ibunya tidak ikut Kaisar berburu. Consort De hanya menjawab bahwa ia sudah tua, Kaisar ingin bersenang-senang, jadi sebaiknya ia membawa selir yang masih muda.
Consort De: “Apa yang tergaris dalam hidupmu, itulah yang kamu peroleh. Jadi jangan mengejar apa yang bukan takdirmu, apakah kau mengerti?”
 

Yinzhen tampak tidak setuju dengan pendapat ibunya. Tiba-tiba Fei Cui datang, ia memberitahu Consort De bahwa kue-kuenya sudah selesai dibuat. Consort De pun memeriksa kue-kue itu, tapi ia tampak kecewa karena kue-kue itu tidak seperti harapannya.Consort De memberitahu Yinzhen bahwa nafsu makan Kaisar ketika berburu tidak begitu baik, jadi ia menyiapkan kue yang biasa disiapkan Ibu Suri untuk Kaisar, tapi hasilnya tidak sama. Hal ini membuat Yinzhen mendapat ide untuk menarik perhatian Kaisar. Ia pun pamit pergi.
 

Yinsi menunggu Qing Chuan, ia memberitahunya bahwa ia akan pergi berburu ke Namwan, Qing Chuan tampak senang. Yinsi bertanya kenapa ia tampak senang, Qing Chuan hanya menjawab ia senang karena ia akan berpisah dengannya selama 10 hari. Jadi ia bisa menjalani harinya dengan tenang. Yinsi heran kenapa Qing Chuan begitu dingin terhadapnya, padahal ia adalah pria yang hebat. Qing Chuan hanya tertawa melihat Yinsi yang begitu narsis. Akhirnya ia berkata, karena mereka akan berpisah, maka ia akan memujinya.
 

Qing Chuan: “Salam pangeran ke 8. Anda adalah pria terbaik didunia. Itu sudah cukup bagus bukan? Selamat tinggal!”
Yinsi terlihat senang, ia pun menarik tangan Qing Chuan dan mengajaknya melihat bulan.
 

Qing Chuan menemui Selir Xi, ia meminta maaf karena baru datang  karena Yinsi mengajaknya melihat bulan. Selir Xi memaafkannya dan menyuruhnya bersama Yinsi di waktu luangnya. Selir Xi memintanya untuk menemaninya pergi ke Namwan. Qing Chuan menolaknya dengan alasan bahwa ia akan membuat masalah bila bertemu Yinsi. Selir Xi pun memakluminya, ia pun berkata bahwa ia akan mengajak Xiao Chun bersamanya. Qing Chuan pun jadi panik, ia takut Yinsi akan memukuli Xiao Chun. Ia pun  berkata pada selir Xi bahwa ia akan menemaninya. Selir Xi heran kenapa Qing Chuan berubah begitu cepat, Qing Chuan hanya beralasan bahwa ia akan merindukan Selir Xi. Kelihatan bohong banget ya.
 

Yinzhen menemui Su Yan dan memberinya buku resep. Ia menyuruhnya untuk mempelajari resep-resep kue di buku itu. Jin Zhi ternyata melihat mereka berdua, ia pun terus mengintip perbuatan suaminya, ia mengira suaminya selingkuh dengan Su Yan.
 

Xin Lian menyombong pada teman-temannya yang lain bahwa ia dipilih Selir Xi untuk menemaninya ke Namwan. Su Yan melihatnya dari jauh. Ketika ia sedang sendirian, Su Yan memukulnya sampai jatuh. Xin Lian meminta tolong, Jin Momo memarahinya kenapa ia sampai terluka padahal besok mereka harus berangkat. Su Yan pun muncul, ia berkata bahwa ia mau menggantikan Xin Lian, sambil menyelipkan sebuah gelang ke tangan Jin Momo. Jin Momo pun terlihat senang.
Paginya mereka berangkat, Kaisar memimpin didepan, sedangkan pelayan-pelayannya mengikuti dibelakang. Sesampainya di Namwan, mereka segera membuat tenda dan bermacam-macam hal.
 

Qing Chuan mengendap-endap, ia sedang melihat kemah para pangeran, berharap melihat Yinzhen. Tiba-tiba Xiao Chun mengagetkannya. Qing Chuan bertanya apakah ia baik-baik saja, Xiao Chun malah menjawab bahwa ia akan melindunginya. Yinsi datang ke arah mereka, ia heran kenapa Xiao Chun ada disini, ia menduga mereka masih selingkuh dibelakangnya. Qing Chuan memberitahunya bahwa mereka hanya berteman. Yinsi menyuruhnya jangan dekat-dekat dengan Qing Chuan karena ia hanya temannya. Yinzhen berjalan menuju ke tenda, Qing Chuan melihatnya dengan senang.
 

Luo Ke Duo melihat seseorang sedang mengintip, ternyata orang itu Jin Zhi. Long Ke Duo memarahinya. Jin Zhi membela diri, ia berkata ia ingin mengawasi suaminya supaya tidak selingkuh dengan wanita lain.
 

Di tenda yang lain, Selir Xi sedang mendandani Qing Chuan. Qing Chuan heran kenapa ia didandani, Selir Xi hanya menjawab supaya ia tampak cantik dihadapan Yinsi. Qing Chuan membantah, ia tidak ada hubungan dengan Yinsi. Selir Xi hanya tertawa, ia pun memberitahunya kalau ia harus tampil cantik dihadapan orang lain.
 

Perburuan pun dimulai. Kaisar memberikan pidato pembukaan, ia menyuruh putra-putranya untuk menunjukkan kemampuan mereka. Selir Xi mengajak Qing Chuan mendekati Yinsi, ia menyuruhnya untuk memberikan barang yang menempel ditubuhnya supaya Yinsi beruntung. Qing Chuan menolak, Yinzhen yang melihat kejadian itu berkomentar: “Melon yang dipetik dengan paksaan, rasanya tidak akan manis.Dan jika kamu tidak memberi makan kudamu, maka ia tidak akan berlari cepat walaupun kau cambuk.” Yinsi tersinggung, ia pun mendekati Qing Chuan, mencium pipinya dan berkata: “Kuda ini milikku, ia akan berlari sesuai keinginanku.”

1 comments:

danamumania mengatakan...

lanjutin ya mb...kalo bisa tiap hari dun...cus q tiap ari ngecek blog ini lho (fans berat bgt)...(=^u^=)

Posting Komentar