Pages

04/02/12

THE MOON THAT EMBRACES THE SUN EPISODE 10


Hwon menyuruh Wol untuk menyembuhkan rasa sakitnya dan memintanya berkata kalau ia bisa melakukannya. Wol berkata kalau ia akan melakukan yang terbaik. Hwon menyuruhnya untuk mengangkat wajahnya dan menatapnya.


Wol pelan-pelan mengangkat wajahnya…..Bo Kyung membuka pintu dan melihat Hwon dan Wol yang sedang melihat satu sama lain. Ia sangat kaget melihat Hwon menatap wajah Wol. Woon datang di belakangnya dan menutup pintu. Ia menatap Woon dengan marah dan berjalan pergi.
Bo Kyung mendekati Hyung Sun dan berpura-pura tersenyum serta mengatakan kalau ia hanya ingin mengecek kesehatan Raja. Ia meminta Hyung Sun untuk tidak mengatakan apapun pada Hwon. Setelah Bo Kyung pergi, Hyung Sun menghela napas lega.


Hwon memanggil Hyung Sun dan menyuruhnya memanggil dokter kerajaan untuk memeriksa keadaan Wol. Hyung Sun berusaha menjelaskan kalau dokter kerajaan tidak boleh memeriksa seorang peramal, ia hanya boleh memeriksa anggota keluarga kerajaan. Hwon berkata kalau Wol adalah jimat yang menghisap energi buruk dari dirinya, jika ia sakit, maka akan berefek padanya. Hyung Sun masih ragu-ragu, tapi Hwon tetap memerintahkannya, Hyung Sun pun tak punya pilihan lain, ia pun pergi untuk memenuhi perintahnya. Di luar, Woon berbicara dengan seorang kepala penjaga. Penjaga itu memberikan sebuah surat, ia menemukannya di tubuh Wol ketika ia menggeledahnya. Woon pun membaca surat itu. 



Bo Kyung masuk kekamarnya dan mengingat Hwon dan Wol yang sedang saling menatap. Ia pun mulai berteriak marah kemudian menangis. Pandangan Hwon itu adalah pandangan seorang pria pada seorang wanita, bukan pandangan seorang Raja pada jimatnya. Ia merasa sangat cemburu.


Dokter kerajaan datang untuk merawat luka Wol. Saat Wol dirawat, Hwon yang pura-pura membaca buku tidak tahan untuk meliriknya. Tatapan mereka pun beradu. Hyung Sun menyaksikan semua itu sambil mendesah. Ia mengerti perasaan tuannya.


Ketika Hwon tidur, Wol ada disampingnya. Ia mengingat pembicaraannya dengan Hwon. Setelah ia yakin kalau Hwon telah tidur, Wol meninggalkan kamarnya. Tapi ternyata Hwon tidak tidur, ketika Wol pergi, ia membuka matanya.


Paginya, Woon memberikan sesuatu pada Hwon. Hwon bertanya apa itu dan Woon menjelaskan padanya. Ia memberikan surat yang berwarna kuning dari Wol. Awalnya Hwon membiarkannya saja, akhirnya ia peansaran dan membacanya. Intinya surat itu berisi:  Walaupun ia tidak dianggap sebagai manusia, ia berharap bisa menjadi rakyatnya.


Hwon teringat kata-kata kasarnya pada Wol. Surat Wol diartikan berbeda olehnya, “seorang peramal juga manusia dan rakyatnya, jadi jangan remehkan aku”. Hyung Sun heran, bagaimana seorang bisa menulis dan membuat kata-kata yang begitu indah. Hwon hanya memelototinya.
Hwon teringat ketika ia pertama kali ia menerima surat dari Yeon Woo dan sangat mengaguminya. Kata-kata ketika ia masih berumur 15 tahun itu terngiang ditelinganya, “Bagaimana aku bisa melupakanmu…..”
Hyung Sun menasehatinya tentang Wol. Hwon bertanya  apa Hyung Sun berpikir kalau ia akan jatuh cinta pada Wol. Hyung Sun berkata kalau Wol bukan Yeon Woo walaupun mereka sangat mirip. Tapi Yeon Woo sudah meninggal. Hwon marah mendengar perkataan Hyung Sun.
Hyung Sun kemudian memberitahu kalau semalam Bo Kyung datang. (bengawanseoul.com)Ia sudah membuang harga dirinya dengan datang menemuinya. Ia memintanya untuk mengerti perasaan Bo Kyung.
Dayang Bo Kyung melapor kalau Hwon datang menemuinya. Saat itu Bo Kyung sedang sakit dan terbaring di tempat tidurnya. Ia sangat gembira. Saat Hwon masuk ke istana Bo Kyung, ibunya melihat dan tersenyum.


Ratu Han melapor pada Ibu Suri kalau Hwon mengunjungi  Bo Kyung. Ibu Suri sangat senang. Ia heran setelah Wol ada disamping Hwon semua berjalan lancar. Ia memujinya, Wol pantas menjadi anak didik Nok Young. Ibu Suri memutuskan untuk mempercepat hari penyempurnaan pernikahan mereka sebelum mereka kehilangan kesempatan yang bagus ini.


Hwon dan Bo Kyung duduk sambil makan makanan kecil. Hwon bertanya kenapa wajahnya terlihat tidak sehat. Hwon kemudian berkata  ia mendengar kalau kemarin Bo Kyung datang ke istananya. Ia menambahkan kenapa Bo Kyung ingin tahu apa yang sedang ia kerjakan.  Bo Kyung mencoba untuk membantahnya. Tidak ada seorangpun di kamarnya malam itu dan hanya ada jimat disampingnya. Ia ingin memberitahu kalau Wol adalah barang dan ia tidak perlu ikut campur.
Hwon berkata kalau mereka tidak boleh bertemu sampai tanggal yang ditetapkan untuk menyempurnakan perkawinan mereka. Hwon bertanya apa ia mengerti. Bo Kyung tersenyum padanya, Hwon pun segera meninggalkan istananya.


Bo Kyung sangat marah . Ia ingin tahu apa yang ingin disembunyikan Hwon sehingga ia memperingatkannya.Apa Hwon sedang jatuh cinta? Ia pun menangis, “Apa orang yang sudah mati tidak cukup? Kenapa sekarang ia menyimpan seorang peramal rendahan dihatinya?” Ia menyuruh dayangnya untuk mencari seorang dayang yang dekat dengan Raja dan melaporkan semuanya kepadanya.
Yang Myung pergi ke toko kertas dan bertanya pada pemiliknya tentang Wol. Setelah bertanya sekian lama, pemilik toko itu baru ingat tentang Wol dan bertanya apakah yang dimaksudnya peramal itu. Tapi ternyata ia tidak tahu apa-apa. Lagipula Wol tidak pernah kembali lagi ke tokonya.
Yang Myung keluar dari toko itu dan berpapasan dengan sekelompok peramal. Janshil ada diantara mereka. Ketika ia melihat Yang Myung, ia ingat kalau ia adalah orang yang menyelamatkannya. Ia pun segera berlari mengejarnya.
Yang Myung sedang berjalan dan memikirkan Wol. Ia berusaha mengingat semua hal yang didengarnya dan berusaha menyimpulkan sesuatu. Tapi ia tidak mendapatkan jawaban apapun.


Janshil mengejarnya dan memanggilnya, “orraboeni!” dan memeluknya. Yang Myung bingung dan tidak mengenalinya. Ia mengingatkan Yang Myung kalau ia pernah menyelamatkannya di pasar. Sekarang ia sudah menjadi seorang peramal.Yang Myung pun mendapatkan ide, karena Janshil sekarang seorang peramal, mungkin ia bisa membantunya.


Yang Myung bertanya apa Janshil mengenal seorang peramal yang bernama Wol. Janshil tersenyum, tapi ia kemudian teringat peringatan Nok Young untuk tidak memberitahu seorangpun tentang Wol. Ia pun akhirnya berkata kalau ia tidak tahu. Yang Myung menyuruhnya mengingat lagi, tapi Janshil berkata kalau ia tidak pernah mendengar nama itu. Teman-temannya memanggil, jadi Janshil harus segera pergi.
Yang Myung bertanya-tanya, jika Wol tidak ada di Seongsucheong, maka ia ada dimana?


Wol sedang tidur dan Seol membersihkan pedangnya, ketika Janshil masuk kedalam kamar. Janshil memandang Wol dan berkata pada dirinya sendiri, “Maafkan aku orraboeni, maafkan aku.” Seol bertanya, kenapa wajahnya seperti itu, ia tidak terlihat baik. Tapi Janshil tidak menjawab.
Wol mimpi buruk. Ia memimpikan Hwon memakai topeng menghampirinya dan menariknya pergi,ketika Hwon akan membuka topengnya, ia pun terbangun. Seol bertanya apa ia mimpi yang sama lagi. Ia menambahkan, apakah kali ini ia bisa melihat wajahnya. Wol berkata kalau ia belum bisa melihat wajahnya, walaupun mereka begitu dekat. Tapi kali ini ia sangat ingin melihatnya. Seol membatin, jika Wol sangat ingin melihatnya,…..kau selalu ada disampingnya setiap malam.
Malamnya, Wol datang kekamar Hwon. Kali ini Hwon tidak tidur atau terbaring dikasurnya, tapi sedang membaca buku. Wol kaget tapi berpura-pura tenang. Woon ikut masuk ke dalam kamar.


Hwon bertanya apakah ia menulis surat untuk menunjukkan kalau ia membencinya. Wol berkata kalau ia tidak membencinya. Hwon tahu kalau saat ini ia tidak membencinya. Tapi jika ia melihat dari suratnya, sepertinya ia menyalahkannya. Wol berkata kalau Hwon salah paham, ia hanya ingin berkata, barang paling remeh pun ada karena alasan tertentu, walaupun ia seorang peramal, orang biasa, juga berharap kalau ia bisa melakukan sesuatu untuk Rajanya. Hwon menyahut kalau ia menyalahkannya, ia seorang raja yang tidak bisa mendengar suara rakyatnya, berarti ia pemimpin yang tidak kompeten. Hwon berkata, “Aku adalah Joseon….”Ia menghentikan perkataannya seperti ketika ia masih kecil. Ia kemudian memanggil Hyung Sun dan berlata kalau ia merasa sesak dan ingin berjalan-jalan diluar. Hyung Sun melarangnya karena hari ini sangat dingin, tapi Hwon berkeras. Ia menyuruh Wol mengikutinya karena ia adalah jimatnya.


Ketika berada diluar, Hwon menyuruh semua orang untuk mundur kecuali Wol. Ia menyuruh mereka melakukannya lagi. Wol melihat gedung yang dulu ditempati Yeon Woo. Tiba-tiba ingatannya muncul lagi, ketika ia membuka jendela dan ketika ia  dibawa pergi karena sakit serta Hwon yang menangis memanggilnya.
Wol: “Apa disini tempatnya. Yang Mulia mengubur kenangan dan kesedihanmu? Apakah Yang Mulia yang menangis disini?”
Hwon kaget dan memegang bahu Wol.


Hwon: “Apa yang sebenarnya kau lihat?” ia pun memegang pinggang Wol dan menariknya lebih dekat. Ia memegang wajah Wol, supaya ia menatapnya, “ Apa ini karena kemampuan peramalmu?” Semua orang memalingkan muka.


Wol membenarkan, Hwon menyuruhnya menggunakan kemampuannya untuk menebak apa yang akan ia lakukan. Hari ini Hyung Sun sudah mengatakan hal yang aneh padanya. Apa ia pikir ia akan memeluk seorang peramal rendahan? Ia memandang semua dayangnya kemudian memegang tangan Wol dan mengajaknya melarikan diri. Hyung Sun langsung mengejarnya, sedangkan Woon pergi ke arah lain.
Mereka kemudian bersembunyi disebuah ruangan. Hwon melepaskan tangan Wol, “Siapa sebenarnya dirimu?”
Wol: “Bukankah aku Wol?”
Hwon: “Jelaskan siapa dirimu.”
Wol: “Aku adalah seorang peramal yang tidak punya nama. Yang Mulia lah yang memberiku nama Wol.”


Hwon memegang bahu Wol: “Apa kau benar-benar tidak tahu siapa aku? Apa kau pernah bertemu denganku?”


Wol: “Apa yang kau lihat dalam diriku? Apa kau pikir aku dirinya? Yeon Woo? Itu sebabnya kau  membuatku tinggal? Karena kau mirip dengannya? Tapi aku bukan dirinya!”
Hwon: “Tutup mulutmu! Kau hanya seorang peramal! Kau pikir kau siapa, berani-beraninya membuatku bingung? Menyingkirlah, jangan mendekatiku.”


Ia pun pergi meninggalkan ruangan dan melarang Wol mengikutinya.  Ia berkata pada Hyung Sun kalau malam ini ia akan tidur sendiri. Hwon segera mendekati Woon, “Woon ah, jagalah dia diam-diam.”.


Wol kembali ke kamarnya, ia teringat kata-kata Hwon kalau ia bukan siapa-siapa, hanya seorang peramal rendahan. Nok Young berada di ruang pemujaan, tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang aneh. Ketika ia keluar, ia melihat Wol berdiri di luar memandang bulan.Nok Young menghampirinya dan bertanya apa sesuatu sudah terjadi?
Wol: “Siapa aku? Kaubilang kau mengambilku karena kau melihat kalau aku mempunyai kemampuan untuk menjadi seorang peramal.” Nok Young bertanya kenapa ia menanyakan hal ini. Wol menjawab kalau ia terus melihat hal aneh dari ingatan orang-orang yang terasa seperti ingatannya sendiri. Nok Young memberitahunya kalau itu terjadi karena ia tidak bisa mengontrol kekuatannya.
Wol: “Mungkinkah ingatan itu milikku? Aku bukan dia kan? Walaupun aku terlihat mirip dengannya, aku tidak bisa jadi dia kan…..” Nok Young jadi gelisah, sedangkan Seol menangis di kejauhan.


Yeom berdiri diluar sambil memandang bulan, Seol memandangnya dari balik pagar. Tiba-tiba Yeom merasakan ada seseorang yang berada didekatnya dan bertanya siapa yang ada disana. Ternyata orang itu Yang Myung. Yeom berkata kalau Yang Myung sudah menakut-nakutinya. Yang Myung berkata kalau ia melakukan itu memang untuk menakut-nakutinya. Yeom bertanya kenapa ia melompati pagar lagi.  Ia malas lewat pintu depan, lagipula ia lebih terbiasa melompati pagar. Mereka akan pergi minum ketika Woon mendekati mereka.


Woon berkata kalau Raja memerintahkan Yeom untuk datang ke istana.Yeom heran kenapa Hwon memamnggilnya, tapi ia tahu kalau Woon tidak akan memberitahu apapun. Ketika akan pergi, Woon melihat sebuah pembatas buku. Ia kaget melihat bentuk tulisan di kertas itu.
Yeom berkata kalau itu dibuat Yeon Woo untuknya sebagai hadiah ulang tahunnya. Mereka berkata kalau tulisan Yeon Woo sangat bagus. (bengawanseoul.com)Yeom bertanya kenapa ia menanyakannya. Wooh hanya berkata kalau ia terkesan dengan tulisannya.


Woon pergi dan melihat Seol ada diluar. Ia berusaha menghentikannya untuk mengetahui siapa dirinya. Mereka pun bertarung. Woon bertanya siapa yang mengirimnya kesini, tapi Seol berhasil melarikan diri.
Yeom kembali masuk ke kamar bersama Yang Myung. Ia bertanya tentang gadis yang disukai Yang Myung, karena Min Hwa sudah bercerita padanya. Yeom menambahkan kalau ia berpikir Min Hwa hanya bercanda. Yeom pun bertanya siapa gadis itu.


Yang Myung: “Aku juga tidak tahu. Aku tidak mengenalnya. 8 tahun yang lalu, sehari sebelum hari pemilihan, aku melompati dinding ini. Tapi apa kau tahu apa yang dikatakannya? Matanya sangat yakin . Aku tidak bisa mengatakan apapun.” Yang Myung meneruskan dengan air mata berlinang, “Tapi sekarang aku bertanya-tanya, jika aku tidak pura-pura tersenyum, jika aku lebih berani, jika aku mencoba lebih keras agar ia mau melarikan diri denganku. Mungkin ia masih hidup dan berada disisiku.”
Seol kembali kekamarnya dan Wol tersadar kalau Seol terluka. Seol berbohong kalau tadi ia sedang latihan kemudian terluka. Ia meyakinkan Wol kalau ia baik-baik saja. Wol bertanya ia darimana. Seol menjawab kalau ia pergi ke rumah tuannya yang lama. Wol berkata kalau mereka pasti keluarga yang baik.
Seol: “Ya, mereka sangat menyenangkan. Mereka memperlakukanku seperti keluarga dan memberiku nama yang indah.” Ia pun berkata dalam hati, “Agassi, orang seperti itulah dirimu.”


Yeom sedang membaca dan teringat perkataan Yang Myung kalau mereka semua tumbuh, tapi Yeon Woo selalu diingatnya sebagi gadis yang berusia 13 tahun. Yeom pergi kekamar Yeon Woo dan mengingat perkataan Yeon Woo padanya yang terakhir kali, “Jangan pernah menyerah ketika kau harus melangkah ke depan.” Yeom membuka sebuah kotak, ia kemudian melihat surat Yeon Woo, ia pun teringat kata-kata Yeon Woo lagi, “Hati seseorang selalu sama, tidak mudah untuk mengubah hati seseorang. Aku tidak akan bisa melupakan Putra Mahkota.”
Yang Myung sedang pergi ke suatu tempat dan ia melihat seorang gadis. Gadis itu adalah Janshil, tapi Yang Myung tidak mengenalinya, “Kau hantu atau manusia?”


Janshil berkata kalau ini dirinya, Janshil dan ia merasa sangat menyesal. Ia pun memeluk Yang Myung.
Janshil: “Orang yang kau cari, aku akan membantumu untuk menemuinya. Walaupun mereka akan mencabik tangan serta kakiku menjadi berkeping-keping. Kau adalah penyelamat hidupku. Aku akan memastikan kalau kau akan bertemu dengannya. Jangan bersedih lagi.”
Hwon sedang terbaring dan memikirkan kata-kata Wol kalau ia menganggapnya sebagai Yeon Woo.


Min Hwa dan Ibu Yeom sedang menyulam. Yeom masuk dan melihat Min Hwa ada disana. Ibu Yeom menjelaskan kalau Min Hwa berada disini semalaman. Min Hwa bertanya kenapa Yeom tidak memberitahunya kalau ia akan pergi ke istana. (bengawanseoul.com)Yeom minta maaf karena ia tidak memikirkannya dan berjanji lain kali ia akan memberitahunya.
Yeom meninggalkan kamar itu dan ibunya bertanya pada Min Hwa apa ia marah karena Yeom pergi ke istana seorang diri.
Min Hwa: “Aku tidak marah, tapi aku khawatir. Jika suamiku pergi ke istana seorang diri….”


Yeom masuk keistana , semua dayang langsung terpesona padanya (inilah yang dikhawatirkan Min Hwa). Hwon sangat senang bertemu dengannya. Ia pun meminta dayangnya untuk menyiapkan makanan dan melarang seorang pun masuk kekamarnya.


Para menteri mengadakan rapat. Mereka sangat marah karena Yeom masuk ke dalam istana. Walaupun ia tidak masuk ke dalam dunia politik, pengaruhnya tetap ada. Menteri Yoon berpikir kalau pengaruh Yeom akan lebih besar dari ayahnya. (bengawanseoul.com)Mereka bingung kenapa ia datang ke istana. Mereka menduga kalau Raja sedang merencanakan sesuatu.


Yeom memberikan surat yang ditulis Yeon Woo sebelum ia meninggal. Yeom, “Ini adalah surat terakhir adikku. Kupikir lebih baik kuberikan pada Yang Mulia.
Dengan sedih Hwon berkata: “Apakah ini benar-benar surat Yeon Woo untukku?”


Yeom,” Anda adalah satu-satunya cinta dalam hidup adikku. Jika anda mengambilnya, aku yakin adikku pasti sangat gembira. Dan mulai dari sekarang, aku mohon lupakanlah adikku. Ratu ada disamping anda sekarang, jangan membuatnya kesepian. Aku tidak berpikir kalau adikku menginginkan hal ini.”
Hwon: “Semua orang menyuruhku untuk melupakannya.”


Yeom pun pergi. Hyung Sun memberitahunya kalau Hwon sangat merindukannya dan menyuruhnya untuk sering berkunjung ke istana. Yeom menjelaskan kalau ia tidak bisa sering-sering datang ke istana dan meminta Hyung Sun untuk menjaga Raja.


Setelah lama membiarkannya tergeletak dimeja, Hwon akhirnya membaca surat Yeon Woo untuknya, ia menangis saat membaca ini:
“Yang Mulia, aku menulis ini dengan kekuatan terakhir yang kumiliki. Ini mungkin akan menyakitimu atau bahkan tidak sampai padamu, tapi aku tetap menulisnya. Yang ingin kukatakan adalah aku sangat bahagia bertemu denganmu. Sekali lagi kukatakan, jangan salahkan dirimu. Tolong lupakan aku dan biarkan aku ada dalam kenanganmu. Ayahku akan membawakan obat dan aku tidak akan pernah bertemu denganmu lagi. Tolong, tetaplah sehat untukku. Semoga kau menjadi penguasa yang hebat.”


Hwon menangis, “Ia menulis surat untukku…dengan kekuatan terakhir yang dimilikinya. Ia menyuruhku untuk selalu sehat…..Apa yang sudah kulakukan? Ia pasti merasa sangat kesakitan. Ia pasti sangat menderita. Bagian akhir dari surat ini terlihat berantakan dan lemah. Hyung Sun ah, beri perintah untuk mencari surat lama Yeon Woo yang ditulisnya untukku. Aku tidak ingat tulisannya. Aku perlu melihatnya lagi.”


Dayang mata-mata Bo Kyung sedang melapor kalau Hwon berjalan-jalan dengan Wol. Bo Kyung bertanya apa ada hal lain yang terjadi? Dayang itu berkata kalau Hwon memerintahkan agar dayangnya mengambil sebuah kotak yang ada tulisan “hujan” diatasnya. (Yeon Woo artinya hujan gerimis)


Hwon membaca surat Yeon Woo sambil berlinang airmata. Tiba-tiba ia menyadari sesuatu dan mengambil surat Wol. Ia pun membandingkan tulisan keduanya. Ia merasa kalau keduanya sama dan menyuruh Woon untuk membawa Wol kesini.


Wol sedang diantar ke kamar Hwon, tapi tiba-tiba ia ditarik ke sebuah lorong oleh Yang Myung. Yang Myung memegang bahunya dan bertanya, “Beritahu aku, apa kau mengenaliku?” Sedangkan Hwon terus membandingkan tulisan kedua surat itu.








Credits: www.dramabeans.com

15 comments:

Fama Dista mengatakan...

"Sinopnya uptodate banget,,!!"
^_^

Anonim mengatakan...

T.T makin pnasaran . . .Sin0psisx bguZ mdh dmngerti ^^..Hwaiting!

Anonim mengatakan...

tengkyu sinopsis nya...kereeen ceritanya..pantes aja ratingnya disana tinggi :D

Anonim mengatakan...

aku selalu mengecek blog ini tiap hari untuk baca lanjutin sinopsis ini... keren.. episode 11 ditunggu lho.. :)

sely mengatakan...

kapan di update episode 11, g sabar banget

Seoulmate™ mengatakan...

sabar ya, episode 11 baru tayang tanggal 8 Pebruari 2012

Anonim mengatakan...

thanks sudah meluangkan waktu untuk posting sinopsis dr film ini, ceritanya bagus bangettt. semoga minggu depan sudah ada update episode 12 dan 13 ^_^

Anonim mengatakan...

thanks sinop'y..ditunggu eps slnjt'y.. -ulliaini-

zhyeezah mengatakan...

Thanks berrraaaaaaaaaatt sinop 11 yaaa di tunggu

Anonim mengatakan...

baguzz nie sinop nya..ditunggu lho kelanjutannya...^_^

Anonim mengatakan...

baguzz nie sinop nya..ditunggu lho kelanjutannya...^_^

The Fact mengatakan...

thanks bangedz sinopsisinya,, tetap semangat nulis sinopsis selanjutnya,,

Tetty mengatakan...

Waah semakiiin seruu neeeeh.
Ditunggu episode seblasnya yah sist.
Semangad

Anonim mengatakan...

looks good..........:>
thanks udah nerjemahin ya........

Anonim mengatakan...

kereeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnn....

Posting Komentar