Pages

30/05/11

GONG (JADE PALACE LOCKHEART) EPISODE 12


Ketika mereka terkunci di dapur, Yinsi mulai melepaskan bajunya yang basah. Qing Chuan menarahinya,karena bagaimanapun ia seorang gadis, masak ia buka baju dengan santainya di hadapannya. Yinsi tidak peduli, toh Qing Chuan adalah miliknya, jadi buat apa ia harus merasa malu.
Yinsi menggoda Qing Chuan dan menciumnya. Setelah Qing Chuan berkata bahwa ia miliknya, Yinsi baru menghentikan ciumannya.

Tiba-tiba ia merasa pusing. Ia duduk dilantai. Qing Chuan memeriksa dahinya dan panik karena Yinsi demam. Ia bingung karena dapur terkunci dan ia tidak bisa mencari bantuan.

Qing Chuan menyelimuti Yinsi dan memeluknya supaya ia merasa hangat. Karena kelelahan ia ikut tertidur.

Paginya, Qing Chuan terbangun. Ia segera memeriksa Yinsi dan merasa lega ketika tahu kalau demamnya sudah turun. Yinsi juga mulai bangun. Qing Chuan bertanya apakah ia merasa lebih baik sekarang. Yinsi tidak ingat apa yang terjadi semalam, ia bingung kenapa ia ada di dapur.

Qing Chuan membantu Yinsi berdiri dan memakai baju. Tiba-tiba pintu dapur terbuka dan sekelompok kasim masuk, mereka tertegun saat melihat Qing Chuan yang sedang memakaikan baju Yinsi.. Qing Chuan berusaha menjelaskan pada mereka dan meminta Yinsi untuk membantunya.

Yinsi malah berteriak, “Apa yang kalian lihat! Jika kalian terus melihat, aku akan mencongkel mata kalian.”
Qing Chuan memarahi Yinsi, kenapa ia mengancam mereka. Yinsi menjawab kalau mereka pelayannya, kenapa ia harus menjelaskan pada mereka.

Gosip begitu cepat menyebar. Ketika Qing Chuan berjalan di lorong istana, semua pelayan dan kasim menghormat padanya. Qing Chuan menjadi  heran.

Tiba-tiba seorang pelayan memanggilnya, Ba Fujin (istri pangeran ke delapan). Qing Chuan menjelaskan kalau ia bukan istri Yinsi. Pelayan itu tidak mau mendengarkannya, ia bertanya bagaimana caranya bisa menarik perhatian lelaki. Qing Chuan berkata kalau ia tidak bisa membantunya, ia pun segera berlari, pelayan itu mengejarnya dan terus memanggilnya, “Ba Fujin! Ba Fujin!”. Qing Chuan bersembunyi dan berhasil lolos dari kejaran pelayan itu. Ketika ia akan pergi, serombongan pelayan lain mengejarnya.

Di istana Chiu Xiu, Selir Xi bertanya pada pelayannya apakah Yinreng menolak semua hadiahnya. Pelayannya menjawab kalau Yinreng sekarang tidak mau menerima hadiah maupun bertemu dengan seseorang jika tidak ada alasan yang penting. Selir Xi kesal, sekarang Yinsi sedang tidak disukai Kaisar, sedangkan Kaisar sudah jarang datang dan Yinreng menolak hadiahnya.
Xin Lian mengusulkan agar selir Xi memberikannya pada Yinreng karena Yinreng suka dengan gadis cantik. Selir Xi melihatnya dengan pandangan tidak percaya. Ia bertanya pada Xin Lian sudah berapa lama ia bekerja disini. Xin Lian menjawab bahwa ia sudah bekerja selama 6 bulan.
Selir Xi berkata kalau selama 6 bulan itu, setiap Kaisar mengunjunginya, ia tidak pernah sekali pun melirik Xin Lian. Itu berarti, Xin Lian tidak cantik. Selir Xi bertambah kesal dan menyuruh mereka semua pergi.

Xin Lian masih berpikir kalau ia bisa menggoda Yinreng. Pelayan yang lain menyuruhnya untuk pergi ke tempat Yinreng dan mencobanya.

Yinreng sedang berada dikamarnya, ia melihat lukisan wajah Qing Chuan yang baru selesai dibuat. Xin Lian datang menemuinya beralasan kalau ia datang untuk melayaninya. Yinreng tidak mau dan menuduhnya mencoba menggodanya.
Xin Lian mencoba merayunya lagi, tapi Yinreng berkata kalau hatinya hanya untuk Dewi. Ia kemudian menunjukkan lukisan Qing Chuan pada Xin Lian. Tentu saja Xin Lian mengenalinya, ia pun memberitahu Yinreng kalau Qing Chuan itu adalah teman baiknya.

Yinreng sangat senang, ia meminta Xin Lian untuk menyampaikan pesan padanya. Xin Lian berkata kalau ia bisa mempertemukan Yinreng dengan Qing Chuan asalkan ia memberinya uang 100 tael dan mengijinkannya keluar dari istana lebih cepat. Yinreng pun setuju. Xin Lian berjanji akan membawa Qing Chuan malam ini.
Xin Lian menemui Qing Chuan dan memberitahunya kalau ia sedang ualng tahun dan ingin merayakannya dengannya. Qing Chuan heran kenapa ia hanya mengundangnya? Xin Lian bercerita kalau sekarang Selir Xi sangat menakutkan, ia sering memukul atau memarahi para pelayan. Sekarang pelayan-palayan yang lain sedang tidur, ia tak tega membangunkan mereka.

Qing Chuan menghiburnya. Merekapun merayakan ulang tahun Xin Lian dengan minum arak. Akhirnya Qing Chuan pingsan karena mabuk.
Di saat yang sama, Yinreng gelisah karena Qing Chuan belum datang. Xin Lian datang sambil membawa Qing Chuan yang sedang mabuk. Yinreng heran kenapa Qing Chuan sampai mabuk begitu. Xin Lian berbohong bahwa Qing Chuan begitu senang akan bertemu dengannya, jadi ia minum beberapa gelas arak.

Sebelum menyerahkan Qing Chuan, Xin Lian menyuruh Yinreng untuk menandatangani surat perjanjian pemberian hadiah. Xin Lian takut Yinreng akan melupakannya. Yinreng segera menandatanganinya, Xin Lian sangat senang karena ia akan kaya. Qing Chuan yang mabuk, muntah dan mengenai surat perjanjian itu. Xin Lian jadi panik , tapi Yinreng menyuruhnya pergi.

Yinreng membantu Qing Chuan duduk, sambil menggerutu, “Kenapa kau minum arak jika kau tidak kuat meminumnya.”

Qing Chuan tiba-tiba terbangun dan mengajaknya menari. Setelah menuruti Qing Chuan, Yinreng berusaha membawanya ketempat tidur dan membaringkannya disana. Yinreng ikut berbaring dan menutup kelambu.

Paginya, Qing Chuan terbangun, ia kaget melihat Yinreng ada disampingnya. Ia panik dan segera memastikan pakaiannya, apakah tidak ada yang terbuka. Ia lega ketika semuanya baik-baik saja. Ketika turun dari tempat tidur, matanya terpaku melihat sebuah baju yang mirip bajunya ada di meja. Ia sadar kalau ada yang mengganti bajunya. Ia takut jangan-jangan semalam ia melakukan sesuatu dengan Yinreng. Ia menduga kalau Xin Lianlah yang ada dibalik semua ini.


Ia pun segera mencarinya. Ketika Xin Lian melihatnya, ia segera melarikan diri. Qing Chuan mengejarnya, tapi malah bertemu dengan Yinsi dan saudara-saudaranya. Yinsi memberinya sebuah gelang. Yinthang memberitahunya kalau gelang tersebut terbuat dari sandalwood yang khusus di pesan oleh Yinsi yang mempunyai efek menenangkan.


Qing Chuan berterimakasih dan segera pergi untuk mencari Xin Lian lagi, tapi Yinsi menghentikannya dan mengajaknya berjalan-jalan di taman. 


Di tengah jalan mereka bertemu dengan serombongan kasim. Salah satunya langsung berlutut dihadapan Yinsi. Qing Chuan heran kenapa kasim itu begitu gemetar. Yin’e bercerita kalau kasim itu, Xiao Yuan Zi,  dulu kasim pribadi Yinsi tetapi kemudian mengkhianatinya dengan memberikan sebuah manuskrip pada pangeran pertama. Xiao Yuan Zi memohon pada Yinsi untuk memaafkannya.
Qing Chuan berpikir, “Hanya membuat salinan manuskrip saja membuatnya jadi begini, bagaimana jika Yinsi tahu apa yang terjadi antara aku dan Putra Mahkota? Ia pasti akan membunuhku.”


Ketika tersadar dari lamunannya, semua kasim itu telah pergi. Qing Chuan bertanya apakah Yinsi tidak menghukumnya. Yinsi berkata kalau ia sudah menghukumnya selama bertahun-tahun. Yinsi memperingatkannya, “Saat ini kau orang terpenting bagiku. Jangan mengkhianatiku atau kau akan mati dengan cara yang mengerikan.”


Di istana Qian Qing, Kaisar sedang membahas tentang kematian Consort Ning Shou Gong. Permintaan terakhirnya cukup susah, ia ingin delapan gadis menunggui makamnya selama 3 tahun. Setelah pertemuan itu selesai, Kaisar menyuruh Qing Chuan untuk membagikan ginseng kepada Yinreng dan para menteri.


Sebelum keluar, Yinreng memberikan secarik kertas padanya. Isinya meminta Qing Chuan pergi ke taman istana, ia akan menunggu disana.
Ketika sedang menuju kesana, Yinsi melihatnya dan memanggilnya, tapi Qing Chuan tidak mendengar. Yinsi jadi penasaran, Qing Chuan mau pergi kemana, karena ia terlihat terburu-buru.


Setelah bertemu dengan Yinreng, Qing Chuan bertanya apakah semalam mereka melakukan sesuatu? Dan kenapa bajunya diganti. Yinreng menjelaskan kalau diantara mereka tidak terjadi apa-apa dan yang mengganti bajunya adalah bibi pelayan. Qing Chuan pun merasa lega.


Tiba-tiba Yinsi datang dan bertanya apa yang sedang mereka lakukan. Qing Chuan berbohong bahwa ia sedang melaporkan kesehatan Kaisar pada Yinreng.
Yinsi berkomentar kalau perbuatan mereka itu sangat aneh, karena Yinreng bertemu dengan Kaisar setiap hari, kenapa ia harus menanyakannya pada Qing Chuan. Ia menambahkan, “Qing Chuan itu milikku, jangan mengganggunya.”


Yinreng bertanya pada Qing Chuan apakah ia milik Yinsi? Tentu saja Qing Chuan membantah. Akhirnya Yinreng dan Yinsi bertengkar. Qing Chuan berusaha melerai mereka dan menyuruh Yinreng pergi. Setelah Yinreng pergi, ia pun buru-buru pergi. Melihat gelagat Qing Chuan yang aneh, Yinsi jadi curiga.


Saat berjalan disebuah lorong, Yinsi melihat bibi pelayan yang kesusahan membawa cucian. Ia bertanya kenapa bibi itu tidak beristirahat aja. Ia membantunya membawa ember itu. Ketika mengangkatnya, ia melihat baju Qing Chuan ada didalam ember itu. Ia segera bertanya kenapa baju itu ada disana. Bibi itu bercerita bahwa semalam ada pelayan yang  dikamar Yinreng. Pelayan itu mabuk dan muntah. Makanya ia mengganti baju pelayan itu.


Yinsi kaget, ia merasa sangat marah karena ia mengira Qing Chuan telah berbuat macam-macam dengan Yinreng.


Yinsi segera pergi ke tempat latihan beladiri dan meluapkan amarahnya disana. Ketika bertemu dengan saudara-saudaranya, ia menceritakan apa yang telah dilakukan Qing Chuan.
Yin’e menenangkannya, mungkin mereka hanya salah paham. Yinsi berkata kalau ia punya bukti, baju yang dibawa oleh bibi pelayan.


Yinsi sangat marah sampai ingin membunuh Yinreng. Yinthang dan Yin’e menenangkannya. Jangan sampai Kaisar membencinya gara-gara seorang pelayan. Yinthang berkata kalau ia punya cara yang lebih aman untuk membuktikannya.


Qing Chuan sedang berjalan di taman, tiba-tiba sekelompok pengawal mengepung dan menyeretnya pergi.
Yinsi yang melihatnya segera berlari, tapi kedua saudaranya menahannya. Yinthang berkata kalau ia yang menyuruh para pengawal itu untuk membawa Qing Chuan ke suatu tempat. Hanya ada satu cara untuk menyelidikinya, Yinthang membisikkan sesuatu ke telinga Yinsi.
Yinsi tidak setuju, ia segera berlari mengejar Qing Chuan.


Qing Chuan meronta-ronta dan mencoba melepaskan diri. Ia dibawa ke suatu ruangan dimana beberapa wanita sedang menunggunya. Ternyata ia akan diperiksa keperawanannya.
Qing Chuan mencoba berontak lagi, tapi para pelayan memeganginya dengan kuat. Ketika wanita itu membawa peralatan medis yang mengerikan, Qing Chuan segera menendangnya.


Yinsi segera datang dan menolong. Qing Chuan menangis dipelukannya. Yinsi menenangkannya.


Yinsi melihat Qing Chuan yang sedang tidur. Yinthang dan Yin’e datang untuk menemuinya. Yinsi berkata kalau ia akan mempercayai Qing Chuan, jadi sebaiknya mereka melupakan peristiwa ini. Yinthang tidak setuju, ia akan menyelidikinya sampai tuntas.
Yinsi kembali menatap Qing Chuan, ia berpikir, “Apa yang harus kulakukan untuk meyakinkanmu bahwa aku satu-satunya orang yang memperlakukanmu dengan baik. Aku tidak bisa memberi waktu untuk ragu-ragu. Tidak ada waktu untuk mencoba. Aku akan mempergunakan sisa hidupku untuk membuktikan akulah pilihan yang terbaik.”


Seorang kasim melapor pada Yinreng kalau Yinsi ingin membunuhnya. Yinreng jadi marah, tapi ia mengkhawatirkan Qing Chuan.


Bibi pelayan mengusulkan kalau Yinreng memohon pada Kaisar untuk menikahkan mereka saja. Yinreng takut memohon pada Kaisar, ia masih teringat kejadian kemarin. Bibi menyemangatinya, jika mereka berdua benar-benar mencintai, pasti Kaisar akan memberi restu.  Ia juga mengusulkan kalau ia takut, sebaiknya ia meminta seseorang untuk menyampaikannya pada Kaisar. Yinreng menyetujui usulannya.


Ia segera menemui Consort De dan memintanya untuk membicarakan hal ini pada Kaisar. Consort De berjanji ia akan melakukan apa yang ia bisa.


Yinreng melihat Yinsi, ia segera berjalan mendekatinya dan memberitahunya kalau Consort De telah berjanji untuk membantunya menikahi Qing Chuan. Yinsi hanya melihatnya dengan marah,kemudian memukuli Yinreng.


Consort De segera melerai mereka dan memarahi mereka.


Yinsi: “Qing Chuan adalah milikku. Tidak seorangpun yang boleh menyentuhnya, kecuali mereka harus membunuhku terlebih dahulu.”
Yinsi pun pergi dengan marah.


Yinreng merajuk pada Consort De. Consort De menenangkannya dan menyuruhnya pulang saja. 
Consort De kemudian memperingatkan pelayan dan kasim yang melihat kejadian itu, mereka harus melupakannya dan tidak boleh membicarakannya pada orang lain, jika tidak, mereka akan dipecat.


Consort De mengeluh pada Fei Cui, begitu banyak masalah yang harus dihadapinya. Ia menyuruh Fei Cui untuk mengirimkan surat pada Yinzhen, mengabarkan kalau Consort Ning Shou Gong meninggal dan menyuruhnya datang ke istana.


Su Yan sedang menyulam sebuah kantung untuk Yinzhen, ia menyulam sepasang angsa yang melambangkan sepasang kekasih. Ia menunggu disebuah paviliun, tetapi Yinzhen tidak datang. Ia mendengar dari sekelompok pelayan kalau Yinzhen ada di istana Yong He. Ia pun pergi kesana.


Sesampai disana, ia melihat Yinzhen sedang berbicara dengan ibunya. Tak sengaja ia mendengar pembicaraan mereka.
Yinzhen berkata pada ibunya, bila mereka berpihak pada Yinreng, Yinsi pasti marah. Yinreng bukanlah orang yang pintar. Ada kemungkinan kalau Yinsi akan berambisi menjadi Kaisar dan Yinreng bukan tandingannya. Jika mereka berpihak pada Yinsi, Yinreng akan marah. Suatu hari ia akan menjadi Kaisar. Ia bisa membalas dendam pada mereka. Sebenarnya kuncinya ada pada Qing Chuan. Jika mereka melenyapkannya, maka Yinreng dan Yinsi bisa berbaikan lagi.
Su Yan kaget mendengarnya, ia mundur dan menginjak kerikil yang membuat Yinzhen dan Consort De waspada. Yinzhen memeriksa asal bunyi itu. Ketika ia tahu Su Yan yang berada disana, ia jadi tenang dan kembali ke tempat ibunya.
Yinzhen berkata bahwa semua keputusan ada ditangan ibunya. Ia pun pamit pergi.


Consort De sangat bingung. Ia tidak tega membunuh Qing Chuan. Ia memanggil Fei Cui dan menyuruhnya untuk mengirimkan pasta daun teratai pada Qing Chuan dan menyuruhnya untuk segera memakannya.
Su Yan menduga kalau didalam pasta itu pasti diberi racun, ia bergegas pergi ke kamar Qing Chuan. Di tengah jalan, ia bertemu dengan Fei Cui, jadi ia mencari jalan lain.
Sialnya, ia malah bertemu dengan rombongan Kaisar, jadi ia harus membungkuk dulu. Setelah Kaisar lewat, ia segera berlari lagi


Qing Chuan kaget melihat Su Yan yang terengah-engah, ia memberinya segelas air. Su Yan akan memberitahu Qing Chuan kalau Consort De akan meracuninya, tapi sebelum ia sempat berbicara, Fei Cui datang dan memberi salam.

0 comments:

Posting Komentar