Pages

24/07/11

JADE PALACE LOCKHEART EPISODE 13


Su Yan akan memberitahu kalau Consort De ingin membunuhnya, tapi sebelum ia sempat mengatakannya, Fei Cui datang sambil membawa pasta daun teratai. Fei Cui berkata kalau pasta ini hadiah dari Consort De, sebaiknya  Qing Chuan segera memakannya ketika masih hangat.
 

Su Yan mencoba mengulur waktu dan menyuruh Qing Chuan berterimakasih pada Buddha dulu, tapi Fei Cui terus mendesaknya. Su Yan tidak tahan lagi dan memberitahu Qing Chuan kalau pasta itu telah diberi racun. Fei Cui memarahi Su Yan karena berani menuduh Consort De dengan tuduhan yang kejam.
 

Qing Chuan ingin memastikannya dan menemui Consort De dengan membawa pasta sebagai barang bukti. Qing Chuan mengkonfrontasi Consort De, bertanya kenapa ia ingin membunuhnya secara diam-diam. 
 
 
Consort De membantahnya sambil mencicipi pasta tsb, jika ia ingin membunuhnya, kenapa ia mengirimkan pelayan pribadinya untuk mengantarkan makanan itu. Ia menambahkan, walaupun ia keluarga kerajaan, ia tidak bisa dengan mudah membunuh pelayan.
 

Qing Chuan berlutut dan meminta maaf. Consort De menyuruhnya berdiri dan menunjukkan sebuah tongkat ruyi yang indah. Tongkat itu diberikan padanya saat ulangtahun Yinreng yang ke 7. Hanya karena ia berkata kalau ruyi itu indah, Yinreng memohon  pada Ibu Suri untuk memberi satu ruyi padanya.
 

Ia kemudian menunjukkan sebuah lukisan. Lukisan itu dibuat oleh Yinsi ketika masih kecil. Ia berkata kalau wanita yang digambarnya adalah ConSort De. Walaupun Consort De tidak melahirkan keduanya, ia sudah menganggap mereka putra kandungnya. Ia meminta Qing Chuan untuk memahami perasaannya.
Qing Chuan mengerti, ibunya juga melakukan hal yang sama, ia bahkan tidak mau menikah demi Qing Chuan.
Consort De berkata kalau ia sangat bingung ketika Yinsi dan Yinreng memperebutkan Qing Chuan. Ia tidak bisa membela salah satu diantara keduanya.  Ia sedang memikirkan cara agar keduanya tidak bertengkar lagi.
Qing Chuan berkata kalau ia tidak melakukan apapun. Kedua pangeran itu memperebutkannya, itu adalah masalah mereka.
Consort De berkata kalau itu tidak boleh terjadi. Qing Chuan bertanya apakah ada cara lain selain membunuhnya.
 

Consort De memberitahunya kalau ada selir yang baru saja meninggal dan mereka membutuhkan orang untuk menjaga makamnya. Ia bertanya apakah Qing Chuan mau melakukannya? Karena ini perintah Kaisar, maka Yinreng dan Yinsi tidak akan membantah. Qing Chuan setuju, asalkan ia bisa hidup, ia mau melakukan apa saja.
Consort De berterimakasih padanya dan memberikan gelang yang dipakainya. Ia berharap Qing Chuan selalu selamat dan diberkati Buddha.
 

Di istana Qian Qing, Kaisar bingung, karena pemakaman Tai Fei semakin dekat, tapi tidak ada putri yang bersedia menjaga makamnya. Qing Chuan menghadap Kaisar. Ia memberitahu Kaisar kalau ia bersedia menjaga makam Tai Fei. Kaisar sangat senang dan menyuruh Kasim Li untuk mengangkat Qing Chuan menjadi pejabat wanita rangking ke 3 dan menerima perlakuan setara dengan seorang putri.
Qing Chuan berterimakasih. Sebenarnya ia masih ragu-ragu, tapi ia tidak punya pilihan.
Qing Chuan berjalan dengan gontai, Yinsi yang melihatnya segera memanggilnya. Dan menariknya ke suatu tempat. Di tempat itu Xin Lian sedang dihukum oleh Yinsi. 
 

Yinsi berkata kalau Xin Lian sudah bersalah padanya maka ia menghukumnya. Qing Chuan berusaha membelanya tapi Yinsi berkata kalau Xin Lian melakukannya dengan suka rela dan dibenarkan oleh Xin Lian. Tiba-tiba sekelompok kasim datang, mereka membawa Xin Lian ke Biro Tenaga Kerja.
 

Qing Chuan menatap Yinsi, ia memberitahunya kalau ia akan pergi ke wihara untuk menjaga kuburan Selir Tai Fei. Yinsi kaget, kemudian segera berbalik dan berjalan pergi. Qing Chuan bertanya  kemana ia akan pergi. Yinsi menjawab kalau ia akan menghadap Kaisar dan memohon agar ia mencabut keputusannya.
Qing Chuan: “Kemudian apa?membuatnya marah? Dan kau akan dipenjara lagi? Pangeran ke 8, tolong lepaskan aku. Mungkin kau tak mau hidup lagi, tapi aku masih ingin hidup.”
 

Yinsi: “Qing Chuan.”
Qing Chuan: “Aku berterimakasih karena kau pernah menyelamatkanku, tapi aku juga pernah menyelamatkanmu, jadi kita impas. Pangeran, aku punya banyak hal yang yang lebih penting yang ingin kukerjakan daripada menikahi orang yang kaya dan berkuasa. Masalahmu dengan Putra Mahkota bukan urusanku, sebaiknya kalian menyelesaikan sendiri. Tolong lepaskan aku.”
 

Setelah berkata demikian, Qing Chuan berbalik dan pergi. Yinsi terus memanggil namanya, tapi Qing Chuan mengabaikannya.
 

Yinsi begitu sedih. Ia minum arak sampai tertidur.
 

Su Yan sedang menata rambut Qing Chuan. Ia begitu sedih, dan akhirnya ia tidak tahan lagi, airmata mengalir di pipinya. Ia berkata pada Qing Chuan kalau ia tidak ingin berpisah dengannya, ia mendengar pekerjaan menjaga makam itu sangat berat. Qing Chuan berusaha menenangkannya, bukankah lebih enak menjaga orang mati, karena mereka tidak bisa berbuat apa-apa. 
 

Su Yan memujinya karena ia selalu optimis. Qing Chuan berkata kalau ia ingin hidup, jadi ia harus  Ia bertanya kenapa Su Yan terlihat lebih depresi dari dirinya. 
 

Ia menyeretnya ke meja dan memperlihatkan hadiah yang diberikan oleh Kaisar dan menyuruh Su Yan mengambil yang ia inginkan karena ia tidak memerlukannya. Su Yan memeluknya dan berkata kalau yang diinginkannya adalah Qing Chuan tetap ada disini.
 

Qing Chuan menghiburnya bahwa mereka akan bertemu lagi. Merekapun tersenyum, berusaha menahan perasaan masing-masing.
 

Su Yan berjalan dengan lemas, ia masih merasa sedih, ketika melihat Yinzhen berjalan mendekatinya, ia pun berhenti. Yinzhen bertanya apakah ia dari kamar Qing Chuan. Su Yan heran, bagaimana ia bisa tahu.  Yinzhen berkata kalau ia tahu kalau Su Yan telah menguping pembicaraan dengan ibunya.
Su Yan memohon padanya kalau Qing Chuan itu tidak bersalah, ia tidak ingin terlibat dalam pertempuran itu. Dengan dingin Yinzhen memberitahunya kalau nasib orang itu tidak bisa diprediksi.
Su Yan menjadi kesal, ia meminta Yinzhen memikirkan perasaannya, Qing Chuan adalah satu-satunya sahabat yang dimilikinya, ia orang yang baik. Bukankah Yinzhen yang mengatur semuanya di balik layar. Yinzhen tidak menjawab. Su Yan pun pergi.
 

Yinzhen menghentikannya dan merayunya, tapi Su Yan hanya menghormat dan kembali melangkah pergi. Yinzhen terus merayunya dan berkata kalau di dalam hatinya ada satu tempat khusus baginya. Su Yan menatapnya dan Yinzhen memegang tangannya dan bertanya kenapa ia datang ke istana Yong He. Su Yan menangis dan memberikan kantung sulamannya. Yinzhen berkata kalau ia akan selalu membawa kantung itu. (bener-bener merinding, benci banget karena tahu itu bohong. Kasihan Su Yan).
 

Jinzhi berjalan hilir mudik didalam rumahnya, ia heran kenapa Yinzhen belum pulang juga. Ketika Yinzhen datang ia sangat senang dan segera menyambutnya dan berkata kalau malam ini malam yang baik untuk membuat anak. Yinzhen sedang tidak mood menanggapinya, ia berkata kalau ia banyak pekerjaan dan akan tidur di ruang kerjanya. Ketika ia pergi tak sengaja kantong pemberian Su Yan terjatuh.
 

Jinzhi kesal dan terus mengomel, tanpa sengaja ia melihat kantong itu. Melihat sulamannya yang berupa burung bangau (tanda cinta), ia jadi marah. Ia menyuruh seluruh gadis di rumahnya untuk menyulam burung bangau, ia ingin menyamakan dengan sulaman di kantong itu.
 

Seorang bibi pelayan mengetuk kamar Yinsi, ia sudah seharian belum makan. Yinthang dan Yin’e juga datang, mereka khawatir kalau Yinsi berpikir pendek. Ketika mereka akan mendobraknya, Yinsi membuka pintu kamar. Ia keluar dengan wajah yang sangat sedih.
 

Ia berkata kalau pilihan Qing Chuan itu benar karena sampai saat genting pun ia tidak bisa melindunginya. Yinthang berkata kalau itu bukan kesalahannya. Yinsi menyahut kalau itu kesalahannya (Yinsi kelihatan sedih banget, huhuhu....)
 

Yinthang memberitahunya kalau Yinzhen yang mengantar Qing Chuan, mereka pasti belum keluar dari istana. Yinsi menangis, ia berkata kalau ia tidak akan mengantar Qing Chuan, karena akan percuma saja. Ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ia mengusap air matanya, berusaha menguatkan dirinya.
Yinsi: “Mulai saat ini aku akan berlatih. Aku harus menjadi kuat. Dengan menjadi kuat, paling tidak aku bisa memberi Qing Chuan harapan.”
 

Ia berkata pada bibi kalau ia lapar dan ingin makan. Yinthang bertanya apakah Yinsi baik-baik saja. Yinsi memegang pundak Yinthang dan berkata kalau ia baik-baik saja.
 

Yinzhen mengantar Qing Chuan. Qing Chuan sedih karena ia tidak bisa mendengarkan permainan musik Yinzhen lagi.
Yinzhen: “Simpanlah musik dalam hatimu, sehingga kau bisa mendengarkannya kapan saja kau mau.”
Ketika mereka mengobrol, Yinreng datang menemui mereka. Yinzhen memberitahunya kalau Kaisar telah menurunkan perintah kalau Qing Chuan harus menjaga makam. Yinreng hanya ingin mengucapkan beberapa kata  pada Qing Chuan, ia tidak akan membuat keributan. Qing Chuan pun setuju.
 

Mereka berjalan sambil berbicara. Yinreng berkata kalau ketika ia ingin menikahinya, selalu ada saja musibah. Ia tidak akan melakukannya lagi. Ia menyuruh Qing Chuan menunggu, jika ia menjadi Kaisar, ia akan mengeluarkan Qing Chuan dari sana. Qing Chuan berkata kalau ia bukan seorang dewi.
 

Yinreng: “ Kau adalah seorang dewi. Kau tahu, setelah menjadi Putra mahkota, hidupku tidak menyenangkan. Seakan-akan ada mata yang selalu mengawasiku. Menyuruhku ini dan itu. Jika aku tidak serius sedikit saja, maka orang-orang menyebutku kehilangan kharisma seorang Kaisar. Aku tidak ingin hidup seperti orang lain, aku ingin hidup dengan caraku sendiri.  Aku ingin orang-orang mengakuiku. Untungnya aku bertemu denganmu. Aku berterimakasih. Untuk pertamakalinya, kaisar memujiku. Bagiku kau adalah keberuntunganku. Karena bantuanmu, aku memperoleh kembali rasa percaya diriku dan kehormatanku. Sehingga akau bisa terus hidup. Lain kali jangan berkata kalau kau bukan Dewi. Kau harus ingat, kau adalah seorang Dewi.”
Qing Chuan tidak mampu berkata-kata. Yinreng berkata kalau ia tidak akan mengganggunya lagi. Ia akan selalu menunggunya.
 

Yinzhen bertanya apa yang dikatakan Yinreng. Qing Chuan hanya berkata kalau Yinreng adalah orang yang baik. Yinzhen pun menyahut, “Di istana, tidak dibutuhkan orang yang baik, yang dibutuhkan adalah orang yang mampu.” Merekapun segera pergi.
 

Di wihara, telah menunggu sekelompok pelayan penjaga makam, mereka memberi hormat pada Yinzhen ketika rombongan Qing Chuan datang.
 

Yinzhenpun membantu Qing Chuan turun. Sebelum berpisah, Qing Chuan bertanya padanya
Qing Chuan: “ Pangeran ke 4, apakah kau senang aku pergi ke wihara ini untuk mendoakan Tai Fei?”
Yinzhen tidak mengerti apa maksud perkataan Qing Chuan.
Qing Chuan: “Jika kau menjawab kalau kau senang, aku akan berpikir kalau kau tidak ingin aku bersama dengan Putra Mahkota ataupun Pangeran ke 8. Jika kau berkata tidak senang, maka aku akan berpikir kalau kau tidak ingin aku meninggalkan istana, ataupun dirimu.”
Yinzhen tidak bisa menjawabnya, Qing Chuan pun mengucapkan selamt tinggal dan masuk ke dalam wihara.
Yinzhen masih berpikir, ia mengingat kenangannya dengan Qing Chuan. Karena masih merasa bingung, ia segera pergi.
 

Kepala pelayan mengantar Qing Chuan berkeliling dan menuju kamarnya. Ketika membuka pintu, Qing Chuan kaget karena teman sekamarnya bunuh diri dengan menggantung dirinya di atap. Kepala Pelayan menanggapinya dengan tenang dan menyuruh pelayan yang lain untuk membereskannya.
Ia menyuruh Qing Chuan beristirahat karena besok ia harus membaca doa untuk Tai Fei.
 

Sebelum Kepala Pelayan pergi, Qing Chuan memberikan hadiah gelang padanya. Tapi ia menolaknya dan menyuruh Qing Chuan menyimpannya.
 

Qing Chuan heran,tapi teman sekamarnya memberitahunya kalau ia meninggal semua hartanya akan menjadi milik kepala pelayan. Qing Chuan menyeringai dan berkata kalau Krpala pelayan akan mati duluan. Teman sekamarnya  tidak setuju, selama ini pelayan yang dikirim ke tempat itu biasanya hanya mampu bertahan setengah tahun. Qing Chuan sudah melihat contohnya, ia menjadi panik. Ia harus mencari cara untuk keluar dari tempat itu.
Teman sekamarnya berkata kalau wihara ini dikelilingi pagar besi, ia tidak akan bisa kabur dan sebaiknya ia segera beristirahat.
 

Keesokan harinya, mereka melakukan sembahyang. Setelah selesai, kepala pelayan menyuruuh Qing Chuan untuk bersembahyang mendoakan Tai Fei. Qing Chuan melakukan setengah hati, ia membathin kalau sebelum setengah tahun, ia bisa mati.
 

Setelah selesai, kepala pelayan menyuruhnya untuk menyalin kitab dan harus selesai hari ini.  Jika tidak selesai, ia tidak akan mendapatkan makan malam. Qing Chuan bertanya, jika setiap hari ia tidak bisa menyelesaikannya, setiap hari pula ia tidak akan makan malam. Jika terus begitu ia akan mati. Kepala pelayan menjawab dengan tenang, jika ia mati, ia akan melapor pada Kaisar. Qing Chuan akan dianugerahi gelar bangsawan dan  akan dikubur bersama Tai Fei. Qing Chuan tidak ingin itu terjadi.
 

Ia segera mulai menyalinnya. Sampai malam pekerjaannya belum selesai. Karena kecapekan, ia tertidur. Keesokan harinya ia baru selesai.
 

Ketika ia keluar ruangan, kepala pelayan menyuruhnya bersiap-siap karena mereka akan elakukan kelas pagi. Qing Chuan menggerutu. Ia berpikir kalau ia tidak boleh terus berada disini. Ia melihat kesekelilingnya untuk mencari celah agar ia bisa melarikan diri.
 

Ia memegang gelang pemberian Consort De. Ia memutuskan talinya dan berteriak. Kepala pelayan mendekatinya. Qing Chuan memberitahunya kalau itu gelang persembahan untuk Tai Fei, suatu saat nanti Consort De akan mengambilnya. Semuanya ada 13 mutiara, dan sekarang kurang satu. Kepala pelayan pun segera menyuruh pelayan lain untuk membantu mencari. Qing Chuan menyelinap untuk melihat keadaan. Pintu gerbang, penjagaannya ketat sekali, sedangkan pagar yang mengelilingi wihara itu sangat tinggi. Tempat yang paling lemah penjagaannya adalah ruangan bawah tanah.
 

Kepala Pelayan mendekatinya dan berkata kalau mereka sudah menemukan semua mutiaranya. Ketika Qing Chuan ingin menyambungnya lagi, tapi kepala pelayan akan menyimpannya begitu juga dengan semua harta miliknya.
 

Tiba-tiba seorang pelayan datang dan memberitahu kepala pelayan kalau ia tidak bisa menjaga kubur Tai Fei karena badannya sedang tidak sehat. Qing Chuan mendapat ide, ia segera berkata kalau ia bisa menggantikannya, ia akan mendoakan Selir Tai Fei di depat jenazahnya, bukankah itu lebih bagus.
 

Kepala pelayan menyetujuinya dan memperingatkan Qing Chuan untuk tidak membuat masalah, ia menyuruh Yin Shuang untuk mengawasinya. Mereka pun pergi ke ruang bawah tanah.

2 comments:

Anonim mengatakan...

akhirnya keluar jg thx ka bt sinopsis nya...di tg selanjutnya...smgt

Pinky mengatakan...

Tolong lanjut ampe selesai yah?? Bu bu jing xin nya sekalian direcap dong kalau dah nonton__ pengen tahu juga ceritanya__ makasih buat kerja kerasnya.. Semangat yah!!

Posting Komentar