Pages

10/01/12

JADE PALACE LOCKHEART EPISODE 23


Selir Xi mengancam tabib untuk mengikuti perintahnya, jika tidak ia akan membuat seluruh keluarganya mati bersamanya. Karena tidak punya pilihan lain, tabib itu terpaksa melaksanakan perintah Selir Xi untuk melapor pada Kaisar kalau Selir Xi hamil. Ia juga memberikan obat agar Selir Xi bisa cepat hamil.
Setelah mendengar berita itu, Kaisar menjenguk Selir Xi, ia sangat senang karena pada usia setua ini, ia tidak mengira bisa punya anak lagi.


Setelah menerima surat dari Yinzhen, Pangeran ke tiga belas atau Yinxiang pulang ke istana. Para pelayan berebut oleh-oleh yang dibawanya. Merekapun berterimakasih dan bersedia melakukan apapun untuk membalas kebaikan Yinxiang. Tiba-tiba ada orang yang datang, merekapun langsung bersembunyi.


Ternyata yang datang adalah Selir Xi dan Qing Chuan.  Selir Xi meminta maaf karena dulu ia memperlakukan Qing Chuan dengan buruk. Ia meminta bantuan Qing Chuan untuk meletakkan sebuah jimat di dekat Kaisar. Jimat itu berfungsi supaya Kaisar selalu mencintainya karena sekarang ia mengandung anak Kaisar. Qing Chuan pun menyanggupinya. Mereka tidak sadar kalau banyak orang yang mendengarkan pembicaraan mereka.

Yinxiang merasa curiga dengan pembicaraan mereka dan segera pergi.


Qing Chuan kembali ke istana Qian Qing. Ia bertanya pada pelayan yang lain kenapa ruangan itu sangat bau, ia menyuruh mereka untuk mengambil pewangi herbal, jubah kerajaan Kaisar dan membuat teh. Ia berusaha untuk membuat ruangan kosong.
Ketika ia meletakkan jimat itu dibawah bantal Kaisar, Yinxiang datang dan mengagetkannya. Yinxiang memperkenalkan diri dan menyuruh Qing Chuan mengambil makanan karena ia lapar. Ketika Qing Chuan pergi, ia segera  mengambil jimat itu dan menyembunyikannya. Yinxiang kemudian keluar kamar dan memakan makanan yang diambilkan oleh Qing Chuan. Qing Chuan memperingatkannya kalau ini adalah Kamar Kaisar dan orang lain dilarang masuk, jadi sebaiknya Yinxiang segera pergi. Yinxiang pun mematuhi peringatan Qing Chuan dan segera pergi. Qing Chuan jadi curiga dan memeriksa jimat yang baru saja diletakkannya, tapi ternyata jimat itu telah hilang.


Yinxiang menemui Selir Xi. Ia memberikan hadiah pada Selir Xi, sayangnya Selir Xi menolak. Ia heran kenapa Yinxiang membawa semua itu padanya. Yinxiang memujinya sebagai Selir yang paling disukai oleh Kaisar. Selir Xi tidak percaya karena Kaisar punya banyak selir maupun anak.
Yinxiang memberitahunya kalau semalam ia bermimpi kalau Buddha menyuruhnya berbakti pada Selir Xi. Selir Xi masih meragukannya. Yinxiang menambahkan kalau paginya ia melihat seorang pelayan membuang sebuah jimat cinta. Ia pun menunjukkan jimat yang diambilnya dari bawah bantal. Selir Xi kaget karena itu jimat yang diberikannya pada Qing Chuan. Ia bertanya-tanya apa Qing Chuan  benar-benar membuangnya, tapi ia juga tidak percaya pada Yinxiang karena ia dekat dengan Yinzhen.


Ia pun berkata pada Yinxiang kalau itu jimat miliknya, mungkin Qing Chuan tak sengaja menjatuhkannya, ia akan mengampuninya kali ini. Yinxiang heran karena Selir Xi tidak marah pada Qing Chuan. Selir Xi memberitahunya kalau dulu Qing Chuan adalah pelayannya, jadi ia sangat mengenal kepribadiannya, jika ada ingin mengadu domba dengan Qing Chuan, maka ia tidak akan percaya.
Ia menambahkan kalau sebaiknya Yinxiang memberikan hadiah itu pada selir yang lain. Karena usahanya gagal, Yinxiang pergi sambil membawa hadiahnya lagi.
Selir Xi menyuruh pelayannya untuk memberikan jimat itu pada Qing Chuan, ia juga berpesan kalau kali ini sebaiknya Qing Chuan berhati-hati supaya kejadian ini tidak terulang lagi.


Yinxiang berada di ruang kerja Yinzhen, ia sedang menulis orang-orang yang membantu Yinsi. Walaupun Kaisar pernah tidak menyukainya, tapi ada dua orang yang selalu membantunya. Yang pertama adalah Selir Xi, karena sedang hamil, maka saat ini ia Selir yang paling disukai Kaisar, yang kedua adalah Qing Chuan, ia adalah pelayan yang paling dekat dengan Kaisar. Dengan bantuan kedua orang ini,maka Yinsi akan lebih mudah untuk menjadi putra mahkota.


Ia sudah mencoba mengadu domba Selir Xi dengan Qing Chuan, sayangnya ia tidak berhasil. Karena sekarang Selir Xi sedang hamil, maka ia akan dikelilingi oleh banyak orang. Sebaiknya  mereka memulainya dengan Qing Chuan. Yinxiang menyarankan hal itu sambil melingkari nama Qing Chuan. Yinzhen langsung merebut kertas itu dan merobeknya. Ia tidak setuju. Ia tidak ingin memulai kekaisarannya dengan seorang wanita. Ia pun pergi dan tidak sengaja menabrak Jin Zhi.


Jin Zhi bertanya pada Yinxiang apa mereka bertengkar lagi. Yinxiang bercerita kalau Yinzhen marah ketika ia menyinggung nama Qing Chuan. Jin Zhi jadi terlihat sedih. Ia memberitahu Yinxiang kalau Qing Chuan itu adalah orang yang paling licik dan pintar. Ia sudah merayu Yinsi bahkan Yinzhen juga sudah jatuh ke dalam rayuannya. Yinxiang merasa tidak percaya.


Kaisar memanggil Qing Chuan dan menunjukkan kue yang dibuat dari susu kuda. Qing Chuan memujinya dan bertanya apa dapur Kekaisaran yang membuatnya. Kaisar berkata kalau itu kue yang dibuat oleh Putri Rong Xian, ia mengirimnya dari Mongolia. Ia sangat sedih berpisah darinya karena ia menikahkannya ketika ia belum begitu dewasa dan sekarang mereka tidak bisa bertemu, walaupun mereka menginginkannya.
Qing Chuan menghibuurnya dan berkata kalau Putri Rong Xian pasti merindukannya karena ia telah mengirimkan makanan dari negara yang begitu jauh, karena Kaisar juga langsung mengingatnya ketika melihat kue itu, maka Kaisar juga merindukannya, “ Tidak peduli betapa jauh kalian berpisah, jika kalian selalu memikirkan satu sama lain, maka orang yang satunya akan terasa didekat kita.”


Kaisar memuji Qing Chuan, ia menambahkan kalau pernikahan itu membuat hubungan kedua negara menjadi stabil. Mungkin karena ia semakin tua, ia selalu ingin melihat anak-anaknya. Ia pun memanggil Kasim Li dan menyuruhnya untuk mengingatkannya untuk tidak membiarkan putranya dijadikan diadopsi oleh orang lain, ia juga tidak menginginkan putrinya dinikahkannya dengan pangeran dari kerajaan yang jauh. Ia juga memberikan kue itu pada Qing Chuan, karena ia tidak ingin memakannya sambil menangis.


Qing Chuan membawanya pergi dan memberikannya pada Yinsi. Ia berkata kalau kue ini tidak akan ditemukannya di kota. Yinsi heran kenapa Qing Chuan  memberikan kue yang berharga ini untuknya. Qing Chuan bertanya apa ia tidak suka, Yinsi langsung menyahut kalau ia sangat menyukainya dan segera memakannya dengan lahap.


Yinthang dan Yin’e datang, mereka heran ada bau susu disini, karena Yinsi tidak bisa minum susu. Qing Chuan kaget mendengarnya dan heran kenapa Yinsi tetap memakannya. Yinsi beralasan karena Qing Chuan yang membawakannya, maka ia akan memakannya. Yinthang mengingatkan kalau ia pernah muntah-muntah selama satu bulan ketika umurnya 8 tahun. Yin’e juga mengingatkan kalau tabib telah memberitahunya kalau hidupnya dalam bahaya jika ia terus minum susu.


Qing Chuan langsung memarahi Yinsi, jika ia mati, maka ia akan merasa sangat bersalah. Yinsi langsung menggodanya, “Apa hidupku begitu berharga untukmu?” Qing Chuan langsung merebut kue itu dan berniat membuangnya, tapi Yinsi menahannya dan berkata kalau ada seseorang yang sangat menyukai kue ini.
Yinsi membawanya  ke suatu tempat dengan menunggang kuda. Ia akan mengajaknya ke tempat Putri Bing Yue. Qing Chuan bertanya apa ia menyukainya. Yinsi mengaku kalau putri Bing Yue adalah orang yang paling disukainya. Ia pun menggoda Qing Chuan, “Apa kau cemburu?” Qing Chuan berbohong kalau ia senang jika Yinsi menyukai orang lain.


Yinsi langsung memacu kudanya dengan cepat, ia tidak akan menghentikannya jika Qing Chuan tidak berkata kalau ia menyukainya. Qing Chuan langsung menyahut, “Aku menyukaimu.” Yinsi langsung menghentikan kudanya dan berkata kalau ia tidak mendengarnya. Qing Chuan, “Aku…..aku menyukaimu.” Ia pun langsung turun dari kuda.
Yinsi tertawa dan berkata kalau selama ini ia tahu kalau Qing Chuan menyukainya hanya saja ia tidak mau mengaku. Qing Chuan meralat kata-katanya, ia tidai nmengucapkan kalau ia tidak menyukainya, hanya saja ia mengucapkan kata tidak dengan pelan. Yinsi langsung turun dari kuda dan mengejarnya.
Merekapun saling berkejaran seperti anak-anak. Hampir saja mereka merusak kebun sayur, ketika sebuah suara memarahi mereka. Putri Bing Yue pun datang mendekati mereka.


Yinsi memeluk bibinya dan memperkenalkannya pada Qing Chuan. Putri Bing Yue menggodanya kalau ia masih kekanak-kanakan untuk umur setua ini. Mereka pun duduk , Putri Bing Yue memakan kue itu dan merasa senang. Yinsi tahu kalau bibinya sangat menyukainya, oleh karena itu ia membawakannya. Karena mereka sudah jauh-jauh datang, maka Putri Bing Yue pun membuatkan teh untuk mereka.
Qing Chuan bertanya kenapa bibinya tidak tinggal diistana. Yinsi menjelaskan kalau bibinya adalah putri Pangeran An, tapi tumbuh dewasa bersama Kaisar. Untuk menjaga kesetiaan tiga bawahannya, maka ia  dinikahkan dengan Geng Ji Zong. Setelah pemberontakan selesai, Putri Bing Yue kembali, tapi ia tidak mau tinggal di istana. Ia memilih tinggal disini, menanam sayuran dan memelihara burung.


Putri Bing Yue pun menggoda mereka dan menyuruh Yinsi cepat menikah.  Qing Chuan langsung meralat kalau ia bukan calon istri Yinsi. Putri Bing Yue pun langsung menggoda Yinsi lagi. Ia sudah berusaha begitu keras, tetapi Qing Chuan belum jatuh cinta padanya. Yinsi langsung melingkarkan tangannya ke bahu Qing Chuan dan berkata kalau Qing Chuan pasti jadi miliknya.
Putri Bing Yue bertanya apa mereka mau makan, jika tidak ia tidak akan memasak. Yinsi menyuruh Qing Chuan membantu bibinya mengambil sayuran, sedangkan ia akan menyalakan api.


Di kebun, putri Bing Yue memberitahu Qing Chuan kalau Yinsi orang yang baik. Ia tidak seperti pangeran-pangeran yang lain, jika ia menikahinya maka ia akan bahagia. Qing Chuan berkata kalau ia tidak punya hubungan apapun dengan Yinsi.
 Putri Bing Yue bertanya apa ia tidak menyukai Yinsi, Qing Chuan berkata kalau bukan itu, Kadang Yinsi baik padanya, kadang ia suka mempermainkannya. Putri Bing Yue bercerita kalau ibu Yinsi ditahan dirumahnya setelah Yinsi lahir, ia pun kemudian di asuh oleh Selir Nalan. Sayangnya Selir Nalan juga punya putra, maka Yinsi kurang diperhatikannya. Yinsi jadi suka cari perhatian, ia pun kadang keterlaluan. Pada umur 8 tahun, Yinsi dititipkan padanya. Ia sudah melakukan apapun untuk membuat Yinsi menjadi anak yang baik, tapi tidak berhasil. Suatu hari Yinsi terjatuh dan terluka, ketika ia membalut lukanya, Yinsi langsung memeluknya erat dan berkata kalau tidak ada yang memperlakukannya dengan baik. Ia langsung sadar kalau ternyata Yinsi bukan anak yang nakal, ia hanya anak yang kesepian.
Ia juga bercerita kalau ia suka kue susu kuda karena suaminya pintar membuatnya. Suaminya selalu memperlakukannya dengan baik, tapi karena ia dikirim untuk jadi mata-mata, maka ia selalu memandangnya sebagai musuh. Ketika kedoknya terbongkar, suaminya membela dirinya dan bunuh diri dihadapannya. Ia menasehati Qing Chuan agar  menjaga kebahagiaan yang diperolehnya, bukan seperti dirinya, menyadari hal yang penting ketika ia sudah kehilangannya.


Qing Chuan dan Yinsi berjalan-jalan, Qing Chuan berpikir apa Yinsi adalah orang yang harus dicintainya, tapi ia menepiskan pikiran itu dan  memfokuskan diri untuk mambantu Yinsi menjadi Kaisar.
Yinsi bertanya apa yang sedang dipikirkan Qing Chuan. Qing Chuan sedang berpikir bagaimana caranya agar Kaisar tidak mencurigainya lagi. Ia mendapat ide, ia menyuruh Yinsi agar berkata pada ayahnya kalau ia ingin diadopsi oleh Putri Bing Yue. Kaisar saat ini tidak ingin anaknya diadopsi ataupun pergi jauh, jadi  Kaisar tidak akan merasa kecewa lagi padanya.


Yinsi hanya diam saja, Qing Chuan memperingatkan kalau Yinzhen orang yang licik dan penuh perhitungan, jadi ia tidak boleh santai-santai saja. Dan inilah saat yang tepat untuk menginjak Yinzhen.
Yinsi jadi marah karena sejak meninggalkan rumah bibinya Qing chuan terus menyebut nama Yinzhen. Qing Chuan berkata kalau ia membenci Yinzhen. Yinsi langsung menyahut, “Tidak akan ada benci jika sebelumnya kau tidak mencintainya.” 


Ia pun menarik Qing Chuan, jika ia begitu memperhatikannya, maka ia akan mengantarkannya padanya. Mereka berkuda kembali ke Beijing. Yinsi menurunkan Qing Chuan di depan rumah Yinzhen.
Qing Chuan bertanya kenapa Yinsi menurunkannya disini. Dengan kesal Yinsi berkata kalau Qing Chuan tidak bisa melupakan Yinzhen, sebaiknya ia mengatakannya padanya. Qing Chuan langsung menamparnya.
Qing Chuan: “Aku akui dulu aku pernah mencintainya, tapi setelah aku tahu siapa dirinya yang sebenarnya, cintaku hilang.”


Yinsi: “Jika kau tidak mencintainya, kenapa kau terus menyebut namanya!”
Yinsi menuduh kalau Qing Chuan tidak bisa mengontrol hatinya. Ia menyuruh Qing Chuan untuk tidak lari lagi. Selama ini ia berpikir jika ia terus mengejarnya, maka ia bisa menghapus Yinzhen dari pikirannya, tapi ternyata ia salah. Ia menyuruh Qing Chuan memikirkannya. Ia akan memilih dirinya atau Yinzhen. Yinsi pun segera pergi. Qing Chuan memandang rumah Yinzhen kemudian pergi.


Setelah Qing Chuan pergi, Jin Zhi dan Yinxiang keluar. Mereka heran kenapa Qing Chuan ada disini. Jin Zhi berkata kalau Qing Chuan orang yang licik. Tangan yang satu memegang Yinsi sedangkan tangan yang lainnya ia tidak mau melepaskan Yinzhen. Dinasti Qing bisa hancur ditangannya. Yinxiang menghibur Jin Zhi dan meyakinkan selama ia ada disini, semua tidak akan terjadi.


Yinsi kembali ke kamarnya dengan wajah cemberut, Yinthang dan Yin’e bertanya apa Qing Chuan membuatnya marah. Dengan kasar Yinsi menjawab, kenapa ia harus marah pada Qing Chuan. Yinthang bertanya bagaimana penampilannya (saat itu ia memakai baju besinya). Yin’e bercerita kalau Kaisar menyuruh Yinthang pergi ke Jia Nan untuk memeriksa jalur air. Yinsi pun berkata kalau besok ia akan ikut dengannya.
Qing Chuan heran kenapa Yinsi bisa salah paham padanya, padahal ia sudah tulus membantunya. Ia teringat kebaikan-kebaikan Yinsi dan berpikir kalau Yinsi selalu baik padanya, jika ia terluka ia orang pertama yanga akan menghiburnya.


Qing Chuan bertemu dengan Selir Xi yang sedang berjalan-jalan bersama Yinsi. Dengan canggung ia kemudian memberi salam pada keduanya. Selir Xi bertanya kenapa Qing Chuan terlihat tidak senang, apa karena Yinsi harus memeriksa saluran air. Ia bisa pergi hingga dua bulan.


Qing Chuan menjawab kalau ia senang jika Yinsi pergi, ia berharap kalau Yinsi tidak kembali lagi. Yinsi menyahut kalau itu bukan yang dipikirkannya Qing Chuan berkata kalau ia sangat senang dan akan merayakannya. Ia pun pergi sedangkan Selir Xi kebingungan melihat tingkah mereka.


Qing Chuan sedang bersih-bersih dengan pelayan yang lain, tiba-tiba ada beberapa pelayan yang masuk dan berkata kalau upacara pelepasan Yinsi dan Yinthang sangat megah. Salah satu pelayan mengajak Qing Chuan menonton, tapi Qing Chuan menolaknya karena masih banyak pekerjaan yang harus dilakukannya.


Ia berpikir kalau Yinsi akan segera pergi dan tidak tahu kapan ia akan kembali. Ia pun berubah pikiran dan segera pergi melihatnya.


 Qing Chuan melihat mereka dengan hati yang berat. Yinthang mengingatkan Yinsi kalau mereka tidak pergi untuk beberapa hari saja, apa ia tega meninggalkan Qing Chuan. Yinsi berkata kalau Qing Chuan bukan miliknya, walaupun ia berkeras, ia tetap tidak memilikinya.


Yinthang menengok kebelakang dan melihat Qing Chuan. Ia menyuruh Yinsi untuk menengok kebelakang. Ketika tahu kalau Qing Chuan juga melepasnya, ia segera berniat untuk kembali ke istana karena ternyata Qing Chuan punya perasaan padanya. Yinthang menahannya dan mengingatkan kalau Kaisar sudah menyuruh mereka berdua. Jika ia ingin segera melihat Qing Chuan, maka mereka akan kembali lebih awal.


Setelah kepergian Yinsi, Qing Chuan menjadi tidak bersemangat. Ia meletakkan kepalanya dimeja. Tiba-tiba Yinxiang mengambil makanan yang ada di depan Qing Chuan. Qing Chuan langsungmenegurnya untuk tidak usah mencuri makanan jika ia ingin makan. Ia tinggal memintanya.
Yinxiang memberitahunya kalau ia ingin mengantarkan makanan itu pada orang lain. Ia mengajak Qing Chuan pindah ke tempat yang lebih sepi. Ia memberitahu Qing Chuan kalau ia ingin memberikan makanan itu pada Consort Liang. Karena ia sedang ditahan di istananya, para pelayan sering mengirimkan makanan basi untuknya. Ketika Yinsi ada di istana , biasanya ia mengirimkan sesuatu pada ibunya. Karena Yinsi pergi, ia ingin menggantikannya untuk mengirim makanan pada Consort Liang.


Qing Chuan bertanya apa ia akan mengantarkan makanan itu sendiri. Yinxiang berkata kalau ia akan menyuruh seorang pelayan atau kasim untuk melakukannya. Karena Consort Liang adalah ibu Yinsi, Qing Chuan ingin melakukannya untuk Yinxiang. Setelah Qing Chuan pergi, Yinxiang tersenyum puas, Qing Chuan sudah masuk ke dalam jebakannya.


Selir Xi sedang berjalan di lorong, ia menyuruh pelayannya untuk memberitahu bagian dapur supaya ia memperoleh makanan yang lebih segar. Ia mendengar gunjingan para pelayan kalau sekarang Qing Chuan sering pergi ke istana Consort Liang. Kelihatannya Consort Liang akan keluar dari istananya.
Selir Xi langsung memarahi kedua pelayan itu. Ia terlihat sangat kesal karena Consort Liang akan keluar dari istananya. Ini bukan berita yang bagus untuknya. Setelah Selir Xi pergi, Yinxiang berterimakasih pada kedua pelayan itu karena mau membantunya mengadu domba Qing Chuan dengan Selir Xi.


Qing Chuan mengantarkan makanan ke istana Consort Liang, tapi ia hanya bertemu dengan orang yang dulu pernah menemuinya. Orang itu bertanya apa Qing Chuan tidak takut kalau Kaisar tahu dan menghukumnya. Qing Chuan berkata kalau ia tidak peduli. Orang itu berkata kalau ia lapar dan mulai memakan makanan yang dibawanya. Qing Chuan berkata kalau itu makanan untuk Consort Liang. Dengan santai orang itu bertanya, “Apa ada selir lain disini?” Qing Chuanpun langsung berlutut karena ia sudah tidak sopan pada Consort Liang. Ketika Qing Chuan akan pergi, Consort Liang bertanya apa Qing Chuan sudah menikah dengan  Yinsi. Dengan sopan, Qing Chuan berkata kalau ia belum menikah. Tapi Consort Liang hanya menyahut kalau cepat atau lambat, mereka pasti akan menikah juga.


Selir Xi menjadi penasaran dan pergi ke istana Consort Liang. Tapi ia kemudian berpikir dan tidak mau jatuh ke perangkap orang lain.  Ia pun segera pergi, ketika ia menengok kebelakang, ia melihat Qing Chuan keluar dari istana Consort Liang. Ia berjanji dalam hati untuk membalas perbuatan Qing Chuan padanya. Sedangkan Yinxiang memperhatikan kejadian ini dengan senyum puas.


Selir Xi sedang makan dengan Kaisar, tapi tiba-tiba ia mual. Ia memberitahu Kaisar kalau ia sedang tidak selera makan. Dulu ketika Qing Chuan masih bersamanya, ia sering membuat makanan yang menggugah selera.
Kaisar berkata kalau Qing Chuan boleh membuatkan makanan untuknya. Tapi kelihatannya itu akan membuat Qing Chuan kecapekan karena ia harus bolak-balik dari istana Qian Qing ke istana Ciu Xiu. Selir Xi meminta agar Qing Chuan dipindah lagi ke istana Ciu Xiu. Kaisar pun menyanggupinya.


Qing Chuan pun dipindah lagi ke istana Ciu Xiu. Ketika ia akan pergi ke kamarnya, ia melihat kalau Yinsi sudah menunggunya. Qing Chuan heran kenapa Yinsi sudah pulang. Yinsi berkata kalau seharusnya ia pergi selama satu bulan, karena 5 hari dirasanya sudah cukup lama, ia pun segera pulang. Qing Chuan berkata kalau ia sudah pergi selama 8 hari. Yinsi memberitahunya kalau ia harus berkuda 3 hari 3 malam hanya untuk bertemu dengannya.


Qing Chuan tetap berpura-pura dingin, ketika ia kan pergi, Yinsi memegang tangannya dan menguap. Ia menarik Qing Chuan duduk di tangga dan menyandarkan kepalanya ke bahu Qing chuan. Ia meminta waktu  untuk beristirahat sebentar karena ia sangat lelah. Sedangkan Qing Chuan berpikir dalam hati, Yinsi harus berkuda 3 hari 3 malam untuk sampai disini. Apakah ia begitu penting baginya?


5 comments:

Anonim mengatakan...

yeeeeaaahhhhhh..... akhirnya..., wah sinop nya panjanggggg...,,, setia menunggu ^^

utami

Anonim mengatakan...

episode 24 donk!

ria mengatakan...

akhirnya muncul juga setelah penantian yg panjaaaang

herniew mengatakan...

heee...... setelah sekian lama menunggu....hmmmmm siapa ya yg bakal jadi kaisar.....

WENNY mengatakan...

pASTI YIN ZEN

Posting Komentar