Pages

21/05/11

49 DAYS EPISODE 19


Ji Hyun mengucapkan selamat tinggal pada Yi Soo dan menyuruhnya segera memanggil elevator sebelum ia merubah keputusannya. Yi Soo belum sempat menggerakkan tangannya, ketika kalung Ji Hyun berpendar, ternyata air mata kedua Ji Hyun. Mereka kaget, ketika Ji Hyun memeriksa kalungnya, kalung itu berpendar dan air mata ketiga muncul
Mereka terdiam. Yi Soo berkata: “Shin Ji Hyun, ternyata hidupmu sangat berarti. Ini kasus yang jarang kutemui.” Tapi Ji Hyun membantah, “Tapi tidak ada orang lagi yang akan menangis untukku.” Yi Soo mengingatkannya kalau hati manusia itu selalu berubah.
Yi Soo menggodanya apakah ia ingin tahu air mata siapa itu. Ji Hyun tidak ingin tahu siapa orangnya, “Jika aku tahu air mata siapa itu, aku hanya akan mencintai ketiga orang itu.” Yi Soo memuji keputusannya yang bijak.
Mereka mengucapkan selamat tinggal. Ji Hyun memandang Yi Soo yang semakin lama semakin memudar. Roh Ji Hyun kembali ke tubuhnya.
 

Di rumah sakit, Ibu menangis sambil memeluk Ji Hyun, ia tidak menyadari kalau Ji Hyun sudah membuka matanya.
Ayah yang baru datang melihat bahwa Ji Hyun sudah sadar, ia pun berteriak memberitahu istrinya. Mereka sangat senang dan segera memanggil Dokter.
 

Di Heaven, manager Oh bertanya pada Yi Kyung kenapa ia tidak turun untuk makan.. Yi Kyung berkata kalau ia akan pulang ke apartemennya, karena ia tidak punya alasan untuk tinggal disini. Manager Oh bingung, mendengar jawaban Yi Kyung. Ia menduga sesuatu terjadi pada Ji Hyun.
 

Manager Oh menelpon Kang. Ia memberitahunya mungkin mereka salah menghitung hari. Kang tidak mengerti maksudnya. Manager Oh menjelaskan bahwa Yi Kyung pulang hari ini karena ia tidak punya alasan untuk tinggal di Heaven lagi. Kang panik. Mereka menduga kalau Ji Hyun sudah meninggal.
Kang semakin panik ketika ibu menelponnya. Ia mengabari Kang kalau Ji Hyun sudah sadar. Kang menjadi lega, ia segera pergi ke rumah sakit.
Dokter memeriksa Ji Hyun lagi. Ia memberitahu ayah kalau ini adalah keajaiban, mengingat kondisi Ji Hyun kemarin. Ayah bertanya apakah ada yang tidak normal pada tubuh Ji Hyun. Dokter hanya berkata bahwa Ji Hyun tidak bisa langsung beraktivitas karena ia mengalami kaku otot akibat koma terlalu lama.
 

Ibu menyuapi Ji Hyun. Ji Hyun merasa sangat senang dan ingin memeluk ibunya, Seo Woo juga ingin memeluknya. Kang datang ketika Ji Hyun masih di ruang pemeriksaan.
Kang memberitahu ayah kalau ayahnya mau berinvestasi pada proyek Haemido. Besok pengacaranya akan datang dari Amerika. Ayah sangat berterimakasih padanya.
 

Ketika tesnya selesai, Kang segera masuk ke dalam ruang pemeriksaan dengan sangat gembira. Tapi Ji Hyun hanya berkata datar padanya, “Han Kang lama tidak berjumpa denganmu.” Ibu memberitahunya, ketika ia koma, Kang sering menjenguknya. Ji Hyun bertanya kenapa Min Ho dan Eun Jung tidak datang. Ibu beralasan kalau Min Ho sedang di Eropa karena mengerjakan proyek Haemido, sedangkan Eun Jung tidak datang karena mereka tidak bisa menghubunginya.
Ibu mengajak Kang dan Seo Woo keluar. Ia memberitahu mereka, karena Ji Hyun baru saja sadar, sebaiknya mereka tidak memberitahunya tentang Min Ho, Eun Jung dan operasi ayah. Ibu takut kalau Ji Hyun akan terkejut dan berpengaruh pada kondisi kesehatannya. Ibu meyakinkan Kang bahwa ia akan memberitahu kebaikan Kang selama ini pada Ji Hyun.
Min Ho meneruskan rencananya untuk mengambil alih Haemido. Ia pun akan mengundurkan diri dari perusahaan ayah Shin, karena semua orang di kantor sudah tahu tingkah lakunya dan memandangnya dengan pandangan kebencian. Seorang direktur memberitahunya kalau Ji Hyun sudah sadar. Min Ho kaget. Direktur itu berkata dengan sinis, “Orang yang tidak tahu malu seperti anda pun bisa kaget.”
 

Min Ho tidak pergi ke rumah sakit, tapi ke apartemen Yi Kyung. Yi Kyung memberitahunya kalau ia sudah tidak punya hubungan dengan Ji Hyun dan menambahkan kalau sebaiknya Min Ho mencabut kontrak apartemennya, karena ia ingin tinggal disini lagi. Min Ho tidak mau, karena ia sudah menyewanya atas nama Yi Kyung dan sudah dibayar lunas. Yi Kyung menyuruhnya mengembalikan kunci apartemen dan menyuruhnya pergi.
Ayah dan ibu bercerita pada Ji Hyun kalau mereka selalu menemaninya ketika ia koma. Ibu bercerita bahwa Kang selalu datang dan membawa bunga segar untuknya. Kang juga menjaga mereka berdua. Ji Hyun sedikit terkejut mendengar cerita ibu.
 

Di Heaven, Kang bercerita pada manager Oh kalau Ji Hyun melupakan perjalanan 49 harinya. Manager Oh berkata memang itu yang seharusnya terjadi, kalau tidak rahasia kehidupan setelah mati akan terungkap. Ia bertanya apakah ia akan meneruskan cinta rahasianya? Kang menjawab, “Hal yang paling penting adalah ia hidup lagi.”
 

Yi Kyung duduk di apartemennya yang sepi. Ia bertanya-tanya kapan Yi Soo akan datang menjemputnya. Sayangnya, ia tidak dapat melihat Yi Soo yang duduk disebelahnya, tidak tahu harus berbuat apa.
 

Kang pergi ke apartemen Yi Kyung dan memberitahunya kalau Ji Hyun sudah sadar. Yi Kyung terlihat senang. Tapi Kang kemudian memberitahu berita buruknya kalau Ji Hyun melupakan perjalanan 49 harinya sehingga ia tidak mungkin mengingat Yi Kyung lagi. Yi Kyung terlihat kecewa.
 

Yi Kyung memberikan gelang Ji Hyun kepada Kang dan berkata Ji Hyun menyuruhnya untuk mengembalikan gelang itu karena gelang itu milik ibunya. Kang heran bagaimana itu bisa terjadi. Yi Kyung menambahkan kalau Ji Hyun berterimakasih pada Kang. Tanpa Kang, ia tidak akan dapat menjalani semua itu. Kang juga berterima kasih pada Yi Kyung karena telah membantu Ji Hyun dan menawarkan pekerjaan di Heaven. Yi Kyung menolaknya, “Ada seseorang yang kutunggu.”
Min Ho memperoleh kabar buruk kalau ayah Shin memperoleh dana dari luar negeri yang membuat rencananya jadi kacau. Partner bisnisnya menyalahkan Min Ho karena pikirannya yang serakah membuat rencana mereka hancur. Andai saja ia tidak menunda waktu pembangkrutan, mungkin semuanya berjalan dengan lancar.
 

Min Ho menelpon mata-matanya di Heaven, Kim Jun Hee. Jun Hee memberitahunya kalau Kang pergi ke Amerika untuk meminta ayahnya berinvestasi di proyek Haemido. Min Ho memarahinya karena ia tidak memberitahunya. Dengan santai Jun Hee berkata, “Kenapa aku harus memberitahumu. Aku bukan tipe orang yang  mengkhianati hati nurani hanya untuk uang.”
Min Ho marah besar. Jun Hee memberitahunya kalau ia akan membangun karirnya dengan kemampuannya sendiri.
 

Eun Jung menunggu Min Ho untuk makan siang. Tapi ia tak kunjung datang. Eun Jung menelponnya, tapi HP Min Ho mati. Akhirnya Eun Jung makan sendirian sambil menangis.
Min Ho mendapat pemberitahuan dari Kejaksaan, kalau ada petisi yang masuk atas nama Kang Min Ho. Mereka harus melakukan penyelidikan dan meminta Min Ho datang ke kantor Kejaksaan besok pagi.
 

Min Ho sedang minum-minum dengan sopir Ji Hyun, ia sangat depresi. Cha Jin Young, sopir itu, memberitahu Min Ho kalau ia ingin berhenti. Ia sedih melihat Min Ho jatuh begini. Min Ho memarahinya dan menyuruhnya pergi.
Keesokan harinya, Eun Jung pergi ke apartemen Min Ho. Ia memberitahu Min Ho bahwa ia ingin kembali ke Jinan. Ia berkata pada Min Ho kalau ia boleh menelponnya bila butuh bantuan dan meminta maaf padanya. Min Ho, “Kau membuatku tidak mungkin meminta maaf.”
 

Kang pergi ke rumah sakit sambil membawa mawar pink. Ia mengabaikan pandangan bingung Ji Hyun dan berkata “Sebaiknya kau membiasakan diri karena aku akan datang setiap hari.”
Ibu mencoba mengetes Ji Hyun. Ia bertanya apakah ia mengenal Jung Eun, bukan seseorang bernama Song Yi Kyung. Ji Hyun berkata kalau Song Yi Kyung adalah teman klubnya. Ibu berkata bahwa ia telah mempercayakan segelnya pada Yi Kyung. Ternyata Ji Hyun tidak mengingatnya. Ibu buru-buru mengganti topik pembicaraan, sebelum Ji Hyun bertanya lebih lanjut.
 

Setelah sesi terapi fisiknya selesai, Kang mengajak Ji Hyun berjalan-jalan ke taman. Ji Hyun bertanya kenapa Kang jadi begitu perhatian padanya, karena hal itu membuatnya tidak nyaman. Kang bertanya bagaimana rasanya jadi hidup. Ji Hyun: “Ini sangat menyenangkan.” Kang berkata kalau ia juga merasakan hal yang sama. Ia bertanya lagi, “Bagaimana kau mengahabiskan harimu selama 47 hari? Apakah kau hanya tidur saja? Apakah kau bermimpi?”
Ji Hyun berkata, “Jika aku bermimpi, apakah aku harus memberitahumu?”
Kang: “Apakah aku pernah muncul dalam mimpimu?”
Ji Hyun: “Kenapa kau harus muncul dalam mimpiku?”
 

Ternyata ada yang memperhatikan mereka dari jauh. Orang itu adalah Min Ho.
 

Ji Hyun memaksa ingin bertemu dengan Eun Jung, Ibu berusaha membuat beberapa alasan. Tapi akhirnya ibu dan Seo Woo mencari Eun Jung dan memberitahunya kalau Ji Hyun berkeras ingin bertemu dengannya. Mereka ingin Eun Jung datang dan bersikap normal. Eun Jung tidak tahan, ia tidak bisa bertemu dengan mantan temannya.
 

Eun Jung memohon supaya diperbolehkan untuk tidak bertemu dengan Ji Hyun. Tapi ibu memberitahunya kalau ia sudah berakting begitu baik selama dua tahun sebelum kecelakaan itu, jadi berakting sebentar baginya pasti tidak begitu sulit. Seo Woo akhirnya menyeretnya ke rumah sakit.
 

Sedangkan di rumah sakit, Ji Hyun bertanya apakah Kang  benar-benar berencana untuk membolos dari pekerjaannya untuk mengunjunginya di rumah sakit. Kang mengiyakan.
Ji Hyun berharap Kang akan meneruskan pekerjaannya sebagai arsitek karena ia merasa Kang mempunyai bakat yang tidak dimiliki orang lain yang sayang kalau dibuang begitu saja. Kang tidak pernah berpikir kalau Ji Hyun berpikir demikian. Kang: “Aku tidak punya seeorang yang bisa kutunjukkan bakatku itu, atau orang untuk berbagi. Jika aku bekerja dengan rajin untuk mendisain, apakah kau kan melihatku?”
Ji Hyun belum sempat merespon ketika ibu datang dan memberi kabar bahwa Eun Jung datang menjenguknya. Ji Hyun ingin berbicara berdua dengan Eun Jung jadi Kang mengantarkan ibu keluar dan meninggalkan mereka berdua berbicara.
 

Eun Jung masuk dengan kepala tertunduk, tidak sanggup menghadapi Ji Hyun.
Ji Hyun: “Ketika aku sedang tidur, aku bermimpi. Pada hari pertunanganku, sepatuku patah. Aku melihatmu melepaskan sepatumu untukku. Kau melepaskan sepatumu tanpa sadar dan terus berlari bertelanjang kaki. Pada saat itu kau melepaskannya untukku?”
Eun Jung: “Apa maksud perkataanmu?”
Ji Hyun: “Mereka bilang sepatu adalah kebanggaan seorang wanita. Tapi saat itu kau melepaskan kebanggaanmu untukku. Melupakan pesta pertunangan itu dan lebih memikirkanku. Karena aku temanmu.”
 

Ji Hyun menutup matanya. Mereka mulai menangis. Eun Jung merasa emosional karena ia telah menusuk Ji Hyun dari belakang tanpa ia tahu.
Ji Hyun membiarkan Eun Jung pulang untuk menangis penuh penderitaan, sendirian.
 

Yi Soo melihat Yi Kyung dengan tidak sabar. Ia sangat ingin bertemu dengannya tapi terhalang oleh hukuman satu minggunya. Ia mengutuk seniornya yang tiba-tiba malah muncul dihadapannya.
 

Yi Soo merengek dan komplain sebelum seniornya memberitahunya kalau besok ia boleh bertemu dengan Yi Kyung karena  hari ini adalah hari terakhir masa kerjanya selama 5 tahun. Yi Soo bertanya tentang hukuman seminggunya. Seniornya menyahut kalau ia harus menjadi Scheduler minggu depan, tetapi mereka tidak pernah bilang kalau ia harus menunggu seminggu untuk bertemu dengan Yi Kyung.
Yi Kyung melihat surat-surat lamanya serta kartu-kartu dari Yi Soo. Sebuah kartu muncul dari atas dan jatuh dihadapannya, “Sebuah undangan dari Song Yi Soo nim.” Yi Kyung sadar bahwa waktunya sudah tiba. Ia bersiap-siap dan memakai produk kecantikan yang dibelikan oleh Ji Hyun.
 

Yi Soo menunggu di tempat pertemuan. Mereka berjalan mendekat dengan perlahan. Dengan tersenyum, Yi Soo berkata, “Song Yi Kyung, sudah lama tidak bertemu denganmu. Kamu tidak pernah berubah sama sekali.”
 

Yi Kyung mengangkat tangannya ke wajah Yi Soo untuk memastikan dia nyata, kemudian jatuh dalam pelukannya dan menangis, “Kenapa kau baru datang sekarang.” Yi Soo menjawab, “Karena ini waktunya aku datang. Aku tidak bisa datang sampai saat ini.”
Ia meminta Yi Kyung melakukan apapun yang diinginkannya hari itu tanpa komplain. Yi Soo membawa Yi Kyung ke suatu tempat, ternyata ke lokasi kecelakaannya.
 

Yi Soo menjelaskan, saat itu ia tidak sabar dan gelisah, ia ingin membuat musik, ia ingin merasakan dunianya yang baru. Ia merasa dunia lamanya begitu sempit dan membosankan. Saat itu mereka masih sangat muda, ia merasa hal itu adalah hal yang tidak bisa dibicarakan. Jadi ia bersikap seperti itu. Ia merasa Yi Kyung bisa melihat hatinya. Walaupun ia bersenang-senang dan pergi dengan gadis lain, Ia tetap merasa kalau Yi Kyung adalah kampung halamannya. Ia tidak pernah mempunyai perasaan lain pada perempuan lain didekatnya. Oleh sebab itu ia membeli cincin pasangan.
Dengan ajaibnya, cincin itu masih terkubur di tanah di dekat tempat itu. Yi Soo mengambilnya dan memakaikannya di jari mereka berdua. Kemudian ia membawa Yi Kyung ke suatu tempat, Taman Hiburan.
 

Mereka tidak pernah punya uang untuk datang ke sini, tapi Yi Soo mengingatkan kalau ia berjanji untuk mengajaknya ke taman hiburan ketika Yi Kyung berulang tahun. Mereka menghabiskan malam untuk bersenang-senang. Kencan mereka terlihat sangat manis dan sangat bahagia.
 

Selanjutnya ia membawa Yi Kyung ke apartemennya dan memintanya untuk berbelanja karena ia merindukan masakan Yi Kyung. Yi Kyung takut berpisah dengannya, tapi Yi Soo meyakinkannya kalau ia tidak kakan pergi tanpa mngucapkan selamat tinggal.
 

Setelah Yi Kyung pergi, ia membersihkan dan mendekorasi ulang kamarnya. Dr. Noh mampir dan melihat penghuni baru. Yi Soo memberitahunya kalau Yi Kyung masih tinggal disini. Yi Soo menyarankan dengan kasar, sebaiknya Dr. Noh menjauh selama 2 hari, “Jika kau segera pergi, aku akan memberitahu Yi Kyung kalau kau datang. Jika kamu tidak segera pergi, aku tidak akan mengatakan pada Yi Kyung.” Dr. Noh merasa kalau ia pernah bertemu dengannya, tapi tidak bisa mengingatnya.
Ketika Yi Kyung datang, ia tidak memperhatikan perubahan apartemennya karena ia takut Yi Soo sudah pergi. Ia merasa lega ketika Yi Soo keluar dar kamar mandi. Ia bertanya kenapa Yi Soo melakukan semua ini, padahal ia akan pergi bersamanya. Yi Soo hanya menjawab kalau ia lebih suka tinggal di tempat yang bersih.
 

Malam itu Yi Soo menatap Yi Kyung yang sedang tidur, seperti menghapalkan wajahnya.
 

Paginya saat mereka keluar berjalan-jalan. Yi Kyung terus menatapnya. Ia merasa senang karena Yi Soo masih ada disini. Yi Soo sebaliknya, moodnya memburuk dan mengingat kan Yi Kyung, “Aku tetap orang yang sudah mati.”
 

Yi Soo: “Aku menunggu 5 tahunn untuk bertemu denganmu untuk memberitahumu bahwa aku mencintaimu, bahwa aku tidak punya perasaan untuk orang lain.  Untuk berkata “Ayo menikah”. Tapi sekarang, hal yang ingin aku bicarakan berubah.”
Ia melepaskan pegangan tangannya dan berkata: “Aku mencintaimu sampai saat ini. Mulai sekarang aku tidak akan mencintaimu lagi. Karena aku tidak bisa meninggalkanmu dalam keadaan terluka. Aku menunggu selama 5 tahun, menginginkanmu untuk melupakanku dan berbahagia.”
Yi Kyung protes, ia mencoba memegang tangan Yi Soo, “Jangan katakan itu, Yi Soo. Aku akan pergi bersamamu.” Yi Soo memberitahunya kalau ia tidak bisa pergi bersamanya. Walaupun Ia memilih mati untuk bersamanya, mereka tetap akan terpisah, “Itulah kematian.”
Yi Kyung berkata bahwa ia tidak akan tahan hidup sendirian. TapiYi Soo menyuruhnya untuk melakukannya demi dirinya, “Aku harus melepaskanmu supaya aku bisa bahagia pada kehidupan yang akan datang. Jika kau tidak bahagia, hatiku akan sakit dan aku tidak akan beristirahat dengan tenang. Aku akan lahir menjadi anak yang bertemperamen buruk yang tidak bisa menerima cinta atau mencintai orang lain sehingga ia tidak hidup bahagia.”
Ia menyuruh Yi Kyung untuk membuang cincinya, karena cincin itu sekarang tidak berarti. Ini hanya digunakannya untuk menyelesaikan kesalahpahaman mereka. Yi Soo membuang cincin yang dipakainya ke kolam.
Yi Soo: “Kau tahu betapa berartinya dirimu bagiku, kau tidak dibuang. Kau adalah orang yang paling penting bagiku. Orang yang luar biasa. Kau akan menjadi orang yang luar biasa untuk orang lain. Berjanjilah padaku, kau akan bahagia. Jadi aku bisa meninggalkan dunia ini tanpa penyesalan. Jadi aku bisa memulai kehidupan baruku denagn tenang. Yi Kyung berbahagialah untukku.”
Setelah itu ia melapaskan cincin dari jari Yi Kyung dan melemparkannya ke kolam. Kali ini Yi Kyung tidak menghentikannya.
Yi Soo: “Aku bersyukur bisa bertemu denganmu dan aku sangat bahagia.” Yi Kyung menangis, “Maaf, aku hanya terus menerima darimu tanpa pernah membalas apapun.”
Yi Soo: “Bayarlah pada orang yang mencintaimu. Daripada kau berikan padaku, berikan padanya.”
 

Yi Soo mencium Yi Kyung kemudian berbalik dan berjalan pergi, manahan airmatanya. Yi Kyung menangis saat melihat Yi Soo pergi dan menghilang.
Min Ho mengunjungi ibunya, melihatnya dari jendela dan berpikir, “Ibu aku bermaksud menguinjungimu ketika aku sukses. Aku minta maaf.” Ternyata ia disini didampingi oleh dua polisi yang membawa surat perintah penangkapan.
 

Ia meminta waktu sebentar untuk bertemu dengan ibunya. Ia bertanya apakah ibu menyimpan dokumen yang diantarkan Jin Young. Ia memberutahunya untuk tidak menyerahkan dokumen itu pada siapapun. Ibu hanya melihatnya dengan pandangan kosong, tidak mengenalinya.
 

Akhirnya ibu sadar dan menyambutnya dengan hangat. Min Ho menangis ketika ibunya berkata, “Aku tahu kau akan menjadi orang yang penting. Aku tahu kau berbeda dengan ayahmu.” Ia memeluknya. Min Ho menangis seperti anak kecil.
Setelah itu ia dibawa pergi oleh polisi dan melihat ibunya melalui jendela, berusaha menutupi borgolnya. Saat diinterogasi, ia membantah kalau informan dari perusahaan ayah Shin adalah Eun Jung.Ia ingin menimpakan semua kesalahan pada dirinya sendiri.
 

Yi Kyung memikirkan permintaan terakhir Yi Soo yang menginginkannya bahagia. Ia mendesah, “Aku ingin tapi....” Kemudian ia teringat Ji Hyun juga meminta hal yang sama bahwa saat menghadapi kesulitan, ia harus memikirkan Ji Hyun dan terus hidup.
 

Hal itu membuat Yi Kyung pergi ke rumah sakit. Tapi ia teringat peringatan Kang kalau Ji Hyun idak mengingatnya. Ia pun berbalik pergi. Tapi Ji Hyun keluar dari kamarnya dan melihatnya.
Dan berkata: “Unni!”
 

Yi Kyung kaget saat Ji Hyun meneruskan kata-katanya, “Yi Kyung unni, apakah kau datang untuk menjengukku?” Ia pun maju dan memeluk Yi Kyung.
 

Saat mereka duduk bersama, Yi Kyung bertanya, “Kau mengingatku, apakah kau tidak mengingat Han Kang?”
Reaksi Ji Hyun mengatakan sebaliknya. Yi Kyung mencatatnya. Ia bertanya-tanya kenapa Ji Hyun berpura-pura tidak mengingatnya. Ji Hyun menjawab: “Karena aku akan segera mati lagi.”




Credits: www.dramabeans.com




0 comments:

Posting Komentar