Pages

01/05/11

49 DAYS EPISODE 12


Ji Hyun merasa pusing, ia mulai kehilangan pegangan pada tubuh Yi Kyung. Min Ho bertanya ada apa dengannya. Tiba-tiba tubuh Yi kyung terjatuh ke tanah dan roh Ji Hyun terlempar keluar. Ia bingung, tidak tahu harus melakukan apa. Min Ho bertanya apakah ia baik-baik saja. Yi Kyung menatapnya dan bertanya, “Siapa kau?” Min Ho menjawab, “Apa yang terjadi padamu? Apakah kau baik-baik saja? Aku Kang Min Ho.” Ji Hyun melihat dengan penuh kengerian.
Tiba-tiba Eun Jung datang, Min Ho menyuruh Yi Kyung untuk menunggunya sebentar. Eun Jung bertanya mengapa ia bersama Yi Kyung, apakah ia datang bersamanya. Eun Jung merasa sangat marah. Min Ho mengajaknya berbicara di tempat Yi Kyung tidak dapat mendengar pembicaraan mereka.
 

Setelah Min Ho pergi, Kang datang menghampiri Yi Kyung. Ternyata ia tidak pergi, ia melihat mereka dari jauh. Kang bertanya apakah Yi Kyung mengenalinya. Yi Kyung masih ingat Kang. Ji Hyun memanggil Scheduler dengan panik. Scheduler menyebutnya tukang bikin masalah dan menyeretnya pergi. Setelah Kang berkata bahwa semua baik-baik saja, Yi Kyung menjadi tenang, ia melihat sekelilingnya, tiba-tiba ia mengingat kenangannya dengan Yi Soo
 

Flashback.
Yi Kyung dan Yi Soo berjalan bergandengan tangan dengan memakai seragam sekolah, terlihat seperti pasangan yang paling manis sedunia.
Yi Kyung: “Oh tidak, apa yang harus aku lakukan, tempat ini sangat indah.”
Yi Soo: “Apa yang harus aku lakukan....”
Yi Kyung menyelesaikan kalimat Yi Soo, “Karena aku cantik.” Mereka berjalan terus kemudian menghilang seperti halusinasi sesaat.
 

Eun Jung ingin tahu apa yang dilakukan Min Ho dan Yi Kyung disini, apakah mereka pergi bersama. Min Ho tidak segera menjawab, ia segera berlari untuk mengecek keadaan Yi Kyung karena ia cemas dan meninggalkan Eun Jung dalam kemarahan dan merasa tertolak.
Disaat yang sama Scheduler menceramahi Ji Hyun. Ji Hyun cemas apa yang akan terjadi bila ia tidak kembali ke tubuh Yi Kyung sebelum tengah malam (hukumannya telat 1 menit diganti dengan 1 hari).  Tapi ada satu pengecualian hari ini, karena bukan salahnya ia terlempar dari tubuh Yi Kyung ditengah hari, jadi ia tidak akan dihukum.
Scheduler bertanya-tanya apa yang membuat Yi Kyung bangun. Ia menduga ada sesuatu di tempat ini. Membawa Yi Kyung ke sini, memicu ingatannya pada sesuatu yang penting baginya.
Ia berkonsultasi dengan Scheduler yang lain, yang memberitahunya pada kasus seperti ini, ia bisa membuat Yi Kyung percaya bahwa semua hanya mimpi. Sebagai gantinya, Ji Hyun harus kehilangan 1 hari waktunya lagi. Ji Hyun mengeluh karena dulu ia sudah kehilangan 1 hari sekarang ia harus kehilangan lagi, tetapi mereka tidak punya pilihan lain.
 

Mereka pergi mengejar Yi Kyung yang sedang berjalan di jalan yang pernah dilaluinya dengan Yi Soo dan dirinya. Dengan instingnya ia mengikuti sepasang remaja seperti orang yang tidak sadar. Kang mengikuti di belakangnya dengan diam-diam.
Ji Hyun dan Scheduler berhasil mengejar mereka berdua. Keempat orang itu berjalan bersama. Yi Kyung melihat dua orang remaja di meja dengan kartu tarot, ia pun berhenti berjalan. Pemandangan itu memicu ingatan Kang. Ia ingat kenangannya dengan Ji Hyun.
 

Setelah klub sulapnya memilih partner, ia dan Ji Hyun bertugas untuk mencari dana sumbangan dengan memberikan ramalan kartu tarot di taman itu. Ji Hyun berusaha memikat orang-orang supaya mau diramal, sedangkan Kang hanya duduk dipinggir sambil mencuri pandang pada Ji Hyun.
Setelah bernyanyi untuk memperoleh perhatian orang-orang yang lewat (yang membuat Kang sangat malu), sepasang remaja dari sekolah lain akhirnya berhenti didepan mereka.
 

OMG, ternyata sepasang remaja itu adalah Yi Kyung dan Yi Soo. Mereka berempat saling memandang.
Ji Hyun berkata bahwa ia harus membayar 5000 won untuk sekali mengambil kartu. Yi Soo merasa ragu-ragu dan berkata semua hanya omong kosong saja. Ji Hyun berjanji bahwa semua bukan omomg kosong. Yi Kyung ingin diramal untuk main-main. Yi Soo pun membayar 5000 won, saat ia membayar, Ji Hyun memperhatikan beberapa hal, lengannya bajunya telah sobek, ia segera membaca nametag Yi Kyung dan melihat mereka berasal dari luar kota.
Yi Soo mengambil kartu tarot yang bergambarkan dua orang yang telanjang, membuat wajah mereka semua menjadi merah. Tapi reaksi Ji Hyun memperlihatkan bahwa  kartu itu bukan kartu keberuntungan seperti yang ingin ia sampaikan pada sepasang kekasih itu.
 

Mereka melihat wajahnya dan bertanya apakah itu kartu yang buruk. Ji Hyun berbohong, memberitahu bahwa mereka berdua berjodoh, akan menikah dan hidup bahagia selamanya. Ia pun melakukan trik sulap dan memberikan sebuah bunga mawar berwarna pink  kepada Yi Kyung dengan penuh senyuman.
 

 Ji Hyun memberitahunya bahwa itu adalah bunga favoritnya. Inilah pertama kalinya Kang tahu bunga kesukaan Ji Hyun, mungkin juga itu adalah bunga yang masih disimpan oleh Yi Kyung yang dulu dikembalikan oleh Dr. Noh.
Kembali ke masa kini. Mereka berdiri di depan meja. Scheduler melihat dengan penuh tanya, mencoba mencari tahu kenapa mereka terhanyut dalam pikiran masing-masing. Momen yang manis, dua orang yang masih hidup, Yi Kyung dan Kang didampingi oleh orang-orang yang dicintainya yang melayang-layang sebagai roh.
 

Kembali ke masa lalu, Yi Soo dan Yi Kyung duduk ditaman, mereka membicarakan mimpi mereka untuk membangun sebuah villa. Yi Soo mengambil bunga mawar itu dan memberitahu bahwa ia akan membangunkan villa itu untuknya dan diberi nama Cinta di Bulan Juni, karena ia akan membangunnya bulan Juni besok.
 

Ia pun berlutut dengan satu kaki, memberinya bunga dan memberitahunya kalau ia mencintainya. Yi Soo mencium kening Yi Kyung. Di masa kini, Yi Kyung mulai menangis saat mengingat semuanya. Scheduler menatapnya. Yi Kyung sedikit gemetar, kemudian terjatuh, pingsan.
 

Tanpa berpikir, Scheduler menampakkan wujudnya dan menangkap tubuh Yi Kyung. Yi Kyung melihat keatas, ia melihat wajah Yi Soo dalam kabut sebelum ia pingsan.
Scheduler menahan tubuh Yi Kyung, tergerak ketika melihat air matanya. Ia menghapus airmata Yi Kyung dengan tangannya. Hal ini membuatnya sedikit gemetar, walaupun ia tidak ingat ataupun tidak tahu kenapa.
 

Kang tidak memperhatikan kejadian itu. Ia dan Ji Hyun tetap menatap remaja-remaja tersebut. Terhanyut dalam kenangan mereka. Kembali ke masa lalu, Kang memarahi Ji Hyun karena telah berbohong pada pasangan tersebut. Ia tahu makna kartu itu, bahwa pasangan itu akan berpisah selamanya.
Ia hanya berkata dengan gaya Ji Hyunnya bahwa mereka terlihat sangat bahagia, ia tidak mau memberi mereka berita buruk. Tidak salah kan berbohong demi kebaikan. Kang membantah dengan kekeraskepalaannya bahwa tetap saja ia berbohong, ia tidak bisa memutuskan apakah mereka berhak atau tidak untuk mengetahui kebenarannya.
Ji Hyun mengeluh, seharusnya yang diceramahi bukan dia, tapi Kang yang telah menolak sup ulangtahun buatan ibunya. Hal itu membuat Kang marah. Ia mulai membereskan barang-barangnya, Ji Hyun memegang tangannya untuk menghentikannya. Dalam kemarahannya, Kang mengibaskan tangannya, karena Ji Hyun mencoba bertahan, ia menabrak rimbunan mawar.
Saat itulah gelangnya terjatuh (gelang yang disimpan Kang). Ji Hyun menangis dan berteriak meyuruh Kang pergi. Kang pun pergi dengan marah.
 

Tapi Kang merasa menyesal, ia segera kembali ke taman itu, tapi Ji Hyun telah pergi. Ia mengambil gelang Ji Hyun yang terjatuh. Paginya Kang muncul di sekolah dengan sebuah buket besar mawar yang berwarna pink.
Ia masuk kedalam kelas saat ia mendengar Seo Woo mengumumkan bahwa mulai hari ini Ji Hyun akan pindah ke Seoul, mereka tidak akan bertemu lagi dengannya. Kang bergegas keluar untuk mencarinya, tapi ia malah bertemu dengan ibu dan ayahnya. Kopernya sudah dibereskan. Ibu bermaksud mengirimnya ke Amerika untuk hidup bersama ayahnya.
 

Scheduler berteriak pada Ji Hyun untuk segera masuk kedalam tubuh Yi Kyung ketika ia pingsan. Kang melihat semua perubahan yang terjadi pada Yi Kyung. Ia tahu didalam tubuh Yi Kyung ada roh Ji Hyun, tapi ia pura-pura tidak tahu. Ia memberitahunya, mungkin ia pingsan karena lapar.
 

Sementara itu, Min Ho mencari Yi Kyung, meneriakkan namanya di keramaian. Eun Jung masih berdiri disana, ia shock karena penolakan Min Ho dan menangis.
 

Saat makan malam, Kang memandangi Ji Hyun, ia telah melihat semuanya, ketika Eun Jung datang dan terlihat jengkel, kemudian ketika Min Ho menyeretnya dan Eun Jung memanggil Min Ho “oppa.”
Ia meletakkan makanan ke piring Ji Hyun. Ji Hyun melihat Kang semakin aneh, ia bersikap manis, bahkan tidak marah ketika tahu ia datang ke Jinan bersama Min Ho. Ketika ia mendapat telpon dari Min Ho, Kang merampas HPnya, dan berkata bahwa seseorang tidak boleh menelponnya ketika ia sedang makan.
Kang menyuruhnya untuk tidak bertemu dengan Min Ho lagi dan pulang ke Seoul bersamanya. Ji Hyun, gadis yang tidak begitu pintar, ia menginterpretasikan semuanya dan menyimpulkan bahwa Kang menyukai Yi Kyung.
 

Min Ho menyerah, ia menghentikan pencariannya dan teringat kalau ia meninggalkan Eun Jung. Eun Jung telah lama pergi. Ia pergi ke rumah orangtuanya, ternyata ia hidup sangat miskin. Mungkin ini sebabnya ia iri terhadap Ji Hyun.
Eun Jung tidak mampu masuk ke dalam rumahnya, Min Ho menemukannya disana. Eun Jung mendapat telpon dari Seo Woo, ternyata yang berbicara adalah pemilik restoran. Seo Woo pingsan karena mabuk. Ia menunggu Kang, tapi Kang tidak pernah muncul.
Eun Jung bersikap sinis pada Min Ho, berkata bahwa ia akan membawa Seo Woo pulang dan Min Ho harus pergi karena ada seseorang yang menunggu di kamar hotelnya. Min Ho membatalkan semua janji dan pertemuan bisnisnya, ia pulang bersama Eun Jung.
 

Dalam perjalanan pulang dari Jinan, Ji Hyun bersemangat ketika melihat restoran favorit ayahnya. Kang memperhatikannya dan membuat alasan bahwa ia harus membawakan makanan untuk pegawai yang lain, jadi mereka berhenti. Min Ho melewati rute yang sama. Ia melihat Yi Kyung sangat gembira, membawa makanan bersama Kang.
Min Ho sangat penasaran, apa yang terjadi pada Yi Kyung, kenapa Kang ada di Jinan. Karena tidak menemukan jawabannya, ia terus menyetir pulang.
 

Waktunya Yi Kyung bekerja, ia datang, tapi bukan Yi Kyung tentu saja. Ia menyapa bossnya dan mulai bekerja. Ia membuat machiatto karamel untuk dirinya sendiri. Bayangan di cermin menunjukkan bahwa ia adalah Scheduler yang menyamar untuk membantu Yi Kyung agar tidak kehilangan pekerjaannya.
Ia berteriak pada sepasang remaja yang meminta tolong untuk dibelikan rokok. Ketika ia melihat Dr. Noh berjalan masuk, ia memperlihatkan dirinya sendiri dan meyuruh Dr. Noh pergi dengan kasar sambil berkata bahwa semua laki-laki sama.
 

Mi Ho membantu Eun Jung membawa pulang Seo Woo. Ia dan Eun Jung keluar dari kamar Seo Woo. Eun Jung memberitahunya bahwa ini pertama kalinya ia berada di rumahnya dan ia tidak pernah bisa melakukan hal yang biasa dilakukan pasangan kekasih dengannya. Dan Min Ho membawa wanita yang baru dikenalnya sebulan ke Jinan., kenapa?
Min Ho: “Karena aku tertarik padanya.” Ia memberitahu Eun Jung bahwa ia telah berusaha mengabaikan perasaannya, dan ia merasa tidak enak Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa. Oleh karena itu hatinya semakin tertarik padanya. Min Ho berkata bahwa ia tidak akan membuat hubungan dengan Yi Kyung, jadi ia meminta Eun Jung menunggunya.
Eun Jung ternganga, air matanya menggenang. Ia telah menunggu selama 5 tahun,  berapa lama lagi ia harus menunggu. Mereka mendengar Seo Woo pergi ke kamar mandi dan muntah. Min Ho berusaha membuat Eun Jung tenang, tapi ia sudah muak dengan semua ini.
Ia berteriak bahwa ia tidak akan rugi dan ia tidak takut, jika kebenarannya terungkap, ia sudah cukup menahan kesabarannya. Pada dasarnya Seo Woo tertidur, tapi ia punya cukup waktu untuk melihat Min Ho dari samping ketika ia pergi.
 

Kang mengantarkan Ji Hyun pulang dan berkeras untuk melihatnya masuk kedalam apartemennya. Ia memandang Kang dengan aneh, Kang yang manis ini tidak seperti Kang yang biasanya. Kang bertanya dengan putus asa apakah Ji Hyun begitu menyukai Min Ho sampai-sampai mau diajak pergi ke Jinan. Ji Hyun menjawab bahwa ia punya alasan tersendiri, tapi ia tidak mau mengatakannya.
Saat Kang menatap Ji Hyun, ia berpikir dalam hati, “Dasar bodoh, kamu berkata bahwa kamu melihatnya bersama Eun Jung dikamar hotel, dan kamu masih menyukainya?”
 

Dengan semua hal yang diketahuinya hari itu, Kang pergi ke tempat Min Ho. Ia memberi salam dengan tonjokkan di muka Min Ho. Kang berkata, “Ini untuk Ji Hyun.” Kemudian memukulnya lagi, “Ini untuk Ji Hyun juga.” Ia mengangkat tangannya untuk ketiga kalinya, “Dan ini....”
Dan akhirnya ia menjadi tenang, melihat Min Ho tidak punya alasan dan hanya menerima semua pukulannya. Kang memberinya salep dam bertanya berapa lama ia mempunyai hubungan dengan Eun Jung. Min Ho berbohong, berkata bahwa ia mempunyai hubungan dengan Eun Jung setelah Ji Hyun mengalami kecelakaan. Tapi Kang memberitahunya untuk tidak menganggapnya bodoh.
Ia menebak bahwa Min Ho sudah punya hubungan sebelum Ji Hyun mengalami kecelakaan dan bertanya bagaimana ia bisa menyukai Yi Kyung disaat yang sama. Ia tidak percaya kakak yang dihormati dan disukainya berubah menjadi orang seperti ini.
Min Ho balik bertanya, kenapa Kang begitu menyukainya.Kang berkata bahwa ia tahu Min Ho hidup dalam kemiskinan, tapi ia berusaha dengan kekuatannya sendiri sampai ia punya segalanya. Min Ho hanya memberitahunya bahwa orang seperti dirinya menganggap orang yag miskin adalah orang yang tidak mampu membeli mobil dan makan di restoran mewah. Ia terus mengejek tanpa penjelasan lebih lanjut.
Kang memperingatkan Min Ho untuk tidak mengganggu Yi Kyung lagi, tapi Min Ho pergi tanpa menjawab peringatannya.
Kang merenung sejenak dan memutuskan untuk memberitahu manager Oh semuanya, karena ia membutuhkan bantuannya. Mereka menyimpulkan bahwa Ji Hyun mempunyai waktu 49 hari sejak hari kecelakaannya, ia tidak bisa memberitahu orang lain tentang identitasnya. Kang bertanya-tanya apa maksud pendeta itu bahwa Ji Hyun harus mencari bukti tentang hati manusia yang sebenarnya.  Ia juga tidak paham kenapa Ji Hyun menyembunyikan stempel resminya. Manager Oh menyuruhnya untuk menolong Ji Hyun karena hanya ia yang bisa.
 

Ji Hyun tidur malam itu dalam tubuh Yi Kyung, keduanya kecapekan. Ia terbangun pagi harinya dan teringat makanan yang dibawanya dari Jinan. Ji Hyun berkunjung ke rumah sakit, ia berpura-pura sebagai teman Ji Hyun.
Ji Hyun memberikan sup itu dan berkata pada mereka bahwa Ji Hyun berkata, walaupun ia menikah, ia tetap menganggap ayahnya sebagai cahaya hidupnya. Ia memintanya untuk hidup lama.
Eun Jung bertanya-tanya, siapa yang mengirim sms kemarin. Ia menelpon nomor itu dan Ji Hyun menjawab telponnya. Ia tidak mengantisipasi kalau Eun Jung akan menelponnya.
 

Mereka pun bertemu.Eun Jung bertanya, apa tujuannya melakukan semua ini.Ji Hyun membuatnya gemetar dengan menjawab bahwa ia menjaga rahasia hubungannya dengan Min Ho, bukan berarti ia tidak akan bertemu dengan Min Ho lagi. Ia menambahkan bahwa Eun Jung tidak perlu cemas, ia sudah lama menjadi “partner” Min Ho, jadi tidak mungkin Min Ho melepaskannya begitu saja.
Ia heran, Eun Jung telah menjadi sekretaris Presiden Shin, juga teman lama Ji Hyun. Pasti ia yang mencarikan Min Ho pekerjaan di perusahaan mereka Menurutnya tidak salah kalau mereka berbagi Min Ho, karena ia telah meminjamkan Min Ho kepada temannya selama dua tahun.
 

Kang pergi ke tempat Seo Woo dan bertanya tentang kejadian kemarin. Seo Woo memberitahunya tentang Min Ho dan Eun Jung telah bersama selama 5 tahun dan Eun Jung punya pacar yang tidak dikenalnya juga tentang penyakit ayah Ji Hyun.
Kang memikirkannya saat mengemudi, ia mengira-ira bahwa Ji Hyun sudah tidak tertarik lagi pada Min Ho. Ia punya tujuan tertentu. Ia ingin menunjukkan sifat asli Min Ho didepan ayahnya sebelum ia menyerahkan semuanya pada Min Ho.
 

Eun Jung berjalan ke kantor Min Ho dan menunjukkan surat pengunduran dirinya. Ia akan memberikannya pada Presiden Shin. Ia menambahkan bahwa Yi Kyung mengirimkan sms kepadanya, saat pertemuannya di taman.
Kata-kata Eun Jung membuatnya curiga. Ia menyuruh kaki tangannya untuk mencari tahu segala hal tentang Song Yi Kyung. Ia mencoba mengira-ira kenapa Yi Kyung mempermainkannya, ia tidak akan berhenti sampai ia menemukan jawabannya.
Di saat yang sama, Eun Jung pergi ke rumah sakit untuk meyerahkan surat pengunduran dirinya. Ia mendengar kalau ada teman Ji Hyun yang mewawancarai teman-teman lamanya, tapi tidak menelponnya atau pun Seo Woo. Dan ibu memberitahu kalau temannya itu juga datang untuk membawakan sup dari Jinan. Kecurigaan Eun Jung pun muncul.
Kang pulang dan melihat Ji Hyun termenung. Ia menatapnya dan berharap kalau Ji Hyun tidak tahu keadaan ayahnya. Ia tidak tahu bagaimana reaksi Ji Hyun jika ia mengetahui semuanya. Ia menghitung hari dan mendesah kalau Ji Hyun hanya punya 23 hari saja.
Yi Kyung pergi kerja malam itu dan berpikir tentang mimpinya, ia teringat pada Yi Soo yang menangkap tubuhnya ketika ia terjatuh. Ia berkata dengan keras, “Seharusnya kamu tidak datang.....bahkan dalam mimpiku. Jangan datang! Jangan datang!”
 

Pada hari ke 20, ada kejadian aneh. Saat Ji Hyun mulai keluar dari tubuh Yi Kyung, Yi Kyung membuka matanya dan terbangun, ia melihat wajah Ji Hyun.
 

Ji Hyun muncul di Heaven dan menemukan Kang memakai jas dengan rapi. Ia melihatnya dari atas ke bawah dengan mulut terbuka, bertanya-tanya kemana ia akan pergi dengan pakaian yang rapi seperti itu.
Tiba-tiba, seorang pengantar bunga datang, ia membawa sebuah buket bunga mawar warna pink. Kang memberitahunya bahwa ia akan berkencan. Ji Hyun berkata, “Kencan? Tunggu, kau punya pacar?” Kang mencoba membela diri apakah ia tidak boleh menyukai seseorang. Ji Hyun berpikir, kalau ia menyukai Yi Kyung ,kenapa di waktu yang sama ia berkencan dengan orang lain?
Dengan keras ia menyebutnya playboy. Ia bergumam, “Ini membuatku kesal....wanita itu bahkan menyukai bunga yang sama denganku.” Kang mencoba menjelaskan kalau wanita itu bukan pacarnya, melainkan orang yang disukainya, tapi Ji Hyun tidak mendengarkan penjelasannya.
Kang pergi ke rumah sakit. Ayah bereaksi dengan buruk, ia mengusir Kang keluar. Kang berkata bahwa ia akan mengerjakan proyek Haemido lagi. Tapi Ayah tidak mau menerimanya dan berkeras bahwa ia tidak membutuhkan orang yang tidak bertanggungjawab.
Ibu mengikuti Kang keluar dan meminta maaf. Kang mengambil kesempatan ini untuk bertanya, sebenarnya apa yang akan dilakukan Ji Hyun di hari kecelakaannya. Ibu berkata bahwa ia akan mengantarkan segel resminya pada Min Ho, karena proyek Haemido menggunakan dana dari penjualan tanah atas namanya.
 

Ji Hyun menelpon Min Ho. Mereka bertemu, tapi kali ini Min Ho tahu lebih banyak tentangnya. Ji Hyun mengaku kalau ia mengirim sms pada Eun Jung dan mencoba merayunya dengan berkata bahwa ia menginginkan hal yang sama dengan Min Ho.
Min Ho berkata bahwa ia tidak menginginkan apapun darinya., Ji Hyun berkata bahwa Min Ho tidak akan tahu siapa dirinya. Min Ho pun menjawab bahwa ia bukan orang yang ingin ia tahu dan melangkah pergi.
Ji Hyun pun berjalan pulang ke Heaven, kaki tangan Min Ho mengikutinya dari belakang dengan membawa kamera.
Kang kembali ke Heaven, ia memikirkan semua fakta yang diketahuinya dan menyimpulkan bahwa Min Ho tidak ingin menikahi Ji Hyun, Ji Hyun mengetahui sifat asli Min Ho setelah kecelakaan, itu sebabnya ia menyembunyikan segelnya.
 

Kang: “Selama ini, berdiri diantara hidup dan mati.....kau telah mengalami hal yang berat. Apa yang bisa kulakukan untukmu?”
 

Ia melihat Ji Hyun yang berjalan sendirian. Kang segera turun dari mobilnya dan berjalan menghampiri Ji Hyun.
 

Ia menariknya dan memeluknya.



Credits: www.dramabeans.com

0 comments:

Posting Komentar