Pages

18/12/11

JADE PALACE LOCKHEART EPISODE 22


Kaisar Kang Xi tiba di istana Yong He. Yinzhen dan Consort De segera menghormat. Kaisar marah-marah karena ada pangeran dari Dinasti Ming yang berteriak-teriak menyebarkan rumor dijalanan Beijing  dan berniat menggulingkan dinasti Qing.
Ia bingung jika ia menangkap mereka dan menghukumnya, maka orang-orang yang ingin menggulingkan dinasti Qing akan berkumpul dan memberontak, jika tidak ditangkap, maka akan menimbulkan kekacauan.
 

Yinzhen menawarkan diri untuk mengurus hal ini. Lagipula ia punya waktu luang. Kaisar tersenyum senang, sedangkan Consort De terlihat waspada.
Ditempat lain, Qing Chuan dan Yinsi juga sedang berjalan-jalan di luar istana. Qing Chuan juga sudah tahu masalah itu dan berusaha menyelesaikannya bersama Yinsi.
 

Mereka menunggu pangeran Chu Zan didepan sebuah restoran. Ketika pangeran itu keluar, Qing Chuan langsung mendekatinya, “Apa anda Pangeran Chu Zan.” Pangeran itu menyuruhnya diam, dan bertanya apa Qing Chuan tidak takut dipenggal kepalanya. Setelah melihat penampilan Yinsi dan Qing Chuan, ia menolak bicara karena mereka bukan dari ras yang sama (ia ras Han sedangkan Yinsi dan Qing Chuan Manchuria). Ia segera pergi meninggalkan mereka berdua.
 

Yinsi menarik Qing Chuan dan mengejar Pangeran itu dan mencoba mengajaknya bicara lagi. Ia berkeras tidak mau berbicara dengan mereka.
 

Dari arah yang berlawanan, Yinzhen datang dan memanggil Pangeran Chu Zan. Yinsi dan Qing Chuan menjadi kaget. Pangeran Chu Zan memandangnya dan menolak berbicara juga karena ia mengepang rambutnya (ciri khas pria manchu). Yinzhen berkata kalau ia ingin menunjukkan jalan terang padanya, tapi pangeran itu menyuruh mereka pergi. Yinzhen tertawa, dan berkata kalau dalam situasi yang kritis seperti ini ia masih menilai seseorang berdasarkan penampilannya. Jika ia tidak mau berbicara, maka ia akan kehilangan kesempatan yang sangat berharga. Pangeran itu berpikir sejenak, kemudian menyuruh Yinzhen masuk ke dalam rumahnya. Yinzhen pun mengikutinya sambil tersenyum sinis pada Yinsi.
 

Yinsi mengajak Qing Chuan pergi, tapi dari belakang mereka munculah istri Pangeran Chu Zan bersama teman-temannya. Qing Chuan memperhatikan mereka dan berkata pada Yinsi kalau mereka masih punya jalan.
 

Pangeran Chu bertanya pada Yinzhen jalan terang apa yang ditawarkannya. Yinzhen berkata kalau itu tergantung apa ia keturunan asli atau palsu. Pangeran Chu, “Jika asli?”
Yinzhen menerangkan kalau dinasti Qung sudah memerintah selama 60 tahun dan punya ratusan ribu prajurit, sedangkan Pangeran Chu hanya punya beberapa ribu pasukan saja, jika ia memberontak, maka ia akan kalah dan menyusahkan keturunannya dan akan dihukum penggal. Demi nyawanya sebaiknya ia membantu dinasti Qing saja. Pangeran Chu mencemooh, bagaimana ia bisa bekerja sama dengan musuhnya.
Yinzhen berkata kalau dinasti Qing sangat baik pada keturunan dinasti lain. Contohnya Putri Chang Ping yang mendapat dukungan dari dinasti Qing. Apa pangeran Chu ingin dinasti Ming kehilangan semua keturunannya?
Pangeran Chu, “Jika aku palsu?” Yinzhen memberitahunya kalau itu lebih mudah lagi. Ia menyamar menjadi pangeran Chu karena uang. Jika ia  berpihak pada dinasti Qing, demi ketenangan rakyat, Kaisar pasti memberinya jabatan serta gelar. Bukankan keinginannya tercapai, jadi ia tidak perlu lagi hidup bersembunyi kesana kemari.
 

Pangeran Chu berkata kalau Yinzhen hanyalah rakyat biasa, bagaimana ia bisa memegang perkataannya. Yinzhen menunjukkan tanda pengenalnya dan  memperkenalkan diri kalau ia adalah Pangeran Keempat dinasti Qing, Aisin Gioro Yinzhen. Pangeran Chu bisa memegang perkataannya.
 

Qing Chuan dan gadis-gadis dari Meng Xian mengintip rumah Pangeran Chu. Pangeran Chu dan Yinzhen keluar. Yinzhen berkata kalau ia akan datang pada pertemuan selanjutnya.
 

Setelah Yinzhen pergi, gadis-gadis Meng Xian segera mendekati Pangeran Chu serta merayunya. Dari belakang, Qing Chuan datang sambil membawa tongkat. Ia memukul Pangeran Chu sampai pingsan dan menyuruh gadis-gadis Meng Xian membawanya pergi.
 

Di tempat lain, Yinsi mengikuti istri Pangeran Chu yang sedang melihat-lihat kain. Yinsi mendekatinya dan bertanya apa ia Nyonya Chu. Nyonya Chu membenarkan. Yinsi berbohong padanya kalau Pangeran Chu merayu adiknya dan berbohong padanya. Sekarang semua wanita ingin menikah dengannya dan menjadi permaisuri. Nyonya Chu menjadi panas, ketika ia akan pulang, Yinsi menariknya danberkata kalau Pangeran Chu sekarang di Meng Xian Ju.
 

Di Meng Xian Ju, gadis-gadis mengajak bicara dan memberi minum pangeran Chu yang sedang pingsan. Istrinya mengintip dari belakang dan menjadi marah, ia siap melabraknya, tapi Yinsi menariknya ke dalam lagi.
 

Yinsi bertanya apa Nyonya Chu masih ingin hidup dengannya atau tidak. Jika ia masih ingin hidup dengannya, buat apa ia membuat keributan, toh akhirnya akan memaafkannya lagi. Jika ia tidak mau hidup dengannya lagi, ia adalah pria yang tidak berguna, untuk apa ia harus bertengkar dengannya.
Nyonya Chu mengintip suaminya lagi, “Lalu apa yang harus kulakukan?”
Yinsi berkata kalau namanyalah yang salah, jika Ia bukan Pangeran Chu, maka ia tidak akan punya uang dan minum-minum disini.
 

Nyonya Chu yang sudah sangat marah menyahut kalau sebenarnya ia bukan Pangeran Chu yang asli, ia hanya orang biasa yang menyebarkan rumor supaya  bisa mendapatkan uang. Yinsi memberitahu kalau itu lebih mudah, ia tinggal mengumumkannya didepan umum, maka masalahnya selesai.
Nyonya Chu terlihat ragu-ragu, ia takut kalau suaminya akan dihukum mati. Yinsi menyuruhnya untuk segera membawa suaminya pergi setelah ia mengungkapkan kebenaran didepan umum. Dengan begitu mereka akan selamat. Lebih baik ia hidup miskin tapi selamat daripada hidup berpindah-pindah. Ia harus memikirkan anak yang dikandungnya. Nyonya Chu setuju dengan idenya. 
 

Setelah Nyonya Chu pergi, Yinsi segera mencari Qing Chuan. Mereka berterimakasih pada bibi ke sembilan karena telah membantu mereka.
 

Keesokan harinya Yinzhen datang ke pertemuan. Pangeran Chu keluar dan merasa kalau kepalanya sakit. Ia menyambut para tamunya. Ia pun mulai berorasi dan berkata kalau mereka harus mengembalikan dinasti Ming lagi. Mereka bersorak dengan penuh semangat, sedangkan Yinzhen terlihat tidak senang.
 

Qing Chuan, Yinsi dan Nyonya Chu juga pergi menuju tempat pertemuan. Tiba-tiba perut Nyonya Chu sakit. Ia takut kalau ia akan melahirkan sekarang. Ia juga bimbang dan tidak ingin mencelakai suaminya. Akhirnya ia berkata pada Qing Chuan kalau ia tidak ingin membongkar kedok suaminya. Qing Chuan berusaha merayunya, tapi Nyonya Chu berkeras.
Yinsi menenangkan Qing Chuan dan berkata kalau mereka akan mencari jalan lain.
 

Perut Nyonya Chu semakin sakit, Qing Chuan pun segera membantunya. Yinsi membeli kereta dorong dari seseorang dan langsung mengangkat Nyonya Chu ke atasnya. Ia membawa Nyonya Chu ke tempat yang tenang. Yinsi juga membeli sebuah toko kain. Ia menutupi tempat nyonya Chu dengan kain, sedangkan Qing Chuan mencoba membantu melahirkan.
 

Yinsi memberi perintah dari luar. Ia menyuruh Nyonya Chu untuk menarik napas dan berusaha mengejan. Qing Chuan kaget karena ternyata Yinsi tidak hanya pandai berkelahi, tapi ia punya rasa kasih sayang juga.
 

Akhirnya bayi Nyonya Chu lahir. Qing Chuan membawanya keluar dan menunjukkannya pada Yinsi. Mereka senang melihat bayi itu bisa lahir dengan selamat.
Nyonya Chu berkata kalau ia mau ikut dengan mereka. Setelah melihat anaknya, ia tidak mau anaknya mirip dengan bapaknya dan menanggung dosa seumur hidup. Ia pergi bersama Yinsi sedangkan Qing Chuan menunggu ditempat itu sambil menggendong bayi Nyonya Chu.
 

Ditempat pertemuan, Pangeran Chu berkata kalau diantara mereka ada putra ke empat Kaisar Qing. Ia menyuruh yang lain menangkapnya agar bisa digunakan sebagai sandera. Yinzhen pun langsung waspada. Ia berusaha melawan mereka dan melarikan diri keluar.
 

Tiba-tiba Yinsi dan Nyonya Chu datang. Ia segera menghampiri suaminya dan berkata dihadapan orang banyak kalau suaminya hanya berpura-pura. Pangeran Chu berusaha mengehentikannya, tapi Nyonya Chu meneruskan kata-katanya dan berkata pada suaminya kalau mereka punya dua tangan, sebaiknya mereka mencari nafkah dengan cara yang benar.
 

Pangeran Chu masih berusaha menyangkal, sedangkan Yinzhen menyelinap pergi. Pangeran Chu terus berkata kalau istrinya berbohong, ia pun memukulnya sampai terjatuh. Yinsi menjadi kesal dan memarahi Pangeran Chu, tapi Pangeran Chu malah menuduhnya kalau ia menggoda istrinya.
 

Qing Chuan datang sambil menggendong bayi. Ia memberikan bayi itu pada Nyonya Chu dan berusaha menenangkan Yinsi. Nyonya Chu menunjukkan bayi itu kepada ayahnya dan bertanya apa ia ingin keturunannya akan menanggung dosanya seumur hidup mereka. Nyonya Chu terus memohon pada suaminya, tapi Pangeran Chu tetap berkeras.
 

Nyonya Chu berlari dan berdiri diatas sebuah sumur. Ia mengancam akan terjun ke sumur jika suaminya tidak mau mengaku. Akhirnya Pangeran Chu menyerah, ia mengaku kalau ia hanya berpura-pura. Orang-orang yang mempercayainya menjadi marah dan bergerak ingin memukulnya.
 

Qing Chuan menghadang mereka dan berkata kalau mereka harus memikirkan keluarganya mereka dulu sebelum bertindak. Ia berkata kalau masalah Pangeran Chu akan diserahkan ke kekaisaran dan mereka tidak akan ikut dilaporkan supaya bisa hidup tenang dengan keluarga masing-masing.
Di istana, Kaisar memuji Qing Chuan dan Yinsi. Ia senang kalau akhirnya rumor yang menyesatkan itu hilang. Qing Chuan dan Yinsi memohon satu hal pada Kaisar. Mereka ingin Kaisar memaafkan istri dan anak Pangeran Chu.
 

Kaisar berkata kalau hal itu tidak bisa dilakukan. Bagi pengkhianat negara hukumannya adalah hukuman mati seluruh keluarga. Qing Chuan bertanya, jika istri yang telah diceraikan apa juga dihukum. Kaisar menjawab kalau istri yang sudah diceraikan tidak akan dihukum.
Qing Chuan pun merasa senang, ia akan memberitahu Pangeran Chu dan menyuruhnya untuk menceraikan istrinya. Ia pasti mau melakukannya demi keselamatan anak dan istrinya.
 

Tapi Kasim Li datang dan melapor kalau Pangeran Chu bunuh diri di penjara, sedangkan anak dan istrinya minum racun dan mati didepannya.
Kaisar Kang Xi: “Aku heran dengan cinta, sesuatu yang bisa membuat seseorang saling bergantung sampai mati. Ketika kau masih punya waktu, sebaiknya kau menghargainya. Jika tidak kau akan kehilangannya dan tidak punya kesempatan untuk memilikinya lagi.”
 

Qing Chuan merasa sangat sedih. Yinsi berusaha menghiburnya. Qing Chuan berkata kalau ia sudah mencelakakan Nyonya Chu. Jika bukan karena idenya, semua tidak akan berakhir seperti ini.
Yinsi menyuruhnya melihat dari sisi yang lain. Ia sudah mencegah terjadinya pembantaian. Sudah berapa banyak nyawa yang ia selamatkan. Qing Chuan masih tidak mau menerima. Baginya, yang pasti adalah Nyonya Chu dan bayinya sudah meninggal. Ia bertanya kenapa manusia itu tidak pernah mendapatkan kedua-duanya. 
 

Yinsi menjelaskan kalau manusia di dunia itu ditakdirkan untuk menderita. Oleh karena itu harus berjuang dengan keras supaya dapat menguranginya. Kita tidak dapat berjuang sendirian, tetapi harus selalu bergandengan tangan. Ketika ia menderita, Qing Chuanlah yang membantunya dan saat Qing Chuan menderita, ia akan membantunya, dengan begitu mereka bisa menjalani hidup sampai akhir.
 

Yinsi mengulurkan tangannya dan berkata kalau tangannya selalu ada disini, tapi ia tidak tahu apakah Qing Chuan bisa melihatnya. Qing Chuan menghapus airmatanya dan meletakkan tangannya diatas tangan Yinsi. Merekapun pergi sambil bergandengan tangan.
 

Kasim Li mengumumkan keputusan Kaisar. Karena Yinzhen hampir saja menyebabkan pangeran Chu lolos, maka ia diberhentikan dari kegiatan pemerintahan. Kasim Li menghibur Yinzhen dan menyuruhnya untuk beristirahat dirumah.
 

Jin Zhi memegang tangan Yinzhen dan bertanya apa yang akan mereka lakukan. Yinzhen menenangkannya dan berkata kalau dulu ia begitu sibuk sehingga tidak dapat menemaninya, sekarang ia akan mempergunakan kesempatan ini untuk menemaninya dirumah. Yinzhen menulis surat dan menyuruh Pangeran ke 13 segera pulang ke istana.
 

Salah satu pelayan berjalan di kota sambil memegang sebuah bungkusan. Ia masuk kembali ke gerbang sambil menunjukkan tanda pengenalnya. Baru beberapa langkah ia berjalan, salah seorang penjaga menghentikannya, ia ingin memeriksa kain yang dibawanya. Pelayan itu menolak. Penjaga itu menarik pedangnya dan kain itu terlempar ke tanah. Pelayan itu segera berlari dan mendekap kain tsb. Penjaga mengarahkan pedang ke leher pelayan dan berkata kalau ada yang aneh didalam kain tsb.
 Untunglah Sun’Zi datang dan menyelamatkan pelayan selir Xi tsb.
 

Sun’Zi membawa pelayan itu ke sebuah ruangan di istana. Ia bertanya tentang kain yang dibawanya, tapi pelayan itu tidak mau memberitahunya. Sun’Zi terus memojokkannya dan berkata kalau ia hampir saja mencelakakan selir Xi.
 

Scene berganti. Pelayan itu memasak kain di dapur. Ia mengangkat kain tersebut dan yang tersisa adalah cairan putih. Ia menjelaskan kalau itu obat kuat pria. Kaisar sudah lama tidak pergi ke istana Ciu Xiu. Ia hanya ingin membantu Selir Xi. Ia harus punya anak supaya bisa dijadikan sandaran hidupnya. Sun’Zi berkata kalau ia akan membantu mereka. Ia akan berusaha membawa Kaisar ke istana Ciu Xiu malam ini. Pelayan itu berterimakasih dan pergi. Sun’Zi mengambil sedikit cairan itu dan memasukkannya ke dalam botol.
 

Sun’Zi menghidangkan teh yang telah dicampur cairan itu pada Kaisar. Tiba-tiba Kasim Li terbatuk batuk. Ia berkata kalau dua hari ini lehernya sakit. Kaisar menyuruhnya minum teh itu. Sun’Zi hanya bisa memejamkan matanya. Setelah meminum teh tsb, Kasim Li merasa lehernya semakin sakit. Kasim yang lain segera menolongnya. Kaisar marah pada Sun’Zi dan mengira kalau teh tersebut sudah diberi racun. Sun’Zi langsung berlutut dan berkata ia tidak bersalah,tapi kasim yang lain segera menyeretnya pergi untuk dihukum.
 

Di istana Ciu Xiu, Selir Xi berdandan. Ia heran kenapa sampai tengah malam begini, Kaisar belum datang. Tiba-tiba seorang pelayan datang dan melapor padanya. Sun’Zi telah membawakan teh untuk Kaisar, tapi yang meminumnya adalah Kasim Li. Setelah meminumnya, Kasim Li langsung pingsan dan belum sadarkan diri. Kaisar mengira kalau Sun’Zi ingin meracuninya, dan sekarang Sun ‘Zi sedang dikurung. Selir Xi merasa bersalah dan pergi menjenguk Sun’Zi.
Kaisar menjenguk Kasim Li. Ia berkata kalau ia sudah memenjarakan orang yang melukainya, Xiao Sun’Zi. Kasim Li kaget dan berbohong kalau ia gampang pingsan kalau meminum teh.  Kaisar heran kenapa selama ini ia tidak memberitahunya, Kasim Li hanya berkata kalau ia tidak mau merepotkan Kaisar.
Seorang penjaga melaporkan kalau Selir Xi pergi menemui Sun’Zi.
Selir Xi memarahi Sun’Zi. Ia berkata kalau ia tidak pernah meminta bantuannya. Kenapa ia selalu membuat masalah baginya. Sun’Zi meyakinkan kalau ia tidak akan menyeret Selir Xi dalam masalah ini dan meminta Selir Xi untuk segera pergi. Selir Xi berkata kalau perasaannya  pada Sun’Zi sudah berubah,jadi a tidak perlu punya perasaan apapun padanya.
Seorang penjaga mengumumkan kalau Kaisar datang. Selir Xi serta Sun’Zi menjadi panik. Sun’Zi menyuruh selir Xi untuk menusuknya dengan penghias rambutnya. Selir Xi pun melakukannya.
Kaisar datang dan bertanya kenapa Selir Xi ada disini. Sun’Zi berkata kalau Selir Xi menghukumnya karena telah berniat mencelakakan Kaisar. Tapi ia tidak bersalah.
 

Kasim Li menjenguk Sun’Zi yang sudah dipindahkan ke kamar. Sun’Zi bertanya bagaimana keadaan Selir Xi. Kasim Li menasehatinya, kalau ia ingin menjaga orang lain, maka ia harus bisa menjaga dirinya sendiri dulu.
 

Selir Xi berjalan-jalan ditaman. Ia bertemu sekelompok selir lain yang sedang bermain. Mereka langsung menyindirnya kalau setiap hari ia datang ke sini dan berharap bisa bertemu dengan Kaisar. Kaisar sudah tidak menyukainya jadi apa gunanya ia berharap.
 

Selir merasa kesal, ia ingin membalas, tapi tiba-tiba ia menutup mulutnya dan berkata kalau akhir-akhir ini ia merasa mual. Selir lain kaget dan bertanya apa ia hamil. Selir Xi menjawab kalau ciri-cirinya sama. Ia menyuruh salah satu pelayannya untuk mengabarkan hal ini pada Kaisar.
 

Seorang tabib memeriksa Selir Xi dan berkata kalau ia tidak hamil. Selir Xi dengan santai berkata kalau ia terlanjur memberitahu Kaisar, apa ia ingin selir Xi dihukum mati. Tabib itu berlutut dan meminta saran.
 

Selir Xi menyuruhnya untuk mengakui kalau ia sedang hamil. Setelah mendengar hal itu, setiap hari Kaisar akan datang dan ia harus membuat obat supaya dirinya cepat hamil. Jika ia mematuhinya, mereka akan punya kesempatan. Bila ia tidak mematuhinya, maka ia akan menghukum seluruh keluarganya. Tabib itu tidak punya pilihan dan menyetujui keinginan Selir Xi.

2 comments:

rheaa mengatakan...

alhamdulillah, akhirnya muncul juga jade palace lockheartnya

fighting fighting

Anonim mengatakan...

hore... hore.... akhirnya nongol juga

^^utami^^

Posting Komentar