Pages

04/10/11

JADE PALACE LOCKHEART EPISODE 19


Yinreng memberikan surat bukti kesalahan Yinzhen, Yinzhen pura-pura menolak, tapi Yinreng terus memaksanya. Setelah ia keluar dari kamar Yinreng, ia membaca surat itu dan tersenyum. Ia sadar kalau ibu telah menipunya . Kelihatannya isi surat itu tidak membahayakan Yinzhen.
 

Consort De sedang melihat-lihat perhiasan kiriman dari Yinthi. Fei Cui memuji kalau Yinthi anak yang berbakti, karena terus mengirim barang-barang berharga pada ibunya. Yinzhen tiba di istana Yong He, ia meminta pelayan untuk tidak mengabarkan kedatangannya. Secara tidak sengaja ia mendengar pembicaraan ibunya dengan Fei Cui.
 

Consort De menyuruh Fei Cui untuk membagikan perhiasan itu pada para pejabat atas nama Yinthi. Fei Cui heran, karena Consort De sudah melakukan hal seperti ini selama bertahun-tahun. Consort De memberitahunya kalau sekarang Kaisar sangat menyukai Yinsi dan ia juga sudah membuat Yinzhen mendukung Yinreng. Jika Yinreng berhasil menjadi Kaisar, maka lawan Yinthi sangatlah mudah, mengingat Yinreng adalah orang yang lemah. Jika Yinreng gagal menjadi Kaisar, mereka membutuhkan dukungan dari para pejabat untuk membuat Yinthi menjadi Kaisar.
 

Jin Zhi yang baru saja datang menyapa Yinzhen yang membuat Consort De dan Fei Cui kaget. Sedangkan Yinzhen hanya memelototi Jin Zhi dan segera pergi. Consort De segera berlari keluar dan memanggil namanya, tapi Yinzhen mengabaikannya. Jin Zhi bertanya apa yang sebenarnya terjadi, Consort De hanya menjawab kalau ia tidak bisa menjaga perkataannya.
 

Yinzhen berhenti di suatu lorong istana. Ia berusaha menenangkan dirinya dan berpikir dalam hati, “Ibu, kami berdua adalah putramu. Kenapa kau pilih kasih? Kenapa……..?”
Ia merasa sangat marah dan melepaskan kemarahannya dengan berlari kencang sambil berteriak keras-keras.
 

Consort De bertanya pada Jin Zhi apakah ia bertengkar lagi dengan Yinzhen. Jin Zhi mengaku kalau ia menyesal telah menikahi Yinzhen, karena ia tidak bisa mengerti dirinya. Consort De berusaha menghiburnya dan memberinya nasehat kalau pernikahan itu tidak mudah dan ia tidak mungkin mengenal pasangannya dalam waktu yang singkat. Prestasi wanita bukan untuk mengontrol pria tapi untuk merubahnya.
Jn Zhi mengerti, tapi jika keadaannya sudah seperti ini apa yang sebaiknya ia lakukan. Consort De menyuruhnya untuk punya anak. Jin Zhi berkata kalau saat ini Yinzhen sudah tidak mau kekamarnya. Consort De menyuruhnya melakukan pendekatan yang lembut, lambat laun Yinzhen pasti akan luluh juga.
 

Ia menambahkan kalau Yinzhen orang yang selalu sendirian sehingga ia tidak mempercayai orang lain. Jika ia mempunyai anak, mungkin ia mengerti bagaimana harus mengasuh seseorang. Ia menyuruh Fei Cui mengambilkan patung dewi kasih sayang  di kamarnya untuk diberikan pada Jin Zhi.
Consort De memberitahu Jin Zhi kalau setiap orang tua ingin agar putranya bahagia dan punya banyak anak, oleh sebab itu ia tidak ingin Yinzhen menjadi putra mahkota , karena hidupnya akan penuh aturan. Ia akan lebih bahagia kalau ia hidup bebas. Jin Zhi mengerti. Consort De mendesah, tidak hanya Jin Zhi saja yang mengerti, Yinzhen juga harus mau melakukannya.
 

Malamnya, Jin Zhi mulai berdandan. Ia menunggu Yinzhen dengan tidak sabar. Ia mempersiapkan kata-kata yang akan diucapkannya pada Yinzhen. 
 

Tiba-tiba Ibu Liu masuk dan melapor kalau Yinzhen pergi ke Meng Xian. Jin Zhi tidak mengerti, ibu Liu pun menjelaskan kalau Yinzhen pergi ke rumah bordil. Jin Zhi kaget.
Jin Zhi jadi marah, ia menyuruh ibu Liu untuk mengumpulkan semua pelayan.Ia ingin tahu wanita mana yang berani memancing kemarahannya.
 

Yinzhen sedang minum arak di Meng Xian. Qing Chuan melihatnya dari balik layar dan kemudian meyapanya. Yinzhen sangat senang ia datang. Qing Chuan berterimakasih karena Yinzhen sangat murah hati karena telah menyewa seluruh Meng Xian. Yinzhen memberitahu kalau ada yang ingin dikatakannya dan tidak ingin orang lain tahu.
 

Ia mengajak Qing Chuan untuk minum bersama, dan bertanya kenapa ia lebih suka berbicara dibalik layar. Qing Chuan menjawab kalau mereka tidak bertatap muka maka lebih mudah mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya, jika mereka berhadapan, mungkin malah ada kecanggungan. Yinzhen setuju.
Qing Chuan bertanya, kali ini ia punya masalah apa. Yinzhen mendesah, ia teringat pada Long Ke Duo dan perkataan ibunya.
 

Yinzhen: “ Jika kebenaran yang kau percayai berubah jadi kebohongan, bagaimana reaksimu? Jika kau telah lama menempuh suatu jalan dan teman yang kau percayai mengkhianatimu, apa reaksimu? Jika kau kehilangan kepercayaan akan arti jalan yang selama ini kau tempuh, apa reaksimu?”
Qing Chuan: “Aku tidak akan bereaksi.”
Yinzhen heran, dan Qing Chuan menambahkan kalau hidup itu singkat. Ada awal pasti ada akhir. Buat apa membuat hidup menjadi rumit dan banyak pilihan. Bukankah lebih enak kalau membuat hidup kita lebih sederhana dan bahagia. Menunggu dan menerima semua tantangan yang datang dalam hidup kita.
Yinzhen memuji kata-katanya yang bijak. Ia sudah hidup begitu lama dan selalu  menyerang untuk memperoleh tujuannya. Ia tidak tahu kalau bisa menjalani hidup dengan mengalir sesuai alirannya. Ia pikir hidup yang seperti itu akan membuatnya depresi.
 

Tiba-tiba Jin Zhi menghambur masuk, bibi Jiu mencoba menahannya, tapi Jin Zhi membawa banyak pelayan bersamanya. Bibi Jiu meminta maaf pada Yinzhen karena tidak bisa menahan istrinya, Qing Chuan sangat kaget melihatnya.
 

Jin Zhi segera menuju ke tempat Qing Chuan berdiri. Ia kaget melihat Qing Chuan belum mati. Ia pun segera menyeretnya keluar yang membuat Yinzhen sangat kaget melihatnya.
 

Jin Zhi berteriak pada mereka, ia ingin tahu apa yang sedang terjadi ditempat itu. Bibi Jiu mencoba melerai mereka dan menyuruh mereka berdua pulang saja bila mereka ingin bertengkar.
Jin Zhi yang murka berkata kalau mereka tidak boleh membiarkan Yinzhen masuk lagi ke tempat itu, bila tidak semua orang di Meng Xian tidak akan selamat. Ia menyuruh Ibu Liu dan para pelayannya untuk memukuli mereka.
 

Yinzhen menjadi kesal dan menampar Jin Zhi. Jin Zhi menangis, ia tidak percaya kalau Yinzhen berani memukulnya. Yinzhen pun dengan dingin berkata kalau ia tidak hanya akan memukulnya saja, ia akan menceraikannya juga.  Ia pun segera mengusir Jin Zhi.
Jin Zhi bertanya apakah Yinzhen tidak takut kalau ia akan melaporkan pada Kaisar? Iapun segera pergi.
 

Qing Chuan menjadi khawatir, karena ia pergi dari makam tanpa sepengetahuan Kaisar, jika Kaisar tahu, ia pasti dihukum mati. Yinzhen bertanya apakah Qing Chuan mempercayainya. Qing Chuan pun mengangguk.
 

Yinzhen: “Qing Chuan, aku akan bersumpah. Aku akan melindungimu walaupun harus mengorbankan nyawaku.”
 

Jin Zhi melapor pada Kaisar kalau Yinzhen pergi ke rumah bordil, bahkan ia punya hubungan dengan Qing Chuan. Kaisar merasa kesal, ia heran mengapa Qing Chuan ada disini. Apa ia hanya pura-pura melaksanakan perintahnya, kemudian mengabaikannya? 
 

Consort De berusaha menenangkan Kaisar, tapi Jin Zhi malah menuang minyak diatas api, ia berkata kalau ia melihat dengan mata kepalanya sendiri dan menuduh Yinzhen yang mengatur agar Qing Chuan mau menjaga makam, karena ia menyukainya. Kemudian Yinzhen mengeluarkannya dari sana dan mengatur agar ia tinggal di rumah bordil.
 

Kaisar menjadi panas, ia berkata kalau ia akan menyelidikinya lebih lanjut dan menyuruh Kasim Li untuk menyuruh Yinzhen menghadap kepadanya karena ia akan menanyainya sendiri.
Consort De berusaha menenangkan Kaisar, Tapi Kaisar malah memarahinya karena mendidik Yinzhen dengan tidak benar.
 

Setelah Kaisar pergi, Consort De memberitahu Jin Zhi kalau Yinzhen dalam masalah besar. Jin Zhi masih belum mengerti akibat dari ucapannya, jadi Consort De menjelaskan padanya kalau Yinzhen telah dituduh menipu Kaisar. Seharusnya Jin Zhi menjaga perkataannya.
Jin Zhi jadi panik, ia tidak ingin menjadi janda. Ia meminta Consort De untuk menyelamatkan Yinzhen. Consort De berkata kalau ia tidak bisa melakukannya, karena ia ibu kandungnya. Jika ia berusaha membela Yinzhen, malah akan memperburuk keadaan. Sekarang mereka hanya bisa berdoa pada buddha.
 

Consort De mulai berdoa, tapi dalam hati ia berpikir, saat ini Kaisar sangat menyukai Yinsi, sedangkan Yinreng sangat lemah. Jika Yinzhen tidak ada, maka jabatan Kaisar pasti akan jatuh pada Yinsi. Ia tidak akan membiarkan hal ini terjadi.
 

Yinzhen dan Qing Chuan berkuda menuju istana. Ia datang untuk menerima hukumannya. 
 
 
Ketika mereka dibawa ke istana Qian Qing, Yinzhen melihat Yinsi. Ia pun berteriak memberi kode padanya, “Pelayan istana Qing Chuan diperintah untuk menjaga makam. Tapi ia diculik dan berakhir di rumah pelacuran. Ini bukan kesalahannya, mohon bermurah hatilah dan menyelidiki masalah ini dengan tuntas.”
Ia terus mengulang kata-kata itu. Yinsi mengerti dan iapun segera pergi.
 

Di Kuil Taifei, Bibi kepala pelayan sedang berdo’a. Tiba-tiba ada pedang yang terhunus padanya. Ia jadi kaget dan memohon pada orang yang menyerangnya untuk membiarkannya hidup. Orang itu hanya meminta satu hal padanya, saat ini Kaisar sedang melakukan penyelidikan atas perginya Qing Chuan dari Kuil, Ia meminta bibi itu untuk berkata pada Kaisar kalau Qing Chuan diculik. Bibi menyetujuinya. Tapi orang bertopeng itu masih ragu apakah bibi akan melaksanakan janjinya. Bibi berkata kalau ia bisa membunuhnya kapan saja. Sambil berkata seperti itu ia menarik sebuah tuas.
 

Sebuah kerangkeng jatuh dan mengurung orang yang bertopeng itu. Sambil tertawa bibi berkata kalau ia tidak akan pernah melepaskan Qing Chuan.
 

Oarng bertopeng itu membuka tutup wajahnya. Ternyata ia Yinsi. Ia berusaha keras untuk keluar dari kerangkeng itu, tapi usahanya tidak berhasil.
 

Di istana Qian Qing, Kaisar bertanya pada Yinzhen apakah benar Qing Chuan diculik dan ia bertemu dengannya secara tidak sengaja di rumah pelacuran. Yinzhen membenarkan, jika Qing Chuan tidak diculik, kenapa tidak ada seorangpun yang melapor ke Departemen Urusan Dalam, jika ada seorang pelayan yang bertugas ditempat suci hilang.
Kaisar menduga kalau ada penyuapan. Yinzhen berkata di departemen itu ada banyak orang, jika ia menyuap, maka akan membutuhkan uang yang sangat besar. Karena jumlahnya besar, maka ia akan melakukannya sendiri. Tapi sejak mengantarkan Qing Chuan ke Kuil, ia tidak pernah keluar dari Beijing.Kaisar memikirkan perkataan Yinzhen dan berkata kalau mereka harus menunggu hasil penyelidikan dan menyuruh Kaism Li untuk membawa Qing Chuan dan Yinzhen ke penjara.
 

Jin Zhi bertemu dengan ayahnya yang mengomel karena seharusnya mereka tidak boleh bertemu. Jin Zhi meminta bantuan ayahnya untuk melepaskan Yinzhen. Ayahnya heran, bukankah ia yang melaporkannya. Jin Zhi berkata kalau ia hanya ingin memberinya pelajaran, ia tidak ingin hal ini terjadi sampai begini.
 

Long meminta Jin Zhi meninggalkan Yinzhen saja, karena ia selalu diperlakukan dengan buruk. Jin Zhi tidak mau, ia adalah wanita terhormat, ia tidak akan menikah dua kali. Karena ia terlanjur menikah dengan Yinzhen, maka ia jadi miliknya. Jika Yinzhen meninggal maka ia akan bunuh diri.
Long bertanya apakah Jin Zhi mengancamnya. Ia bukan Kaisar, ia hanya pejabat biasa jadi ia tidak bisa membantu Yinzhen. Ia menyuruh Jin Zhi meminta bantuan Consort De saja. Jin Zhi tidak mau karena Consort De pasti hanya bisa berdoa saja.
Jin Zhi merayu ayahnya, ketika ayahnya diam saja, ia mengancam akan melompat ke sungai. Long pun terpaksa menyetujui permintaan putrinya.
 

Di penjara, Yinzhen termangu, seharusnya mereka sudah dibebaskan, apakah orang itu tidak melakukan seperti yang dimaksudnya.
 

Qing Chuan yang berada di sel sebelahnya tidak mengerti maksud gumamannya. Yinzhen menyuruhnya melupakan saja. Yinzhen menjadi pesimis kalau Yinsi bisa melakukan tugasnya. Ia pun bertanya pada Qing Chuan, jika rencana mereka gagal dan Kaisar menghukum mati mereka apakah Qing Chuan akan menyalahkannya? Qing Chuan menjawab kalau ia tidak akan menyalahkannya. Ia akan menyalahkan dirinya karena selalu menyusahkan Yinzhen.
Yinzhen heran dalam keadaan begini Qing Chuan masih memikirkannya. Qing Chuan hanya menjawab kalau ada hal-hal yang tidak bisa di kontrolnya. Yinzhen berkata kalau ia tidak sebaik yang dikiranya. Qing Chuan hanya memberitahunya kalau ia tipe orang yang selalu merasa tidak aman. Yinzhen tidak mengerti.
 

Qing Chuan menyuruh Yinzhen mengulurkan tangannya dan Qing Chuan segera menggenggamnya. Yinzhen memandangnya dengan penuh perasaan.
 

Qing Chuan bertanya apakah perasaannya menjadi lebih tenang. Ia bercerita kalau ia dulu orang yang sama seperti Yinzhen. Ibunya sering memegang tangannya seperti ini dan berkata kalau ini dapat menenangkan perasaan dan meningkatkan rasa percaya. Jika kau punya rasa percaya maka ketakutanmu akan hilang.
 

 Yinzhen mengerti, tapi ada hal yang menganjal. Ia merasa hangat. Itu perasaan yang tidak pernah dirasakannya. Qing Chuan menyuruhnya untuk tidak berpikir macam-macam dan Yinzhen mematuhi semua perkataannnya. Mereka berpegangan tangan sambil saling menatap.
 

Tanpa mereka sadari Jin Zhi melihat kejadian itu, ia pun segera berteriak menyuruh mereka untuk melepaskan pegangan tangan mereka. Yinzhen bertanya apa yang dilakukannya disini, Jin Zhi hanya menjawab kalau ia akan menyelamatkan laki-laki yang tidak tahu terimakasih ini.
 

Ia sudah berdiskusi dengan ayahnya, hanya ada satu cara untuk menyelamatkan dirinya, Qing Chuan harus mengaku kalau ia menyelinap keluar dari makam dan menjual dirinya di rumah pelacuran. Yinzhen menolak ide itu, tapi Qing Chuan memberitahunya, daripada mereka berdua mati, akan lebih baik kalau salah seorang selamat.
 

Jin Zhi berkata kalau ia tidak akan membiarkan Qing Chuan mati kesakitan. Ia memberikan sebuah pil. Setelah Qing Chuan menandatangani surat pernyataan bersalahnya, ia harus meminum pil itu, maka ia akan mati tanpa rasa sakit.
 

Yinzhen merebutnya dan berkata, “Qing Chuan, kita akan hidup bersama maupun mati bersama. Jika kau mendengarkan omong kosong Jin Zhi, maka aku akan meminum pil ini sekarang.” Setelah itu ia pergi ke pojok selnya menjauhi Qing Chuan.
 

Jin Zhi marah dan meninggalkan mereka berdua, sedangkan Qing Chuan memohon pada Yinzhen untuk memberikan pil itu padanya. Tapi Yinzhen tidak mau berubah pikiran.
 

Di tempat lain, Yinsi berusaha merusak kerangkengnya dengan pedang. Tapi usahanya tidak berguna. Bibi kepala pelayan membawakannya makanan. Yinsi menyuruhnya untuk membuka kerangkengnya, tapi bibi tidak mau melakukannya. Ia berkata kalau nanti petugas investigator datang, ia akan membiarkan mereka yang akan memutuskan. Yinsi hanya tertawa.
 

Bibi heran kenapa ia tertawa. Yinsi menjelaskan, jika ia mengikuti keinginannya untuk memberi tahu petugas investigator kalau Qing Chuan diculik dan meninggalkan makam bukan karena keinginannya, maka ia hanya akan dihukum ringan karena tidak melaporkan hilangnya seorang pelayan. Jika ia tidak mengikuti keinginannya, maka ia akan dihukum mati karena gagal mengurus bawahannya. Dan jika Yinzhen terkait dalam hal ini maka ia akan dituduh bersekongkol dengannya.
 

Bibi bertanya apakah ia mencoba menakut-nakutinya? Yinsi hanya berkata kalau ia memperingatkannya. Petugas investigator tidak akan berani menyakitinya. Jika ia tidak melakukan apa yang diinginkannya suatu hari ia akan balas dendam. Yinsi menyuruhnya untuk memilih mengikuti keinginannya saja karena bibi akan punya dua keuntungan. Pertama ia bisa menyelamatkan nyawanya dan kedua ia akan punya dukungan dari orang penting dimasa depan. Percakapan mereka terganggu dengan kedatangan tim investigator. Bibi berpikir cepat dan segera membebaskan Yinsi.
 

Consort De menjenguk Yinreng yang sedang sakit. Ia menyuruh Fei Cui untuk menjaga pintu karena ia ingin mengatakan sesuatu pada Yinreng. Consort De berkata kalau seharusnya ia datang lebih cepat, hanya saja ada masalah dengan Yinzhen dan Qing Chuan. Yinreng senang ketika mendengar Qing Chuan masih hidup.
Consort De bercerita kalau Qing Chuan diculik dan dijual ke rumah pelacuran. Untung saja Yinzhen menemukannya. Tapi istrinya cemburu, ia melapor pada Kaisar kalau Yinzhen punya hubungan dengan Qing Chuan dan Yinzhenlah yang mengatur agar Qing Chuan dapat keluar dari makam. Kaisar sangat kesal mendengarnya dan mengurung mereka di penjara.
Setelah mendengar cerita Consort De, Yinreng menjadi panik. Consort De berkata kalau biasanya Kaisar mau mendengar sarannya, tapi karena Yinzhen terlibat, ia jadi tidak bisa berbuat apa-apa. Hukuman untuk menipu Kaisar adalah dipenggal
 

Yinreng memohon pada Consort De untuk menyelamatkan mereka, apapun akan dilakukannya. Ia tahu kalau Consort De punya jalan keluar, oleh karena itu ia menemuinya. Consort De terlihat ragu-ragu. Yinreng terus memohon, ia bahkan berlutut didepan ibunya.
 
 
 Consort De akhirnya mau mengutarakan usulnya. Ia bertanya pada Yinreng apakah ia masih punya pasukan yang setia padanya? Ia meminta sebuah tanda darinya dan akan membuat mereka masuk ke dalam istana. Ia akan membuat alasan kalau penyakitnya sangat parah dan ingin bertemu dengan kawan-kawan lamanya. Setelah hari gelap, maka mereka harus mengepung Departemen Urusan Dalam.
Yinreng kaget mendengar rencama Consort De karena itu berarti memberontak. Consort De meyakinkan kalau ia akan mengusahakan mereka semua dapat kabur. Memang masih ada resiko yang lain, tapi jika ia mencintai Qing Chuan…..Consort De menghentikan kata-katanya. Ia menyuruh Yinreng melupakan apa yang barusan didengarnya. Ia akan berdoa pada Buddha supaya ,menjaga mereka.
 

Yinreng berkata kalau ia akan menuruti kata-kata ibunya. Consort De bertanya bagaimana jika rencana mereka gagal. Yinreng berkata kalau ia akan menanggung semua akibatnya. Ia meminta Consort De untuk membakar banyak uang kertas jika ia mati. Consort De sangat berterimakasih dan berlutut pada Yinreng. Yinreng berusaha menyuruh ibunya berdiri.
 

Karena bantuan Yinsi, Qing Chuan dan Yinzhen dibebaskan. Yinsi menunggu didepan pintu Departemen Urusan Dalam. Setelah Qing Chuan keluar, ia segera menghampirinya dan bertanya apakah ia baik-baik saja. Qing Chuan hanya mengangguk. Yinzhen berterimakasih pada Yinsi karena telah menyelamatkan mereka. Yinsi hanya berkata kalau ia menyelamatkan Qing Chuan, ia tidak yakin apakah Yinzhen bersalah atau tidak.
 

Yinzhen mengajak Qing Chuan pergi, tapi Yinsi menahannya. Yinzhen bertanya Kaisar sudah melepaskan Qing Chuan, kenapa ia menahannya? Yinsi berkata kalau Qing Chuan adalah miliknya. Yinzhen menyahut kalau Qing Chuan adalah milik dirinya sendiri, biar Qing Chuan yang memutuskan ia akan pergi bersama siapa.
 

Yinsi memegang bahu Qing Chuan dan berkata karena ia sangat merindukannya,ia tidak bisa makan dan tidur dengan baik. Ia berusaha keras dan bekerja dengan giat supaya ia bisa menjaga Qing Chuan dengan lebih baik. Yinzhen merasa cemburu dan menyuruh Yinsi melepaskan tangannya, sedangkan Qing Chuan terlihat bingung.
 

Kasim Li datang dan berkata kalau Kaisar ingin bertemu dengan Qing Chuan. Qing Chuan pun ikut kasim Li ke istana Qian Qing, sedangkan kedua pria itu hanya bisa memandangnya saja. Kemudian mereka saling menatap dengan benci.
Qing Chuan menghadap Kaisar disebuah taman. Ternyata kursi roda Kaisar rusak. Qing Chuan memeriksanya dan berkata kalau rodanya yang rusak. Kaisarpun menyuruh Kasim Li untuk memperbaikinya.
 

Kaisar menyuruh Qing Chuan untuk kembali bekerja di istana Qian Qing. Setelah Qing Chuan pergi, tidak ada yang bisa melayaninya dengan baik. Jadi sebenarnya ia memang ingin memindahkan Qing Chuan kembali ke Qian Qing, hanya saja ada hukum yang harus ditaatinya. Ia meminta Qing Chuan mengerti. Qing Chuan berterimakasih pada Kaisar.
 

Kaisar menyuruh Qing Chuan untuk menyiapkan makan siangnya, jika tidak enak ia akan menghukumnya. Qing Chuan memastikan kalau ia akan membuat masakan yang lezat. Merekapun pergi ke sebuah paviliun. Qing Chuan menghidangkan secangkir teh untuk Kaisar. Dari kejauhan Consort De dan Fei Cui melihat semua ini.
 

Fei Cui bertanya pada Consort De apakah mereka akan tetap memberitahu Yinreng untuk melakukan rencana itu, karena Yinzhen dan Qing Chuan telah bebas. Consort De berkata kalau ia akan meneruskan rencananya.Ia menyuruh Fei Cui untuk melebih-lebihkan keadaan Yinreng pada para pengikutnya,  Ia akan membersihkan jalan yang ditempuhnya dalam satu tindakan.
 

Yinzhen pulang ke rumah, ia segera disambut oleh Long Ke Duo dan Jin Zhi. Long menjelaskan kalau dulu ia bersama Yinsi karena mereka telah menjebaknya. Mereka ingin menghancurkan hubungan Long dengan Yinzhen. Yinzhen hanya tersenyum dan berkata pada mereka kalau mereka boleh membantu siapa saja yang mereka inginkan.
 

Sekarang ia sudah melepaskan semuanya.  Long bertanya apa yang diinginkannya sekarang. Yinzhen hanya ingin mencari pengetahuan. Ia tidak akan lagi menjebak dan memperalat seseorang untuk sesuatu yang tidak berarti baginya. Ia telah melepaskan tahta, kekuasaan dan semuanya. Ia berkata kalau sekarang ia merasa sangat tenang. Ia pun tertawa dengan bahagia.
 

Long bertanya-tanya apakah Yinzhen menjadi gila. Dengan sedih Jin Zhi berkata kalau ia takut Yinzhen akan berpaling pada perempuan lain. Ia menjadi bingung, tapi Long terlanjur kesal padanya dan berkata kalau ia tidak akan membantunya lagi. Masa depan mereka adalah urusan mereka sendiri. Ia pun pergi, sedangkan Jin Zhi berusaha memanggil ayahnya.


CATATAN.
Mulai episode ini kelicikan Consort De mulai terlihat, ternyata ia tidak sebaik seperti kelihatannya. Ia persis seperti Yinzhen yang suka memanipulasi orang. Sedangkan Yinzhen mulai merasakan sedikit kebahagiaan dan cinta. Untuk Qing Chuan, ia harus mulai memilih antara Yinzhen dan Yinsi. Tentu saja ia bingung tapi ia benar-benar menyadari perasaannya jatuh pada siapa. Yang paling kasihan adalah Su Yan. Ia sudah dimanfaatkan begitu lama dan akhirnya tidak mendapatkan cinta Yinzhen. Plotnya mulai serius nih. Adegan lucunya sudah jarang ada.




2 comments:

Anonim mengatakan...

akhirnya dilanjut juga...gumawo...

fe mengatakan...

iya emang tuh keliatan consort de jahat..akhirnya gmn ya penasaran nich>lanjut trs ya ka..thx smgt

Posting Komentar