Pages

18/01/12

CAN'T LOSE EPISODE 14


Hyung Woo memeluk ibunya yang berkata kalau ia melakukan semua ini untuk menyelamatkan dirinya. Di luar kuil, Hyung Woo bertanya sejak kapan ibunya berpura-pura. Ibu bercerita, dulu ketika ia membuka matanya, ia melihat Hyung Woo menangis disebelahnya. Ia berpikir kalau Hyung Woo akan menyalahkan dirinya dan  berniat untuk menyelamatkannya dulu, ia juga tidak ingin kehilangan Hyung Woo.
Waktu akan menghapus luka dan berpikir kalau inilah saat yang tepat untuk memberitahunya. Eun Jae memegang tangan ibu dan berkata kalau selama ini ibu pasti sudah menderita. Ibu berkata kalau mulai tahun depan mereka bisa melakukan upacara peringatan kematian Hyung Joo bersama-sama.
Didalam mobil, Eun Jae bertanya apa Hyung Woo baik-baik saja. Hyung Woo mengiyakan dan bertanya apa semua ibu sekuat itu, Eun Jae teringat ibunya dan menjawab, “Kupikir juga begitu.” Hyung Woo tahu apa yang sedang dipikirkan Eun Jae.


Hyung Woo mengantarkan Eun Jae ke toko ibunya. Eun Jae masih terlihat enggan, tapi Hyung Woo mengingatkannya supaya ia tidak menyesal. Ia segera membukakan pintu mobil dan menyuruh Eun Jae keluar. Di depan pintu, Eun Jae mejadi ragu, Hyung Woo menyemangatinya dan berjanji menunggunya keluar.


Didalam toko, Eun Jae melihat ibunya sedang melayani pelanggan, Eun Jae pun langsung membantunya mengambil mangkok-mangkok kotor. Ibu kaget melihat Eun Jae dan langsung memeluknya. Eun Jae masih merasa canggung dan meminta ibunya untuk tidak menyuruhnya menemui “orang itu”. Ibu mengerti dan berkata kalau mereka akan memperbaiki semuanya dengan perlahan-lahan. Eun Jae memeluk ibunya dengan erat dan berkata kalau ia menyukai bau ibunya. Hyung Woo terharu melihat pemandangan itu. Ia pun keluar dan membiarkan mereka membicarakan masalah mereka berdua.



Eun Jae menceritakan masalah Hyung Woo dan ibunya, ia juga meminta ibunya untuk selalu menemani ibu Hyung Woo karena selama ini ia pasti menderita serta berpura-pura tidak tahu saja.
Ibu bertanya apa ia berbaikan dengan Hyung Woo, Eun Jae langsung menjawab kalau mereka hanya berteman, ia takut kalau mereka bertengkar lagi, pasti akan terasa lebih menyakitkan. Ibu langsung memperingatkan bagaimana jika Hyung Woo diambil wanita lain, ia adalah pria yang tampan dan berbakat. Eun Jae hanya merengut, kenapa ibu selalu mengatakan apa yang tidak ingin  didengarnya. Ibu mendesah, ia ingin mereka berdua bersama lagi.
Eun Jae memandang ibunya, “Ibu…..,aku selalu ingin memanggilmu ibu.” Ibu memegang tangannya dan mereka berdua menangis.
Hyung Woo masih menunggu di luar, tiba-tiba ada sms dari Eun Jae yang namanya disimpan “orang yang kurindukan”.Awww.  Eun Jae berkata kalau ia masih lama disana, jadi sebaiknya Hyung Woo pulang duluan saja.
Di rumah, Woo Shik berdandan, tiba-tiba anaknya ingin bertemu. Ia sangat gugup dan Hyung Woo pun menenangkannya. Hyung Woo heran, apa ini musim memaafkan, ia langsung berpikir apa yang akan dimakannya nanti bersama Eun Jae.


Di tempat lain, Go Ki bertemu dengan istrinya. Ia teringat saran Hyung Woo supaya jujur pada Young Joo. Ketika ia akan mengatakannya, tiba-tiba Woo Shik datang dengan muka muram. Ia bercerita kalau putrinya akan menikah dan ia tidak ingin dirinya datang. Pamannya yang akan menjadi pendampingnya. Woo Shik mengajak Go Ki ke karaoke, untuk menghilangkan kesedihannya, tapi Go Ki menolak karena harus membicarakan sesuatu yang penting dengan Young Joo.


Ketika ia akan mengatakan apa yang ada dipikirannya, tiba-tiba Prof Joo datang. Go Ki terlihat kesal. Prof Joo memesan makanan, tiba-tiba putrinya yang sekolah di Perancis menelpon. Ternyata ia menelpon hanya untuk meminta uang. Prof Joo langsung kesal, tapi masih mencoba berbicara dengan halus, putrinya malah menutup telpon. Ia pun langsung berteriak, menyumpahi anaknya yang tidak sopan dan hanya bisa minta uang saja, apa ia bank. Go Ki berbisik padanya kalau Woo Shik ada di karaoke yang ada di basement.
Prof Joo dan Woo Shik menyanyi dengan muka yang dingin,berteriak-teriak menyanyikan lagu yang bertema ayah.
Go Ki akhirnya memberitahu Young Joo kalau ia tidak ingin mengikuti ujian negara lagi karena ia merasa tidak mampu. Young Joo langsung marah, ia berteriak, kalau selama ini ia sudah bekerja keras untuk membiayai hidup mereka selama ia belajar. Ia ingin Go Ki menjadi hakim atau jaksa supaya ia bisa hidup nyaman. Jika ia tidak mau, lebih baik mereka bercerai saja.
Go Ki tidak tahan lagi, ia pun berteriak kalau  mereka akan bercerai. Young Joo langsung kaget, karena tadi ia hanya menggertak saja.
Go Ki: “ Ada sesuatu yang selalu disimpulkan wanita. Mereka mengira kalau apapun yang terjadi, seorang pria akan selalu kuat. Pria dan wanita itu sama! Jika kami sedang mengalami hal yang berat kami juga perlu bersandar dan kami juga bisa terluka!”


Go Ki pun bergabung dengan Woo Shik dan Prof Joo  menyanyi di karaoke.
Hyung Woo sendirian di rumah, ia sedang menunggu telpon dari  Eun Jae. Ia tidak sabar akhirnya ia yang menelpon Eun Jae. Eun Jae minta maaf karena ibu menahannya terlalu lama. Hyung Woo berkata karena ini terlalu malam, sebaiknya mereka makan di apartemennya saja. 


Ibu meminta Eun Jae menginap, tapi Eun Jae menolak dan berjanji akan sering-sering datang. Sebelum pergi, ia mencium pipi ibunya, yang membuat ibunya terlihat gembira.
Hyung Woo siap-siap pergi ke apartemen Eun Jae, tapi tiba-tiba Woo Shik, Go Ki dan Prof Joo datang. Mereka minta dibuatkan makanan. Hyung Woo menolak karena ia ada janji, tapi mereka tidak memperbolehkannya pergi karena hari ini mereka semua sedang sedih.
Eun Jae tiba di rumah dan heran kenapa Hyung Woo belum datang, ia pun mencarinya di dalam rumah. Ketika bel pintu berbunyi, dengan gembira ia langsung membuka karena ia mengira itu Hyung Woo, tapi yang datang Young Joo. Young Joo berkata kalau Go Ki akan menceraikannya. Eun Jae terlihat gelisah dan berkata kalau ia punya janji. Young Joo langsung membentaknya, ia tidak boleh pergi. Setiap Eun Jae ada masalah, ia selalu mendengarkannya, kini giliran Eun Jae yang mendengarkan masalahnya. Ia pun memeluk Young Joo yang sedang menangis dengan muka yang kebingungan.
Hyung Woo memasak makanan dengan cepat. Ketika mereka sedang mengobrol, Hyung Woo menyelinap pergi. Tapi di depan pintu ia mendapat sms dari Eun Jae kalau Young Joo ada dirumahnya. Dengan kecewa Hyung Woo pun kembali duduk. Woo Shik bertanya apa ia akan menemui pengacara Lee? Go Ki menasehatinya supaya menikmati masa lajangnya. Jika kau sudah bercerai jangan berpikir untuk memulai hubungan dengannya lagi.
Young Joo mengeluh tentang Go Ki , Eun Jae berusaha menenangkannya sambil menepuk-nepuk bahu Young Joo, sedangkan tangannya yang satu sibuk mengirim sms pada Hyung Woo. Hyung Woo senang menerima smsnya dan secara sembunyi-sembunyi dan mengirim sms balasan. Mereka pun saling mengirim sms secara sembunyi-sembunyi. Ketika Hyung Woo memberitahunya kalau ia ingin bertemu dengannya, Eun Jae langsung tersenyum. Tak sengaja Young Joo melihatnya dan mengira kalau Eun Jae menertawakannya. Hyung Woo juga merasa senang menerima balasan sms Eun Jae dan tersenyum. Prof. Joo langsung  mengomelinya, kenapa ia tersenyum seperti orang bodoh.


Paginya, Hyung Woo menunggu Eun Jae supaya mereka bisa berangkat ke kantor bersama. Didalam mobil, Hyung Woo mengajak Eun Jae berkencan lagi. Setelah melihat Prof Go dan istrinya, ia merasa kalau ia sangat egois, tapi jika mereka kembali bersama, ia takut kalau mereka tidak berubah dan itu akan menyakitkan, jadi ia ingin mereka berkencan dulu supaya lebih saling mengenal dan memahami. Eun Jae pun setuju. Mereka berjanji untuk merahasiakan hubungan mereka.
Duk Hee heran kenapa mereka datang bersama. Hyung Woo beralasan kalau ia perlu memberikan sesuatu pada Eun Jae. Duk Hee masih terlihat curiga dan bertanya apa yang tidak bisa diberikannya di kantor. Eun Jae dan Hyung Woo kebingungan, kemudian membuat alasan yang lebih buruk yang membuat Duk Hee menyimpulkan, “Kalian berkencan ya?” Mereka langsung membantah dan segera masuk ke kantor.


Ketika harus pergi menemui kliennya, Hyung Woo berpamitan pada Eun Jae dan menyentuh pipinya. Eun Jae langsung berusaha melepaskan tangan Hyung Woo karena staff mereka bisa melihat. Benar saja, Go Ki memandang mereka dengan curiga.
Hyung Woo bertemu dengan Jung Ji Ho, korban kecelakaan mobil yang selamat. Awalnya ia tidak mau berbicara dengan Hyung Woo, tapi ketika Hyung Woo berkata ,”Apa yang kau pikirkan, Apa pikiranmu kosong? Yang kau lihat hanya kecelakaan itu. Kau tidak mau berbicara maupun bergerak.” Ji Ho langsung memandang Hyung Woo.
Hyung Woo pun meneruskan kalau Ji Ho pasti merasa bersalah dan ingin mati. Hyung Woo pun menceritakan pengalaman pribadinya. Ia menambahkan kalau ibunya yang membuatnya tetap hidup. Ji Ho tidak boleh memikirkan rasa sakitnya sendiri, ia juga harus memikirkan keluarganya.
Ji Ho menangis dan mulai menceritakan apa yang terjadi dan apa yang dirasakannya. Hyung Woo bertanya apa ada saksi yang bisa membuktikan kalau ia tidak menyetir. Ji Ho berpikir sejenak, seorang pegawai pom bensin. Pacarnya salah memberi uang dan mereka sedikit bertengkar.
Hyung Woo kembali ke Hope dan mencari Eun Jae, sayangnya Eun Jae sedang keluar. Ia pun mengumumkan kalau Ji Ho sudah mau berbicara dengannya dan mereka punya saksi. Semua staff pun jadi bersemangat.


Hyung Woo berusaha menelpon Eun Jae tapi Eun Jae tidak mengangkatnya. Ternyata ia sedang ke toko kue. Ketika ia menunjuk kue coklat ternyata ada orang lain yang menunjuknya. Orang itu adalah Cha Seok Hoon ( cameo,Eom Ki Joon). Mereka saling mengenal dan Seok Hoon pun memeluknya. Eun Jae melepaskan pelukannya dan berkata kalau ia tidak  segembira itu. Ditempat lain, Hyung Woo sedang menenangkan diri karena Eun Jae tidak mengangkat telponnya.


 Eun Jae dan Seok Hoon mengobrol sambil minum kopi. Seok Hoon berkata kalau Eun Jae sangat tega, karena tiba-tiba menikah ketika ia masih di Amerika. Eun Jae langsung merespon kalau Seok Hoonlah yang jahat padanya, setelah 3 tahun berpacaran, malah meninggalkannya dan pergi ke Amerika. Seok Hoon berkata kalau waktu itu ia menyuruhnya menunggu, bahkan ia sudah melamar. Dengan polos, Eun Jae bertanya apa itu bukan gurauannya ketika mabuk?
Seok Hoon mengaku kalau bertemu dengannya membangkitkan semua perasaan dan penyesalan, bahkan kemarahannya. Eun Jae tertawa dan berkata kalau ia masih orang yang terus terang. Eun Jae juga melihat kalau ia masih menyukai kue yang sama. Seok Hoon hanya berkata, “ Bagaimana orang bisa mengubah hal yang disukainya?”


Seok Hoon bertanya laki-laki macam apa suaminya itu dan Eun Jae tidak memberitahu kalau ia sudah bercerai, ia hanya menjawab kalau suaminya orang yang baik. Saat mereka berpisah, Seok Hoon bertanya, “Waktu itu aku tulus. Kenapa kau berpikir kalau itu hanya gurauan?”
Eun Jae berpikir sebentar dan kemudian menjawab, “Mungkin karena kita tidak berjodoh.” Seok Hoon mendesah saat ia memandang Eun Jae pergi.


Ia kemudian pergi untuk bertemu dengan seorang sunbae. Ternyata Hyung Woo juga ada disana. Sunbae tersebut memanggil mereka berdua. Mereka duduk bersama dan saling berkenalan. Sunbae tersebut menyuruh supaya mereka lebih akrab karena di masa depan mungkin mereka akan banyak berinteraksi.  Karena ia akan pindah dari Korea.
Hyung Woo dan Seok Hoon bereaksi sama dan benar-benar menentang keinginan sunbaenya.


Sunbae itu akhirnya pergi dengan kesal. Hyung Woo dan Seok Hoon minum bersama, saling mendesah tentang bagaimana orang berubah. Seok Hoon bertanya dimana ia bekerja dan Hyung Woo menjawab kalau ia punya kantor kecil yang dijalankannya bersama istrinya.
Hyung woo bertanya pada Seok Hoon kenapa ia belum menikah. Seok Hoon menjawab kalau ia pernah mencintai seseorang, tapi ketika ia di Amerika, wanita itu menikah dengan orang lain. Hyung Woo bertanya-tanya wanita seperti apa yang melakukan hal seperti itu.
Seok Hoon menambahkan kalau ia sudah melamarnya tapi wanita itu menganggap kalau ia sedang bercanda. Ia wanita yang polos dan kurang tanggap dalam segala hal, tapi sifat itulah yang disukainya. Hyung Woo berkata kalau ia kenal wanita yang seperti itu, tapi ketertarikan atas sifat-sifat itu tidak bertahan lama.
Seok Hoon berkata kalau ia ingin merasakan sendiri. Ia menambahkan kalau wanita itu sekarang sudah bercerai, jadi ia berencana untuk mencoba mendekatinya lagi.
Hyung Woo menawarkan dukungannya dan mengusulkan kalau harus bertemu lagi karena kelihatannya mereka nyambung. Ia pun segera pergi menemui Eun Jae yang menunggunya dengan marah, karena Hyung Woo terlambat. Saat Hyung Woo pergi, Seok Hoon tersenyum.


Eun Jae terus menunggu, tapi karena bosan, ia pun pergi. Hyung Woo kehilangan kesempatan sekali lagi, padahal ia sudah membuat awal yang bagus. Eun Jae pergi menemui Tae Young dan mengaku kalau sekarang ia pacaran dengan Hyung Woo, Tae Young pun langsung menertawainya.


Eun Jae  membela diri, kalau itu tidak segampang yang terlihat. Ia akan tahu kalau ia mengalaminya sendiri. Eun Jae mendesah, ia jadi ingin memiliki Hyung Woo lagi, tapi kali ini ia ingin Hyung Woo hanya mendengarkannya saja. Tae Young berkata kalau itu hal yang tidak mungkin.
Eun Jae bertanya, apa Tae Young masih sering menghabiskan waktu dengan Hyung Woo lagi. Tae Young berkata kalau Hyung Woo selalu menelponnya, minimal satu kali sehari. Kelihatannya Hyung Woo sangat perhatian padanya. Eun Jae tersenyum dan menyuruhnya untuk tetap memperlakukan Hyung Woo dengan baik, tak peduli apapun yang terjadi pada dirinya.
Eun Jae tiba-tiba ditelpon oleh Young Joo yang panik. Ia  menyuruh Eun Jae datang kekantor karena ia sedang bertengkar dengan Go Ki disana. Eun Jae berusaha mendamaikan mereka, tapi mereka tidak mendengarkannya dan berkeras untuk bercerai.


Hyung Woo pergi ke apartemen Eun Jae, tapi Eun Jae tidak ada. Tak berapa lama, Eun Jae datang sambil membawa Young Joo yang masih kesal karena bertengkar dengan Go Ki. Hyung Woo terpaksa berbohong kalau ia datang karena harus mengambil sesuatu. Eun Jae langsung menyuruhnya pergi dengan memberikan isyarat rahasia.
Hyung Woo pergi ke gym dan merengek pada Soju. Ia pun mencoba menelpon Eun Jae lagi, tapi Young Joo melihat telpon Eun Jae dan menutupnya, ia berpikir kalau yang dilakukannya adalah hal yang benar. Hyung Woo merasa kecewa.


Ketika pulang ke rumah, Hyung Woo melihat Go Ki termenung sendiri. Ia merasa sangat sedih karena selama ini ia tidak bisa apa-apa. Hyung Woo menghiburnya dan berusaha menyemangatinya. Setelah itu, ia pergi kekamar mandi untuk menelpon Eun Jae. Ia minta maaf karena mengacaukan kencan pertama mereka. Eun Jae berkata kalau ia sudah memikirkannya dengan baik. Ia tersadar kalau hidup terpisah itu semua pengharapan sudah hilang dan mereka tidak punya alasan untuk bertengkar lagi. Tapi ketika mereka mulai berkencan, semuanya kembali seperti dulu lagi, sama ketika mereka masih menikah.
 “Jadi, aku ingin berhenti.” Eun Jae beralasan kalau ia tidak ingin bertengkar lagi. Hyung Woo berusaha merayunya, tapi Eun Jae memberitahunya kalau ia menjadi marah karena membiarkan harapannya membesar dan membiarkan ekspektasinya membesar.
Hyung Woo berpikir cepat, ia pun menyuruh Eun Jae menunggu dan menutup telponnya. Ia kemudian muncul di apartemen  dengan terengah-engah. Eun Jae tak percaya, Hyung Woo berlari ke apartemennya tengah malam begini. Hal ini membuat hatinya luluh.


Hyung Woo memeluknya dan berkata kalau ia minta maaf dan berjanji kalau kencan mereka selanjutnya akan menyenangkan. Ia melompat ke sofa, kelelahan dan berniat untuk menginap. Ia berjanji untuk tidur di sofa dan Eun Jae memperingatkannya untuk tidak masuk ke kamarnya.


Didalam kamar, Eun Jae tidak bisa tidur. Ia hanya berguling-guling. Akhirnya, ia keluar dan membawakan selimut untuk Hyung Woo. Hyung Woo terbangun dan Eun Jae pun pergi karena malu.
Paginya, Hyung Woo terbangun karena bel pintu berbunyi. Ia masih setengah sadar ketika ia membuka pintu, tidak berpikir kalau seharusnya ia tidak boleh ada disana. Ibu Eun Jae masuk dan kaget ketika melihatnya. Eun Jae dan Hyung Woo pun diomelinya. Ia bertanya kenapa mereka bercerai ketika akhirnya mereka hidup seperti ini.


Ibu membuatkan mereka sarapan, walaupun ia tidak setuju dengan tindakan mereka berdua. Ia pun berteriak dan menyuruh mereka rujuk lagi, sehingga bisa memperbaiki segalanya.
Di kantor, Eun Jae mengeluh karena ibu akan pindah ke tempatnya, Ia melakukan itu karena tidak suka kalau Hyung Woo berkeliaran di apartemennya.


Ia mendapat telpon dari Seok Hoon yang ingin bertemu untuk membicarakan masalah pekerjaan. Hyung Woo memandang reaksi Eun Jae yang mencurigakan dan bertanya siapa yang menelponnya. Eun Jae ragu-ragu dan memutuskan  kalau ia tidak seperti Hyung Woo dan memberitahunya secara jujur, kemarin ia bertemu dengan mantan pacaranya.
Hyung Woo menjadi panik, tapi kemudian berpura-pura tetap tenang, jadi Eun Jae pun pergi keluar untuk menemui Seok Hoon. Seok Hoon berkata, ia mendengar kalau Eun Jae sudah bercerai dan bertanya-tanya kenapa ia tidak memberitahunya kemarin. Eun Jae berkata dengan jujur kalau ia tidak merasa malu karena hal itu, tapi ia juga tidak bangga.


Ia memutuskan untuk bekerja disebuah firma dan meminta Eun Jae untuk pergi bersama. Eun Jae menolak karena ia tidak bisa melepaskan Hope. Seok Hoon mengira kalau ia bekerja sendirian dan menawarkan diri untuk menjadi partnernya. Tapi kemudian mendesah karena telah kehilangan kesempatan, ketika Eun Jae memberitahunya kalau ia sudah punya partner.
Hyung Woo yang merasa kesal menjadi gampang marah dan suka mengeluh. Ia mengecek jamnya dan bertanya-tanya kenapa Eun Jae belum kembali. Ia masuk ke kantornya dan segera keluar. Ia mengecek jamnya lagi dan menunggu Eun Jae di luar dengan tidak sabar.


Seok Hoon berkeras akan mengantarkan Eun Jae kembali ke Hope untuk melihat-lihat kantornya. Hyung Woo melihat mereka berjalan bersama. Ia segera mengenali Seok Hoon dan begitu pula dengan Seok Hoon.
Eun Jae memperkenalkan Hyung Woo sebagai partner dan mantan suaminya. Seok Hoon bergumam karena kaget.


Sebelum ia memperkenalkan Seok Hoon, Hyung Woo berkata, “Cha Seok Hoon?”


Eun Jae: “Apa kalian mengenal satu sama lain?”






Credits: www.dramabeans.com

2 comments:

Lovely mengatakan...

ok deh...masih ditunggu kelanjutannya ya. makasih

Anonim mengatakan...

niceee ^^

Posting Komentar