Pages

27/04/11

GONG (JADE PALACE LOCKHEART) EPISODE 9


Su Yan memasukkan racun ke dalam poci teh Qing Chuan. Tiba-tiba Xin Lian dan temannya datang. Mereka mengganggu Su Yan. Karena Su Yan harus melayani Qing Chuan. Qing Chuan datang untuk menyelamatkan Su Yan, dan berkata akan mengadukan mereka pada Selir Xi jika mereka tetap mengganggu Su Yan. Xin Lian dan teman-temannya kesal. Mereka pun pergi. Qing Chuan bertanya apakah Su Yan baik-baik saja, ia membenarkan. Qing Chuan haus, ia pun akan menuangkan teh ke dalam cangkirnya.
Su Yan mencegahnya, ia berkata bahwa teh itu telah dingin, ia akan membuatkan yang baru. Su Yan pun berlari keluar, ia tak mampu membunuh Qing Chuan karena ia berhutang budi padanya. Ia bingung, tidak tahu apa yang harus dilakukannya.

Su Yan mengantarkan makanan untuk Selir Xi. Ia mendengar dua pelayan yang sedang bergosip. Ia mendengar bahwa Jin Zhi kemarin datang ke istana Chiu Xiu dengan membawa banyak hadiah. Tapi ia tidak memberikannya kepada Selir Xi. Sekarang perhatian Kaisar tertuju pada Yinsi. Jika ini terus terjadi, maka Jin Zhi akan kehilangan uang yang diperolehnya ketika masuk istana.
Su Yan kaget mendengar semua ini, keadaan Yinzhen sangat buruk. Selir Xi mendukung Yinsi dan penghubung mereka adalah Qing Chuan, tidak heran Yinzhen ingin membunuh Qing Chuan.

Su Yan bertemu dengan Qing Chuan di halaman, ia memintanya supaya tidak masuk kedalam karena perut Kaisar sedang bengkak. Mungkin karena emosinya kemarin berpengaruh terhadap tubuhnya. Selir Xi pun tidak tahu obatnya.
Su Yan berpikir dalam hati, ia tidak mampu membunuh Qing Chuan, mungkin ia mempergunakan kesempatan ini untuk menyingkirkan Qing Chuan, Ia ingat satu resep bahwa ling chio air tidak bisa dimasak bersama babi.
Su Yan memberitahu Qing Chuan bahwa ia tahu obatnya, yaitu merebus ling chio air  bersama babi selama semalam, kemudian langsung diminum sampai habis. Qing Chuan akan melapor pada Selir Xi, tapi Su Yan menghentikannya dan berkata bahwa tangannya terluka ketika membuat kue, jadi ia meminta Qing Chuan yang menyiapkan ramuan itu.

Kaisar meminum ramuan, tiba-tiba lehernya terasa tercekik, ia kemudian pingsan. Selir Xi panik, ia memarahi Qing Chuan kenapa ia  tega membunuh Kaisar. Ia menyuruh Jin Momo untuk menghukum mati Qing Chuan. Qing Chuan lari dan dikejar sekelompok prajurit yang membawa anak panah. Ia terkepung, tidak bisa melarikan diri. Prajurit-prajurit itu memanahnya, beberapa anak panah menancap di tubuh Qing Chuan, ia pun terjatuh mati. Su Yan terbangun, ternyata semua hanya mimpi.

 Xin Lian memberikan obat kepadanya, obat itu adalah titipan Qing Chuan. Su Yan bertanya dimana Qing Chuan, ia menjawab bahwa Qing Chuan sedang mengantarkan makanan ke istana. Su Yan segera berlari mencari Qing Chuan, ia takut mimpinya jadi kenyataan. 
Saat berlari, ia berpapasan dengan sekelompok kasim yang berkata bahwa seseorang berniat menyakiti Kaisar. Su Yan semakin panik, ia segera mencari Qing Chuan. Di halaman istana Qing Chuan memanggilnya, Su Yan merasa lega dan memeluknya, bertanya apakah ia baik-baik saja. Qing Chuan heran kenapa ia begini.
Su Yan bercerita bahwa ia baru saja membaca buku kedokteran dan ia baru tahu bahwa resep yang diberikannya pada Qing Chuan salah dan bisa menyebabkan sakit perut.

Qing Chuan memberitahunya bahwa panci tempat ia measak resep itu hilang ketika ia mencari obat untuknya, ia tidak tahu siapa yang mengambil. Tiba-tiba mereka melihat Jin Momo diseret oleh beberapa pengawal, ia berteriak-teriak, ia hanya ingin memperoleh hadiah. Sekarang mereka tahu siapa yang mengambil panci itu.

Selir Xi mengumpulkan semua pelayan. Ia berkata bahwa Jin Momo sudah bekerja untuknya selama bertahun-tahun, kenapa ia bisa membuat kesalahan. Untung saja Kaisar tidak apa-apa, kalau tidak bisa-bisa seisi istana Chiu Xiu dikubur bersamanya. Ia akan memilih pengganti Jin Momo dan Qing Chuanlah yang akan menggantikannya. Ia meminta mereka memperlakukan Qing Chuan seperti Jin Momo.

Qing Chuan menyuruh mereka kembali bekerja. Para pelayan merayu Qing Chuan. Dulu mereka jahat padanya, sekarang mereka takut Qing Chuan akan membalas dendam. Qing Chuan berkata bahwa ia bukan pendendam. Ia berharap mulai saat ini mereka bisa berbagi pekerjaan dan hadiah. Pelayan-pelayan yang lain senang karena selama ini hadiah yang diperoleh selalu disimpan Jin Momo sendiri. Mereka berterimakasih dan melayani Qing Chuan dengan baik.

Pertemuan menteri-menteri telah selesai, Yinzhen keluar dari ruangan. Ia melihat Su Yan yang sedang menunggunya. Mereka mencari tempat yang sepi untuk berbicara. Su Yan meminta maaf karena ia tidak dapat melaksanakan tugasnya dan meminta Yinzhen untuk menghukumnya. Yinzhen berkata bahwa tugas yang diberikannya sulit, jadi ia akan memberi waktu yang lebih banyak. Su Yan berkata bahwa ia tidak dapat membunuh Qing Chuan karena ia terlalu baik. Di istana hanya Qing Chuanlah yang baik dan tulus kepadanya. Yinzhen berkata bahwa ia akan menyuruh orang lain untuk membunuh Qing Chuan.

Consort De pergi ke istana Qian Qing. Kaisar menyambutnya dengan mesra. Kaisar bertanya hari apa ini karena tanggal ini selalu ada dalam pikirannya, sepertinya ada hal penting yang ia lupakan,  ia sudah melihat ke catatan kerajaan, tapi tidak menemukan apapun. Consort De tidak berani menjawab. Kaisar berjanji tidak akan menghukumnya. Consort De berkata bahwa hari ini adalah hari ulangtahun Yinreng, Kaisar telah menyuruh untuk menghapusnya dari catatan kerajaan, oleh karena itu ia tidak meperoleh informasi apa-apa.
Kaisar tidak ingin membicarakan Yinreng lagi karena menyakiti hatinya. Sejak lahir, ia selalu bersamanya, mengamati pertumbuhannya dan berharap ia menjadi orang yang mampu mewarisi kekaisaran ini, tapi ternyata malah sebaliknya.

Consort De mengerti perasaan Kaisar, tapi ia tidak berani menyarankan apapun. Kaisar ingin sendirian, ia meminta Consort De untuk meninggalkannya.

Consort De berjalan di lorong istana. Fei Cui bertanya apa yang dipikirkannya. Consort De berkata bahwa kejadian itu sudah berlangsung begitu lama, tapi Kaisar masih mengingat hari ulangtahun Yinreng. Ia hanya ingin menunjukkan bahwa Kaisar merindukan Yinreng. Tapi ia orang yang keras. Fei Cui berkata bahwa Consort De sudah melakukan banyak cara, tapi Kaisar tetap tidak mau memaafkan Yinreng.
Consort De berkata bahwa ia sangat menyayangi Yinreng. Dulu Kaisar sering membawanya ke istana Yong He. Saat itu ia baru saja mengantarkan Yinzhen ke tempat Consort Tong Jia. Yinreng membawa kebahagiaan ke dalam hatinya dan dapat menghapus luka hatinya. Saat ini kaisar sangat menyukai Yinsi. Lagipula ada gosip yang beredar bahwa Kaisar akan menetapkan Yinsi sebagai putra mahkota.

Consort De tidak setuju. Walaupun Yinreng bodoh, paling tidak ia adalah putra dari mendiang Permaisuri. Hubungan ayah dan anak tidak akan pernah terhapus. Consort De menyuruh Fei Cui untuk mengantarkan buah ke tempat Yinreng dipenjara dan mengingatkannya agar meninggalkan pisaunya disana.


Para pelayan sedang bergosip. Mereka sedang membicarakan Yinreng yang mencoba bunuh diri. Qing Chuan datang dan bertanya apa yang sedang mereka bicarakan. Mereka memberitahunya bahwa Yinreng mencoba bunuh diri. Qing Chuan kaget, ia berpikir walau bagaimanapun, dulu Yinreng pernah menolongnya. 

Ia segera berlari pergi menuju istana tempat Yinreng ditahan. Ia memohon kepada para penjaga untuk mengijinkannya masuk. Setelah menyuap mereka, ia diijinkan masuk.


Yinreng sangat senang melihat Qing Chuan. Ia mengadu padanya bahwa ia tidak pernah berniat membunuh saudaranya. Ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ia mencoba bersabar, tapi banyak tikus dan serangga, ia jadi takut, ia meminta Qing Chuan untuk menyelamatkannya.


Qing Chuan menyuruhnya bersabar lagi, kalau ia mati ia akan kehilangan segalanya. Yinreng bertanya apakah Qing Chuan melihat bagaimana hidupnya sekarang. Hidupnya sudah kehilangan arti. Untuk apa ia harus terus hidup.
Qing Chuan teringat, dalam buku sejarah disebutkan bahwa Yinreng dua kali diasingkan. Ini baru pertama kali, berarti ia masih bisa lolos. Ia menyuruh Yinreng untuk mendengarkan dan  mempercayai kata-katanya, ia harus terus hidup dan tidak melakukan apa-apa, ia pasti akan dibebaskan. Yinreng berkata bahwa kata-kata Dewi pasti terjadi, ia berjanji pada Qing Chuan untuk tidak bunuh diri lagi.



Yinzhen sedang menemani ibunya makan. Consort De bertanya apakah akhir-akhir ini ia punya banyak waktu luang, karena setiap hari ia selalu menemaninya makan. Yinzhen, berkata bahwa ia sedang tidak punya kesibukan, jadi ia ingin menghilangkan kebosanan ibunya. Consort De memuji putranya, ia membertahu Yinzhen bahwa  Yinreng mencoba bunuh diri. Yinzhen heran kenapa ia melakukan hal itu. 


Consort De menjelaskan bahwa Yinreng telah hidup dalam kemewahan sejak lahir, ia selalu dimanjakan. Tiba-tiba ia dipenjara dan dihina orang, bisa bertahan selama itu sudah sangat hebat. Consort De meminta Yinzhen untuk sering-sering menjenguk Yinreng. Yinzhen takut Kaisar akan marah padanya. Consort De berkata bahwa hati manusia terbuat dari daging bukan besi, akhir-akhir ini Kaisar sangat menyukai Yinsi, tapi ia masih tetap teringat pada Yinreng. Hubungan ayah dan anak tidak akan pernah putus. Yinzhen berjanji akan menjenguk Yinreng.


Kaisar sedang berjalan-jalan, ketika akan melewati istana tempat Yinreng ditahan, ia meminta penandunya untuk berhenti. Ia ingin masuk, tapi tiba-tiba mengurungkan niatnya. Yinzhen melihat semua ini dari jauh, ia merencanakan sesuatu dalam kepalanya.


Dalam pertemuan para menteri, Yinzhen meminta kepada ayahnya untuk memaafkan Yinreng. Luo Ke Duo melihatnya dengan heran. Kaisar bertanya bahwa Yinreng sudah lama dipenjara, tetapi kenapa baru sekarang ia memohon agar ia dibebaskan. Yinzhen berkata bahwa dulu ia takut Kaisar akan marah padanya, tapi setelah mendengar Yinreng berniat bunuh diri, hatinya terasa sakit, bagaimanapun juga ia adalah putra Kaisar dengan Permaisuri He Se Li, hubungan ayah dan anak tidak akan hilang.
Kaisar bertanya apakah Yinzhen tahu apa yang terjadi pada orang terakhir yang memohon padanya untuk membebaskan Yinreng, mereka dicopot dari posisinya. Yinzhen tahu dan mau menerima konsekuensinya, asalkan Kaisar memaafkan Yinreng. Long Ke Duo maju ke depan, ia berkata bahwa Yinzhen sangat baik dan impulsif, jadi Kaisar tidak boleh menghukumnya. Yinzhen berkata bahwa ia tidak impulsif, ia tulus memohon pada Kaisar untuk membebaskan Yinreng. Kaisar terkesan, ia pun menyuruh Kasim Li untuk membebaskan Yinreng dan menempatkannya di kediaman Pangeran.


Setelah pertemuan dibubarkan, Long Ke Duo memberitahu Yinzhen bahwa yang dilakukannya tadi sangat berbahaya. Yinzhen berkata bahwa Yinreng adalah saudaranya, ia wajib menolongnya. Akhir-akhir ini, hubungannya dengan Kaisar kurang baik, dengan langkahnya tadi, pasti Kaisar akan terkesan dengan karakternya. Lagipula Long Ke Duo sudah paham dengan dirinya, jadi ia yakin pamannya itu akan mengerti.


Yinreng sangat senang dibebaskan, ia berterimakasih pada Yinzhen. Ia bercerita bahwa seorang Dewi datang padanya. Ia berkata bahwa ia akan segera dibebaskan, ternyata semua jadi kenyataan. Yinzhen heran, siapa Dewi yang dimaksud oleh Yinreng. 


Tiba-tiba Yinreng melihat Qing Chuan yang mendampingi Selir Xi sedang berjalan dikejauhan, ia segera berteriak, “Dewi! Dewi!” Selir Xi bertanya pada Qing Chuan apakah ia mengenal Yinreng. Qing Chuan bercerita bahwa sebelum bekerja di istana Chiu Xiu, ia bekerja di rumah Yinreng.. Selir Xi menyuruhnya untuk melupakan masa lalunya, mereka pun bergegas pergi.


Yinreng turun dari tandunya dan bergegas mengejar Qing Chuan, tapi mereka telah menghilang. Yinzhen bertanya apa yang terjadi, Yinreng menjawab bahwa ia melihat sang Dewi. Yinzhen bertanya apakah Dewi yang dimaksudnya adalah salah satu dari pelayan Selir Xi, Yinreng membenarkan. Yinzhen berpikir bahwa ia belum bisa melenyapkan Qing Chuan, mungkin ia bisa memanfaatkan Yinreng untuk membuatnya dihukum.
Yinreng meminta tolong pada Yinzhen. Ia melukis sebuah tempat. Ia meminta Yinzhen untuk mencarikan tempat itu, tempat itu adalah tempat yang dicari Dewi. Dulu ia gagal mencarikannya, maka Dewi meninggalkannya, jika ia bisa menemukan tempat itu sekarang, mungkin Dewi mau berada disisinya. Yinzhen menyetujuinya.


Yinsi, Yinthang dan Yin’e berlatih beladiri. Tiba-tiba Kaisar ikut bertanding dengan mereka. Mereka pun meminta maaf. Kaisar meminta Yinsi untuk menyerangnya, mereka pun bertarung. 


Yinzhen datang, ia melihat semuanya. Ia berpikir, jika ia menyerahkan bukti-bukti ini pada Kaisar, maka Qing Chuan pasti akan dihukum dan Yinreng akan diangkat lagi menjadi putra mahkota, jika tidak, maka Yinsilah yang akan diangkat menjadi putra mahkota. Akhirnya Yinzhen memutuskan untuk menyerahkan bukti-bukti itu pada Kaisar, biarlah Yinreng menjadi putra mahkota, ia hanyalah pria polos dan bodoh.


Kaisar memuji Yinsi, ia mengingatkannya pada saat ia muda. Kasim Li memberitahu Kaisar bahwa Yinzhen ingin bertemu dengannya. Mereka pun duduk dan berbincang. Yinzhen melapor bahwa ia telah mengantarkan Yinreng ke kediaman pangeran, tapi ia menyuruhnya mencari sesuatu dan menggambarkan gambar yang penuh sihir. Ia pun menyerahkan bukti itu yaitu gambar Yinreng dan sebuah boneka jerami yang ditusuk paku (seperti praktek Voodoo). Yinzhen menduga bahwa Yinreng melakukan semua tindakan yang tidak pantas itu dibawah guna-guna. Yinreng tumbuh dibawah asuhan Kaisar, tentu Kaisar tahu karakter aslinya, tidak mungkin ia melakukan itu, kecuali ada yang mempengaruhi. Kaisar termakan omongan Yinzhen, ia pun menyuruhnya untuk menyelidikinya.


Yinthang heran dengan sikap Yinzhen, mengapa ia membela Yinreng setelah Kaisar menyukai Yinsi, apakah ada motif tersembunyi. Yin’e berkata bahwa Yinreng tidak bisa dibandingkan dengan Yinsi, jika Yinreng yang jadi putra mahkota, maka lawannya akan lebih mudah. Yinsi menenangkan mereka, mereka semua sama-sama putra Kaisar, tidak boleh saling menjelek-jelekkan.




Kaisar tertidur di mejanya, ia bermimpi Permaisuri He Se Li menemuinya. Kaisar sangat senang, karena ia sangat merindukannya. Permasuri meminta maaf karena ia melahirkan putra yang memalukan, Kaisar tidak menyalahkannya. Permaisuri mempunyai satu permohonan, ia meminta Kaisar untuk memaafkan Yinreng dan mengembalikan semua posisinya, setelah berkata seperti itu, ia pun pergi. Kaisar terus memanggilnya dan terbangun.


Kasim Li bertanya apa yang telah terjadi, Kaisar hanya menjawab bahwa ia bermimpi. Ia bertanya bagaimana perkembangan penyelidikan tentang pengaruh sihir terhadap Yinreng. Kasim Li berkata bahwa mereka tidak memperoleh perkembangan apapun. Kaisar memberitahu Kasim Li bahwa ia akan mengembalikan semua status Yinreng. Ia menyuruh Kasim Li untuk menyiapkan sebuah pesta keluarga.



Qing Chuan berjalan didekat paviliun tempat Yinzhen biasa memainkan alat musiknya. Ia berhenti sejenak dan  memandang paviliun itu. Yinzhen datang dan bertanya apakah ia kesini untuk melihatnya, Qing Chuan menjawab bahwa ia ingin mendengar musiknya. Yinzhen berkata bahwa ia baru saja mengarang lagu, ia meminta Qing Chuan untuk mendengarkannya.  Yinzhen pun memainkan musiknya, dari jauh Yinsi melihat mereka berdua, ia jadi marah dan segera pergi.


Yinsi pulang ke kediaman pangeran, ia duduk dengan marah, Yinthang bertanya apa yang telah terjadi dan siapa yang membuatnya marah. Yinsi berkata bahwa ia melihat Yinzhen dan Qing Chuan berduaan, mereka terlihat sangat mesra. Yinthang tidak percaya karena selama ini Yinzhen hanya memikirkan ambisinya. Xin Lian datang untuk mengantarkan kue, ia mendengar pembicaraan mereka, ia pun berkata pada Yinsi bahwa ia juga pernah melihat Qing Chuan berduaan dengan Yinzhen, ia menjelek-jelekkan Qing Chuan. Yinsi bertambah marah dan menampar Xin Lian, kedua saudaranya menenangkannya.


Yinzhen selesai memainkan lagunya, ia pun segera pergi. Qing Chuan masih berdiri di paviliun itu, tiba-tiba Yinsi datang dengan marah. Qing Chuan bertanya apa yang ia inginkan, jika tidak ada ia akan pergi. Yinsi yang marah, mendorong Qing Chuan sampai ke tiang kayu, Ia memaki Qing Chuan dan bertanya kenapa ia mempermainkannya. Yinsi memukul tiang itu dan memaksa untuk mencium bibir Qing Chuan (first kiss, first kiss). Qing Chuan menangis, Yinsi jadi bingung melihatnya, ia pun luluh dan meminta Qing Chuan supaya tidak menangis lagi.


Qing Chuan berdiri di sumur, ia mencuci bibirnya, ia bingung denga sikap Yinsi yang tiba-tiba marah kepadanya.Qing Chuan pun berpikir,


Qing Chuan: “Aku tidak pernah berpikir bahwa ia sangat kuat. Bagaimana aku melawan, tetap saja tidak berguna. Orang seperti apa dia sebenarnya? Ada saatnya aku takut padanya. Tetapi ada saatnya aku merasa ia seperti anak kecil yang membutuhkan cinta dan kasih sayang. Perasaanku padanya berbeda dengan perasaanku terhadap Yinzhen. Ia terus meninggalkan kesan yang dalam di hatiku.”


Pesta keluarga dimulai, Consort De menyuruh Yinreng untuk berterimakasih kepada Kaisar, Yinreng pun melakukannya. Selir Xi masuk dengan Qing Chuan yang membawa kotak besar. Selir Xi membawa hadiah untuk Yinreng, sebuah patung buddha dari giok yang pernah dimiliki oleh Dalai Lama generasi ke enam, dengan patung itu ia berharap Yinreng tidak kena guna-guna lagi. Ia menyuruh Qing Chuan untuk menyerahkannya pada Yinreng. Yinreng pun mengenali Qing Chuan, ia memanggilnya Dewi walaupun Qing Chuan memberi isyarat agar ia diam ,Yinreng  memegang tangannya. Ia menyeret Qing Chuan ke hadapan Kaisar.


Ia berkata pada Kaisar bahwa ia tidak menginginkan patung buddha tetapi ia menginginkan Qing Chuan. Kaisar memarahinya kenapa ia gampang terpesona pada wanita. Yinreng memberitahunya bahwa Qing Chuan adalah seorang dewi, ia bisa tahu masa depan dan masa lalu, jika ia didekatnya ia tidak akan berbuat salah lagi. Kaisar curiga. Yinsi melihat semuanya dengan bertanya-tanya.


Selir Xi berkata bahwa Yinreng salah orang, Qing Chuan hanya seorang pelayan, ia meminta Qing Chuan segera pergi, tapi Kaisar menghentikannya. Ia menuduh Qing Chuan berhubungan dengan guna-guna pada Yinreng. Yinsi berlutut dihadapan Kaisar dan berkata bahwa Qing Chuan tidak ada hubungannya dengan semua ini. Kaisar tambah marah, bagaimana mungkin seorang pelayan rendahan bisa berhubungan dengan dua pangeran, ia meyuruh kasim Li untuk membawa Qing Chuan ke istana sebelah, ia meminta Selir Xi untuk ikut. Yinzhen tersenyum melihat semua itu.


Kaisar menanyai mereka berdua. Qing Chuan menjawab bahwa sebelum ia bekerja pada Selir Xi, ia bekerja di kediaman Yinreng, disana ia memberi nasehat pada beberapa tugas yang diberikan pada Yinreng, ia tidak pernah mengguna-gunai Yinreng. Selir Xi menambahkan, jika Qing Chuan bisa sihir, ia pasti sudah menghilang dari tempat ini, untuk apa ia harus menderita karena diinterogasi seperti itu. Kaisar pun terpengaruh kata-kata Selir Xi, ia bertanya bagaimana ia dekat dengan Yinsi. Qing Chuan menjawab bahwa saat berada di Namwan, Yinsi pernah menawarkan daging bakar padanya. Yinsi melihatnya sebagai orang yang jujur, maka ia membelanya. Tiba-tiba Shun’Zi membawa gambar yang dibuat Qing Chuan untuk Selir Xi, gambar yang sama seperti yang digambar Yinreng. Kaisar bertanya apa ini. Selir Xi menjawab bahwa itu tempat adalah kampung halaman Qing Chuan dan Qing Chuan memintanya untuk mencarikan tempat itu, selebihnya ia tidak tahu apa-apa.

0 comments:

Posting Komentar