Pages

10/05/11

49 DAYS EPISODE 15


Min Ho masuk kedalam kafe dan memanggilnya, “Song Yi Kyung sshi.” Yi Kyung menatapnya dengan pandangan kosong, “Ada apa Kang Min Ho sshi?”. Min Ho bertanya pada Yi Kyung apa sedang ia lakukan disini. Yi Kyung merasa tidak mengenalnya. Min Ho terus mendesaknya. Untung saja Dr. Noh datang dan menyelamatkan Yi Kyung.
Min Ho keluar dari kafe. Ia merasa frustasi. Ia berkata pada dirinya sendiri, “Siapa wanita itu? Apakah ia Shin Ji Hyun atau Song Yi Kyung?”

Dr. Noh bertanya apakah Yi Kyung mengenal Min Ho. Yi Kyung berkata bahwa ia tidak mengenalnya, tapi ketika pria itu memanggilnya, ia menjawab tanpa berpikir, ia juga pernah melihatnya dalam sesi hipnosis dan merasa bahwa ia bukan orang yang baik.
Dr Noh berkata kalau kemarin ia bertemu dengannya, tapi kelihatannya Yi Kyung tidak mengenalnya dan cara berpakaiannya berbeda. Ia menyimpulkan kalau Yi Kyung mempunyai kepribadian ganda.
Yi Kyung merasa bukan itu sebabnya. Ia merasa ada roh yang tinggal bersamanya. Dr. Noh mengusulkan agar ia pindah saja, tapi Yi Kyung tidak mau. Karena ia merasa roh itu tulus padanya, ia menyayanginya dan peduli padanya. Ini pertama kalinya sejak Yi Soo meninggal.

Yi Kyung bercerita tentang masa lalunya. Ia ditelantarkan oleh ibunya di panti asuhan ketika umurnya 5 tahun, ia bahkan tidak tahu nama aslinya. Yi Soo yang sudah ada di panti itu sejak bayi, datang dan memberinya nama Song Yi Kyung serta memberinya sebatang cokelat.
Yi Kyung: “Yi Soo menghapus semua kepedihan akibat ditelantarkan oleh ibuku. Seperti saudara, seperti kakak, seperti teman, kami selalu bersama selama 18 tahun. Kemudian Yi Soo meninggalkanku.”
Scheduler berdiri didekat meja dan mendengar kata-kata Yi Kyung
Scheduler: “Aku......meninggalkanmu?”
Yi Kyung: “Kemudian dia meninggal. Aku belum siap kehilangan dirinya. Ada hal yang ingin aku sampaikan. Sesuatu yang ingin aku tanyakan padanya. Tapi Yi Soo telah pergi. Ketika ditinggalkan ibuku, aku mampu melupakannya karena Yi Soo. Tapi setelah ditinggalkan oleh Yi Soo....Aku tidak bisa mempercayai siapapun....karena aku orang yang tidak diinginkan.”

Yi Soo menangis. Ia menghapus air matanya dan heran, benda apa yang menetes dari matanya (ia tidak terbiasa dengan emosi manusia). Ia hanya bergumam, “Air mata.....”
Setelah percakapan mereka selesai, Dr. Noh pergi. Min Ho mengikutinya dari belakang.
Di rumah, Ji Hyun khawatir Dr. Noh mengatakan sesuatu pada Yi Kyung tentang pertemuan mereka. Ia tersadar kalau ia tiba-tiba merasa lemah.

Min Ho pulang kerumah dan melihat Eun Jung sudah menunggunya di luar. Dengan cemas ia bertanya apakah ia sudah memeriksa apakah benar roh Ji Hyun ada dalam tubuh Yi Kyung, Min Ho berteriak padanya bahwa itu tidak benar, itu adalah ide yang gila. Eun Jung merasa tidak puas, tapi Min Ho menyuruhnya pergi dan masuk ke dalam apartemennya.
Ketika sendirian, ia melepaskan kebingungannya. Melihat foto pertunangan mereka berdua, ia berkata terus menerus, “Ini tidak masuk akal.”
Ji Hyun menunggu dengan cemas kepulangan Yi Kyung. Ketika ia datang, Ji Hyun memintanya untuk segera tidur karena hari ini ayahnya akan dioperasi. Mungkin Yi Kyung bisa merasakan apa yang dikatakan Ji Hyun karena ia segera pergi tidur.

Ji Hyun segera masuk kedalam tubuh Yi Kyung dan pergi ke rumah sakit. Ternyata Kang telah menunggu di depan apartemennya. Ia meminta Ji Hyun menemaninya pergi ke operasi ayah Ji Hyun, karena ia takut bosan kalau pergi sendirian. Mereka pergi kesana  sebelum orang lain datang. Kang menyuruhnya untuk tidak menangis ketika berada di rumah sakit. Karena orang-orang akan bertanya, “Siapa dia?Kenapa ia menangis seperti itu? Ia bahkan bukan putrinya.” Kang takut kalau Ji Hyun akan merasa terganggu.
Kang menambahkan kalau Eun Jung bisa saja berkata pada kedua orangtuanya kalau ia berkencan dengan Min Ho. Ji Hyun berkata kalau ia tidak berkencan dengan Min Ho. Kang menyahut, “Berarti kamu hanya pura-pura kencan,....Aku berharap kau segera berhenti pura-pura mencintainya.”
Kang membawa Ji Hyun ke rumah sakit untuk mengunjungi ayah sebelum operasi. Ayah berpikir kalau Ji Hyun sangat beruntung mempunyai teman yang setia seperti dirinya. Ia memintanya untuk lebih sering berkunjung ketika Ji Hyun sudah siuman dan untuk menemani Ibu (secara tersirat juga mengatakan: kalau aku tidak ada, tolong tetap kunjungi mereka).

Ji Hyun bertanya apakah ia boleh memeluknya? Ji Hyun memeluk ayahnya, ia menepuk punggungnya, tanda sayang, ayah terkejut.
Ia segera berlari menuju lorong rumah sakit sebelum air matanya jatuh. Kang mencoba menenangkannya, sebenarnya berteriak padanya untuk berhenti menangis. Kang memberitahunya kalau ia akan menunggui operasi ayah.

Min Ho berjalan di belakang mereka tepat saat Ji Hyun menangis dan Kang meletakkan tangannya di bahu Ji Hyun. Min Ho menjadi cemburu, dan berkata, “Kenapa kau ada disini dengan pacarku?”

Kata-katanya membuat Kang jadi cemburu juga, mereka segera bertengkar. Melihat bahwa ini akan menjadi masalah, Ji Hyun segera mendekati Min Ho dan memegang tangannya.

Ia berkata kalau ia ingin pergi bersamanya dan Min Ho meletakkan tangannya di bahu Ji Hyun untuk menunjukkan siapa yang menang. Kang menggigit bibirnya. Ia tahu kenapa Ji Hyun melakukan ini, tapi hal ini masih membuatnya marah. Dengan tinju yang mengepal, ia melihat mereka pergi dan berkata, “Aku bisa gila.”
Ia bertanya-tanya pada dirinya sendiri, sebenarnya apa yang diinginkan Ji Hyun dari Min Ho, dan berapa lama lagi ia harus berbuat begini.
Ji Hyun tiba di Heaven. Manager Oh sedang bertengkar dengan istrinya, yang marah karena mereka tidak memberitahunya apa yang sebenarnya terjadi. Karena Manager Oh sering berbicara secara rahasia dengan Kang dan pertanyaan yang tersamar tentang bagaimana membuktikan ketulusan.
Ia membentak kalau hari ini adalah hari peringatan kematian Ibu Kang., daripada ia bertanya-tanya hal yang sama terus lebih baik mereka mempersiapkankannya. Ji Hyun berpikir pada dirinya sendiri, “Ini adalah hari  peringatan kematian ibunya dan Han Kang memilih menunggu operasi ayahku.”
Kang bertemu dengan temannya yang membantunya menyelidiki proyek Haemido. Ia memberitahu Kang bahwa ada hal yang mencurigakan tentang biaya yang mereka keluarkan untuk membeli tanah Ji Hyun. Ia menduga kalau ada rekening tersembunyi dimana uangnya diselewengkan. Jika saja mereka bisa memperoleh bukti, mungkin mereka bisa melaporkan pada ayah Ji Hyun.
Pada saat yang sama, Min Ho bertemu dengan seorang pelayan dari restoran Kang. Ia merayunya dengan uang untuk membayar biaya sekolahnya dan setelah lulus ia bisa bekerja untuknya. Ia hanya butuh bukti kesetiaannya dulu.
Di rumah sakit, Kang berkomentar pada Eun Jung kalau ia pandai berpura-pura. Eun Jung bertanya kenapa Kang tidak memberitahu orangtua Ji Hyun tentang hubungannya dengan Min Ho. Kang hanya berkata bahwa mereka sedang menghadapi banyak masalah, jadi ia tidak ingin menambah masalah mereka dengan hal ini.

Dalam perjalanannya kembali ke rumah sakit, Ji Hyun bertemu dengan seorang pria yang aneh, yang juga melihatnya saat ia berjalan melewatinya. Pria itu mengenalinya sebagai 49 er juga. Mereka memakai kalung yang sama, tapi kalungnya kosong. Ji Hyun kaget dan bertanya apakah ia 49 er juga.
Pria itu berkata kalau ini hari terakhirnya dan ia belum mendapatkan satu airmatapun. Ia bertanya bagaimana Ji Hyun mendapatkan airmatanya? Ia juga memberitahunya kalau semakin dekat waktu mereka, maka kondisi mereka akan semakin lemah. Dan akan semakin susah keluar atau masuk ke dalam tubuh yang dipinjamnya.
Pria itu bertanya-tanya apakah ia punya cukup waktu untuk melihat keluarganya untuk terakhir kalinya sebelum ia pergi dan Ji Hyun memberinya uang dan menyuruhnya untuk membersihkan badan, sebelum menemui mereka.
Pria itu menatapnya penuh rasa terimakasih dan berkata bahwa perjalanan 49 hari ini sangat kejam. Eun Jung melihat semuanya dari jauh dan mencoba menyogok pria itu agar memberitahunya tentang Yi Kyung, tapi ia tidak memperoleh apapun.

Operasi ayah berhasil, tapi ia akan melewati mas kritisnya setelah ia tersadar. Kang pergi untuk memberitahu Ji Hyun kabar baik ini. Ia mengusulkan mereka kembali ke rumah sakit dan mengawasi keadaan ayah. Tapi Ji Hyun menyuruhnya untuk memberi penghormatan dulu pada ibunya.

Ia membuat upacara peringatan di depan piano peninggalan ibunya.
Kang memberitahunya kalau ibunya tidak meninggalkan satu foto pun, hanya piano ini. Piano yang biasa ia mainkan setelah minum segelas anggur. Ia bercerita bahwa ayahnya biasa melakukan perjalanan dari Amerika ke Korea untuk bekerja. Ibu lalu membuka toko anggur. Ia membencinya karena ia mengira ibu menjual senyumannya dan bercerai dengan ayah karena ia mencintai orang lain.
Kang berkata ia tidak pernah berpikir kalau mungkin ibunya kesepian. Dan tiba-tiba ia pindah ke Jinan dan memberitahunya bahwa ia membutuhkannya disisinya. Ia memberontak dan tidak pernah memperlakukannya dengan baik atau melihat matanya.

Saat air matanya jatuh, Kang memberitahunya saat ibunya menderita karena kangker, ia tidak pernah tahu. Ia mengaku bahwa kenangan terakhir ibunya pasti membuatnya menyesal mempunyai anak seperti dirinya. Ji Hyun menangis dan meletakkan tangannya di atas tangan Kang dan memberitahunya kalau ibu meninggalkan piano padanya berarti ia meninggalkan sesuatu yang paling berharga baginya.

Kang membiarkan Ji Hyun menenangkannya bahkan tersenyum mendengar perut Ji Hyun berbunyi. Di luar, Min Ho melihat mereka berdua dengan marah.
Flashback
Min Ho mengikuti Dr. Noh malam itu. Dan Dr. Noh memberitahunya kalau Yi Kyung merasa ada roh yang merasukinya.
Eun Jung berjalan dibelakangnya dan melihat Min Ho memandang pasangan itu, ia terlihat cemburu.

Kang memasak pasta untuk Ji Hyun. Saat makan malam Ji Hyun bertanya apa maksud perkatannya kalau ia berhutang pada Shin Ji Hyun. Dengan genit ia bertanya apakah Ji Hyun tidak memberitahunya. Ia hanya menjawab bahwa Ji Hyun tidak tahu.

Kang memberitahunya kalau saat itu ia membeli tiket ke Amerika, ia ingin tinggal bersama ayahnya, tapi 3 hari setelah pindah ke Jinan, tumitnya terkilir karena menolong Ji Hyun dan terpaksa berbaring di rumah dan membuatnya ketinggalan pesawat. Saat ibunya membuatkan sup ulangtahun, ia marah, Ji Hyun memaksanya untuk memakan sup itu. Ia sangat berterimakasih, karena Ji Hyun, ia pernah merasakan sup ulangtahun buatan ibunya.
Ji Hyun sangat terkejut mendengar cerita Kang, ia ingat betapa nakalnya ia waktu itu. Ia berkata bahwa itu bukan hal yang bisa membuatnya begitu merasa berhutang, jika Ji Hyun mendengar semua ini ia pasti tertawa terbahak-bahak. Kang berkata ada hal yang membuatnya buruk, ia masih berhutang maaf padanya.

Karena hal kecil ia memarahinya, dan ia kehilangan kesempatan untuk minta maaf. Kang mengambil gelang dari kantungnya dan memberikan padanya, “Berikan ini pada Shin Ji Hyun. Kamu temannya bukan?”

Ji Hyun memandang gelang itu. Ia mengingat pada hari dimana ia melihat Kang memarahi ibunya karena mengirim sup ulangtahun. Ia kemudian memperkenalkan diri sebagai teman Kang dan berjanji pada ibu untuk membuat Kang memakannya.
Setelah itu, ia mengembalikan kotak makan yang kosong ke rumah Kang. Ibu sangat senang dan terkejut karena Ji Hyun bisa mengontrol putranya yang keras kepala. Ia mengambil gelang dari tangannya dan memasangnya ke tangan Ji Hyun, berkata kalau ia tidak punya putri, jadi ia selalu berharap bisa memberikannya pada pacar Kang.
Ji Hyun memberitahunya kalau ia bukan pacar Kang, tapi ibu hanya berkata bahwa ia teman (friend) dan gadis (girl) (digabung jadi girlfriend, wkakaka, pinter juga ibunya Kang). Ji Hyun hanya bergumam, “Aku tidak berpikir apakah aku temannya. Kang tidak begitu menyukaiku.”
Eun Jung bertanya pada Min Ho apa yang ia lakukan di tempat Kang, apakah ia benar-benar percaya kalau Yi Kyung bukan Ji Hyun. Ia menuduhnya bahwa Min Ho tidak menginginkan Yi Kyung jadi Ji Hyun karena perasaannya. Min Ho menolak untuk percaya bahwa Ji Hyun ada dalam tubuh Yi Kyung. Eun Jung berusaha meyakinkannya, bahwa Yi Kyung tidak benar-benar mencintainya. Tapi Min Ho tetap tidak percaya, perasaannya membutakan matanya.
Kang mengikuti Yi Kyung  bekerja malam itu, melihat apakah ada yang mengganggunya, tapi semua normal. Ia menjadi tenang dan pulang. Ji Hyun pergi menemui ayah di rumah sakit dan memanggilnya dan bertanya dia berada dimana.


Ayah sebenarnya mulai mendengar suaranya dan dalam mimpinya ia melihatnya berdiri di sebuah lorong yang panjang, menyuruhnya untuk segera bangun. Ayah mengikuti perintahnya dan terbangun, dalam keadaan setengah sadar, ia melihat Ji Hyun menatapnya. Mereka berdua menangis.


Bus terakhir telah lewat, jadi Ji Hyun berjalan pulang. Scheduler berhenti didekatnya dan menawarinya tumpangan. Ia bahkan mengganti baju Ji Hyun supaya pas dengan motornya.


Saat mereka naik di atas motor, mereka mengobrol tentang bagaimana nasib seseorang di akhirat ditentukan.
Scheduler: “Hidup seseorang ditentukan oleh suatu hal. Masa lalu seseorang menentukan hidupnya sekarang dan hidup yang sekarang menentukan kehidupan sesudahnya. Begitulah aku diajari.”
Ji Hyun: “Benarkah, seperti itu? Bagaimana denganmu?”
Scheduler: “Dulu aku hidup dengan buruk.”
Ji Hyun: “Maaf, jika aku menyentuh daerah sensitifmu. Tapi aku berharap kau mempunyai hidup yang panjang dan bahagia dalam kehidupanmu yang akan datang.”
Scheduler: “Aku tidak pernah berpikir bahwa itu akan terjadi.”
Ji Hyun: “Kenapa?”
Scheduler: “Aku pasti orang yang jahat.”
Ji Hyun: “Kenapa? Apakah seseorang mengatakan hal itu?”
Scheduler: “Seseorang mengatakannya.”


Di rumah, Ji Hyun berterimakasih pada Yi Kyung dan memberitahu kabar baik tentang ayahnya. Sekarang ia tidak cemas karena Kang telah tahu semuanya dan akan memberitahu ayahnya tentang Min Ho dan Eun Jung. Ia memutuskan untuk menggunakan sisa waktunya (12  hari) untuk melakukan sesuatu yang manis untuk Yi Kyung karena ia tidak mau menyesal seperti pria yang tadi ditemuinya.


Seo Woo pulang dari rumah sakit dengan semangat yang tinggi. Ia melihat Min Ho menelpon Eun Jung. Reaksi Eun Jung memicu kecurigaannya, karena Eun Jung terlihat merasa bersalah dan pindah ke kamar tidurnya untuk menerima telpon itu.
Seo Woo akhirnya sadar apa yang terjadi. Ia berteriak pada Eun Jung dan bertanya kenapa ia tega berbuat hal seperti itu pada orang yang begitu baik padanya.


Kang mendapat telpon dari ibu , memberitahunya kalau ayah telah siuman. Ia segera keluar dan memberitahu Ji Hyun. Tapi ternyata Ji Hyun sudah tahu, oleh karena itu ia membuatkan sarapan untuk berterimakasih padanya. Dengan ceria ia menggunakan bahasa banmal, mengingatkannya kalau ia setahun lebih tua, jadi ia adalah noonanya.
Ji Hyun membuatkannya sarapan roti bakar yang diberi gula dan susu strawberry. Kang mengejek bahwa itu sarapan untuk anak-anak....kemudian teringat bahwa itu sarapan favoritnya. Ia kaget dan bertanya mungkinkah Ji Hyun pernah bertemu dengan ibunya. Ji Hyun segera mencengkeram kalungnya dengan takut, kemudian berkata, mungkin Ji Hyun pernah mengatakan hal itu padanya.
Kang menatap Ji Hyun yang tersenyum dengan manis. Ji Hyun, “Jika kau menyukainya, minta noona membuatkan untukmu lagi.”
Min Ho menelpon seseorang, “Sekarang saat yang tepat untuk melakukannya.”
Ji Hyun pergi ke hotel tempat Yi Kyung dulu bekerja. Ia menjelaskan pada bekas teman kerjanya kalau ia terkena amnesia. Teman kerjanya bercerita bahwa dulu ia biasa bersama Yi Soo yang juga bekerja disana, tapi ia kemudian berhenti untuk menjadi penyanyi dan mereka putus. Beberapa hari kemudian Yi Soo meninggal, Yi Kyung sangat terpukul dan tidak pernah kembali.
Ia memberikan isi lokernya. Dalam perjalanannya pulang, Ji Hyun bertanya-tanya kenapa hidup Yi Kyung jadi seperti itu. Hidupnya seperti berhenti begitu saja. Ia mendapat telpon dari Eun Jung .


Eun Jung muncul dengan wajah lebam, ia mengaku kalau Seo Woo tahu kalau ia berpacaran dengan Min Ho dan memukulnya. Ia mulai bercerita tentang hubungannya dengan Ji Hyun. Ia bisa kuliah karena bantuan Ji Hyun dan ia selalu memberi apapun padanya tanpa bertanya dulu. Bahkan ketika ia punya pacar, Ji Hyun selalu ikut kemanapun mereka kencan, itu membuatnya terganggu. Walaupun ia tahu Ji Hyun sangat tulus padanya, ia juga menyukai Ji Hyun. Tapi perlakuannya membuatnya merasa tragis.
Tapi ia berpikir, bagaimana jika Ji Hyun seperti dirinya, tidak punya apa-apa. Apa yang akan dia lakukan, apa yang ia rasakan. Apakah ia akan selalu tersenyum seperti sekarang.
Eun Jung juga memberitahunya, bahwa ia lah yang menyuruh Min Ho membantunya untuk membuat Ji Hyun kehilangan segalanya. Jika ia sangat dermawan, ia akan mengambil segalanya dari Ji Hyun. Perusahaan ayahnya dan tunangannya.
Ji Hyun kaget, ia tidak dapat menyembunyikan reaksinya. Ketika Eun Jung berdiri untuk pergi, Ji Hyun berkata, “Tapi cinta Ji Hyun padamu sangat tulus.” Eun Jung merespon, “Aku mencintai Ji Hyun dengan tulus juga.”
Dari luar Eun Jung melihat Ji Hyun menangis, ia bisa membuktikan kecurigaannya.


Ji Hyun menangis di luar sejenak, kemudian memutuskan bahwa itu tidak masuk akal. Ia membuka kotak milik Yi Kyung dan menemukan beberapa foto yang manis antara Yi Kyung dengan Yi Soo. Ia juga menemukan beberapa foto Yi Soo dengan gadis lain.
Ji Hyun: “Dasar playboy!” Ia marah karena Yi Soo mempermainkan Yi Kyung dan segera pergi ke studio untuk memarahinya.


Ji Hyun memperlihatkan foto itu padanya dan memberitahunya bahwa ia benar, semua adalah kesalahannya. Scheduler berkeras bahwa itu bukan seperti apa yang terlihat. Ji Hyun terus memarahinya, bukan karena membela unninya tetapi karena ia tidak suka pengkhianatan.
Ji Hyun bertanya apakah semua manusia jadi seperti ini, jika pengkhianatan adalah keahlian mereka, seperti perkataannya selama ini. Scheduler berkeras bahwa wanita itu tidak berarti baginya.
Percakapan itu menjadi seperti pertengkaran sepasang kekasih. Scheduler berkeras bahwa ia salah, tapi Ji hyun berkata bahwa ia punya buktinya. Scheduler terus berkata bahwa itu tidak seperti yang terlihat. Ji Hyun berkata, “Walaupun ini terlihat bukan seperti itu, bukan berarti ini tidak ada artinya.”
Kata-katanya memicu ingatan Yi Soo. Ia berteriak, “Bukan seperti itu! Song Yi Kyung! Kenapa kau tidak mempercayaiku?!”


Ia mulai terngat kalau dulu Yi Kyung tepat di depannya. Garis antara masa lalu dan masa kini mulai kabur. Ia mengingat pertengkaran yang sama yang terjadi antara dirinya dengan Yi Kyung, karena foto yang sama, apa yang dikatakan Yi Kyung sama dengan yang dikatakan Ji Hyun sekarang.
Ji Hyun ternganga ketika sadar apa yang sedang terjadi, dan membutuhkan sedikit waktu sampai akhirnya Yi Soo mengingat segalanya.....



Credits: www.dramabeans.com

0 comments:

Posting Komentar