Pages

13/08/11

JADE PALACE LOCKHEART EPISODE 15


Qing Chuan sedang berusaha mencairkan belerang yang dikumpulkannya. Tanpa disadarinya, Ru Bing telah berada di sampingnya dan bertanya apa yang sedang ia lakukan, apakah ia sedang memasak makanan. Qing Chuan meletakkan belerang itu dan berkata kalau ia memasak makanan. Ia menyuruh Ru Bing untuk tidur duluan, setelah makanan itu masak ia akan membangunkannya. Ru Bing pun menurut.
Qing Chuan juga menyuruhnya untuk tidak memberitahu orang lain, jika tidak, ia tidak akan membaginya.
 

Paginya, Ru Bing mengikuti Qing Chuan dan terus mendesak kenapa ia tidak membagi makanannya. Ia mengancam kalau ia tidak memberinya makanan, maka ia akan memberitahu Kepala Pelayan. Qing Chuan pun berjanji untuk membuatkan makanan nanti sore. Ru Bing memintanya untuk berjanji dengan mengkaitkan jari kelingking.
 

Setelah Ru Bing pergi, Qing Chuan mendesah, ternyata Ru Bing lebih sulit dihadapi daripada Yin Shuang. Ia harus membuatkannya makanan, tapi ia bingung karena biara Tai ini begitu suram, bagaimana ia bisa mendapatkan bahan makanan?
 

Tiba-tiba ada dua pelayan yang lewat sambil menghisap-hisap sesuatu. Qing Chuan mendekati mereka dan bertanya apa yang mereka makan. Mereka berkata kalau mereka makan rumput lemon (lemon grass?), di halaman belakang masih banyak jika Qing Chuan juga menginginkannya. Qing Chuan mencobanya, tapi ia tidak suka karena rasanya terlalu masam. Tiba-tiba ia mendapat ide.
 

Saat makan, Ru Bing memakan supnya dengan cangkang kerang, ia meniru apa yang dilakukan Qing Chuan kemarin. Melihat hal itu Qing Chuan merasa khawatir kalau perbuatannya akan ketahuan.
Kepala Pelayan melihatnya dan menyuruh Ru Bing untuk cepat makan. Ru Bing keceplosan kalau ia tidak ingin makan karena nanti sore......sebelum ia sempat menyelesaikan kalimatnya, Qing Chuan meletakkan mangkuknya dengan keras dimeja sambil memelototi Ru Bing. Kepala pelayan bertanya apa yang akan dilakukannya nanti sore. Ru Bing menjawab kalau pekerjaan sore hari tidak berat, jadi ia tidak mau makan terlalu banyak, ia takut kalau perutnya sakit. Qing Chuan pun merasa lega.
 

Yin Shuang mengkritik Ru Bing karena ia memindah-mindahkan sup yang akan dimakannya, karena sup itu dimakan bersama yang lain. Ru Bing berkata kalau ia hanya meniru Qing Chuan, makan dengan cara begitu terasa lebih enak. Qing Chuan memelototinya sambil berkata kalau semalam Ru Bing bermimpi kalau Qing Chuan membuatkan makanan untuknya, sedang Kepala Pelayan memandang mereka dengan curiga.
 

Sorenya, Ru Bing berdoa didepan makam Tai Fei, sedangkan  Qing Chuan memasak sesuatu. Tiba-tiba Kepala pelayan dan rombongannya datang. Mereka mendekati Qing Chuan dan bertanya apa yang sedang ia lakukan. Qing Chuan menjawb bahwa ia sedang memasak teh dari rumput lemon. Kepala Pelayan tidak percaya dan menyuruh Qing Chuan untuk mencobanya. Ru Bing datang dan segera meminumnya dan berkata kalau teh itu sangat manis. 
 

Kepala Pelayan menghukum mereka karena memasak di ruang makam. Mereka tidak akan mendapatkan makan malam selama 3 hari. Ru Bing panik, sedangkan Qing Chuan hanya bisa mengangkat bahunya.
 

Paginya, Kepala Pelayan mengumpulkan semua pelayan dari biara Tai. Hari itu adalah hari kunjungan keluarga. Mereka diberi wejangan supaya tidak mengatakan apa yang mereka lakukan dibiara. Ketika semua orang pergi, Kepala Pelayan menyuruh Qing Chuan untuk tinggal karena ia tidak punya keluarga yang berkunjung. Qing Chuan menjawab kalau ia juga ingin keluar dan bertemu dengan orang lain, Terlalu lama dibiara membuatnya stress.
 

Kepala Pelayan tidak memperbolehkannya. Ia harus pergi bersamanya dengan syarat, ia tidak boleh  membuat suara maupun berbuat sesuatu yang aneh kalau tidak ia akan menghukumnya.
 

Ternyata Kepala Pelayan mengajaknya melihat para pelayan bertemu dengan keluarganya. Ia memandang dengan sedih dan menangis, Qing Chuan heran, ternyata Kepala Pelayan juga bisa menangis.
Kepala Pelayan bercerita kalau dulu setiap tahunnya ia juga bertemu dengan keluarganya. Qing Chuan bertanya kenapa mereka tidak datang. Kepala Pelayan menjawab dengan sedih, mungkin ibunya sudah tidak bisa berjalan lagi atau bahkan sudah meninggal. Qing Chuan menghiburnya dan mengambilkannya teh.
Setelah itu ia membagikan teh untuk tamu-tamu yang lain.
 

Ibu Yin Shuang berkata kalau pacar Yin Shuang akan menikah. Mereka tidak bisa menyalahkannya karena Ia sudah menunggu terlalu lama. Yin Shuang menjadi emosi dan berkata kalai Da Li (pacar Yin Shuang) adalah miliknya. Ibu Yin Shuang menenangkannya dan menyuruhnya berhati-hati dalam bicara, ia tak mau kalau perkataannya bisa digunakan untuk mencelakakannya.
 

Ketika Qing Chuan datang untuk membagikan teh pada mereka, Yin Shuang segera mengajaknya menjauh dari yang lain. Ia meminta Qing Chuan membawanya kalau ia akan melarikan diri dari biara.
 

Malamnya, Qing Chuan berpikir kalau Yin Shuang juga ingin melarikan diri, berarti ia memperoleh teman yang akan membantunya. Ia harus memikirkan cara untuk menyingkirkan Ru Bing.
 

Ru Bing datang dan mengguncang-guncangkan badan Qing Chuan, ia lapar. Mereka masih dihukum. Qing Chuan berkata kalau ia terus mengguncangkan badannya pun percuma, ia juga lapar. Ru Bing menyuruhnya mencari akal. Qing Chuan mendapat ide. Ketika Ru Bing mengguncangkan badannya lagi, ia memukulkan kepalanya ke tiang didekatnya hingga berdarah. Ru Bing pun kaget.
 

Qing Chuan berteriak minta tolong. Ketika Kepala Pelayan datang, ia mengadu kalau Ru Bing mendorong kepalanya ke tiang. Ru Bing berkata kalau ia tidak sengaja, tapi Qing Chuan tidak mau mendengarnya, Ru Bing selalu menyusahkannya. Ia ingin ganti teman sekamar. Pelayan yang lain tidak mau karena Qing Chuan punya banyak tugas, mereka malas kalau disuruh membantunya.
Yin Shuang berkata kalau ia mau bertukar kamar lagi. Qing Chuan menolak karena mereka adalah musuh. Kepala Pelayan akhirnya menyuruhnya untuk memilih antara Ru Bing dan Yin Shuang. Qing Chuan berpikir sejenak, kemudian ia memilih Yin Shuang. Lebih baik bertengkar daripada dipukul sampai mati. Kepala Pelayan menyuruh mereka beristirahat karena besok harus melakukan upacara pagi.
Setelah semuanya pergi, mereka tersenyum satu sama lain. Ternyata mereka hanya pura-pura bermusuhan.
 

Paginya, Yin Shuang dan Qing Chuan masuk ke makam. Mereka membawa belerang yang sudah dicairkan dengan sebuah linggis. Qing Chuan menyiramkan belarang ke lubang tikus dan mulai mendongkel dinding disekitarnya. Dinding itu dengan gampang dihancurkan. Masalahnya, ada batu yang ada dibelakang dinding itu, sedangkan persediaan belerang Qing Chuan menipis dan lubang yang dibuatnya masih terlalu kecil.
Yin Shuang panik. Ia takut kalau mereka tidak bisa melarikan diri hari itu, Kepala Pelayan akan mengatahui lubang yang mereka buat. Qing Chuan menenangkannya, ia berusaha mencari akal untuk mengatasinya.
 

Qing Chuan mengambil sekeranjang kertas berwarna emas dan perak. Ia menutupi lubang itu dengan kertas tersebut. Qing Chuan memberitahu Yin Shuang kalau mereka harus berkata kalau mereka membuat tumpukan kertas itu untuk melindungi Selir Tai Fei. Mereka harus menumpuk lebih banyak lagi, supaya yang lain tidak bisa mendekati tempat itu.
 

Di tempat Lain, Yinzhen sedang menyamar. Ia sedang berjalan didaerah berbukit tandus dan mengobrol dengan seorang pria. Mereka membicarakan gempa bumi yang sering terjadi ditempat itu. Tiba-tiba ada tanah longsor, semua menjadi panik dan berlarian. Pria yang diajak ngobrol Yinzhen tertimpa batu yang besar, Yinzhen berusaha menolongnya, tapi sia-sia.
 

Setelah longsor itu berhenti, Yinzhen melihat ke sekelilingnya dengan wajah sedih. Banyak orang yang meninggal atau terluka.
 

Di istana sedang diadakan pertemuan karena bencana yang baru saja terjadi. Kaisar meminta pendapat para menterinya bagaimana cara mengatasi bencana ini. Tapi ia tidak senang dengan semua pendapat mereka. Yinzhen pun maju, ia berpendapat kalau kemakmuran dan kehancuran suatu negara adalah semua tanggungjawab warganya, jadi ia memberi ide supaya Yinreng yang mencari sumbangan untuk diberikan kepada  korban bencana, mengingat kas negara yang sedang kosong karena digunakan untuk membantu korban banjir sungai kuning. Kaisar menyetujuinya, sedangkan Yinreng kesal dengan usul adiknya tersebut.
 

Yinreng berjalan keluar dari ruang pertemuan dengan gontai. Yinzhen mendekatinya dan bertanya apa yang sedang dipikirkannya. Ia bercerita kalau sebenarnya ia sudah menyuruh semua bawahannya berkeliling kota Beijing untuk mencari sumbangan, tetapi dalam sebulan ia hanya mendapat 100 tael. Yinzhen bertanya apakah ia sudah meminta sumbangan dari para pejabat istana? Yinreng berkata kalu mereka selalu mengeluh tidak punya uang , jadi ia tidak enak untuk meminta sumbangan pada mereka.
Yinzhen memberitahunya kalau mereka berbohong, mereka telah menjadi pejabat lebih dari tiga tahun, pasti mereka punya banyak uang, masalahnya adalah bagaimana membuat mereka rela untuk menyumbang. Ia pun membisikkan sesuatu ke telinga Yinreng. Yiinreng senang mendengar ide Yinzhen dan segera pergi untuk melaksanakannya. Sedangkan Yinzhen hanya tersenyum dengan licik.
 

Di istana Consort De mengadakan lomba barang berharga. Semua wanita istana serta istri pejabat membawa barang-barang berharga mereka.
Consort De datang bersama Yinreng dan Yinzhen, ia masih ragu-ragu apakah ini ide yang baik, tapi Yinreng memastikan kalau mereka sedang berbuat kebajikan.
Para istri pejabat menghormat. Mereka kemudian menunjukkan barang berharaga milik mereka, ada batu darah, mutiara hitam, batu giok, kristal dan sebagainya. Mereka saling berebut untuk menunjukkan kalau barang mereka yang paling bagus.
 

Yinreng memuji barang-barang mereka dan berkata kalau barang-barang itu sulit untuk dikira-kira nilainya. Bagaimana kalau mereka melakukan sesuatu yang lebih bermakna.
Para nyonya itu bingung, ia tidak mengerti maksud perkataan Yinreng. Yinreng bercerita kalau di daerah Bashu sedang terjadi bencana alam, sedangkan kas negara sedang kosong. Daripada barang tersebut cuma disimpan dirumah dengan sia-sia, lebih baik kalu barang-barang itu disumbangkan. Para Nyonya langsung cemberut dan menyembunyikan barang berharga miliknya.
Yinreng menambahkan kalau ia tidak memaksa, tapi jika mereka tidak menyumbang, apakah nama suami mereka tidak akan tercoreng. Ia kemudian menyuruh Fei Cui untuk mengurus semuanya, sedangkan para nyonya terpaksa menyumbangkan barang berharganya. Mereka tidak mau kehilangan muka dihadapan Consort De.
Consort De memuji Yinreng, tapi ia heran apakah ini idenya sendiri. Yinreng ingin memberitahu  kalau semua ini adalah ide Yinzhen, tapi Yinzhen memotong perkataannya dan berkata pada ibunya kalau ini ide Yinreng sendiri. Consort De sangat senang. Ia pun berterimakasih kepada para nyonya itu dan memberi hormat pada mereka.
Yinzhen memberitahu Yinreng kalau semua ini adalah rahasia mereka. Ia tidak mau disalahkan Kaisar karena selalu membantu Yinreng.
 

Pada pertemuan berikutnya, Kaisar memuji Yinreng, karena dalam waktu singkat telah mendapatkan begitu banyak sumbangan.
Ketika pertemuan selesai, Yinreng mengumpulkan semua pejabat. Mereka memandang Yinreng dengan tidak senang, sedangkan Yinzhen berpikir ada berapa orang pejabat yang masih berpihak pada Yinreng.
 

Yinreng berterimakasih pada mereka dan berkata kalau mereka pasti sedih karena bencana ini. Seorang pejabat berkata kalau ia tidak peduli apakah rakyat bisa membangun rumah lagi, tapi ia memberi selamat pada Yinreng karena mendapat pujian dari Kaisar, walaupun ia mendapatkannya diatas penderitaan orang lain.
Yinreng yang polos tidak mengerti maksud perkataan pejabat itu. Ia malah berkata kalau semua ini bukan idenya tapi ide Yinzhen. Yinzhen shock dan semua pejabat kaget.
Yinreng berkata kalau ia tidak ingin dipuji sendirian, ia ingin membaginya dengan Yinzhen. Yinzhen hanya bisa tersenyum pasrah, sedangkan matanya memandang semua pejabat yang sedang saling berbisik. 
 

Kembali ke biara Tai. Seorang kepala penjaga sedang membasuh mukanya. Ia bersiap akan mandi. Tiba-tiba Yin Shuang datang. Ia telah berdandan dengan cantik. Ia merayu Kepala penjaga tersebut. Kepala penjagal berkata kalau orang dalam biara Tai tahu mereka ada hubungan, maka mereka akan dihukum mati. Yin Shuang tidak peduli, ia terus merayunya. Ketika Kepala Penjaga mulai menciuminya dan membawanya ketempat tidur, Yin Shuang mencabut tusuk kondenya dan menancapkannya ke leher kepala penjaga itu.
Kepala Penjaga itu kaget dan Yin Shuang menyuruhnya untuk mengikutinya kalau tidak ia akan mencabut tusuk konde itu.
Disaat yang sama para pelayan biara Tai sedang makan siang. Kepala Pelayan menjelaskan kalau besok telah genap 49 hari Selir Tai Fei meninggal, jadi kuburan akan segera ditutup. Ia menyuruh mereka makan banyak karena akan ada banyak pekerjaan yang menunggu mereka.
 

Qing Chuan mendengarkannya dengan tidak berminat. Ia melihat makanannya yna hanya terdiri dari sayuran saja. Ia menggebrak mejanya dan bertanya kenapa mereka hanya diberi makan seperti ini, padahal pekerjaan mereka sangat banyak dan waktu istirahat sedikit. Beberapa pelayan lain mendukungnya.
Kepala Pelayan bertanya kenapa ia memberontak? Qing Chuan ingin Kaisar tahu bagaimana selama ini ia memperlakukan mereka. Ia pun menggulingkan meja, sedangkan Kepala Pelayan menyuruh pelayan yang lain menangkap mereka.
 

Mereka pun berkelahi, tiba-tiba Yin Shuang datang sambil membawa tawanannya, ia menyuruh mereka berhenti. Ia mengajak Qing Chuan keluar dari pintu gerbang, tapi Qing Chuan menolak. Ia tahu kalau orang-orang itu tidak akan memikirkan nyawa tawanan mereka, jadi sebaiknya mereka pergi ke makam bawah tanah saja. Yin Shuang menyetujuinya, jadi mereka dan beberapa pelayan lain yang memberontak pergi ke makam bawah tanah. Sedangkan Kepala Pelayan menyuruh Ru Bing untuk segera memberitahu penjaga yang lain.
 

Di kuburan bawah tanah, Qing Chuan dan beberapa pelayan lain mulai medongkel dinding itu lagi. Kepala penjaga berkata kalau perbuatan mereka itu sia-sia. Dibalik tembok itu ada tembok yang lain. Ia tahu karena ia sendiri yang mengawasi pembangunan makam itu. Ia berkata kalau Ia adalah Nian Geng Yao bisa ditawan oleh gadis-gadis yang lemah.
 

Qing Chuan kaget ketika mendengar namanya. Ia berkata pada teman-temannya jika orang itu benar Nian Geng Yao, maka mereka akan selamat. Mereka semua heran, tapi Qing Chuan menambahkan kalau Nian masih mempunyai banyak tugas. 
 

Yin Shuang ketakutan kalau ia akan mati, ia mengusulkan kalau mereka menukar tawanan mereka dan berpura-pura semua tidak akan terjadi. Qing Chuan tidak setuju, jika mereka menukar tawanan mereka, maka mereka tidak punya apa-apa lagi.
Yin Suang tidak mau mendengarkan perkataan ing Chuan. Ia mengajak pelayan yang lain menerobos dan menninggalkan Qing Chuan sendirian didalam makam. Qing Chuan berusaha menghentikannya, tapi Yin Shuang tidak peduli.
 

Ketika ia keluar dari makam, ternyata Kepala Pelayan telah bersiap. Para penjaga telah mengepung mereka sambil membawa panah. Yin Shuang kaget. Tanpa sempat berkata apa-apa. Kepala Pelayan menyuruh para penjaga itu memanah mereka. Beberapa pelayan meninggal sedangkan Nian berteriak kenapa mereka memanah, padahal ia masih ada disini. Dengan tersenyum jahat, Kepala Pelayan berkata kalau Nian Geng Yao meninggal dalam pemberontakan pelayan. Ia pun menyuruh para penjaga untuk memanah mereka lagi.
 

Yin Shuang terkena anak panah dan meninggal, sedangkan Nian segera masuk ke dalam makam lagi, Kepala pelayan terlihat kesal dan segera berlari turun.
 

Qing Chuan masih sibuk mendongkel dinding ketika Nian kembali masuk sambil mengomel karena mereka juga ingin membunuhnya. Ia berkata kalau ia yang membangun makam ini, jadi ia tahu jalan keluarnya. Tiba-tiba makam bergetar, ternyata Kepala Pelayan telah menarik tuas yang akan meruntuhkan makam. Nian segera menyuruh Qing Chuan untuk mendorong dinding makam Tai. Tapi kekuatan  mereka tidak cukup, sedangkan waktu mereka sedikit.
 

Nian berkata kalau mereka memerlukan tenaga 100 kilo untuk bisa membuka pintu itu. Qing Chuan langsung mengambil linggis dan menggunakannya sebagai pengungkit. Ia terus mendorong sekuat tenaga. Akhirnya pintu itu terbuka dan mereka bisa melarikan diri.
 

Tiba diluar, Qing Chuan ingin mengantarkan Nian sampai ke tempat yang ditujunya. Ia khawatir dengan luka yang dideritanya. Nian menenangkannya dan berkata kalau ia sendiri tidak tahu akan pergi kemana. Qing Chuan mengusulkan kalau ia jadi prajurit saja. Nian setuju dengan usul Qing Chuan, lagipula sudah lama ia ingin mengabdi pada kekaisaran.
Mereka pun berpisah. Qing Chuan berpikir dalam hati, “Nian Geng Yao sangat terkenal dalam sejarah dan semuanya dimulai karena diriku.”
 

Ia memandang ke sekelilingnya dan berpikir, bumi begitu besar, kemana ia akan pergi.
 

Ditempat lain, para pejabat sedang berkumpul. Yinzhen datang dan memberi salam pada mereka. Ia berkata kalau ada banyak pengungsi yang datang ke Beijing, jika tidak segera diatasi, maka akan menimbulkan gangguan keamanan. Ia mengusulkan kalau setiap pejabat membantu 10 orang pengungsi. Seorang pejabat tidak setuju karena mereka telah banyak kehilangan barang berharga karena bencana itu, lagipula di rumah ada wanita, mereka tidak bisa membiarkan orang asing masuk ke dalam rumah.
YinZhen berkata kalau mereka pasti tidak hanya punya satu rumah. Nanti saat pertemuan, ia akan berkata pada Kaisar kalau ia akan menerima 100 orang pengungsi, sedangkan pejabat yang lain bisa menerima sebanyak yang mereka mampu. Tapi sayangnya, Kasim Li datang dan mengumumkan kalau hari ini pertemuan dengan Kisar ditiadakan. Yinzhen hanya meliaht pejabat lain dengan kecewa.

0 comments:

Posting Komentar