Pages

30/09/11

CAN'T LOSE EPISODE 5


Hyung Woo memenangkan kasusnya di pengadilan, kemudian dihadiahi dokumen perceraian oleh Eun Jae.
Hyung Woo mengunci dirinya di kantor dan membaca dokumen itu. Eun Jae telah mengisi alasan perceraian mereka kalau Hyung Woo suka menghindari percakapan, sering berbohong, dengan sembunyi-sembunyi pergi dengan mantan pacarnya dan lain sebagainya.
Eun Jae tidak mau menjawab telponnya, jadi Hyung Woo meminjam ponsel Woo Shik. Eun Jae langsung mengangkat telponnya, karena ia berpikir kalau itu Woo Shik, tapi ia menutupnya ketika mendengar suara Hyung Woo. Untuk menghibur diri, Eun Jae pergi ke salon kecantikan untuk mengubah penampilannya. Ia secara spesifik meminta penampilannya diubah agar terlihat lebih agresif karena mulai hari ini ia akan berperang.
Hyung Woo memikirkan kembali tanda-tanda dari keputusan Eun Jae beberapa hari terakhir dan sekarang ia merasa khawatir, “Ia tidak mungkin….serius?”

Eun Jae muncul di kantornya di akhir jam kerja dengan gaya rambut yang baru dan kuku yang dimanikur. Karena tahu kalau ia harus berhemat, Eun Jae menjelaskan pada staffnya yang terkejut kalau ia ingin menghabiskan uangnya untuk keperluannya sendiri. Hyung Woo berusaha keras untuk mengajaknya berbicara, tapi Eun Jae mengabaikannya dan mengundang seluruh staffnya untuk makan malam. Ia lebih suka berbicara pada mereka daripada Hyung Woo.
Di restoran, grup itu dipisah menjadi para wanita vs para pria. Para istri + Deuk Hee mengobrol dengan ceria tentang menggunakan uang untuk keperluan pribadi dan menghargai diri sendiri, sedangkan para suami + Woo Shik duduk dengan tidak nyaman. Go Ki memperingatkan sangat menakutkan kalau seorang wanita merubah penampilan mereka secara mendadak. 

Hyung Woo akhirnya dapat berduaan dengan Eun Jae dan bertanya apa yang telah terjadi dan kenapa ia tidak membicarakan hal ini dengannya terlebih dahulu. Eun Jae menjawab kalau semua itu bukan hal yang tiba-tiba ia putuskan dan ia sudah berusaha untuk berbicara dengannya, tapi setiap kali ia selalu melarikan diri. Hyung Woo memberitahunya kalau sekarang mereka bisa membicarakan masalah ini. Tapi semua sudah terlambat.

Hyung Woo mencoba memikirkan sumber dari masalah ini, ia berkeras kalau antara ia dan Hee Soo tidak ada hubungan apa-apa. Tapi faktanya ia berbohong dan sekarang Eun Jae hanya ingin satu hal darinya, persetujuan perceraian. Kalau tidak ia akan menggugatnya, yang akan lebih sulit dan penuh perdebatan.
Hyung Woo menolak, “Aku akan hidup bersama denganmu sampai aku mati!” Maksudnya ia tidak ingin bercerai, tapi kata-katanya terdengar salah, terdengar seperti semua untuk kepentingannya saja dan Eun Jae menyebutnya egois. Eun Jae berdiri dan ingin pergi tapi Hyung Woo menahannya dan berkata kalau ia belum selesai berbicara padanya. Eun Jae bertanya, “Sangat menyebalkan bukan ketika bukan kau yang menghentikan percakapan ini? Aku merasakannya setiap hari.”
Hyung Woo terlihat menyedihkan ketika kenyataan menenggelamkannya dan Eun Jae pun pergi.

Eun Jae minum-minum ditepi sungai bersama Tae Young, yang tersedak bir ketika Eun Jae bercerita kalau ia sudah mengisi dokumen perceraiannya. Tae Young mendengarkannya dan mengomentarinya kalau ia terlalu tergesa-gesa, tapi berhenti memaksakan pendapatnya pada Eun Jae.

Yang menarik dari hubungan mereka berdua adalah Tae Young selalu memberi ibu Eun Jae uang atas permintaan Eun Jae. Eun Jae mengirim uang pada ibu secara rutin, tapi Tae Younglah yang mengaku memberinya, jadi ibu tidak tahu kalau uang itu berasal dari putrinya.

Ketika Eun Jae tiba di rumah, ia menemukan Hyung Woo sedang menunggunya. Ia berlutut, memohon kepadanya supaya ia tidak marah lagi. Itu tidak berhasil karena Eun Jae mengisi dokumen itu karena ia ingin bercerai, bukan permohonannya. Hyung Woo terus memohon dan memegang tangan Eun Jae dan secara tidak sengaja, Eun Jae mencakar wajah Hyung Woo dengan kukunya.
Hyung Woo pergi ketaman bermain dan berbicara dengan alat perekamnya kalau ia dipukul lagi oleh istrinya, mengumumkan kalau hanya ada satu jalan untuknya bereaksi.
Paginya, Hyung Woo setuju dengan semua syarat-syarat Eun Jae termasuk merahasiakan rencana perceraian mereka di kantor.  Hyung Woo mengganti kesalahannya dengan bersikap sangat sayang pada Eun Jae, ia tahu kalau Eun Jae tidak akan membalasnya didepan para staff. Tapi sikapnya itu tidak bisa membodohi para staffnya. Mereka pura-pura tersenyum sambil menggerutu satu sama lain di telpon.
Hyung Woo tidak hanya berdiam diri dan menerima perceraian itu. Ia pun menulis surat jawaban atas pengaduan awal tersebut yang pada dasarnya bertentangan dengan isi pengaduan itu dan permintaan untuk menghentikan perceraian ini.

Ia menyelinap dari kantor untuk memasukkan responnya itu, kemudian bergabung dengan Go Ki yang berjalan pelan-pelan dibelakangnya sambil membaca dokumen yang dibawa Hyung Woo dan mencoba merebutnya dari petugas. Hyung Woo berkata kalau ia akan melakukan apapun untuk mengubah pikiran Eun Jae dan meyakinkannya kalau keluhannya tidak berlaku lagi.
Go Ki kembali ke kantor dan berusaha untuk menutup mulutnya didepan para staff yang mencoba mengorek informasi darinya. Ia adalah pembohong yang buruk dan gagap, untungnya ia tertolong dengan kedatangan bibi Woo Shik yang ingin mencari saran hukum.

Bibi Woo Shik  datang untuk mewakili putrinya yang koma. Suami putrinya mengkhianatinya beberapa kali tapi menolak untuk menceraikannya. Bibi Woo Shik sudah mencoba untuk menggugat perceraian mereka lebih dari sekali, tapi menantunya itu tidak pernah muncul di pengadilan.
Eun Jae berkata dengan semangat sambil menyindir Hyung Woo, berkata kalau pria itu tidak pernah mau bercerai walaupun mereka telah berkhianat. Ia bahkan keceplosan sedikit, berkata “kita” ketika mengacu pada penggugat perceraian yang diperhatikan oleh Woo Shik.
Hyung Woo merasa kalau ia perlu berbicara untuk membela diri, tapi malah membuatnya berada di pihak yang lemah karena kliennya berpikir kalau Hyung Woo berpihak pada menantunya. Eun Jae meyakinkannya kalau ia yang akan mengurus kasus ini dan memastikan kalau perceraian ini tetap terjadi, karena, “Aku tidak bisa memaafkan laki-laki yang berkhianat.”
Woo Shik berpikir kalau ia dan Go Ki tahu kalau kedua pengacara itu sedang melakukan proses perceraian, tapi mereka setuju untuk merahasiakannya.


Hyung Woo mencoba membuat nilai dengan menerima telpon didepan Eun Jae dimana ia aktif meminta kasus untuk membantah kata-kata Eun Jae kalau ia tidak bisa mencari uang. Setelah itu ia mengsms Eun Jae dari rapat pemilik perusahaan kecil untuk membuktikan kalau ia bekerja keras. (lucunya nama Hyung Woo di ponsel Eun Jae diubah menjadi tergugat)
Hyung Woo terus mengirimi Eun Jae teks foto yang manis sepanjang hari, yang membingungkannya lebih dari apapun. Eun Jae berpikir dan mengkonfrontasinya kalau Hyung woo mencoba mengulur-ulur kesepakatan perceraian sambil mencoba mengubah pikirannya.
Hyung Woo mengaku kalau ia akan memperbaiki semua yang Eun Jae tulis di daftar keluhannya, tapi Eun Jae menekankan kalau seharusnya ia melakukannya ketika ia belum memutuskan untuk menceraikannya. Hyung Woo melihat sekelilingnya dan melihat tempat itu berantakan. Hyung Woo mencoba menahan diri untuk tidak mengeluh tentang ketidakrapiannya dan memaksa dirinya berpura-pura tidak peduli.


Hyung Woo berusaha untuk mengambil hati Eun Jae dan berkeras untuk terlibat terus dalam pembicaraan karena itu keluhan utama Eun Jae. Ia juga mengikuti Eun Jae dengan tabah. Akhirnya Eun Jae memegang wajah Hyung Woo dengan kedua tangannya kemudian melihat sekeliling dengan pandangan bingung yang mengejek, bertanya-tanya apakah ada nyamuk disini karena ia bisa mendengar suara mendengung yang menyebalkan.


Eun Jae menelpon Hyung Woo untuk keluar dan bertemu dengan pengacara perceraiannya, Pengacara Kim, yang dulunya adalah seniornya di firmanya yang lama, Pengacara Kim menyebutkan berbagai macam keluhan Eun Jae termasuk kecenderungan Hyung Woo untuk melakukan kekerasan. Itu sepenuhnya tidak benar, Hyung Woo menunjuk wajahnya dan memberitahunya kalau Eun Jaelah yang sering menggunakan kekerasan, ia juga berkata kalau ia punya bukti. Pengacar Kim menggumam pada Eun Jae kalau itu benar maka kasusnya akan menjadi lebih rumit.
Pengacara Kim menyemangati mereka untuk memilih jalan yang lebih mudah, lebih tenang dan menyetujui perceraian itu, karena jika mereka membawanya ke pengadilan, semua kejelekan mereka bakal diketahui oleh teman-teman dan kolega-kolega mereka. Kata-katanya terbukti dengan kemunculan Soju yang menyapa mereka. Ternyata mereka berdua pengacara spesialisasi perceraian.
Pengacara Kim memutuskan kalau ia tidak bisa mengambil kasus itu. Ia merasa tidak nyaman dengan klaim Hyung Woo dan lebih baik menghindarinya.


Mereka mendapat telpon untuk bertemu dengan Prof Jo, yang menyuruh staffnya keluar sebelum bertanya pada pasangan itu apa yang telah mereka lakukan. Mereka seperti anak sekolahan yang bersalah didepannya, mencoba menjaga penampilan mereka dan mengkerut karena ketakutan akan mengecewakan, membuat marah atau menganggunya.


Ia menyerahkan dokumen perceraian mereka, ia telah ditugaskan untuk menangani kasus ini, yang membuat keduanya ketakutan.  Prof Jo kesal karena ia dipaksa untuk menangani kasus mereka dan kemudian menjerit, “Kenapa kalian berdua bercerai? Kenapa!!!”
Ia menyuruh mereka untuk membatalkan perceraian ini karena ia tidak mau melihat mereka berdua bertengakar satu sama lain di pengadilan. Eun Jae menyahut dengan kepala tertunduk kalau ia minta maaf karena tidak bisa melakukannya. Pasangan itu mulai berdebat tentang mana yang benar, mana yang kesalahpahaman dan mengabaikan Prof Jo sampai ia mengejek mereka dengan menyebut perdebatan mereka itu seperti pertandingan tinju, yang membuat mereka malu lagi.
Prof Jo menunjukkan kesalahan mereka berdua dan menyobek dokumen itu. Tapi Eun Jae masih memperingatkan Hyung Woo kalau ia akan tetap meneruskan keputusannya dan menambahkan kalau ia belum mengeluarkan kartu terakhirnya.


Hyung Woo pergi kerestoran ibu Eun Jae dan memakan mienya dengan penuh semangat. Tapi senyum ibu menghilang ketika ia bertanya apakah ia bisa mengatakan yang sebenarnya pada Eun Jae tentang kasus ibu. Ibu memberitahunya kalau Eun Jae kelihatannya akan menceraikannya kalau ia menceritakan yang sebenarnya.
Ibu mendesah kalau ia sudah banyak menyakiti Eun Jae dan meminta maaf pada Hyung Woo karena situasi ini. Hyung Woo merasa bersalah dan tidak bisa melanggar janjinya pada ibu bahkan dengan kemungkinan membahayakan perkawinannya. Hyung Woo pun minum-minum untuk mengurangi rasa frustasinya.


Eun Jae merasa resah dirumah, ia tidak ingin menentang Prof Jo dengan gugatannya. Hyung Woo pulang ke rumah dan terjatuh di sofa, bergumam pada dirinya, “Kenapa kita jadi begini? Aku menikahimu karena aku mencintaimu. Kau satu-satunya wanita yang tepat untukku….”
Eun Jae tidak kebal, tapi ia mencoba mengabaikannya dan memberitahu dirinya kalau Hyung Woo hanya berakting dan mencoba menarik simpatinya.


Hee Soo mampir ke kantor Hope dan memberitahu Eun Jae dengan hati yang berat kalau ia ingin menyerah atas kasusnya. Seorang pengacara bertemu dengan ayahnya, yang sedang sakit keras dan ia takut, jika ia meneruskan kasus ini, ia bisa membunuh ayahnya.  Ia juga dilecehkan oleh seniornya yang lebih tua dan lelah menghadapi itu semua.
Eun Jae dengan lembut berkata kalau ia berharap Hee Soo tetap meneruskan kasusnya. Ia bersimpati dengan masalah yang sedang dihadapinya dan menyarankannya kalau ia meneruskan gugatannya, maka ia bisa melepaskan bebannya dengan bebas. Ia mendesaknya untuk menjaga kepalanya tetap tegak, karena tidak ada hal yang membuatnya malu.
Hee Soo bertemu dengan Hyung Woo dalam perjalanan keluar dan memberitahunya keinginannya untuk menyerah. Ia memberitahunya kalau Eun Jae telah memberitahunya kalau yang telah dilakukannya sangat mengagumkan, ia bahkan tidak memaksanya untuk meneruskan gugatannya. Hyung Woo berkata kalau ia tidak menyetujui keputusannya dan Hee Soo memberitahunya dengan lembut, “Itulah sebabnya kita putus.”


Hyung Woo pulang ke rumah dan memberitahu Eun Jae kalau seharusnya ia meyakinkan Hee Soo untuk meneruskan gugatannya. Eun Jae membantahnya bahwa tugasnya adalah mengikuti permintaan kliennya.
Hyung Woo bertanya apakah ada alasan lain kenapa ia mundur. Kata-katanya seperti menuangkan minyak dalam api, karena mempertanyakan profesionalisme dan etikanya serta menuduhnya cemburu. Eun Jae menjadi marah dan Hyung Woo berkata, “Jika tidak, baiklah.” Eun Jae sangat marah dan melempar kantong keripiknya ke punggung Hyung Woo.


Hyung Woo tidak mengerti kenapa Eun Jae tiba-tiba marah. Sedangkan Eun Jae memasukkan baju-baju Hyung Woo kedalam tas dan mendorongnya keuar dari pintu. Hyung Woo pergi ke kantor Hope dimana ia menemukan Go Ki tidur diluar dengan tasnya sendiri. Lucunya, ketika Hyung Woo membangunkannya, ia langsung duduk dengan tegak dan berkata, “Hallo.” Seperti menjawab telpon.
Hyung Woo bertanya-tanya apakah ia akan melakukan perceraian itu, karena ia juga korban. Go Ki menyahut, “Apa hanya kau yang merasa pernikahan itu sulit? Pernikahan itu juga berat untuk Mr Go dari Jeju, Hirayama dari Jepang dan juga Obama dari Amerika.”


Eun Jae bertemu dengan Young Joo yang minum-minum setelah mengusir Go Ki keluar. Kedua wanita itu berteriak-teriak tentang suami mereka yang menuduh istri mereka mengomel tanpa mempertimbangkan kesalahan mereka sendiri. Eun Jae berkata kalau ia sudah membuat keputusan finalnya hari ini. Ia akan mengakhiri kepahitannya.


Paginya, Eun Jae menyuruh Hyung Woo untuk pergi ke atap dan berkata dengannya dengan bahasa Jondaemal yang membuat Hyung Woo kaget, karena selama ini mereka berbicara dengan bahasa Banmal.
Eun Jae memberitahunya kalau ia bukan lagi istrinya Eun Jae tapi pengacara yang menangani kasus perceraian istrinya.
Hyung Woo mengatakan kalau ia dan Hee Soo tidak ada hubungan apapun, tapi Eun Jae memberitahunya kalau ialah yang membuatnya tidak mempercayainya lagi. Bahkan sekarang , ia gagal untuk memberikan alasan yang masuk akal. Hyung Woo masih belum bisa jujur (tentang kasus ibu) tapi bersumpah untuk mencegah perceraian ini. Eun Jae hanya menjawab, “Lakukan apa yang kau suka.”
Ibu Hyung Woo tiba di Hope untuk bertanya pada Eun Jae tentang kontrak untuk gedungnya yang baru. Hyung Woo mendengar kalau keduanya pergi untuk menangani kontrak. Hyung Woo bergegas pergi untuk mencegah bencana.


Eun Jae mengenali bagian depan restoran itu dan sadar situasi yang ada dan mencoba untuk mengulur waktu. Tapi Mertuanya mendesaknya masuk ke dalam dan Eun Jae tidak bisa memberikan alasan yang tepat kenapa ia tidak bisa masuk ke dalam. Eun Jae mengernyit menunggu bencana lain yang akan datang.


Ibu Eun Jae ternganga ketika ia mengenalinya dan menyebut namanya. Hyung Woo tiba di restoran itu dan bergabung dengan mereka. Ibu Hyung Woo heran kenapa mereka sudah saling mengenal.


Hyung Woo menatap Eun Jae dengan cemas saat kebingungannya berubah menjadi pemahaman kalau selama ini suaminya telah menjadi pengacara ibunya.






Credits: www.dramabeans.com

0 comments:

Posting Komentar