Pages

14/02/12

CAN'T LOSE EPISODE 15


Eun Jae heran kenapa mereka berdua sudah saling mengenal. Hyung Woo bertanya kenapa Seok Hoon ada disini, Seok Hoon berkata kalau ia ingin melihat tempat kerja Eun Jae Hyung Woo mempersilahkannya masuk. Hyung Woo dan Seok Hoon duduk sambil saling memandang, mereka ingin menunjukkan siapa yang berhak. Sedangkan Eun Jae bingung melihat tingkah keduanya. Baik Hyung Woo maupun Seok Hoon terlalu terhanyut sehingga mereka tidak menyadari kalau Eun Jae meninggalkan mereka.
Para staff Hope bertanya-tanya apa maksudnya ini. Hyung Woo mungkin sudah menikah dengan Eun Jae selama setahun, tapi Seok Hoon sudah mengenal Eun Jae selama 5 tahun dan berpacaran dengannya selama 3 tahun. Woo Shik juga mengenal Seok Hoon dengan baik sehingga ia tahu kalau Seok Hoon juga benci kalah. Ia tidak akan mundur dengan mudah dan itu bukan berita bagus bagi Hyung Woo. Hyung Woo tetapa terlihat tenang dan terus bekerja, tapi kakainya terus bergerak yang menandakan kalau ia sedang gelisah.
Di atap, Eun Jae terlihat muram. Ia pun bergumam, “Kenapa kau tidak datang padaku?” Deuk Hee datang dan memberitahu kalau Seok Hoon sudah pergi. Ketika Eun Jae bertanya apa yang dilakukan Hyung Woo. Deuk Hee menjawab kalau  Hyung Woo sedang bekerja, jika ia ingin bertemu dengannya, ia harus turun dulu. Eun Jae heran, “Bagaimana ia bisa bekerja dalam suasana seperti ini?”


 Hyung Woo menjelaskan pada Eun Jae bagaimana ia bertemu dengan Seok Hoon dan terlanjur mendoakannya supaya ia bisa mendapatkan mantan pacarnya lagi. Eun Jae memberitahunya kalau ia tidak tertarik pada mantan pacarnya, dan berusaha menenangkan Hyung Woo.
Di luar, Eun Jae mengingat kata-kata Hyung Woo kalau Seok Hoon masih punya perasaan padanya. Ia mendesah, ‘Ternyata ia belum melupakanku. Kenapa ia masih menyimpan perasaan seperti itu?”
Tapi Go Ki menggoyangkan kepercayaan diri Hyung Woo dengan memberitahunya kalau wanita lemah jika bertemu lagi dengan mantan pacarnya. Ia memperingatkan, jangan meremehkan kekuatan kenangan. Wanita suka menyimpan kenangan indah dan mengingatnya ketika mereka lemah.


Kata-kata Go Ki membuat Hyung Woo berkhayal. Ia membayangkan Eun Jae dan Seok Hoon sedang berpacaran. Mereka berjalan-jalan, makan kemudian belajar naik sepeda. Go Ki menyadarkannya dan memberitahu kalau Seok Hoon orang yang tidak suka kalah. Hyung Woo menyahut kalau ia akan mempertahankan Eun Jae apapun yang terjadi.

 Ketika ia masuk ke dalam kantor, Eun Jae sedang makan. Ia heran apa restoran itu mengganti chefnya, karena masakan ini terasa enak. Woo Shik menyahut kalau Hyung Woo berkata kalau makanan itu tidak enak, sedangkan Deuk Hee menyimpulkan kalau rasa masakan akan berbeda jika perasaanmu sedang senang. Hyung Woo mulai merasa gelisah. Ia kemudian mengajak Eun Jae kencan.


Seok Hoon mampir ke tempat ibu Eun Jae, ia datang untuk menyapanya. Ketika ia menyebut tentang perceraian Eun Jae, ibu menjadi gelisah.
Seok Hoon meyakinkannya kalau ia tidak akan meminta ibu untuk berpihak kepadanya dan berkata dengan sedih kalau ia tahu Eun Jae akan menginterpretasikan keberangkatannya sama dengn meninggalkannya, ia akan tetap tinggal di Korea. (bengawanseoul.com)Ibu memberitahunya kalau Eun Jae mempunyai tendensi untuk mengartikan kalau orang yang meninggalkan sisinya berarti membuangnya selamanya.


Hyung Woo berencana untuk mengajari Eun Jae naik sepeda. Ia bertanya dengan ragu-ragu apakah Eun Jae sudah pernah belajar naik sepeda dari seseorang. Eun Jae menjawab tidak. Tapi Hyung Woo kemudian kecewa ketika Eun Jae memberitahunya kalau ia bisa naik sepeda, “Kenapa para pria selalu menyimpulkan kalau wanita tidak tahu hal seperti ini?”


Eun Jae mengusulkan agar mereka berdua bersepeda bersama dan kencan itu diteruskan di rumah dengan memasak makan malam bersama dan menyewa film. Mereka menonton film bersama. Eun Jae tidur di pangkuan Hyung Woo dan berkata kalau ia sangat menyukai film ini. (bengawanseoul.com)Hyung Woo tersenyum dan berkaat inilah enaknya berkencan setelah bercerai, mereka tidak perlu memikirkan harus pergi kemana.
Kencan mereka diganggu oleh kedatangan ibu, yang kemudian memarahi keduanya. Ibu datang sambil membawa tas. Ia mengumumkan kalau ia akan tinggal bersama Eun Jae. Ibu memperingatkan Hyung Woo untuk memutuskan dengan cepat apa ia akan kembali bersama Eun Jae atau tidak, “Jika tidak  kau akan kehilangan putriku!”


Eun Jae mendesah kalau hidupnya akan kembali rumit, tapi Eun Jae tetap senang karena tinggal bersama ibunya. Eun Jae memperingatkan ibu untuk tidak sering-sering mengomelinya.
Ibu mulai menyinggung tentang Seok Hoon dan bagaimana ia masih menyukainya. Eun Jae heran kenapa mantan pacarnya masih berkeliaran didekatnya, tapi ibu menyuruhnya melihat dari sudut pandang Seok Hoon. Eun Jae mengerti. Seok Hoon sudah mencoba untuk menghubunginy setelah ia pergi, tapi Eun Jae lah yang selalu menolak telponnya, berpikir kalau ia sudah ditinggalkan dan berkeras untuk melupakannya.


Di kantor, Eun Jae melihat Deuk Hee sedang berfoto selca (self camera). Ia menganggapnya kekanakan tapi tetap ingin mencobanya. Ia mengambil beberapa foto di kamar mandi. Ketika ia ragu-ragu akan mengirimnya, Deuk Hee merebut ponselnya dan mengirim foto itu kepada Hyung Woo, sebelum Eun Jae bisa menghentikannya.


Eun Jae merasa malu tapi Hyung Woo menganggapnya foto-foto itu sangat manis dan kemudian menunjukkan pada yang lain. Eun Jae membalas Deuk Hee dengan merebut ponselnya dan menyuruh Hyung Woo mengirim foto Deuk Hee kepada So Ju.


Tiba-tiba Seok Hoon masuk ke kantor Hope. Ia ingin mengajak Eun Jae bekrjasama dengannya pada kasus kontrak yang tidak bisa ditanganinya sendiri, lagipula firmanya sedang kekurangan tenaga. Eun Jae ingin mengambil kasus itu, tapi bertanya Hyung Woo dulu untuk meminta persetujuan, walaupun dengan terangan-terangan Seok Hoon berkata kalau Eun Jae tak perlu melakukan itu, karena ini hanyalah masalah bisnis. (bengawanseoul.com)Lucunya, ketika ia mengajak Woo Shik makan malam, Woo Shik juga bertanya Hyung Woo  untuk meminta ijin. Seok Hoon kesal, ia bertanya apa Hyung Woo harus memberi persetujuan untuk semua hal yang terjadi di kantor ini.
Hyung Woo merasa tegang melihat semua perubahan ini, tapi ia tetap memberitahu Eun Jae supaya mengambil kasus ini, karena bisa membantu Hope. Ia berkata pada Eun Jae kalau ia adalah pengacara yang hebat yang pasti bisa menangani kasus ini dengan baik. Ia mempercayai kemampuan Eun Jae.
Woo Shik dan Seok Hoon makan malam di tempat Young Joo. Young Joo memuji kesempurnaan Seok Hoon. Seok Hoon meyakinkan Woo Shik kalau ia tidak menggunakan kasus itu untuk mendapatkan Eun Jae lagi. Ia menambahkan kalau ia mendengar Hope sedang berjuang dan ia berpikir bisa membantu dengan kasus ini, yang mungkin akan mengurangi beban Eun Jae. Lagipula, kasus ini juga akan menambah koneksi Eun Jae sehingga ia akan mudah mendapatkan pekerjaan.


Prof Jo masuk dan kaget ketika melihat Seok Hoon yang juga mahasiswanya di jurusan hukum, walaupun ia tidak pernah tahu kalau Eun Jae dan Seok Hoon pernah berpacaran. Karena mereka berkencan setelah lulus. Young Joo menyela kalau Seok Hoon ingin kembali pada Eun Jae. Prof Jo menyadari sepenuhnya apa artinya ini bagi Hyung Woo dan bertanya padanya kemudian di rumah Woo Shik. Hyung Woo berkeras kalau ia mempercayai Eun Jae dan Prof Jo memberitahunya kalau masalah terbesarnya bersama Eun Jae adalah mereka tidak memberitahu satu sama lain apa yang sebenarnya mereka rasakan.
Semua orang merasa khawatir dengan kembalinya Seok Hoon, tapi Hyung Woo berpura-pura kalau ia merasa aman. Eun Jae kemudian menelpon dan bertanya apakah ia mau bertemu dengannya sebelum ia pergi dengan Seok Hoon besok, untuk melakukan perjalanan bisnis, tapi Hyung Woo berkata kalau ia akan menemuinya setelah ia kembali saja.


Eun Jae dan Seok hoon tiba di sebuah resort untuk mengurus masalah kontrak dan Eun Jae berterus terang kalau sebaiknya mereka memisahkan antara pekerjaan dan masalah pribadi. Seok Hoon meyakinkan Eun Jae kalau ia selalu melakukan hal itu.
Dan kemudian….Hyung Woo datang dan bergabung dengan mereka dan menyatakan kalau ia tidak bisa mengijinkan Eun Jae mengambil kasus ini. Eun Jae merasa malu dan ingin meneruskan pembicaraan ini berdua saja (tanpa Seok Hoon). Ia kemudian bertanya kenapa Hyung Woo membuat kekacauan seperti itu padahal ia datang ke sini untuk bekerja.
Eun Jae melihat Seok Hoon dan meminta Hyung Woo untuk tidak bertengkar di depannya. Ketika ia akan pergi, tak sengaja Eun Jae terjatuh. Baik Hyung Woo maupun Seok Hoon segera menghampirinya. Eun Jae merasa malu dan segera pergi. Seok Hoon mengingatkan Hyung Woo, jika ia bersama Eun Jae ia harus selalu membawa obat. Hyung Woo tahu, hanya saja, kali ini ia terburu-buru sehingga tidak sempat membawa obat. Seok Hoon berkata kalau Eun Jae terlihat sangat tersakiti.


Eun Jae berkeras kalau ia tidak tertarik pada Seok Hoon dan akhirnya mereka pun bertengkar. Mendebatkan hal-hal lama. Mereka mendesah kalau mereka sudah sering berdebat tentang hal ini. Hyung Woo memperingatkannya untuk tidak meneruskan kasus ini yang membuat Eun Jae berkeras kalau ia akan tetap mengerjakannya. Saat Eun Jae pergi, ia bergumam, “Tidak ada yang berubah sama sekali.”
Hyung Woo pergi untuk mencari Eun Jae, tapi berjam-jam kemudian baru menemukannya. Ternyata ia sedang minum disebuah restoran.  (bengawanseoul.com)Hyung Woo sangat kesal karena Eun Jae mematikan ponselnya dan memberitahunya untuk melakukan apapun yang ia mau kemudian pergi dengan geram.


Seok Hoon bergabung dengannya dan tahu kalau Eun Jae sedang berpikir apakah ia akan bekerja bersamanya atau tidak. Ia pun menyuruh Eun Jae untuk memikirkannya lagi.  Eun Jae berkata kalau ini adalah masalah lama dan mereka sudah mendebatkannya berkali-kali.


Hyung Woo pergi ke bar untuk berbicara dengan Tae Young yang memberitahunya apa yang dirasakannya adalah hal yang normal. Ia bahkan menawarkan untuk menyingkirkan pria itu untuknya yang membuat Hyung Woo kembali bersemangat, walaupun ia tahu itu hanya bercanda.
Di Hope, Hyung Woo berbicara dengan seorang klien yang sedang punya masalah tentang pertukaran bayi. Keluarga yang lain ingin menukar putra mereka lagi, tapi ia sudah terlanjur sayang dengan putra yang dibesarkannya.


Eun Jae kembali dari perjalanannya dan Hyung Woo mengaku kalau sebenarnya ia tidak apa-apa jika Eun Jae bekerja dengan mantan pacarnya. Ketika ia meninggalkan resort itu, bukan berarti ia ingin melarikan diri dari masalah, ia hanya tidak ingin bertengkar di depan Seok Hoon. Ia ingin melakukan saran dari prof Jo untuk mengungkapkan perasaannya secara terbuka mulai dari sekarang walaupun bisa menyebabkan pertengkaran.
Eun Jae setuju tapi menambahkan beberapa syarat: Hyung Woo bisa mengambil alih kasus itu karena Hope sangat membutuhkannya dan ia ingin  berpisah sementara. Ia sangat membenci pertengkaran dan ingin beristirahat dari hal itu, jadi untuk beberapa waktu ia ingin memperlakukannya seperti teman dekat saja. Hyung Woo setuju walaupun sebanarnya ia keberatan..
Mereka berhenti sejenak karena ada telp yang berhubungan dengan  kasus Ji Ho. Ji Ho sudah mengaku kalau pacarnya yang mengemudikan mobil yang membunuhnya, tapi mereka kesulitan mencari saksi untuk mendukung pengakuannya tersebut. Sekarang mereka menemukan petugas pom bensin yang ingat kalau ia pernah berdebat dengan pacarnya, tapi ia tidak mau memberikan kesaksian.
Di rumah, Eun Jae mendesah pada ibunya kalau ia berpikir ia mungkin akan benar-benar berpisah dengan Hyung Woo. Ibu malah memarahinya karena berpikir terlalu lama.
Hyung Woo melepaskan stressnya di ring tinju, sedangkan ibu mengomeli Eun Jae, kenapa ia hanya diam dirumah dan bermalasa-malasan. Apa ia tidak punya teman?


Di akhir pekan, Woo Shik menelpon Eun Jae karena ia ingin memberikan dukungan moral pada putrinya yang akan menikah. Eun Jae pun menemaninya masuk ke dalam ruang pernikahan, menyuruhnya tetap masuk ketika ia berbalik pergi. (bengawanseoul.com)Ia tetap tidak bisa melakukannya dan meminta Eun Jae untuk mengantarkan surat pada putrinya, sedangkan Woo Shik menunggu diluar dengan menyedihkan.


Eun Jae menemukan pengantin itu sedang menunggu di sebuah kamar dan memberitahunya kalau ayahnya ada disini, tapi putri Woo Shik tidak mau mendengarnya dan membuang surat itu dengan marah. Eun Jae dengan lembut memberitahunya kalau semua orangtua mencintai anak-anaknya, mungkin mereka hanya menunjukkannya dengan cara yang berbeda. Ia pasti akan menyesal jika tidak membaca surat ayahnya.
Putri Woo Shik pun memikirkan kata-kata Eun Jae dan memutuskan untuk membaca surat itu.
 “Jin So Ya, tidak ada yang bisa kukatakan padamu. Aku sangat menyesal karena aku tidak bisa meminta maaf padamu. Ketika kau lahir, kau sangat rapuh, sampai aku takut menyentuhmu karena takut kau akan menghilang. Tapi kau sekarang telah tumbuh dewasa dan akan menikah. Aku sangat bangga padamu. Putriku yang pintar, kau tidak memilih pria sepertiku kan? Jika menantuku seperti diriku, aku akan memukulnya. Semoga bahagia selamanya.”


Ia merasa tersentuh dan menangis. Putri Woo Shik segera pergi keluar dan memanggil Woo Shik. Putrinya menangis, “Apa kau akan memegang tanganku? Jika kau pergi sekarang, aku benar-benar tidak akan pernah menemuimu lagi.” Merekapun berpelukan.
Ibu Eun Jae menelpon Hyung Woo untuk bertanya apa sesuatu terjadi pada hubungannya dengan Eun Jae. Ia tahu kalau akhir-akhir ini hubungan mereka menegang. Hyung Woo memberitahunya kalau Eun Jae ingin berpisah sementara dan ibu memberitahunya kalau Eun Jae melakukan itu karena ia ingin melindungi dirinya sendiri.


Ibu mendapat telpon penting dan meminta Hyung Woo mengantarnya ke rumah sakit, kesehatan ayah Eun Jae memburuk. Ibu mendesah kalau seharusnya Eun Jae bertemu dengan ayahnya sekali sebelum ia meninggal, walaupun ia mengerti kenapa Eun Jae tidak mau bertemu dengan ayahnya, yang telah memberinya banyak penderitaan ketika ia masih kecil. Ibu memberitahu Hyung Woo kalau Eun Jae selalu melarikan diri ketika menyadari ia akan terluka, untuk melindungi dirinya sendiri.


Eun Jae memikirkan kata-kata yang diucapkannya pada putri Woo Shik, ia mencemooh dirinya sendiri kalau biasanya ia jarang memberikan nasehat tentang hubungan ayah dan anak. Ia kemudian bertemu dengan Seok Hoon dan memberitahunya kalau ia mengundurkan diri dari kasus yang ditawarkannya karena Hyung Woo yang akan mengambil alih untuknya.
Ia minta maaf karena dulu pernah menyakiti Seok Hoon dan mengaku kalau ia hanya memikirkan perasaannya sendiri. Tapi ia memberitahu Seok Hoon kalau sekarang ia ingin fokus pada dirinya sendiri. Hidup dengan nyaman dan memberitahunya kalau ia tidak ingin memulai apapun dengan Seok Hoon.


Hyung Woo menunggu di luar apartemen Eun Jae malam itu dan melihat Seok Hoon serta Eun Jae berjalan bersama. Ia pun cemburu. Ia segera meraih pergelangan tangan Eun Jae dan menariknya menjauh. Ia marah dan bertanya kenapa Eun Jae bersama orang yang ia bilang sebelumnya kalau ia tidak akan menemuinya. Eun Jae memberitahunya kalau ia bertemu dengan Seok Hoon karena ingin mengatakan kalau ia tidak bisa lagi menangani kasus yang ditawarkannya. Kata-kata Eun Jae menenangkan Hyung Woo, Hyung Woo kemudian memberitahu Eun Jae kalau ia bertemu ayahnya hari ini, “Aku mengerti seberapa dalam sakit hatimu padanya.”


Eun Jae berhenti, ia terpaku dan Hyung Woo memeluknya, berkata kalau ia ingin bersamanya malam ini,” Aku akan menghiburmu, seperti yang pernah kau lakukan padaku.”
Tapi Eun Jae, “Kau dan aku berbeda. Masalahmu dan ibumu muncul karena kalian saling mencintai, tapi masalahku berbeda, aku selalu berharap ayah memegang tanganku sekali saja, tapi ia tidak pernah menunjukkan wajahnya.” Jadi yang ia bisa lakukan hanyalah berkhayal kalau ayahnya memegang tangannya. Eun Jae kecil yang selalu menangis karena ayahnya tidak pernah berbalik untuk melihatnya. Ia marah pada ayahnya karena sekarang ia sakit dan membuatnya menjadi orang jahat karena tidak mau melihatnya ketika ia sekarat,”Aku tidak bisa berbaikan dengannya. Aku tidak mau.”
Eun Jae pulang ke rumah sendirian dan menangis. Ia memikirkan Woo Shik dan putrinya, “Aku sangat iri pada mereka.”


Hyung Woo duduk di sebuah pojangmacha dimana Seok Hoon juga duduk disana sambil minum soju. Mereka berdua tidak senang bertemu disana, tapi karena mereka akan bekerja bersama, Seok Hoon mengundangnya untuk bergabung dengannya. Ia memberitahu Hyung Woo kalau Eun Jae punya kebiasaan untuk bersembunyi didalam guanya jika ia punya masalah, tapi Hyung Woo bisa menemaninya paling tidak di pintu gua, “Aku tidak bisa, walaupun aku menginginkannya. Dan itu membuatku marah.”


Hyung Woo berterimakasih pada Seok Hoon karena sudah berterus terang padanya dan ia juga akan berterus terang padanya. Seok Hoon mencondongkan badannya dan menyatakan kalau ia tidak akan menyerah. Hyung woo juga mencondongkan badannya untuk menantang, “Apa aku kelihatan akan menyerah?” Seok Hoon: “Aku memberitahumu karena kelihatannya kau tidak akan menyerah juga. Mari kita lihat bagaimana akhirnya.”








Credits:www.dramabeans.com

0 comments:

Posting Komentar