Pages

21/01/12

THE MOON THAT EMBRACES THE SUN EPISODE 6


Yeon Woo meninggal. Hwon dan keluarganya sangat sedih. Saat peti akan diturunkan ke tanah, ibu terus menariknya sambil meraung-raung. Yeom mencoba menenangkan ibunya. Yang Myung kembali ke kota sambil menangis. Ia datang tepat saat peti mati Yeon Woo dikubur. Ia pun terjatuh ditanah sambil menangis.


Menteri Yoon memberitahu Bo Kyung untuk mempersiapkan dirinya pindah ke istana, karena ia akan jadi pengantin Hwon. Dengan gelisah, Bo Kyung bertanya pada ayahnya, “Apakah dia sudah meninggal?” sambil berpikir dalam hati, “Apakah kau membunuhnya?”
Tapi, saat ia beristirahat dikamarnya, ia mengingat peringatan ayahnya, jika ia tidak siap untuk pergi sejauh ini, maka ia tidak seharusnya mewujudkan ambisinya.


Bo Kyung mengeluarkan gelang persahabatan Yeon Woo yang dibuat untuk Hwon, tapi terjatuh pada saat upacara ritual. Ia mengingat rasa sakit yang dirasakannya ketika melihat Hwon dan Yeon Woo bersama. Kata-kata ayahnya berbunyi di telinganya, “Ingatlah kemarahan yang kaurasakan ketika sesuatu telah dicuri darimu.”Hwon termenung sendirian sambil menangis, ia teringat kata-kata terakhir Yeon Woo padanya, kalau ia tidak bersalah atas semua kejadian ini.



Yang Myung datang menemui Hwon, tapi bukan untuk menghiburnya. Hwon bertanya bagaimana keadaan gurunya Yeom? Apakah ia melihat mayat Yeon Woo sebelum ia dimakamkan? Yang Myung malah bertanya apa hak Hwon menanyakan pemakaman dan keluarga Yeon Woo. Apa yang telah ia lakukan untuk Yeon Woo, “Ketika ia diusir dari istana seperti seorang penjahat, apa yang kau lakukan? Ketika ia dalam keadaan antara hidup dan mati, apa yang kau lakukan? Ketika ia dikubur dalam tanah yang dingin, apa yang kau lakukan?!”
Ia merasa terluka karena tidak punya kekuatan serta tidak bisa berbuat apa-apa dan ia melihat seseorang yang punya kekuatan tapi tidak melakukan apapun juga.
Hwon berteriak menyuruhnya berhenti, tapi Yang Myung balas berteriak kalau Hwon adalah pangeran yang punya segalanya seperti kasih sayang  Raja dan kesetiaan dari teman-teman baiknya. Ia bertanya, “Hanya satu hal. Dapatkah aku memiliki satu hal saja? Ia adalah orang terpenting dalam hidupku. Orang yang paling kuinginkan!”
Hwon shock, ia tidak mengira kalau Yang Myung juga punya perasaan pada Yeon Woo. Yang Myung menambahkan, kalau ia yang memiliki Yeon Woo, maka ia akan melakukan apa saja yang ia bisa. Ia akan mempertaruhkan segalanya untuk melindungi Yeon Woo, “Kau tidak bisa melindunginya.”


Yang Myung pergi sambil bersumpah akan memiliki dan melindungi Yeon Woo di kehidupannya yang akan datang.


Ibu Suri merasa puas dengan hasil kerja Nok Young. Ia sangat senang dan bersedia memberikan apapun yang diminta Nok Young, ia akan melindungi Seongsucheon, tapi ia menolak ketika Nok Young berkata kalau ia ingin pergi. Ia tidak ingin kehilangan peramalnya yang paling pintar. Nok Young meyakinkannya kalau ia akan kembali. Ia perlu waktu untuk memulihkan kekuatannya, karena menyebabkan sebuah kematian, energi spiritualnya terkuras.


Dan kemudian, Yeon Woo membuka matanya. Di dalam kuburannya. Di atas tanah, Nok Young menjaga saat para penggali kubur mulai menggali kuburan Yeon Woo.
Yeon Woo tersadar dimana ia berada dan mulai panik, ia pun mulai kekurangan oksigen. Nok Young menyuruh para penggali itu untuk menggali lebih cepat dan saat Yeon Woo hampir meninggal, seorang gadis dengan kaki telanjang dan berdarah sambil menggenggam bunga liar datang. Ia adalah Seol.
Didalam peti, kesadaran Yeon Woo mulai menghilang. Ia menangis memanggil orang tua dan Hwon. Semua kenangannya muncul secara bergantian didepan matanya. Ia hampir tidak sadar ketika Nok Young berhasil mengeluarkannya.


Ketika ia terbangun lagi, ia berada disebuah ruangan dan dijaga oleh seorang gadis kecil, gadis yang diselamatkan Yang Myung dipasar. Ia bernama Janshil. Melihat Yeon Woo yang sudah sadar, ia pun memanggil tuannya.
Seol bergegas menyapanya dengan gembira, tapi Yeon Woo memandangnya dengan kosong, bertanya-tanya siapa dirinya, dimana dia? “Dan siapa aku?” Di luar Janshil berkata pada Seol kalau seumur hidupnya ia hanya jadi bayangan Yeon Woo. Salju (Seol) akan meleleh bila dekat dengan api (Yeom), jadi selamanya ia tidak bisa bersamanya.


Nok Young shock, ini bukan efek samping yang di inginkannya. Tapi mungkin ini memberinya kesempatan yang baik untuk mengganti kisah mereka. Ia memberitahu Yeon Woo kalau ia adalah seorang peramal, ia pingsan setelah menjalani ritual mistis yang menyerap banyak energinya dan juga mengambil ingatannya.
Yeon Woo menanyakan keluarganya dan Nok Young memberitahunya kalau ia tidak tahu. Ia mengambilnya ketika ia melihatnya berkeliaran  di jalanan, merasakan ada energi spiritual dalam dirinya. Yeon Woo tidak mengingat siapapun, tapi pikiran itu tetap menyakitinya. Ia kemudian bertanya apa ia dibuang oleh keluarganya setelah mereka sadar kalau dirinya punya kekuatan. Nok Young menyuruhnya untuk melupakan masa lalu dan fokus pada hidupnya sekarang. Yeon Woo mengangguk sambil menangis.
Di istana, Hwon berpapasan dengan menteri Yoon, yang berkata kalau ia mengkhawatirkan keadaan Hwon. Hwon hanya tertawa dan berkata kalau sekarang ia sedang memahami filosofi tentang hidup dan mati. Manusia lahir, besar, sakit kemudian mati karena kehendak surga. Tapi kata-katanya penuh dengan nada peringatan kalau mereka sekarang adalah lawan politik.


Dengan menggunakan penyakit Yeon Woo sebagai alat politik, mereka berhasil membuat Menteri Heo dan keluarganya diasingkan sebagai hukuman karena menyembunyikan penyakit Yeon Woo dan membiarkannya menjadi Putri Mahkota. Menteri Heo keluar rumah, ia membayangkan Yeon Woo sedang membaca diluar, ketika ia memanggil namanya, bayangan Yeon Woo menghilang. Ia kemudian menasehati Yeom supaya tidak melawan Raja dan menunggu dengan sabar sampai tiba saatnya ia dipanggil untuk melayani Hwon.


Mereka diberitahu oleh seorang pelayan kalau Nyonya melakukan itu lagi. Mereka pun mencari ibu Yeon Woo dan menemukannya sedang menyuapi seorang gadis kecil yang mungkin ditemukannya di jalan dan memanggilnya Yeon Woo. Ini bukan yang pertama kalinya dan Yeom membawa gadis itu pergi sedangkan Menteri Heo mengingatkannya kalau Yeon Woo sudah meninggal. Ibu pun kembali sadar dan menangis.


Dengan bantuan seorang pria yang mengerti situasi mereka, Nok Young membawa pergi Yeon Woo, Seol dan Janshil secara rahasia. Yeon Woo berhenti sejenak, merasakan kalau kelurganya mungkin masih ada disini, jika ia pergi, kemungkinan besar ia tidak bisa bertemu dengan mereka lagi.
Saat pria itu melepas mereka pergi, ia berpikir, “Dengan bulan tersembunyi, kegelapan negara ini akan semakin pekat. Tapi bulan adalah bagian dari alam. Jika tiba saatnya, bulan akan kembali muncul dan akan terus membesar menjadi bulan purnama sehingga kegelapan akan semakin berkurang.” Ia berharap mereka selamat sampai hari itu tiba.


Yeon Woo memandang Seol dan bertanya kenapa ia memanggilnya agasshi ( nona). Janshil menyahut kalau Yeon Woo adalah bulan. Nok Young segera berbohong kalau Yeon Woo punya kekuatan yang besar, sehingga ia di hormati. Seol hanya menangis karena ia mengetahui yang sebenarnya.
Nok Young teringat visinya dan bertanya pada Ari apa ini solusi yang diberikannya. Apa ini  adalah cara untuk menyelamatkan Yeon Woo dan Seongsucheong. Apakah ia akan kembali ke istana atau terus menjadi peramal,  sekarang itu tergantung takdir Yeon Woo.


Bo Kyung mempersiapkan diri untuk menjadi pengantin Hwon. Ibunya mengingatkan kalau sejak awal ini adalah tempatnya, ia bukan seorang pengganti, tapi pemilik asli yang mengambil kembali apa miliknya. Bo Kyung meyakinkan ibunya kalau ia tidak akan membiarkan seorang pun yang mengambil sesuatu darinya .


Sebaliknya, putri Min Hwa bergelung ditempat tidur, ia merasa terbebani oleh rasa takut dan bersalah atas perannya dalam kematian Yeon Woo. Sebenarnya ia tidak melakukan apapun, ini hanyalah salah satu cara yang dilakukan Ibu Suri, supaya Putri Min Hwa tetap ada dipihaknya.


Dengan patuh, Hwon membungkuk pada keluarga pengantin wanita, tapi ketika ia menunggu kedatangan Bo Kyung, ia melihat langit dan menegeluarkan tangannya untuk menyentuh gerimis. Ia bahkan tidak menyadari kedatangan Bo Kyung karena terlarut dalam kenangannya ketika Yeon Woo menjelaskan kalau namanya berarti gerimis atau kabut tipis.
Ia melihat kalau ada awan tipis seperti kabut yang menutupi matahari. Ini adalah simbolisme, seperti Yeon Woo yang menutupi pikiran Hwon.


Bo Kyung melihat kalau Hwon tidak memperhatikannya dan merasa kecewa. Di tempat lain, Yang Myung juga mengeluarkan tangannya untuk menyentuh tetesan air, ia teringat pada Yeon Woo.


Beberapa tahun kemudian, ada sebuah tangan yang mencoba menyentuh rintik hujan. Tangan itu memakai jubah Raja.
Hyung Sun menemui Raja Hwon (Kim Soo Hyun) dan mengingatkannya kalau ia harus bertemu dengan para menterinya. Ia juga bertanya apa Hwon membutuhkan minuman hangat . Hwon menggodanya kalau ia terlalu banyak bicara. Ada beberapa hal yang tidak berubah. Hwon berkata kalau ia sedang ingin bermain golf, semua pejabat pun mengelilinginya, ketika ia mulai bermain. Seorang menteri berhasil memasukkan bola. Hwon memujinya sedangkan Menteri Yoon memelototinya.


Tapi saat Hwon memukul bola, ia mengernyit dan sejenak memegangi dadanya. Tapi ia mengabaikannya dan memuji lawan mainnya karena bermain dengan baik. Ada kegugupan dan ketakutan yang melintasi wajah menteri yang lain pada Menteri yang menang itu.
Menteri yang menang itu berkata dengan sederhana kalau lubangnya sedikit lebih besar dari lubang yang lain. Hwon pun tertawa riang yang kemudian berubah menjadi tegas saat ia bertanya apakah para menteri itu tahu dimana lubang terbesar di istana ini. Tawa mereka pun berubah menjadi kegelisahan, apa Hwon punya maksud lain? Hwon berkata kalau ia akan menunjukkan apa maksud kata-katanya tadi. Ia pun pergi ke sebuah gedung yang penuh catatan di ikuti oleh para menterinya.


Hwon menemukan apa yang dicarinya dan mengeluarkan sebuah boks yang penuh dengan permohonan pada Raja. Ia pun mulai membaca.


Ia meringkas permohonan itu dan berkata dengan suara dalam dan sarkastik, rakyat dihukum dengan tidak adil, orang-orang diberi pinjaman yang tidak adil, sehingga tanah mereka diambil karenanya, para pejabat menyuap agar bisa masuk ke pemerintahan. Ia ingin tahu kenapa permohonan rakyat ini disembunyikan darinya?


Mereka memberi alasan yang lemah, mereka ingin meninjau permohonan itu dulu. Permohonan itu hanyalah hal yang sepele yang cukup ditangani oleh para menteri saja. Hwon, “Siapa yang menyebut masalah ini masalah yang sepele? Siapa yang menyuruhmu untuk memberi keputusan atas penderitaan rakyat?” Ini adalah campur tangan terhadap komunikasi antara Raja dengan rakyatnya. Dengan marah ia menyatakan kalau ini adalah lubang terbesar di istana.


Ketika pertemuan sudah selesai, para menteri bicara antara mereka sendiri. Menteri Yoon hanya diam  selama kejadian ini, mungkin ia melihat Hwon sebagai ancaman baginya, sedang yang lainnya lebih peduli dan mengatakan kalau ia akhirnya ia dewasa juga. Mereka mulai merasa khawatir karena pengaruh Ibu Suri pada Hwon sudah mulai memudar.
Salah satu Menteri mengejek semangat Raja yang baru, ia berkata kalau Raja seharusnya menggunakannya di ranjangnya. Rupanya, selama bertahun-tahun Hwon menolak untuk berbagi tempat tidur dengan Ratu dan para menteri berspekulasi kalau ia hanya pura-pura sakit supaya tetap bisa tidur terpisah. Salah satu menteri berpendapat kalau Raja tidak berpura-pura, karena ia tidak bisa menyembunyikan ekspresi kesakitannya ketika jantungnya sakit lagi.
Mereka merenungkan apa yang harus mereka perbuat pada Raja. Mereka bertanya-tanya apakah mereka bisa mengirim Raja ke suatu tempat dengan alasan untuk memulihkan kesehatannya. Akhirnya, Menteri Yoon merespon pendapat mereka dan ia setuju dengan pemikiran mereka. Lebih baik kau melonggarkan cengkeraman kuatmu pada leher anjing daripada tetap menjaganya dalam cengkeramanmu dengan tujuan supaya anjing itu tetap dalam kendalimu. Anjing tidak akan mengigit jika pemiliknya baik padanya.


Menteri Yoon bertemu dengan Ibu Suri. Ia memberitahunya kalau banyak menteri yang menyarankan agar Raja mengambil selir, mungkin seseorang yang ia sayang supaya mereka bisa mendapatkan putra. Ibu Suri menolak, putra mahkota harus berasal dari Ratu. Menteri Yoon menunjukkan kalau Raja menolak untuk menyempurnakan pernikahannya dengan Ratu, berarti, tanpa Selir, mereka tidak akan mendapatkan keturunan langsung, Jika itu masalahnya, maka selalu ada ancaman dari pihak Pangeran Yang Myung yang secara diam-diam mengumpulkan pendukung.
Kata-kata Menteri Yoon itu membuat Ibu Suri jadi gentar. Menteri Yoon pun mengusulkan agar Ibu Suri membantunya untuk mengambil beberapa kewenangan Raja, karena hanya Ibu Surilah yang punya pengaruh terhadap raja dengan mengusulkan agar Hwon pergi keluar istana untuk memulihkan kesehatannya.


Menteri Yoon mengusulkan kalau Raja sementara pindah ke istana yang lain, tapi Hwon memotong kata-katanya, tepat pada inti masalahnya. Jika Raja mengosongkan istana utamanya, selama ketidakhadirannya yang menggantikan adalah mertua Raja yang akan bertanggungjawab atas masalah pengadilan. Ia mengatakan ini dengan santai dan terdengar menyenangkan, tapi pada dasarnya ia memberitahu Menteri Yoon kalau ia sedang berniat untuk mengambil kekuasaannya. Ia mau pergi keluar istana asalkan Menteri Yoon ikut dengannya. Ketika Hyung Sun memberitahunya kalau Ibu Suri ingin berbincang dengannya, Hwon langsung menduga kalau Ibu Suri juga akan membicarakan masalah yang sama dengannya. Ia tahu kalau mereka berdua bersekongkol.
Dalam perjalanannya bertemu dengan Ibu Suri, Hwon berpapasan dengan Ratu Bo Kyung (Kim Min Seo). Ia menyapa Hwon dengan hangat, tapi wajah Hwon menjadi dingin dan ia melewatinya dengan tenang. Setelah Hwon pergi, Bo Kyung menenangkan diri dan tersenyum lagi.


Mereka bertemu dengan Ratu Han dan Ibu Suri yang menyuruh Hwon pergi dari istana untuk sementara waktu, demi kesehatannya. Ibu Suri bertanya kenapa mereka belum mendapatkan putra. Bo Kyung pun segera meminta maaf, karena ia gagal mendapatkan perhatian Raja. Ratu Han meyakinkannya kalau itu bukan kesalahannya, itu semua karena Raja sakit. Hwon mendengarkan mereka dengan wajah dingin.


Dengan tegas Hwon menolak usulan itu.  Ibu Suri berpendapat kalau mengabaikan kesehatannya sama saja ia mengabailan tugas kerajaannya. Hwon membuat komentar tajam kalau Raja juga lalai jika ia meninggalkan masalah-masalah negara di tangan keluarganya. Ibu Suri mengerti kalau Hwon menyindir sifat pilih kasihnya terhadap keluarganya sendiri.
Ibu Suri tersinggung  dan menyatakan kalau hanya ada satu cara agar Hwon menurut padanya, ia akan mogok makan. Ia berkata dengan nada seperti seorang martir, ia mengumumkan jika Raja berkeras pada tindakannya dan tidak mau menyempurnakan perkawinannya, maka ia akan berhenti makan dan menghitung hari sampai ia mati.


Hwon terpojok, Ratu Han berusaha menasehati putranya. Ia berjanji hanya akan mengadakan upacara kecil, karena Hwon tidak mau menghabiskan banyak uang untuk masalah seperti itu. Untuk menambah keruh masalah, Bo Kyung berlutut didepan pintu kamar Ibu Suri,menangis dengan menyedihkan dan meminta Ibu Suri untuk makan serta menyalahkan dirinya sendiri karena belum mendapatkan putra.. Ia juga menyalahkan dirinya sendiri. Bo Kyung menolak untuk bangkit sampai Hwon menyelesaikan masalahnya dengan Ibu Suri. Hwon memberitahunya dengan lembut kalau ia boleh berhenti karena ia akan berbicara pada Ibu Suri dan merayunya supaya ia mau makan.


Bo Kyung bangkit dan tersandung, ia jatuh dalam pelukan Hwon. Kelihatannya ia sedang berpura-pura dan Hwon juga tahu. Ia berkomentar kalau ia sangat beruntung, karena Ibu Suri mendukungnya dari dalam istana, sedangkan diluar, ia didukung oleh ayahnya agar ia mau menyempurnakan pernikahan mereka.


Bo Kyung menegang, ia sadar kalau Hwon sangat jeli. Bo Kyung pun mencoba melepaskan diri, tapi Hwon mengeratkan pegangannya dan mengingatkannya kata-kata yang pernah diucapkannya. Ia mencondongkan badannya seperti seorang kekasih, kemudian berbicara dengan nada yang manis namun menghina, keluarganya boleh melakukan apapun untuk mendapatkan segalanya, tapi jangan repot-repot untuk memenangkan hatinya, “Karena kau tidak akan pernah memilikinya.” Ia pun tertawa dengan sinis.


Bo Kyung terlihat terpukul dihadapan para pelayannya, tapi ketika ia sendirian, ia pun mencibir. Ia  gemetar karena marah dan mengingatkan dirinya kalau Yeon Woo sudah meninggal dan ia berhak ada disini.


Putri Min Hwa (Nam Bo Ra) mengunjunginya. Ia adalah gadis yang ceria. Bo Kyung tersenyum dan ketika Min Hwa bertanya tentang permohonannya pada Raja. Dengan sopan, Bo Kyung berkata kalau kebajikannya tidak cukup membuat raja tidak tertarik padanya sehingga ia belum bisa mengandung. Min Hwa berkata kalau yang dibutuhkan bukan kebajikan, tapi kasih sayang. Alasan kenapa kakaknya tidak mengunjunginya karena ia tidak mencintai Bo Kyung.
Min Hwa punya berita gembira dan berkata kalau tanggal dimana ia dan suaminya bisa bersama sudah ditentukan. Sebenarnya ia sudah menikah tapi belum menyempurnakan perkawinan mereka. Bo Kyung menjadi kecewa, ia merasa iri dengan Min Hwa.
Putri Min Hwa tiba di depan rumah suaminya, tapi kemudian berhenti untuk menulis sesuatu di selembar kertas. Kertas itu berisi tanggal yang ditentukan dan ia menambahkan sesuatu ke dalam daftarnya.


Ia masuk ke kamar dan melihat kalau suaminya sedang tidur. Dengan malu-malu ia memberitahu berita itu. Di luar, pelayannya bergumam kalau ia mendapatkan tanggal itu setelah memaksa Ibu Suri. Dayang itu kaget karena ternyata suaminya ada diluar, baru datang dari suatu tempat.  Di dalam, Putri Min Hwa menunjukkan kertas catatannya dan berkata kalau hari ini hari yang baik, karena ia sudah ada di dalam selimut, sebaiknya mereka melakukannya sekarang. Ia mengatakan itu sambil mengeserkan badannya sedikit demi sedikit. Orang yang tertidur itu bangun dan menganggunya. Min Hwa merengek karena kesal, “ Yang Myung orrabuni!” ( Jung Il Woo oppa!)


Yang Myung segera menggodanya kalau ia sudah mengacaukan tanggalnya. Yang ditengah itu pasti ia yang menulisnya.  Min Hwa sangat kesal dan segera menghambur keluar, ia bahkan tidak berhenti untuk berbicara dengan suaminya Yeom (Song Jae Hee). Dengan gusar, ia melemparkan sepatu Yang Myung ke atap rumah.


Yeom heran kenapa Yang Myung selalu menggoda adiknya.  Yang Myung menjawab karena cemburu dengan hubungan mereka. Suasana berubah sedih ketika Yang Myung mendesah karena melihat sayap Yeom yang dilucuti, padahal ia ditakdirkan untuk melakukan hal besar. Itulah yang membuatnya menyalahkan ayahnya dan Min Hwa.
Yeom punya perspektif yang lebih baik, ia berkata kalau Min Hwa sudah menyelamatkan keluarganya. Jika bukan karena pengaruhnya, maka seluruh keluarganya akan diasingkan.
Ketika mereka keluar, Yang Myung melihat kalau sepatunya hilang. Tapi dengan santai ia mengeluarkan sepasang sepatu lagi. Karena ia sering bepergian, maka ia selalu punya cadangan.


Ketika mereka menyebutkan Raja, wajah Yang Myung berubah menjadi sedih, kemudian memandang dimana Yeon Woo dulu sering berada disana. Ia kemudian bertanya pada Yeom apakah ia pernah bertanya-tanya bagaimana wajah Yeon Woo sekarang jika ia masih hidup. Mereka semua sudah tumbuh dewasa, tapi dalam pikirannya, Yeon Woo masih gadis berumur 13 tahun.


Ketika ia berjalan pulang, ia membayangkan Yeon Woo yang berusia 13 tahun berjalan disampingnya. Ia memberitahu Yang Myung (seperti yang pernah ia lakukan) kalau Raja menunggunya di istana.


Yang Myung bertanya, “Apakah ia  benar-benar akan menungguku, jika aku telah memberinya rasa sakit? “
Yeon Woo, “Ia menunggu.” Yeon Woo berkata kalau Raja kesepian. Yang Myung menjawab kalau ia punya Woon yang selalu ada disampingnya.  Yeon Woo juga meminta Yang Myung untuk melindungi Raja.


Yang Myung melihat banyak orang berkerumun didepan rumahnya. Mereka mengenalinya. Yang Myung pun berbalik dan melarikan diri. Ia bersembunyi agar tidak diketahui orang-orang tersebut.
Saat ia keluar dari tempat persembunyiannya, ia berpikir sesuatu yang ditujukannya pada Yeon Woo, “Apa sekarang kau senang? Ini adalah caraku melindungi Raja.”


Malam itu Hwon tertidur. Dalam mimpinya ia mendengar kata-kata Yeon Woo kalau semua bukan kesalahannya, yang berbalikan dengan kata-kata Ibu Suri kalau semua salah Hwon. Kemudian ia mendengar tuduhan Yang Myung, kalau ia tidak melakukan apapun untuk melindungi Yeon Woo. Ia pun terbangun.
Woon (Song Jae Rim) yang berjaga didalam kamarnya bertanya apakah ia bermimpi yang sama lagi. Mereka pun keluar untuk mencari udara segar. Hwon menjelaskan makna dibalik nama bangunan Bulan Tersembunyi  ini. Ketika ayahnya membangunnya, Bulan yang terlihat diatas kolam sangat indah, maka ia ingin mengabadikannya gambaran itu. Jadi ketika bulan sedang tersembunyi, ia bisa datang ketempat ini dan memandanginya.


Hwon menambahkan,dulu ia juga bertemu dengan bulan disini, ketika tidak ada bulan, maka ia akan bersembunyi disini. Ketika matahari dan bulan tidak bisa terlihat dilangit secara bersamaan, mereka bisa terlihat bersama di kolam ini. Pada bayangan air kolam, terlihat bulan yang melayang di atas bahu Hwon.
Di sebuah hutan, Nok Young sedang melakukan ritual. Tiba-tiba lilin dihadapannya padam karena kekuatan yang tidak terlihat. Ia merasakan sesuatu di udara, sesuatu yang menganggu dan sangat kuat. Janshil mengantarkan surat dari seorang pria yang memperingatkannya kalau energi spiritual di surga sedang bergeser dan mereka akan segera bertemu kembali. Inilah waktunya.


Beberapa hari kemudian, Nok Young pergi untuk menemuinya dengan tiga orang gadis, Seol (Yoon Seung Ah), Janshil dan Yeon Woo (sekarang namanya Wol atau bulan) yang wajahnya ditutupi.


Setibanya di dermaga, Wol (Han Ga in) membuka penutup wajahnya….











Credits:www.dramabeans.com



12 comments:

Anonim mengatakan...

wah akhirnya ketemu sinopsis eps 6. semangat kakak! lanjut buat siop nya yaa

Laylawliet mengatakan...

Oppa makasih dah capek-capek ngetik,,makan yang banyak supaya kuat ngetiknya heheh,,fighting

Seoulmate™ mengatakan...

ini unnie sayang yang nulis.

Anonim mengatakan...

we (i) want more...just love it, thanks ya bwt sinopsisnya semangat ^_^

cha_sya mengatakan...

mampir bengawan seol,Oo...+_+ cewek toh,kirain cowok,masalahnya liat dilist atas ada twitternya tulisan nama wahyu....

salam kenal Oenni...salut buat kreatifitasnya berkarya...sfighting ya....maaf dikira cowok,abis liat diFB yang sering terbitkan wahyu,atau itu suaminya onnie?maaf banyak nanya ^^

gomawo

cha_sya mengatakan...

nambah oenni,habis liat dilist profil blog :jenis kelamin nya pria...maafkan kalau kami salah panggil.

Seoulmate™ mengatakan...

iya, ownernya kan suamiku. hehehe.....
jadi pake profil suami

Anonim mengatakan...

ooooooooohhhhhhhhhhhhh
that's greatttttttttttttt
ditunggu......
ditunggu........
ditunggu..........
ditunggu...........

nihaal mengatakan...

thank's
seru udh ga sabar tgg ep. 7

cha_sya mengatakan...

Oh gitu....mksh nyonya Wahyu ^^....senangnya berkarya bersama-sama...kompak lagi...^^
fighting ya Oenni

Putri Tanjung mengatakan...

good n very well. fighting to eonnie...

Ciamooo mengatakan...

nggak sabar nunggu ep. 7
hehehe

Posting Komentar