Pages

18/10/11

THE GREATEST LOVE EPISODE 8


Para wartawan segera berkerumun saat Dokko Jin datang dengan membawa sepatu ungu yang menjadi subyek skandal  Ae Jung. Ia membungkuk dengan satu kaki dan memasangkan sepatu itu kekaki Ae Jung. Ia berdiri untuk memberitahu wartawan kalau dialah yang membeli sepatu itu. Ia beralasan kalau ia ingin mendonasikan uangnya untuk acara dimana didalamnya ada orang special baginya sebagai MC ( Se Ri)
Wartawan bertanya kenapa ia tidak menawar tas Se Ri saja. Jin menjawab kalau ia berniat untuk menyumbang sepatu lari secara diam-diam. Ia berlagak rendah hati sambil mengutip nama julukannya “Malaikat Tak Bersayap Dokko Jin”. Ia mendesah kalau ia tidak ingin menarik semua perhatian untuk tindakan amalnya ini.
Kemudian dengan jentikan jarinya, 3 truk penuh dengan merk sepatu lari yang sama datang di belakang para wartawan. Ia meminta maaf karena membuat kekacauan seperti ini hanya karena ia ingin memberi donasi yang sebenarnya ingin dilakukannya secara diam-diam.

Dan kemudian kita melihat wajah sombong penuh kepuasan, saat Jin membayangkan sayapnya membentang dibawah halonya.

Setelah aman didalam gedung dan jauh dari wartawan, Jin mengecek reaksi di internet dan secara umum reaksinya menguntungkan bahkan ada yang berkata kalau ia bisa menjadi bintang iklan sepatu. Ae Jung berkata kalau ia sangat kaget ketika ia datang, ia berpikir kalau ia akan mengumumkan…..
Jin: “Kalau aku membeli sepatumu karena aku menyukaimu? Hatiku mungkin sedikit hancur karenamu, tapi untuk membuat skandal seperti itu? Otakku tidak rusak.”
Ae Jung khawatir kalau terlibat dengannya membuat level Jin jadi turun sama dengan levelnya dan itu akan terasa berat. Jin, “Aku telah memutuskan untuk mengakui cinta sepihakku.” Jin memberitahunya untuk tidak usah khawatir akan terlibat dengannya dan ia akan baik-baik saja.
Ae Jung menyuruhnya untuk tidak melakukan hal seperti ini lagi dan Jin menjawab dengan sederhana, “Aku akan mengurusi urusanku sendiri. Itulah keuntungan cinta sepihak. Aku bisa melakukan apapun yang kumau.”