Pages

30/10/11

JADE PALACE LOCKHEART EPISODE 20


Malam itu Qing Chuan akan kembali ke kamarnya, tiba-tiba ia bertemu dengan Yinzhen yang segera menariknya ke suatu tempat. Yinzhen mengajak Qing Chuan ke tempat favoritnya dimana mereka bisa melihat bulan dan bintang.
 

Yinzhen berkata kalau dulu ada orang yang pernah memberitahunya kalau setiap orang mempunyai bintang yang akan melihat mereka dari surga. Sampai besar, ia terus mencari yang mana bintangnya. Qing Chuan bertanya dari sekian banyak bintang dilangit bagaimana ia bisa menemukan bintangnya. Yinzhen berkata kalau sekarang ia sudah menemukan bintangnya.
 

Ia pun memeluk Qing Chuan dari belakang dan memberitahunya kalau Qing Chuanlah bintang yang selama ini dicarinya.
Qing Chuan: “Kau yakin?”
Yinzhen: “Aku yakin.”
Qing Chuan: “Apakah aku tidak bermimpi?”
Yinzhen: “Jika ini hanya mimpi, aku berharap untuk tidak bangun lagi.”.
 

Qing Chuan melepaskan pelukan Yinzhen dan berkata kalau Ia sudah lama menunggunya mengatakan hal ini. Yinzhen sedikit kaget. Ia pun membaca puisi untuk Qing Chuan, tapi Qing Chuan tidak menyukai puisi itu.
Qing Chuan: “Aku harap aku adalah bintang dan kau adalah bulan. Kita saling menyinari setiap malam.”
 

Mereka pun saling memandang dan Yinzhen kemudian mencium  kening Qing Chuan.
Qing Chuan bertanya apakah Yinzhen pernah menari? Dan ia pun mengajari Yinzhen berdansa.
Su Yan sedang membawa buah, ia heran kenapa banyak orang yang masuk ke kamar Yinreng.
 

Di dalam kamar, Yinreng menyuruh mereka bubar karena Qing Chuan telah dibebaskan. Para prajurit itu tidak mau bubar. Mereka memberitahu Yinreng kalau ini adalah kesempatan langka dan sebaiknya mereka mempergunakannya. Yinreng tidak mengerti.
 

Salah satu prajurit itu berkata kalau mereka bisa mengepung istana dan melakukan kudeta. Selama ini Kaisar telah memandang rendah Yinreng, bahkan hidupnya juga dalam bahaya. Ia bisa menganggapnya sebagai judi, jika ia menang, maka negara ini akan menjadi miliknya,….
Sebelum ia sempat menyelesaikan perkataannya, Yinreng memotongnya dan berkeras kalau ia tidak mau melakukan kudeta. Ia tidak mau namanya hilang dari sejarah.
Tapi prajurit itu berusaha merayu Yinreng,  namanya akan tetap ada dalam sejarah, jika ia menang, maka ia akan menjadi pahlawan, jika tidak ia akan menjadi pemberontak.
Yinreng tetap tidak mau melakukannya. Prajurit itu menambahkan kalau sebaiknya ia memikirkan Qing Chuan, kali ini ia beruntung, jika ia berbuat kesalahan lagi, mungkin ia bisa celaka. Lain halnya kalau Yinreng sudah menjadi Kaisar, maka keselamatan jiwa Qing Chuan akan terjamin.
Ternyata Su Yan mendengarkan pembicaraan mereka dari luar. Tanpa sengaja, salah satu buah yang dibawanya jatuh, yang membuat semua yang ada di dalam kamar kaget. Salah satu dari mereka keluar dan segera menyeret Su Yan ke dalam kamar.
 

Su Yan berkata pada mereka kalau ia tidak mendengarkan apa-apa. Tapi mereka tidak percaya. Su Yan terus memohon supaya Yinreng menyelamatkannya. Para prajurit ingin menghukumnya, tapi Yinreng melarang mereka, Su Yan adalah pelayannya, ia tidak akan membocorkan rahasia mereka. Tapi  mereka tidak setuju, mereka lebih baik membunuh Su Yan sekarang daripada menyesal di kemudian hari.
 

Yinreng kelihatan bingung, Su Yan pun berkata kalau ia akan menunjukkan kesetiaannya, ia mengambil pisau dan menusuk dirinya sendiri.
Salah satu prajurit berkata kalau di istana dinding punya telinga, mungkin sudah ada orang yang mendengar rencana mereka, jadi Yinreng tidak bisa mundur lagi. Yireng terlihat stress, ia hanya memandangi Su Yan yang tergeletak di lantai.
Ternyata Su Yan selamat. Ia sedang duduk dikamarnya. Ia bingung bagaimana caranya ia memberitahu Yinzhen tentang hal ini. Tiba-tiba ada pelayan lain yang datang. Ia membawakan obat untuk Su Yan. Su Yan meminta bantuannya dan menyerangnya sampai ia pingsan.
 

Su Yan segera mengganti pakaiannya dan menidurkan pelayan itu di tempat tidur dan menyelimutinya. Tiba-tiba Yinreng datang, Su Yan langsung berbalik membelakanginya. Yinreng bertanya bagaimana keadaan Su Yan, Su Yan berbohong kalau ia meminta makanan dan kemudian tertidur, ia pun segera pergi dari tempat itu, sayangnya ketika Su Yan melewatinya, Yinreng sedang menunduk, ia pun memandang pelayan yang ada di tempat tidur Su Yan dengan pandangan prihatin.
Su Yan bingung, hari ini Yinzhen tidak datang ke istana dan ia tidak bisa keluar dari istana, bagaima ia memberitahukan hal itu pada Yinzhen.
Tiba-tiba ia melihat Selir Xi sedang berjalan-jalan di taman. Ia pun mendapat ide untuk mengirimkan pesan pada Yinzhen lewat Selir Xi. (Aduh Su Yan, Selir Xi kan egois, ia pasti menggunakan informasi ini untuk kepentingannya.)
Ia pun berlutut dan memberi hormat pada Selir Xi. Ia ingin menyampaikan sesuatu padanya dan meminta pelayan yang lain pergi. Awalnya, pelayan Selir Xi marah, tapi Selir xi menyuruh mereka pergi.
 

Su Yan tidak menceritakan yang sebenarnya, Ia berkata pada Selir Xi kalau semalam teman-teman Yinreng datang, mereka mabuk dan membuat keributan. Ia memohon Selir Xi untuk menyuruh Yinzhen datang untuk mengusir mereka. Selir Xi bertanya kenapa harus Yinzhen? Su Yan beralasan kalau hubungan Yinreng dan Yinzhen sangat dekat, jadi akan lebih aman kalau memanggilnya.
Selir Xi mengerti, tapi ia ingin tahu keuntungan apa yang akan diperolehnya. Su Yan brkata kalau Yinreng menjadi Kaisar, ia pasti tidak akan melupakan bantuan Selir Xi. Selir Xi setuju untuk memanggil Yinzhen ke istana.
 

Selir Xi menyuruh Su Yan untuk mengawasi kediaman pangeran, dan ia akan pergi menemui Yinzhen, Su yang menghentikannya dan meminta Selir Xi untuk membawanya. Selir Xi mengerti, Su Yan takut kalau Selir Xi akan mengeklaim untuk dirinya sendiri, ia pun memberi lencana pada Su Yan dan menyuruhnya untuk mengeklaim jasanya suatu saat nanti.
Di jalan Selir Xi berpikir kalau semuanya tidak masuk akal. Ia bukan orang yang bodoh. Kalau ada keributan di kediaman pangeran, Yinsi pasti mengetahuinya. Ia pun berubah pikiran dan pergi ke kamar Yinsi. 
Seorang pelayan menguping pembicaraan mereka. Pelayan itu ternyata mata-mata Consort De. Consort De merasa senang karena ada orang lain yang melakukan hal yang seharusnya dilakukannya. Ia pun berkata pada Fei Cui kalau mereka akan diam di istana Yong He saja, karena sebentar lagi Kaisar akan datang berkunjung.
 

Su Yan menunggu Selir Xi didekat gerbang dengan gelisah, ia takut selir Xi membohonginya. Tiba-tiba ia melihat Yinsi yang berpakaian perang dan membawa banyak prajurit. Ia jadi ketakutan dan khawatir.
Yinsi menyuruh pasukannya menyebar dan mengawasi kalau ada yang berbuat mencurigakan.
 

Su Yan kaget ketika Yinsi sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi, ia memandang lencananya dan segera keluar menuju gerbang istana. Penjaga menghentikannya, Su Yan menunjukkan lencananya dan berkata kalau ia disuruh Selir Xi untuk mengambil obat di luar. Penjaga pun mengijinkannya pergi.
Sedangkan Yinsi segera menyuruh mereka untuk menutup gerbang istana. 
 

Su Yan menyelinap masuk ke dalam rumah Yinzhen, ia memakai penutup wajah. Yinzhen yang mengira ia penyusup segera menyerangnya. Mereka berkelahi dan Su Yan segera membuka penutup wajahnya.
Su Yan segera memberitahu Yinzhen kalau Yinreng akan melakukan kudeta. Ia bertanya apa rencana Yinzhen dan apa yang seharusnya ia lakukan.
 

Yinzhen berkata kalau ia sekarang tidak tertarik pada kekuasaan. Su Yan pun bertanya apa yang harus ia lakukan sekarang. Yinzhen menyuruh Su Yan untuk hidup untuk dirinya sendiri. Su Yan gemetar, apa itu artinya Yinzhen memutuskannya?
Di luar ada suara yang mencurigakan, Yinzhen segera menyuruh Su Yan pergi, ia melihat ada darah di baju Su Yan dan bertanya apakah ia terluka, Su Yan hanya berkata kalau ia tidak apa-apa. Su Yan segera menyelinap pergi.
Para penjaga masuk kekamar Yinzhen dan bertanya apakah ia baik-baik saja. Yinzhen berkata kalau ia tidak bisa tidur, jadi ia berlatih sedikit,
 

Di istana, pasukan Yinreng dan pasukan Yinsi mulai saling menyerang.
Kaisar yang sedang tidur di istana Yong He terbangun mendengar keributan itu. Tiba-tiba Fei Cui masuk dan memberitahu Kaisar kalau Yinreng melakukan kudeta. Consort De pura-pura kaget, sedangkan Kaisar sangat marah. Consort De berusaha untuk menenangkan Kaisar.
Consort De memberitahu Kaisar kalau jumlah mereka kelihatannya banyak. Ia menyuruh Kaisar untuk menunggu di istana Yong He, ia yang akan keluar untuk melihat keadaan. Kaisar menolak karena Consort De hanya seorang wanita. Consort De mengingatkan Kaisar kalau Yinreng telah menganggapnya ibu, jaid ia tidak akan menyakitinya.
Diluar terjadi perang yang sengit. Yinreng menunjukkan kemampuan beladirinya. Ternyata ia bukan pangeran yang lemah, karena  ia bisa membalas serangan dari musuhnya.
 

Consort De keluar dan melihat keadaan. Ia harus mencari cara untuk bertemu dengan Yinreng, karena jika Yinreng berhasil, maka usahanya selama ini akan sia-sia (membuat Yinthi jadi Kaisar).
Ia melihat kudeta itu dari atas jembatan. Akhirnya ia bisa melihat dimana Yinreng berada. Tiba-tiba pasukan pemanah datang. Yinreng jadi sedikit terdesak. Ketika ada panah yang menuju ke arah Consort De, ia segera menangkisnya dengan melemparkan pedangnya.
 

Ia pun mendekati Consort De dan bertanya apakah ia baik-baik saja. Consort De pura-pura memarahinya, kenapa ia melakukan semua ini padahal Qing Chuan sudah dibebaskan. Yinreng berkata kalau sebenarnya ia tidak mau melakukannya, tapi mereka semua memaksanya.
Consort De memberitahunya kalau tindakannya ini bisa memberi peluang pada pengeran lain untuk mendapatkan keuntungan. Yinreng menjadi bingung, ia tidak mau mati begitu saja.
Consort De menyuruhnya untuk menarik pasukan dan menuju gerbang. Ia harus segera melarikan diri. Yinreng terlihat ragu-ragu, tapi Consort De terus mendesak, ini adalah satu-satunya kesempatannya untuk bisa hidup.
 

Ketika Yinreng telah pergi, Fei Cui bertanya apa yang harus mereka lakukan sekarang. Consort De melihat ada prajurit yang mati terkena panah. Ia segera mencabut panah itu dan menusukkan ke dadanya. Ia menyuruh Fei Cui untuk melapor pada Kaisar kalau ia sudah mencoba menghentikan Yinreng, tapi ia tidak berhasil. Liciknya mulai keluar lagi nih.
 

Sedangkan disaat yang sama Yinreng mencoba untuk menarik pasukannya dan pergi ke pintu gerbang. Tapi sayangnya, pintu gerbang itu sudah tertutup, mereka tidak punya pilihan lain selain bertahan. Yinreng melihat kalau Yinsi memimpin pasukannya untuk menyerang mereka. Ia berhasil melumpuhkan sisa pasukan Yinreng dan akhirnya mereka saling berhadapan. Tapi Yinreng tidak sebanding dengan Yinsi. Dengan mudah ia dilucuti dan pasukan Yinsi mengepungnya sambil menodongkan tombak padanya. Ia pun terpaksa mnyerah dan kudetanya gagal.
 

Consort De sedang diperiksa tabib di istana Yong He. Kaisar bertanya bagaimana keadaannya. Tabib berkata kalau luka Consort De tidak membahayakan jiwanya, yang ditakutkannya akan terjadi infeksi dari luka itu. Kaisar menyuruhnya untuk melakukan apapun agar Consort De cepat sembuh. Aneh deh perasaan tadi Consort De menusukkan panah ke dadanya, tapi sekarang yang diperban tangannya?
 

Kaisar duduk disebelah Consort De dan bertanya bagaimana keadaannya. Consort De berkata kalau ia merasa lemas. Kaisar sangat marah pada Yinreng dan menyebutnya anak yang tidak berbakti. Consort De memohon pada Kaisar untuk memaafkan Yinreng. Kaisar heran kenapa Consort De masih membelanya juga.
Consort De berkata kalau ia satu-satunya putra dari Permaisuri Heseri,  ia merasa ada sesuatu yang lebih besar di balik ini. Melihat karakter Yinreng yang lemah, pasti ada pihak yang memanfaatkan dirinya dengan menyuruhnya melakukan kudeta. Tapi ia tidak mau sembarangan menuduh.
Kaisar berkata saat Yinreng melakukan kudeta, Yinsi menyuruh penjaga menutup gerbang, apa itu tidak berlebihan. Ia tidak punya putra yang bisa dipercaya lagi.
 

Consort De memohon pada Kaisar untuk memperbolehkan Yinthi pulang, ia ingin bertemu dengan putranya. Kaisar teringat kalau ia masih punya Yinthi. Ia memperbolehkannya pulang bahkan akan menganugerahinya gelar Pangeran Bertopi Besi, karena ia telah berbuat banyak untuk negaranya. Consort De berterimakasih, Kaisar pun pergi karena akan mengurus Yinreng terlebih dahulu. Consort De tersenyum, misinya telah berhasil
 

Kaisar memberi perintah kalau Yinreng akan dihukum penjara rumah seumur hidup karena telah melakukan kudeta. Mendengar keputusan itu, Yinreng hanya bisa menundukkan kepalanya dengan lemas. Su Yan menunggunya dengan cemas, tapi Yinreng hanya melewatinya tanpa memandang wajahnya.
 

Tiba-tiba Selir Xi datang mendekatinya, ia bertanya kenapa Su Yan ada disini, apa ia takut kalau ia tidak akan diakui jasanya.Ia tidak ingat kalau Su Yan mengatakan  kalau Yinreng akan melakukan kudeta. Apakah ia hanya ingin dirinya memberitahu Yinzhen untuk membereskan semuanya. Bukankah itu terlihat kalau Yinzhen telah berkomplot dengan Yinreng. Su Yan hanya bisa diam. Selir Xi pun menghadap Kaisar untuk mengeklaim jasanya.
 

Ternyata di istana Qian Qing, Yinsi sudah menghadap Kaisar. Kaisar bertanya pada Selir Xi apakah dirinya yang memberitahu Yinsi kalau Yinreng akan melakukan kudeta. Selir Xi membenarkannya. Kaisar bertanya bagaimana ia bisa tahu. Selir Xi bercerita kalau Yinreng sangat sombong dan sering menerima tamu yang tidak jelas, jadi ia menyuruh orang untuk memata-matainya.
 

Kaiasar menjadi marah dan menampar Selir Xi. Selir Xi dan Yinsi kaget. Kaisar menyalahkan mereka karena telah mengawasi Yinreng, menyebutnya bodoh dan membuatnya tergerak untuk melakukan kudeta. Ia telah memenjarakan Yinreng,  Ia menyuruh keduanya untuk intropeksi diri, jika tidak masih ada banyak kamar di Departemen Bagian Internal. 
 

Setelah Kaisar pergi, Selir Xi heran, kenapa mereka dimarahi, padahal mereka telah berbuat baik. Dengan tenang Yinsi berkata apakah itu kebaikan atau kejahatan, Kaisar yang akan menentukannya. Ia pun segera pergi, sedangkan Selir Xi menangis, ia merasa kecewa.
 

Yinzhen sedang berjalan dilorong istana, tiba-tiba Fei Cui memanggilnya. Ia memberitahu Yinzhen kalau Consort De terluka parah. Dengan dingin, Yinzhen menyuruhnya untuk memanggil tabib saja, Fei Cui memohon kalau semalaman Consort De terus menggumamkan namanya, maka ia memberanikan diri untuk bertemu dengannya. Yinzhen masih tidak peduli. Akhirnya Fei Cui berkata kalau Consort De masih ibu kandungnya, bila terjadi apa-apa dengannya apa ia tidak menyesal.
Consort De sedang melihat bekas mainan putra-putranya, Fei Cui menyuruhnya untuk beristirahat saja. Consort De berkata kalau ia terngat pada saat anak-anaknya masih kecil. Jadi ia memaksakan diri untuk melihat mainan itu.
 

Yinzhen masuk dan memberi salam pada ibunya. Consort De sangat senang dan segera menyambut putranya. Consort De menyuruh putranya duduk, tapi Yinzhen menolak ia hanya ingin melihat keadaan ibunya. Karena ibunya baik-baik saja, maka ia akan pergi.
Consort De menghentikannya, ia bertanya apkah Yinzhen begitu benci padanya. Ia ingin menjelaskan semuanya kepadanya dan memint Yinzhen untuk duduk.
 

Yinzhen pun menurut. Consort De berkata kalau setiap istri Kaisar pasti ingin kalau putranya mewarisi kekaisaran ini. Tapi ia berbeda, ia sudah cukup lama hidup di istana dan mengalami banyak cobaan. Ia tahu menjadi Kaisar itu tugas yang sangat berat. Tapi Yinzhen dan Yinthi adalah putra Kaisar yang berbakat, jadi ia harus mengesampingkan keinginannya. Selama ini ia memikirkan siapa yang akan didukungnya. Sejak kecil, Yinzhen tidak berada didekatnya, jadi ia berhutang banyak padanya, ia tidak tega kalau Yinzhen menanggung beban itu.
Berbeda dengan Yinthi, sejak kecil ia selalu bersamanya, lagipula ia punya kemampuan militer, jadi ia layak menjadi Kaisar.
 

Tapi Yinzhen hanya menanggapinya dengan dingin. Ia berkata kalau ia hampir tergerak mendengar ucapannya. Orang lain mungkin akan percaya kata-katanya , tapi ia tidak. Orang banyak yang bilang kalau ia pandai berbicara, kelihatannya kemampuan itu diperoleh dari ibunya.
Ia pun menenangkan ibunya, karena ia tidak menginginkan kekuasaan lagi, ia hanya ingin hidup sederhana dengan wanita yang dicintainya.
Consort De bertanya apa yang diinginkannya, jika nanti Yinthi menjadi Kaisar, maka ia akan membuatnya baik  dan hormat pada Yinzhen dan ia akan hidup dengan tenang.
Yinzhen berkata kalau ia menginginkan Qing Chuan. Consort De heran, kenapa harus Qing Chuan lagi.
Yinzhen berkata kalau Yinreng sudah dicopot jabatannya, Kaisar mencurigai Yinsi, jika ia melepaskan klaimnya, maka keinginan ibunya akan tercapai.Lagipula selama ini Consort De sudah banyak melakukan persiapan, jadi hal ini tidak mungkin gagal. Yinzhen berkata kalau menukar wanita dengan tahta itu sepadan. Consort De menyanggupi, ia akan berusaha sebaik mungkin.
 

Qing Chuan menunggu Yinzhen ditaman, Yinzhen segera menemuinya, ia berkata kalau ibunya akan merestui hubungan mereka. Qing Chuan berpikir dalam hati, Yinzhen akan jadi kaisar, ia harus berbagi dengan banyak wanita.
 

Yinzhen melihat kalau Qing Chuan sedang resah, ia bertanya apa yang sedang dipikirkannya. Qing Chuan berkata kalau ia hanya akan mencintai Yinzhen saja, sedangkan Yinzhen…… Yinzhen memotong perkataan Qing Chuan, ia mengerti dan akan segera mengurusnya.
Qing Chuan menghentikan Yinzhen dan menyuruhnya untuk tidak menyakiti orang lain. ??? helloooo, bukannya mereka sudah menyakiti Jin Zhi?
Qing Chuan menyuruhnya pergi duluan, tapi Yinzhen juga menyuruhnya pergi, ia selalu menengoknya ke arahnya, tetapi Qing Chuan tidak pernah melakukan itu. Qing Chuan berkata, ia takut kalau ia menengok ke arahnya, maka ia tidak sanggup pergi. Yinzhen mengusulkan kalau mereka pergi bersama-sama dan tanpa menengok satu sama lain.
 

Mereka pun berbalik dan berjalan menjauh, setelah beberapa langkah keduanya berbalik dan saling berpelukan.
 

Tanpa mereka sadari, Su Yan melihatnya. Ia menjadi cemburu.
Ketika Yinzhen sedang berjalan, tiba-tiba Su Yan datang dan berlutut. Iameminta Yinzhen untuk membawanya keluar. Ia ingin melayaninya. Yinzhen berkata kalau Su Yan perempuan yang baik, kesalahannya yang membuat Su Yan ikut dalam pertempuran ini. Ia akan segera membawa Su Yan  keluar dari istana, supaya ia bisa hidup untuk dirinya sendiri. Su Yan tertegun, ia mulai menangis.
 

Su Yan: “Jadi kau tidak menginginkanku?”
Yinzhen: “Aku…”
Su Yan: “Kenapa? Apa ini karena Qing Chuan? Kami sudah seperti saudara. Aku tidak akan keberatan.”
Yinzhen: “Aku yang keberatan. Aku ingin memberikan cintaku secara utuh kepadanya.”
Su Yan: “Cinta? Kukira dalam hatimu hanya keinginan akan kekuasaan dan tidak ada cinta. Oleh karena itu aku berada didekatmu. Walaupun aku tidak bisa memilikimu, paling tidak aku berada sangat dekat denganmu. Aku sudah berusaha lam, sedangkan Qing Chuan berhasil hanya dalam beberapa bulan. Apa kelebihannya, kenapa semua tertarik padanya?”
Yinzhen: “Ini bukan karena ia baik. Ini perasaan yang aneh. Ketika kau bersamanya, kau akan merasa tenang. Kau menjadi ingin berbagi pikiran dengannya dan melakukan apapun untuknya. Jika ia tertawa hatimu akan bahagia, jika ia menangis, hatimu akan sedih. Kau ingin menjadi orang yang sama dengannya. Tidak. Kau dan dia adalah orang yang sama. Kau akan selalu ingin mencium dan memeluknya.”
 

Su Yan menangis tersedu-sedu, ia memegang bahu Yinzhen dan bertanya, “lalu bagimu aku apa? Seorang pelayan? Seorang mata-mata? Orang yang selalu siap sedia?”
Yinzhen merasa tidak enak, ia berusaha melepaskan tangan Su Yan dan meminta maaf. Ia pun segera meninggalkan Su Yan yang menangis tersedu-sedu.
 

Qing Chuan sedang berjalan ditaman, tiba-tiba ia melihat Yinsi yang sedang menunggunya. Qing Chuan langsung berbalik dan pergi. Yinsi berlari mengejarnya sambil memanggil-manggil namanya.
Ia bertanya kenapa Qing Chuan menghindar ketika melihatnya. Qing Chuan hanya berata ia tidak ingin membuat masalah, ia hanyalah seorang pelayan yang ingin melaksanakan tugasnya. Yinsi bertanya apa ia melakukan ini demi Yinzhen.
 

Qing Chuan hanya diam, ia berpikir kalau Yinsi dan Yinzhen selalu bersaing, ia tidak ingin menjadi alasan bagi keduanya untuk bertengkar. Ia pun menasehati Yinsi, Ia dan Yinzhen adalah saudara, sebaiknya mereka selalu rukun. Saudara tidak boleh saling membenci, apalagi hanya karena seorang pelayan seperti dirinya.
 

Yinsi memegang tangan Qing Chuan, ia berkata kalau ia rela berkorban nyawa demi dirinya. Ketika Qing Chuan akan menjawab, ia melihat Su Yan datang mendekati mereka. Qing Chuan pun berusaha melepaskan tangannya dari Yinsi.

2 comments:

Anonim mengatakan...

akhirnya nongol juga.., tengkyu ^^

Pinky mengatakan...

Sipp__ akhirnya dilanjut juga... Makasich yah___

Posting Komentar