Pages

27/01/12

THE MOON THAT EMBRACES THE SUN EPISODE 7


Yeon Woo , Janshil dan Seol mengantar Nok Young yang akan pergi ke suatu tempat. Yeon Woo akhirnya membuka penutup wajahnya saat mereka melepas kepergian Nok Young  di dermaga. Nok Young menyuruh mereka pulang, tapi Yeon Woo berkeras kalau ia ingin tinggal untuk melepasnya pergi.  


Nok Young kembali menutupi wajah Yeon Woo dan memperingatkan Yeon Woo supaya tidak berbicara dengan  orang asing . Yeon Woo bertanya apa ia sedang menunggu kedatangan seseorang. Nok Young hanya mengulangi peringatannya dan menyuruhnya untuk tidak berhubungan dengan orang asing ketika ia tidak ada dirumah.


Sebuah kapal mendekat ke dermaga. Yang Myung tertidur digeladak. Ketika bangun ia heran pada seorang penumpang lain kenapa ada begitu banyak orang. Penumpang itu heran karena Yang Myung tidak tahu apa-apa. Raja akan datang ke kesini pada hari ini.



Yang  Myung terkekeh saat ia berpikir kalau Yeon Woo akhirnya membuatnya bertemu dengan Hwon juga. Saat sudah tiba di dermaga, ia berjalan lurus ke arah Yeon Woo yang wajahnya ditutupi dan melewatinya tanpa melihat wajahnya. Saat Nok Young naik ke kapal, ia menyuruh Seol untuk segera membawa Yeon Woo pulang.


Seol dan Yeon Woo menikmati waktu bebas mereka. Seol mengusulkan untuk berjalan-jalan dulu di kota. Mereka kemudian mendengar pengumuman kalau Raja akan datang. Seorang pria menjual surat ijin untuk mendapatkan tempat agar bisa melihat Raja. Yeon Woo ingin satu, tapi Seol menolaknya dengan pandangan yang cemas. Yeon Woo merengut, tapi Seol tetap berkata tidak dan menyeretnya pergi.
Seseorang mengumumkan kalau rombongan Raja sudah ada di luar kota. Yang Myung pun langsung pergi untuk berebut surat ijin. (www.bengawanseoul.com). Mereka saling berebut sehingga timbul kekacauan kecil.


Hwon menyuruh Hyung Sun untuk membuka penutup tandunya, karena rakyatnya sudah berkumpul untuk melihatnya.Awalnya Hyung Sun menolak karena saat ini udara sangat dingin. Tapi Hwon berkeras. Dengan ragu-ragu Hyung Sun pun menurut dan menyuruhnya untuk tersenyum.
Hwon berpikir kalau itu berlebihan dan tidak cocok untuk wajahnya yang tampan, “Apa kau pikir itu mudah untuk seorang Raja terlihat seperti ini?” Woon tersenyum dan Hyung Sun mengeryit.
Penduduk kota pun mengantri ditempat yang akan dilewati oleh Raja. Yeon Woo dan Seol juga ikut mengantri. Seol mengingatkannya kalau mereka disini untuk melihat sekilas. Yeon Woo berjanji kalau ia akan menjaga sikapnya.


Seorang ibu dan putranya berdiri didepan mereka. Mereka tidak boleh masuk karena baju mereka yang sederhana dan menyuruh mereka kembali setelah memakai baju yang lebih baik. Kelihatannya para menteri memberi perintah untuk menyortir orang yang akan melihat Raja, supaya Raja mengira kota itu makmur. Petugas itu mendorong keduanya sampai terjatuh. Yeon Woo maju ke depan dan berbicara pada petugas itu kalau ia tidak punya hak untuk menolak mereka.
Petugas itu berbicara dengan kasar pada Yeon Woo dan Seol pun meraih pedangnya. Yeon Woo menenangkan Seol dan memandang lurus ke mata petugas tersebut dan memberitahunya kalau ia sering memukuli istrinya ketika mabuk, kenapa istrinya pergi meninggalkannya dan berselingkuh dengan pria yang lebih muda. Ia juga memberitahunya untuk berhenti minum, kalau tidak ia akan mati karena keracunan alkohol. Petugas itupun gemetar ketakutan.


Kemudian, Yang Myung dan beberapa orang membuat kekacauan karena memperebutkan ijin masuk. Para petugas itu pun bergegas mengejarnya. Dengan gembira, Yeon Woo mengangkat tali pembatas dan menyuruh yang lain masuk. Seol berteriak memarahinya karena ia berpura-pura menjadi peramal lagi, padahal ia tidak punya kekuatan mistis apapun. Ia kemudian bertanya-tanya bagaimana ia bisa tahu semua hal tentang petugas itu.
Yeon Woo memberitahunya kalau itu bukan sihir, ia hanya menggunakan kemampuan logika dan  deduksinya. Ia mencium aroma alkohol dari napas petugas itu, jadi ia berpikir kalau ia mabuk dan suka memperlakukan wanita dengan kasar. Ia melihat betapa ia marah melihat Seol dan mengiranya kalai ia pria yang tampan. Dengan menggabungkan semua fakta itu, kau bisa mendapatkan jawabannya.
Mereka kemudian berbaris dan berlutut di tanah saat Raja mendekat. Yang Myung terus dikejar oleh petugas yang marah, tapi mereka kemudian berlutut juga dan bersumpah untuk berdebat setelah Raja lewat.


Yang Myung juga berlutut seperti yang lain, tapi ia kemudian mendongak untuk melihat wajah Hwon dan Woon sambil tersenyum sendu.


Yeon Woo menundukkan kepalanya, tapi tiba-tiba seekor kupu-kupu kuning terbang didekatnya dan mengalihkan perhatiannay seperti pada episode pertama ketika ia pertama kali bertemu dengan Hwon. Kupu-kupu itu terus terbang yang membuatnya mengangkat kepalanya dan tanpa sadar ia berdiri.


Ia kemudian memalingkan wajahnya dan menatap wajah Hwon saat ia mendekat. Ia kemudian membeku.  Ada perasaan aneh yang tumbuh didalam hatinya, ia pun tanpa sadar menangis ketika melihat wajah Hwon. Yang Myung juga melihatnya berdiri, tapi tidak terlalu memperhatikannya. Seol mencoba menyuruhnya berlutut lagi, tapi terlambat dan para penjaga mulai mendekatinya. Seol meraih tangan Yeon Woo dan merekapun melarikan diri.


Yang Myung tiba-tiba merasakan sesuatu tentang Yeon Woo dan menatapnya lagi, sayangnya ia hanya melihatnya sedang dikejar oleh para penjaga. Ia mengenali sesuatu persis seperti ketika Yeon Woo ditarik Hwon saat upacara ritual episode 3. Ia pun segera mengejar mereka. Semua kejadian ini dilihat oleh Hwon, ketika ia menengok, baik Yeon Woo ataupun Yang Myung sudah menghilang diantara keramaian. Ia diberitahu oleh Hyung Sun kalau seorang wanita membuat kekacauan dan para petugas mengejarnya untuk memastikan kalau ia bukan ancaman bagi Raja.


Seol dan Yeon Woo berlari di jalan sambil bergandengan tangan. Tiba-tiba Yeon Woo teringat ketika ia bertemu dengan Hwon dan berlari sambil bergandengan tangan. Saat mereka bersembunyi, Yeon Woo bertanya apa mereka penah dikejar dan berlari seperti ini. Seol pun berkata tidak. Yeon Woo heran, “Jadi, ini ingatan siapa?”
Pada saat yang sama, Yang Myung berhasil menghindari penjaga dan mulai mencari Yeon Woo. Ia kemudian menghampiri seorang gadis yang berpakaian sama denganYeon Woo, tapi ternyata ia salah. Ia bertanya-tanya pada dirinya sendiri, apa yang ia harapkan, jika gadis yang dicarinya sudah meninggal dan terkubur didalam tanah.


Di tempat lain, Hwon sedang mandi, Ia merasa tidak senang karena semua rakyatnya menunduk dan tidak melihat wajahnya. Ia hanya melihat kalau mereka semua berpakaian dengan baik. Hyung Sun menawarkan hal-hal yang bisa memperbaiki moodnya. Tapi Hwon tidak menyukai semua idenya dan kemudian menatap Woon, mengusulkan agar Woon ikut mandi bersamanya. Para pelayan mulai merasa canggung, Hyung Sun segera menyuruh mereka keluar.
Ia memperingatkan Hwon kalau sudah banyak rumor yang beredar. Ia sudah membuat semuanya menjadi lebih buruk dengan mengundang Woon mandi bersamanya. Hwon bertanya rumor apa yang beredar.


Hyung Sun tergagap, Hwon terus menjaga jarak dengan Ratu dan terus menyuruh Woon di dekatnya. Hwon pun berpaling pada Hyung Sun, “Apa kau mau bergabung denganku di bak mandi?” Hyung Sun langsung menutupi dadanya dengan kedua tangannya, ia beralasan kalau ia harus mengambil sesuatu dan berlari keluar. Hwon tersenyum pada Woon, “Akhirnya….kita sendirian…”
Diluar, Hyung Sun menempelkan telinganya ke pintu, “Ia tidak mungkin…….Apa seleranya sudah berubah?” Ia berjalan dengan panik ketika Yang Myung datang untuk bertemu Hwon. Hyung Sun pun segera mengetuk pintu, setelah ia membukanya kamar mandi itu kosong.
Hwon dan Woon berjalan-jalan di kota dengan memakai baju bangsawan. Hwon berhenti sebentar dan bersumpah kalau ia mendengar teriakan Hyung Sun dari sini. Ketika mereka berjalan, ia melihat keadaan rakyatnya yang sebenarnya dan bukan keadaan yang ditunjukkan para menteri padanya.


Mereka melihat banyak gelandangan yang berjuang untuk hidup. Seorang anak kecil yang membawa sayuran yang sudah busuk tidak sengaja menabraknya. Hwon berhenti dan menanyainya. Anak itu berkata kalau kakaknya menunggunya di rumah. Hwon bertanya tentang orang tuanya dan anak itu menjawab kalau ibunya sudah meninggal dan ayahnya dipaksa untuk bekerja menjadi budak  untuk membangun sesuatu untuk kerajaan. Hwon kemudian memberinya uang.  Ia juga berjanji akan menemukan ayahnya dan mengirimnya pulang. Meyakinkannya kalau ia berkedudukan tinggi, sehingga ia bisa melakukannya.


Woon berhenti sejenak karena ia merasa seorang mata-mata mengikuti mereka. Hwon tidak terpengaruh, selama ini ia tahu kalau mereka sedang diikuti.  Karena mereka sudah diikuti, apa sebaiknya mereka bermain dengan mereka? Mereka pun segera berlari ke arah yang sebaliknya menuju ke hutan.


Mata-mata itu tidak bisa mengikuti mereka. Hwon dan Woon pun berhenti untuk beristirahat sejenak. Mereka menatap langit dan melihat kalau hujan akan turun. Hwon: “Itu Yeon Woo (hujan rintik-rintik). Yeon Woo akan turun.” Ia kemudian melihat bayangan Yeon Woo yang berusia 13 tahun tersenyum dari kejauhan. Yeon Woo berlari dan secara tidak sadar Hwon berlari mengikutinya.


Sedangkan Nok Young sedang bertemu dengan Hye Gak, pria yang dulu menolong mereka. Hye Gak memperingatkannya kalau ia sudah mengacaukan takdir, Raja menjadi rapuh karena Nok Young menjauhkannya dari orang yang ditakdirkan untuk berada disisinya dan membuatnya aman.
Nok Young berkata kalau hubungan mereka sudah rusak, tapi Hye Gak meyakinkannya kalau surga akan menemukan cara untuk mengembalikannya ke tempat yang benar. Nok Young berkata kalau Yeon Woo sudah kehilangan ingatannya, tapi Hye Gak memberitahunya kalau ia tidak bisa menghilangkan kerinduan mereka satu sama lain. Nok Young khawatir kalau Yeon Woo harus merasakan sakit dan mendapatkan bahaya lagi jika ia kembali ketempatnya yang sah.


Yeon Woo duduk di rumah dalam keadaan linglung dan memberitahu Seol kalau akhirnya ia tahu ingatan itu milik siapa. Seol merasa khawatir, tapi Yeon Woo berkata kalau akhirnya ia memperoleh kekuatan mistis juga, ia sekarang seorang peramal. Seol tahu kalau bukan itu sebabnya, tapi tidak membantahnya. Merekapun pergi keluar dan khawatir kalau Nok Young pulang terlambat.
Woon dan Hwon berkeliaran di hutan dalam kabut tebal. Mereka hanya berputar-putar saja. Hwon akhirnya berkata kalau mereka tersesat. (www.bengawanseoul.com)Hwon mengaku kalau ia lah yang membuat mereka tersesat, tapi Woon minta maaf karena tidak bisa menemukan jalan.


Tiba-tiba ada sebuah cahaya muncul dikejauhan. Itu adalah cahaya dari  lentera yang besar, tapi Hwon dan Woon melihatnya seperti lingkaran yang besar. Hwon bergumam, “Apakah itu bulan?” Kabutpun menghilang sedikit demi sedikit, terlihatlah Yeon Woo kecil tersenyum padanya. Ia bekata kalau ia telah menunggunya dan kenapa ia baru datang?


Hwon memandangnya dengan terbelalak, tapi ternyata itu hanya khayalannya. Ketika cahaya itu mendekat, ternyata Yeon Woo dewasa berdiri didepannya. Mereka berdua berdiri membeku ketika melihat satu sama lain.


Yeon Woo membawanya pulang dan menyiapkan satu set meja kecil berisi minuman. Ia mengenalnya sebagai Raja tapi berpura-pura tidak tahu. Ia memberitahu mereka kalau ia bukan pemilik rumah ini. Hwon pun bertanya, “Siapa yang sedang kau tunggu dalam hujan? Apa ada orang yang kau tunggu?” Yeon Woo menjawab kalau ia menunggu ibu angkatnya yang seang pergi keluar.
Kedekatan, pertanyaan membuat mereka terdiam sesaat. Hwon bertanya tentang tumpukan buku yang ada dikamar itu. Ia heran kenapa seorang peramal membaca buku klasik sebanyak itu.


Yeon Woo berkata kalau ia ingin tahu tentang dunia dan ketika Hwon mencemooh, ia bisa menggunakan pengetahuan itu untuk apa? Yeon Woo berharap kalau ia bisa membantu seseorang suatu saat nanti. Perkataannya memicu ingatannya pada Yeon Woo.
Yeon Woo menambahkan kalau ia merasa senang belajar tentang dunia dari mata seorang sarjana ,yang bercerita tentang kegembiraan dan kesedihan, jadi ia tidak bisa berhenti. Hwon memandangnya dengan penasaran saat ia terkenang dengan Yeon Woo kecil yang cerdas dan bijaksana serta suka mengutip para sarjana.
Hwon berpikir dalam hati, “Itu tidak mungkin. Tidak mungkin seorang gadis yang sudah meninggal hidup kembali. Ia sangat mirip dengannya. Ini hanya mimpi.” Ia memberitahu dirinya sendiri kalau ia salah dan mengira ia orang lain atau kerinduannya kepada gadis itu sudah merubahnya menjadi hantu yang mengganggunya. Dengan cepat ia mengambil minuman untuk menghilangkan pikiran itu.


Hwon kemudian menyuruh Woon untuk minum juga, untuk menghangatkan badannya dari hawa dingin, Tapi Woon menolaknya. Yeon Woo menatapnya dan berkata kalau Woon mungkin tidak meminumnya karena ia tidak percaya apa saja yang telah dimasukkannya dalam minuman tersebut. Ia adalah  bodyguard Raja yang seharusnya melindunginya.


Woon segera meraih pedangnya. Hwon menarik Yeon Woo mendekat, “Bagaimana kau tahu? Bagaimana kau tahu kalau aku Raja Joseon. Hwon ingin tahu apa mereka pernah bertemu sebelumnya, ia berharap kalau pikirannya itu benar.


Yeon Woo berkata kalau ia seorang peramal, jadi ia tidak mungkin bertemu dengannya. Hwon tidak percaya dan bertanya apa ia benar-benar seorang peramal? Yeon Woo bercerita ketika ia kecil ia sakit parah, kemudian ia hidup sebagai seorang peramal. Hwon berteriak padanya untuk memberitahunya bagaimana ia tahu kalau ia seorang Raja. Yeon Woo tergagap kalau ia melihatnya hari ini ketika ia melewati kota. Ia pun memberikan alasan yang logis. Hwon melepaskan tangannya kemudian tertawa dengan pahit, karena telah memikirkan hal yang bodoh.


Hwon melihat kalau hujan sudah berhenti dan memberitahu Woon kalau mereka harus pulang sekarang. Ketika sudah berada diluar, Hwon bertanya nama Yeon Woo. Dan Yeon Woo pun menjawab kalau ia tidak punya nama. Ibu angkatnya tidak memberinya nama supaya ia tidak bisa menjalin hubungan sosial dengan siapapun.
Ia berkata kalau semua orang memanggilnya Agi, singkatan dari Agasshi (nona). Hwon memandang langit dan memberitahunya kalau  ia memberinya nama Wol (bulan). Ia berkata kalau itu bayaran atas minuman hangat yang diberikannya. Yeon Woo mengulanginya dengan senyuman, “Wol. Akhirnya aku punya nama.”


Malamnya, Yang Myung terbaring di tempat tidur, ia berbicara pada Yeon Woo dalam pikirannya, bertanya-tanya apa ia ada disana untuk melihat Raja. Ia bertanya bahwa di kehidupan selanjutnya, ia harus bertemu dengannya dulu sebelum bertemu dengan saudaranya.
Hwon dan Woon terburu-buru kembali. Hyung Sun sangat khawatir, “Kenapa anda melakukan itu? Apa Yang Mulia ingin aku mati?” Hwon meyakinkan Hyung Sun kalau ia baik-baik saja. Mereka berhenti sejenak ketika melihat Yang Myung. Yang Myung mendekati mereka kemudian menghormat dan bertanya bagaimana kabar Hwon. Hwon kelihatan tidak senang melihat saudaranya dan dengan tegas bertanya apakah sekian lama ia baru datang….dan ia masih menolak untuk menunjukkan wajahnya.


Yang Myung pun mengangkat kepalanya. Hwon: “Mm, Kau selalu terlihat tampan.”Akhirnya ia tersenyum lebar dan Yang Myung menyeringai, bahkan Woon pun tersenyum.


Hwon dan Yang Myung duduk untuk minum-minum dan Woon duduk di pojok ruangan. Mereka mencoba merayu Woon supaya mau bergabung, tapi Woon terus menolak. Yang Myung tertawa, itu tidak akan berhasil, Woon tidak akan pernah minum ketika masih bertugas.


Hwon pun mengajaknya taruhan, siapa yang bisa membuat Woon minum,maka ia boleh meminta apa saja yang ia mau. Yang Myung berusaha untuk merayunya, bahkan menjanjikan separuh kekayaannya yang akan diperolehnya dari Hwon, tapi Woon tetap tidak mau minum.  Ketika gilirannya, Hwon memerintahkannya untuk minum.
Woon pun langsung menurut dan Yang Myung tertawa. Ia kemudian bertanya apa permintaan Hwon. Hwon menuangkan minuman dan bertanya jika apakah Yeon Woo masih ada dihatinya. Senyuman Yang Myung menghilang.


Yang Myung: “Bahkan jika ia masih ada dalam hatiku, ia tetap sudah meninggal. Ketika aku berkata kalau aku akan melupakannya, aku merindukannya dan ketika aku merindukannya, dengan cepat aku lupa, itu adalah hati manusia. Aku tidak ingin merindukannya atau melupakannya, jadi hal terakhir yang tertinggal di hatiku adalah peringatan kalau ia sudah tidak ada di dunia ini.”
Sambil mendesah, Hwon mengulangi kata-kata kakaknya dan mereka berdua pun minum dengan wajah sedih.


Raja kembali ke istana dan menemukan kalau para menteri telah berhasil mengumpulkan banyak dana untuk suatu proyek pembangunan saat ia tidak ada.Ia berkata kalau mereka menghabiskan banyak uang sedangkan penduduk sedang kelaparan. Mereka membela diri kalau proyek itu sudah disetujui oleh Hwon.
Hwon pun mengumumkan kalau semua catatan keuangan harus diberikan padanya pada keesokan harinya, seseorang akan bertanggungjawab jika ada dana yang disalahgunakan. Semua menteri ketakutan, kelihatannya mereka semua menggelapkan dana itu.


Malamnya, Menteri Yoon bertemu dengan seorang peramal pengganti Nok Young di Songsucheong. Ia menawarkan akan memberinya promosi jika ia mau membantunya membuat Raja menjadi sakit. Peramal itu memberitahunya saat Raja pergi, ia telah menempelkan jimat yang bisa digunakannya untuk melawannya.


Hwon duduk dikamarnya dan teringat pertemuannya dengan Yeon Woo. Ratu Bo Kyung datang untuk bertemu dengan Raja malam itu. Hyung Sun harus memohon padanya agar ia diperbolehkan masuk. Bo Kyung memintanya untuk mendapatkan ahli waris, Jika Hwon tidak suka padanya maka ia rela jika Hwon mengambil Selir supaya mendapatkan putra. Karena ini untuk kepentingan negara, ia tidak boleh mengedepankan perasaannya pribadi.
Hwon pun merubah sikapnya dan berkata dengan lembut kalau sekarang ia bisa mengerti perasaannya. Bo Kyung tersenyum, ia berpikir kalau akhirnya ia bisa masuk ke dalam hati Hwon. Hwon mencondongkan badannya, dan dengan nakal, ia setuju kalau ia akan mencari selir. (www.bengawanseoul.com) Bo Kyung menatapnya dengan kaget, kata-katanya sudah menjadi bumerang baginya.
Hwon memberitahunya kalau ia membenci semua hal tentangnya, seperti: ia selalu mengatakan sesuatu yang berlawanan dengan hatinya (hipokrit). Jika tidak ada lagi yang ingin dikatakannya, maka ia boleh pergi.


Bo Kyung pun berdiri kemudian pergi tapi kemudian berhenti. Tanpa memalingkan badannya ia bertanya sampai berapa lama ia akan tetap menyimpan seorang gadis yang sudah meninggal dalam hatinya, mengambil tempat yang seharusnya dimilikinya. Berapa lama lagi ia harus bersaing dengan gadis yang sudah meninggal. Hwon tiba-tiba mencengkeram dadanya. Rasa sakit didadanya membuatnya muntah dan akhirnya pingsan.


Bo Kyung tidak menyadarinya sampai ia menengok ke belakang dan melihat Hwon pingsan. Dokter segera datang ke kamar tidurnya dan diluar ada sebuah jimat berada di bawah kamarnya yang menjadi sumber rasa sakitnya. Untungnya ia segera sadar.


Ibu Suri menggunakan kejadian ini sebagai alasan yang sempurna untuk memanggil Nok Young dan berkata kalau Kepala Peramal yang sekarang kurang kuat untuk menangkal kejahatan.
Ia berencana untuk menyuruh Nok Young melawan kutukan mistik yang mengenai Raja dan juga untuk menghilangkan energi perkawinan yang jelek antara Raja dan Ratu.


Saat Hwon terbangun di tempat tidurnya, Woon duduk disebelahnya. Ia meminta Woon untuk mencari Yeon Woo lagi, “Ada sesuatu dimatanya. Ia menyembunyikan sesuatu dariku.” Ia memerintahkan Woon untuk pergi mencarinya.  Ia ingin memastikan sesuatu. Ia tahu kalau Woon belum pernah bertemu dengan Yeon Woo. Wol sangat mirip dengan Yeon Woo.Woon pun pergi dengan naik kuda pagi harinya.
Ia kembali ke rumah Yeon Woo, tapi rumah itu sudah kosong dan kelihatannya ditinggalkan dengan terburu-buru. Ia mengambil sebuah batu dari lantai.


Pagi hari, Putri Min Hwa menjerit ketakutan ketika melihat matanya yang bengkak, setelah makan camilan semalam. Ia mengeluh kalau suaminya pasti akan membencinya setelah ia melihat wajahnya dan ia akan berakhir  sendirian dan berkeliaran dijalanan, tidak akan pernah dicintai secara benar.


Ibu Yeom melihatnya putus asa dan kemudian berbicara dengan Yeom kalau semalam  seharusnya ia bersama Min Hwa. Ia memarahinya karena tidak tegas tentang masalah penyempurnaan perkawinannya.
Ibunya berkata kalau Putri Min Hwa pasti sangat repot dan sungkan karena dialah yang pertama membicarakan tentang hal ini. Yeom minta maaf dan berkata kalau ia pasti tertidur setelah membaca buku.
Ibu juga memikirkan hal yang sama, ia kemudian bertanya apa ia menghindari Min Hwa karena tujuan tertentu. Yeom bersumpah kalau ia tidak pernah berniat seperti itu. Ia berkata kalau Min Hwa masih terlalu muda, ia masih melihatnya seperti adiknya. Tapi Ibu mengingatkannya kalau ia sudah cukup umur untuk mempunyai anak. Ia juga bukan adiknya tapi istrinya.
Ibu menambahkan kalau Putri Min Hwa adalah anugerah yang tak ternilai bagi keluarga mereka dan ayahnya sudah mengatakan sebelum ia meninggal kalau mereka tidak boleh melupakannya. Yeom meyakinkan ibunya kalau ia tidak akan pernah melupakannya.


Ibu Suri mengirim tiga orang menteri untuk membawa Nok Young kembali ke istana dan mereka menemukannya di rumahnya yang baru. Ia menolak permintaan mereka untuk kembali ke Seongsucheong dan ketika mereka menjadi penasaran ketika melihat Yeon Woo, Nok Young memberitahu mereka kalau ia akan menemui Ibu Suri secara pribadi.


Sedangkan Yeon Woo pergi ke kota untuk mencari Seol. Ia berusaha menggunakan kekuatan barunya untuk mencari tahu dimana Seol. Ia meletakkan jari di dahinya, tapi tetap tidak berhasil. Ia heran kenapa kekuatannya hilang, atau ia tidak pernah memilikinya. Lalu, darimana kenangan itu berasal?
Yang tidak diketahui Nok Young adalah salah satu menteri itu memandang Yeon Woo lebih dari sekedar penasaran. Daripada ia pulang tanpa membawa apa-apa dan dihukum oleh Ibu suri, ia menyuruh pembantunya untuk menangkap Yeon Woo dan mereka pun kembali ke istana dengan membawa Yeon Woo yang dikunci di sebuah tandu.


Yeon Woo berusaha untuk keluar dan tiba-tiba ingatan ketika ia dikunci di peti mati mulai muncul.  Ia mencakar dinding tandu dan terengah-engah seperti kekurangan udara.
Saat mencengkeram dadanya, ia bertanya-tanya dan kaget, “Ingatan siapa ini?”


NB: bagi yang ingin streaming online bisa nonton di www.ionair.tv. Ada caption bhs inggrisnya, tapi kadang ga fungsi. Tinggal register, langsung bisa nonton. Biasanya drama ini dimulai jam 19.30 WIB





Credits: www.dramabeans.com

4 comments:

bLogKu mengatakan...

terima kasih oenni sinopnya di tunggu ep 8 nya....
aku suka banget baca sinop di sini....
sering banget aku baca di sini tpi baru skrg bisa coment...
salam kenal
semangat...

crie_cri

nheyra mengatakan...

Waah... update terus ya sinopsisnya... makasi ya ^_^
Makin penasaran deh sama critanya,,, smangaaat... ditunggu recaps buat episode 8 ^_^

Sarah Narin mengatakan...

wahh.. episod 7 suda ada :D
gomawoo unnie (atau oppa [?])
^^

Wa Ode Berlian mengatakan...

salam kenal kak,aku dah lama baca sinopsis di sini dari mulai my princess sampai the moon that embraces the sun.semangat yaaaa kakkkkk

Posting Komentar