Pages

20/05/11

GONG (JADE PALACE LOCKHEART) EPISODE 11


Kaisar menemui Consort De di kuil. Ia sangat sedih karena ia harus menghukum mati Yinsi. Consort De berusaha untuk membujuknya supaya ia mencabut hukumannya. Tapi Kaisar tetap keras kepala, ia harus mengikuti peraturan, walaupun akan menyakiti hatinya.
 

Qing Chuan sedang bingung mencari cara untuk menyelamatkan Yinsi. Akhirnya ia pergi ke istana Yong He untuk memohon pada Consort De supaya menyelamatkan Yinsi. Consort De memberitahunya bahwa ia juga sudah berusaha, tapi Kaisar tidak mau merubah keputusannya. Ia menyarankan pada Qing Chuan supaya  pergi ke istana Cheng Qian, untuk memohon pada Consort Liang, ibu kandung Yinsi, supaya membantunya.
 

Fei Cui bertanya pada Consort De, bukankah Consort Liang sudah berjanji untuk tidak keluar dari istana Cheng Qian seumur hidupnya. Consort De hanya berharap, kalau situasinya sangat mendesak, mungkin ia mau keluar dan memohon  pada Kaisar. Fei Cui masih khawatir, karena Kaisar sangat membenci Consort Liang, bisa-bisa Kaisar malah tambah marah.
 

Consort De: “Hidup dan mati seseorang tergantung surga, seperti hidup kita. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada hidup kita. Apakah Kaisar akan melepaskan Yinsi atau semakin bernafsu menghukumnya, semua tergantung pada takdir Yinsi.”
 

Qing Chuan pergi ke istana Cheng Qian. Istana itu kotor dan mengerikan. Seperti tidak berpenghuni. Ketika ia membuka pintu, ada segerombolan kelelawar yang keluar dari dalam istana. Qing Chuan jadi tambah takut.
 
 
Ia memanggil apakah ada seseorang didalam istana. Tapi tidak ada jawaban. Ia terus masuk, akhirnya ada seseorang yang menjawabnya. Qing Chuan berkata bahwa ia mencari Consort Liang. Orang itu bertanya untuk apa ia mencari Consort Liang, sebelum sempat menjawab, orang itu menyuruh Qing Chuan membantunya melakukan beberapa pekerjaan.
 

Setelah menyelesaikan pekerjaannya, orang itu bertanya apa yang diinginkan Qing Chuan.
Qing Chuan: “Kaisar akan menghukum mati Yinsi. Tolong pertemukan aku dengan Consort Liang.”
Orang itu hanya berkata kalau Yinsi sangat nakal sejak kecil, sehingga banyak menyusahkannya . Jika ia dihukum mati, ,itu akan jadi balas dendam baginya. Qing Chuan berkata kalau saat itu Yinsi masih kecil, ia mau menggantikan Yinsi menerima  balas dendam darinya asalkan ia mau membantunya.
Orang itu heran kenapa Qing Chuan sangat ingin membantu Yinsi, ia bertanya apakah Qing Chuan menyukainya. Qing Chuan membantahnya, ia hanya ingin membantu saja. Orang itu berkata kalau seseorang akan menghargai sesuatu setelah ia kehilangannya. Ia menambahkan bahwa Qing Chuan tidak perlu bertemu Consort Liang, tetapi ia harus membuat Kaisar masuk ke istana Chen Qian. Dengan begitu ia yakin Yinsi akan selamat.
 

Di luar istana, Qing Chuan sangat bingung. Bagaimana ia bisa membuat Kaisar datang ke istana ini. Tiba-tiba ia melihat semut yang berjalan beriringan, ia pun dapat ide.
 

Kasim Li memberitahu Kaisar kalau ada fenomena aneh. Di luar tembok istana Chen Qian, ada semut yang berjajar membentuk gambar naga. Kaisar tidak percaya, mungkin itu hanya akal-akalan orang saja. Qing Chuan berkeras agar Kaisar melihatnya, siapa tahu itu pesan dari langit untuknya. Paling tidak Kaisar datang untuk menenangkan orang-orang yang ada di istana Chen Qian. Akhirnya Kaisar setuju untuk melihat gambar itu.
 

Di luar tembok istana Chen Qian banyak orang yang berkumpul. Mereka kagum melihat semut yang berjajar itu. Kaisar melihatnya, ia memeriksanya dan berkata bahwa itu adalah perbuatan seseorang. Ia melihat ada madu di bawah semut-semut itu. Ketika akan pergi, ada kertas yang terbang dari dalam istana, ia melihat gerbang istana Chen Qian dan tampak ragu-ragu. Akhirnya ia masuk ke dalam istana. 
 

Didalam istana banyak terdapat kertas yang sedang dijemur. Orang yang menemui Qing Chuan semalam menyambut Kaisar, ternyata ia adalah Consort Liang. Consort Liang menyuruhnya untuk meminum teh buatannya. Kaisar menuduhnya membuat gambar naga dengan semut itu. Consort Liang berkata kalau ia sudah berjanji tidak akan keluar, jadi tidak mungkin ia melakukannya.
 

Kaisar melihat kertas yang dibuat oleh Consort Liang dan memujinya kalau kertas buatannya sangat bagus. Consort Liang bertanya apakah Kaisar akan menghukum mati Yinsi. Ia meminta Kaisar menyelidiki masalah ini lagi, ia takut jika Kaisar terlanjur menghukum mati Yinsi dan ternyata semua hanya salah paham, Kaisar akan menyesal karena orang yang mati tidak dapat hidup lagi. 
 

Kaisar bertanya apakah ia begitu mengenal putranya, sampai memintanya untuk menyelidiki ulang. Consort Liang mengaku kalau ia tidak melihat Yinsi tumbuh, tapi ia mengenal Kaisar dengan baik. Kaisar adalah orang orang yang adil dalam pemerintahan, tetapi ketika mengurusi masalah keluarga ia sedikit tidak rasional. Kaisar menjadi marah mendengar perkataannya. Ia pun segera pergi dari tempat itu.
 

Qing Chuan bertanya pada Kasim Li apakah Kaisar  sudah keluar atau belum. Kasim Li bercerita kalau Kaisar sudah berjam-jam berada di kamarnya dan tidak mau makan. Qing Chuan menawarkan diri untuk mengantarkan makanan pada Kaisar, kalau Kaisar marah, paling yang dihukum mati adalah Qing Chuan, tapi kalau Kaisar sakit yang disalahkan adalah Kasim Li. Kasim Li pun memperbolehkannya masuk.
 

Ketika Qing Chuan masuk, Kaisar mengusirnya, tapi Qing Chuan tetap nekat mendekatinya. Ia berkata bahwa Kaisar adalah seorang manusia, yang tidak akan membunuh seseorang karena hasratnya saja dan ia yakin Kaisar memperhatikan pendapat orang lain. Ia menambahkan bahwa ia datang karena mengkhawatirkan kesehatan Kaisar. Kaisar pun memakan daging panggang yang dibawa Qing Chuan.
 

Setelah selesai makan, Kaisar menduga kalau hubungannya dengan Yinsi sudah begitu serius, karena ia rela mengorbankan nyawanya untuk menolong Yinsi. Kaisar tahu kalau yang membuat gambar naga dengan semut itu Qing Chuan, karena madu yang digunakannya hanya ada di istana Qian Qing. Qing Chuan memohon maaf pada Kaisar.
Kaisar: “Menjadi setia kepada seseorang..... untuk hidup dan mati untuk seseorang adalah hal yang menyenangkan. Tidak semua orang bisa melakukannya.”
Kaisar pun menyuruh Qing Chuan pergi.
 

Di luar, Qing Chuan bertanya pada Kasim Li apakah Kaisar akan merubah keputusannya? Kasim Li hanya mendesah, semua tergantung langit, mereka tidak bisa memprediksinya. Bahkan seekor harimau tidak akan memakan anaknya. Ia pun menyuruh Qing Chuan beristirahat. Tapi Qing Chuan ingin menunggu di depan kamar Kaisar, siapa tahu ia akan berubah pikiran.
 

Paginya, Qing Chuan terbangun, ia bertanya  pada seorang pengawal, apakah Kaisar sudah keluar. Pengawal itu berkata kalau Kaisar sudah pergi ke pengadilan pagi-pagi sekali. Qing Chuan panik, karena hari ini adalah hari eksekusi Yinsi, ia takut kalau Yinsi sudah dihukum mati. Ia pun berlari ke penjara. Di sana ia diberitahu oleh seorang pengawal kalau Yinsi sudah dibawa pergi pagi-pagi sekali. Qing Chuan lemas, ia mengira kalau Yinsi sudah dihukum mati.
 

Disebuah paviliun, Qing Chuan membakar uang kertas, ia menangis dan meminta maaf pada Yinsi.
 

Seorang pelayan melihatnya dan memarahinya. Di istana dilarang untuk membakar uang kertas kecuali untuk Aisin Goro, pendiri dinasti Qing. Ia pun menyeret Qing Chuan untuk dibawa ke kantor Kepala Istana.
 
 
Tiba-tiba Yinsi datang dan menghentikan mereka. Qing Chuan dan pelayan itu kaget, mereka mengira kalau mereka bertemu dengan hantu.
 

Pelayan itu segera menggunakan kesempatan ini untuk mengadu. Ia berkata pada Yinsi kalau Qing Chuan membakar uang kertas di paviliun. Yinsi hanya menatapnya dengan galak. Pelayan itu ketakutan. Yinsi menghukumnya dan melarangnya berhenti sampai ia memerintahkannya.
 

Yinsi berjalan mendekati Qing Chuan yang masih terlihat ketakutan dengan senyum yang lebar. Yinsi meletakkan tangan Qing Chuan ke pipinya dan bertanya, “Menurutmu aku manusia atau hantu?”
 

Qing Chuan memegang pipinya, kemudian mencubitnya. Dengan tersenyum ia menjawab, “Kau manusia.”
 

Yinsi memeluknya dengan gembira. Qing Chuan merasa risih karena banyak orang yang melihat mereka. Yinsi tetap cuek dan berkata bahwa Qing Chuan adalah miliknya.
 

Ia pun mengumumkan pada pelayan dan kasim yang ada disana bahwa mulai hari ini Qing Chuan adalah miliknya. Orang yang mengganggu Qing Chuan sama saja mengganggu dirinya. Ia menarik tangan Qing Chuan dan membawanya ke suatu tempat.
 

Ternyata Yinsi mengajak Qing Chuan bertemu dengan Kaisar. Mereka berlutut dan memberi salam. Yinsi meminta maaf, karena telah membuat kesalahan itu. Kaisar telah memaafkannya. Ia malah tersentuh dengan perbuatan keduanya.
 

Kaisar: “Sangat sulit untuk menemukan orang yang kau sukai dan menyukaimu.Qing Chuan, walaupun statusmu tidak pantas untuk dijodohkan dengan Yinsi, tapi melihat pengalaman hidup kalian, hidup dan mati bersama. Tetap bersama dalam senang dan susah, membuatku membuat pengecualian. Kau akan menjadi istri yang baik setelah menikah dan jangan sampai kalah dengan istri pangeran yang lain.”
 

Yinsi membungkuk berterimaksih dan menyuruh Qing Chuan mengatakan sesuatu.
 

Qing Chuan: “Yang Mulia, hamba tidak ingin menikahi pangeran ke delapan. Hamba merasa, yang paling penting dalam hubungan percintaan adalah kebersamaan. Pangeran ke delapan dan hamba baru saja bertemu, kami belum banyak berinteraksi, membiarkan cinta tumbuh dengan sendirinya. Walaupun hamba sangat berterimakasih, hamba mohon Yang Mulia menarik perintah ini.”
Kaisar bertanya jika ia tidak menyukai Yinsi, kenapa ia menolongnya. Qing Chuan memberitahu Kaisar kalau Yinsi pernah menolong nyawanya, jadi sekarang ia membayar hutang budinya. Kaisar bertanya apakah ia menyukai orang lain.
Qing Chuan: “Tidak, tapi hamba merasa, jika dua orang ingin bersama selama hidupnya, maka harus ada waktu untuk belajar saling mengerti. Jika dua orang bisa saling mengerti dan menghargai, maka dua orang itu akan bisa hidup bersama selamanya. Jika tidak, akan menimbulkan rasa sakit satu sama lain.”
 

Kaisar setuju dengan pendapatnya dan mengabulkan permintaannya. Yinsi menatapnya dengan marah. Ia merasa sakit hati karena telah ditolak Qing Chuan. Ia pun pergi tanpa mengucapkan satu katapun.
 

Consort De sedang berjalan dengan selir-selir yang lain. Mereka sedang dalam mood yang baik. Tanpa sengaja mereka melihat Selir Xi sedang duduk sendirian di sebuah paviliun. Salah seorang selir mengejeknya karena Kaisar sudah lama tidak pergi ke tempatnya
 

Selir Xi marah mendengar mereka mengolok-oloknya. Ia berkata kalau Kaisar sering ke tempat Consort De, bukan berarti karena Kaisar menyukainya. Ia menambahkan bahwa Yinsi telah dibebaskan dan itu bukan karena Consort De, tetapi karena bujukan Consort Liang. Consort De hanya menjawab, kalau mereka membicarakan hubungan antara Kaisar dengan Consort Liang maka akan membutuhkan waktu 3 hari.
Selir Xi berkata dengan kasar, kalau Consort De selalu meniru Consort Liang, makanya Kaisar menyukainya.
Selir Xi: “Aku bertanya-tanya siapa yang dipikirkan Kaisar ketika melihatmu setiap hari.”
Selir yang lain marah mendengar kata-kata kasar Selir Xi. Consort De menenangkan mereka.
Consort De: “Aku akan berterimakasih pada surga karena diberikan wajah yang mirip dengan Consort Liang, yang membuatku disukai oleh Kaisar dalam waktu lama. Bagiku tidak penting siapa yang dipikirkan Kaisar. Yang penting adalah siapa yang bisa membuat Kaisar senang setelah bekerja seharian.”
Selir yang lain setuju dengan perkataan Consort De. Consort De berkata kalau ia sudah bosan dan ingin kembali ke kediamannya.
 

Yinsi duduk sendirian. Ia masih marah dan sedih karena ditolak oleh Qing Chuan. Yintang dan Yin’e datang. Mereka gembira karena Yinsi sudah dibebaskan, tapi Yinsi mengusir mereka karena ia ingin sendirian.
Setelah saudaranya pergi, Yinsi kembali merenung. Ia tidak melihat rombongan Consort De yang mendekatinya.
 

Fei Cui memanggilnya, Yinsi mengira ia hanya pelayan biasa, ia pun membentaknya. Ketika menoleh, ia melihat Consort De. Yinsi segera berlutut, memberi salam dan meminta maaf karena ia kasar.
Consort De memberinya barang-barang yang bisa mengusir ketidak beruntungan. Fei Cui mengajarinya memakai barang-barang tersebut. Yinsi berterimakasih pada Consort De. Consort De pun pergi.
 

Yinsi masih berdiri dengan ragu-ragu. Ia pun  memanggil Consort De, ia ingin bertanya sesuatu.
Yinsi: “Jika kau menyukai seseorang tetapi orang itu tidak menyukaimu, apa yang harus kau lakukan?”
Consort De: “Sebuah kitab mengatakan, akan sangat menyakitkan jika kamu mencari sesuatu yang tidak mungkin kaumiliki. Tapi tidak bisa memiliki sesuatu itu bukan berarti kau menyerah. Jika kau menyerah, maka tidak akan tertinggal apapun. Tapi jika kau terus berusaha, mungkin akan ada harapan.”
Yinsi berterimakasih pada Consort De.
 

Kaisar sedang berdoa di kuil. Consort De datang dan mendekatinya. Ia berkata bahwa di luar, mereka hidup dengan derajat yang tinggi, semua mata memandang padanya, jadi ia tidak bisa membuat kesalahan sedikitpun. Tapi jika kita dihadapan Tuhan, kita menjadi tidak berarti. Jika terjadi sesuatu, mereka tinggal berdoa dan memohon munculnya keajaiban.
Kaisar mengeluh, ia mempunyai banyak putra tapi tidak tahu bagaimana berinteraksi dengan mereka. Apalagi sekarang banyak rumor yang menyerang Yinreng. Ia merasa sangat sedih.
Consort De berkata bahwa Yinreng anak yang baik hati, tetapi ia kurang berusaha. Mungkin dengan adanya rumor itu, ia akan belajar lebih banyak sehingga menjadi manusia yang lebih baik. Ia menambahkan bahwa segala sesuatu itu ada sisi positif dan negatifnya. Kaisar memujinya, jika ia sering berdoa, mungkin ia akan sebijaksana Consort De.
 

Di kalangan pelayan tersebar gosip bahwa Qing Chuan menolak Yinsi, bahkan menolak perjodohan dari Kaisar. Qing Chuan heran, kenapa mereka sudah tahu beritanya, ternyata gosip di istana sama cepatnya dengan gosip di internet.
 

Secara tak sengaja Qing Chuan bertemu dengan Yinsi. Ia merasa canggung, maka ia ingin segera pergi.
Tapi Yinsi menghentikannya. Ia memberitahu Qing Chuan bahwa ia telah memutuskan untuk bergaul dan menghabiskan waktu lebih banyak bersama Qing Chuan. Ia menambahkan bahwa ia sudah bertanya pada Kasim Li bahwa besok malam ia tidak punya pekerjaan, jadi ia akan menunggunya di taman istana setelah matahari tenggelam. Ia akan menunggunya sampai Qing Chuan datang. Ia pun segera pergi.
 

Qing Chuan berteriak padanya kalau ia belum menjawab, tapi Yinsi terlanjur pergi. Beberapa pelayan mencelanya. Qing Chuan sudah tak tahan lagi. Ia pun memarahi mereka dan mengejarnya.
 

Besok malamnya, hujan turun dengan deras. Qing Chuan sedang berada di tempat tidurnya. Ia memikirkan perkataan Yinsi kemarin. Ia berpikir bahwa Yinsi tidak akan datang karena hujannya terlalu deras. Tapi hatinya merasa was-was, jangan-jangan Yinsi akan menyalahkannya jika ia jatuh sakit.
 

Ia segera pergi ke taman istana dengan membawa payung. Ia melihat Yinsi sedang menunggunya dalam hujan. Ia bertanya kenapa Yinsi tidak membawa payung. Yinsi menjawab bahwa ketika ia datang, hujan belum turun, ketika hujan turun, ia tidak berani pergi, karena takut Qing Chuan tidak dapat menemukannya. Ia memarahinya karena terlambat datang dan membuatnya menunggu dalam hujan selama 4 jam.
 

Qing Chuan berusaha menenangkannya dan memayunginya. Yinsi bertanya apa yang akan mereka lakukan sekarang. Qing Chuan mengusulkan agar mereka kembali ke kamar masing-masing saja. Yinsi memarahinya, ia sudah menunggu lama dan akhirnya hanya pulang begitu saja.
 

Qing Chuan berkata bahwa pria dan wanita di tengah malam begini......belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Yinsi sudah mendekatkan wajahnya dan berkata “Banyak hal yang bisa dikerjakan pria dan wanita bersama.” Qing Chuan jadi grogi.Yinsi segera menarik wajahnya menjauh dan berkata bahwa ia bukan laki-laki seperti itu. Ia hanya ingin mengajak Qing Chuan makan malam.
 

Yinsi mengakjak Qing Chuan ke dapur istana. Ia sudah membawa kuncinya. Mereka segera masuk. Yinsi langsung memakan makanan yang ada di meja dan menyuruh Qing Chuan makan juga. Ini mah bukan makan malam romantis, tapi kaya anak-anak nyolong makanan di dapur.
 

Seorang penjaga menemukan pintu dapur terbuka, ia pun segera menguncinya kembali. Yinsi dan Qing Chuan yang ada didalamnya bingung. Mereka berteriak-teriak supaya penjaga itu membukanya kembali. Tapi tidak ada yang mendengar teriakan mereka.
 

Yinsi menyarankan agar mereka bermalam disini dan keluar besok pagi. Ia pun melepaskan pakaian luarnya. Ia tidak nyaman memakainya karena pakaian itu basah. Qing Chuan berkata seharusnya ia tidak sembarangan melepaskan bajunya dihadapan seorang wanita. Yinsi tidak peduli, ia mendekati Qing Chuan , “Untuk apa, kau kan milikku.”
 

Qing Chuan: “Aku bukan milikmu.”
Yinsi menciumnya menyuruhnya mengatakan lagi.
Qing Chuan: “Aku bukan milikmu!”
Yinsi menciumnya lagi. Qing Chuan menyerah.
 

Qing Chuan: “Aku milikmu.”
Yinsi tertawa, akhirnya ia tahu cara untuk menundukkannya. Qing Chuan cemberut. Tiba-tiba Yinsi merasa pusing. Ia bersin-bersin, kelihatannya ia terkena flu, Qing Chuan pun kebingungan, karena mereka terkunci. Bagaimana ia bisa meminta pertolongan.


0 comments:

Posting Komentar