Pages

22/02/12

CAN'T LOSE EPISODE 17


Eun Jae kehilangan ayahnya tepat saat ia akhirnya memutuskan untuk berbaikan dengannya dan ia mengeluarkan isi hatinya sambil menangis.Beberapa saat kemudian, setelah ia tenang, ia masuk ke dalam kamar ayahnya. Ibunya menangis dan berkata kalau mereka sudah menunggunya, sedangkan Eun Jae melihat wajah ayahnya dan bertanya-tanya apakah mereka mirip satu sama lain. Ia melihat keanehan dalam kemiripan itu, “Tapi aku tidakm erasa canggung. Aku merasa kalau aku telah sering melihatnya.”
Ia menangis disamping tempat tidur ayahnya dan berkata kalau seharusnya ia bertahan sebentar lagi, “Maaf, aku datang terlambat.”


Setelah pemakaman itu, Eun Jae dan Hyung Woo berhenti di danau supaya Eun Jae bisa mengucapkan selamat tinggal. Ia berteriak di danau itu, dialamatkan kepada ayahnya. Ia berkata kalau ia memaafkannya dan sekarang ia tahu bagaimana wajahnya, ia akan menemuinya dalam mimpinya, “Ketika kita bertemu, kau harus menerimaku apapun yang kulakukan, karena aku akan bertindak kekanak-kanakan dan akan membuatmu kesal.”


Hyung Woo menambahkan janjinya: “Jangan mengkhawatirkan putrimu, Ayah! Aku akan menjaganya!” Eun Jae berteriak lagi, “Selamat tinggal ayah!”
Eun Jae pulang ke rumah dengan mood yang lebih baik dan melihat ibu duduk disana dalam keadaan tertekan bersama Tae Young. Eun Jae menyuruh adiknya untuk menginap dan ia pun segera menyiapkan makan malam.



Hyung Woo keluar ketika ia ditelpon oleh Seok Hoon yang ingin tahu apakah Eun Jae bisa tegar. Ia sudah pergi ke rumah sakit, tapi berbalik, ia tidak ingin menambah beban Eun Jae. Ia hanya tahu sedikit tentang masalah rumit Eun Jae dengan ayahnya dan meminta Hyung Woo untuk menjelaskan kepadanya, karena ia mencoba memahami sesuatu. Hyung Woo menganjurkan agar ia bertanya secara langsung pada Eun Jae saja, tapi ia tidak mampu menolak permohonan Seok Hoon yang sungguh-sungguh.


Ketika Hyung Woo kembali ke rumah, Eun Jae melihat adik dan ibunya sedang makan nasi goreng kimchi buatannya. Ia menunggu  komentar mereka apakah masakannya enak atau tidak. Tapi masakannya tidak enak, Eun Jae jadi rewel tentang makanan mereka yang membuat adiknya kesal dan ibunya yang sedang lesu menyuruhnya untuk membiarkan saja.
Ibu hanya berkata, “Apa ini makanan yang tidak enak dalam hidupku?”dan Tae Young berkata, “Biarkan saja. Aku sudah terlanjur makan.” Mengabaikan usaha Eun Jae untuk memperbaiki masakannya. Mereka terlihat seperti keluarga, saling bertengkar dan berdebat tanpa takut memikirkan perasaan Eun Jae.


Saat ia mengantarkan Hyung Woo keluar, Eun Jae memberitahunya kalau situasinya dengan ayahnya membuatnya memutuskan untuk tidak melakukan apapun yang membuatnya menyesal. (bengawanseoul.com)Ia punya masalah khusus yang sedang dipikirkannya tapi belum siap untuk berbagi dengannya, “Aku akan memberitahumu ketika aku sudah membuat keputusan.”
Sepertinya ia sedang memikirkan situasi perkawinannya dan ia memberikan sweater yang dibelinya untuk ayah, dan memberitahu Hyung Woo kalau ayahnya pasti setuju jika ia memberikannya kepadanya.
Hyung Woo memberitahunya kalau ia telah bertemu dengan Seok Hoon dan terlanjur memberitahunya situasi antara Eun Jae dengan ayahnya, “ Aku tidak merasa terganggu lagi olehnya. Aku berterimakasih padanya, berkat dirinya, aku menjadi lebih jujur terhadap perasaanku.”
Eun Jae berkata kalau ia akan melakukan hal yang sama, kemudian mengucapkan selamat tinggal dengan berjalan ke belakang dan melambaikan tangan. (bengawanseoul.com)Tak sengaja ia tersandung dan terjatuh. Hyung Woo segera mendekatinya dan menolongnya. Hyung Woo, “Itu tidak membuatku terlihat keren ya?’ Eun Jae: “Tidak sama sekali.”


Tae Young sedang menidurkan ibu di sofa ketika Eun Jae kembali dan Eun Jae berkata kalau Tae Young menganggap dirinya sebagai putra kandung ibu saja, walaupun mereka tidak ada hubungan darah. Ibu duduk dan memberitahu Eun Jae kalau Tae Young sudah dianggapnya sebagai putra. Ibu memegang tangan Tae Young dan berterimakasih padanya karena telah bertindak seperti putranya. Tae Young mengulang kata yang pernah diucapkan Hyung Woo sebelumnya, kalau ia tidak menyukainya karena membuatnya merasa jauh. Ibu mengangguk, “Karena kau adalah keluarga.” Ia memberitahu mereka kalau sekarang mereka harus bertengkar dan berbaikan layaknya seperti keluarga.
Di kamarnya, Eun Jae melepas kain yang menutupi foto pernikahannya.


Hyung Woo kembali ke rumah Woo Shik dan ia mulai bercerita kalau ia ingin rujuk dengan Eun Jae. Tapi pria yang lain tidak berminat mendengarkan , mereka lebih suka menonton TV dan Hyung Woo pun diam. Ternyata ini adalah taktik baru mereka, karena ketika sebuah hubungan masih ada di tahap awal, lebih baik kalau orang disekitar pasangan itu tetap tidak memperhatikan dan membiarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri, jika tidak, mereka hanya akan menghambat hubungan mereka.


Paginya, Hyung Woo menemukan Eun Jae sedang menunggu di sekitar rumah Woo Shik. Ia tersenyum dan beralasan kalau ia ingin menghemat bensin. Mereka berjalan bergandengan tangan, dimana Hyung Woo mengenakan sweaternya yang baru.


Pasangan itu membuat rencana untuk makan siang bersama walaupun setengah jam sebelum makan siang Eun Jae mendapat telpon dari Seok Hoon. Sekarang Seok Hoon tahu masalah Eun Jae dan ayahnya. Ia memberitahunya dengan sedih kalau ia merasa menyesal. Selama ini ia berpikir  kalau ia satu-satunya orang yang punya masalah keluarga dan Eun Jae sudah menyemangatinya untuk memperbaiki hubungannya dengan orangtuanya dan ternyata ia menyimpan rasa sakit hatinya sendirian.
Eun Jae memberitahunya ada hal pokok yang berbeda antara mereka berdua, ia telah ditelantarkan oleh ayahnya tapi Seok Hoon tidak. Masalahnya berawal karena diadopsi oleh keluarga yang kemudian punya anak sendiri dan hidup dalam keluarga dimana ia merasa seperti orang luar.
Seok Hoon belum bertemu dengan keluarganya sejak pulang ke Korea dan Eun Jae menyemangatinya agar ia pulang dan membagi perasaannya dengan mereka.  Ia menambahkan kalau sekarang ia tahu  rasanya sebuah penyesalan.
Eun Jae berhasil membujuk Seok Hoon dan Seok Hoon berniat untuk pulang. Sebelum berpisah, Eun Jae memberitahu Seok Hoon kalau ia ingin mencoba berhubungan dengan Hyung Woo lagi. Seok Hoon tetap tersenyum dan menerima keputusannya, walaupun ia mendesah ketika melihat Eun Jae bergegas pergi untuk menemui Hyung Woo.
Hyung Woo membuat alasan kalau ia harus menemui seorang klien supaya bisa meninggalkan kantor. Tapi mereka tidak bisa dibodohi. Hyung Woo tidak tahu itu. Ketika ia menunggu dalam restoran, ia kaget melihat semua staffnya datang kesana. Ia segera mengsms Eun Jae untuk membatalkan rencana mereka dan mencoba untuk mencari cara keluar.


Eun Jae segera masuk ke dalam restoran dan berhenti sejenak ketika melihat para staffnya duduk di depan pintu. Hyung Woo berusaha tidak melihat mereka. Ia menganggap kalau ia tidak melihat mereka, maka mereka juga tidak melihatnya. Eun Jae duduk semeja dengan staffnya supaya tidak ketahuan sedang berkencan dan berpura-pura datang untuk makan semdirian. Tapi Go Ki berkata, “Jadi kau akan mengabaikan Hyung Woo yang duduk disana sendirian?”
Mereka menyeringai karena malu karena seharusnya mereka berkencan dan dimana Eun Jae ingin mengatakan pada Hyung Woo kalau ia ingin rujuk lagi.
Di kantor, Eun Jae berkata kalau ia tidak melihat smsnya karena ia sedang bersama Seok Hoon, Hyung Woo pun langsung menyahut, “Apa?” sebelum ia ingat kalau ia tidak cemburu lagi. Ia kemudian mengaku kalau itu sudah jadi kebiasaan. Eun Jae merasa canggung jika harus mengatakan keinginannya sekarang, jadi ia menyarankan agar mereka makan malam bersama.


Mereka akhirnya makan ramen di rumah. Eun Jae mulai membuka topik itu, tapi kemudian bingung, kata apa yang harus digunakan? Bagaimana mengatakannya? Ia pun memasukkan mi ke dalam mulutnya dan matanya menghindari tatapan Hyung Woo,”Mau kembali bersama?”
Hyung Woo menyuruhnya untuk mengucapkannya lagi, tapi reaksinya tidak seperti harapan Eun Jae, “Kita tidak bisa memutuskan suatu hal dengan terburu-buru.” (bengawanseoul.com)Eun Jae pun menyerah dan berkata kalau mereka tidak bisa memutuskan seperti itu, ia baru saja akan mengatakannya.
Jadi ketika mereka pulang dan Hyung Woo ingin memperpanjang pertemuan mereka dengan berjalan-jalan atau mengobrol, Eun Jae yang kesal langsung berkata kalau ia kedinginan dan ingin cepat pulang.
Tapi sebenarnya Hyung Woo tidak secuek itu, ia segera memberitahu Go Ki kalau Eun Jae mengajak rujuk. Go Ki tidak melihat kalau itu adalah masalah.


Eun Jae mendesah pada Tae Young kalau ia menawarkan rujuk dan ditolak. Ia sudah memutuskan, misalkan masalah lama mereka muncul lagi, kali ini ia bisa bangkit lagi dan memaafkan, “Berbagi penderitaan adalah sesuatu yang dilakukan oleh keluarga. Seperti kita.”
Sekarang ia bertanya-tanya apakaha ia salah dalam mengatakannya atau ia harus menambahkan unsur romantis?


Versi 1, sebuah bar yang remang-remang. Hyung Woo duduk sendirian di meja. Suaranya terdengar menyanyikan sebuah lagu, kemudian ada cahaya yang membuatnya terlihat duduk didepan piano. Hyung Woo sangat terkesan dan setuju dengan tawaran Eun Jae untuk rujuk.
Versi 2, mereka duduk diluar ruangan, di sebuah meja dekat dengan air mancur. Mereka minum anggur merah. Eun Jae meminta rujuk dan Hyung Woo mengangguk dengan antusias.


Versi 3, Eun Jae berdiri di panggung serta disorot lampu, sedangkan Hyung Woo duduk di kursi penonton . Sebuah mikrofon ada didepan Eun Jae, Eun Jae pun minta suapaya mereka bersama lagi. Hyung Woo langsung membuat bentuk hati dengan tangannya.
Tae Young menyebutnya skenario murahan dan Eun Jae mendesah kalau ia harus puas berkencan.
Sayangnya, ibu mendengar pembicaraan mereka, walaupun Eun Jae membantah dan mencoba membuat situasinya terlihat tidak begitu menyedihkan. Ibu tidak percaya dan berkata kalau ia sangat kecewa pada Hyung Woo, “Tapi kau bisa mendapatkan Seok Hoon juga.”


Malam itu, mereka bertiga tidur diruang tamu. Ibu memberikan nasehat kalau sebaiknya ia bersama pria yang lebih mencintainya daripada orang yang ia cintai. (bengawanseoul.com)Eun Jae mendesah kalau ibu benar dan menyebutkan semua hal yang menunjukkan kalau itu benar, ia yang pertama kalai menyarankan agar mereka menikah, ia juga yang meminta agar mereka mendirikan firma duluan….Ibu memotong perkataannya, “Apa kau akan menunjukkan semua hal yang menyedihkan itu sekarang? Tae Young berkata kalau harga dirinya sudah mencapai dasar.
Paginya, Hyung Woo mencoba untuk menjemput Eun Jae di luar apartemennya, tapi Eun Jae sudah ada dikantor dan masih kesal, Ia memperlakukan Hyung Woo dengan sopan tapi dingin dan memandangnyanya dengan pandangan marah
.

Hyung Woo memberitahu Go Ki kalau ia belum tahu cara yang terbaik untuk melakukan “itu”, Tapi ia harus segera membuat  “sebuah lamaran yang baik.”
Hyung Woo menjelaskan kalau ia ingin melakukannya disaat yang tepat, karena ia tidak bisa melakukan untuk yang pertama kali. Dan tahu kalau ini pasti berat untuk Eun Jae karena harus mengatakannya terlebih dahulu, “Kali ini aku akan mengatakan kepadanya secara jujur betapa aku mencintainya dan betapa ingin aku kembali bersamanya.”
Go Ki mendapat berita buruk dari Young Joo. Orangtuanya marah karena Go Ki tidak mengikuti ujian hukum lagi. Mereka tidak akan memberikan bantuan finansial atau meneruskan untuk merawat anak pertama mereka. Ini kekhawatiran baru, dimana bayi mereka akan segera lahir dan semua kebutuhan mereka. Young Joo menggeram kalau ibunya sudah bertindak terlalu jauh, tapi Go Ki mengerti kalau ibu mertuanya sudah banyak membantu mereka.


Eun Jae menelpon Seok Hoon dan bertanya bagaimana pertemuannya dengan orangtuanya. Seok Hoon berkata kalau ia sudah bertemu dengan mereka, tapi mereka belum bisa menyelesaikan semuanya dalam satu kali pertemuan, tapi ia akan terus mencoba.
Seok Hoon menambahkan kalau ia tidak bisa berhenti memikirkannya, jadi ia memutuskan untuk tidak bertemu dengannya lagi. Ia mengatakan hal itu tanpa kemarahan maupun kesedihan. Ini adalah kenyataan yang harus dihadapinya. Ia mengucapkan selamat tinggal dengan mengatakan kalau Hyung Woo adalah pria yang baik.


Setelah seharian memikirkannya, Hyung Woo akhirnya membuat rencana untuk menyerang dan menelpon Eun Jae untuk bertemu dengannya di Namsan, karena ia punya hal yang ingin dikatakannya. Eun Jae naik kereta kabel ke atas, menikmati pemandangan Seoul dan berjalan ke tempat melihat pemandangan.


Hyung Woo berjalan dibelakangnya, mengambil kereta yang lain ke atas, ia membawa perekam suaranya…..yang tidak disadarinya terjatuh dari kantongnya. Ia mengetahuinya ketika ia ingin mengambilnya saat ia menemukan Eun Jae. Rencananya sudah hancur jadi ia menyuruh Eun Jae menunggu sebentar karena ia akan mencari alat perekamnya.


Hyung Woo mengikuti jejaknya tadi dan pergi ke bagian barang hilang, tapi tetap tidak menemukannya. Akhirnya ia kembali pada Eun Jae, 43 menit kemudian. Eun Jae kesal padanya dan berkata kalau semakin lama Hyung Woo semakin mirip dengannya karena suka kehilangan barang dan menambahkan kalau ini sebabnya mereka tidak perlu hidup bersama kan?
Hyung Woo belum siap untuk mengatakan rujuk tanpa persiapan, jadi ia berkata kalau ia akan mengatakannya lain kali. Sebenarnya tempat ini adalah tempat Prof Go melamar istrinya, Eun Jae merenung, “Istrinya pasti sangat senang.” Hyung Woo memberitahunya kalau ia akan merasakan hal yang sama lain kali dan Eun Jae menggodanya, “Kenapa, kau akan melamarku?” Eun Jae hanya bercanda tapi Hyung Woo membeku dan Eun Jae salah menginterpretasikan yang sebaliknya yang membuat perasaannya menjadi sedih. Ketika Hyung Woo mendapat telpon dari Go Ki dan minta ijin untuk pergi, Eun Jae memarahinya kalau ia tidak perlu ijin padanya.
Go Ki memberitahu Hyung Woo kalau ia harus berhenti bekerja karena ibu mertuanya membuat keputusan kalau ia akan menarik semua dukungannya. Karena tidak ada yang merawat putrinya, maka ia harus melakukannya.
Eun Jae pulang ke rumah merasa sakit hati dan lelah berkencan. Ia berpikir, “ Ini sebabnya orang menikah, untuk menghindarinya.” Ia mengangkat telpon dari Hyung Woo, tapi ia tidak membiarkan Hyung Woo mengetahuinya dan menjawab telponnya dengan nada bosan, tapi ia tetap setuju untuk keluar dan bertemu dengannya.


Hyung Woo memeluk Eun Jae dan berkata kalau hati ia sedih karena rencananya hancur, ia kemudian mengumumkan ,”Aku akan menciummu.”


Ibu menghentikan mereka, bertanya-tanya apa yang mereka lakukan diluar, dipinggir jalan. Mereka berpisah dan Ibu memandangnya dengan pandangan tidak setuju, ia akan mengatakan kenapa ia kecewa padanya, tapi Eun Jae menghentikannya sebelum ibu membuatnya malu.
Hari berikutnya, Hyung Woo mencoba lagi sambil membawa tiket konser musik. Eun Jae sangat senang tapi berpura-pura tenang, berkata kalau ia akan pergi karena tiket itu sangat mahal. Alat perekam Hyung Woo sudah ditemukan dan ia  mengambilnya. Ia kemudian mendapat telpon dari Seok Hoon untuk mengurus masalah bisnis.


Seok Hoon memberitahu Hyung Woo kalau ia tidak akan menemui Eun Jae lagi. Ia menambahkan kalau ia akan memberikan kasus ini pada temannya dari firma yang lain. Kedua pria itu mengaku kalau ini menyedihkan karena mereka bisa jadi teman baik.
Eun Jae menunggu dengan tidak sabar di kantor. Ia khawatir kalau mereka terlambat menonton konser. Hyung Woo kembali ke kantor dalam keadaan mabuk, ia menjelaskan kalau ia bertemu dengan Seok Hoon dan minum-minum bersamanya karena ia merasa kasihan padanya. Eun Jae, “Apa kalian berdua berkencan?”
Hyung Woo kembali ke kantornya untuk tidur sebentar sebelum konser itu, tapi Eun Jae sudah merasa sangat sebal dan memberitahu yang lain kalau mulai hari ini ia tidak pacaran dengan Hyung Woo lagi.
Hyung Woo tertidur sampai malam dan Woo Shik membangunkannya, memberitahunya kalau Eun Jae sudah memberikan tiket itu pada Go Ki dan pulang kerumahnya. Ia menambahkan kalau Eun Jae memutuskannya.


Hyung Woo menelpon Eun Jae yang mencoba mengabaikannya, walaupun ia berkata kalau ia akan menunggu di taman bermain sepanjang malam. Ketika ia sedang menunggu, ia bertemu dengan seorang pria yang punya masalah dalam perkawinannya. Saat ini ia dikunci karena minum-minum sepanjang malam dengan temannya.
Hyung Woo memberinya kode pintu yang biasa digunakan para istri (2222, 1234) dan sebuah nasehat, “Jika istrimu minta telur, jadilah ayam.” Maka hubungannya akan membaik. Ia merasa lebih dewasa daripada saat terakhir kali ia bertemu dengannya.


Setelah Eun Jae selesai menonton film, ia mengecek ponselnya dan memberitahu Tae Young untuk pergi ke taman bermain dan meyuruh Hyung Woo pulang ke rumah. Eun Jae: “ Apa kau lebih suka mendapat pukulan baru pergi atau hanya pergi saja?”
Tae Young pun pergi dan menyampaikan pesan Eun Jae , tapi Hyung Woo merasa bersemangat hari ini dan ia tetap ingin membuat lamarannya malam ini dan mengatakan kalau ia akan tetap disini semalaman.


Akhirnya, Eun Jae keluar dan bergabung dengannya di ayunan. Ia masih merasa terganggu. Hyung Woo mengaku kalau ia bodoh karena berpikir lokasi itu penting, ketika yang terpenting adalah maksudnya. Ia memberikan alat perekamnya dan meminta Eun Jae menjawabnya setelah ia mendengarkan rekaman itu.
Eun Jae ingin mendengarkan diluar, jadi ia meminta pria lain itu menjaga istrinya kemudian meninggalkan Eun Jae.


Alat perekam itu awalnya berisi rekaman lama, semua isinya tentang keluhan Hyung Woo. Itu hanya mengingatkan Eun Jae pada luka lamanya, tapi ketika pindah kerekaman yang lebih baru, tentang bagaimana Hyung Woo merindukannya dan rekaman terakhir menunjukkan kalau Hyung Woo mencintainya. Bagaimana ia merasa takut dan tidak mau hidup terpisah seperti ini. Dan yang terakhir, “Aku ingin menjaga Eun Jae, yang sangat terluka tanpa kusadari, denganku. Aku berencana memohon padanya, Apakah kau mau hidup denganku lagi?”


Eun Jae tersenyum dan menangis. Ia pergi mencari Hyung Woo. Hyung Woo sedang berjalan menjauh dan Eun Jae berlari ke arahnya dan memeluknya dan berkata kalau ia mau. Hyung Woo menyuruhnya untuk memikirkan kembali, tapi Eun Jae memotong pembicaraannya dengan ciuman.




Credit: www.dramabeans.com

0 comments:

Posting Komentar