Pages

19/01/12

THE MOON THAT EMBRACES THE SUN EPISODE 5


Yeon Woo memulai pelajarannya sebagai putri. Ia belajar menghormat tanpa membuat nyala lilin bergerak . Hwon berhenti ketika melewati bangunan Bulan Perak, ia memandang bangunan itu dan tersenyum, tiba- tiba ia kaget karena mendengar suara barang pecah. Ternyata Yeon Woo sedang latihan  berjalan dengan piring diletakkan di tangannya. Ia meringis ketika satu persatu piring itu terjatuh dan pecah.
Hwon mengiriminya makanan dan surat, berkata kalau penjagaan akan diperketat, sehingga ia tidak bisa menemuinya. Tapi ia akan bertahan. Ia akan menunggu sampai ia jadi pengantinnya dan bertemu dengannya. Yeon Woo pun tersenyum bahagia.


Malam itu Nok Young menunggu dan Ibu Suri datang ke Songsucheong dengan berpakaian hitam  dengan topi yang menutupi wajah sambil membawa perintah pembunuhan. Ia sudah membawakan pakaian Yeon Woo dan kertas yang bertuliskan tanggal lahirnya. Nok Young membakar kertas itu dan mulai membaca mantra serta memunculkan asap hitam. Ditempat lain, Yeon Woo membaca ulang surat Hwon dan tersenyum. Ia kemudian menyimpannya didekat bantal dan tertidur.


Asap hitam itu terus naik dan masuk ke kamar  Yeon Woo yang sedang tidur. Yeon Woo terbangun karena merasakan sesuatu.  Asap itu menyelimuti leher Yeon Woo dan membuatnya tidak bisa bernapas. Ia pun merangkak menuju pintu dan berjuang untuk bernapas, tapi ia pingsan sebelum bisa berteriak meminta tolong. Asap itu pun hilang dan meninggalkannya tergeletak di lantai.
Ibu Suri bertanya apa ia sudah selesai dan Nok Young menjelaskan kalau semua di luar kekuasaannya untuk mengacaukan keseimbangan alam. Ia tidak bisa membunuh seseorang yang kematiannya sudah ditentukan oleh takdir. Yeon Woo akan sakit keras dengan penyakitnya tidak diketahui. Dan sampai pada waktunya ia akan meninggal.
Ibu Suri sebenarnya mengingin kematian Yeon Woo, tapi kemudian memutuskan kalau hal ini lebih baik karena membunuhnya akan menimbulkan kecurigaan. Ia setuju kalau ini adalah metode yang memuaskan. Nok Young harus melakukannya sampai akhir, jika tidak leher mereka berdua akan hilang.



Ia kemudian pergi ke ruang sebelah dan menyapa putri Min Hwa yang gemetar karena telah menyaksikan semuanya. Ibu Suri pasti punya tujuan tertentu melakukan ini.
Ibu Suri berkata dengan wajah yang menyeramkan berkata kalau sekarang Putri Min Hwa bisa mendapatkan apa yang diinginkannya.
Paginya, pelayan kaget ketika menemukan Yeon Woo yang pingsan. Mereka pun segera memanggil dokter istana.


Hari pun berganti dan kondisi Yeon Woo memburuk. Raja bertemu dengan seluruh dewan istana untuk mendiskusikan masalah ini. Mereka berdebat kalau Yeon Woo seharusnya dikirim keluar istana. Mereka takut kalau penyakitnya menular ke penghuni istana yang lain.
Raja ingin menunggu, tapi Menteri Yoon menyela, berpendapat kalau calon ratu adalah orang yang akan mengandung calon raja berikutnya, jadi ia tidak boleh punya riwayat kesehatan yang buruk. Ia menambahkan kalau keluarga Yeon Woo pasti mengetahui hal ini dan harus dihukum karena  sudah merahasiakannya.
Ia menyebutkan nama Menteri Heo, bahkan Yeom sebagai penjahatnya. Kelihatannya ia menginginkan keluarga Heo keluar dari istana. Jika  Yeom tidak dipercaya lagi, maka ia tidak bisa memegang jabatan apapun dan Putri Min Hwa bisa menikahinya.
Raja tidak bisa melakukan apapun lagi. Ketakutan kalau keluarga kerajaan tertular itu menjadi masalah yang besar. Yeon Woo pun terpaksa dikeluarkan dari istana dan semua yang telah disentuhnya harus dimusnahkan.


Hwon mendengar berita tersebut dan segera datang untuk bertemu dengan Yeon Woo. Ia menangis. Para penjaga istana mencegahnya ketika ia mau mendekat dan ia berteriak meminta penjaga membiarkan masuk. Ia berteriak kalau Yeon Woo adalah calon istrinya.


Yeon Woo dibawa keluar dan ia melihat Hwon mencoba untuk mendekatinya. Hwon memanggil namanya sambil menangis dan Yeon Woo memandangnya dengan patah hati. Hwon terus berteriak dan menangis untuknya saat Yeon Woo berbalik dan melihatnya untuk terakhir kalinya sebelum ia dibawa pergi.
Ibu Suri melihat kepergian Yeon Woo. Ia teringat peringatan Menteri Yoon kalau Hwon bukan anak yang bodoh. Jika Yeon Woo diusir pergi, maka ia tidak akan diam saja dan pasti melakukan sesuatu. Ia mengingatkannya kalau Hwon berhasil menggerakkan mahasiswa Sungkyungkwan dan mengerti bagaimana politik bekerja. Supaya mereka aman, mereka harus menyingkirkan keluarga Menteri Heo.


Ibu Suri menemui Hwon dan menyuruhnya untuk melupakan Yeon Woo. Hwon berkata kalau ia tidak bisa, tapi Ibu Suri mengingatkan kalau semua ini adalah kesalahannya. Hwon mendongak dan kaget. Jika ia tidak menggerakkan mahasiswa Sungkyungkwan, jika ia tidak menjadi egois, maka Yeon Woo hanya akan menjadi gadis biasa, tinggal dengan damai dirumahnya dan jika ia sakit, maka ia akan dirawat oleh ibunya, tanpa harus membawa impilkasi politik yang dahsyat.
Ia menambahkan, jika Yeon Woo dan keluarganya kehilangan segalanya atau dieksekusi, maka itu kesalahan Hwon. Ia menyuruh Hwon untuk diam dan tidak melakukan apapun. Ini hanya satu-satunya cara agar tidak ada yang terluka.
Yeon Woo tidur dikamarnya, keluarganya duduk mengelilinginya dan dokter tidak tahu apa yang terjadi pada Yeon Woo. Ia menyebutkan kalau ia tidak tahu penyebab penyakitnya, karena semua organ vitalnya normal. Tiba-tiba Yeon Woo terbangun dan merasa tercekik,ibunya jadi panik dan memohon dokter untuk mengobati Yeon Woonya. Ibunya menjadi sangat shock melihat penderitaan Yeon Woo dan memohon untuk menggantikan tempat Yeon Woo, biar dirinya saja yang sakit dan memohon supaya dokter menyelamatkannya, ia kemudian pingsan.
Tapi Nok Young kemudian datang. Ia memberitahu Menteri Heo kalau ia datang karena petunjuk dari roh Yeon Woo. Menteri Heo menyilahkannya masuk untuk menemui Yeon Woo. Ia memberitahu kalau Yeon Woo sakit karena kekuatan mistis.


Menteri Yoon merayakan keluarnya Yeon Woo dari istana dengan para kaki tangannya, yang khawatir kalau tiba-tiba Yeon Woo sembuh. Menteri Yoon dengan percaya diri memberitahu mereka kalau Yeon Woo tidak akan pernah kembali ke istana hidup-hidup. Di luar, Bo Kyung ketakutan mendengarkan pembicaraan mereka.
Ia kemudian menemui ayahnya dan bertanya apa Menteri Yoon akan membunuh Yeon Woo. Menteri Yoon bertanya apa Bo Kyung takut padanya atau ia merasa kasihan pada Yeon Woo. Ia menambahkan kalau akhirnya Yeon Woo akan tetap mati juga. Ia bercerita kalau dulu ia disebut  anjing, bayangan Ibu Suri, hanya karena ia punya pertalian darah dengan keluarga kerajaan. Oleh karena itu ia berusaha untuk mencapai posisi ini dan membalas penghinaan mereka.
Ia memberitahu Bo Kyung, jika ia ingin tinggal di istana dan berada disisi putra Mahkota, maka ia perlu menghilangkan semua rasa bersalahnya serta simpatinya. Ia mengajari Bo Kyung untuk melihat pada ambisinya saja dan tidak memikirkan hal lain. Tapi setelah itu, ia harus dapat menahan rasa marah maupun penghinaan dari orang lain, dengan demikian posisinya akan tetap bertahan.Walaupun ini bukan hal baru bagi Bo Kyung, tapi ini pertama kalinya ia melihat ayahnya membunuh seseorang untuk mewujudkan keinginannya.


Nok Young memberitahu Menteri Heo hanya ada satu cara untuk menyelamatkan Yeon Woo yaitu dengan ritual pengusiran setan. Karena Yeon Woo sudah menolak kehendak dewa,maka mereka marah padanya dan mengirim roh jahat ke tubuhnya. Menteri Heo bertanya apa tidak ada jalan lain supaya dapat menghilangkan penyakit itu dan Nok Young memberitahunya kalau ada satu cara, tapi itu membutuhnya nyawa sebagai bayarannya. Menteri Heo menawarkan nyawanya, tapi Nok Young berkata kalau bayarannya adalah nyawa Yeon Woo sendiri.
Semua Menteri berkumpul dihadapan raja untuk memohon agar Putri Mahkota diganti. Hwon marah didalam kamarnya. Ia marah karena ternyata ia tidak punya kekuatan untuk menyelamatkan Yeon Woo. Semua orang sudah berpihak pada Menteri Yoon. Hyung Sun memohon padanya untuk tidak menciptakan kekacauan baru, yang akan membuat keadaan makin buruk untuknya.
Hwon mendesah, tanpa Yeon Woo, Yeom serta Yang Myung, ia benar-benar sendirian. Tak ada seorangpun yang ada disisinya. Ia kemudian teringat Woon. 


Para penjaga istana  sedang berlatih dan mereka memuji kemampuan Woon. Tiba-tiba Hwon datang. Ia berpura-pura kalau ia masih kesal dengan kejadian di pertandingan sepakbola beberapa hari yang lalu.
Ia bertanya siapa pencetak gol terbanyak hari itu dan berpura-pura kalau ia akan menghukum orang itu karena ia sedang kesal. Semua menunjuk pada Woon. Hwon menunjuk Woon dan seorang penjaga yang dulu menjegalnya. Hwon tersenyum dan membawa mereka pergi.
Semua penjaga mendesah, mereka tidak mengira kalau Putra Mahkota begitu kekanak-kanakan, merasa kesal karena pertandingan sepakbola yang sudah lama berlalu. Mereka khawatir kalau teman-teman mereka akan berakhir “dengan menanggalkan pakaian mereka”. Suatu perumpamaan kalau mereka harus menjadi kambing hitam dan kemudian dipecat.


Ternyata benar, salah satu penjaga yang dibawa Hwon harus menanggalkan semua bajunya, karena bajunya tersebut akan digunakan Hwon untuk menyamar sehingga ia bisa keluar dari istana untuk menemui Yeon Woo. Ia merasa kedinginan, Hyung Sun pun memberinya baju kasim dan menyuruhnya merahasiakan hal ini.


Yeon Woo membuka matanya ketika mendengar suara Hwon yang memanggilnya.
Yeon Woo berpikir kalau itu hanya khayalannya saja. Tapi Hwon ada disana dengan memakai pakaian penjaga istana. Hwon bertanya apa Yeon Woo tidak mengenalinya. Dengan meneteskan air mata, ia berkata kalau itu tidak apa-apa asalkan ia bisa mengenali Yeon Woo. Yeon Woo menutup matanya dan Hwon pun memanggil namanya lagi.


Yeon Woo bertanya apa dia nyata dan Hwon tersenyum, bertanya-tanya apakah ia jadi bodoh. Yeon Woo akhirnya tersenyum ketika sadar kalau itu bukan halusinasi. Hwon memberi tusuk rambut dan Yeon Woo bertanya apa itu. Hwon, “Ini adalah bulan yang memeluk matahari.” Ia menjelaskan kalau Raja adalah matahari merah dan Ratu adalah bulan putih, oleh karena itu ia menamainya seperti itu.
Hwon memberitahunya kalau Yeon Woo adalah ratu didalam hatinya dan ia harus segera sembuh dan kembali ke sisinya. Yeon Woo minta maaf karena mengira ia seorang pencuri pada hari mereka bertemu dan karena salah paham atas perasaannya. Ia memberitahu kalau semua adalah kesalahannya, jadi apapun yang terjadi Hwon tidak boleh menyalahkan dirinya sendiri.


Yeon Woo memberitahunya kalau ia sangat bahagia bertemu dengannya. Kata-katanya seperti ucapan selamat tinggal dan senyum Hwon menghilang. Ia memberitahu Yeon woo sambil menangis kalau akan  ada lebih banyak hari bahagia yang menantinya, jadi ia tidak perlu mengatakan hal seperti itu.
Yeom dan Woon menjaga diluar. Yeom mengomel kalau membawa Putra Mahkota ke sini akan menimbulkan bahaya. Woon berkata kalau akan lebih berbahaya membiarkannya marah karena khawatir dan membuatnya jadi sakit. Yeom memberitahunya kalau Hwon ingin menjadikannya pelindung pribadinya.


Mereka melihat Seol yang sedang menguping pembicaraan mereka. Yeom menduga kalau Seol menyukai Woon karena Seol sangat suka dengan ilmu beladiri dan selalu mengintip mereka. Woon berkata kalau ia berpikir yang sebaliknya.


Dalam perjalanannya kembali ke istana, Hwon memanggil Woon dengan nama lengkapnya, Kim Jae Woon dan bertanya apa ia boleh memanggilnya Woon seperti Yeom dan Yang Myung. Ia pun memanggilnya, “Woon ah.” Dan berterima kasih padanya.
Ia mendesah kalau Yeon Woo sedang menderita dan ia tidak bisa melakukan apapun, “Bahkan sebagai putra mahkota negara ini….karena aku Putra Mahkota negara ini….Aku sangat tidak berguna”


Sedangkan Yang Myung sedang berkelana dan hidup sebagai seorang pemburu. Ia menyebut dirinya Soonjung Macho (orang pria jantan yang tangguh tapi berhati lembut). Anak-anak bertanya apa artinya macho dan Yang Myung pun berkata kalau orang yang ditakdirkan hidup menjadi orang kelas atas seperti dirinya.


Ia menemukan sebuah klub bertarung dan memutuskan untuk ikut berkelahi. Ia memberikan nama Soonjung macho, tapi MC nya salah dengar dan menyebutnya Soonjung Chima atau rok yang polos.
Ia mulai dipukuli dan Yang Myung pun  bersiap untuk berkelahi, tapi tiba-tiba ia teringat Yeon Woo dan kata-kata Raja kalau ada beberapa hal yang diinginkannya tidak bisa tercapai. Ia pun menurunkan tinjunya dan membiarkan lawannya memukulinya. Seakan-akan ia ingin mati rasa terhadap rasa sakit yang lain.


 Setelah itu, ia makan sup di sebuah kedai. Ia kemudian mendengar kalau putri mahkota yang baru akan dipilih dan Yeon Woo sakit keras dan mungkin akan meninggal. Yang Myung pun segera pulang ke rumah dan memohon pada Yeon Woo supaya tetap hidup.
Menteri Heo menyuruh Yeom pergi. Ia ingin agar Yeom tidak tertular penyakit Yeon Woo. Yeom tidak mau karena ia tidak bisa meninggalkan adik serta keluarganya dalam keadaan seperti ini, tapi Menteri Heo mengingatkannya tentang tanggungjawabnya terhadap Putra Mahkota yang artinya tanggungjawab ayahnya adalah menjaganya agar tetap sehat. Ia harus membimbing Putra Mahkota, sehingga ia bisa membalas kebaikan raja kepada keluarga mereka.
Ini mungkin karena Menteri Heo mempertimbangkan tawaran Nok Young untuk mengakhiri penderitaan Yeon Woo. Yeom dipaksa pergi tanpa diberi kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal.


Yeom meminta Seol untuk menulis surat jika Yeon Woo terbangun, tapi ia sadar kalau Seol tidak bisa menulis. Seol berkata kalau ia bisa membaca dan menulis. Yeon Woo yang mengajarinya karena “mengetahui kata  berarti kau bisa mengerti dunia.”
Yeom tersenyum dan yakin kalau Yeon Woo ada di tangan yang benar dan meminta Seol menggantikan dirinya untuk menjaga keselamatan Yeon Woo. Ia menepuk kepala Seol saat ia menangis dan Yeom pun pergi.


Tapi saat Seol berbalik, Menteri Heo memperkenalkannya dengan orang yang akan merawatnya sampai ia menemukan tuannya yang baru. Seol bertanya apa ia melakukan kesalahan? Ia pun berlutut, menangis dan memohon supaya tidak dijual. Menteri Heo berkata kalau ia tidak melakukan kesalahan. Seol memohon padanya, ia berkata kalau ia sudah berjanji pada Yeom untuk menjaga Yeon Woo.
Menteri Heo berjanji kalau itu hanya sebentar, sampai Yeon Woo menjadi lebih baik dan ia akan mencarinya lagi.


Keadaan Yeon Woo memburuk. Ia mendapat serangan mendadak dan muntah darah. Menteri Heo segera pergi menemui Nok Young. Nok Young memberikan obat yang dijanjikannya, bersumpah kalau obat itu akan membuat Yeon Woo meninggal tanpa rasa sakit.


Ketika ia berjalan pulang ia berkata pada dirinya sendiri kalau ia membuat dosa besar pada Menteri Heo dan ia akan menjalani sisa hidupnya untuk membayar dosanya itu.
Menteri Heo mempersiapkan obat itu dengan hati yang berat. Ia memberitahu istrinya kalau sebagai ayah ia ingin melakukan sesuatu untuk Yeon Woo. Ibunya berpikir kalau maksudnya adalah merebuskan obat.  Sedangkan Menteri Heo sedang mempersiapkan sesuatu yang tidak pernah dipikirkannya.


Yeon Woo terbangun dan teringat kata-kata Nok Young kalau tubuhnya dipenuhi roh jahat. Ia pun menggunakan segenap kekuatannya yang tersisa untuk menulis surat untuk Hwon. Pada saat yang bersamaan, Hwon terbangun dan melihat bayangan Yeon Woo sedang duduk dikamarnya. Yeon Woo bertanya apa ia tahu kenapa ia memberinya tanaman selada?


Hwon mengingatkannya kalau Yeon Woo sudah memberitahunya. Tapi Yeon Woo berkata kalau ada arti tersembunyi, ia berharap kalau Hwon jadi penasaran tentang tanaman apa yang akan tumbuh dan itu dan inilah caranya agar Hwon menulis surat balasan untuknya. Hwon tertawa dan berkata kalau Yeon Woo bisa langsung mengatakannya.


Yeon Woo menghormat padanya dan berharap kalau Hwon selalu sehat, Hwon terbangun dan menemukan kalau kamarnya kosong.
Yeon Woo memasukkan surat itu ke dalam kotak dan kembali tidur. Menteri Heo masuk sambil membawakan obat untuk Yeon Woo. Ia berusaha mendinginkannya dengan tangannya sambil menangis. Ia meminta maaf pada Yeon Woo, ia seharusnya tidak membiarkan Yeon Woo membaca semua buku itu dan melakukan apa yang diinginkannya. Ia hanya berpikir kalau waktu mereka masih banyak.
Yeon Woo bisa merasakan untuk apa obat itu atau mungkin membaca wajah ayahnya. Ia pun meminta pada ayahnya, “Aku ingin meminumnya dan  berhenti merasa sakit.” Menteri Heo kaget dan memandang putrinya.


Dengan tangan gemetar, ia mengangkat Yeon Woo ke dalam pelukannya dan mendekatkan obat itu ke bibir Yeon Woo. Yeon Woo meminumnya dan mereka berdua menangis. Ayahnya bertanya  rasanya tidak pahit kan. Yeon Woo menjawab kalau rasa obat itu sangat pahit.
Menteri Heo,  “Ayah akan memelukmu sampai kau tertidur.”
Yeon Woo: “Pelukan ayah sehangat pelukan kakak.”
Menteri Heo: “Kau akan tidur dengan damai dalam pelukan ayah.”
Menteri Heo melihat hadiah dari Hwon, bulan yang memeluk matahari, di genggaman Yeon Woo. Yeon Woo berkata kalau ia ingin tertidur sambil mengenggamnya. Menteri Heo memanggil namanya dan Yeon Woo memberitahunya kalau ia sangat lelah, jadi ia akan tidur sekarang.


Menteri Heo memeluk putrinya. Ia menangis dan berkata kalau ia minta maaf, ia akan segera menyusulnya ke alam baka. Yeon Woo meninggal dipelukan ayahnya.
Ibunya memeluknya dan meraung. Di istana, Hwon diberitahu kalau Yeon Woo sudah meninggal dengan tenang dalam tidurnya.


Ia keluar sambil terhuyung-huyung. Mati rasa karena shock. Para penjaga menghentikannya diluar, dengan perintah kalau mereka harus menahannya disini apapun caranya. Hwon mencoba untuk melawan dan melewati mereka. Kemarahan dan air matanya mulai keluar.


Hwon berteriak pada mereka supaya melepaskannya. Ia punya sesuatu yang harus dikatakannya pada Yeon Woo, “Aku harus mengatakan sesuatu padanya! Yeon Woo Ya! Yeon Woo Ya! Lepaskan aku! Aku harus mengatakan sesuatu padanya! Yeon Woo Ya! Yeon Woo Ya!”









Credit: www.dramabeans.com
.

8 comments:

Anonim mengatakan...

ku tunggu lanjutannya dan aku harap secepatnya,terimakasih banyak

Anonim mengatakan...

Huahhh...makin seru lanjutkan ya kak sinopsisnya...Semangat..!!!!!!!! (!_!)

Anonim mengatakan...

keren.... sinopsis lanjutannya ya....... =D

Anonim mengatakan...

aku masih menunggu sinopsis lanjutannya............r

Anonim mengatakan...

sediiiih...... ditunggu episode slnjutnya... semangat yaa ... cahyooo!!

nheyra mengatakan...

hiks hiks... bacanya aja udah bikin nangis :"(
ditunggu ya kelanjutannya

✿ Asian Fanatics ✿ mengatakan...

huwaaa... so sad T_T

Ditunggu episode selanjutnya ^^

나는 든니 임니다 mengatakan...

annyeong haseyo!!!
mian nie dah lma lho q jadi silent reader blog nie!!!
boleh minta emailnya!!!
gomapda!!
hwaitting

Posting Komentar