Pages

07/02/12

JADE PALACE LOCKHEART EPISODE 24


Setelah kembali ke istana Yinsi langsung menemui Qing Chuan. Karena capek ia pun beristirahat di bahu Qing Chuan. Qing Chuan berpikir apa ia begitu berharga karena Yinsi harus menunggang kuda tiga hari tiga malam hanya untuk dirinya.
Selir Xi benar-benar balas dendam pada Qing Chuan. Ia membuat Qing Chuan kecapekan dengan menyuruhnya melakukan banyak hal.


Ketika Qing Chuan menuangkan teh, Selir Xi melihat Yinsi, Yin’e dan Yinthang. Ia pun meminta Qing Chuan untuk memapahnya. Ditengah jalan, ia pura-pura tersandung dan terjatuh. Selir Xi mengerang dan mengeluh kalau perutnya sakit, Yinsi dan saudaranya segera menolongnya. Ia kemudian meminta Yinsi memapahnya kembali ke istana dan Yinthang disuruhnya memanggil tabib. Qing Chuan mengikuti mereka dengan lemas. Ia kehabisan tenaga dan juga takut kalau sesuatu terjadi pada Selir Xi.
Sesampai di istana Ciu Xiu, ia meminta semua orang pergi karena ia ingin berbicara dengan Yinsi. Semua masih mengkhawatirkan kesehatan Selir Xi, tapi Selir Xi berkeras kalau ia akan baik-baik saja.


Ia kemudian berkata pada Yinsi kalau nasib Qing Chuan ada ditangannya. Hanya dengan menggerakkan jari, maka nyawa Qing Chuan akan melayang dalam hitungan detik. Walaupun sekarang ia mengandung, ia belum tahu jenis kelamin anaknya, sehingga ia tidak tahu apa ia bisa bersandar padanya. Ia meminta Yinsi untuk menjadi Kaisar. Sayangnya ada Consort Liang diantara mereka, Yinsi heran, apa hubungannya dengan ibunya.



Selir Xi menjelaskan kalau hanya akan ada satu Ibu Suri. Ia sudah banyak membantunya, lagipula mendukungnya menjadi Kaisar bukan hal yang mudah.  Jika tiba-tiba ibunya yang menjadi Ibu Suri, ia merasa tidak rela. Ia harus memutuskan hubungannya dengan Consort Liang dan menjadikannya ibu. Tanpa berpikir dua kali, Yinsi langsung menolaknya. Tidak ada hutang yang lebih besar daripada hutang seorang anak pada ibunya. Ia juga menambahkan , jika Selir Xi berani menyakiti Qing Chuan, maka ia harus berhadapan dengannya. Jika Qing Chuan mati, ia akan ikut mati. Yinsi segera pergi dengan kesal.


Diluar, Yinsi langsung menarik tangan Qing Chuan dan mengajaknya pergi. Yin’e heran dengan sikapnya, tapi Yinsi menyalurkan amarahnya dengan menendang pot. Yinthang yang baru datang bersama seorang tabib juga kaget melihatnya. Yinsi hanya berkata kalau penyakit Selir Xi tidak akan bisa disembuhkan oleh tabib manapun.


Ketika Yinthang bertanya apa yang terjadi, Yinsi bercerita kalau Selir Xi menggunakan Qing Chuan untuk mengancamnya serta menyuruhnya untuk memutuskan hubungannya dengan ibunya. Yinthang menyuruhnya untuk mempertimbangkannya lagi. Saat ini Selir Xi sangat disukai oleh Kaisar, lagipula ibunya tidak pernah merawatnya. Tapi Yinsi tetap tidak mau melakukannya.
Ketika Yinsi sudah pergi, saudaranya pun berunding. Saat ini Qing Chuan bersama Selir Xi, jadi mereka tidak punya orang yang bisa memata-matai Kaisar. Melawan Selir Xi tidak ada untungnya. Yinthang memutuskan kalau ia akan menggantikan Yinsi untuk menjadi anak yang tidak berbakti.
Selir Xi bertanya pada tabib apakah anak dalam kandungannya baik-baik saja. Tabib meyakinkan kalau ia baik-baik saja.


Yinthang dan Yin ‘e pergi menemui Selir Xi. Yinthang menjelaskan kalau Yinsi orang yang polos, ia terlalu cepat memutuskan dan takut akan ditusuk dari belakang.  Ada beberapa hal yang tidak bisa dikatakannya, bagaimana jika ia yang menggantikan sebagai wakilnya. Selir Xi setuju.
Setelah mereka pergi, Selir Xi mendesah, siapa yang tidak mau menjadi Kaisar. Ia memperingatkan pelayan dan tabib yang ada di kamarnya, kalau mereka tidak boleh membocorkan apapun.
Qing Chuan sedang berada di kamar Yinsi. Ia merasa bingung dan terus berjalan bolak-balik. Qing Chuan mengusulkan kalau mereka menceritakan semuanya pada Kaisar. Yinsi tidak setuju, Selir Xi sedang mengandung, walaupun Kaisar mempercayai mereka, ia akan mempertimbangkan kondisi Selir Xi dan  memberi kelonggaran. Qing Chuan bingung, ia tidak mau mati, ia juga tidak mau Yinsi memutuskan hubungan dengan ibunya.


Yinsi memegang bahu Qing Chuan dan mengajaknya pergi. Mereka bisa melarikan diri dan hidup sebagai orang biasa. Qing Chuan ragu-ragu karena Yinsi tidak terbiasa hidup di luar istana. Yinsi meyakinkannya kalau ia bisa.  Ia terbiasa latihan kungfu, ia pasti bisa melakukan pekerjaan kasar. Ia tidak peduli apa yang ada didepannya, ia pasti bisa menanggungnya. Yang ia takutkan, Qing Chuan tidak mau pergi bersamanya.
Qing Chuan menjawab kalau ia mau pergi bersamanya. Istana ini tidak memberinya kenangan manis, tapi kenangan yang diberikan Yinsi tidaklah buruk. Yinsi langsung memeluknya. Ia sangat bahagia. Ia kemudian menyuruh Qing Chuan untuk mengemasi barang-barangnya, mereka akan meninggalkan istana malam ini juga. Ketika Qing Chuan akan pergi, Yinsi memanggilnya, Qing Chuan pun berhenti dan menoleh.
Yinsi: “Qing Chuan, aku tidak akan membiarkanmu menderita.”
Qing Chuan: “Aku percaya padamu.”


Ketika Qing Chuan akan kembali ke kamarnya, ia bertemu dengan Yinxiang. Ia menyuruh Qing Chuan membantunya membawa arak. Arak ini khusus dipesannya dari luar kota untuk perayaan ulang tahun Kaisar. Qing Chuan berpikir kalau ia masih punya waktu, jadi ia pun membantunya membawa arak itu ke istana Kun Ning. Setelah sampai didalam, Qing Chuan merasa takut karena istana Kun Ning adalah istana yang terlarang. Orang yang berani  masuk ke dalamnya akan dihukum. Yinxiang menenangkannya. 


Ketika ia akan mengangkat arak itu, ia pura-pura sakit pinggang dan menyuruh Qing Chuan membantunya menyembunyikan arak itu ke dalam kamar. Ketika Qing Chuan berada dalam kamar, ia menyelinap keluar dan mengunci pintunya. Qing Chuan langsung menggedornya. Yinxiang hanya berkata kalau seseorang ingin menemuinya.


Seorang pria dengan memakai penutup wajah sedang mengendap- endap dalam sebuah kamar. Ia menghunus pedangnya dan menusuk orang yang sedang tidur. Tapi ketika ia membuka selimut itu, ia kecewa karena tidak ada seorang pun disana
Consort Liang menyerangnya dan ia berhasil membuka penutup mukanya serta memojokkannya. Ia mengenalinya sebagai Yinthang. Yinthang menjadi heran. Consort Liang bercerita kalau waktu kecil ia sakit parah. Seorang pendeta menyarankan agar dia memakai sebuah gelang perak dan Consort Lianglah yang memakaikan gelang itu padanya.


Consort Liang bertanya kenapa ia ingin membunuhnya. Yinthang menjelaskan kalau saat ini Yinsi sedang menyukai seorang pelayan istana. Tapi pelayan tersebut digunakan oleh Selir Xi untuk mengancamnya agar mau memutuskan hubungannya dengan ibunya. Karena Yinsi orang yang baik, ia tidak mau melakuakannya. Ia tidak ingin kakaknya menjadi dilema, jadi ia memutuskan untuk melakukan ini.
Consort liang bertanya, jika ia membunuhnya apa ini akan menyelesaikan masalah? Suatu hari Selir Xi pasti menggunakan pelayan itu lagi. Ia sudah menutup diri selama 20 tahun untuk menghindari hal ini, tapi ternyata tetap terjadi. Kelihatannya ia tidak bisa menghindari takdir.
 Yinsi adalah putra satu-satunya, sudah sepantasnya ia membantu. Ia akan melawan  Selir Xi demi Yinsi.

Ketika mereka keluar dari istana Consort Liang, Yin’e berlari mendekati mereka dan memberitahu kabar buruk. Yinsi sudah mengambil lencana kewenangan dan melarikan diri dengan Qing Chuan.Mereka bergegas mencari Yinsi.


Qing Chuan termenung di dalam istana Kun Ning. Tiba-tiba ada seseorang yang masuk. Orang itu adalah Yinzhen. Qing Chuan merasa kesal melihatnya. Ia berkata kalau perbuatannya ini tidak akan mengubah apapun, ia malahan akan tambah benci padanya. Kelihatannya Qing Chuan salah paham. Ia mengira Yinzhen sengaja menurungnya supaya bisa bertenu dengannya. Padahal Yinxiang yang menjebak mereka berdua.
Ketika Qing Chuan akan pergi, Yinzhen memegang tangannya dan memintanya menjelaskan maksud kata-katanya tadi. Qing Chuan berusaha melepaskan diri, tapi Yinzhen hanya tertawa. Jika ia jadi Qing Chuan, ia akan mempergunakan kesempatan ini untuk mendapatkan informasi atau membunuhnya. Qing Chuan menyahut kalau ia tidak sekeji dirinya.
Qing Chuan berusaha melepaskan diri lagi, tapi tidak berhasil karena Yinzhen memeganginya dengan erat. Ia kemudian menggigit tangannya, tapi Yinzhen hanya memandanginya tanpa ekspresi. Ekspresinya berubah menjadi sedih saat ia berkata kalau ia menjadi gila sejak pertama bertemu dengannya.


Qing chuan hanya menyindirnya, jika ia tidak tahu motifnya yang sebenarnya, ia pasti percaya padanya. Kematian Su Yan membuatnya selalu ingat kalau semua ini hanya kepalsuan. Yinzhen jadi putus asa, ia pun memeluk Qing Chuan sambil berkata kalau Qing Chuan sangat dingin seperti es, ia tidak tahu bagaimana menghangatkannya lagi. Qing Chuan hanya berkata kalau melupakannya bukan hal yang mudah.Yinzhen memintanya untuk percaya padanya, tapi Qing Chuan tetap menolak. Akhirnya Yinzhen bertanya apa yang harus ia lakukan untuk membuatnya percaya. Dengan dingin, Qing Chuan menjawab, “Kau harus mati.”


Yinzhen langsung mengambil sebuah pisau dari balik bajunya dan memegangkan pisau itu ke tangan Qing Chuan dan menarik tangannya, sehingga  pisau itu menempel lehernya. Ia menyuruh Qing Chuan untuk membunuhnya.


Ditempat lain, Yinsi diperingatkan oleh seorang penjaga kalau sebentar lagi jam malam dimulai, jika ia keluar setelah jam malam, ia tidak bisa kembali walaupun ia punya tanda identitas. Yinsi memintanya menunggu sebentar lagi. Ia berpikir dalam hati, apa Qing Chuan tidak datang karena ia tidak percaya padanya. Ia mendesah, Qing Chuan tidak tahu betapa berbahaya jika ia tetap berada di istana.


Yin’e, Yinthang dan Consort Liang bergegas pergi ke tempat Yinsi menunggu. Akhirnya mereka menemukannya. Yinsi langsung memberi hormat pada ibunya. Consort Liang melarangnya pergi. Melarikan diri tidak akan menyelesaikan masalah. Daripada ia melarikan diri dan bersembunyi, lebih baik ia menghadapi kenyataan dan berusaha mengubah takdir. Yinsi tidak bisa melakukannya. Ibunya memohon, ini demi orang-orang yang mencintainya dan juga generasi yang akan datang.


Consort Liang berlutut dan memohon, tiba-tiba sirene jam malam berbunyi. Yinsi membeku. Akhirnya ia berkata kalau ia tidak akan pergi. Qing Chuan tidak datang yang membuatnya tidak mampu untuk melewati gerbang. Dengan gontai ia kembali berjalan masuk ke dalam istana. Consort Liang terlihat sedih  melihat putranya seperti itu.


 Di istana Kun Ning, Qing Chuan berkata kalau ia tidak mau membunuh Yinzhen karena ia akan berhutang satu nyawa padanya. Yinzhen tertawa dan berkata kalau dulu Qing Chuan yang mengajarinya untuk mempercayai dan sekarang Qing Chuan sendirilah yang tidak mempercayainya. Ia pun menarik Qing Chuan dan menciumnya. Qing Chuan melawan dan akhirnya ia bisa melepaskan diri dan menampar Yinzhen. Yinzhen hanya tersenyum, “Lihat, ternyata aku masih ada dalam hatimu, walaupun kau bisa menipu semua orang, kau tidak bisa menipu dirimu sendiri.” Tiba-tiba para penjaga menemukan mereka.
Yin’e, Yinthang dan Consort Liang berjalan pulang. Tanpa sengaja mereka melihat Yinzhen dan Qing Chuan sedang dibawa pergi oleh para penjaga. Mereka pun mengikutinya. Mereka kemudian bertanya pada salah satu penjaga. Ia bercerita kalau Qing Chuan dan Yinzhen ditemukan di istana Kun Ning. Ia hanya menjalankan semuanya sesuai peraturan yang ada.


Consort Liang memandang Qing Chuan dengan pandangan tidak percaya. Ia bertanya apakah ia Qing Chuan yang sama yang sedang ditunggu Yinsi. Ia memandangnya dengan marah. Ia mengira kalau Qing Chuan itu gadis yang baik dan lembut ternyata ia gadis yang sangat perhitungan dan pintar. Dimalam seharusnya ia pergi dengan Yinsi, ia masih bisa bertemu secara rahasia dengan Yinzhen. Ia tidak akan mengijinkan Yinsi bersamanya.


Consort De sedang memijat Kaisar yang terlihat pusing. Para penjaga sudah melapor padanya. Ia mengira kalau selama ini Qing Chuan punya hubungan dengan Yinsi, kenapa sekarang ia kepergok bersama Yinzhen. Consort De juga khawatir,  Ia berkata dalam hati kalau sekarang Kaisar sangat menyukai Yinsi, Yinthi juga belum kembali. Masalah ini membuat Yinzhen tidak dapat berkutik lagi.
Consort De berpendapat kalau mereka salah paham. Karena Kaisar akan berulangtahun maka ia membuatkan jubah untuknya. Tapi hasil sulamannya tidak memuaskan. Ia pun teringat kalau permaisuri pernah membuatkan jubah untuk Kaisar, ia ingat kalau sulamannya sangat indah, maka ia menyuruh Yinzhen untuk mengambilnya. Mungkin ia bertemu dengan Qing Chuan disuatu tempat dan akhirnya mereka pergi bersama.


Kaisar berkata kalau ia sudah membuat aturan yang melarang semua orang masuk kedalam istana Kun Ning. Consort De sudah terang-terangan melanggarnya. Consort De langsung berlutut dan minta maaf. Ia hanya ingin mewujudkan impian mendiang Permaisuri dan melihat pola sulamannya dipakai oleh Kaisar.
Kaisar menjadi sedikit lebih tenang dan minta maaf, ia tahu kalau Consort De ingin melakukan sesuatu yang baik, tapi setiap nama Permaisuri disebut, ia jadi tidak bisa mengontrol diri. Consort De mengerti. Ketika mereka sedang membicarakan Consort Liang, tiba-tiba Fei Cui  melaporkan kalau Consort Liang akan bunuh diri.


Consort Liang berdiri dipinggir kolam dengan baju terbaiknya. Ia membaca sebuah puisi. Kaisar tiba-tiba datang dan menyuruhnya untuk turun. Consort Liang berkata kalau ia sudah sangat lelah dan tidak ingin membuat Kaisar marah lagi. Ia akan pergi ke surga dan mendoakannya dari sana. Consort Liang pun melompat ke kolam, tanpa berpikir dua kali, Kaisar langsung menyusulnya untuk menyelamatkannya. 


Ia melarang Consort Liang mati, ia sudah kehilangan Permaisuri, ia tidak bisa kehilangan dirinya juga. Consort Liang tersenyum mendengarnya sedangkan Consort De sangat terpukul.


Consort Liang diperiksa tabib kerajaan. Ia tidak apa-apa hanya terlalu banyak meminum air kolam. Kaisar bertanya kenapa Consort Liang melakukan itu. Consort Liang menjawab kalau ia sudah tinggal terasing selama hampir  dua puluh tahun. Ia selalu merindukan Kaisar dan berharap Kaisar akan datang dan membawanya pergi dari istana itu. Tapi harapannya sia-sia, kebencian Kaisar terlalu besar. Ia pun merasa tidak punya harapan dan memutuskan untuk meletakkan harapannya suapa mendapat kasih sayang Kaisar pada kehidupan yang akan datang.


Kaisar memeluknya dan tersenyum. Sedangkan Consort De terlihat cemburu. Kaisar berkata kalau ia akan memberikan hukuman. Ia memerintahkan Consort Liang untuk selalu disampingnya dan merawatnya. Consort Liang tersenyum. Ia pun memberi hormat pada Kaisar. Consort De pura-pura tersenyum dan membantu Consort Liang berdiri. Ia berkata kalau ia sangat senang mereka bisa berbaikan, ia pun pamit supaya mereka berdua lebih leluasa. Ketika ia pergi, wajahnya berubah suram.
Secara tidak sengaja Kaisar keceplosan kalau Consort Liang sangat keras kepala mirip dengan Permaisuri. Ia kemudian minta maaf karena lupa  kalau Consort Liang tidak suka kalau ia membanding-bandingkannya. Consort Liang mengerti, sekarang ia akan menganggap hal itu sebagai hal yang positif. Ia berjanji akan selalu ada disamping Kaisar.


Yinsi sedang duduk sambil termenung, ia masih sedih dengan kejadian semalam. Qing Chuan datang dan menghampirinya. Ia berusaha menjelaskan tapi Yinsi tidak mau mendengar dan pergi. Qing Chuan menahannya dan memaksanya untuk mendengarkan penjelasannya. Yinsi terlihat acuh, untuk mendapatkan perhatiannya, Qing Chuan menggigit tangan Yinsi.


Yinsi berteriak, kenapa ia menggigitnya. Qing Chuan berkata kalau semalam ia dikunci dalam ruangan yang gelap. Banyak hal yang terjadi padanya, ia juga kena hukuman pukul di pantat. Yinsi bertanya siapa yang membuatnya menjadi begitu. Qing Chuan berterusterang kalau Yinxiang yang menguncinya supaya ia bisa bertemu dengan Yinzhen.


Yinsi kaget, Ia kemudian bertanya apa yang mereka bicarakan. Qing Chuan memberitahunya kalau mereka tidak banyak berbicara, tapi Yinzhen menahannya pergi, jadi ia menggigitnya. Yinsi langsung marah, “Kau ini wanita macam apa, suka menggigit sembarang pria!”
Qing Chuan membela diri, ia menggigit Yinzhen karena ia ingin melepaskan diri, sedangkan ia menggigit Yinsi karena ia…..Ia tidak meneruskan kata-katanya. Yinsi  yang penasaran terus mendesaknya, tapi Qing Chuan tetap tidak mau menjawab. Tiba-tiba pantatnya terasa sakit. Yinsi bertanya apa itu sanagt sakit, perlukah ia memijitnya. Qing Chuan langsung menolak dan mereka bercanda seperti anak kecil.


Tiba-tiba Consort Liang datang. Mereka pun menghormat. Consort Liang merasa sangat menyesal karena tidak pernah mengurus Yinsi, maka mulai saat ini ia akan datang setiap hari dan mengurus semua kebutuhannya. Yinsi merasa itu tidak perlu, sekarang ia sudah besar. Consort Liang berkata kalau dimatanya ia tidak pernah tumbuh. Ia juga mengingatkannya kenapa ia tidak pergi ke pertemuan menteri. Yinsi pun segera pergi dan berbisik pada Qing Chuan kalau nanti ia akan mencarinya.
Consort Liang meminta Qing Chuan untuk menemaninya berjalan-jalan. Ia memberitahu Qing Chuan kalau ia tahu Selir Xi menggunakannya untuk mengancam Yinsi. Dalam beberapa hari, ia akan mengusahakan agar Qing Chuan ke istana Cheng Qian, supaya ia lebih aman. Ia menyarankan satu hal padanya, kenapa ia tidak mencari orang biasa saja untuk menikah. Statusnya tidak sebanding dengan Yinsi, jadi ia tidak bisa jadi istri pertama. Jika ia sudah tidak disukai, ia akan ditinggalkan dan tidak punya seorangpun untuk bersandar. Apa ia mengerti.


Qing Chuan mengerti. Consort Liang memintanya untuk menjauhi Yinsi. Qing Chuan menolak, ia kemudian berlutut. Consort Liang sudah salah alamat. Seharusnya ia mengatakan hal ini pada Yinsi. Ia adalah seorang pangeran, jika ia datang mencarinya, apakah ia bisa menolak.
Consort Liang mendesah, ia sangat mengenal putranya. Jika ia sudah membuat keputusan, maka ia akan melakukannya. Ia meminta sekali lagi supaya Qing Chuan menjauh, lama-lama Yinsi akan melupakannya. Dengan berani Qing Chuan menyahut kalau Consort liang tidak mencintai putranya, jika tidak ia akan menghormati keputusannya. Didunia ini, jika bertemu dengan orang yang kau cintai dan mencintaimu adalah hal baik. Ia tidak bisa melihat masa depan, tapi yang ia tahu, Yinsi sangat bahagia jika bersamanya. Buat apa mengorbankan sesuatu jika tidak tahu apa yang terjadi dimasa depan. Sebelum Consort Liang bisa mengatakan sesuatu, Qing Chuan meminta diri.


Kaisar keluar dari istana Qian Qing,  Selir Xi yang sengaja datang langsung menyambutnya. Ia berkata kalau bayi dalam kandungannya menendang, jadi ia membawanya menemui ayahnya.Kaisar tidak percaya, bagaimana mungkin itu terjadi, kandungannya baru berumur 3 bulan. Ia menyuruh pelayan mengantarkan Selir Xi ke istananya. Ia juga memberitahu kalau ia akan memindahkan Qing Chuan ke istana Cheng Qian.
Selir  Xi memandang Kaisar yang sedang berbicara dengan Consort De. Ia merasa sangat kesal. Consort De menghampirinya dan menasehatinya supaya ia tidak menganggu Kaisar dulu, karena Kaisar akan menonton opera dengan Consort Liang.


Selir Xi tambah marah, kenapa Consort Liang terus memanipulasi Kaisar. Dengan tenang tapi tajam, Consort De menasehatinya supaya ia menghilangkan amarahnya, itu tidak baik untuk kandungannya. Anak itu yang akan menjadi sandarannya ketika ia dewasa. Lebih baik ia berhati-hati daripada menyesal dikemudian hari.
Selir Xi merasa tersinggung, ia berbeda dengan Consort De yang selalu menyelesaikan maslah dengan cara yang konservatif. Ia adalah orang yang suka mempertaruhakan sesuatu. Ia lebih suka menang besar daripada kalah. Ia tidak ingin hidup dari belas kasihan orang lain.

4 comments:

Anonim mengatakan...

TT akhirnya di posting juga... kirain bakal ditinggal

utami^^

AAAAAAAARRRRRRRIII mengatakan...

SIAPA YG DITINGGAL

Anonim mengatakan...

Kapan ya episode 25 nya....? Ditunggu banget lho....:) Thank you

AlexandRa Amethyst mengatakan...

you are simple the best..
makasih banget buat ringkasannya.. ^^
Bless you..

Posting Komentar