Pages

29/12/11

CAN'T LOSE EPISODE 13


Setelah puas menangis dipelukan Eun Jae, mereka berdiri berdampingan. Eun Jae meminta maaf karena telah salah paham tentang emailnya pada ibu. Hyung Woo berkata kalau ia merahasiakan hal itu bukan tanpa alasan, ia tidak ingin Eun Jae juga harus berpura-pura dihadapan ibunya.
Dulu sewaktu adiknya bekerja di Amerika, ia sering mengirim email pada ibunya, kadang-kadang ketika ia sedang melakukan kegiatan sosial, mereka kehilangan kontak. Oleh karena itu, sekarang ia menggantikan adiknya untuk mengirim email kepada ibu. Supaya ibu merasakan kehangatannya. Itu dilakukannya karena ia merasa telah mencuri Hyung Joo dari ibu. Eun Jae berkata kalau Hyung Woo juga kehilangan adiknya, ini pasti berat untuknya.
 

Eun Jae mengantarkan Hyung Woo pulang dan meminta pada Woo Shik supaya malam ini Hyung Woo tidur di tempat tidurnya. Hyung Woo berkata kalau ia hanya akan tidur sebentar dan meminta Eun Jae untuk menungguinya. Hyung Woo memandangi Eun Jae yang sedang mengobrol dengan Woo Shik, kemudian mulai terlelap.
Eun Jae pergi ke restoran Young Joo. Go Ki langsung menyambutnya. Eun Jae bercerita kalau Hyung Woo menangis dan menceritakan semuanya padanya.Ia menambahkan kalau setahun terakhir ia merasa hampa. Ia mengira kalau ia tahu segalanya tentang suaminya, ternyata ia salah. Ia meminta Go Ki menceritakan semuanya masalah pada Young Joo supaya mereka tidak menjadi orang asing.
Go Ki berkata kalau setelah bercerai Eun Jae sering mengatakan hal-hal yang membuatnya seperti Ibu Theresa. Eun Jae  hanya tertawa dan mengajaknya minum, tapi Go Ki menolak, mulai hari ini ia tidak minum lagi. Ketika akan pergi, Eun Jae bertemu dengan Young Joo, ia memberitahunya kalau Go Ki ingin membicarakan sesuatu dengannya.
 

Di dalam restoran, Go Ki menggenggam tangan Young Joo dan bertanya apakah ia menyembunyikan sesuatu padanya, jika benar sebaiknya ia menceritakannya saja. Young Joo berkata kalau ia tidak bisa poop selama 4 hari. Go Ki bertanya, apakah ia perlu membeli obat. Young Joo memberitahu hanya ada satu hal yang bisa dilakukannya, ia harus lulus ujian PNS. Go Ki langsung melepaskan tangannya dan bertanya apa hubungan PNS dengan sembelit. Young Joo: “Jika kau lulus tes, maka akan mengurangi stressku sehingga aku tidak sembelit lagi.” Go Ki jadi kesal, tapi Young Joo malah menyuruhnya untuk memijat bahunya.
 

Di rumah, Eun Jae memandangi foto pernikahannya. Ia mendesah dan meletakkan foto itu lagi dalam keadaan  terbalik. Ia ingin tidur tapi tidak bisa dan merasa gelisah. Tiba-tiba Hyung Woo menelponnya, ia merasa senang tetapi pura-pura dingin. Hyung Woo berterimakasih dan memintanya menelponnya jika ia punya masalah, ia akan meminjamkan bahunya. Hyung Woo bertanya apa yang sedang dilakukannya. Eun Jae menjawab kalau ia sedang berbaring, Hyung Woo, “Apa kau sedang berguling kesana kemari?” Eun Jae langsung bangun dan memandangi kamarnya sambil bertanya apa Hyung Woo memasang kamera CCTV. Hyung Woo tersenyum, “Aku bisa menduganya.”
Eun Jae bertanya, ketika menikah apa yang paling disukainya. Hyung Woo, “Tidur sambil memelukmu. Jika aku tidur disebelahmu, aku bisa tidur dengan nyenyak.Bagaimana denganmu?” Eun Jae menjawab kalau ia tidak tahu, tapi berkata tanpa suara kalau ada banyak hal. Tentu saja Hyung Woo tidak mendengar jadi ia menyimpulkan kalau Eun Jae tidak pernah merasa ada hal baik dalam pernikahan mereka. Percakapan mereka terganggu karena Woo Shik yang ingin kekamar mandi, Eun Jae pun segera menutup telponnya.
Hyung Woo pergi ke apartemen Eun Jae, tapi tidak jadi masuk dan pergi. Ia merasa senang ketika mendapat telpon dari seseorang.
 

Di lapangan basket, Eun Jae sedang merayu Tae Young supaya mau berpura-pura senang ketika bermain basket dengan Hyung Woo. Tae Young merasa kesal karena Eun Jae memaksanya. Ketika Hyung Woo datang, Eun Jae mengancam akan menghukum Tae Young jika ia berani membocorkan kalau ia yang merencanakan semua ini.
 

Ia pura-pura marah pada Tae Young karena mencoba mempertemukannya dengan Hyung Woo, Tae Young hanya bisa ternganga. Ia menyuruh mereka bermain dan ia akan membaca buku. Eun Jae memperhatikan mereka bermain sambil tersenyum.
 

Hyung Woo berhenti bermain ketika ia melihat kalau Eun Jae sudah berhenti. Ia bertanya pada Tae Young kenapa ia tidak menghentikan kakaknya. Tae Young hanya menjawab kalau seharusnya Hyung Woolah yang menghentikan Eun Jae. Merekapun kembali bermain.
 Ternyata Eun Jae pergi ke rumah ibu Hyung Woo. Ibu bertanya apa mereka berniat mau bersama lagi. Eun Jae membantahnya. Walaupun ia berpisah dengan Hyung Woo ia tetap ingin mengunjunginya. Ia merasa belum begitu mengenalnya. Eun Jae mulai menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang tidak penting yang membuat ibu jadi curiga.
Ibu Hyung Woo berkunjung ketempat ibu Eun Jae. Ia berkata kalau kemarin Eun Jae mempir ke rumahnya, sebenarnya ia ingin punya seorang putri. Ibu Eun Jae berkata kalau ia sudah putra yang sangat baik yang mau mengirim email padanya setiap hari.Ibu Hyung Woo hanya berkata kalau didunia ini anak seperti itu tidaklah ada.Ia mengatakan itu dengan muka sedih. Ibu Eun Jae bertanya apa yang sedang dipikirkannya. Ibu Hyung Woo langsung mengalihkan perhatian dan mengajaknya pergi ke sauna.
 

Tae Young menemani Hyung Woo ke toko buku. Ia terlihat tidak bersemangat. Hyung Woo berusaha menyemangatinya, tapi dengan lesu Tae Young hanya berkata kalau ini pertama kalinya ia pergi ke toko buku.  Hyung woo berjanji akan mengingat kalau ia tidak suka ke toko buku. Tae Young melihat Eun Jae datang dan Hyung Woo segera berbisik kalau Tae Young yang memanggil Eun Jae.
Eun Jae heran karena mereka berdua masih bersama. Hyung Woo langsung berkata mengapa Tae Young memanggil kakaknya. Karena kesal, Tae Young meninggalkan mereka sambil berkata semoga mereka menikmati kencan mereka.
 

Hyung Woo dan Eun Jae berpura-pura mencari buku di rak sambil mencuri pandang satu dengan yang lain.
Dalam perjalanan pulang, Eun Jae terus mengutuk kelakuan Tae Young.  Ia kemudian berkata kalau sebaiknya mereka berpisah disini, Hyung Woo berkeras mau mengantarnya, tapi Eun Jae menolak. Merekapun berpisah, beberapa saat kemudian Eun Jae berlari mengejar Hyung Woo dan berkata kalau sebaiknya mereka berjalan-jalan dahulu.
 

Ketika pulang kerumah, Eun Jae merasa berdebar-debar dan senang. Ia bertanya pada dirinya sendiri, “Apa yang terjadi padaku? Apa kami berkencan lagi?”
Sesampai dirumah Woo Shik, Hyung Woo terlihat sangat  senang dan ketika Woo Shik berbelanja, ia langsung menolaknya dan berharap ia tidak berubah menjadi seperti dirinya (berantakan dan kesepian).
 

Woo Shik berbelanja di supermarket, secara tidak sengaja ia bertemu dengan prof Jo. Akhirnya mereka berbelanja bersama. Prof Jo tidak mengerti bagaimana perasaan Hyung Woo sekarang, Woo Shik menyahut kalau sebenarnya Eun Jae dan Hyung Woo masih saling menyukai. Prof Jo setuju dengan pendapatnya, karena mereka berdua telah mengalami banyak kesulitan bersama-sama.
 

Ketika Woo Shik tiba dirumah, ia menemukan kalau Go Ki juga berada disana sedang minum bir. Ia mengeluh karena Young Joo terus mengomelinya karena ia tidak belajar untuk ujian. Sebenarnya ia sudah berhenti belajar karena ia tidak yakin bisa lulus, sedangkan Young Joo berharap ia bisa jadi jaksa atau hakim. Hyung Woo menyarankan agar ia memberitahu Young Joo yang sebenarnya. Ia harus melihat dirinya sebagai contoh, ia menyembunyikan hal kecil dan sebagai ganjarannya ia memperoleh surat cerai.
Hyung Woo memang benar, Go Ki melihat kalau Hyung Woo terus menggenggam ponselnya, ia pun heran, “Kenapa pria yang sangat berharap ditelpon dengan keras kepala tetap bercerai?” Hyung Woo menjelaskan kalau ia takut mengulangi kesalahannya.
 

Young Joo curhat pada Eun Jae, ia khawatir kalau Go Ki gagal ujian. Eun Jae memberitahunya kalau Go Ki mungkin tidak mau mengikuti ujian. Ia juga mengingatkan Young Joo untuk tidak mengulangi kesalahannya, mengira kalau ia mengenal semua tentang suaminya.. Young Joo melihat kalau Eun Jae masih memakai jaket Hyung Woo. Eun Jae mendesah dan berkata kalau ia masih menyukai Hyung Woo. Sebenarnya ia ingin menuruti saran Young Joo untuk tidak mendorong perasaannya jika ia tidak ingin berdamai. Sayangnya itu tidak bekerja.
 

Eun Jae melihat Hyung Woo di pengadilan. Hyung Woo datang untuk sidang tentang sopir taksi yang bekerja pada perusahaan yang tidak benar. Eun Jae menyelinap masuk ke ruang sidang, ia bergumam senang melihat penampilan Hyung Woo dan menyelinap keluar sebelum Hyung Woo melihatnya ketika sidang ditunda.
 

Eun Jae berpikir kalau Hyung Woo tidak melihatnya, tapi Hyung Woo melihatnya. Ia bergabung dengan Eun Jae disebuah kafe untuk makan siang. Ia ada janji untuk mewawancara pengacara pengganti Hyung Woo. Hyung Woo pun segera pindah ke meja terdekat.
 

Ternyata pengacara itu terlalu angkuh, ia meminta gaji yang sangat besar. Hyung Woo selalu menyela wawancara tersebut dengan beberapa komentar bahwa pengacara itu kurang tepat untuk menggantikannya.
Hyung Woo meninggalkan kafe itu ditengah-tengah wawancara, tapi Eun Jae setuju dengan komentar Hyung Woo dan berkata pada pengacara yang diwawancarainya, “ Aku baru saja memikirkan partner yang sempurna untukku.”
Prof Jo menegaskan kalau Hyung Woo benar-benar berniat untuk meninggalkan Hope. Setelah makan siang itu, Hyung Woo hanya bisa mengatakan dengan sedih kalau Eun Jae sudah mencari penggantinya. Prof Jo memberitahunya kalau ia punya teman di kota lain yang sedang mencari seorang partner pengacara. Hyung Woo terhibur mendengar ada kesempatan lain, tapi ia jadi ragu-ragu dan berkata pada Prof Jo kalau ia akan memikirkannya.
Saat Eun Jae tiba di kantor, suasananya berubah membeku. Mendengar kalau Hyung Woo akan pindah ke Kyung Ju, Eun Jae menjadi kaget dan bertanya apa Hyung Woo sudah memutuskannya. Hyung Woo balik bertanya apa pendapat Eun Jae karena ia berpikir kalau Eun Jae akan menghalanginya pergi. Sedangkan Eun Jae berpikir, “Jika kau tidak pergi, maka aku akan menahanmu.”
 

Sebenarnya mereka tidak ingin berpisah, tetapi karena harga diri masing-masing, mereka tidak berani mengungkapkannya. Hyung Woo bertanya apa Eun Jae ingin dia pergi, Eun Jae menyahut kalau Hyung Woolah yang berkata kalau ia ingin pergi. Akhirnya Hyung Woo berkata kalau ia akan pergi dan Eun Jae mendukungnya.
 

Eun Jae mengusulkan kalau mereka membuat pesta perpisahan untuk Hyung Woo. Dalam pesta itu, Eun Jae berpura-pura gembira kalau Hyung Woo akan pergi ke Kyung Ju. Ia menyuruh setiap orang mengucapkan kata-kata perpisahan yang berubah menjadi ajang kritik. Mereka menyuruh Hyung Woo untuk meminta bayaran yang benar karena akan menyusahkan bawahannya, jika ia memesan makanan China, sebaiknya ia tidak memesan yangjapi (salad sayuran campur seafood) karena semua orang membencinya, ia juga suka berkata-kata manis ketika menyuruh-nyuruh bawahannya. Hyung Woo mendengarkan semua kritikan itu dengan senyum gelisah, ketika giliran Go Ki, ia langsung memotong perkataannya. Ketika giliran Eun Jae tiba, semua orang menjadi tegang, dengan kata-kata yang manis dan mata melotot, “Kau benar-benar orang yang brengsek.”
Semua orang memaksakan diri untuk tertawa dan berpura-pura kalau kata-kata Eun Jae itu hanya gurauan. Eun Jae kemudian bersalaman dengan Hyung Woo, “Semoga berhasil di Kyung Ju.” Ia pun pergi dengan kesal. Setelah tiba di rumah ia mengungkapkan kekecewaannya pada Young Joo. Ia kesal karena Hyung Woo pergi dengan dingin, sedangkan Hyung Woo marah karena dengan tenang Eun Jae sudah mengusirnya pergi.
Eun Jae pergi ke rumah Woo Shik dan melemparkan jaket Hyung Woo ke pangkuannya, setelah itu ia pergi tanpa kata.
Hyung Woo melampiaskan kekesalannya di ring tinju. Ketika So Ju datang, Hyung Woo membentaknya. Tiba-tiba ponselnya berdering, Hyung Woo mengira kalau itu dari Eun Jae , ia menyuruh So Ju berkata kalau sebaiknya Eun Jae tidak usah menelponnya lagi. Ternyata telpon itu dari Prof Jo. Sedangkan Eun Jae menunggu telpon dari Hyung Woo dan menjadi marah ketika Hyung Woo tidak menelponnya.
 

Eun Jae pergi menemui Prof Go dan hari ini ia sadar dan menyarankan pada Eun Jae untuk berpegang pada orang yang ia cintai. Dengan penuh airmata Eun Jae bertanya, “Dan bagaimana jika orang yang kucintai terus pergi menjauh?”
Beberapa saat kemudian Hyung Woo juga mengunjungi Prof Go. Tapi kali ini Prof tidak sadar karena dementianya. Hyung Woo melihat sekantung penuh permen, ia menduga kalau itu dari Eun Jae. Prof Go berkata dengan kekanak-kanakan, “Seorang gadis cantik datang, ia menangis kemudian pergi.”  Ia memberitahu Hyung Woo untuk membuat gadis itu tertawa, bukan menangis. Prof pun meminta permen pada Hyung Woo.
 

Eun Jae dan Go Ki pergi ke rumah sakit untuk menemui korban kecelakaan, Ji Ho. Ia masih sedih dan menolak untuk berbicara tentang kecelakaan itu. Pacarnya meninggal karena kecelakaan itu dan ayah gadis itu menuntutnya, sedangkan Ji Ho sendiri merasa sangat bersalah dan menyalahkan dirinya sendiri untuk semuanya. Berdasarkan kata-kata Ji Ho, Eun Jae menduga kalau bukan Ji Ho yang mengemudikan mobil itu tapi Ji Ho membantah dan bersikeras kalau ia yang mengemudikan mobil tersebut.
Hari berikutnya, Eun Jae mengunjunginya lagi dan mencoba untuk membuat Ji Ho berbicara. Tapi Ji Ho hanya berbaring dengan diam dan tidak mau bekerja sama. Go Ki melihat kalau Ji Ho persis dengan Hyung Woo ketika mengalami kejadian yang sama. Akhirnya pada suatu hari, Eun Jae menemukan kalau pintu kamar Ji Ho terkunci untuknya.
Malam sebelum sidang, Eun Jae kerja lembur dan Go Ki melihat Hyung Woo berkemas untuk kepergiannya besok. Ketika Go Ki menyinggung kecelakaan itu, Hyung Woo jadi gampang tersinggung, tapi ia membiarkan Go Ki untuk membujuknya pergi ke kantor.
Hyung Woo datang kekantor dan melihat Eun Jae yang sedang sibuk. Ia tidak mampu masuk ke dalam dan akhirnya duduk diluar. Ia belum siap untuk terlibat dalam hal ini. Tapi hari berikutnya ia datang ke sidang Ji Ho untuk mengamati jalannya persidangan.
 

Tanpa kooperasi Ji Ho, strategi terbaik Eun Jae untuk membuktikan kalau bukan Ji Ho yang mengemudi gagal. Tidak ada saksi ataupun foto. Satu-satunya yang ia miliki adalah pengakuan Ji Ho. Sayangnya Ji Ho merasa sangat bersalah dan langsung mengaku kalau itu kesalahannya.
Eun Jae kembali ke kantor dengan perasaan kecewa, tapi staffnya menyambutnya dengan gembira dan memberitahunya kalau partner barunya sedang menunggu di kantor Hyung Woo dan siap membantu kasusnya. Eun Jae masuk ke dalam dan menemukan Hyung Woo ada disana dan siap membantunya.
Eun Jae bertanya apakah ia tidak jadi pergi ke Kyung Ju. Hyung Woo menjawab kalau ia membatalkan rencananya pergi kesana karena ia akan bekerja disini. Merekapun bersalaman sambil tersenyum.
 

Tiba-tiba ada seorang pria yang marah masuk ke kantor Hope. Ia adalah ayah dari gadis yang meninggal dalam kecelakaan. Ia sangat marah pada Eun Jae karena ia membuat pernyataan kalau bukan Ji Ho yang mengemudi, tetapi putrinya sendiri.
Hyung Woo mendekatinya dan berusaha menenangkannya. Ia berkata kalau mereka tidak mencoba untuk melemparkan tanggungjawab, tapi untuk mengungkapkan kebenaran, supaya orang yang tidak bersalah tidak perlu dihukum untuk sesuatu yang tidak ia lakukan. Pria itu mencemooh, “Kenapa orang yang tidak bersalah mengaku kalau ia bersalah?” Tapi Hyung Woo menjelaskan kalau ia juga merasakan hal yang sama ketika ia dalam posisi yang mirip dengan Ji Ho, ia bahkan ingin mati. Pria itu masih menolak untuk menyelesaikan masalah ini, tapi masukan Hyung Woo kelihatannya sedikit menenangkannya.
Eun Jae memberitahu Hyung Woo kalau ia boleh mundur dari kasus ini, karena ini terlalu berat baginya. Hyung Woo menjawab kalau suatu hari mungkin ia harus menghadapinya, kenapa ia tidak memulainya sekarang. Eun Jae mengundangnya untuk mampir ke apartemennya, tapi Hyung Woo menolak, ia harus beristirahat karena besok pagi ia akan mengunjungi makam Hyung Joo. Mereka pun berpisah dan menuju rumah masing-masing.
 

Paginya, ketika Hyung Woo mau pergi ke makam adiknya, ia melihat Eun Jae sudah menunggunya. Eun Jae siap untuk menemaninya. Merasa tersentuh, Hyung Woo memeluknya dan Eun Jae berkata kalau adiknya masih hidup, ia akan memanjakannya. Hyung Woo juga memberitahunya kalau Hyung Joo pasti menyukainya karena dari dulu ia ingin punya kakak perempuan.
 

Mereka pergi ke kuil untuk berdoa, tapi mereka kaget ketika bertemu Ibu Hyung Woo disana. Kelihatannya ibu sudah tahu kalau Hyung Joo sudah meninggal.
 

Hyung Woo merasa bingung dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Ibu memberitahunya , “Aku melakukan ini supaya kau tetap hidup.” Ia berkata kalau Hyung Woo berhati lembut dan meyakinkannya kalau Hyung Woo dan Hyung Joo sama-sama putranya.
 

Hyung Woo menangis dan memeluk ibunya sedangkan ibunya berusaha menghiburnya.










Credits:www.dramabeans.com

5 comments:

Anonim mengatakan...

dah nunggu lama, akhirnya muncul juga........
thanks,,,

Anonim mengatakan...

sedihhhh,,,, lanjut lg yahhh
fighting

Anonim mengatakan...

tolong dilanjutin ya..

Anonim mengatakan...

bgs bgt thks bwt sinopsisnya ga sabar kelanjutannya ^^

Anonim mengatakan...

tolong dilanjutin sinopsisnya kak....
bagus banget aku suka

Posting Komentar