Pages

16/05/11

49 DAYS EPISODE 18


Kang berkata bahwa ia tidak akan menyerah, sampai Ji Hyun meninggal. Ia meminta Yi Kyung untuk tidak mengatakan hal itu pada Ji Hyun. Kang berbalik dan pergi. Yi Kyung segera memeluknya dari belakang, membuat Kang kaget. Kang mencoba menghentikannya dengan memanggil namanya. Tapi Yi Kyung hanya menangis dan berkata “ Tunggu, sebentar lagi….”
Kang sadar kalau itu Ji Hyun. Ia meletakkan tangannya di atas tangan Ji Hyun dan berkata, “Tolong katakan pada Ji Hyun jika ia bangun nanti, untuk mengatakan padaku apa yang ingin ia katakan. Aku ingin mendengarnya. Dan juga jangan pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal. Jangan pergi seperti yang dilakukan ibuku.”
 

Ji Hyun menangis. Ia tidak mampu mengucapkan satu katapun sebagai dirinya sendiri. Kemudian Ji Hyun mengangguk. Mereka berpelukan sebentar, kemudian saling melepaskan diri dan berjalan pergi.
Ternyata mereka mempunyai penonton. Min Ho melihat keduanya dengan penuh kemarahan. Ia memikirkan kata-kata Yi Kyung yang menyatakan kalau ia tidak membiarkan Ji Hyun meminjam tubuhnya.
Di lantai bawah, Ji Hyun berterimakasih kepada unninya. Yi Kyung, “Jika aku dapat menukar hidupku denganmu, aku harap aku bisa.....Sangat menyenangkan jika aku bisa mengikuti Yi Soo dan kamu bisa bersama dengan Han Kang.”
Ji Hyun memberitahunya untuk tidak memikirkan hal seperti itu dan merasa kecewa, karena ia berpikir kalau Yi Kyung membantunya karena ia peduli padanya, bukan hanya karena rasa bersalah. Yi Kyung berkata bahwa ia melakukannya sebagian karena ia peduli padanya, sebagian karena ia sudah menyerah terhadap hidupnya sendiri. Ia menambahkan kalau Yi Soo bukanlah orang yang bisa kembali padanya. Ji Hyun menekankan betapa kacaunya hidup mereka.
 

Eun Jung bergerak di tempat tidurnya, ia membuka matanya dan menemukan Ji Hyun berbaring disampingnya, tersenyum menakutkan dan seperti hantu, kemudian hantu itu memeluknya. Ia terbangun dari mimpi, tapi tidak dapat menghilangkan perasaan kalau Ji Hyun menghantuinya.
 

Di Heaven, Yi Soo dan Ji Hyun duduk, sedangkan Yi Kyung tertidur. Yi Soo duduk di samping tempat tidurnya, menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Ia tidak tahan dan mengelus rambutnya. Ia meletakkan tangannya dipipi Yi Kyung sambil berkata “Ini sangat kejam.”
 

Eun Jung menelpon Min Ho dengan panik dan menunggu kedatangannya sepanjang malam. Akhirnya ia datang dan memberitahunya bahwa ia benar bahwa itu Ji Hyun bukan Yi Kyung. Jadi Yi Kyung berbohong padanya.
Eun Jung merasa takut Ji Hyun akan menghantuinya dan mengikuti sepanjang hidupnya. Min Ho berkata bahwa hanya ada satu solusi, mereka harus membereskan Ji Hyun dan rohnya pasti akan menghilang. Ia berpendapat kalau Ji Hyun itu bukan hantu tapi roh yang berkelana karena ia masih hidup.
Min Ho berkata kalau ayah Ji Hyun sudah mengetahui semuanya dan ia tidak bisa pergi ke rumah sakit sekarang, jadi Eun Jung yang harus melakukannya. Min Ho: “Kamu yang memulainya, jadi kamu juga yang harus mengakhirinya.” Eun Jung gemetar, menangis karena shock mendengar saran Min Ho.
Ji Hyun duduk dan melihat kalender.Ia merenung, waktunya tinggal 4 hari lagi.Ia bertanya pada Yi Kyung apakah ia ingat kejadian semalam (ketika Ji Hyun menggunakan tubuhnya untuk memeluk Kang) dan Yi Kyung tersenyum.
Ji Hyun berkata kalau ini pertama kalinya ia melihat Yi Kyung tersenyum dan bertanya-tanya apakah ia tidak takut padanya lagi sekarang. Ji Hyun bertanya kenapa Yi Kyung tidak bertanya-tanya lagi tentang Yi Soo. Yi Kyung hanya menjawb kalau ia tahu apa yang akan dilakukan Yi Soo untuknya, ia akan membawanya pergi bersamanya.
 
 
Kang memanggil Ji Hyun dan mengajaknya ke pasar. Ia mengajari Ji Hyun cara untuk memilih sayuran. Ji Hyun sangat terkesan kalau Kang tahu masalah seperti ini. Kang: “Apakah kamu pikir pria yang tinggal sendirian di Amerika yang menjaga penampilan dan kesehatannya tidak berusaha untuk belajar sesuatu?”
Ji Hyun menggodanya, “Apakah kau dirasuki oleh Kang Min Ho?” Kang menjadi sebal dan menarik tawarannya untuk membuatkan sarapan. Yi Kyung mengancamnya untuk makan di tempat lain. Kang merubah segera pikirannya, “Aku akan membuatkanmu sarapan dan kemudian aku tidak ingin melakukan tapi kemudian aku memutuskannya untuk membuatnya.”
Kang membuatkannya sarapan dan bertanya apa yang akan dilakukannya hari ini.
Ji Hyun: “Bekerja.”
Kang: “Di hari yang begitu indah?”
Kang memberikan gaji part timenya dan menyuruhnya untuk membeli sesuatu yang manis. Ia menambahkan bahwa ia akan pergi ke rumah sakit karena ada hal yang ingin ia bicarakan pada ayah Ji Hyun. Ji Hyun merasa gembira karena ia berhasil menghentikan perbuatan Min Ho. Ia tidak akan menyesal lagi.
Sebenarnya perusahaan belum terbebas dari masalah. Ayah menegaskan kalau ia sudah menginvestasikan 20% sahamnya untuk proyek ini. Ia membutuhkan uang 7 milyar won sebagai jaminan. Jika tidak ada jaminan maka perusahan palsu Min ho akan mendapatkan Haemido seperti yang telah direncanakannya.
Pada dasarnya mereka telah memblokir satu manuver, tapi Tim Min Ho menyerang lagi dengan kekuatan penuh. Min Ho datang dan mengganggu pertemuan itu. Ayah menyuruhnya untuk mengundurkan diri, tetapi Min Ho tidak mau karena ayah tidak punya hak  untuk memecatnya.
 

Kang heran kenapa Eun Jung masih bekerja di perusahaan ayah Shin dan menolak untuk menyerah. Kang memintanya untuk menghentikan Min Ho. Eun Jung memberitahunya kalau Min Ho bukan orang yang mudah dihentikan dan ia tidak bisa meninggalkannya. Ia sudah melangkah begitu jauh jadi ia akan menghadapinya sampai akhir.
Kang menunjukkan fakta kalau ia teman Ji Hyun. Eun Jung mengatakan walaupun ia teman Ji Hyun, ia tetap akan melakukan semua ini.
 

Yi Soo muncul di Heaven. Ia menggoda Ji Hyun kalau ia datang ke sini untuk melihat wajahnya. Ji Hyun mengingatkan untuk tidak memperlakukannya sebagai Yi Kyung.
Yi Soo tidak peduli dan berkata bahwa hanya ini yang bisa ia dapatkan karena Yi Kyung selalu tidur ketika ia datang, “Kemarin malam kelihatannya kamu sedang membuat film. Siapa yang memberimu ijin untuk menggunakan tubuh Yi Kyungku seperti itu!”
Ji Hyun berkata kalau Yi Kyung sudah memberinya ijin dan itu adalah ide Yi Kyung juga. Ji Hyun teringat kata-kata Yi Kyung dan bertanya pada Yi Soo apakah permintaannya adalah untuk membewa Yi Kyung bersamanya ketika ia pergi.
 

Ji Hyun memberitahunya kalau itulah yang dipikirkan Yi Kyung. Yi Soo menjadi pucat. Ji Hyun merenung kenapa Yi Soo melakukan itu, kenapa ia masih memperlakukan Yi Kyung seperti pacarnya saja. Yi Soo hanya menjawab, “Itu yang Yi Kyung pikirkan?” Ia bangun dan berjalan pergi, setengah marah karena pikiran Yi Kyung itu dan setengah marah karena ia membiarkan Yi Kyung berpikir seperti itu.
Eun Jung bertemu dengan Min Ho dan memohon padanya untuk berhenti dan melarikan diri dengan uang yang mereka peroleh. Min Ho memberitahunya bahwa ia tidak akan berhenti karena alasannya melakukan ini bukan karena uang.
Eun Jung menduga kalau Min Ho sudah terperangkap dalam perasaannya, bahwa ia benar-benar mencintai Ji Hyun dan Yi Kyung. Min Ho tidak menyangkalnya,  ia pun menyudutkan Eun Jung selama Ji Hyun masih ada disekitarnya, ia tidak akan pernah bisa bersamanya karena takut Ji Hyun akan selalu menghantui mereka bahkan merasuki Eun Jung.
 

Kata-katanya membuat Eun Jung menguatkan hatinya. Ia menurunkan foto pertunangan Min Ho dan segera pergi ke rumah sakit. Roh Ji Hyun juga ada disana, menunggu Kang kembali. Kang sedang mengantarkan orangtuanya pulang ke rumah.
Ji Hyun mengikuti Eun Jung masuk ke dalam kamarnya. Eun Jung mulai gemetar saat ia mendekati tempat tidur. Ji Hyun bertanya, “Ada apa? Apa yang akan kau lakukan?” Eun Jung mengangkat tangannya untuk membuka masker oksigen Ji Hyun.
 

Untung saja Kang segera kembali dan berjalan masuk untuk menemukan Eun Jung sedang mencoba membunuh Ji Hyun. Kang kaget dan segera menarik Eun Jung, berteriak, “Shin Eun Jung! Apa kau gila? Bagaimana kau bisa melakukan hal seperti ini? Pada Ji Hyun....apa kau manusia? Bagaimana kau bisa melakukan ini? Kau sudah berbuat terlalu jauh. Apa kesalahan Ji Hyun? Apa yang ia lakukan padamu? Kalian benar-benar bukan manusia? Pergi. Aku mungkin akan membunuhmu! Jadi pergilah.”
Eun Jung menangis. Ia segera pergi tanpa berkata sepatah kata pun. Sedangkan Ji Hyun meringkuk di lantai, menangis karena takut.
 

Paginya, Kang muncul di apartemen Min Ho. Ia memberitahu Min Ho bahwa ia datang untuk mengatakan padanya manusia macam apa dia. Manusia yang tidak punya rasa malu. Ia tidak menganggapnya hyung lagi dan memberitahunya bahwa ia menjadi seseorang yang selama ini dihindari ibunya, ia menjadi seperti ayahnya.
Kang benar- benar memukul perasaannya, berkata kalau ia telah menghancurkan harapan ibunya. Kang: “Kau adalah pria yang membuat wanita yang kau cintai mencoba membunuh teman baiknya.” Min Ho terguncang mendengar kebenaran itu.
Kang bertanya pada Min Ho apa yang akan ia lakukan padanya ketika Ji Hyun meninggal. Kang menambahkan kalau ia akan terus mengikutinya seumur hidupnya untuk membalaskan dendam Ji Hyun.
Di lantai bawah, Kang menemukan kamera Ji Hyun. Ia melihat foto-foto lama Ji Hyun sambil tersenyum. Ia kemudian menemukan video yang ia ambil saat mencari air mata murni. Ini membuatnya paham apa yang selama ini dilakukan Ji Hyun.
 

Ia keluar dan melihat Ji Hyun bekerja. Pandangannya mengungkapkan berjuta perasaan yang tidak bisa ia ungkapkan. Manager Oh: “Kang-ah, jika menatapnya seperti itu, akan terlihat aneh.”
 

Di kantornya Kang menangis, disela air matanya ia berkata, “Ajusshi, Aku ingin menyelamatkannya. Aku ingin dia hidup.” Manager Oh berusaha menenangkannya. Ji Hyun mendengarkan pembicaraan mereka dari tangga dan melihat Kang menangis.
 

Ji Hyun bertemu dengan Yi Soo dan menangis. Ia ingin hidup sebagai Ji Hyun untuk Kang”Aku ingin mendengarnya memanggil dan aku ingin menjawab Kang ah.”
Yi Soo: “Aku mengerti perasaan Shin Ji Hyun. Melihat tapi tidak bisa mengakui kalau kau tahu, tidak mampu berkata kalau itu kamu. Aku tidak tahu kenapa aku ingat diriku dan merasakan sakit yang sama.”
Ji Hyun bertanya apakah bisa ada pertukaran lagi. Ia ingin menjadi Ji Hyun dihadapan Kang. Misalnya dengan menukarkan waktu 3 harinya menjadi 3 jam menjadi dirinya sendiri. Yi Soo berkata kalau tidak ada pertukaran lagi. Ia bertanya apakah Ji Hyun memutuskan untuk mati.Ji Hyun hanya berkata, jika ia hidup, ia akan melupakan segalanya, kenangan maupun perasaannya. Semua orang disekitarnya akan mengingat kecuali dirinya sendiri.
Ia menyebutkan kalau perjalanan 49 hari ini sangat kejam. Yi Soo merenung, ia selalu mendengar ada 49 er yang berubah menjadi sedih pada akhir perjalanannya.
Min Ho mulai melakukan serangan yang kedua, ia menarik salah satu investor utama proyek Haemido. Ini membuat ayah Shin harus segera memperoleh dana yang besar untuk menyelamatkan perusahannya.
 

Sedangkan Kang bertemu dengan Seo Woo. Ia mencoba mengingatkannya kalau Ji Hyun masih hidup. Ia menambahkan bahwa hubungan manusia tidak akan pernah putus walaupun orang itu meninggal.
Kang mendapat telpon dari ibu kalau perusahaan ayah kembali bermasalah. Saat keluar, ia melihat Ji Hyun berjalan pulang ke Heaven. Pandangan mata mereka bersinar untuk sesaat. Kang bertanya kalau ia pergi kemana? Bukankah lebih enak kalau pergi bersama seorang teman.
 

Ji Hyun menyahut kalau ia sedang tidak ada pekerjaan sedangkan Kang sedang sibuk. Secara tidak sadar, Kang mengangkat tangannya untuk menyentuh pipi Ji Hyun. Tapi tangan itu terhenti di udara.
 

Mereka berjalan pulang bersama. Tangan mereka bergesekan tapi tidak mampu bersentuhan.
Kang memutuskan untuk melakukan usaha terakhirnya. Ia ingin bertemu dengan ayahnya di Amerika dan memintanya berinvestasi pada proyek Haemido. Ia tahu meminta uang dalam jumlah yang banyak, pasti ayahnya tidak begitu senang. Ia akan menyuruh ayahnya berinvestasi karena Min Ho yang menjalankan proyek ini. Dengan begitu ayahnya akan percaya padanya.
Kang berpikir kalau waktu Ji Hyun masih 5 hari padahal kenyataannya tinggal 3 hari. Mereka tidak bisa berkomunikasi tentang ini, karena Ji Hyun tidak boleh mengatakannya.
Jadi Kang berencana pergi ke Amerika selama 2 hari, sehingga ia masih punya waktu 2 hari bersama Ji Hyun.
 

Min Ho berusaha mengirim Eun Jung ke luar negeri. Ia memberinya uang dan menyuruhnya untuk pergi sebelum semuanya terlambat.
Eun Jung tidak menginginkan uang, ia hanya menginginkan Min Ho dan protes. Ibu datang ke tempat Eun Jung. Ibu ternganga melihat kenyataan dihadapannya.
Eun Jung menyuruh Min Ho pergi dan kemudian mendapat tamparan dari ibu. Bukannya merasa bersalah, Eun Jung malah menantang, ia berkata pada ibu kalau ia punya alasan untuk melakukan ini. Ia tahu ibu selalu membencinya.
Eun Jung menyalahkan mereka karena dulu menolongnya. Ibu berkata kalau ia menganggapnya bagian dari keluarga. Eun Jung hanya berkata kalau ia hanya mencintai Ji Hyun dan tidak memperhatikannya. Ibu telah melukai hatinya, sedangkan Ji Hyun melukai harga dirinya. Itu sebabnya ia melakukan semua ini.
 

Ji Hyun bertanya pada Yi Kyung. Ia ingin melakukan sesuatu yang manis untuk Kang. Yi Kyung berkata bahwa ia selalu membuat kimbap untuk Yi Soo dan pergi piknik bersama. Ji Hyun bertanya dimana ia bisa membuat kimbap tanpa diketahui orang lain.
 

Sedangkan Kang berada diluar, ia mengucapkan selamat tinggal dengan pelan dan bersiap untuk pergi.
Manager Oh berpikir kalau seharusnya ia memberitahu Ji Hyun, tapi Kang tidak mau Ji Hyun tahu tentang keadaan perusahaan ayahnya dan menghabiskan hari-hari terakhirnya dengan cemas. Jadi ia pergi tanpa pamitan.
 

Ji Hyun kembali ke apartemen Yi Kyung untuk membuat kimbap secara rahasia., dimana Min Ho menemukannya. Ia kaget dan takut, tapi kemudian segera menguasai dirinya dan berpura-pura tidak terlihat takut dihadapan Min Ho.
Ternyata Min Ho datang kesana untuk membuat kontrak sewa apartemen atas nama Yi Kyung. Ji Hyun bertanya-tanya apa maksud dari perbuatannya ini.
Yi Soo sedang sibuk melatih roh yang akan menggantikannya. Ia kemudian memperoleh jadwal pencabutan nyawanya yang terakhir. Ia melihat ke daftar itu untuk mencari tahu siapa orang yang terakhir kali akan diantarnya.
Ji Hyun kembali ke Heaven dengan membawa kimbap. Ia bertanya pada manager Oh dimana Kang berada. Manager Oh memberitahunya kalau Kang pergi ke Amerika. Kang menyuruh manager Oh untuk berbohong, ia menambahkan kalau Kang pergi karena ada sesuatu yang terjadi pada ayahnya dan akan kembali besok lusa.
 

Ji Hyun: “Lusa? Tidak!” Ia segera berlari keluar dan berteriak, “Kang ah! Kang ah!”
Ia roboh ke tanah dengan penuh airmata, “Kang ah! Aku tidak akan ada disini lagi. Aku tidak akan berada disini...”
 

Ji Hyun meneruskan tangisannya di tempat tidur dalam bentuk rohnya. Yi Kyung mencoba menenangkannya dengan berkata kalau ia akan bertemu dengan Kang lagi setelah ia kembali. Ji Hyun menjelaskan kalau saat itu ia tidak ada disini lagi. Yi Kyung berkata, “Ji Hyun sshi juga akan pergi?” Yi Kyung berkata dengan sendu.
Yi Kyung pergi untuk menemui Dr. Noh untuk yang terakhir kalinya. Ia memberitahunya kalau ia hidup untuk jiwa yang mengembara. Dr. Noh tidak mengerti apa yang dikatakannya. Yi Kyung berterimakasih padanya karena telah menjaga  dan mengucapkan selamat tinggal.
Yi Soo muncul untuk memberitahunya beberapa hal. Waktunya tinggal 16 jam lagi. Jadi ia akan naik ke elevator, tepat pada jam ketika ia kecelakaan. Yi Soo memberitahunya bahwa ia tidak bisa meninggalkan apapun yang dapat membuka identitasnya. Artinya tidak ada surat, rekaman atau apapun.
Ia menyelesaikan perkataannya dan menepuk punggungnya, berkata bahwa ia akan menyemangatinya sampai akhir.
Eun Jung duduk di lantai sendirian, disampingnya ada foto mereka bertiga. Seo Woo melihatnya seperti itu dan merenung kalau Eun Jung sudah kehilangan segalanya. Seo Woo duduk disampingnya dengan foto itu ditangannya. Ia merasa tidak enak tentang rasa suka Kang pada Ji Hyun karena ia percaya kalau Ji Hyun tidak akan bertahan. Ia mengulang kata-kata Kang kalau hubungan manusia tidak akan putus hanya karena ia mati.
Pada hari terakhirnya, Ji Hyun pergi keluar dan membeli beberapa barang untuk Yi Kyung seperti produk kecantikan dan pakaian dalam baru. Itu cara Ji Hyun untuk memberitahu unninya untuk menjaga dan merawat diri.
 

Ia pergi berjalan-jalan untuk melihat dunia terakhir kalinya. Ia memperhatikan hal-hal kecil seperti batu yang ada dijalan, ia mengambilnya dan berkata pada batu itu, “Kau sangat cantik.”
 

Ia kemudian pergi ke toko Seo Woo untuk membeli kue untuk ulangtahun perkawinan orangtuanya. Seo Woo terlihat cemburu karena Yi Kyung mengenal Ji Hyun lebih baik daripada dirinya. Ji Hyun hanya menjawab kalau mereka adalah sahabat baik.
Seo Woo setuju. Ji Hyun berkata kalau Ji Hyun pernah memberitahunya kalau setelah orangtuanya, Ji Hyun mencintai Seo Woo. Ia adalah teman yang selalu melindunginya seperti bayangan pohon besar.
 

Ji Hyun pergi ke rumah sakit sambil membawa kue itu dan mengucapkan selamat. Mereka memberitahunya kalau Ji Hyun biasa menyanyikan sebuah lagu untuknya. Ia memainkan sebuah CD yang dibawanya.
Ji Hyun meminta Yi Kyung untuk melepaskan rohnya dan ia menyanyikan lagu itu (lagu yang juga disukai ibu Kang). Ia berdiri dalam bentuk roh dan bernyanyi.
Yi Kyung berjalan menuju tempat Ji Hyun yang sedang terbaring. Ia menatapnya dan merasa mengenalinya. Ia kemudian melihat roh Ji Hyun yang sedang bernyanyi dengan air mata membasahi pipinya. Yi Kyung pun ikut menangis.
 

Mereka kembali ke Heaven, Yi Kyung merenung bahwa beberapa orangtua seperti itu sedangkan yang lain menelantarkan anaknya. Ji Hyun berkata mungkin Yi Kyung tidak ditelantarkan tetapi hanya hilang. Tapi Yi Kyung ingat tentang ibunya dan adik laki-lakinya. Ketika adiknya lahir, ibunya merasa kalau ia mengganggu. Ji Hyun kaget mendengarnya.
Yi Kyung menduga itu sebabnya Yi Soo dikirim padanya, untuk menjadi ibunya, ayahnya, kakaknya dan segalanya bagi Yi Kyung. Ji Hyun bergumam, Yi Kyung hidup seperti ini karena orang yang sangat penting baginya hilang.
Yi Kyung meminta maaf, karena dirinya, Ji Hyun harus terpisah dari orangtuanya. Ia mengaku bahwa selama 5 tahun ini ia mencoba untuk bunuh diri, seperti memotong nadinya, menggantung diri, overdosis.
Tapi setiap ia melakukannya, sesuatu pasti menghentikannya. Pemilik apartemen menemukannya ketika ia memotong nadinya, ia muntah ketika minum obat berlebihan, dan talinya putus ketika ia akan gantung diri. Yi Kyung meminta maaf, karena pada hari kecelakaan Ji Hyun itu adalah hari peringatan kematian Yi Soo.
Ji Hyun: “Jika kau merasa menyesal, hiduplah dengan baik. Ketika hidup jadi berat, pikirkan hari-hari ketika kau punya penyesalan, seperti saat ini. Berusahalah menjadi kuat dan hidup dengan baik.”
Ketika Yi Kyung terbangun beberapa jam kemudian, ia menemukan kalau Ji Hyun sudah pergi. Ia melihat hadiah dan sarapan sudah disediakan untuknya. Ia melihat sekelilingnya dengan panik.
 

Di luar, Yi Soo menunggu Ji Hyun turun dari tangga. Ia menawarkan padanya untuk mengantarkannya kemanapun ia ingin pergi. Ini pelayanan yang terakhir. Ia bertanya apa yang ingin ia lakukan untuk menghabiskan waktu 7 jam terakhirnya.
Ji Hyun menyuruhnya untuk memanggil elevatornya sekarang, karena tidak ada lagi yang bisa dilakukannya. Ia tidak ingin berlama-lama dan dengan berat menghitung menit terakhirnya, ia memilih untuk pergi sekarang.
Ji Hyun menatapnya dan berterimakasih padanya, tapi Yi Soo berkata kalau mereka harus mengucapkan selamat tinggal di depan elevator saja.
Seo Woo pergi menemui ibu dan Ji Hyun di rumah sakit, dimana dokter berkata bahwa mereka harus menyerah. Tidak ada harapan untuk Ji Hyun.
 

Pada saat yang sama, Yi Kyung membuka hadiahnya. Ia menemukan sebuah catatan.
Ji Hyun: “Jangan terkejut unni. Terimakasih atas perhatian dan kepedulianmu. Aku hanya bisa membalas dengan produk kecantikan ini. Jangan takut, aku tidak akan datang lagi. Aku hanya jiwa yang menyedihkan yang secara tidak sadar membangun perasaan untuk unni. Jangan makan ramen instan lagi, makanlah nasi.”
Yi Kyung melihat semua barang dalam box itu dan mulai menangis.
Ji Hyun dan Yi Soo tiba di sebuah taman. Ia ingin menyalami Ji Hyun untuk mengucapkan selamat tinggal. Ji Hyun memberitahunya untuk segera memanggil elevator sebelum ia berubah pikiran dan mereka harus mengucapkan selamat tinggal sekarang.
 

Awan menjadi gelap dan Yi Soo menggerakkan tangannya untuk memanggil elevator. Tiba-tiba ia melihat kalau kalung Ji Hyun bersinar. Sebutir air mata muncul mengagetkan mereka berdua.
 

Ia segera melihat kalungnya, tepat ketika kalung itu bersinar lagi dan air mata ketiga muncul.
Kembali ke rumah sakit, Ibu menangis dan memeluk Ji Hyun. Seo Woo berdiri dibelakangnya, menangis untuk temannya.
Ji Hyun dan Yi Soo saling bertukar pandang, mereka terdiam.
 

Dan di rumah sakit, Ji Hyun membuka matanya.


Credits: www.dramabeans.com

0 comments:

Posting Komentar