Pages

13/05/11

GONG (JADE PALACE LOCKHEART) EPISODE 10


Kaisar menginterogasi Qing Chuan dan Selir Xi. Tiba-tiba Sun’Zi datang sambil membawa gambar yang dulu dibuat Qing Chuan untuk Selir Xi. Kaisar bertanya gambar apa ini. Selir Xi menjawab bahwa itu gambar kampung halaman Qing Chuan. Ia memintanya untuk mencarikan tempat itu. Ia tidak tahu apa-apa tentang gambar itu.
Kaisar bertanya apakah ia setan, apakah tempat itu sarangnya? Qing Chuan berusaha menjelaskan, tapi Kaisar tidak mau mendengarnya.
 

Di luar Yinreng, Yinsi dan beberapa pelayan serta kasim berlutut dan memohon agar Kaisar melepaskan Qing Chuan. Kaisar bertanya kenapa di luar begitu ribut, Kasim Li melaporkan permohonan mereka.
Kaisar marah, ia heran kenapa seorang pelayan rendahan bisa mempengaruhi banyak orang, sebenarnya ia tidak percaya kalau Qing Chuan itu setan, tapi melihat semua ini ia menjadi ragu.
 

Kaisar menyuruh Kasim Li untuk membawa Qing Chuan ke tempat hukuman. Besok siang, ia akan dihukum bakar. Para pengawal segera menyeret Qing Chuan pergi. Qing Chuan terus berteriak bahwa ia tidak bersalah dan ia bukan seorang penyihir.
 

Yinsi dan Yinreng melihat Qing Chuan diseret, mereka segera berlari ke arahnya. Kasim Li menahan mereka. Ia berkata bahwa ia hanya menjalankan perintah Kaisar, jadi ia memohon kedua pangeran mengganggu tugasnya. Ia menambahkan bahwa besok siang, Qing Chuan akan di hukum bakar.
 

Yinreng berkata bahwa mereka tidak bisa menghukum Qing Chuan karena surga akan marah pada mereka. Sedangkan Yinsi terlihat sangat terpukul, ia tidak bisa membiarkan Qing Chuan mati. Ia ingin menyelamatkannya. 
 

Consort De yang baru datang menasehatinya agar tidak sembrono dan meminta mereka untuk menyerahkan segalanya padanya. Walaupun ia tidak yakin bisa menolong Qing Chuan, itu akan lebih baik daripada berlutut seharian.
 

Consort De masuk ke istana Qian Qing, ia memberi salam pada Kaisar. Kaisar bertanya apakah Consort De datang untuk menggantikan Yinsi dan Yinreng memohon  ampunan untuk Qing Chuan? Consort De berkata kalau ia datang karena mengkhawatirkan kesehatan Kaisar. Ia menambahkan kalau Selir Xi sudah cukup lama berlutut, jadi sebaiknya Kaisar mengijinkannya kembali ke kamarnya.
Consort De menawarkan untuk mempersiapkan tempat tidur Kaisar agar ia segera beristirahat karena telah mengalami hari berat. Kaisar memberitahunya kalau ia tidak dapat tidur. Consort De menduga kalau ia mengkhawatirkan masalah Qing Chuan. Hubungannya dengan Yinreng baru saja diperbaiki, jika ia membunuh gadis yang disukainya, hubungan mereka akan memburuk kembali. Lagipula ia tidak begitu yakin kalau Qing Chuan adalah seorang penyihir. Mungkin ia bisa mempengaruhi banyak orang karena ia gadis yang baik dan ramah. Jika ia membunuh orang yang tidak bersalah, maka hatinya tidak akan tenang.
Kaisar berkata bahwa Yinreng terus memanggilnya Dewi. Itu sangat aneh. Consort De hanya menjawab, jika Qing Chuan seorang penyihir, ia pasti sudah melepaskan diri. Untuk apa ia menerima hukuman mati seperti ini.
 

Yintang dan Yin’e  datang ke kamar Yinsi. Yinsi bertanya pada mereka apakah Consort De berhasil membujuk Kaisar untuk mengampuni Qing Chuan? Yin’e berkata bahwa Kaisar tidak pernah menarik kembali perkataannya. Jika ia sudah membuat keputusan, maka ia akan melaksanakannya. Ia menambahkan kalau ia ingin menyelamatkan Qing Chuan
 

Yintang menyuruhnya untuk menenangkan dirinya dulu sebelum membuat keputusan itu. Yinsi berkata kalau mereka tidak tahu arti Qing Chuan baginya.
Yinsi: “Tanpa Qing Chuan, apa artinya aku hidup di dunia ini. Jika dengan sedikit keberuntungan, aku berhasil menyelamatkannya. Aku akan pergi bersamanya dan hidup sebagai orang biasa dengannya. Jika aku gagal, aku akan mati dengannya.”
 

Yintang bertanya apakah ia tidak akan menyesal. Yinsi menjawab bahwa ia tidak akan pernah menyesal. Yintang memberikan lencananya, menyuruhnya membawa pasukan pemanah istana supaya kesempatannya lebih besar. Jika ia tidak berhasil menyelamatkan Qing Chuan, ia akan berpura-pura kalau Yinsi mencuri lencana itu. Yinsi berterimakasih padanya.
 

Hukuman Qing Chuan pun dipersiapkan. Ia diikat disebuah tiang kayu dan sekelilingnya ditumpuk kayu dalam jumlah yang banyak. Ketika waktunya tiba, api pun dinyalakan. Qing Chuan berteriak-teriak minta diselamatkan. Tiba-tiba Yinsi datang. Mereka berkelahi dengan para pengawal dan mencoba menyelamatkan Qing Chuan. 
 
 
Yinsi berhasil membuka ikatan Qing Chuan, ketika mereka akan pergi, Kaisar datang. Ia ingin menarik keputusannya dan membiarkan Qing Chuan bekerja di istana Qian Qing. Kaisar marah melihat perbuatan Yinsi dan menyuruh Kasim Li untuk memasukkannya ke penjara. Yinsi berkata pada Kaisar kalau ia akan pergi sendiri kesana. Ia pun segera kembali ke istana Qian Qing dengan hati kecewa.
 

Yinreng sedang berdo’a. Ia memohon pada Tuhan agar menyelamatkan  Qing Chuan. Yinzhen datang menemuinya. Yinreng bertanya bagaimana keadaan Qing Chuan, Yinzhen hanya menjawab kalau Qing Chuan baik-baik saja. Asalkan Consort De turun tangan, maka semua masalah akan terselesaikan dengan baik.
Ia menambahkan kalau Kaisar menyuruh Qing Chuan untuk bekerja di istana Qian Qing. Yinreng ingin memohon pada Kaisar untuk menganugerahkan Qing Chuan padanya, tapi ia takut ia salah bicara lagi. Ia tidak mau kejadian kemarin terulang.. Yinreng bingung apa yang harus dilakukannya.
Yinzhen berkata kalau ia calon Kaisar. Jadi kalau ia sudah diangkat jadi Kaisar, ia bisa menikahi Qing Chuan.
Yinreng mengeluh kalau itu masih sangat lama dan ia tidak tahu apakah Qing Chuan akan bertahan selama itu, kecuali kalau ia segera jadi Kaisar. Yinzhen memperingatkannya kalau kata-katanya berbahaya. Bisa-bisa ia dituduh akan melakukan kudeta.
Yinreng berpikir ulang. Akhirnya ia memutuskan untuk belajar lebih keras sehingga ia bisa mempertahankan status Putra Mahkotanya dan dapat melindungi Qing Chuan.
 

Di istana Qian Qing, Qing Chuan sedang menyapu. Pelayan yang lain iri padanya karena ia diberi pekerjaan yang ringan. Merekapun menyuruh Qing Chuan untuk merebus sup awet muda untuk Kaisar, sedangkan mereka akan menggantikannya membersihkan ruangan ini.
Ketika Qing Chuan selesai merebus sup itu, ia segera kembali ke tempat itu dan mendapati kedua pelayan itu sedang tidur. Ia segera membangunkan mereka.
 

Kasim Li masuk untuk memeriksa pekerjaan mereka dan mendapati kalau ruangan itu masih kotor. Kedua pelayan itu segera merebut sup dari tangan Qing Chuan dan berkata kalau mereka sudah selesai merebusnya. Mereka berbohong kalau tadi Qing Chuan tidur dan tidak bekerja Qing Chuan mencoba membela diri, tapi mereka berkata kalau ia gadis yang mempunyai sifat buruk. Mereka telah bekerja disini selama bertahun-tahun dan tidak pernah melakukan kesalahan. Qing Chuan baru datang tapi ia sudah membuat masalah.
Kasim Li menghukum Qing Chuan, ia menyuruhnya untuk menjaga pintu dan tidak boleh masuk ke dalam sampai ia memberi ijin.
 

Saat Qing Chuan berdiri kepanasan, Su Yan datang menjenguknya. Ia khawatir akan keadaan Qing Chuan karena di istana Qian Qing, orang yang berkuasa (pelayan senior) biasanya  mempermainkan orang yang lebih lemah. Jadi ia harus kuat. Ia menambahkan kalau ia akan mencoba untuk menengoknya lagi dan beranjak pergi. Sayangnya Selir Xi ada dibelakang mereka. Ia terlihat tidak senang, ia memarahi Su Yan karena datang menemui Qing Chuan secara diam-diam. Ia berkata bahwa istana Ciu Xiu dan istana Qian Qing mempunyai peraturan sendiri-sendiri, jadi ia tidak perlu mencampuri urusan mereka.
 

Su Yan beralasan kalau ia hanya mengkhawatirkan Qing Chuan karena di istana Qian Qing ia dipermainkan oleh pelayan yang lain. Selir Xi semakin marah dan menamparnya, ia bertanya, “Tuanmu itu aku atau Qing Chuan?”. Qing Chuan berusaha menenangkan Selir Xi, tapi ia malah ditampar juga olehnya. Ia berkata kalau Qing Chuan telah melupakan tata krama, padahal ia baru beberapa hari meninggalkan istana Ciu Xiu.
 

Untung saja Consort De datang dan menenangkan Selir Xi. Ia berkata kalau istana Qian Qing adalah tempat Kaisar beristirahat, sebaiknya ia tidak membuat keributan. Selir Xi membantah, ia tahu kalau Kaisar belum kembali dari pertemuan dengan Menteri, jadi ia akan terus memukul kedua pelayan itu.
Consort De berkata, memang benar Kaisar belum kembali, tapi di istana ada begitu banyak orang dan gosip sangat cepat menyebar. Bagaimana kalau ia dicap sebagai wanita kasar yang suka menghukum pelayannya.
Selir Xi berkata kalau ia tidak akan memukul mereka karena takut tangannya terluka sehingga tidak bisa memijat Kaisar lagi. Ia menambahkan Jika ia punya banyak waktu luang seperti dirinya, ia pasti akan menjadi pelindung bagi para pelayan (mengejek karena Kaisar jarang datang ke tempatnya).
Fei Cui sebal padanya karena semakin hari semakin sombong. Tapi Consort De menyuruhnya untuk tidak memperdulikannya. Ia menasehati Qing Chuan dan Su Yan untuk berusaha keras melakukan semua pekerjaan dengan baik, sehingga tidak akan ada orang yang mempermainkan mereka. Sebelum pergi ia mulai batuk lagi.
 

Qing Chuan berpikir bahwa madu liar sudah tidak mempan, jadi mereka harus mengganti obatnya.. ia mengantarkan obat itu ke istana Yong He. Tapi Fei Cui menolaknya dan berkata Tabib istana sudah memberi obat. Qing Chuan heran kenapa Consort De menolak  obatnya.
Fei Cui mempersiapkan obat batuk untuk Consort De. Consort De enggan meminumnya karena obat itu tidak begitu manjur. Madu liar yang dibawa Qing Chuan kemarin lebih manjur, tetapi sekarang juga tidak berpengaruh lagi. Fei Cui bertanya kenapa ia tidak mau menerima obat dari Qing Chuan. Consort De menjawab kalau ia tidak mau tersangkut dalam masalah sedang sedang membelit Qing Chuan.
 

Tiba-tiba ia mencium bau yang dapat melegakan tenggorokannya. Ia pun keluar untuk mencaritahu bau apa itu. Ia heran kenapa setelah mencium bau tersebut, ia tidak ingin batuk lagi. Fei Cui berkata kalau obat herbal itu yang bisa menyembuhkan penyakitnya. Consort De tahu kalau Qing Chuan yang membuat rebusan itu untuknya. Tapi Qing Chuan bersembunyi karena takut kalau Consort De marah. Ia pun menyuruh Fei Cui memberitahu cara bertahan di istana Qian Qing.
 

Fei Cui: “Kerajaan ini milik Kaisar. Istana ini milik Kaisar. Jika Kaisar menyukaimu, maka dirimu adalah awan di langit. Jika Kaisar tidak menyukaimu, kau adalah lumpur ditanah. Ini adalah kesempatan yang langka untuk bisa melayani Kaisar. Seseorang akan menjadi awan atau lumpur tergantung pada uasahanya sendiri.”
Ia pun segera masuk kedalam kamarnya. Fei Cui berjanji untuk meminta resep itu pada tabib istana. Qing Chuan mengerti apa yang dikatakan Consort De. Ia pun mencari akal untuk menyenangkan Kaisar.
 

Hari itu sangat panas, Kaisar meminta pelayannya untuk mengipasinya dengan keras, tapi hasilnya adalah kertas-kertas di mejanya beterbangan. Qing Chuan datang mendekatinya, ia membawa semangkuk es dan mengipasi mangkuk itu sehingga udara dinginnya menyejukkan Kaisar.
 

Kaisar sedang berjalan- jalan dengan tandu. Ia berasa tidak enak karena, ia merasa organ dalamnya akan keluar karena goncangan tandu yang keras. Tiba-tiba Qing Chuan datang dan membawakan kursi roda. Kaisar pun mencobanya dengan gembira dan merasa lebih baik.
Kasim Li bertanya apakah tanaman yang dibawa Qing Chuan bisa membantu agar Kaisar bisa tidur dengan baik. Qing Chuan memastikannya.
 

Yinreng sedang belajar dan dikelilingi oleh para sarjana. Ia sudah membuat sebuah essay dan meminta mereka untuk menilainya. Para sarjana itu berkata kalau essaynya jelek. Yinreng bingung, ia ingin membuat Kaisar terkesan padanya. Para sarjana itu menasehatinya bahwa ia bisa belajar pelan-pelan. Selama ia mau kerja keras dan fokus, suatu saat nanti ia pasti bisa membuat essay bagus.
Ia tahu, tapi ia tidak punya banyak waktu, ia harus mempertahankan posisinya. Para sarjana itu menenangkannya, mereka sudah membuat sebuah essay yang bagus untuknya, ia tinggal menghafal saja. Yinreng membaca essay itu dan senang karena essay itu sangat bagus.
 

Ia meminta mereka untuk meninggalkannya karena ia ingin menghafal sendirian. Yinreng terus menghapal sampai tidak melihat kalau Yinzhen memperhatikannya. Secara tidak sengaja, essay itu terjatuh dan Yinzhen mengambilnya. Ia membacanya kemudian membawanya pergi.
 

Keesokan harinya, di depan ruang pertemuan, Yinreng menghapal lagi. Tiba-tiba ia lupa dan  mencari essay itu di kantung bajunya. Ia tidak menemukannya. Ia pun segera mencarinya di sekitar tempat itu. Long Ke Duo heran dengan apa yang dilakukannya. Yinreng memberitahunya untuk membantunya mencari. Long Ke Duo meminta bantuan menteri yang lain untuk membantu Yinreng.
Yinzhen yang baru datang heran melihat keributan ini dan bertanya apa yang sedang terjadi. Long Ke Duo bercerita kalau Yinreng kehilangan essay, jadi mereka membantunya mencari. Yinzhen juga pura-pura mencari. Ia menjatuhkan essay yang telah diubahnya. Seorang menteri menemukan essay itu dan berteriak kalau ia sudah menemukannya. Yinreng membacanya sekilas dan memastikan kalau essay itu miliknya. Yinreng mulai menghapal lagi.
 

Pertemuan pun dimulai. Setelah pembahasan tentang masalah negara selesai, Yinreng maju dan berkata pada Kaisar  kalau ia telah mengarang sebuah essay dan ingin Kaisar mendengarkannya. Ia pun mulai membaca essaynya tanpa sadar kalau bagian tengahnya telah diubah menjadi aneh. Kaisar marah mendengar essay yang tidak bermutu itu. Ia menghukum Yinreng untuk menyalin catatan sejarah sebanyak 10 kali. Yinzhen tersenyum sinis.  Yinreng mengeluh, apapun yang dilakukannya tidak pernah benar.
Yinzhen mendekatinya dan menawarkan untuk membantunya menyalin catatan sejarah itu. Yinreng bertanya apakah essaynya begitu buruk, Yinzhen tidak dapat menjawab, ia hanya tersenyum. Yinreng semakin lemas.
Kaisar mengeluh kenapa semua putranya tidak dapat diandalkan. Ia bertanya pada Kasim Li kenapa semuanya begitu. Kasim Li hanya menjawab kalau ia tidak mengetahui karakter dari pangeran-pangeran itu. Kaisar berkata bahwa sebenarnya ia berharap pada Yinsi, tapi ia terlalu impulsif. Ia bertanya-tanya apa yang sedang ia lakukan di Departemen Urusan Dalam. Ia pun ingin mengunjunginya.
 

Di Departemen Urusan dalam, Yinsi sedang berjudi dengan pengawal penjara. Seorang pengawal heran kenapa ia tidak mau mengambil uang mereka jika menang, tetapi jika kalah ia akan memberikan sesuatu miliknya, itu taruhan yang tidak adil. Yinsi hanya  berkata bahwa ia meminta mereka melakukan sesuatu untuknya jika mereka kalah. Mereka terus berjudi. Ketika ia sudah  tidak punya apapun untuk dipertaruhkan, seorang pengawal bercanda kalau mereka bisa terus berjudi asalkan ia berjanji kalau ia jadi putra mahkota, ia akan menjadikan mereka perwira. Yinsi berjanji akan memjadikan mereka perwira yang berkedudukan tinggi. Ia tidak tahu kalau Kaisar ada dibelakangnya. Kaisar sangat marah karena ia membuat taruhan dengan jabatan. Bagaimana ia bisa bertanggungjawab sebagai Putra Mahkota.
 

Kaisar sangat kecewa karena semua putranya tidak berguna. Kasim Li mencoba menenangkannya. Tapi Kaisar malah semakin marah, ia membuat keputusan kalau Yinsi akan dihukum mati dalam waktu 3 hari.
 

Di istana Qian Qing Kasim Li memperingatkan semua pelayan kalau mood Kaisar sedang buruk. Qing Chuan berjalan keluar sambil berpikir apa yang akan dilakukannya, karena Kaisar akan menghukum mati Yinsi. Walaupun ia tidak begitu menyukainya, tapi ia berhutang nyawa padanya. Ia jadi bingung. Tiba-tiba seorang pengawal datang, ia bertanya apakah ia Qing Chuan, Qing Chuan membenarkannya. Ia berkata kalau ia sudah membawakan air untuknya. Qing Chuan bertanya kenapa ia melakukan itu. Pengawal itu hanya berkata kalu ia kalah bertaruh dengan Yinsi, jadi ia harus membantu pekerjaannya. Ia pun segera pergi karena takut ketahuan.
 

Qing Chuan berjalan lagi. Ia semakin bingung, tidak mengerti maksud pengawal itu. Tiba-tiba seorang pengawal datang dan berkata bahwa ia sudah mengerjakan tugas Qing Chuan. Ia juga menjelaskan kalau di penjara, Yinsi bertaruh dengan para pengawal, jika ia kalah maka ia akan memberikan barang miliknya, jika ia menang maka yang kalah harus membantu pekerjaan Qing Chuan. So sweet....tapi bodoh ya.
Qing Chuan terkesima dan tersentuh setelah tahu kalau Yinsi membuat marah Kaisar karena ingin membantunya. Ia semakin bingung bagaimana cara menolong Yinsi karena Selir Xi marah padanya.
 

Consort De sedang berdo’a di kuil, tiba-tiba Kaisar datang dan ikut berdo’a bersamanya. Consort De bertanya apa yang terjadi padanya. Kaisar bercerita kalau ia telah memutuskan untuk menghukum mati Yinsi. Consort De kaget. Kaisar menjelaskan kalau Yinsi mempermainkan jabatan untuk berjudi. Ia bertanya kenapa Consort De tidak berkomentar?
Consort De: “Jika aku menjawab bahwa keputusan Kaisar benar, berarti aku mendorong Kaisar untuk menghukum matinya. Tapi aku adalah ibunya yang melihatnya tumbuh sejak kecil, aku tidak akan tahan melihatnya dihukum mati. Jika aku berkata kalau keputusan Kaisar salah, maka aku akan menyalahi peraturan.”
 

Kaisar hanya mendesah. Ia merasa bingung. Consort De memintanya untuk memberi kelonggaran pada Yinsi. Ia tahu kalau Kaisar marah dan merasa tersiksa, tapi ia akan semakin marah dan tersiksa jika ia menghukum mati Yinsi. Kaisar tidak bisa karena ia akan melanggar peraturan.
Consort De berusaha melunakkan hatinya. Ia memintanya untuk memberi kesempatan sekali lagi pada Yinsi. Karena Consort Liang, ibunya hanya punya seorang putra. Consort Liang sudah berjanji kalau ia tidak akan pernah keluar dari istana Cheng Qian sepanjang hidupnya. Apakah Kaisar akan membunuh putranya dan menghapus semua kenangan dengannya. Kaisar berkata bahwa ia tidak akan mengubah keputusannya. Siapapun yang memohon padanya akan dihukum mati bersama Yinsi. Consort De mendesah, ia sudah berusaha semampunya, tapi ia tidak dapat mengubah keputusan Kaisar. Ia pun kembali berdo’a untuk keselamatan Yinsi.

0 comments:

Posting Komentar