Pages

04/06/11

THE PAINTER OF THE WIND EPISODE 19

PERTARUNGAN
 
 

Yoon Bok mengingat kembali ketika ia merobek lukisan potret Jeongjo. Jeongjo sangat marah dan akan menghukum matinya dalam 3 hari. Hong Do berusaha keras menyelamatkannya, bahkan ia membakar tangannya sendiri supaya Jeongjo mau memaafkan Yoon Bok.
Ketika Yoon Bok akan dihukum mati, seorang utusan datang dan memberitahu kalau Yoon Bok  dibebaskan, Hong Do berlutut, berterimakasih pada Jeongjo.


Beberapa hari kemudian Jeongjo meminta mereka untuk mencari potret Putra Mahkota Sado yang hilang. Dengan susah payah, mereka berhasil menemukannya. Ketika Jeongjo melihat potret itu ia menangis, meluapkan kerinduan yang selama ini ditahannya.



Setelah itu, mereka menyelidiki kematian ayahnya dari dua lukisan yang ditinggalkannya. Setelah mengobservasi lukisan tersebut, diperoleh kata “Sal Jo Nyeon” atau dibunuh oleh Jo Nyeon. Setelah bertemu dengan Sasuke, Yoon Bok sadar kalau mata Sasuke mirip dengan mata pembunuh dalam lukisan tanpa wajah.
Ia juga mengingat ketika Jo Nyeon menyuruhnya bertanding melukis dengan Hong Do. Pertandingan akan dilakukan sepuluh hari lagi.
Malamnya, Yoon Bok menunggu Hong Do di rumah choga sambil mengingat semua kenangannya bersama Hong Do.


Ketika Hong Do datang, ia bertanya bagaimana Hong Do menyetujui permintaan Jo Nyeon. Setelah saling bertukar cerita, mereka sadar kalau sudah masuk jebakan Jo Nyeon.
Yoon Bok bertanya bagaimana kalau ia kalah. Hong Do menjawab kalau ia kalah, ia tidak bisa melukis lagi dan ia tidak mampu mengangkat kepalanya dihadapan almarhum ayahnya.
Yoon Bok bertanya apa yang terjadi bila Hong Do yang kalah. Hong Do menjawab ia menang atau kalah, maka ia tidak bisa bekerja lagi di Dohwaseo. Yoon Bok mengkhawatirkan tangan Hong Do.
Hong Do: “Tanganku baik-baik saja. Jika aku tak bisa menggunakannya, aku akan melukis dengan kakiku.Yoon Ah, dengarkan perkataanku. Seorang guru yang baik harus mampu menciptakan seorang murid yang hebat. Murid yang hebat harus mengerti apa yang diinginkan gurunya. Murid yang hebat harus mampu melampaui gurunya. Besok kau harus mengalahkanku. Jika kau tidak mengalahkanku, maka aku tidak akan mengakuimu. Satu-satunya cara agar kau selamat adalah dengan mengalahkanku.”


Jeongjo bertanya pada Hong Guk Young apakah hari ini adalah hari kompetisi melukis antara Hong Do dengan Yoon Bok. Ini adalah pertandingan kecerdikan. Jeongjo menyuruh Hong Guk Young untuk menjaga keselamatan keduanya,  ia takut Jo Nyeon akan melakukan sesuatu pada mereka berdua.


Di kamarnya, Ibu Suri Jeong Sun sedang bersama  Kim Gui Joo. Ia merasa  khawatir dengan banyaknya peristiwa akhir-akhir ini. Ia tahu kalau hari ini adalah hari kompetisi Yoon Bok dan Hong Do. Ia merasa tidak senang cara Jo Nyeon menyelesaikan permasalahan ini. Ibu Suri kemudian menyuruh Kim Gui Joo untuk mengontrol kesalahan yang mungkin terjadi.


Jo Nyeon sedang bersama dengan Jeong Hyang. Ia bertanya menurut Jeong Hyang siapa yang akan menang. Jeong Hyang berkata kalau kompetisi ini kejam dan kasar. Jo Nyeon memberitahu kalau hidup adalah permainan, terkadang orang harus mempertaruhkan segalanya untuk suatu hal, itulah yang membuat hidup jadi menarik. Ia menduga kalau Jeong Hyang akan bertaruh untuk Yoon Bok. Jeong Hyang marah, ia hanya menganggap Jo Nyeon mencari keuntungan saja. Dengan cara ini ia tidak akan dapat mendapatkan hati seseorang.
Orang-orang sudah datang ke Chawaseo, mereka ingin menonton kompetisi ini.


Yoon Bok dan Hong Do sedang memilih peralatan yang akan digunakan. Ketika mereka memilih kuas yang sama, Hong Do memberikan kuas itu pada Yoon Bok..
Yoon Bok masih tidak mengerti mengapa kompetisi ini adalah satu-satunya jalan keluar.
Hong Do: “Yoon Ah! Apakah kau mempercayaiku? Jika kau mempercayaiku, kalahkan aku. Ini satu-satunya cara agar kau bisa membalas dendam atas kematian ayahmu.”


Jang Byeok Soo, Jo Young Jung dan Kim Gui Joo sedang membicarakan kompetisi itu juga. Kim Gui Joo berkata kalau ia akan bertaruh untuk Yoon Bok karena ia tahu Jo Nyeon akan melakukan segala cara agar pelukis dari Chawaseonyalah yang menang.


Di Chawaseo, Yoon Bok dan Hong Do memasuki tempat kompetisi. Jo Nyeon segera memperkenalkan mereka pada tamu yang hadir. Ia juga memperkenalkan para jurinya.


Juri-juri itu terdiri dari 6 orang dari berbagai kelompok seni. Juri pertama adalah Bo Young Gun dari Kelompok Seni Chon Baek, Yang kedua Kim Shu Bo dari Kelompok Seni Ben Nan. Yang ketiga Yun Yi Non dari Kelompok Seni On Yang. Yang keempat Kim Sin Young dari Kelompok Seni Dan Yang Sam Bong. Yang kelima adalah Yi Mun Ji dari kelompok seni Hen Sun, dan yang terakhir adalah Kim Myung Nyung dari Kelompok Seni Oh Chuk.
Jo Nyeon juga mengumumkan tema lukisan pada kompetisi itu. Temanya adalah “Jin Twi” atau pertarungan.


Ibu Suri Jeong Sun sedang melihat lukisan Yoon Bok dan Hong Do. Ia berkata kalau ia sangat menyukai lukisan Yoon Bok, sedangkan Jeongjo lebih menyukai lukisan Hong Do. Jeongjo bertanya Ibu Suri akan bertaruh untuk siapa. Ibu Suri malah bercanda, bagaimana kalau yang kalah harus meninggalkan istana dalam? Jeongjo hanya tertawa.
Di Pasar Tuan Gong Mengumumkn kalau kompetisi telah dimulai.
Di Chawaseo, Yoon Bok dan Hong Do mulai melukis. Setelah beberapa jam, keduanya selesai dan menyerahkan lukisan pada Jo Nyeon. Mereka pun diberi waktu istirahat selama 2 jam.


Ketika akan membasuh tangannya, Hong Do merasa kesulitan. Yoon Bok segera membantu Hong Do untuk melipat baju kemudian membasuhkan tangannya. Mereka membicarakan kompetisi itu. Mereka tersenyum satu sama lain. Yoon Bok menyentuh jemari Hong Do dengan lembut.


Pada saat penjurian, Yoon Bok dan Hong Do diantar masuk ke dalam ruangan, sedangkan Jeong Hyang, duduk di belakang tirai.
Jo Nyeon memperlihatkan kedua lukisan itu pada ke enam juri. Kim Hong Do melukis “Ssireum” (gulat ala Korea), sedangkan Yoon Bok melukis “Geommu Dancers Together with Double Swords”.


Juri mulai mengomentari lukisan Hong Do, mereka sangat kagum karena lukisan itu sangat hidup, mereka seperti berada di pertandingan Ssireum itu sendiri. Hong Do memperoleh angka pertamanya.


Mereka mengomentari lukisan Yoon Bok, para juri juga berpendapat kalau lukisan Yoon Bok begitu hidup, mereka seperti melihat tarian itu didepan mereka. Karena merasakan gerakan, kecepatan dan energi dari penarinya. Yoon Bok pun mendapatkan nilai.


Kim Sin Yung berkomentar kalau lukisan Hong Do sangat brilian, semua orang dalam lukisan itu mempunyai ekspresi yang berbeda. Hong Do mendapat angka lagi.
Yi Pan berpendapat kalau lukisan Yoon Bok berbeda. Fokusnya pada kedua penari itu. Jo Nyeon berkomentar kalau Yoon Bok selalu menggunakan sudut pandang wanita. Hong Do melihatnya  dengan tidak senang.
Hasil sementara adalah Yoon Bok  nilainya 3 dan Hong Do nilainya 2. Para juri terus menilai dan memuji kedua lukisan itu. Nilai yang diperoleh Yoon Bok dan Hong Do bersaing dengan ketat. Ketika juri sudah kehabisan kata-kata, nilai mereka sama yaitu 7.
Kim Myung Nyung berkata kalau mereka harus mencari makna lukisan ini supaya dapat menentukan pemenangnya.


Karena temanya pertempuran, semua juri fokus pada kedua pegulat dalam lukisan Hong Do. Mereka mengira-ira siapa yang aka memenangkan pertandingan Ssireum itu. Hong Do menjelaskan bahwa komponen penting untuk menentukan pemenangnya adalah  dua orang penonton yang terlihat ternganga karena tahu salah satu pegulat itu akan jatuh ke arah mereka. Hong Do mendapatkan nilai lagi.


Jo Nyeon menyuruh Yoon Bok untuk menjelaskan lukisannya. Yoon Bok berkata bahwa pemenangnya dapat dilihat dari gerakan chima (rok) dan bulu hiasan kepala. Satu penari bergerak lambat sedangkan satunya bergerak cepat dan penari yang kalah adalah penari yang memakai rok biru. Yoon Bok juga mendapatkan nilai, sehingga nilai mereka sama lagi.
Di luar Chawaseo, siswa magang bertanya-tanya siapa yang akan menang.
Jeongjo bertanya tentang kompetisi itu. Hong Guk Young berkata kalau pemenangnya belum ditentukan.


Ibu Suri dan kroninya juga sedang membicarakan kompetisi itu. Ibu Suri memperingatkan, jika Jo Nyeon tidak berhasil mengatasi keduanya, maka nyawa mereka dalam bahaya.
Para juri bingung bagaimana menentukan pemenangnya. Jo Nyeon berkata kalau ia mempunyai cara untuk menentukan pemenangnya. Kedua pelukis itu harus saling mengkritik lukisan satu sama lain. Yoon Bok dan Hong Do saling memandang.


Hong Do memuji lukisan Yoon Bok. Yoon Bok juga melakukan hal yang sama. Sebenarnya ia melihat kesalahan dalam lukisan Hong Do, tapi ia tidak mengatakannya. Sayangnya, Jo Nyeon melihat kesalahan itu. Ia pun segera memberitahu juri sehingga nilai Hong Do dikurangi satu.


Saat itu hari sudah sore, Hong Do membuka jendela untuk melihat matahari sore. Sinarnya, menyinari lukisan Hong Do. Shading dalam lukisan itu membuatnya menjadi lukisan 3D. Jeong Hyang dan para juri melihatnya dngan kagum. Jo Nyeon juga kaget. Para juri berniat menambahkan nilai.
 Jo Nyeon menjadi panik, ia merayu para juri untuk mengevaluasi lukisan Yoon Bok lagi.
Bo Young Gun menolaknya. Para juri akan mengumumkan pemenangnya. Hong Do mengangguk penuh kepastian ke arah Yoon Bok.


credits: www.dramatomy.com

0 comments:

Posting Komentar