Pages

22/05/11

49 DAYS EPISODE 20 (FINAL)


Yi Kyung bertanya pada Ji Hyun jika ia ingat padanya ia pasti juga ingat Han Kang dan ingat segalanya, tapi kenapa ia berpura-pura lupa.
Ji Hyun: “Karena aku akan mati lagi, sebentar lagi.”
Flashback.
Yi Soo menemuinya. Ji Hyun heran kenapa ia masih bisa melihatnya, bukankah hanya orang mati yang bisa melihatnya. Ia juga heran kenapa ia masih ingat perjalanan 49 harinya
Yi Soo: “Ini adalah hadiah terakhirmu yang kejam. Kau bisa menolaknya jika kau ingin”
Ji Hyun bingung, ia tidak mengerti maksud perkataan Yi Soo. Ji Hyun, “Apakah aku akan mati?”
Yi Soo: “Aku sudah menerima jadwal terakhirku dan orang terakhir yang harus ku antar adalah dirimu, Shin Ji Hyun.”
Yi Soo menambahkan bahwa ia akan meninggal 6 hari lagi. Karena ia menjalani perjalanan 49 hari dan memperoleh 3 air mata, maka Ji Hyun diperbolehkan mengingat 49 harinya. Jika ia memilih untuk tidak mengingatnya, maka dalam 6 hari ia akan datang seperti saat mereka pertama kali bertemu.
Yi Soo bertanya apakah ia marah. Ji Hyun hanya menjawab: “Kenapa aku harus marah. Tidak peduli seberapa marahnya aku, tidak peduli seberapa tidak adilnya itu, tidak peduli bagaimana sedihnya aku, Aku tahu tidak ada yang bisa kulakukan. Tidak peduli bagaimana aku memohon.”
Yi Soo meletakkan tangannya ke bahu Ji Hyun ketika ia menangis dan berkata bahwa ada hal yang di luar kuasa manusia, yaitu hidup dan mati.
 

Ji Hyun memberitahu Yi Kyung kalau ia memilih untuk mengingat 49 harinya. Yi Kyung bertanya siapa yang memberitahunya semua hal kejam itu. Ji Hyun berkata bahwa ada seseorang, “Ada hal yang mungkin tidak bisa kau mengerti, unni.”
Yi Kyung berkata kalau ini sudah berlebihan, Ji Hyun sudah banyak menderita dalam perjalanan 49 harinya, setelah ia hidup lagi, kenapa ia harus mati lagi. Tapi sekarang Ji Hyun sudah lebih dewasa, jadi ia bisa menghadapi kenyataan ini dengan tenang.
 

Ji Hyun: “Jika aku tidak menjalani waktu 49 hariku, maka perusahaan ayahku akan berada di tangan Kang Min Ho dan aku tidak tahan melihat pengkhianatan temanku dengan tunanganku. Mungkin takdirku adalah bunuh diri karena terlalu shock. Tapi karena 49 hariku, aku bisa menerima cinta seseorang seperti Kang. Aku bisa mencintai. Aku bisa menjaga perusahaan ayahku. Dan aku bisa untuk melihat kembali hidupku. Aku sebenarnya sangat bersyukur karena jika aku tidak tahu apapun dan mati, maka aku hidup dalam kepalsuan sampai mati.”
Yi Kyung bertanya kenapa ia berpura-pura tidak ingat. Ji Hyun menjawab bahwa ia ingin meninggalkan kenangan kalau ia hidup bahagia, hidup sebagai orang yang tidak dewasa, naif dan manis. Ia berpikir kalau ia bisa meninggal dengan tenang, tetapi ketika ia bertemu dengan Yi Kyung, ia tidak bisa merahasiakannya padanya.
Yi Kyung mengingatkannya, mungkin keluarganya tidak tahu tentang 49 harinya, tapi Han Kang tahu dan masih mengingatnya, “Bukankah kamu mengatakan kalau kau bangun kau akan mengatakan perasaanmu pada Kang? Bukankah malam itu ia memintamu mengucapkan selamt tinggal jika kau pergi.”
Ji Hyun berkata jika ia ditakdirkan untuk mati, maka ia akan meninggalkan Kang sendiri. Jika ia mengungkapkan perasaannya padanya, ia takut membuat Kang semakin terluka.
Ji Hyun menambahkan bahwa ia belajar sesuatu dengan melihat kehidupan Yi Kyung bahwa orang yang ditinggalkan harus terus hidup. Ia ingin pergi sebagai teman Kang, sehingga ia bisa meneruskan hidupnya setelah ia pergi.
 

Kang pergi menemui Min Ho di penjara. Ia mengakui kalau ia puas karena ia memblok pengambilalihan Haemido. Ia meminta Min Ho untuk mempergunakan waktunya untuk bertobat dan suatu hari akan kembali menjadi Min Ho yang ia hormati dan sukai.
 

Ji Hyun pulang ke rumah dan makan bersama orangtuanya. Ia tersenyum ceria untuk mereka, tapi menahan airmata didadanya.
 

Ji Hyun pergi ke rumah Yi Kyung dengan membawa keranjang piknik. Dalam  perjalanannya turun melewati tangga yang sangat ia kenal, Ji Hyun meletakkan tangannya ke atas tangga itu sejenak, merasakan dunia yang sebentar lagi ia tinggalkan.
 

Yi Kyung membantunya membuat kimbap. Dan Ji Hyun membawa keranjangnya untuk bertemu dengan Kang. Ia memberitahu Kang bahwa ia tidak pernah piknik dengan pacarnya dan ia ingin meminjam mobilnya, mp3 playernya. Kang bertanya apalagi yang ingin dipinjamnya. Ji Hyun: “Kamu.”
 

Ji Hyun: “Han Kang, bisakah kau meminjamkan dirimu untuk jadi pacarku untuk satu hari saja?”Apakah kau tidak mau?”
Kang: “Apakah kamu mau meminjamkan dirimu untuk jadi pacarku satu hari saja?”
So sweet.....
 

Mereka pun pergi berpiknik, terlihat sangat bahagia. Bermain dan bertengkar seperti anak kecil. Ketika mereka bertengkar tentang siapa yang terlihat paling bagus di foto, tak sengaja gelang Ji Hyun jatuh dari saku Kang. Ji Hyun berpura-pura kaget, bertanya apakah Kang menyimpannya selama ini.
Ji Hyun bercerita bahwa sebenarnya gelang itu milik ibu Kang dan dulu mereka sangat akrab.
Flashback.
Ji Hyun mengunjungi ibu Kang dan mereka makan bersama. Mereka mengobrol banyak hal tentang Kang.
Ji Hyun bertanya kenapa Kang sangat jahat pada ibunya. Ibu memberitahunya karena ada hal-hal yang tidak ia ceritakan padanya. Karena ketika kau sangat mencintai seseorang, kadang-kadang lebih baik membiarkannya salah paham, jadi kau bisa mengurangi sakitnya. Ini adalah kata-kata yang sama yang dikatakan Ji Hyun ketika ia pertama kali berhenti dari Heaven sebelum airmata pertamanya.
 

Saat mereka berjalan bersama, Kang sadar bahwa dulu Ji Hyun mengatakan kata-kata ibunya kepadanya. Kang berkata bahwa menyembunyikan perasaanmu lebih menyakitkan daripada tidak tahu apapun.
Kata-kata Kang itu menghentikan langkah Ji Hyun, bukan karena itu kata-katanya, tapi karena itu yang dirasakannya sekarang.
 

Kang membawanya ke patung permintaan dan memberitahu Ji Hyun untuk melemparkan sebuah koin dan membuat permintaan. Ia melemparkan sebuah koin, kemudian menutup matanya untuk membuat permintaan. Kang menatapnya, matanya menunjukkan kalau ia sangat sedih.
 

Flashback.
Kemarin Yi Kyung datang menemui Kang. Ia memberitahunya hal yang sesungguhnya dimana seharusnya ia tidak menceritakan padanya, tapi ia tidak bisa karena melihat penderitaan Ji Hyun selama ini.
Yi Kyung memberitahunya bahwa ia mengerti harapan Ji Hyun, untuk pergi dengan tersenyum daripada menangis dan memberikan orang-orang yang dikenalnya sedikit penderitaan.
Kang menatap Yi Kyung. Airmatanya mulai menggenang, “Hal yang paling kuharapkan adalah Ji Hyun hidup. Apakah ada hal seperti itu? Tidak apa-apa jika aku tidak bisa bertemu dengannya lagi asalkan ia hidup!”
 

Setelah mengingat hal itu, Kang menutup matanya dan membuat permintaan: “Semoga Ji Hyun tetap hidup dan berada disisiku” Dan Ji Hyun juga membuat satu permintaan: “Aku mohon Kang melupakanku.”
 

Mereka tersenyum satu sama lain. Setelah mengantarkan Ji Hyun pulang, Kang berkali-kali berkata pada dirinya sendiri bahwa ia melakukan hal yang benar.
Di rumah sakit, Ji Hyun dengan manis berkata pada kedua orangtuanya bahwa ia sangat senang menjadi putri mereka dan memeluk mereka. Mereka tersenyum dan tertawa bersama, kemudian tiba-tiba Ji Hyun merasakan sakit pada perutnya dan kemudian jatuh ke lantai.
 

Ayah terus memanggil-manggil namanya, tapi mata Ji Hyun sudah tertutup. Jiwanya keluar dari tubuhnya. Yi Soo datang, berpakaian dengan rapi dan meletakkan tangannya.
 

Ji Hyun menatapnya dan bertanya apakah ia sudah menunggu selama ini. Ia memberitahunya bahwa mereka harus pergi. Yi Soo membantunya bangun. Ji Hyun melihat kebelakang dimana ayah memeluk tubuhnya yang sudah tidak bernyawa, menangis, mencoba membangunkannya.
 

Yi Soo membimbingnya ke dalam elevator. Tanpa kata, ia meletakkan tangannya sebagai tanda perpisahan. Ji Hyun menyalaminya, menatapnya, tersenyum berterimakasih. Yi Soo memberitahunya bahwa ia sudah bekerja keras dengan ayunan tangannya ia membuka pintu.
 

Ji Hyun melangkah masuk ke dalam elevator dan melihat Yi Soo dan tersenyum kepadanya. Yi Soo juga tersenyum pada Ji Hyun. Saat pintu elevator tertutup pelan-pelan, mereka menangis untuk perpisahan ini.
Pintu elevator tertutup dan elevator itu mulai menghilang meninggalkan Yi Soo sendiri.
Ayah dan ibu menangisi tubuh Ji Hyun yang kini ditutupi kain putih. Kang datang sambil menangis.
Di Jinan, Eun Jung mendapat telpon yang mengabarkan kalau Ji Hyun sudah meninggal, ia pun menangis. Begitu juga dengan Min Ho di penjara.
 

Mereka membuat upacara pemakaman dan menanam sebatang pohon dengan namanya.
Eun Jung melihat dari jauh, menangis tapi tidak bisa mendekat, karena ia tahu semua kesalahan yang dilakukannya. Min Ho menangis di penjara, ia merasa menyesal menjadi orang yang seperti itu. Kang, Yi Kyung dan Seo Woo melepaskan Ji Hyun pergi dengan segenap hati mereka.
Kembali ke rumah, Ayah dan ibu berjalan menuju kamar Ji Hyun. Mereka kaget melihat Ji Hyun sudah membersihkan barang-barangnya, seperti ia tahu kalau ia akan mati. Ayah kemudian bertanya apa yang dibisikkan Ji Hyun pada ibu pada hari terakhirnya di rumah sakit. Mereka tersadar kalau Ji Hyun terbangun untuk mengucapkan selamat tinggal.
 

Kang berada di kantornya, ia seakan-akan mendengar suara Ji Hyun memanggilnya. Ia segera berlari tapi tidak melihat seorangpun. Ia kemudian teringat kalau Ji Hyun mempercayakan sebuah kotak padanya. Ia membukanya dan menemukan sebuah surat untuknya.
Ji Hyun: “Ini Song Yi Kyung. Tolong kembalikan barang-barang ini padaku....barang ini sangat penting. Aku adalah orang yang membutuhkan teman. Sangat menyenangkan kalau seseorang seperti Han Kang mau menjadi temanku, yang tidak punya seorangpun untuk bersandar. Mau berteman seperti ia pada Shin Ji Hyun.”
Kang mengembalikan kotak itu pada Yi Kyung. Yi Kyung kaget melihat isi kotak itu. Isinya adalah kunci loker Yi Soo di studio musiknya. Mereka pergi ke studio itu dan membuka lokernya.
Didalamnya, ia menemukan setumpuk buku musik Yi Soo dan dibelakangnya, ia melihat sesuatu yang ia kenal, sebuah tas ransel anak-anak. Yi Kyung memberitahu Kang bahwa tas itu miliknya, dari pertama kali ia ditelantarkan ibunya. Mereka seharusnya sudah membuangnya, ternyata Yi Soo malah menyimpannya selama ini.
Yi Kyung melihat ke dalam tas itu dan menemukan sepatu pinknya, kemudian sebuah buku rekening bank.
 

Flashback.
Saat Yi Kyung memperoleh bunga mawar pink dari Ji Hyun. Yi Soo segera mengajaknya ke bank. Yi Soo meminta kartu pelajarnya, berbohong klau ia tidak membawa kartu pelajarnya dan ia membutuhkannya untuk melakukan sesuatu. Ketika Yi Kyung menunggu, Yi Soo mebuatkan tabungan atas namanya.
 

Hal yang termanis adalah, setiap ia menabung, ia menambahkan sebaris kata yang kalau dibaca keseluruhannya seperti sebuah surat, atau mungkin seperti lirik lagu.
 

Yi Kyung pun membacanya
Yi Soo: Yi Kyung ah, ini Yi Soo
             Hal yang aku janjikan
             Villa bulan pebruari
            Akan kubuatkan untukmu
            Aku membuat tabungan
            Di masa depan, sedikit demi sedikit
            Mimpi kita
            Akan dibangun
            Bahkan jika kita menghadapi kesukaran
            Jika kita bersama
            Kita akan bisa menghadapinya
            Ini rahasia
            Sejujurnya, Song Yi Kyung adalah
            Pelindung Song Yi Soo
            Karena kau memberi
            Alasan untuk hidup
            Di dunia ini
            Kau adalah
           Orang yang paling berharga.
 

Yi Kyung mencengkeram surat itu ke dadanya dan menangis, Yi Soo yang juga melihatnya ikut menangis.
Kang pergi mengunjungi orangtua Ji Hyun dan menemukan mereka sedang berdebat dengan foto-foto lama.  Ayah heran kenapa Ibu belum membuangnya, tapi ibu tidak mau. Ayah meninggalkan ruangan dengan kesal.
 
 
Kang duduk disamping ibu. Ia mengambil satu foto, tapi ia tidak mengenalinya sebagai Ji Hyun, ia bertanya pada ibu siapa yang ada dalam foto itu.
Ibu: “Ini kakak Ji Hyun, Ji Min.”
Ibu memberitahu Kang kalau Ji Hyun punya kakak, tapi suatu hari ia menghilang di sebuah terminal bus. Seorang wanita telah menculiknya, dan meminta tebusan sebanyak 2 kali. Tapi setiap kali mereka datang, mereka hanya mengambil uangnya dan melarikan diri. Akhirnya orang itu berhenti menelpon. Ji Hyun mengalami trauma pada awalnya. Saat itu ia terlalu muda, jadi ia tidak mengingatnya ketika ia tumbuh dewasa.
Kang melihat foto itu dan segera mengenali sepatu gadis cilik itu (sepatu Ji Min selalu ditandai oleh ibu karena Ji Hyun selalu menginginkan barang yang sama). Sepatu itu sama dengan sepatu milik Yi Kyung.
 

Mereka pergi bertemu dengan Yi Kyung. Ibu meminta untuk melihat sepatunya. Yi Kyung membantah kalau ia mungkin Ji Min. Ia benar-benar ingat kalau ia ditelantarkan ibunya. Tapi Ibu hanya ingin melihat. Ia menambahkan kalau Ji Min suka bintang, jadi ia menyulam gambar bintang untuk membedakannya dengan sepatu Ji Hyun.
Yi Kyung dengan hati-hati memberikan tasnya.Ketika ibu melihat sepatu itu, ia segera mengenalinya bintang Ji Min yang ada di sepatu itu. Ia menatap Yi Kyung dan menangis, “Kau hidup. Ji Minku masih hidup!”
Yi Soo yang juga berada disana sangat terkejut.
Flashback.
Ketika akan berjalan menuju ke elevator Ji Hyun bertanya pada Yi Soo, siapa yang memberikan dua airmata untuknya. Ji Hyun menduga kalau itu dari Seo Woo dan Yi Kyung, tapi Yi Soo memberitahunya kalau itu bukan dari Yi Kyung. Ternyata pemilik air mata satunya adalah Eun Jung.
 

Ketika tangannya akan membuka respirator Ji Hyun, dalam bentuk rohnya, Ji Hyun berteriak pada Eun Jung. Sesuatu membuatnya berhenti dan berbalik, ia melihat bayangan wajahnya dari gelas dibelakangnya. Ini mengembalikan kesadarannya dan ia menangis, “Apa yang aku lakukan? Apa yang aku lakukan padamu?” Ketika ia mulai menyesal atas apa yang dilakukannya. Ia mengaku kalau itu bukan karena Ji Hyun, tapi karena dirinya sendiri. Ia pun bersimpuh dan berkata ia salah.
Ia bangkit dan menyentuh wajah Ji Hyun, tepat saat Kang memergokinya dan berpikir bahwa ia akan membunuhnya. Ia mencoba menghentikan Min Ho, mengingatkannya pada perasaannya pada Ji Hyun dan fakta bahwa ia mengesampingkan semuanya ketika ayah Ji Hyun diharuskan operasi.
Eun Jung tahu kalau Min Ho tidak mau mengakuinya, tapi ia mulai dekat dengan mereka dan merasa kasihan. Min Ho tidak mau mengakuinya dan berkata kalau tidak ada yang bisa menghentikannya. Ia akan meneruskan rencananya sampai akhir. Jadi Eun Jung menemui Ibu Min Ho dan meminta dokumen yang dipercayakan padanya.
Awalnya, ibu tidak mau memberikan padanya, tapi Eun Jung memohon padanya bahwa Min Ho telah menjadi orang yang lebih buruk daripada ayahnya. Akhirnya, ibu memberikan dokumen itu. Eun Jung mengirimnya ke kejaksaan.
 

Di luar rumah sakit, Eun Jung berkata pada Ji Hyun kalau ia berharap ia bisa memutar waktu ke masa ketika mereka saling melihat dan tertawa. Saat itulah ia menangis. Itulah air mata ketiga Ji Hyun.
 

Setelah mendengar cerita Yi Soo, Ji Hyun menjadi kaget, tapi kemudian ia tersenyum, “Gadis itu, aku tahu dia tulus.”
 

Ia pun berbalik dan berjalan ke elevator, ia merasa puas. Yi Soo menatapnya sambil tersenyum kemudian mengikutinya.
 

Yi Kyung memeluk tas ranselnya dan menangis, memanggil nama Ji Hyun. Ia menyesal karena selama ini ia tidak mampu melakukan apapun untuknya, karena tidak tahu kalau mereka bersaudara. Yi Soo melihatnya dan tersadar arti kata-kata seniornya.
 

Flashback.
Ketika senior Yi Soo memberitahunya kalau ia bisa bertemu dengan Yi Kyung, ia bertanya apakah keinginannya masih sama, untuk memberinya cincin dan memberitahunya bahwa ia mencintainya.
Yi Soo mencemoohnya karena seniornya mengangapnya masih anak-anak. Ia tertawa, terkesan karena Yi Soo bukan anak yang dimabuk cinta lagi. Yi Soo kemudian sadar kalau seniornya memberikan ingatannya lebih awal untuk tujuan tetentu, yaitu untuk mengubah keinginannya dan tidak membuangnya untuk sesuatu yang tidak membantu hidup Yi Kyung.
Seniornya memujinya bahwa ia pandai. Yi Soo juga menduga kalau ia membuka penghalang antara Ji Hyun dan Yi Kyung untuk tujuan tertentu juga. Ia tidak mengatakan apa itu, tapi hanya bergumam bahwa mereka mungkin akan terhubung sampai kehidupan selanjutnya.
 

Kembali ke masa kini, Yi Soo berbalik ke arah Yi Kyung, ia mengucapkan selamat tinggal untuk terakhir kalinya.
Yi Soo: “Sekarang aku bisa meninggalkanmu dengan hati tenang. Hiduplah dengan bahagia, untuk Ji Hyun juga.”
 

Ia mencoba menyentuh wajah Yi Kyung, walaupun tahu bahwa ia tidak bisa menyentuhnya lagi. Ia mundur dan menatapnya sekali lagi. Ia tersenyum, saat airmatanya jatuh, ia menghilang.
 

Ia berjalan di taman, berpakaian dengan baju terbaiknya dan menghilang karena telah menyelesaikan pekerjaannya.
Hari-hari selanjutnya, Yi Kyung mulai hidup dengan baik, memakan nasi bukan ramen lagi dan mencari pekerjaan baru.
 

Kang pergi ke tepi sungai Han untuk mengucapkan selamat tinggal pada Ji Hyun.
Kang: “Ji Hyun ah, sekarang aku mengerti kenapa kau ingin pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal. Walaupun kau kesepian, kau membiarkan orang-orang yang kau tinggalkan terinspirasi oleh perjuanganmu. Aku akan mempercayai kata-katamu, bahwa waktu 49 harimu adalah anugrah. Karena  itu dapat  menempatkan banyak hal ke tempat nya yang benar. Berbahagialah di suatu tempat, Ji Hyun ah.”

Dua Tahun Kemudian.


Eun Jung berada di Jinan, ia mengingat kembali hari-harinya ketika mereka masih di SMA. Ia tersenyum ketika ia memikirkan Ji Hyun kemudian pergi ke penjara untuk menjenguk Min Ho. Sudah dua tahun mereka tidak pernah bertemu. Ia memberitahu Min Ho kalau ia memindahkan ibunya ke sebuah rumah sakit di Jinan.
Min Ho memberitahunya untuk brhenti menemuinya, melupakannya dan pergi melanjutkan hidupnya. Eun Jung memberitahunya kalau ia akan terus merawat ibunya selama 3 tahun lagi, sisa waktunya di penjara. Eun Jung berkata kalau semua ini terjadi karena kesalahannya. Tapi Min Ho menjelaskan kalau ia yang memutuskan dan bertindak seperti itu. Eun Jung berkata kalau ia sudah memaafkan dirinya dan mendapatkan kembali hidupnya. Ia menambahkan bahwa suatu hari Min Ho bisa memaafkan dirinya sendiri juga. Min Ho akhirnya meminta maaf.
Kang sedang bekerja, ia melihat gedung yang didisainnya.
Yi Kyung bekerja di Heaven, hari ini adalah hari terakhirnya. Manager Oh dan istrinya sudah mempunyai seorang bayi dan Seo Woo sedang berkencan dengan Jun Hee. Dr Noh kelihatannya menyukai salah satu pelayan Kang.
 

Karena ia akan pergi, maka ia akan pergi ke makam Ji Hyun besok bersama Kang. Malam ini ia ada acara makan malam  dengan orangtuanya. Ia akan pergi ke Haemido untuk bekerja di resort yang baru, yang didisain oleh Kang.
 

Dalam acara makan malam itu, ayah dan ibu sangat memanjakan Yi Kyung. Mereka berbicara tentang Ji Hyun dengan senang.
Pada hari terakhir sebelum pergi Haemido, Yi Kyung dan Kang mengunjungi makan Ji Hyun dan Yi Soo yang dipindahkan ke sebelah Ji Hyun dengan tanaman yang sama.
 

Kang dan Yi Kyung meletakkan buket bunga mawar pink di setiap pohon dan berdiri berdampingan. Ada voice over dari pikiran mereka.
 

Yi Kyung: “Ji Hyun ah, Han Kang sangat sibuk bekerja dan seperti yang kau inginkan, ia menjadi teman yang baik untukku. Karena sifatmu yang  ceria dan hubunganmu dengan orang lain ketika kau bersamaku, aku bisa menyesuaikan diri dengan baik.
Kang: “Ji Hyun ah, walaupun kau telah meninggal, kau tetap hidup walaupun kau sudah tidak ada. Karena 49 harimu, aku hidup seperti hanya punya waktu 49 hari. Karena kita tidak tahu kapan kita akan meninggal, maka kita tidak bisa melakukan apapun. Karena 49 harimu aku melihat hal-hal berubah.”
Yi Kyung: “Disini terbaring dua orang yang mengubah hidup kita dan pergi dengan indah.”
Kang: “Karena perjalanan 49 hari yang kita lalui bersamanya.”
Yi Kyung: “Kita menjalani hidup, seperti ini hari terakhir kita dan menghargainya.”
Kang: “Ji Hyun, karena bertemu denganmu.”
Yi Kyung: “Yi Soo karena bertemu denganmu.”
Kang: “Aku bahagia.”
Yi Kyung: “Aku bahagia.”



Credits: www.dramabeans.com

0 comments:

Posting Komentar