Pages

17/08/11

JADE PALACE LOCKHEART EPISODE 16


Yinzhen mengajak para pejabat untuk membantu para pengungsi dengan menampung mereka di rumah para pejabat. Tapi para pejabat itu tidak setuju, ada saja alasan yang mereka katakan. Yinzhen berkata kalau ia akan menampung 100 orang pengungsi dan para pejabat boleh membantu semampunya. Ia akan mengatakan hal ini dalam pertemuan  hari ini.
Sayangnya Kasim Li datang dan berkata kalau pertemuan hari ini dibatalkan. Yinzhen merasa kecewa. Ia hanya memandang para pejabat yang terlihat lega itu.
Ia menambahkan kalau ia akan menolong 100 orang pengungsi dan pergi.

Para pejabat tidak suka dengan sikap Yinzhen. Mereka berencana untuk menghabisinya sebelum ia bisa menjadi Putra Mahkota.

Qing Chuan sedang berjalan di kota. Ia bingung mau pergi kemana. Tiba-tiba ia melihat Yinzhen yang akan memasuki sebuah restoran.

Tiba-tiba ada sekelompok pembunuh yang turun dari atas restoran itu. Mereka akan menyerang Yinzhen. Qing Chuan yang melihatnya langsung berlari dan terkena pedang yang akan diarahkan pada Yinzhen. Yinzhen pun segera melawan mereka.

Yinzhen mengalahkan mereka semua dan para pembunuh itu segera melarikan diri.

Yinzhen segera mendekati Qing Chuan yang kemudian pingsan di bahunya.

Yinzhen membawanya ke tabib.Tabib memberitahunya kalau sangat sulit menolongnya karena luka itu sangat dekat dengan jantungnya. Tabib menyuruhnya untuk memberikan obat sesuai resepnya maka dalam 10 hari Qing Chuan akan sembuh.

Ia mendekati ranjang Qing Chuan dan memandangnya. Ia bertanya-tanya apa yang dilakukannya disini, apakah ia punya niat jahat. Ia kemudian mengeluarkan pisaunya. Ia sudah berkali-kali mencoba membunuh Qing Chuan tapi gagal. Ini kesempatan yang baik baginya. Tapi ia ragu-ragu karena Qing Chuan telah menyelamatkan nyawanya.

Tiba-tiba Qing Chuan mengigau, ia memanggil-manggil nama Yinzhen. Yinzhen semakin tidak tega untuk membunuhnya. Ia pun berpaling dan pergi. Sebelum menutup pintu, ia melihat ke arah Qing Chuan sekali lagi.
Long Ke Duo menunggu Yinzhen di istana. Ia memberitahu kalau Kaisar mengadakan pertemuan mendadak karena ada banyak pengungsi yang masuk ke Beijing. Ia juga menyalahkan Yinzhen yang bertindak terlalu ceroboh. Ia membuat para pejabat tidak suka padanya begitu juga dengan Kaisar.

Yinzhen memberitahunya kalau ia hampir saja dibunuh. Untung saja ia selamat. Long Ke Duo menasehatinya bahwa banyak jalan yang bisa dilakukan untuk memenangkan perhatian Kaisar tanpa membuat para pejabat marah, karena akan merugikannya.
Sebenarnya Yinzhen berniat akan mengganti kerugian mereka jika saatnya tepat, mungkin karena Yinreng membocorkan pada mereka kalau ialah yang memberikan ide untuk menggunakan harta berharaga mereka, yang membuat mereka jadi begitu.
Long Ke Duo menasehatinya untuk mengambil hati para pejabat lagi. Yinzhen ingat kalau sebentar lagi ulangtahun Jinzhi, mungkin sebaiknya ia mengundang mereka dalam pesta ulang tahun itu. Long Ke Duo setuju. Dalam pesta itu ia bisa memperbaiki hubungan mereka yang retak.

Di kediaman Yinzhen terlihat sepi, tidak ada tamu yang datang pada pesta ulangtahun Jinzhi. Yinzhen berpikir apakah mereka salah tanggal tapi Jinzhi berkata kalau satu dua orang yang tidak datang, mungkin mereka salah tanggal, tapi kalau semua orang tidak datang, pasti ada alasan lain.
Jinzhi mengomel kalau mereka tidak peduli pada mereka sejak awal.
Long Ke Duo datang dan memberitahu Yinzhen kalau Yinsi mengundang semua pejabat ke kediaman mereka. Yinzhen bertanya apa alasannya mengundang mereka. Sayangnya Long Ke Duo tidak tahu jawabannya.

Yinsi membuat pesta untuk para pejabat. Ia bersulang untuk mereka. Yinsi berkata kalau ia mengundang mereka untuk memikirkan bagaimana mengatasi para pengungsi. Kas kerajaan sedang kosong dan sangat sulit untuk mengumpulkan sumbangan. Jika ia meminta uang para pejabat, rasanya juga tidak tepat. Maka ia punya sebuah rencana yang tidak akan merugikan siapapun.

Long Ke Duo melapor pada Kaisar kalau Yinsi membentuk kekuatan kecil untuk kepentingannya. Ia mengundang para pejabat ke sebuah restoran. Kaisar tidak percaya karena ia tahu Yinsi bukan orang semacam itu, ia suka berteman dan menyuruh Long Ke Duo membiarkannya.
Ia masih pusing dengan masalah pengungsi. Ia bertanya apakah rencana Yinzhen menyuruh para pejabat untuk menampung para pengungsi sudah ada perkembangan. Yinzhen menjawab kalau ia sedang berusaha keras untuk melakukannya.
Kasim Li datang dan memberitahu kalau Yinsi datang menghadap.

Kaisar bertanya kenapa Yinsi ingin menemuinya. Yinsi melapor kalau ia berhasil mengumpulkan 300 ribu tael perak untuk membuat tempat pengungsian bagi para pengungsi. Kaisar heran, bukankah saat ini kas negara sedang kosong, bagaimana ia bisa mendapatkan uang itu?
Yinsi menjawab kalau ia meminta bantuan dari para pejabat. Kaisar bertanya apakah mereka mau memberikannya. Yinsi memberitahunya kalau tentu saja mereka tidak mau, tapi setelah ia berjanji memberikan surat hutang pada mereka,mereka setuju. Jika kas negara telah terisi lagi, maka uang mereka akan dibayar beserta sedikit bunga. Ia meminta maaf karena memutuskan hal seperti ini tanpa membicarakan terlebih dahulu dengan Kaisar.

Kaisar berterimakasih karena ia telah membantunya dan memujinya sangat berbakat. Kaisar menambahkan kalau kali ini Yinzhen kalah dengan Yinsi.

Kaisar sedang berada di istana Yong He. Consort De bertanya kenapa Kaisar belum beristirahat, bukankah masalah pengungsi telah teratasi. Kaisar berkata kalau ia sedang memikirkan Yinreng, Yinzhen dan Yinsi. Yinreng orangnya terlalu baik, ia bisa jadi Kaisar yang baik disaat damai, sayangnya hatinya terlalu lembut, sehingga ia tidak bisa membuat keputusan yang sulit. Kaisar takut kalau ia hanya mengikuti orang lain.
Yinzhen adalah orang yang berbakat, ia selalu bekerja keras dan rajin, sayangnya moodnya gampang berubah, ia orang yang sulit diduga. Jika ia lahir dijaman perang, mungkin ia akan bersinar, tapi disaat damai, ia bisa membunuh banyak orang dan menghancurkan semangat orang lain
Yinsi lebih baik, ia tahu saat maju maupun mundur. Ia orang yang stabil dan mampu membuat keputusan dengan cepat.

Kaisar bertanya kenapa Consort De diam. Consort De menjawab bahwa ia mendengarkan perkataan Kaisar. Salah satu dari ketiga pangeran itu adalah putra kandungnya. Ia tidak bisa berkata apa-apa. Kaisar memuji Consort De yang tidak pernah memihak.
Consort De menambahkan kalau putranya yang lain juga berbakat seperti pangeran ke 13 dan 14. Sebaiknya Kaisar memikirkannya dengan hati-hati, jangan sampai peristuwa dengan yinreng terulang lagi. Kaisar setuju dengan pendapat Consort De.
Consort De berkata kalau Pangeran 14 sangat mencemaskan Kaisar, ia telah mengirimkan teh dari Shin Jang.

Consort De sedang ditandu melewati sebuah lorong istana. Mereka bertemu dengan beberapa orang kasim yang menggotong mayat. Consort De bertanya apa yang telah terjadi. Kasim tersebut melapor kalau salah satu kasim bagian pakaian bunuh diri di istana Kun Ning. Setelah para kasim itu pergi, Consort De berpikir tentang pakaian Yinreng yang salah kemarin. Ia ingat kalau pakaian itu buatan Permaisuri untuk Kaisar dan kasim yang meninggal juga bunuh diri di istana Kun Ning. Consort De menduga kalau ini ada kaitannya dengan pakaian Yinreng.

Ia segera mengajak Fei Cui pergi ke istana Kun Ning. Disana mereka melihat pakaian yang ada di dalam almari. Mereka melihat pakaian Yinreng ada disana. Consort De heran, kemudian ia menduga kalau ini adalah pakaian yang ditukar dengan baju bersulam naga kemarin. Consort De dan Fei Cui membaui pakaian tersebut. Mereka mencium bau yang tidak asing.

Consort De mengundang Yinreng dan Yinzhen makan bersama. Dulu mereka sering melakukannya, tapi sekarang sudah sangat jarang. Kedua pangeran itu berjanji akan segera datang jika Consort De menginginkan mereka makan bersama. Consort De memberitahu keduanya kalau Yinsi sekarang maju pesat. Ia menginginkan agar Yinreng dan Yinzhen bersatu padu dan saling membantu, supaya tidak kalah dengannya.
Yinreng terlalu baik hati dan Yinzhen sangat licik. Waktu kecil, beberapa lelucon tidak apa-apa, setelah dewasa sebaiknya mereka tidak melakukannya lagi. Yinzhen harus menghormati yang lebih tua.

Consort De memberikan sebuah surat pada Yinreng. Jika Yinzhen mengakalinya lagi, ia bisa memberikan bukti ini pada Kaisar. Yinreng tidak mengerti maksud Consort De, tetapi Yinzhen langsung berlutut. Ia pura-pura tidak mengerti kesalahannya. Consort De menyuruhnya berdiri. Pagi ini seorang kasim bunuh diri di istana Kun Ning, ia hanya teringat masa kecil mereka.
Consort De berharap kalau Yinreng dan Yinzhen tidak bertengkar lagi, mereka harus saling membantu. Jangan sampai orang lain memanfaatkan mereka. Mereka mengiyakan perkataan ibunya.

Ketika Yinreng dan Yinzhen berjalan pulang bersama, Yinreng heran kenapa Consort De berkata seperti itu, selama ini ia merasa hubungan persaudaraan mereka sangat kuat. Yinzhen langsung berlutut dihadapan kakaknya.  Yinreng menyuruhnya berdiri. Yinzhen berkata kalau ia setia padanya, langit sebagai saksinya.
Yinreng percaya padanya. Ia ingin mengembalikan surat pemberian Consort De kepada Yinzhen, tapi jika ia memberikannya sekarang, ia takut Consort De akan tersinggung jadi ia akan menyimpannya dan memberikan pada Yinzhen suatu saat nanti.

Yinreng bertanya apakah Yinzhen sudah mengunjungi Biara Tai lagi. Ia ingin tahu apa yang dikerjakan Qing Chuan karena akhir-akhir ini ia sering memimpikannya.
Yinzhen berpikir dalam hati kalau Yinreng sangat menyukai Qing Chuan. Setelah Qing Chuan sembuh nanti ia akan memberikannya pada Yinreng supaya ia lebih mudah mendapatkan surat itu.
Yinreng bertanya apa yang sedang dipikirkannya. Yinzhen hanya berkata kalau ia mendengarkannya dan akan mengunjungi biara setelah semua pekerjaannya selesai.

Qing Chuan bertemu dengan Yinzhen. Yinzhen memarahinya karena ia keluar dari kamar, padahal lukanya belum sembuh. Qing Chuan berkata kalau ia baik-baik saja, ia sangat bosan di kamar.

Yinzhen heran kenapa ia menyelamatkan jiwanya. Qing Chuan memberitahunya kalau ia menyelamatkannya karena ia orang yang sangat penting. Qing Chuan mengupaskan kacang untuk  Yinzhen dan Yinzhen berkata kalau ibunya juga suka mengupaskan kacang untuknya. Tanpa mereka sadari, ternyata ibu Ma melihat mereka berdua. Ia sangat kaget dan segera pulang ke rumah.

Ibu Ma melapor pada Jinzhi kalau Yinzhen bertemu dengan seorang wanita di hotel. Jinzhi sangat marah, selama ini ia sudah sangat waspada, ternyata ia masih kebobolan juga. Ia tidak menyangka kalau Yinzhen punya hubungan di hotel.

Ia segera menyuruh Ibu Ma untuk mencari beberapa oarng untuk menangkap gadis itu setelah Yinzhen pergi. Mereka harus melakukannya dengan hati-hati supaya tidak ketahuan.

Qing Chuan mengantarkan Yinzhen sampai depan pintu hotel, sedangkan ibu Ma bersama anak buahnya sedang mengintainya. Setelah Yinzhen agak jauh, anak buah ibu Ma segera menculik Qing Chuan.

Jinzhi mengantarkan teh untuk Yinzhen, ia bertanya kenapa akhir-akhir ini Yinzhen tidak memperlakukannya secara hangat atau dingin. Ia ingin tahu kesalahannya sehingga ia bisa berubah. Yinzhen memberitahunya kalau saat ini ia sedang mengurus hal yang penting sehingga ia tidak sempat mengurusi kehidupan cintanya. Ia menambahkan kalau ia tidak punya wanita lain di luar rumah. Jinzhi hanya membathin kalau ia sudah ketahuan dan ia akan mengikuti permainannya.
Ia meminta maaf karena terlalu cemburu. Ini karena ia sangat mencintai Yinzhen. Ia tidak mau ada orang lain yang mengganggu rumah tangga mereka. Ia akan berubah.
Yinzhen menyuruhnya pergi karena ia harus belajar.

Sesampainya di luar, Jinzhi menemui ibu Ma. Ibu Ma melapor padanya kalau ia menyembunyikan gadis itu diruang penyimpanan. Jinzhi menemuinya dan kaget melihat Qing Chuan. Ia segera mengomelinya kalau ternyata dugaannya dulu benar. Ia memberitahu Qing Chuan kalau ia tidak suka barangnya disentuh. Jika itu terjadi, maka ia akan menghancurkan barang itu atau membunuh orang tersebut. Qing Chuan menggeleng. Ia mencoba menjelaskan kalau ia tidak punya hubungan dengan Yinzhen. Tapi Jinzhi tidak mau mendengarnya karena ibu Ma telah melihat mereka berdua di hotel.
Jinzhi menyuruh Ibu Ma untuk membawa Qing Chuan ke sungai dan menenggelamkannya. Qing Chuan mencoba memberontak sehingga penutup mulutnya terlepas. Ia pun segera berteriak meminta tolong dan memanggil-manggil Yinzhen.

Jinzhi sangat marah dan terus mengomelinya. Ibu Ma mendengar kalau Yinzhen datang. Jinzhi segera keluar dan menutup pintu ruang penyimpanan.

Yinzhen bertanya kalau tadi ia mendengar orang berteriak minta tolong. Jinzhi membenarkan kalau Yinzhen bertanya apa yang terjadi. Jinzhi memberitahunya kalau hari ini adalah hari peringatan kematian ibunya, jadi ia mengundang seorang dukun. Arwah ibunya merasuki dukun itu, ibunya bercerita kalau alam kubur sangat menakutkan makanya ia berteriak.

Yinzhen berjalan mendekati ruang penyimpanan dan Jinzhi berusaha menghalanginya. Yinzhen bertanya apakah ia perlu memberi hormat. Jinzhi berkata kalau ia tidak perlu melakukannya. Ia seorang pangeran, tidak pantas bertemu dengan seorang dukun.

Yinzhen pun berbalik pergi, tapi sedetik kemudian ia berlari dan membuka pintu ruang penyimpanan, rupanya ia tidak percaya cerita Jinzhi. Sayangnya, ibu Ma telah menyembunyikan Qing Chuan dan berpura-pura sebagai dukun. Melihat tidak ada hal yang mencurigakan, Yinzhen pun pergi lagi.

Jinzhi memuji gerak cepat ibu Ma. Ibu Ma bertanya apa yang akan mereka lakukan pada Qing Chuan. Jinzhi menyuruhnya untuk menenggelamkannya ke sungai, jika Yinzhen sampai tahu, maka ia akan menimpakan semua kesalahan pada ibu Ma. 

Ibu Ma bersama anak buahnya membawa Qing Chuan ke sungai kemudian menenggelamkannya.

Sedangkan Yinzhen kembali ke hotel. Ia bertanya pada pemilik hotel apakah luka Qing Chuan sudah ada perkembangan. Pemilik hotel berkata kalau Qing Chuan belum kembali. Yinzhen memegang kerah bajunya. Pemilik hotel berkata kalau semua bukan kesalahannya. Sejak pergi dengannya tadi, Qing Chuan belum kembali.

Yinzhen pergi ke istana, ia bingung kenapa Qing Chuan pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal. Apakah Qing Chuan menghilang. Ia juga bingung dengan perasaannya, apakah ia menyukai Qing Chuan. Ia membantah pikirannya itu, ia hanya akan menggunakan Qing Chuan untuk mendapatkan surat bukti yang ada pada Yinreng.

Yinreng melihatnya dan bertanya kabar Qing Chuan. Yinzhen berkata kalau Qing Chuan baik-baik saja. Ia sangat mengkhawatirkan Yinreng, ia ingin segera bertemu dengannya.
Yinreng tahu kalau Qing Chuan tidak akan melupakannya. Ia bertanya apakah Yinzhen mengatakan semua ini hanya untuk membuatnya senang. Yinzhen memberitahunya kalau ia tidak membohonginya. Yinreng meminta Yinzhen untuk menceritakan keadaan Qing Chuan lebih lanjut.

Ternyata percakapan mereka itu dilihat oleh Yinsi, Yin’e dan Yinthang. Mereka heran kenapa akhir-akhir ini Yinreng dekat dengan Yinzhen, apakah mereka bersekutu?

Yinthang berkata walaupun Yinzhen sangat pintar, tapi saat ini Kaisar sangat menyukai Yinsi. Yinsi memperingatkannya untuk tidak menganggap remeh Yinzhen. Ia orang yang cerdik dan banyak akal.
Yinthang bertanya apakah mereka harus menyuruh orang untuk mengikuti Yinzhen agar mengetahui rencana yang dibuatnya. Yinsi berkata kalau Yinzhen sangat pintar menutup mulutnya, jadi percuma saja mereka mengikutinya. Lebih baik mereka mengikuti Jinzhi, karena ia tidak pandai menjaga rahasia. Yinsi memperingatkan kalau mereka harus berhati-hati dalam bermain api. Yinthang meyakinkan Yinsi kalau apapun yang terjadi, Yinsi tidak akan terlibat didalamnya.

Jinzhi sedang berjalan-jalan di pasar dengan ibu Ma. Moodnya sedang baik karena ia berhasil menyingkirkan duri dalam hidupnya. 

Ternyata dari kejauhan Yinthang mengikutinya. Ia kemudian menyuruh anak buahnya untuk mengikuti Jinzhi, lebih baik lagi kalau ia berhasil membuat kontak dengannya.

Jinzhi sedang memilih-milih perhiasan, ketika anak buah Yinthang menawarkan bulu binatang padanya. Ia menjualnya dengan murah. Jinzhi tertarik, lagipula kualitas bulu itu sangat bagus. Ia bertanya apakah anak buah Yinthang punya persediaan lain. Ia menunjukkan tas yang ada dipunggungnya. Karena terlalu banyak, Jinzhi memintanya untuk mengikutinya saja.

Ternyata Jinzhi pergi ke sebuah gedung opera. Anjing yang ada disana menyalakinya. Jinzhi marah, pemilik gedung meminta maaf padanya. Jinzhi mengambil bulu yang dibelinya dan masuk ke dalam gedung.

Seorang aktor bertanya kenapa anak buah Yinthang belum pergi. Anak buah Yinthang berpura-pura haus dan meminta segelas air sambil mengorek keterangan dari aktor itu.
Tanpa sadar aktor itu bercerita kalau Jinzhi sangat menyukai opera. Ia sering datang dan memberikan bulu pada mereka.
Setelah meminum segelas air, anak buah Yinthang segera pergi. Ia melihat anjing yang terikat di pohon itu. Ia segera melepaskannya. Semua orang panik dan berusaha menanggap anjing itu kembali.

Pada saat kacau itulah ia menyelinap ke dalam gedung. Ia mendengar suara di sebuah ruangan dan berusaha mengintipnya. Ternyata di dalam ruangan itu ada Long Ke Duo dan Jinzhi. Mereka sedang bercakap-cakap.
Long Ke Duo sedang memarahi putrinya. Jinzhi berjanji kalau ia tidak akan mengganggu rencana ayahnya dengan Yinzhen. Long Ke Duo menyuruhnya untuk bersabar, jika Yinzhen berhasil mencapai tujuannya, maka ia bisa jadi ibu negara ini.
Anak buah Yinthang kaget dan membuat suara yang tidak perlu. Ia pun segera menyelinap keluar.

Long Ke Duo dan Jinzhi mendengar suara itu dan segera berlari keluar untuk mengecek. Ternyata di luar tidak ada apa-apa. Long Ke Duo menasehati putrinya jika ia terus membuat keributan, maka dirinya sendiri yang akan hancur.

0 comments:

Posting Komentar