Pages

22/08/11

JADE PALACE LOCKHEART EPISODE 17


Long Ke Duo menduga kalau ada orang yang menguping pembicaraan mereka. Ia menasehati putrinya, sebaik-baik mereka berbuat sesuatu, pasti ada orang yang akan mengacaukannya. Jadi sebaiknya ia berhati-hati, jika ia salah langkah, maka bisa berujung pada kematian.
Yinsi sedang berlatih kaligrafi, itu merupakan kelemahannya. Ia berusaha untuk terus berlatih supaya kemampuannya meningkat. Ia tidak ingin Kaisar melihat ada kelemahan dalam dirinya.
Mata-mata Yinthang datang. Ia melaporkan kalau Jinzhi memanggil Long Ke Duo ayah. Mereka heran karena Jinzhi adalah putri Fei Yang Gu. Tapi karena Fei adalah bawahan Long, maka mereka menduga kalau Jinzhi adalah anak tidak sah Long.
Kaisar adalah orang yang tidak suka dibohongi, jadi mereka ingin membongkar identitas Jinzhi dihadapan Kaisar.
 

Kaisar sedang melihat opera bersama Yinsi, Yinthang dan Yin’e. Setelah permainan selesai, Yinsi bertanya apakah Kaisar tidak bosan melihat pertunjukkan itu? Ia telah melihatnya berkali-kali. Kaisar bertanya  apakah mereka punya ide lain. Yinsi berkata kalau mereka pernah mendengar pertunjukkan yang bagus. Mereka bernyanyi di hadapan Kaisar.
 

Kaisar sangat senang mendengarnya dan memuji nyanyian mereka. Yinsi berkata kalau sebenarnya nyanyian mereka kurang bagus, ia tahu ada grup musik yang pandai menyanyikan lagu pendek. Ia meminta ijin supaya Kaisar memperbolehkan mereka masuk istana dan membuat pertunjukkan.
Kaisar setuju karena akan membuat perayaan Qiao Qiao (seperti valentine day) lebih ramai.
 

Selir Xi sedang berjalan-jalan di taman. Ia melihat bunga peony yang indah, ketika ia akan memetiknya, ia melihat Consort De datang. Ia pun memberi hormat.
Consort De berkata kalau Selir Xi pasti sedang senang karena ia berjalan-jalan di taman. Selir Xi hanya berkata kalau Kaisar telah mencampakkannya, jadi wajar kalau ia punya banyak waktu untuk berjalan-jalan, sedangkan Consort De yang disukai Kaisar pun juga punya waktu. Consort De menghiburnya kalau sekarang Kaisar sedang sibuk mengurus masalah negara, sehingga belum sempat datang ke istana Ciu Xiu.
 

Consort De kemudian memetik sebuah bunga peony dan meletakkannya di rambut Selir Xi. Selir Xi berkata kalau Consort De yang lebih pantas memakainya. Consort De berkata kalau bunga asli memang lebih indah, tapi gampang layu. Ia lebih menyukai bunga imitasi, walaupun kurang indah, tapi lebih awet dan kemudian segera pergi
 

Selir Xi merasa kesal, ia pun membuang bunga peony ke tanah. Ada sebuah tangan yang mengambil bunga itu, ternyata Sun’Zi. Selir Xi memarahinya karena berani muncul dihadapannya, Sun’Zi beralasan kalau ia hanya ingin menghiburnya. Selir Xi menamparnya dan berkata kalau ia membencinya. Ia membenci orang yang tidak mengejar masa depannya hanya karena seorang wanita, dan baginya selamanya Sun’Zi hanya seorang pelayan.
 

Tapi setelah Sun’Zi pergi, Selir Xi terlihat sedih.
 

Ketika melewati sebuah lorong istana, Selir Xi bertemu dengan serombongan orang. Ternyata orang-orang itu adalah orang pertunjukkan yang disewa Yinsi untuk memeriahkan perayaan Qiao Qiao. Selir Xi berpikir kalau kelebihannya adalah bernyanyi, mungkin jika Kaisar mendengar suaranya lagi, maka ia akan tertarik padanya.
 

Jinzhi sedang sibuk mencoba pakaian. Ia bertanya pada Yinzhen apakah pakaian yang dikenakannya bagus. Yinzhen yang sedang melamun hanya menjawab kalau Jinzhi pintar memilih pakaian. Jinzhi berkata kalau merek di undang ke perayaan Qiao Qiao oleh Kaisar, istri pejabat yang lain pasti akan memakai baju yang bagus, ia tidak mau kalah dari mereka.
Jinzhi melihat bajunya lagi, ia merasa kurang puas dan berganti pakaian. Sedangkan Yinzhen berpikir tentang Qing Chuan, ia telah menghilang selama 3 hari. Ia merasa sangat khawatir.
 

Sekelompok wanita sedang berlatih vokal di tepian sebuah sungai. Mereka adalah gadis penghibur dari rumah bordil Meng Xian. Induk semang mereka marah karena kemampuan menari mereka jelek dan kemampuan vokal mereka juga tidak berbeda. Bagaimana mereka bisa menghibur para tamu dengan kemampuan mereka yang seperti itu. 
 

Para gadis itu berlatih kembali, gadis yang ada diurutan terakhir tiba-tiba berteriak dengan keras. Induk semang memarahinya karena ia terlalu bertenaga. Gadis itu berkata kalau ada seorang pria yang mengintip mereka. 
 

Sang bibi induk semang pun mengajak mereka untuk mendekati pria itu, ia akan menghajarnya. Pria itu keluar dari persembunyiannya dan berkata kalau ia tidak mengintip mereka. Ia hanya sedang mencari ikan dan menemukan sebuah mayat dan ia akan menguburnya. Para gadis itu menjerit ketika melihat sebuah mayat diantara semak dipinggir sungai.
 

Pria itu berlari pergi, karena ia tidak mau dihubung-hubungkan dengan mayat itu. Bibi melihat kalau baju mayat itu bagus, ia menyuruh salah satu gadisnya untuk memeriksa kalau-kalau masih ada perhiasan di tubuh mayat itu. Gadis itu tidak mau. Ia merasa takut, tapi bibi terus memaksanya.
Gadis itu mendekati mayat yang ada disemak-semak. Ketika ia memeriksanya, ternyata itu bukan mayat karena gadis itu masih bernapas. Bibi segera mendekatinya, ketika ia melihat wajahnya ia terkejut. Gadis yang pingsan itu adalah Qing Chuan
 

Qing Chuan terbangun disebuah kamar. Ia kaget dan segera berlari keluar, sayangnya ketika ia membuka pintu ada seorang bibi yang masuk ke dalam. Qing Chuan mengenalinya, ia adalah bibi yang dulu mengantarnya ke tempat Yinreng (episode 1).
 

Bibi itu berkata kalau setahun yang lalu ia mengantarkan Qing Chuan  ke tempat Yinreng dan sekarang ia menyelamatkannya. Mereka pasti berjodoh. Karena Qing Chuan berhutang budi padanya, sebaiknya ia melakukan apa yang diinginkannya. Qing Chuan bertanya apa yang harus dilakukannya.
 

Bibi berkata kalau ia menjalankan rumah bordil dan meminta Qing Chuan untuk menjadi salah satu gadisnya. Qing Chuan menolak, ia tidak mau menjadi pelacur. Bibi itu memaksa, mau atau tidak, Qing Chuan harus ikut melayani para tamu. Setelah bibi itu pergi, Qing Chuan merasa lemas.
 

Paginya, Qing Chuan didandani dan diajak ke sebuah kamar. Didalam kamar itu telah menunggu seorang pria. Pria itu sangat senang melihat Qing Chuan, ia berusaha mendekatinya, tapi Qing Chuan bersembunyi dibelakang tubuh bibi.
Bibi meminta sejumlah uang. Setelah pria itu memberinya banyak uang, ia segera berbisik padanya kalau Qing Chuan masih perawan, sebaiknya ia bertindak halus. Setelah berkata demikian, bibi itu pergi meninggalkan  pria yang bernama tuan Zhang itu.
 

Tuan Zhang tersenyum pada Qing Chuan. Ia mulai mendekati Qing Chuan, sedangkan Qing Chuan berusaha menjauhinya. Mereka pun berkejaran. Tiba-tiba Qing Chuan memperlihatkan lengannya yang berbintik-bintik merah. Tuan Zhang bertanya apa yang  terjadi padanya. Qing Chuan berkata kalau ia menderita penyakit  menular, jika tuan Zhang tertular paling-paling ia akan terbaring di ranjang selama 10-15 hari. Tuan Zhang menjadi ngeri dan segera berlari keluar.
Bibi yang menunggu diluar berteriak-teriak memanggilnya, tapi Tuan Zhang tidak peduli.
 

Bibi langsung masuk kekamar dan memarahi Qing Chuan. Ia bertanya apa yang ia lakukan pada Tuan Zhang. Qing Chuan hanya mengangkat bahunya. Bibi memarahinya dan mereka berkejaran seperti anak kecil. Akhirnya bibi bisa menangkap Qing Chuan.
Qing Chuan diikat di sebuah tiang di halaman. Bibi menyuruhnya memperhatikan gadis-gadis lain yang sedang melayani tamu. Qing Chuan hanya menyahut kalau ia tidak mau melakukannya.
 

Saat itu seorang gadis sedang berkejaran dengan seorang pria. Tiba-tiba ada gadis lain yang menceramahinya. Gadis itu menyahut kalau Zi Yan yang paling pandai menguasai diri, tapi akhirnya ia tidak pernah mendapat tamu. Zi Yan menjadi marah dan memaki kalau gadis itu tidak punya tata krama dan tidak berpendidikan. Mereka pun akhirnya bertengkar. Pria itu segera melerai mereka dan membawa sang gadis pergi.
Zi Yan merasa sedih, apakah sekarang ia sudah terlalu tua, padahal umurnya belum sampai 30 tahun.
 

Qing Chuan yang terus memperhatikan, memanggil Zi Yan. Ia bertanya apakah Zi Yan ingin melihat kejayaannya lagi. Zi Yan bertanya apakah itu bisa terjadi.
Qing Chuan berjanji akan membantunya asalkan ia mau melepaskan ikatannya.
 

Zi Yan ragu-ragu, akhirnya ia menyuruh pelayannya untuk melepaskan Qing Chuan. Bibi melihatnya dan Qing Chuan segera bersembunyi dibelakang Zi Yan.
Zi Yan menenangkan bibi yang marah dan memberinya sebuah gelang. Ia ingin meminjam Qing Chuan untuk beberapa hari. Bibi heran karena itu benda kesayangan Zi Yan. Ia jadi ingin tahu apa yang akan mereka lakukan.
 

Bibi dan beberapa orang gadis mengendap-endap di depan kamar Zi Yan. Mereka bertanya-tanya apa yang mereka lakukan didalam sana. Salah satu gadis menduga kalau Zi Yan sedang berlatih vokal. Bibi heran, karena Zi Yan ingin bernyanyi lagi.
 

Qing Chuan keluar dari kamar Zi Yan. Bibi segera mendekatinya dan merayunya. Qing Chuan berkata kalau ia membutuhkan bantuan bibi. Ia memberikan selembar gambar panggung dan meminta bibi untuk menghias ruang tamu menjadi seperti itu. 
 

Ia menenangkan bibi kalau semua pengeluaran akan ditanggung Zi Yan. Qing Chuan menjentikkan jarinya, pelayan Zi Yan segera keluar sambil membawa sekotak perhiasan. Perhiasan itu segera diberikan pada bibi. Bibi sangat senang menerimanya dan berjanji akan menghias ruang tamu persis seperti gambar itu.
Setelah bibi pergi, Zi Yan bertanya apakah bibi mau melakukannya. Qing Chuan membenarkannya dan berjanji pada Zi Yan kalau ia akan membuatnya terkenal kembali.
 

Sorenya, ruang tamu rumah bordil itu sudah dihias seperti permintaan Qing Chuan. Tamu-tamu sudah datang dan menunggu acara dimulai.
Qing Chuan tersenyum dan memberi tanda. Lampu pun dipadamkan, Qing Chuan menyorotkan lampu ke panggung, sedangkan gadis-gadis yang lain menaburkan confetti dari atas. Zi Yan pun duduk di sebuah ayunan yang diturunkan dari atas.
 

Para tamu kagum melihat nyanyian Zi Yan. Bibi juga senang melihat respon para tamu itu. Qing Chuan bertanya apakah bibi punya uang receh. Bibi pun memberikan dompetnya. Qing Chuan segera melemparkan uang sambil memuji Zi Yan. Bibi marah  melihatnya, tapi ternyata tamu yang lain mengikuti apa yang dilakukan Qing Chuan. Mereka melemparkan uang yang banyak. Bibi sangat senang melihatnya.
Setelah nyanyian Zi Yan selesai, Qing Chuan segera menyuruhnya masuk ke dalam. Bibi menenangkan tamu yang ingin Zi Yan bernyanyi lagi.
 

Qing Chuan melarang Zi Yan untuk bernyanyi lagi. Semakin sedikit ia memuaskan penonton, semakain penasaran mereka. Jika ia memuaskan mereka sekarang, siapa yang akan menontonnya besok?
 

Bibi juga setuju dengan Qing Chuan. Ia pun menyuruh Zi Yan beristirahat. Bibi mengajak Qing Chuan untuk bekerja sama. Ia ingin gadis-gadisnya yang lain juga terkenal. Ia akan memberi 60% hasilnya untuk Qing Chuan. Qing Chuan pun setuju.
Di istana, perayaan Qiao Qiao sedang disiapkan. Jinzhi sudah menunggu disana. Ia heran kenapa belum ada tamu yang datang.  Kasim Li memberitahunya kalau Kaisar akan datang siang harinya.
 

Ynsi, Yinthang dan Yin’e datang. Mereka memberi salam pada Jinzhi. Jnzhi berkata kalau ia datang dulu karena ia merasa terhormat karena telah diundang oleh Kaisar.
Yinsi memuji kakak iparnya. Ia beratanya pertunjukkan apa yang ingin dilihatnya. Jinzhi berkata kalau ia suka melihat opera yang berjudul  paviliun peony. Yinsi memberitahunya kalau ia harus kecewa, karena dalam perayaan ini akan diadakan pertunjukkan lagu pendek dari kelompok teater Xi Rong Sheng dari timur Kota Beijing.
 

Jinzhi kaget mendengarnya, ia sampai menjatuhkan saputangannya. Ia pun segera duduk. Dengan tersenyum licik, Yinsi bertanya apakah Jinzhi baik-baik saja. Jinzhi berkata  kalau ia tidak apa-apa.
Yinsi berkata kalau kelompok itu akan menyanyikan kisah “Penggantian putra mahkota”. Yinthang berkata kalau karakter Ibu suri Liu dalam kisah itu sangat tragis. Ia sudah membuat strategi yang hebat untuk sampai di posisi itu, tetapi akhirnya ia dihukum mati juga. 
 

Jinzhi terlihat sangat shock. Ia sampai gemetaran. Kaisar pun datang, Yinsi berbisik pada Jinzhi kalau sebaiknya ia mengaku sendiri rahasianya pada Kaisar, daripada orang  lain yang memberitahu Kaisar. Bila itu yang terjadi, Yinzhen pun tidak bisa membantunya. Jinzhi sangat takut.
Ia segera berlari dan berlutut memohon ampun pada Kaisar. Kasim Li segera menyuruh Shun’Zi untuk mencari Yinzhen.
 

Shun’Zi segera mencarinya. Ia memnberitahu Yinzhen kalau Yinsi mengundang grup teater Xi Rong Sheng untuk membuka identitas Jinzhi yang sebenarnya. Yinzhen kaget.
Tiba-tiba ia mendengar teriakan para kasim yang menyuruh Pangeran ke 19 untuk turun. Pangeran ke 19 sedang merayap di atas genteng. Ia tidak memperhatikan teriakan para kasimnya.
Yinzhen pun segera mendapat ide. Ia segera pergi ke atas genteng untuk menyelamatkan adiknya. Ia pun pura-pura terpeleset sehingga jatuh ke tanah. Para kasim memeriksanya. Ternyata kakinya patah.
 

Kaisar duduk di podium, sedangkan Jinzhi berlutut di bawah. Kaisar bertanya apa yang ingin dikatakan Jinzhi. Tapi belum sempat Jinzhi menjawab, seorang penyanyi mulai bernyanyi diatas panggung. Semua orang segera melihat ke arahnya. Ternyata penyanyi itu adalah selir Xi. Yinsi heran kenapa Selir Xi bisa ada disana, sedangkan Jinzhi merasa lega.
Ia berkata pada Kaisar kalau ia meminta maaf, ia tidak tahu kalau kerajaan sedang berhemat, ia malah datang ke perayaan itu dengan menggunakan perhiasan yang mewah. Kaisar memaafkannya, Consort De menenangkan Jinzhi kalau ia tidak bersalah. Yinsi merasa kecewa karena rencananya gagal, ia segera maju dan akan memberitahu Kaisar hal yang sebenarnya. Tapi Sun’Zi datang dan memberi kabar kalau kaki Yinzhen patah dan sekarang ia berada di istana Yong He. Kaisar dan rombongannya segera pergi ke sana, sedangkan Selir Xi merasa kecewa karena Kaisar pergi, tanpa mendengarkan lagu yang dinyanyikannya.
 

Kaki Yinzhen sedang dibalut oleh seorang tabib. Kaisar datang dan bertanya apakah ia baik-baik saja. Yinzhen berkata kalau kakinya patah dan harus dirawat intensif, jadi sementara waktu ia tidak bisa mengikuti kegiatan pemerintahan.
Kaisar maklum, ia menyuruh Yinzhen untuk tinggal di tempat ibunya saja. Consort De berkata kalau sebaiknya Kaisar kembali ke tempat perayaan karena festival Qiao Qiao akan segera dimulai, ia yang akan merawat Yinzhen.
 

Setelah Kaisar pergi, Consort De bertanya apa yang sebenarnya terjadi, ia tahu ada sesuatu dibalik kejadian ini. Yinzhen memberitahu ibunya identitas Jinzhi yang sebenarnya. Ia juga memberitahu ibunya kalau Yinsi berniat menjebak Jinzhi dan membuat nama baiknya jelek. Jika ia ketahuan putri Long Ke Duo, Kaisar bisa menuduh mereka berdua bersekongkol.
Consot De memuji kepintaran Yinzhen, ia sudah melakukan dua hal yang baik. Pertama, di hadapan Kaisar ia terlihat menyayangi adiknya dan yang kedua, ia terlihat tidak haus kekuasaan, jika masalah Jinzhi sampai ketelinga Kaisar, maka tidak akan berpengaruh lagi. Consort De memberitahunya kalau ia tidak suka Yinzhen ikut berebut kekuasaan tapi ia juga tidak boleh diam saja ketika ada orang yang ingin menyakitinya, sebaiknya ia harus membuat rencana yang berkaitan dengan dirinya dan Yinreng.
 

Yinsi, Yinthang dan Yin’e kembali ke kamar mereka. Yinsi masih kesal dengan kejadian tadi siang.Yinthang berkata kalu Yinzhen sudah keluar dari pemerintahan, sebaiknya ia tidak mengorek-orek masalah jinzhi lagi, takutnya Kaisar malah tidak suka dengan mereka. Yinsi juga setuju. Mereka harus merencanakan lagi semuanya dengan lebih baik.
Yinzhen dan Su Yan bertemu di paviliun Liu Bei. Su Yan bertanya tentang kaki Yinzhen yang terluka. Yinzhen berkata kalau kakinya baik-baik saja. Ia memberitahu Su Yan kalau  ia akan menempatkannya sebagai pelayan Yinreng.
Su Yan kecewa, setiap kali mereka bertemu, pasti ada tugas untuknya. Ia ingin tahu apakah yinzhen benar-benar ingin menemuinya.
Yinzhen merayunya dan berkata kalau ia bisa hidup di istana ini karena ada Su Yan. Tapi ia tidak bisa menunjukkan hubungan mereka sampai tujuannya tercapai. Su Yan hanya menjawab kalau ia selalu melaksanakan perintahnya.
 

Kaisar sedang membicarakan perkembangan putra mahkota dengan Kasim Li. Kasim Li memberitahu kaisar kalau lingkungan dan orang-orang yang bekerja disekitar Putra mahkota juga akan berpengaruh terhadap perkembangannya.
 

Tanpa sengaja ia melihat kasim dan pelayan Yinreng sedang bermain. Kaisar memarahi mereka dan menyuruh Kasim Li untuk mengganti mereka semua.
Setelah Kaisar pergi, Kasim Li berterimakasih pada mereka karena telah membantunya. Ternyata semua akal-akalan Kasim Li dengan Yinzhen.
 

Perekrutan pelayan baru pun dimulai. Kasim Li mengetes beberapa pelayan. Tentu saja Su Yan terpilih. Kasim Li dan serombongan pelayan yang terpilih menuju kediaman Yinreng, tapi Yinreng hanya melewati mereka saja ketika mereka memberi salam. Kaism Li kemudian memberi wejangan kepada mereka.
 

Sebelum pergi, Kasim Li memberikan sepucuk surat dari Yinzhen untuk Su Yan.
 

Malamnya, Su yan mulai berkeliling. Ia membuka surat dari Yinzhen yang ternyata adalah sebuah peta. Ketika sedang mempelajari peta tsb, ternyata ada seorang kasim yang datang. Su Yan kaget, kasim itu ternyata Yinreng.

0 comments:

Posting Komentar