Pages

06/05/11

49 DAYS EPISODE 14


Ji Hyun akhirnya menggabungkan semua fakta yang diketahuinya, menunjukkan pada Scheduler apa yang ia temukan, foto wisuda dirinya atau Song Yi Soo atau pacar Yi Kyung.
Scheduler terdiam, kemudian ia bergumam, “Tapi....itu aku....” Ji Hyun melihat Scheduler dengan penuh tanda tanya, kemudian melihat reaksinya dan ia menceritakan apa yang ia tahu bahwa Yi Kyung dan Yi Soo adalah sepasang kekasih (kartu ulangtahun dengan hiasan hati sebagai buktinya). Sampai saat ini pun Yi Kyung masih menangisinya.
 

Mata Scheduler membesar, “Aku ....mencintai wanita ini?” Ia menunjuk pada tubuh Yi Kyung. Sangat aneh membicarakannya sebagai orang ketiga padahal tubuhnya berdiri disini.
Perlu beberapa waktu sampai kekagetannya hilang, tapi ia kemudian menolak kenyataan yang ada dihadapannya, berpikir kalau tidak mungkin Yi Kyung adalah wanita yang dicintainya. Ji Hyun mengingatkannya bahwa ia punya sesuatu yang penting yang harus dia kerjakan, mungkin hal itu untuk Yi Kyung.
 

Scheduler tidak bisa mengingatnya. Ji Hyun yang terus berkeras pada pendapatnya membuatnya terus dalam penolakan. Setelah beberapa saat, ia menaruh tangan ke wajahnya dan berkata, “Wajah ini.....Apakah kau pikir aku meminjamnya?”
Dan Ji Hyun adalah orang paling polos sedunia, ia kaget, “ Apakah kamu bisa meminjam wajah?”
Ia bertanya, dari sekian banyak orang kenapa Ji Hyun yang menemukan hal ini, ini sangat aneh. Ji Hyun berpikir bahwa sangat mudah membuktikannya, ia tinggal muncul dihadapan Yi Kyung.
Scheduler menolak ide itu, karena ada peraturan yang melarangnya menunjukkan wajah aslinya pada orang yang ia kenal dari kehidupan sebelumnya.
 

Ji Hyun menyuruhnya untuk mencoba, jadi ia bisa meyakinkan dirinya sendiri, karena ia sendirilah yang mempunyai masalah yang belum ia selesaikan sehingga harus bekerja sebagai scheduler selama 5 tahun. Dengan datar Scheduler menolak bahwa itu tentang Yi Kyung, bisa saja tentang orangtuanya atau balas dendam. Ji Hyun memberitahunya bahwa ia yatim piatu dan memintanya jangan menolak kebenaran. Mereka berteriak satu sama lain dan ia pun meninggalkan Ji Hyun, meminta waktu untuk berpikir.
Sambil berjalan, Ji Hyun  mengeluarkan kemarahannya, menyalahkan Scheduler, “Bagaimana ia tidak ingat, padahal unni selalu menangisinya.”
 

Scheduler berpikir ulang, mengingat kejadian di kafe, dan di Jinan, ketika ia merasa ada hubungan yang aneh dengan Yi Kyung. Ia menelpon seniornya untuk bertanya apakah ia bisa memberitahunya apa yang diinginkannya ketika menjadi scheduler, tapi ia malah dimarahi. Scheduler menggerutu, “Kakak ini.”
Saat Ji Hyun berjalan, ia mendesah bahwa Yi Kyung mengalami hidup yang berat karena tidak bisa melupakan Yi Soo, ia pun mengeluh bahwa tidak akan ada yang mengingatnya sampai seperti itu ketika ia mati.
Ia menyesal karena membuang waktu 3 harinya di tempat Min Ho, kemudian berpikir, “Aku merindukan Kang, ia pasti cemas.” Ji Hyun pun mengecek HP nya, ternyata tidak ada sms dari Kang. Ji Hyun cemberut, “Ia tidak cemas, ia pasti marah.”
Min Ho memperoleh info tentang Yi Kyung dari kakitangannya. Yi Kyung hidup dalam penderitaan dan pacarnya meninggal beberapa tahun yang lalu. Min Ho berpikir, pasti ini sebabnya Ji Hyun dan Kang berteman dan menolongnya.
 

Min Ho pergi menemui Eun Jung yang berkata bahwa waktu berpikirnya telah habis. Ia bertanya apa yang akan ia lakukan, karena Kang dan Yi Kyung sudah mengetahui rencananya. Min Ho menjawab bahwa ia tidak akan melakukan apapun. Ia mempercayai mereka dan ia tidak akan berhenti menemui Yi Kyung.
Eun Jung tidak terlihat senang, ia menangis dan bertanya bagaimana Min Ho bisa melakukan ini padanya. Min Ho memberitahunya bahwa ia melakukan ini bukan karena ia tidak pernah mencintainya, tetapi karena ia tidak dapat mengontrol hatinya.
 

Eun Jung pun merasa kecewa, ia mengancam akan pergi menemui orangtua Ji Hyun dan menceritakan segalanya, jika Min Ho masih bertemu dengan Yi Kyung. Sekarang ia tidak mau rugi dan seharusnya Min Ho tahu kalau ia akan melakukannya.
Eun Jung menyelidiki tentang Park Jung Eun, tetapi ternyata Jung Eun telah meninggal setahun yang lalu.
Kang sedang membaca berkas Haemido dan menemukan bahwa sebuah perusahaan diciptakan untuk membeli tanah Ji Hyun. Perusahaan ini terlihat mencurigakan. Kang menyuruh manager Oh untuk mencari tahu tentang orang yang pernah mengalami keadaan seperti Ji Hyun, tapi ia tidak menemukan apapun.
Ji Hyun pergi ke Heaven dan melihat bahwa Kang sama sekali tidak marah. Ia bahkan menutupi absennya pada pegawai yang lain dengan berkata kalauu ia sedang pergi keluar kota selama beberapa hari. Kang lega ketika melihatnya datang dan tidak menanyakan apapun.
 

Eun Jung menelpon Ji Hyun. Ketika ia keluar untuk menjawab telponnya, ia menjatuhkan surat yang ditulisnya untuk ayah. Kang mengambilnya dengan penuh rasa ingin tahu.
 

Ji Hyun bertemu dengan Eun Jung yang mengajaknya keluar dengan motif tersembunyi, berpura-pura menjadi teman Ji Hyun. Ji Hyun bertanya kenapa ia melakukan ini pada temannya. Eun Jung hanya menjawab bahwa ia ingin agar Ji Hyun tahu bagaimana rasanya tidak punya apa-apa seperti dirinya dulu.
 

Di Heaven, Kang membaca surat Ji Hyun dan sadar bahwa ia tahu segalanya, baik kondisi ayahnya maupun penolakannya terhadap operasi. Ia ingat ketika Ji Hyun berhenti kerja dan mengambil surat pengunduran dirinya.
Ji Hyun: “Aku berjalan sendirian di gurun yang tidak bertepi dan aku menemukan oasis seperti Han Kang! Terimakasih Bos. Pada perjalanan terakhirku, kamu satu-satunya temanku. Seorang teman bernama Song Yi Kyung☺.”
Kang sadar bahwa Ji Hyun berniat untuk mengungkap semua pada ayahnya dan surat ini adalah ucapan selamat tinggal selamanya. Kang bergegas berlari ke atas.
 

Eun Jung datang mencari Kang dan langsung turun kebawah kekantornya. Ia melihat surat di meja Kang dan membacanya. Ia melihat sesuatu yang membuatnya curiga, itu adalah tulisan tangan Ji Hyun dan ditandatangani dengan tanda smiley yang terlihat akrab. Ia membuat salinan surat itu dan menyimpannya.
Kang turun kebawah dengan memakai jas dan pergi tergesa-gesa. Eun Jung pulang kerumah untuk membandingkan surat itu dengan kartu yang pernah dikirim Ji Hyun. Keduanya ditandatangani dengan cara yang sama,  “seorang teman bernama Ji Hyun☺. Eun Jung gemetar, ia tidak percaya apa yang dipikirkannya.
 

Kang pergi menemui ayah, mencoba meyakinkannya untuk dioperasi. Ia berkata padanya karena Ji Hyun tidak meninggal, rohnya bisa saja ada disini, melihatnya sepanjang waktu. Apa yang terjadi jika ia melihat ayahnya tidak melakukan operasi dan membahayakan jiwanya karena dirinya. Bukankah itu membuatnya ingin mati daripada terus bertahan?
 

Kata-kata Kang membuat ayah gemetar, Ia bertanya apakah Kang mempunyai perasaan pada Ji Hyun, kenapa ia begitu berkeras. Kang bingung, ia berbohong bahwa Ji Hyun bukan tipenya dan membantah ayah bukan itu sebabnya ia berkeras. Ibu menatapnya dengan berlinang air mata penuh ucapan terimakasih.
 

Min Ho pergi ke rumah sakit untuk mengunjungi ibunya, tapi ia tak mampu masuk. Ia hanya melihatnya dengan hati yang berat. Ketika Ibunya keluar kamar dan memanggil namanya, ia bersembunyi, tidak mampu bertemu dengannya. Ia menangis ketika mendengar suaranya, tetapi tidak keluar dari tempat persembunyiannya.
Min Ho bertemu dengan Ji Hyun untuk kencan dan bertanya apakah ia mempunyai rahasia lain yang ingin ia ceritakan. Min Ho menyuruhnya keluar dari Heaven jika ia masih ingin menemuinya. Ji Hyun tidak menjawab dan hanya mengusulkan untuk pergi ke restoran favorit ibu Min Ho karena ia ingin agar Min Ho menceritakan tentang ibunya.(ia ingin tahu tanggal ulangtahun ibu Min Ho karena ia mengira itu adalah password lemari besinya).
Malam itu ketika roh Ji Hyun keluar dari tubuh Yi Kyung, ia memberitahu Yi Kyung bahwa ia akan berusaha menyuruh Scheduler untuk menemuinya dan ia berharap ia dapat bertemu Yi Kyung ketika ia hidup lagi. Ia berjanji untuk tidak membuatnya kesepian lagi, jika ia punya kesempatan. Yi Kyung bisa merasakan ada seseorang disana dan memandang sekelilingnya dengan cemas.
 

Yi Kyung pun pergi bekerja dan seorang pria gemuk berkumis mengikutinya diluar kafe. Pria itu adalah Yi Soo yang memakai samaran. Ia berdiri diluar dan menatap Yi Kyung.
 

Akhirnya Yi Soo tidak tahan lagi dan masuk kedalam kafe untuk memesan kopi, ketika ia menunggu, ia berpikir bahwa yang dilakukannya tidak benar. Matanya bersinar ketika melihat dua gadis yang memakai rok mini berjalan melewatinya, ia berpikir bahwa gadis seperti itulah tipenya, kemudian ia merubah pikirannya, ia berpikir mereka bukan tipenya. Ia melihat Yi Kyung dengan penuh rasa ingin tahu, ia berusaha menolak pikiran kalau tipenya adalah gadis seperti Yi Kyung. Ketika didekat Yi Kyung, ia tidak bisa melenyapkan perasaan aneh dalam dirinya. 
 

Ia membayar kopinya dan pergi, tidak yakin atas apapun. Di luar ia berkata pada dirinya sendiri bahwa Yi Kyung tidak mengenalnya dan bertanya-tanya, “Apakah kita benar-benar ditakdirkan untuk berbeda jalan?”
Paginya, Ji Hyun menjahit tas Yi Kyung yang robek dan ia memasukkan kembali barangnya kemudian tersadar bahwa surat untuk ayahnya hilang. Ia panik, berpikir kalau seseorang menemukannya dan mengirimkan pada ayahnya.
 

Scene berubah ke rumah sakit, dimana orangtua Ji Hyun menerima surat itu. Kalungnya berpendar merah dan panas, kemudian hancur. Rohnya keluar dari tubuh Yi Kyung dan Scheduler datang dengan mengenakan jas hitam, berkata bahwa waktu 49 harinya telah habis.
Tentu saja itu hanya imajinasinya saja. Ayah merenungkan kata-kata Kang dan bertanya-tanya apakah Ji Hyun sedang melihatnya.
Eun Jung melakukan sedikit penyelidikan, bertanya kepada pembantu rumah Ji Hyun apa dia ingat tentang Jung Eun. Pembantu itu bercerita bahwa hubungan Jung Eun dengan Ji Hyun pasti dekat karena Jung Eun tahu kalau ibu tidak bisa makan sup tulang sapi.
Eun Jung terguncang, ia berpikir kalau prasangkanya mungkin benar, “Mengapa ia terasa seperti Ji Hyun?”
 

Ayah pergi ke rumah sakit dan berkata kalau ia mau dioperasi. Ibu menelpon Kang, berterimakasih karena ia berhasil meyakinkan ayah untuk dioperasi. Kang merasa senang dan menelpon Ji Hyun untuk segera pergi bekerja karena ada sesuatu hal yang darurat.
 

Ji Hyun pergi ke rumah sakit untuk melihat apakah surat itu dikirimkan kesana. Ibu memberitahunya kalau ia tidak pernah menerima surat. Ibu memberitahunya kalau ayah mau di operasi.
Ji Hyun merasa lega dan bertanya apa yang membuat ayah merubah pikirannya. Ibu memberitahu bahwa Han Kang yang meyakinkannya, yang selama ini ia kira mempunyai perasaan pada Ji Hyun. Ibu menunjukkan buket bunga mawar pink yang ada di vas.
Ji Hyun bergegas pergi ketika Kang menelponnya, Di lorong, ia berhenti dan menangis, kemudian membungkukkan badannya, berterimakasih pada Tuhan. Eun Jung melihat semuanya ketika akan masuk kekamar Ji Hyun. Ibu memberitahunya kalau Jung Eun sudah diberitahu kalau ayah akan diopearsi. Eun Jung melihat ke arah Ji Hyun yang tengah terbaring dan bertanya, kenapa ia merasakan diri Ji Hyun dalam tubuh Yi Kyung.
 

Ji Hyun bergegas masuk, ketika Kang berjalan mondar-mandir menunggunya. Kang menyuruhnya segera berganti pakaian untuk bekerja. Ji Hyun segera pergi ke ruang locker yang dinamai “Rocker Room”. Kang juga memakai jaket kulit hari ini.
 

Ia menunggu sampai Ji Hyun pergi dan menyelinap untuk memasukkan suratnya. Ji Hyun lupa membawa HP, jadi ia kembali dan melihat Kang ada disana. Ia bersembunyi dan kemudian mengecek tasnya, ia menemukan suratnya yang hilang ada disana.
 

Ia panik dan segera berlari mencari Scheduler. Ia bertemu dengannya ditaman dan memberitahunya bahwa Kang membaca suratnya dan tahu siapa dirinya. Scheduler yang sedang tidak mood menghadapi kepanikannya dan terlihat murung setelah bertemu dengan Yi Kyung kemarin.
Ia hanya merespon setengah hati bahwa kalungnya tidak bereaksi, jadi Kang telah tahu sebelum ia membaca surat tersebut. Kadang manusia bisa tahu dan kemungkinannya 11 %.
 

Ia mengingatkan bahwa itu tidak berarti bahwa ia bisa mendiskusikan kehidupan setelah matinya dengan Kang. Ji Hyun meyakinkan bahwa ia tidak akan melakukannya. Ji Hyun bertanya apakah ia bisa mengingat sesuatu tentang Yi Kyung. Scheduler berkata bahwa ia tidak bisa mengingat apapun dan menyalahkannya karena mengungkit hal yang membuatnya bingung.
Ji Hyun berkata bahwa Scheduler tidak bisa merasakan perasaan manusia. Tapi Scheduler memberitahunya bahwa semakin dekat ia dengan akhir masa tugasnya maka ia akan mendapatkan perasaan manusianya lagi segera. Ji Hyun menyuruhnya untuk segera mengingat Yi Kyung tapi Scheduler menghilang dengan putus asa.
Ji Hyun berjalan kembali ke Heaven, dengan perlahan ia menghubungkan semua fakta yang diketahuinya. Ia sadar kalau Kang telah tahu. Semua tingkah maupun alasannya yang aneh tapi manis menunjukkan kalau ia ada disana untuknya.
Ia bahkan menambahkan fakta tentang gadis yang disukainya, bunga dan pelukan. Semuanya karena Kang menyukainya bukan Yi Kyung.
 

Kang berjalan mondar-mandir, menunggu dengan khawatir, bingung karena tidak tahu apa yang terjadi. Ia mulai berteriak-teriak sendiri dengan keras. Ia berteriak “Dimana kau!” tepat saat Ji Hyun datang. Kang memarahinya dan menyuruhnya untuk memberitahunya kemana ia pergi, sehingga ia tidak khawatir.
 

Ji Hyun bertanya ada keadaan darurat apa dan Kang memberitahunya kalau ayah Ji Hyun akan dioperasi. Ji Hyun memberitahu kang kalau ia sudah tahu karena tadi ia mampir ke rumah sakit.
 

Ji Hyun: “Terimakasih....karena telah meyakinkan ayah Ji Hyun untuk melakukan operasi. Aku berterimakasih untuk menggantikan Ji Hyun.”
Kang: “Shin Ji Hyun adalah temanku juga.”
Ji Hyun: “Shin Ji Hyun sangat beruntung. Ia punya dua orang yang berkeras kalau mereka temannya.”
Ji Hyun tidak bisa memberitahu kalau ia tahu perasaan Kang padanya, jadi ia hanya tersenyum penuh rasa terimakasih dengan airmata berlinang, tapi percakapan mereka diganggu oleh seorang pelayan yang disuruh Kang melakukan sesuatu yang rahasia.
 

Kang menelpon Min Ho dan mengajaknya minum-minum. Ia mengkonfrontasinya, mengaku bahwa ia tahu apa yang direncanakan Min Ho terhadap proyek Haemido dan perusahaan ayah.
Min Ho sadar bahwa Kang menyelidiki rahasianya, ia tidak bersikap manis lagi. Ia tidak menyangkal semua perkataan Kang, ketika Kang bertanya kenapa Ji Hyun, kenapa keluarganya. Ia hanya menjawab bahwa mereka hanya tidak beruntung. Mereka tidak beruntung seperti dirinya yang terlahir miskin. Kang membantahnya, tidak peduli betapa buruk hidupnya, ia tidak boleh mengambil keuntungan dari orang yang tidak bersalah.
Min Ho hanya mengejek, orang yang terlahir kaya tidak akan mengerti seperti apa hidup yang dijalaninya. Ia hidup miskin dan tersiksa. Hari dimana ayahnya meninggal adalah hari terbaiknya, karena paling tidak, ia tahu tidak ada lagi orang yang memukul mereka.
Ia berkata bahwa ia tidak melawan Ji Hyun atau keluarganya, tetapi ia melawan takdir dan Tuhan, “Aku ingin mengubah takdirku dengan tanganku sendiri.”
 

Kang berkata bahwa ia merasa sedih atas apa yang terjadi padanya, tapi ia tidak akan diam saja melihat Ji Hyun dan keluarganya kehilangan segalanya karena dirinya. Min Ho menerima tantangannya dengan senyum yang mengejek. Berpikir bahwa Kang bukan tandingannya.
Eun Jung menunjukkan surat pengunduran diri Ji Hyun pada Seo Woo. Tanpa membaca dengan cermat, Seo Woo mengenali kalau itu tulisan tangan Ji Hyun. Eun Jung bertanya apakah Seo Woo percaya pada hantu dan roh yang hidup pada tubuh orang lain? 
 
 
Eun Jung pergi menemui Min Ho dengan membawa surat itu. Ia memohon padanya untuk mengecek apakah dugaannya benar. Ia berkeras bahwa ini bukan karena cemburu, walaupun ini terdengar gila, ia meminta Min Ho untuk bertemu dengan Yi Kyung dan mencoba membuktikan kecurigaannya.
 

Ji Hyun pulang ke rumah, ia terlihat oleh Dr. Noh yang mampir untuk mencaritahu kenapa Yi Kyung tidak datang pada sesi hipnoterapinya. Ia melihat bahwa Yi Kyung berbeda. Ji Hyun berusaha berakting seperti Yi Kyung dan bergegas masuk kedalam apartemennya.
Hari berikutnya, Ji Hyun pergi ke tempat Min Ho untuk mencoba membuka lemari besinya, ternyata Min Ho telah mengubah password pintunya sehingga Ji Hyun tidak dapat masuk.
Min Ho menelponnya untuk kencan dan berpikir kalau teori Eun Jung itu gila. Ketika Ji Hyun masuk kedalam mobil, Min Ho melihat sepatunya. Sepatu yang sama yang ia pakai ketika memergoki Min Ho dan Eun Jung dikamar hotel yang sebuah maniknya hilang dan ditemukan Min Ho.
 

Min Ho membelikannya sepatu baru dan memaksanya untuk membuang sepatu lamanya. Kakitangan Min ho mengambil sepatu itu. Di rumah, Min Ho melihat kalau manik yang ditemukannya cocok dengan sepatu itu.
Ia menunggu di luar rumah Yi Kyung malam itu. Yi Kyung keluar rumah, ia melihat Min Ho, tapi tidak memperhatikannya dan berjalan masuk ke kafe. Min Ho mengikutinya kemudian masuk kedalam kafe untuk membuktikan dugaannya.
 

Ia berjalan menuju counter, “Song Yi Kyung-sshi?”
Yi Kyung melihatnya dengan pandangan kosong, kemudian menjawab, “Ya, Kang Min Ho-sshi.”



Credits: www.dramabeans.com

0 comments:

Posting Komentar