Pages

04/08/11

JADE PALACE LOCKHEART EPISODE 14

 
Qing Chuan dan Yin Shuang pergi ke ruang bawah tanah. Mereka berdoa didepan makam Tai Fei. Selagi Yin Shuang khusyuk berdoa, Qing Chuan melihat ke sekelilingnya. Ia mulai berjalan berkeliling sambil menggumamkan doa.


Yin Shuang bertanya, apa yang sedang dilakukannya. Qing Chuan menjawab kalau ia pernah mendengar sebelum 40 hari, arwah orang yang meninggal akan bergentayangan di sekitar makamnya, oleh karena itu ia berdoa disemua tempat. Itu hanya alasannya saja supaya bisa menyelidiki tempat itu.
Yin Shuang percaya padanya. Ia juga berdiri dan berkeliling sambil berdoa.


Tiba-tiba ada seekor tikus yang lewat didepan Qing Chuan. Ia pun menjerit. Yin Shuang menenangkannya dan menunjukkan sebuah lubang didinding. Lubang itu adalah lubang udara. Lubang itu hanya sebesar lubang tikus. Di tempat itu ada beberapa lubang udara, supaya orang yang berada didalam bisa bernapas. Setelah 49 hari, saat kuburan itu ditutup, lubang itu akan menghilang.


Qing Chuan berpikir  kalau ada lubang didinding, berarti itu tembus keluar kuil. Ia berpikir bagaimana caranya memperbesar lubang itu.


Ia ingat ketika ia masih kuliah, dalam pelajaran kimia, dosennya pernah menyebutkan kalau sulfur yang dulu juga biasa disebut asam belerang, biasanya digunakan para perampok untuk menghancurkan rumah orang. Sulfur jaman dahulu biasa digunakan sebagai obat diare dan masuk angin. Para perampok mengumpulkannya dan mencairkannya.
Qing Chuan berpikir, jika ia bisa  mengumpulkan sulfur, ia bisa menjebol dinding dan keluar.
Tapi ia bingung bagaiman caranya mengumpulkan sulfur sebanyak itu.


Malamnya, Qing Chuan berjalan menuju sumur, kemudian ia mengambil gayung dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin berkali-kali.


Hasilnya ia masuk angin. Kepala Pelayan memeriksanya dan bertanya bagaimana ia bisa masuk angin. Yin Shuang berkata kalau mungkin ia terkena kutukan. Kepala Pelayan tidak percaya. Ia memeriksa Qing Chuan dan berkata kalau penyakitnya tidak parah, ia hanya butuh istirahat.


Qing Chuan berpikir dengan cepat, jika ia tidak diobati, maka ia tidak bisa mendapatkan sulfur. Ia pun meminta dipanggilkan tabib, tapi Kepala pelayan menolaknya. Qing Chuan segera memecahkan sebuah gelas dan mengambil pecahannya, ia mengancam, kalau ia mati, hartanya akan jatuh kepada Kepala pelayan.  Mayatnya pasti akan diperiksa, jika mereka menemukan bekas luka, Kepala pelayan pasti akan mendapat kesulitan.


Kepala pelayan itu ketakutan, ia segera mengabulkan permintaan Qing Chuan. Setelah ia pergi, Yin Shuang tertawa, ia memuji Qing Chuan karena bisa membuat kepala pelayan itu takut. Qing Chuan hanya menjawabnya dengan bersin, Yin Shuang menggerutu dan menyuruh Qing Chuan untuk tidak menularinya.


Beberapa saat kemudian, kepala pelayan menemui Qing Chuan untuk memberikan obatnya. Ia akan menyuruh seseorang untuk memasaknya. Ia memperingatkan Qing Chuan, walaupun ia sakit, ia harus tetap bersembahyang untuk Tai Fei.


Qing Chuan meminta obatnya, ia ingin memeriksanya dahulu. Karena Kepala Pelayan sangat ingin ia mati, ia ingin memastikan kalau obat itu tidak ada racunnya.
Qing Chuan segera membuka obatnya dan mengambil kristal belerang secara diam-diam. Setelah itu ia memberikan obatnya pada Kepala pelayan dan pergi untuk bersembahyang pagi.
Kepala pelayan menghentikannya dan berkata kalau ia harus bersembahyang di ruang bawah tanah lagi. Qing Chuan senang karena itu yang ia harapkan.


Kepala pelayan bertanya apakah ia tulus dalam berdoa, Qing Chuan menjawab, “ Kau bisa berhenti menggangguku. Jangan kau gunakan pikiranmu yang sempit itu untuk  mengacaukan kebaikan hatiku. Memang berdoa di ruang bawah tanah itu sulit, tapi itu lebih baik daripada menghadapi orang sepertimu.”
Kepala Pelayan kesal, ia ingin melihat Qing Chuan akan tahan berapa lama disini.


Kaisar bertanya pada Yinzhen apakah akhir-akhir ini ia sering menyamar? Yinzhen menjawab, ia sering menyamar untuk mendengar penderitaan dari rakyat secara langsung. Kaisar memujinya. Ketika itu mereka melawati Yinreng yang sedang belajar. Kaisar sangat senang melihatnya. Ia berkomentar kalau Yinreng terus begitu, ia akan jadi kaisar yang baik, sedangkan Yinzhen akan jadi pejabat yang baik. Jika mereka saling membantu, ia bisa meninggal dengan tenang.
Yinzhen menjilatnya dan berkata kalau keadaan tubuh Kaisar selalu sehat, jadi ia masih bisa hidup lama. Kaisar mengajak mereka pergi, ia tidak ingin mengganggu Yinreng. Yinzhen memandang ke arah Yinreng dengan kesal.


Seorang kasim membawa baju, ia terjatuh karena tersandung sesuatu. Yinzhen bertanya apakah ini pakaian Yinreng, Kasim itu membenarkannya. Sebuah ide melintas dikepala Yinzhen.
Ia menyobek baju itu dan menyalahkan kasim yang tidak mengerti apapun. Kasim itu meminta maaf dan Yinzhen menyuruhnya untuk mengikutinya, mereka akan mencari baju yang mirip.


Ia mengajak kasim itu ke istana Kun Ning, ia ingat kalau Permaisuri pernah membuatkan kaisar baju yang mirip. Ia menyuruh kasim itu  menyamakan keduanya. Kasim itu takut kalau ada orang yang tahu, tapi Yinzhen menenangkannya kalau istana itu sudah ditutup, jadi hanya ia dan dirinya yang tahu. Ia segera menyuruh kasim itu pergi.


Para kasim sedang berjajar, sedangkan Kasim Li mondar mandir didepan mereka. Ketika ia melihat Kaisar, ia pura-pura memarahi bawahannya. Kaisar mendengar semua perkataannya dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Karena Kasim Li tidak mau menjawabnya, Kaisar lalu bertanya pada para kasim. Seorang kasim melaporkan kalau beberapa hari ini Yinreng memakai baju kaisar. Kasim Li menyahut kalau hal ini belum diselidiki, makanya ia tidak melaporkannya pada kaisar. Kelihatannya Kasim Li berkomplot dengan Yinzhen.
Kaisar bertanya dimana Yinreng sekarang dan Kasim Li menjawab kalau Yinreng sedang berada di istana Yong He bersama Consort De.
Consort De sedang melihat ginseng, hadiah dari Yinthi. Hari ini adalah hari ualngtahun Consort De. Yinreng datang dan mengucapkan selamat ulangtahun. Ia membawakan hadiah anting giok. Consort De berterimakasih padanya.


Yinreng berkata kalau ia sudah tidak punya ibu sejak kecil dan Consort De selalu memperlakukannya seperti anak kandungnya. Ia menambahkan kalau obat nyamuk pemberian Consort De sudah habis, ia bertanya apakah Consort De masih punya obat itu.
Consort De mengambilkannya. Ketika ia akan memasangnya, ia melihat sulamat di baju Yinreng. Ia terkejut. Ia bertanya dimana ia mendapatkan baju itu.
Yinreng menjawab kalau baju itu didapatnya dari ruang baju. Consort De membatin, siapa lagi yang hendak mencelakakan Yinreng.
Ia pura-pura batuk dan menjatuhkan teh ke baju Yinreng. Ia menyuruh Fei Cui untuk mengganti baju Yinreng dengan baju Yinzhen.
Ketika mereka akan pergi, Kaisar tiba, Consort De segera menyuruh Yinreng bersembunyi di sekat bersama Fei Cui.
Kaisar marah dan mengomel karena Yinreng berani memakai baju Kaisar. Yinreng yang mendengarnya langsung terduduk. Ia sangat shock.


Fei Cui melihat sulamannya dan segera bertindak. Ia mengambil salah satu hiasan rambutnya dan memotong sulaman kuku di baju Yinreng sehingga naga itu berkuku empat sekarang.
Kaisar yang mendengar suara gaduh di belakang sekat segera menyuruh Yinreng keluar. Fei Cui dan Yinreng keluar dan berlutut. Consort De pun ikut berlutut.


Kaisar memarahinya. Fei Cui memberitahu Kaisar kalau Yinreng sudah dijebak. Kaisar tetap tidak percaya.
Fei Cui berkata kalau gambar naga di pakaian Yinreng berkuku 4 bukan lima, jadi itu memang pakaian pangeran. Ini adalah kesalahan bagian penjahitan, karena menyulam ular piton seperti naga. Kaisar pun lega, ia menyuruuh Yinreng mengganti bajunya.
Consort De berkata kalau selama ini Yinreng terus belajar dan jarang keluar. Kaisar bertanya apakah ia benar-benar belajar. Yinreng berkata kalau ia sudah banyak membaca buku, jika Kaisar tidak percaya, Kaisar boleh bertanya apa saja, ia pasti bisa menjawabnya.
Kaisar merasa senang, ia memuji Yinreng.


Setelah Kaisar pergi, Fei Cui menunjukkan benang yang dicabutnya pada Consort De, sedangkan Yinreng duduk dengan lemas.


Yinzhen sedang memainkan alat musiknya, tiba-tiba Yinreng datang. Ia bercerita kalau Kaisar menyuruhnya beristirahat, oleh karena itu ia berjalan-jalan di taman. Ia kemudian menceritakan masalah baju Kaisar pada Yinzhen dan berkata kalau Fei Cui membantunya. Yinzhen terlihat kesal, tapi karena Yinreng terlalu percaya padanya, ia tidak melihat perubahan sikap adiknya.


Setelah Yinreng pergi, Yinzhen memetik alat musiknya dengan kasar, sampai slah satu dawainya putus.


Yinzhen pergi ke tempat ibunya. Ia bertanya kenapa ibunya membantu Yinreng, padahal sejak kecil, jika ia melakukan kesalahan sedikit saja, ia akan menghukumnya. Consort De menyuruhnya melapor pada Kaisar, ia tidak melarangnya.
Yinzhen bertanya apakah didalam hati ibunya siapa yang dianggap putra kandungnya, dirinya atau Yinreng? Consort De berkata kalau hari ini adalah hari ulangtahunnya, Yinreng datang untuk memberi ucapan selamat, tetapi dimana  anak kandungnya? Anak kandungnya malah datang dan memarahinya. Didalam hati ia juga bertanya-tanya, sebenrnya yang mana anak kandungnya. Yinzhen terdiam. Skak mat.
Consort De pun pergi ke kediaman para pangeran karena Yinreng membuat pesta untuknya disana.


Jinzhi sedang memeriksa sulaman semua pelayannya. Ia mendesah, tidak ada satupun yang mirip. Ia bertanya pada pelayannya siapa yang mempunyai hubugan dengan Yinzhen, tapi tidak ada yang menjawab. Ia menyuruh ibu Liu untuk mengganti semua pelayannya dengan yang tua dan jelek.
Ia kemudian melihat ibu Liu dan menyuruhnya untuk menyulam juga. Ibu Liu membantahnya, ia tidak mungkin punya hubungan dengan Yinzhen, ia lebih cocok jadi ibunya.


Yinzhen pulang dan bertanya kenapa ia mengumpulkan semua pembantunya. Ibu Liu melapor kalau Jinzhi sedang mencari tau siapa yang selingkuh dengan dirinya.
Yinzhen memarahi Jinzhi dan berkata kalau ia tidak akan puas kalau belum membunuh semua wanita didunia


Qing Chuan sedang melihat belerang yang berhasil dikumpulkannya. Belerang itu sudah cukup banyak. Ia mendesah karena ada orang yang selalu mengawasinya.


Yin Shuang pun datang, Ia bertanya apakah Qing Chuan sudah selesai menyalin. Qing Chuan menenangkannya ia akan melakukannya nanti. Ying Shuang mengingatkannya kalau ini sudah makan malam, apa ia tidak akan makan lagi. Qing Chuan berkata bahwa ia tidak apa-apa dan menyuruh Yin Shuang untuk makan duluan..


Yin Shuang pergi, tapi ia ragu-ragu, kemudian berbalik lagi. Sedangkan Qing Chuan sedang berpura-pura mengorek-orek emas dari kubur Tai Fei. Yin Shuang melihatnya.


Siang itu, para pelayan makam sedang membersihkan halaman. Tiba-tiba ada layang-layang yang masuk ke halaman dan tersangkut di pohon. Yin Shuang mengambilnya. Di badan layang-layang itu ada semacam surat. Yin Shuang membacanya dan pergi keluar untuk mengembalikan layang-layang itu, sayangnya dari jauh kepala pelayan memperhatikannya.


Di pintu depan, seorang pria sedang dihalang-halangi oleh penjaga, Yin Shuang mendekatinya dan berkata kalau ia mengembalikan layang-layangnya. Mereka saling bertatapan dan pria itu memberikan sepucuk surat diam-diam.


Yin Shuang kembali masuk ke dalam wihara, sayangnya Kepala pelayan sudah menunggunya dan memintanya untuk memberikan surat itu.


Dengan terpaksa Yin Shuang memberikannya. Kepala pelayan membaca surat itu, “Merindukanmu setiap hari”. Ia jadi marah dan berniat untuk menghukumnya. Yin Shuang memohon padanya, ia akan menebusnya dengan melakukan tindakan baik. Lalu ia mengadukan padanya kalau Qing Chuan mencongkel emas dari makam Tai Fei.        



Merekapun segera pergi ke ruang bawah tanah. Ia bertanya pada Qing Chuan apakah ia mencongkel emas, Qing Chuan membantahnya. Yin Shuang menunjukkan bekas korekan itu. Kepala pelayan meminta  penjelasan dari Qing Chuan.


Qing Chuan berkata kalau noda itu sudah ada sejak dulu, karena yang ada diruangan itu hanya dirinya dan Yin Shuang, maka tersangkanya pasti dirinya.Ia lalu membersihkan noda itu dengan lengan bajunya. Makam itu kembali utuh tidak ada bekas apapun.


Yin Shuang tidak percaya, karena ia melihatnya sendiriQing Chuan melakukan itu. Qing Chuan kemudian menuduhnya menjebaknya karena ia menyukai tusuk kondenya. Yin Shuang tidak terima, mereka pun akhirnya bertengkar dan Yin Shuang memukul Qing Chuan.
Qing Chuan meminta Kepala Pelayan menghukum Yin Shuang. Akhirnya, Yin Shuang dihukum untuk mengerjakan semua tugas Qing Chuan selama 3 hari. Qing Chuan merasa itu tidak cukup, ia tidak mau sekamar lagi dengannya. Akhirnya Yin Shuang pindah ke kamar Rubing, sedangkan Rubing sekarang sekamar dengan Yin Shuang.


Malamnya, ketika Rubing sudah tertidur, Qing Chuan bangun dan dengan perlahan mengambil barang-barangnya. Ia menyalakan lilin dan mulai melelehkan belerang. Ternyata Rubing terbangun dan sudah berada disampingnya.


Rubing bertanya apa yang sedang dilakukannya. Qing Chuan berkata kalau ia sedang memasak sesuatu, jika sudah matang ia pasti memberinya. Ia menyuruh Rubing tidur duluan dan menyuruhnya untuk tidak mengatakan hal ini pada siapapun, jika tidak ia tidak akan mendapatkan makanan.

0 comments:

Posting Komentar