Pages

03/05/11

49 DAYS EPISODE 13


Kang memeluk Ji Hyun, Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk membantunya. Ji Hyun terkejut kemudian mendorongnya, ia bertanya, “Apa yang kau lakukan.” Kang pura-pura bodoh, “Apa yang aku lakukan? Aku tidak sadar. Aku sedang berjalan dalam tidur.” Tapi Ji Hyun tidak mempercayainya.
Kang berkata bahwa ia terlihat lelah, jadi ia memeluknya untuk memberikan energi. Ia bertanya apakah ia tahu pelukan menenangkan? Ji Hyun merasa itu bukan pelukan jenis itu. Kang berkata di Amerika hal itu biasa terjadi, jika seorang pria ingin menenangkan seorang wanita maka ia akan memeluknya.
Ji Hyun masih curiga, tapi Kang berkata ia adalah yatim piatu, jadi ia tidak punya orang untuk bersandar. Ji  Hyun mengira Kang menyukai Yi Kyung.
 

Ji Hyun berkata bahwa di Korea, orang yang sudah punya pacar, tidak boleh sembarangan memeluk wanita lain. Kang memberitahunya bahwa wanita itu bukan pacarnya tapi wanita yang disukainya.
Ji Hyun mengeluh, bukannya ia mengiriminya buket bunga yang besar. Kang berkata, ia mengirimkan bunga itu untuk membangkitkan semangatnya. Ji Hyun pun menyahut, “Kau baru saja memelukku untuk membangkitkan semangatku?” Kang bertanya apakah ia berbuat salah? Ji Hyun hanya bergumam, “Menyemangati seorang wanita apakah hobbymu?”
Kakitangan Min Ho mengumpulkan bukti dan foto ketika mereka berpelukan.
 

Ji Hyun dan Kang kembali ke Heaven. Ia memesan makanan untuk dua orang. Kang berkata kadang-kadang ia kehilangan selera makan, mencicipi sedikit sudah cukup baginya. Daripada makanan itu dibuang, lebih baik Ji Hyun memakannya.
Ia bertanya pada Ji Hyun, ia memakan semua makanan itu untuk apa. Ia harus makan untuk hidup, karena ia ingin hidup. Hal itu lebih penting daripada apapun. Ji Hyun berkata bahwa ia mendengar semua perkataannya tapi tidak mengerti maksudnya. Dummy girl. 
 
 
Kang memberitahunya, “Memakan makanan yang lezat, kemarahan, dendam dan cinta, semuanya menjadi tidak berarti jika kau mati.” Ji Hyun curiga kalau Kang tahu siapa dirinya. Tapi Kang menutupinya dengan berkata bahwa dulu ia memberitahunya bahwa waktunya terbatas.
Kang dan manager Oh merasa bingung kenapa Ji Hyun menyembunyikan segel resminya di hari seharusnya ia menikah. Kang juga sedang mencari informasi tentang proyek Haemido dari salah seorang temannya dari perusahaan lain. Manager Oh berpikir, sebaiknya Kang berkonsentrasi pada hal bagaimana membuat Ji Hyun tetap hidup. Tapi Kang takut ia salah langkah dan membahayakan Ji Hyun. Sekarang prioritasnya adalah membuat ayah Ji Hyun mau dioperasi.
Istri manager Oh berusaha untuk mencari jalan untuk membuktikan perasaan yang tulus dan mengusulkan bahwa kuncinya adalah pandangan, karena mata adalah  jendela hati. Kang berpikir bahwa Ji Hyun sedang merencanakan sesuatu.
 

Scheduler sedang berjemur disinar matahari sambil mendengarkan musik. Ia menggerutu ketika Ji Hyun datang. Ji Hyun khawatir Kang tahu rahasianya. Scheduler menjawab bahwa secara logis, tidak akan ada yang mempercayai bahwa rahasianya itu benar dan dalam kasus apapun, selama orang lain tahu karena sikap Ji Hyun, maka ia aman (dengan kata lain, orang boleh tahu asalkan ia mencari tahu sendiri).
 

Ia menambahkan , jika Ji Hyun hidup kembali ,maka ia akan melupakan semua ingatannya ketika menjalani 49 hari ini. Jika ia ingat, itu akan mengacaukan keseimbangan dunia.
Ji Hyun takut semua fakta yang diketahuinya akan lenyap. Ia pun sadar untuk menyelesaikan masalahnya sebelum waktu 49 harinya habis, supaya nantinya ia tidak percaya dan menikahi Min Ho. Scheduler hanya berkata: “Mungkin, atau tidak....”
Perubahan sikap Min Ho juga membuatnya cemas, ia memutuskan untuk mencaritahu password lemari besinya segera.
Kecurigaan Eun Jung bertambah ketika ada seseorang yang menyebutkan tentang seorang teman Ji Hyun yang bernama Park Jung Eun. Ia mewawancarai semua teman Ji Hyun kecuali dirinya dan Seo Woo. Ia pun mencari informasi lebih banyak.
 

Ji Hyun kaget ketika mendengar bahwa semua pot di Heaven telah diganti, ia cemas dengan keberadaan segelnya. Ia pun bertanya pada Kang apakah ia mengganti semua pot itu. Kang berbohong padanya, ia tidak mengganti pot itu karena ia tidak ingin pinggangnya sakit dan meyakinkan Ji Hyun bahwa pot itu akan ada disana selamanya. Ji Hyun pun merasa lega.
 

Ji Hyun teringat dengan pelukan Kang kemarin dan ingin segera pergi, tapi Kang berkeras bahwa ia harus duduk bersamanya. Mereka duduk dalam diam dan canggung sejenak. Ji Hyun bertanya tentang kotak keramik di samping meja untuk memecahkan kesunyian. Kang ingat kalau segel dan gelang Ji Hyun ada didalamnya, ia pun mengusulkan agar mereka pergi keluar bersama.
Kang memegang tangannya dengan tergesa-gesa, ia menutupinya dengan berkata bahwa itu adalah tepuk tangan untuk meningkatkan semangat.
 

Kaki tangan Min Ho melaporkan semua tingkah laku mereka dilengkapi dengan foto. Min Ho yang cemburu segera pergi ke Heaven malam itu, ia semakin cemburu ketika melihat secara tidak sengaja Ji Hyun jatuh ke pelukan Kang. Min Ho menyebut namanya dengan marah. Kang mencoba membuat ruang, tapi Ji Hyun memegang tangannya, Kang pun berpura-pura tenang dan menarik diri.
Min Ho yang cemburu bertanya kepada Ji Hyun bahwa sekarang ia dekat dengan Kang. Ji Hyun berkata dengan tegas, “Semua wanita yang bisa menilai pria pasti akan memilih Han Kang, bukan dirimu. Aku sangat bodoh dan tidak pandai menilai karakter seseorang sehingga tertarik padamu.”
Min Ho ingin tahu kenapa ia ada di Jinan bersama Kang dan Ji Hyun berkata bahwa ia tahu pasti ia mencarinya lagi, bahwa ia meninggalkannya untuk  meyakinkan dirinya bahwa ia menyukainya. Ia memberitahunya bahwa ia tidak mengungkapkan rencana maupun hubungannya dengan Eun Jung kepada orang lain.
Kang melihat Min Ho mengantarkan Ji Hyun pergi dengan mobilnya. Tinjunya menegang dan bertanya-tanya apa yang diinginkan Ji Hyun dari Min Ho.
 

Min Ho membawa Ji Hyun ke sebuah bar, ia lebih tenang sekarang dan khawatir dngan kesehatan Ji Hyun, mengingat bahwa ia hampir pingsan di Jinan. Ji Hyun menjawab bahwa ia menderita penyakit narcolepsy yaitu penyakit yang menyebabkan seseorang tiba-tiba tertidur di tengah hari, ketika terbangun ia akan menjadi bingung.
Ji Hyun berkata bahwa ia ingin pergi ke restoran, tempat favoritnya bersama ibunya. Min Ho memberitahunya bahwa ia tidak suka membicarakan ibunya, ibunya telah berada di rumah sakit selama bertahun-tahun. Ini berarti ibu yang dibawanya ketika pesta pertunangan mereka adalah ibu palsu. Ji Hyun meletakkan tangannya di bahunya tanda simpati.
Min Ho ingin mengantarnya pulang dan bertanya dimana alamatnya. Ji Hyun berkata bahwa ia akan memberitahunya suatu saat. Ia pun pulang sendirian naik bus, ternyata kaki tangan Min Ho membuntutinya dari belakang.
 

Scheduler muncul di bus memberitahunya bahwa ada orang yang mengikutinya. Ia mengenalnya  sebagai supir ayahnya dan teman Min Ho. Ia panik apa yang harus dilakukannya. Scheduler pun berkata, “Kita tinggal menjadi Matt Damon dan Franka Potete ( karakter di film Bourne). 
 

Idenya adalah, lari turun dari bus dengan cepat. Ini ide terbaik yang diperolehnya. Ia sangat senang. Semuanya terpancar dari wajahnya.
Kaki tangan Min Ho kehilangan jejak mereka. Scheduler berteriak kesenangan.
Scheduler berkata bahwa ia tidak melaksanakan proyek tiga air mata murninya, tapi berkutat dengan Min Ho untuk mengungkapkan tujuan aslinya. Ji Hyun menjawab bahwa ia tidak perlu pergi ke segala tempat untuk mencari air mata, karena itu tidak akan merubah apakah ia dicintai atau tidak dalam hidupnya. Ia bertanya apakah waktu 49 hari ini adalah hadiah untuk orang yang terlalu cepat meninggal.
Mungkin ia harus melakukan sesuatu sebelum ia mati. Scheduler berkata bahwa ia tidak bisa menjawabnya karena akan melanggar peraturan dan mengakhiri percakapan mereka dengan peringatan untuk berhati-hati untuk tidak membuat hidup Yi Kyung semakin rumit.
 

Min Ho tiba di rumah dengan mabuk dan menemukan bahwa Eun Jung menantinya. Ia khawatir dengan keberadaan Jung Eun., yakin bahwa ia yang bertanggungjawab atas hilangnya segel Ji Hyun. Mendengar bahwa ia di Jinan membuatnya khawatir Jung Eun mengikuti mereka.
Min Ho terlihat tidak khawatir, ia menduga bahwa Eun Jung terlalu memikirkannya. Ia mengira Eun Jung terlalu stress dan mengusulkan agar ia belajar ke luar negeri. Eun Jung menuduhnya ingin menyingkirkan dirinya. Walaupun Min Ho mengakui bahwa ia menyukai Yi Kyung, ia telah berkeras bahwa Yi Kyung bukan penyebab masalah mereka dan hubungan mereka memang sudah di ujung tanduk sejak lama.
Min Ho mengingatkannya hari dimana Eun Jung memintanya untuk membantunya menghancurkan Ji Hyun. Ia sangat mengingat hari itu karena itu hari ulangtahunnya (pasti juga passwordnya, 5 Oktober 2009). Mulai saat itu mereka selalu berlatih tentang apa yang disukai tau tidak disukai Ji Hyun, orangtuanya,dll. “Apa yang kita lakukan selama dua tahun adalah bisnis, bukan cinta.” Sangat wajar jika perasaan mereka jadi dingin ketika mereka tidak melakukan sesuatu untuk tetap menumbuhkan cinta diantara mereka.
 

Malam itu, Ji Hyun kesulitan keluar dari tubuh Yi Kyung, yang mulai terjadi sejak mereka pulang dari Jinan. Ketika Yi Kyung kembali pada dirinya sendiri, ia bertemu dengan Dr. Noh di kafe dan kaget ketika ditanya kenapa ia tidak menemuinya selama beberapa hari.
Ia berpikir kembali dan tersadar semua yang ia kira hanya mimpi adalah kenyataan. Hal ini membuat Scheduler menyadari kesalahannya karena tidak merubah wajahnya ketika bertemu dengan Dr. Noh. Ia memukul dirinya sendiri dan bertanya-tanya apakah ia akan mendapat hukuman.
 

Yi Kyung sedang di terapi hipnosis. Yi Kyung mengingat kenangannya yang lain dengan Yi Soo. Ia dan Yi Soo sedang berdebat. Mereka bertengkar dan nyaris putus, Yi Soo mematahkan hatinya. Ia memberitahu bahwa orang selalu berubah dan Yi Kyung menangis, “Tapi kamu Yi Soo.”
Yi kyung mengingat ingatannya yang lain. Ia sedang bekerja di hotel, mungkin ini waktu ketika Yi Soo meninggal.
Ingatan Yi Kyung sekarang bercampur dengan ingatan Ji Hyun, ia mendeskripsikan bahwa ia melihat Min Ho dan Eun Jung berada di hotel bersama. Ia melihat dirinya yang mengamati mereka berdua, tapi tidak merasa bahwa itu benar-benar dirinya. Kenangan Ji Hyun yang lain mulai muncul dalam ingatannya, ia bahkan mengingat roh Ji Hyun berbicara padanya.
 

Penjelasan Dr. Noh adalah ia mengingat ingatannya  dalam kehidupan yang sebelumnya, tercampur dengan ingatannya yang sekarang.
Yi Kyung yakin bahwa itu bukan ingatan kehidupannya yang lalu dan menambahkan, sesuatu yang aneh terjadi padanya, “ Aku ingin membicarakan hal itu, tapi rasanya ada sesuatu yang membuatku tidak bisa mengatakannya.”
 

Ketika Yi Kyung tiba di rumah pagi harinya, tangannya bersentuhan dengan roh Ji Hyun dan kedua wanita itu merasakan sensasinya.
 

Eun Jung memperoleh nomor telpon Jung Eun dari temannya yang lain, ia melihat nomor itu dan merasa kenal. Untuk membuktikan kecurigaannya, ia mencari ibu Ji Hyun dan mengajaknya makan siang dengan alasan bahwa Ji Hyun ingin makan pasta dengan ibunya. Mereka pergi ke Heaven, dimana Kang memberi salam dengan hangat dan menyajikan makanan favorit Ji Hyun.
Ini dilakukan Eun Jung agar ibu bertemu dengan Yi Kyung dan apakah ia akan memanggilnya Jung Eun. Kang mengira kalau Ji Hyun akan senang bertemu dengan ibunya dan memanggilnya untuk segera datang. Kang tidak menjelaskan kenapa, karena ia ingin membuat kejutan untuknya.
Ketika Ji Hyun datang, ibu segera memanggilnya, “Jung Eun.” Eun Jung pun puas. Dan bertanya, bagaimana Song Yi Kyung juga mempunyai nama Park Jung Eun . Pertanyaan yang membingungkan semua orang.
 

Ji Hyun tidak bisa menjelaskan ini dan berlari keluar. Eun Jung mengikutinya untuk mengkonfrontasinya tentang penggantian namanya dan mengapa ia memgaku sebagai teman Ji Hyun, menuduhnya berbohong.
Kang melihat Ji Hyun sangat panik, ia bergabung dengan mereka dan mengumumkan bahwa Yi Kyung benar, ia mempekerjakannya karena keinginan Ji Hyun, Jung Eun adalah nama panggilannya dan tidak ada kebohongan disini.
 

Eun Jung berdebat dengan Kang, menyebut sikapnya aneh, Kang menbalas bahwa Eun Jung bahkan lebih aneh lagi. Kenapa ia harus peduli jika dua wanita berteman? “Seberapa penting ini sampai kamu menggunakan Ibu Ji Hyun untuk membuktikan semuanya?” Ia mengaku kalau ia tahu tentang hubungannya dengan Min Ho dan menyebutnya tak tahu malu. Ia memperingatkan Eun Jung untuk berhati-hati, supaya ibu tidak curiga.
 

Kang kemudian bertanya pada Ji Hyun, “Benarkah kau berteman dengan Ji Hyun? Dan menambahkan bahwa mungkin itu sebabnya  ia merasa ada kemiripan diantara mereka berdua.
Ji Hyun heran kenapa ia berbohong untuknya. Kang mengingatkannya bahwa ia punya banyak hutang pada Ji Hyun. Walaupun ia tidak tahu apa yang terjadi, tapi ia tahu kalau ia sedang terpojok.
Ia menambahkan bahwa ia juga tidak menyukai Eun Jung, karena hubungannya dengan Min Ho. Ji Hyun bertanya apakah ia sudah tahu semuanya. Kang membenarkan.
Ji Hyun menduga bahwa Eun Jung akan mengatakan semuanya pada Min Ho. Ia pun menelpon Min Ho dan memintanya bertemu. Min Ho mengangkatnya dengan gembira.  Ketika Eun Jung menelponnya , wajah Min Ho berubah sebal dan ia mematikan HP nya.
 

Setelah makan siang, Kang mengantarkan Ibu kembali ke rumah sakit dan menggunakan kesempatan ini untuk berbicara dengan ayah Ji Hyun, yang masih kasar pada Kang.
Kang berkata bahwa ia berbicara untuk kepentingan Ji Hyun, karena mereka mengalami keadaan yang sama. Ia pun menceritakan pengalamannya dengan ibunya. Kang tidak tahu kalau ibunya meninggal sampai setahun sesudahnya. Ia mengirimnya keluar negeri, berpikir itu yang terbaik untuknya, tidak pernah memberitahunya tentang penyakitnya atau kenapa ia bercerai.
Kang tidak mendengarkan protes ayah dan berkata bahwa ia masih tidak mengerti dengan keputusan ibunya. Jadi bagaimana kalau ini terjadi pada Ji Hyun, jika ia bangun dan menemukan ayahnya telah meninggal, mengetahui karena dirinyalah ayahnya tidak mau dioperasi?
 

Ji Hyun bertemu dengan Min Ho. Ia mengaku padanya bahwa ia adalah Park Jung Eun, teman klub sulap Ji Hyun. Itu sebabnya kenapa ia ramah padanya ketika ia pertama kali bertemu dengannya dan bagaimana ia membencinya setelah tahu hubungannya dengan Eun Jung. Pengakuan itu mengejutkan Min Ho, ia masih bingung bagaimana mencerna semuanya bahwa Yi Kyung tahu bahwa ia masih bersama Ji Hyun, tapi ia masih menyukainya sekarang.
 

Eun Jung menerobos masuk, siap untuk mengungkapkan penemuan besarnya pada Min Ho. Tapi Min Ho sudah tahu semuanya. Eun Jung mencoba mendiskusikan dengannya tentang masalah Jung Eun. Min Ho sudah tidak mau memikirkannya lagi, ia berteriak pada Eun Jung untuk membiarkannya sendirian untuk berpikir.
Misi Ji Hyun sudah berhasil, tapi sekarang ia khawatir karena ia kehilangan kesempatan untuk tahu lebih banyak tentang rencana Min Ho.
Ji Hyun melihat Min Ho keluar dari apartemennya dengan tergesa-gesa. Ia ingin mengikutinya. Ji Hyun segera pulang ke rumah untuk keluar dari tubuh Yi Kyung. Tapi ia khawatir, kalau ia meninggalkan pintu dalam keadaan terbuka, Yi Kyung akan kaget.
Akhirnya ia menunggu demi kepentingan Yi Kyung. Yi Kyung segera terbangun, ia pun mengecek sekelilingnya dan lega ketika melihat pintunya tertutup seperti saat ia akan tidur.
 

Min Ho pergi ke Heaven, ia bertanya pada Kang apakah ia tahu kalau Yi Kyung adalah teman Ji Hyun selama ini. Min Ho berkata jika Kang mengatakannya lebih awal, mereka mungkin dapat menghindari pertengkaran yang tidak perlu ketika mereka membicarakan Yi Kyung.
Kang membela diri: “Tapi aku mempercayaimu. Aku percaya kalau kau mencintai Ji Hyun.” Dan menambahkan bahwa ia menyukai Yi Kyung.
 

Malam itu, roh Ji Hyun ingin pergi untuk mengurus urusannya dan melambaikan tangannya dengan gembira kepada Yi Kyung. Masalahnya, semakin hari ia semakin perhatian pada hidup Yi Kyung dan masalahnya. Rasa khawatirnya membuatnya membatalkan niatnya untuk pergi.
 

Ia mengikuti kemana Yi Kyung pergi. Ternyata ia pergi ke sebuah gereja dimana Yi Kyung duduk sendirian. Melihat hal itu, Ji Hyun bertanya dengan sedih, “Apakah kamu benar-benar tidak punya tempat untuk pergi? Orang yang bisa ditemui? Aku kesepian karena ada orang yang ingin kutemui tapi tidak bisa sebagai diriku sendiri. Kamu kesepian karena kamu tidak punya orang yang bisa kau temui?”
Ji Hyun membungkuk, ia ingin mengelus rambut Yi Kyung, tapi Yi Kyung bereaksi ketika tangan Ji Hyun hampir menyentuhnya, ia seperti merasakan kehadiran Ji Hyun.
 

Roh Ji Hyun mengikuti Min Ho menuju apartemennya, menunggu kesempatan untuk melihat lemari besinya. Itu bukan rencana yang efisien dan ia tidak punya pilihan kecuali menunggu, berharap Min Ho akan membuka lemari besinya sendiri. Tapi ia tidak melakukannya dan Ji Hyun berada di apartemennya selama beberapa hari tanpa keberuntungan, sampai ia menyerah di hari ke 16.
Ia pun pulang ke apartemen Yi Kyung dan menyapanya dengan hangat seperti biasa. Kali ini, Yi Kyung melihat ke sekelilingnya seakan-akan mendengar suaranya.
 

Hal itu membuat mereka duduk berdampingan dan merenung. Ji Hyun merasa sedih karena rencananya tidak berhasil, sedangkan Yi Kyung merasa dihantui, tapi oleh Yi Soo bukan Ji Hyun. Akhirnya Yi Kyung menangis, “Yi Soo....Jangan lakukan ini padaku....Kenapa sekarang?”
 

Air mata Yi Kyung membuat Ji Hyun menangis karena simpati akan sakit hatinya, ingin menghiburnya tapi ia tidak bisa. Jadi ketika Ji Hyun menguasai tubuh Yi Kyung, Ia mengambil buku tahunan kuliah Yi Kyung. Ia ingin menelpon teman lama Yi Kyung.
 

Ia pun melihat foto di samping Yi Kyung, foto Yi Soo. Ia melihat wajahnya tidak asing...
Ia menemukan Scheduler di studio musiknya dan bergegas masuk sambil membawa buku tahunan itu, berkeras bahwa ia mempunyai sesuatu yang penting yang ingin ia perlihatkan padanya.
 

Scheduler mengabaikannya, ketika ia membuka halaman buku itu, matanya membesar karena kaget.
“Tapi ....Itu aku!”


Credits: www.dramabeans.com

0 comments:

Posting Komentar