Pages

16/04/11

GONG (JADE PALACE LOCKHEART) EPISODE 8


Perburuan pun dimulai. Kaisar memberikan pidato pembukaan, ia menyuruh putra-putranya untuk menunjukkan kemampuan mereka. Selir Xi mengajak Qing Chuan mendekati Yinsi, ia menyuruhnya untuk memberikan barang yang menempel ditubuhnya supaya Yinsi beruntung. Qing Chuan menolak, Yinzhen yang melihat kejadian itu berkomentar: “Melon yang dipetik dengan paksaan, rasanya tidak akan manis.Dan jika kamu tidak memberi makan kudamu, maka ia tidak akan berlari cepat walaupun kau cambuk.” Yinsi tersinggung, ia pun mendekati Qing Chuan, mencium pipinya dan berkata: “Kuda ini milikku, ia akan berlari sesuai keinginanku.”
Yinzhen: “Aku hanya merawat kuda milikku. Aku tidak ada hubungan dengan kuda orang lain.”
 

Mereka pun mulai berburu. Qing Chuan berlari ke luar, diikuti oleh Xiao Chun. Xiao Chun bertanya apakah Qing Chuan baik-baik saja. Qing Chuan marah-marah karena Yinsi menciumnya didepan Yinzhen. Xiao Chun mengajaknya melarikan diri. Ia berjanji akan memperlakukan Qing Chuan dengan baik. Qing Chuan hanya berkata bahwa hubungan antara pria dan wanita itu tidak cuma memperlakukan dengan baik Ia meminta Xiao Chun untuk meninggalkannya sendirian. Xiao Chun khawatir kalau Qing Chuan akan bunuh diri. Dengan tegas Qing Chuan membantahnya.
 

Yinsi sedang mengejar binatang buruan. Ia memanahnya tapi meleset. Tiba-tiba sekelompok kasim datang dan membawa beberapa burung yang sudah mati dan melemparkannya di dekat Yinsi. (pasti suruhan Selir Xi) Yinsi bingung kenapa mereka melakukan itu. 
 
 
Yinzheng datang dan memujinya karena dalam waktu singkat, ia sudah memperoleh banyak buruan. Yinsi mencoba menjelaskan, tapi Yinzhen keburu pergi.
 

Kaisar memuji putra-putranya. Selir Xi menambahkan bahwa Yinsi yang memperoleh hasil buruan paling banyak. Kaisar bangga dan memberinya hadiah busur yang diperolehnya dari permaisuri Xiao  Zhuang Wen. Yinthang berbisik pada Yin’e bahwa busur itu simbol dari pemilihan Kaisar. Yin’e menjawab bahwa Kaisar kelihatannya akan memilih Yinsi menjadi penggantinya. Yinzhen yang mendengar bisikan mereka merasa tidak senang.
 

Xiao Chun sedang berdiri didekat tenda, ia berpikir akan membalas perlakuan Yinsi pada Qing Chuan. Ia ragu-ragu karena Yinsi seorang pangeran, bisa-bisa ia dihukum mati. Ia memikirkan ibunya, jika ia mati siapa yang akan merawatnya. lol
 

Yinsi berjalan didekat Xiao Chun sambil memanggil-manggil Qing Chuan.. Xiao Chun memberanikan diri untuk menghadapi Yinsi. Ia memberitahu Yinsi supaya tidak mencari Qing Chuan lagi, walaupun ia harus membunuhnya. Yinsi hanya mengejeknya.
Xiao Chun: “Kamu hanya beruntung, terlahir sebagai pangeran. Bagaimana jika keadaan dibalik. Aku tidak akan bertindak buruk sepertimu.”
 

Yinsi menyuruh Xiao Chun untuk tidak berpikir bahwa ia pangeran. Xiao Chun mengajak Yinsi berlomba untuk mendapatkan Qing Chuan. Yinsi setuju. Xiao Chun sadar, ia akan kalah kalau berkelahi dengannya, jadi ia mengajak Yinsi untuk berlomba membuat baju. Yinsi menyetujuinya. Xiao Chun berkata karena mereka tidak punya jarum dan benang, maka perlombaannya ditunda. Yinsi tidak setuju, ia ingin bertanding sekarang. Tiba-tiba ia menarik kain dipinggang Xiao Chun, dengan gerakan cepat, ia mengikat Xiao Chun dengan kain itu.
Xiao Chun bertanya apa yang ia lakukan. Yinsi hanya menjawab bahwa ia membuat baju. Xiao Chun protes, jika ia membuat baju, kenapa ia malah mengikatnya. Yinsi berkata bahwa baju dibuat untuk menutupi badan, ia sekarang telah menutupi badan Xiao Chun, jadi ia kalah. Xiao Chun diam dan menangis, Yinsi heran kenapa seorang laki-laki menangis.
 

Xiao Chun memberitahunya bahwa Qing Chuan adalah gadis yang baik, ia sedih karena tidak dapat melindunginya. Yinsi ingin tahu seberapa baik Qing Chuan, Xiao Cun mau menjawabnya jika ia melepaskan ikatannya. Yinsi setuju. Xiao Chun bercerita bahwa Qing Chuan adalah gadis yang baik hati dan suka menolong, ketika bisnisnya  sedang lesu, Qing Chuan menolongnya sehingga bisnisnya lancar kembali. Ketika seorang tetangga kesusahan, Qing Chuan pasti menolongnya. Yinsi terlihat senang mendengarnya.Xiao Chun berkata bahwa ia telah memutuskan sesuatu. Yinsi mendengarkannya. Xiao Chun berteriak bahwa ia tidak akan meminjamkan Qing Chuan padanya, sambil melarikan diri. Yinsi kesal dan mengejarnya.
 

Qing Chuan sedang berada di pinggir sungai, ia berpikir bahwa Yinzhen pasti akan menganggapnya sebagai gadis murahan. Tiba-tiba Xiao Chun datang sambil dikejar Yinsi. Yinsi mengadu pada Qing Chuan kalau Xiao Chun mengajaknya berlomba, ketika ia kalah ia tidak mau mengaku kalah. Qing Chuan bertanya apa yang mereka perlombakan.Yinsi menjawab bahwa mereka berlomba membuat baju. Qing Chuan heran kenapa Xiao Chun masih kalah juga. Xiao Chun beralasan karena Yinsi curang, mereka pun bertengkar lagi. Qing Chuan mencoba memisahkan mereka, tapi tiba-tiba perutnya berbunyi. Yinsi bertanya apakah ia lapar, hari ini ia banyak menangkap burung, sebaiknya mereka membuat daging panggang. Qing Chuan setuju asalkan mereka tidak bertengkar lagi.
 

Mereka pun membakar burung yang tadi diperoleh Yinsi. Xiao Chun memperingatkan Yinsi kalau ia membakar daging seperti itu akan membuat dagingnya gosong. Dan benar saja, daging milik Yinsi gosong. Ia merebut daging Xiao Chun dan memberikannya pada Qing Chuan. Qing Chuan menyuruhnya untuk mengembalikannya lagi, tapi Xiao Chun berkata bahwa ia akan memakan punya Qing Chuan. Sebelum ia sempat mengambilnya, Yinsi segera memberikan dagingnya yang gosong kepada Xiao Chun, sedangkan ia sendiri makan punya Qing Chuan. Benar-benar curang.
 

Kaisar dan Selir Xi mencium wangi daging panggang dan mendatangi mereka. Mereka pun mengajak Kaisar menikmati daging panggang bersama-sama. Kaisar berkata bahwa mereka sudah punya daging dan arak, yang kurang hanya hiburan. Selir Xi menyuruh Qing Chuan bernyanyi. Mereka menikmati malam itu dengan gembira.
 

Dari jauh Yinzhen dan kasim Li melihat mereka. Kasim Li berkata bahwa akhir-akhir ini Kaisar memperhatikan Yinsi. Yinzhen menyuruhnya untuk tidak membicarakan lagi dan bertanya apakah ia sudah menyiapkan semuanya. Kasim Li mengiyakan.
 

Sun’Zi sedang menyiapkan kue-kue, ia bertanya kepada Kasim Li kenapa Su Yan tidak disuruh menunggu disini saja. Kasim Li berkata, jika Kaisar melihat ada orang asing disini, maka mereka akan dituduh berkomplot dengan orang luar. Jika mereka hanya menyajikan saja, posisi mereka akan lebih aman.
Kaisar memuji Yinsi, Selir Xi juga menambahkan bahwa Yinsi selalu baik pada bawahannya. Kaisar terlihat bangga. 
 

Kasim Li bertanya apakah Kaisar ingin memakan snack. Kaisar menolaknya karena ia merasa kenyang. Tapi ia melihat kue yang dulu dibuat oleh pelayan Ibu Suri dan mencobanya. Kue itu terasa enak. Ia bertanya kenapa kue itu ada disitu. Kasim Li memberitahunya bahwa ia menyuruh semua juru masak dari 6 istana untuk membuat kue. Dan kue Su Yan lah yang paling mirip dengan kue pelayan Ibu Suri. Kaisar ingin bertemu dengan Su Yan.
 

Di luar, Yinzhen bertanya pada Su Yan apakah ia telah membuat kue sesuai resep yang diberikannya. Su Yan membenarkan. Ia memberitahu Yinzhen bahwa Kaisar menyukai kue itu bukan karena rasanya tapi karena kenangan masa kecilnya.
Dari kejauhan Jin Zhi melihat mereka berdua. Ia menyangka bahwa Yinzhen sedang selingkuh dibelakangnya. Ia pun memutuskan untuk menangkap basah mereka.
 

Kasim Li memberitahu mereka bahwa Kaisar ingin bertemu dengan Su Yan. Su Yan pun pergi untuk mempersiapkan diri. Tiba-tiba Jin Zhi datang dan menyerang Su Yan. Kasim Li dan Yinzhen berusaha memisahkan mereka. Jin Zhi berkeras untuk tidak membiarkan Su Yan bertemu dengan Kaisar.
 

Kasim Li, Yinzhen, Jin Zhi dan Su Yan berlutut di hadapan kaisar. Yinzhen melapor pada Kaisar bahwa semua hanya kesalahpahaman. Tapi Jin Zhi menyanggahnya, ia berkata bahwa ia melihat mereka berdua sedang saling menggoda di istana. Kaisar mencerna semuanya dan menuduh Kasim Li, Yinzhen dan Su Yan berkomplot. Kaisar sangat marah. 
 
 
Tiba-tiba Su Yan berbohong bahwa Yinzhen tidak bersalah. Semua adalah kesalahannya. Saat ia masuk ke istana ia ingin dekat dengan Kaisar. Pertama-tama ia dipergoki oleh Selir Xi kemudian Yinzhen. Saat Jin Zhi melihat mereka, Yinzhen sedang menasehatinya. Saat ini ia ingin menggunakan kue buatannya untuk mendekati Kaisar, tapi diketahui Yinzhen dan menasehatinya lagi untuk tidak berbuat hal itu.
Kaisar tidak mau mendengar lagi, ia memperingatkan Yinzhen dan Kasim Li, jika mereka berkomplot dibelakangnya, mereka akan dihukum berat. Kaisar juga memarahi Jin Zhi, Yinzhen adalah seorang pangeran, wajar jika ia mempunyai selir, jika ia mengulangi perbuatannya, ia akan dihukum mati. Sedangkan untuk Su Yan, Kaisar menyuruh Selir Xi yang menghukumnya. 
 

Yinzhen menatap Jin Zhi dengan tajam. Jin Zhi bertanya kenapa ia menatapnya begitu. Yinzhen diam saja. Ia sangat marah pada Jin Zhi.
 

Selir Xi sedang berpikir bagaimana ia akan menghukum Su Yan. Jin Momo bertanya bagaimana jika Su Yan adalah orang Yinzhen. Selir Xi berkata bahwa setelah kejadian ini Yinzhen tidak akan berani menemuinya. Ia menghukum Su Yan untuk membuat kue di dapur istana dan tidak boleh pergi dari sana.
 

Kaisar bermimpi buruk, tiba-tiba ia terbangun dengan keringat dingin yang membasahi tubuhnya. Selir Xi yang masuk sambil membawa pasta walnut. Ia bertanya apa yang terjadi. Kaisar bercerita bahwa ia bermimpi buruk, semua putranya menghunus pedang  ke arahnya. Selir Xi menenangkannya. Putra-putranya tidak akan berani berbuat itu. Kaisar sangsi, ia masih teringat kejadian semalam. Selir Xi menyarankan agar Kaisar menjaga jarak terhadap Yinzhen.
Kaisar mencoba pasta walnut itu. Selir Xi berkata bahwa Yinsi yang membuatnya semalaman. Kaisar memuji Yinsi, walaupun ia kasar tapi ia sangat baik hati.
 

Perburuan pun selesai, mereka kembali ke istana. Kaisar mengadakan pertemuan dengan para menterinya. Karena salah seorang menteri pensiun, mereka harus mencari penggantinya. Kaisar mengusulkan agar Yinsi yang menggantikannya, tapi Long Ke Duo tidak setuju, karena Yinsi belum berpengalaman, lebih baik Yinzhen yang menggantikan karena selama ini ia yang membantu menteri itu. Kaisar berkata bahwa semua orang harus belajar dan awalnya pasti tidak tahu apa-apa. Ia memutuskan bahwa Yinsilah yang akan menggantikan Pangeran Yu.
 

Long Ke Duo menghibur Yinzhen supaya ia tidak kecewa, mungkin Kaisar mempunyai tugas yang lebih penting untuknya.Yinzhen menduga, ini semua akibat kejadian di Namwan. Luo Ke Duo meminta Yinzhen untuk tidak memarahi Jin Zhi, ia melakukan itu karena ia sangat sayang pada Yinzhen. Pantesan Jin Zhi manja banget, bapaknya terlalu sayang si.
 

Mereka melihat menteri lain memberi selamat pada Yinsi. Yinzhen berkata bahwa ketika mereka berjaya, maka mereka akan mempunyai banyak teman, ketika mereka jatuh, tidak ada satupun yang mendekati mereka. Yinzhen heran kenapa akhir-akhir ini Yinsi sering ke istana Chiu Xiu, ia bertanya-tanya apakah Yinsi berkomplot dengan Selir Xi.
 

Jin Zhi sedang melamun, sudah beberapa hari Yinzhen tidak berbicara padanya. Seorang pelayan datang sambil membawa sebatang tongkat kayu, ia bertanya apakah tongkat itu sudah pas? Jin Zhi menjawab bahwa tongkat itu terlalu tipis, tapi tiba-tiba Yinzhen datang, Jin Zhi segera merebut tongkat itu dan berlari mendekati Yinzhen. Ia berlutut sambil memberikan tongkatnya. Jin Zhi meminta maaf karena terlalu cemburu dan membuat Yinzhen malu, ia ingin Yinzhen menghukumnya.
 

Yinzhen tidak mau menghukumnya, ia sudah memaafkan Jin Zhi, ia meminta Jin Zhi mengirim hadiah kepada Selir Xi karena mereka telah membuatnya marah. Jin Zhi cemberut, ia mengira Yinzhen masih memperhatikan Su Yan. Yinzhen menenangkannya bahwa ia tidak peduli lagi.
Yinzhen memberitahu bahwa gara-gara Jin Zhi, jabatan yang selama ini dincarnya jatuh ke tangan Yinsi. Jin Zhi merasa bersalah. Karena Sekarang Yinsi telah bersekutu dengan Selir Xi, Yinzhen meminta Jin Zhi mengantarkan hadiah pada Selir Xi sambil mencari informasi. Jin Zhi menyanggupinya.
 

Selir Xi sedang bermain dengan Qing Chuan. Mereka menendang bulu ayam (seperti sepak takraw tapi pake bulu ayam yang dibentuk seperti shuttlecock dengan alas datar). Selir Xi merasa capek, jadi mereka beristirahat. Yinsi datang menemui mereka, Selir Xi memintanya untuk menemani Qing Chuan bermain. Awalnya Yinsi tidak mau melawan wanita, tapi Selir Xi menegaskan bahwa dalam permainan, gender tidak diperhitungkan. Mereka pun bermain dengan gembira, walaupun saling mencurangi tentu saja.
 

Jin Zhi berjalan di istana Chiu Xiu, ia kesal karena Selir Xi tidak ada di kamarnya. Ia telah merasa capek. Seorang pelayan melihat Selir Xi di paviliun, sedang melihat  Qing Chuan dan Yinsi bermain. Jin Zhi melihat mereka dan mengurungkan niatnya untuk memberikan hadiah.
 

Mereka selesai bermain, Selir Xi merasa senang, ia akan mengabulkan apapun permintaan Qing Chuan. Qing Chuan meminta agar Su Yan boleh keluar dari dapur. Selir Xi menyetujuinya, setelah menyelesaikan pekerjaannya di dapur, Su Yan adalah miliknya.
 

Yinzhen bertanya apakah Jin Zhi sudah mengantarkan hadiah pada Selir Xi. Jin Zhi menjawab bahwa ia tidak jadi mengantarkannya, tapi ia memperoleh informasi yang penting. Ia memberitahu Yinzhen, karena tidak mempunyai putra, Selir Xi melatih pelayan-pelayannya untuk menggoda para Pangeran, misalnya Su Yan yang gagal menggodanya dan Qing Chuan yang berhasil menggoda Yinsi. Yinzhen terlihat tidak nyaman. Yinzhen bertanya apakah ia mempunyai ide untuk mengatasinya. Jin  Zhi menjawab, karena Qing Chuan adalah perekat Yinsi dan Selir Xi, maka mereka harus menghilangkan Qing Chuan (membunuhnya).
 

Su Yan sedang membuat kue di dapur, tiba-tiba seorang pelayan menjatuhkan tepung ke tangannya. Pelayan itu meminta maaf sambil menyelipkan surat ke tangan Su Yan. Dengan hati-hati ia membaca surat itu. Ia kaget.
Jin Momo pergi ke dapur. Ia memberitahu Su Yan bahwa mulai saat ini ia boleh meninggalkan dapur. Ia harus melayani Qing Chuan.
 

Su Yan merapikan tempat tidur Qing Chuan, ia sedikit termangu mengingat tugas yang diberikan Yinzhen kepadanya. Ia ragu, tapi perintah Yinzhen lebih penting daripada Qing Chuan. Ia pun memasukkan bubuk racun ke dalam poci teh Qing Chuan.
 

Xin Lian dan pelayan yang lain masuk ke kamar Qing Chuan. Mereka mengejek Su Yan yang harus melayani Qing Chuan, padahal Qing Chuan juga pelayan, jadi Su Yan lebih rendah dari pelayan. 
 

Tiba-tiba Qing Chuan masuk, ia membela Su Yan dan mengancam akan melaporkan mereka kepada Selir Xi. Mereka pun pergi dengan kesal. Qing Chuan bertanya apakah Su Yan baik-baik saja. Su Yan membenarkan. Qing Chuan merasa haus, ia menuangkan teh kedalam gelasnya.....

0 comments:

Posting Komentar